syahrini menikah

Wreck It, Syahrini!

Salah satu memorable scene dari Film Ralph Breaks The Internet (sekuel dari Wreck It, Ralph!) adalah saat Ralph masuk ke sebuah ruangan yang dipenuhi layar monitor raksasa.

Sebelum masuk tertulis di depan ruangan, “Comments Here.”

Awalnya Ralph bangga dengan komentar-komentar yang memuji-mujinya. Lalu kemudian lemes membaca komentar yang jauh lebih kasar dan ternyata … buanyaaaaaak banget.

Bukan hanya di Youtube, di media sosial mana pun, kolom komentar memang baiknya dihindari sebisa mungkin buat kalangan seleb.

Kalau yang jelata macam kita mah, boro-boro mikirin komentar baik atau bangke, ada yang komen aja udah sujud syukur ??.

Ralph Breaks The Internet ngasih tahu dengan nyata model hubungan yang ada di dunia maya ini. Bagaimana sekat-sekatnya nyaris tanpa batas.

Saya pikir, transfer data secara global yang kini memasuki era 5G (lebih cepat lebih efisien dst dst) seharusnya makin memudahkan kita untuk terhindar dari emosi berlebihan hanya karena KETIDAKTAHUAN.

Seperti kata pepatah Arab, “Manusia membenci apa yang tidak diketahuinya.”

KETIDAKTAHUAN bercampur pula dengan rasa inferior. Terlebih buat kita bangsa Asia yang entah gimana kalau lihat yang hidungnya mancung, wajah-wajah kebule-bulean, keberpihakan bisa otomatis berada di sana.

Kita tidak segan-segan menertawakan wajah orang lain (selebriti sekali pun) yang menurut kita “kampungan”.

Kuteringat teman-teman yang menikah dengan bule yang mana dia dipuji-puji oleh kerabat suaminya sebagai perempuan yang eksotis dan seksi. Terus dia marah-marah kalau liburan ke Jakarta disangka pembantu anaknya yang memang gen bulenya jauh lebih kental hahahaha.

Syahrini sadar betul. Bertarung di dunia hiburan berat. Berapa banyak diva dengan suara cetar membahana manja khatulistiwa tapi terhempas begitu saja dalam waktu singkat.

Sejak awal Syahrini membangun segmentasi kliennya secara khusus.

Sobat-sobat misqueenku pasti bingung, dia dapat uang dari mana wong kalian merasa gak pernah ngundang-ngundang dia secara off air. Ya memang pasarnya dia bukan kalian dong ah, yang kalau lihat skincare 500 ribu saja bisa pingsan di tempat ya kaaaaaan ???.

Padahal Syahrini ini punya youtube channel yang membuka banyak kehidupan pribadinya. Tapi kalian gak punya waktu dong ah melihat kehidupan pribadinya yang tidak penting itu.

Tapi tentu punya banyak waktu untuk mencibirnya .

Beberapa kali diwawancara, dia ngomongnya normal. Kelihatan kalau dia bukan perempuan tolol modal permak sana sini seperti persangkaan orang-orang.

Orangnya rileks banget, “Foto saya dibikinin meme ditabrak truk dan dipasang di tempat sampah. Mama saya istighfar tapi saya ketawa-ketawa. Itu kan lucu banget. Ada juga yang saya dijadiin pizza, dijadiin kurungan ayam. Lucu-lucu semua.”

Beda dengan seleb lain yang pepet-pepetin bapak pejabat, Syahrini malah dekat dengan ibu-ibunya. Dia paham betul, “Man is the head of the family but woman is the NECK!” ???

Makanya jangan heran tiket konser yang cuma 25 juta ya SOLD OUT juga. Tarif off air nya Syahrini itu normal ratus-ratus juta. Private party lebih mahal lagi.

Dibesarkan dalam keluarga berada dan terpandang, dia mungkin sudah terlatih berhadapan dengan orang-orang super kaya. Dese bukan gadis kampung lusuh, Sis hehehe.

syahrini menikah

Therefore, namanya menggema dengan akbar di kalangan ibu-ibu sosialita kelas super atas. Ya kalian juga enggak kenal mereka, wajar kalau julid dan menuduh Syahrini artis tidak laku hahaha.

Teman-teman sesama artisnya ya tahu banget siapa Syahrini. Makanya, dia itu dipepet sana sini oleh banyak kalangan artis. Dipepet di depan, digosipin di belakang hahahaha.

Ya siapa yang tidak cemburu dengan acara off air nya yang bisa berkali-kali dalam satu hari. Belum lagi bisnisnya di mana-mana.

Dese dari keluarga pengusaha + ulama. Walau menurut kalian wajahnya kampungan mirip Soimah + sok alim gak jelas.

Memangnya kenapa lagi dengan Soimah? Soimah itu juga musisi papan atas loh, ulet dan pekerja keras, serta sangat murah hati dari segi materi.

Orang berusaha menghina Syahrini dengan menyama-nyamakannya dengan Soimah. Padahal mereka berdua memang sobat dekat dan Syahrini sering menyebut Soimah sebagai, “Kembarannya Incess” dengan akrab .

syahrini menikah

Don’t waste your time untuk JULID. Berrtahun-tahun IGnya digempur komentar-komentar kasar, orang-orang yang sedari dulu menertawakan cita-citanya untuk menikah dengan pangeran impian, apa yang Syahrini lakukan? DIBACA AJA KAGAK! Hahaha.

Paling di-delete + diblokir sama admin/manajemennya dia hihihihi. Kalian dapat dosanya doang. Sementara Incess mengudara dengan fenomenal di atas pesawat jet sewaan sambil ketawa-kewata dengan ponakannya dan berbaring manja di pangkuan ibunya.

Hidupnya yang mungkin menjengkelkan bagi kalian tapi juga dipenuhi dengan doa-doa ribuan anak yatim yang disantuninya jauuuuuhhh sebelum kalian kenal dia .

Mau menghina adiknya? Numpang hidup dari Syahrini? Cek dulu siapa suami adiknya .

Balik ke film Ralph, waktu Ralph dinasihati untuk tidak membaca komentar dan fokus ke karya saja, Ralph mengaku tidak peduli. Karena dia memang fokusnya untuk Vanellope saja, sahabat terbaiknya. Bodo amat orang mau komentar apa.

Ya mungkin sama.

Benteng terkuat seorang Syahrini menghadapi komen-komen cetar super silet membahana manja (hahahaha) itu … adalah KELUARGAnya.

Manajernya yaitu adiknya sendiri yang selalu siap pasang badan untuknya. Ibunya yang terlihat selalu lempeng tapi kata Syahrini selalu menangis kalau mendengar komentar orang tentang anaknya. Ponakan-ponakannya yang lucu-lucuuuuuu. Asisten-asistennya yang diperlakukan seperti saudara.

I wonder why you have to waste your time to hate her so much, sih. Kalian dirugikan apaaaaaaa. Dia toh tidak korupsi, dia tidak pernah hate speech ke siapa pun, masalah jodohnya?

Kalian tahu apaaaaaaaa ???.

Rileks sajalah. Masalah jodoh seperti itu banyak kok dalam kehidupan kita sehari-hari. JODOH itu rahasia Ilahi.

Mungkin jejak-jejak dari doa-doa anak yatim atau dari kewolesannya menghadapi hater, Syahrini dapat berkah khusus dari Tuhan. Mungkin saja, kan?

Mending ambil prinsip hidupnya yang baik-baik, “Pantang ngomongin orang. Gak mau ambil pusing sama hater. Kerja, kerja, kerja.” #cebbieOnDutyhahahaha.

O ya, kenapa banyak Jokower yang julid ternyata konon karena Syahrini pendukung 02 hahahaha. Ya terus kenapaaaa, kan dia gak pernah jelek-jelekin Pak Jokowi deh, ah. Masa gak boleh orang lain dukung 02? Itu juga katanya. So far dia tidak pernah terbuka soal capres.

Kekurangannya Teteh Princess? Ya pasti ada dooong. Tapi gitu-gituan tanyak ke haternya aja. Dari 100 kekurangan Syahrini, mereka pasti bisa nyebutin 1000 ???.

Selamat menjalani hidup baru setelah beberapa kali gagal, but this one is really a catch . Bahagia selalu, tetap sayang keluarga, tetap banyak sedekah, tetap rendah hati . Semoga langgeng, aamiin.

#loverNotHater

ps : I do love-love-love this song, dinyanyikan berduet dengan adiknya (manajernya). Buaguuuusssss <3.

Pergi Kau ke Ujung Dunia …

Chile, disebut-sebut sebagai Singapura-nya Amerika Selatan/Latin. Saking majunya negara ini dibanding negara-negara lain di kawasan yang sama.

Tapi sekeren-kerennya Chile, ternyata tingkat kejahatan di kota-kota besar di sana masih lebih tinggi daripada Kota Jakarta.

Chile, foto : Dani Rosyadi

Bunga Tulip yang disebut-sebut sebagai bunganya Orang Belanda ternyata tumbuh subur di berbagai kota di Negara Turki.

Kadikoy, Istanbul (Foto : Dani Rosyadi)

Kalau kalian heran mengapa laki-laki se”dingin” Reino Barrack yang biasanya irit bicara tiba-tiba wawancara panjang lebar semacam pasang badan buat pujaan hati, maka seorang Pangeran Edward VIII rela meletakkan TAHTA demi menikahi Wallis Simpson.

Simpson seorang janda asal Amerika Serikat berhasil membuat Kerajaan Inggris gempar karena pewaris mahkota atas keinginan pribadi tanpa paksaan menyerahkan gelar RAJA kepada George VI.

Jalan-jalan ke London Eye foto Dani Rosyadi
London Eye (Foto : Dani Rosyadi)

Kerajaan Inggris juga menyimpan kisah cinta antara Pangeran Charles dan Camilla. Yang ini happy ending sih walau membuat dunia menangis untuk Lady Diana.

Camilla lebih dulu datang dalam hidup Pangeran Charles. Tapi Charles tidak seberani buyutnya yang rela meninggalkan singgasana untuk perempuan yang dicintai.

As Lao Tzu Quotes : “Deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage.”

fotografer Dani Rosyadi
Tower of London, fotografer : Dani Rosyadi

Republik Irlandia yang membingungkan orang-orang letaknya di mana dan sering disangka bagian dari Negara UK, punya pendapatan perkapita yang hampir sama dengan USA. Tapi tetap saja, Irlandia itu di mana sih??? ???

Fore Abbey, Ireland (2014), foto : Dani Rosyadi

Karena hebohnya beberapa kejadian terkait kejahatan domestik terhadap TKW di Arab Saudi, laki-laki Arab Saudi dianggap “bejat” secara umum. Totally wrong.

Seumur hidup saya merantau, laki-laki asli Arab Saudi malah termasuk sering menunjukkan penghormatan di atas rata-rata kepada kaum perempuan. Termasuk yang wajahnya Asia yang disangka pembokat kayak eike .

fotografer Dani Rosyadi Masjid Apung
Masjid Apung, Jeddah-Arab Saudi, fotografer : Dani Rosyadi

Hati-hati, di kota-kota besar Arab Saudi banyak pendatang Arab dari negara lain. Kalau yang Arab Saudi asli biasanya memang sangat sopan di depan umum kepada kaum perempuan.

Di Amerika Serikat yang konon paling LIBERAL dan sangat menjunjung tinggi HAM, supremasi kulit putih terhadap ras Afrika masih terasa dalam kehidupan sehari-hari . Unfortunately, saya pernah melihat langsung bukan hanya dari katanya-katanya .

State Capitol of Arkansas – Little Rock, Arkansas, USA, foto : Dani Rosyadi

Secantik-cantiknya Negeri 4 musim di banyak negara maju, Kota Teheran di Iran adalah kota yang paling bersih yang pernah saya kunjungi .

Taman Sai di Teheran, Iran (gambar : panoramio.com, by Behrooz Rezvani)

Negara yang kepemilikan senjata api pribadi pailng tinggi adalah SWISS, salah satu negara paling aman di dunia . Why? Karena Swiss punya aturan wajib militer bagi kaum pria dan setelah selesai dinas, senjata api disimpan rapi dalam rumah dengan aturan penggunaan yang sangat ketat.

Fotografer Dani Rosyadi Swiss
Bern (Swiss), fotografer : Dani Rosyadi

Kalok mau cari buruk-buruknya suatu tempat duh tinggal googling juga pasti adaaaaaaa aja hihihi. Tapi masa cape-cape abis duit pula buat jalan-jalan ke sana sini hanya untuk nyari bahan julid .

Berlaku juga buat interaksi dengan orang lain. Sama tempat saja kita kudu adil gimana dengan sesama manusia ye kaaaan .

“Though we travel the world over to find the beautiful, we must carry it with us, or we find it not.” ― Ralph Waldo Emerson

Mustahil ketemu yang indah-indah dari sebuah tempat atau seseorang kalau sudah ada prasangka sebaliknya dalam hati kita .

Here are the pics from some places I’ve talked about . Semua foto koleksi pribadi, dipotret dan diedit oleh Dani Rosyadi, temen seperjalananku tersayang #eaaaaa.

Oiya, foto-foto Teheran gak ketemuuuuu ???. Itu saya ambil dari googling aja tuh yang foto Teheran yang di atas :(.

review film green book

GREEN BOOK, It Takes Courage to Change People’s Heart

Kami sekeluarga mendarat di JFK International Airport – New York awal tahun 2017 silam.

Transit beberapa jam lalu lanjut menuju Dallas-Texas.

“So, 3 boys huh?” Seorang pramugari menegur ramah waktu kami baru akan duduk setelah menemukan nomor kursi di atas pesawat.

“Actually, it’s 4!” Saya cengengesan sambil mengarahkan mata ke suami saya.

Ibu pramugari, perempuan kulit putih ras Kaukasian, langsung ngakak kenceng banget. Saya sampai kaget, cuma joke receh gitu doang dia-nya sampai tergelak-gelak.

Setelah itu kami asyik mengobrol. Padahal waktu itu saya agak was-was karena Trump lagi “lucu-lucunya” terhadap pendatang (termasuk kepada yang muslim katanya).

Seorang penumpang ras Afrika masuk dan ingin melintas. Ibu Pramugari berdiri di tengah nutupin jalan karena sibuk mengobrol dengan kami.

“Wait, ” Kata si Ibu pramugari.

Penumpang tersebut “Excuse me” lagi.

Ibu pramugari membentak penumpang tersebut dengan nada tinggi, “I SAID WAIT!”

Wah, aneh juga. Biasanya kan kalau begitu pramugari ya ngasih jalan lah orang mau lewat kok karena kursinya di belakang. Padahal ke kami, dia amat sangat ramah dan bahkan memuji-muji anak-anak saya, “Oh God, I love their eyes, I love their hair. So cute you know..”

Jadi begitulah ternyata. Di perjalanan dari bandara Dallas-Fortworth menuju apartemen, suami mulai cerita kalau memang diskriminasi yang masih terasa dan paling terasa itu ya ke ras Afrika. Ke muslim mah cenderung biasa saja. Walau tentu ada juga gesekan.

Tapi setahun saya di Texas, mungkin karena hoki juga, rasanya enggak ada yang aneh-aneh. Malah terasa orang-orang Texas tuh hangat bersahabat secara umum. Padahal diskriminasi paling tajam terhadap kulit hitam ya di belahan selatan, Texas dan sekitar ini.

Diskriminasi sampai level pemisahan ruang publik yang ditempeli tulisan-tulisan “Coloured Only” masih marak di wilayah selatan sampai tahun 80 an. Sisa-sisanya masih terasa hingga kini .

Apalagi di tahun 60 an. Kisah itulah yang diangkat di film Green Book tapi dengan genre comedy-drama. Komedinya bukan komedi receh yang bikin terpingkal-pingkal.

Percakapannya memang bikin senyum-senyum. Film drama yang cenderung nyaris tanpa klimaks ini sukses membuat saya dan suami nonton dengan serius dari awal ampe akhir.

Pas film habis, baru lari tunggang langgang ke kamar mandi pengin pipis hahahaha. Filmnya benar-benar memikat dari scene pertama hingga scene terakhir di mana mereka makan malam bersama merayakan hari Natal.

Penasaran pengin nonton karena film ini memenangkan Best Picture Oscar 2019. Lihat posternya kok biasa saja.

Saya pikir akan membosankan karena baca sekilas sinopsis hanya berpusat pada 2 orang Don Shirley (Mahershasa Ali) dan Tony Lip (Viggo Mortensen). Don ras Afrika yang lahir di Florida dan besar di belahan utara Amerika Serikat.

Sementara Tony asli Italia yang lahir dan besar di New York.

review film green book

Ceritanya sih memang tidak yang gimana-gimana, ya. Tapi kesannya MENANCAP kuat dalam hati. Skenarionya baguuuusssss.

Can’t help crying out loud (literally) for this scene :

Di adegan hujan lebat saat Tony dan Don berantem karena Tony menuduh Don itu gengsi terhadap kaumnya sendiri, Don keluar dari mobil dan berteriak dengan emosional,

” …. rich white people pay me to play piano for them, because it makes them feel cultured. But as soon as I step off that stage, I go right back to being just another n****r to them. Because that is their true culture. And I suffer that slight alone, because I’m not accepted by my own people, because I’m not like them either! So if I’m not black enough, and if I’m not white enough, and if I’m not man enough, then tell me Tony, what am I?!”

Don Shirley, seorang doktor dari berbagai bidang ilmu termasuk psikologi yang juga sangat fasih bermain piano. Salah satu legenda musik jazz di Amerika Serikat. Yup, ini kisah nyata.

review film green book
Tony Lip & Don Shirley in real-persons

Don ingin tur khusus keliling Amerika Serikat bagian Selatan (Kentucky, Indiana, Arkansas, Louisiana dll). Untuk itu Don menyewa supir/asisten pribadi berkulit putih.

Di utara Amerika Serikat (New York dll), segregasi antara kulit hitam dan kulit putih di tahun 60 an tidak SEPARAH di belahan selatan yang memang setajir apa pun seorang ras Afrika, mau nyoba setelan jas di toko pun TIDAK BOLEH .

Terpilihlah Tony menjadi teman seperjalanan Don. Dalam perjalanan inilah, Tony yang tadinya membuang ke tempat sampah gelas kaca bekas minum 2 orang pekerja ras Afrika di rumahnya, mulai berubah.

Adegan-adegannya lucu-lucu, sedihnya enggak receh, Gaeeeeessssss ?.

Keren banget penggambaran soal kultur Italia dari Tony yang bawel dan hobi mereka kumpul-kumpul dengan keluarga besar yang sama ributnya hahahaha.

Tony yang agak-agak tidak pintar (hihihi) dibantu menulis surat untuk istrinya oleh Don, “It’s D-E-A-R, deer is an animal” ????.

Don yang sangat berpendidikan, rapi, disiplin tinggi, bersih, mau dibujukin nyokot ayam KFC di mobil langsung makan pakai tangan. Biasanya Don paling tidak suka ada remahan apa pun di jok mobil tempatnya duduk.

Waktu masuk penjara karena Tony memukul polisi yang dianggapnya sudah kurang ajar terhadap Don, Don menasihati Tony …

“‘You never win with violence. You only win when you maintain your dignity.”

Sebaliknya, untuk Don yang kesepian dan gengsian tapi ogah menulis surat untuk saudara laki-lakinya duluan, Tony membujuknya :

“The world’s full of lonely people afraid to make the first move.”

Tapi momen paling juara saat Tony bertanya ke Oleg, salah satu musikus rekan Don yang berkrulit putih dan ikut tur juga, “Ngapain sih si Don tuh mau cape-cape konser di sana sini ketemu orang kulit putih tajir-tajir, tapi dia dilecehkan juga.”

Oleg menjawab, “Don itu dibayar 3x lipat lebih banyak untuk konser di New York. But he asked for this.”

Oleg: “You asked me once why Dr. Shirley does this. I tell you, because genius is not enough. It takes courage to change people’s hearts.”

IT TAKES COURAGE TO CHANGE PEOPLE’S HEARTS ???.

Tidak heran, Mahershala Ali (Don Shirley) memenangkan Oscar untuk kedua kalinya sebagai aktor pembantu pria terbaik di film ini.

Viggo Mortensen juga keren banget. Sampai lupa kalau dia pernah menjadi Aragorn di Lord of The Ring hihihihihi. Masuk nominasi tapi Rami Malek disebut-sebut sangat pantas memenangkan Oscar tahun ini.

5 out of 5 stars from me.

Selamat menonton .

review film green book

ALDI Supermarket, Kesayangan Emak-emak Se-Eropa :D

Siapa yang tidak kenal ALDI Supermarket kalau tinggal di Eropa mah ya hehehehe. ALDI dikenal karena harganya yang relatif lebih murah daripada supermarket waralaba lainnya di Eropa.

Etapi ALDI ini tidak hanya ada di Eropa. Di US juga adaaaaa. Kami ini semasa tinggal di Texas pun, belanjanya tetep sering ke ALDI. Walau pergi-pergi juga ke Walmart dll. Di Australia pun ada.

Baca Juga : “Biaya hidup tinggal di Kota Athlone, Republik Irlandia”

Ini vlognya udah ada, nih. Mau skip langsung ke vlog juga boyeeeeeee :p

Lokasi apartemen kami yang sekarang tuh hanya 4 menit -an jalan kaki dari Supermarket ALDI. Cocok banget buat saya yang paling males sekali belanja kudu satu troli hahahaha.

Kami sekeluarga belanjanya sistem harian gitu. Atau mingguan lah. Ke ALDI itu sudah kayak ke tukang sayur. Bisa tiap hari hihihi.

Saya rada clumsy juga. Sering belanja pagi-pagi sebelum masak, terus sampai rumah tepok jidat, “Halaaaahhh lupa beli anu…” Jadi deh lari-larian lagi ke ALDI supermarket buat beli bahan yang ketinggalan tadi.

Tapi ALDI ini barangnya tidak selengkap supermarket lain yang lebih besar. Kalau di Irlandia ada TESCO (dari UK) dan Dunnes Store (lokal Irlandia) yang barang-barangnya jauuuuhhh lebih lengkap. Tetap saja, ALDI ruameeeeeee. Karena MURAH, yes? hehe.

Kenapa sih bisa murah?

Baca Juga : “Tinggal di Republik Irlandia”

Karena ALDI ini semua barang sudah di-packaging atau dibungkus-bungkus gitu. Tinggal bawa ke kasir dan dibayar. Gak ada lagi yang ditimbang-timbang segala macam.

Tempatnya juga rata-rata tidak terlalu besar, ya. Dibandingkan Walmart (kalau di US) ya kalah jauuuuuuhhhhhh hehehe.

Karyawannya juga tidak terlalu banyak. Mereka pun kerjanya bener-bener padat. Kalau lagi sepi di kasir, pegawai ALDI akan sibuk beberes di gudang atau nata-nata barang.

aldi supermarket

Kalau di Indonesia kan biasanya kasir ya kasir, yang ngatur barang ya ngatur barang. Nah, kalau di ALDI nih semua karyawan serba multifungsi. Harus bisa ngerjain semuanya.

Lincah banget deh itu kasir kalau ngitungin belanjain. Cepet banget.

Gudang penyimpanan juga kecil. Jadi jangan heran kalau sore-sore gitu ada barang yang habis ya jarang di-stok lagi. Harus nunggu besok atau beberapa hari lagi kadang-kadang.

Oiya, ALDI tidak menyediakan troli gratis. Trolinya harus pakai duit 2 euro! Biar orang disiplin dan ngembaliin troli ke tempat yang telah disediakan. Nanti kalau udah dibalikin, duit 2 euro tadi juga akan kembali.

Nah, kalau di US cuma pakai koin 25 sen. Makanya pada bandel hihihi. Itu troli dibiarin aja terlantar deket parkiran :p.

Jangan lupa juga bawa kantong belanjaan sendiri. Di ALDI juga banyak sih kantong belanjaan aneka rupa. Tapi HARUS BELI. Biar hemat ya bawa kantong yang bisa dipakai berkali-kali. Mayan itu, harganya 70 sen minimal kalau gak salah satu kantong plastik. Kalau tas kain lebih mahal lagi.

Tapi biasanya banyak kardus sisa yang ditaruh begitu saja dan bisa kita ambil sebagai pengganti tas belanjaan. Gratis. Daripada capek-capek juga kali ya buang-buang sampah. Mending ditaruh buat pelanggan yang kebetulan lupa bawa kantong belanjaan dan ogah beli.

Harga-harganya emang dahsyat, deh. Tapi memang merek-merek dan brand-brand tiap toko tuh ya bisa beda-beda kalau di Irlandia. Misalnya makanan sejenis, biskuit coklat misalnya, persis penampakannya tapi mereknya bedaaaa. Rasanya ya kadang beda juga meski mirip-mirip.

Cemilan-cemilan di ALDI banyak banget yang di bawah 1 euro. Sen-sen an boooooo.

Daging susah beli di sana karena belum menjual yang halal. Tapi kalau ikan dan seafood lainnya, saya beli di ALDI aja, sih. Ikannya ya khas perairan Atlantik seperti Ikan Cod, Basa, atau Haddock.

Beras dan santan juga lengkap. Bumbu dapur khas Asia hampir tidak ada. Kalau bumbu-bumbu ginian saya belinya di Toko Asia atau Toko Halal (India atau Pakistan).

Baca Juga : “Kurikulum Sekolah Anak di Irlandia”

Tapi jangan beli yang lain-lain selain makanan sehari-hari sih, ya. Harganya suka aneh-aneh. Kayak seprei misalnya. ALDI kan random banget barang-barang non-makanannya. Suka berubah-ubah tergantung stok atau entahlah. Harganya gak murah yang ginian. Hati-hati aja, sih. Bandingin sama toko lain.

Kalau makanan mah kemungkinan besar PASTI lebih murah daripada supermarket lain dengan “ukuran” yang relatif mirip/sama.

Pokoknya ALDI ini sahabat sejati eike dan suami dah di mana-mana. Di Ireland, di Swiss, di Texas, ALDI supermarket mania dong senantiasa hihihihi.

Pendukung Jokowi di Luar Negeri #irlandiaSATULag1

DARI IRLANDIA UNTUK INDONESIA

“Yam, tolongin ..,” kata si Kucing.

“Nape?” Jawab si Ayam ogah-ogahan.

“Jadi gini…”

Kucing mulai bercerita tentang masalah dalam rumah. Jadi, Pak Bolang, majikan mereka, diresahkan oleh banyaknya tikus-tikus berkeliaran dalam rumah. Berbagai cara dilakukan untuk mengusir para tikus, enggak mempan juga.

Kucing merasa kasihan tapi tidak berdaya. Jadi berinisiatif meminta bantuan Ayam.

“Ooo gitu. Waduh, gue punya kandang sendiri. Enggak tinggal dalam rumah. Gue telaten banget bersihin kandang gue. Gak mungkin tu tikus bakal ke sini.”’

Kucing pergi, menuju kandang sapi.

Kucing menyapa, “Pi, sibuk, gak?”

“Apaan?”

“Busyet. Galak amat.”

Sapi terkekeh sebentar, “Abis lu dateng-dateng ngagetin gue. Kaget, Cing. Pa an?”

Kucing pun menceritakan hal yang diutarakannya tadi kepada si Ayam. Sapi manggut-manggut, menjawab singkat, “Kandang gue gede. Lo mau tidur di sini saja? Sok aja atuh.”

“Bukan gitu, Pi. Kasihan sama Pak Bolang. Kita bantulah cari solusi.”

“Yaela, itu bukan urusan kite lah. Tikus kan kagak bakalan gangguin kita.”

“Tapi, Pi …”

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi
Sapi di Swiss :D, pics by : Dani Rosyadi

“Duh, kayak hidup kita masih kurang repot aje. Udahlah. Diemin aja. Entar tu tikus juga bakal pergi sendiri. Jaga diri sendiri aja baik-baik. Oke, Cing?”

Kucing masuk kembali ke dalam rumah.

Sebulan berlalu.

Kini, Kucing memandang sedih ke pekarangan di luar. Kandang ayam dan kandang sapi dibongkar oleh Pak Bolang. Kucing berguman pelan, “Andai saja dulu mereka …”

Ke mana Ayam dan Sapi?

Seminggu setelah Kucing mendapat jawaban berupa sikap cuek Ayam dan Sapi atas masalah dalam rumah Pak Bolang, majikan mereka, anak bungsu Pak Bolang jatuh sakit. Sakit tipes dikarenakan ulah tikus-tikus nakal tak terhalau yang wara wiri dalam rumah.

“Beri makanan bergizi biar cepat sembuh. Sup ayam juga boleh.” Begitu saran Pak Dokter. Ayam pun dipotong untuk dijadikan sup.

Si bungsu sembuh, ealah…yang sulung ikutan tipes. Pak Bolang bingung, ayam sudah tidak ada. Kata Pak Dokter,”It’s oke. Sup daging sapi juga tak masalah.”

Sapi dipotong untuk dijadikan sup. Akhirnya Pak Bolang nekat pergi ke kota dan membeli lem tikus plus perangkapnya walaupun harganya sangat mahal.

Tikus-tikus pun bisa dienyahkan. Setelah terlebih dahulu mengorbankan nyawa Ayam dan Sapi.

Kalian familiar dong dengan kisah di atas .

Itulah kenapa, sejauh apa pun kalian merantau, tidak boleh cuek dengan kondisi negeri asal. Mungkin terpikir, “Halah, gue toh udah mau mati di sini. Ogah balik lagi mah. Doamat.”

Enggak boleh begituuuuuu. Kita ini tersambung dalam sebuah bulatan yang sama, ya planet BUMI ini .

Kalian tahu kan persoalan Suriah nun jauh di Timur Tengah pada akhirnya membuat pusing sampai ke Eropa dan Amerika Serikat .

Padahal mungkin yang terjadi di Suriah adalah buah “keangkuhan” dan “ulah” negara-negara di luar Suriah. If you know what I mean .

Where ignorance is our master,
there is no possibility of real peace.
-Dalai Lama-

KITA HARUS TETAP PEDULI.

Jauh-jauh di Republik Irlandia, kami, sebagian WNI yang tinggal di sini, mendeklarasikan dukungan kami untuk kesuksesan Pilpres dan Pileg di Indonesia April mendatang.

Dukungan kami buat Pak Jokowi untuk memimpin NKRI SATU kali lag1 ?.

Tentunya, kami yang bernaung di salah satu negara maju di belahan Eropa (coret) ini (hahaha), paham betul betapa pentingnya makna PEMERATAAN pembangunan di seluruh wilayah dan kalangan.

Infrastruktur transportasi bukan hanya tentang mobilitas orang per orang dari mana mau ke mana, tapi juga distribusi pangan dan pemerataan kesempatan dan kesejahteraan bagi semua kalangan dan wilayah .

COBLOS NOMOR SATU, JOKOW1 SEKAL1 LAG211

ps : nonton videonya doooonggg, eike begadaaaanggg nih ngeditnya. Mana jadi juru kamera, sutradara, penulis skenario segala macam dan gak ada akyu di videonya *nangis*.

Buat yang di Eropa  boleh join di grup Facebook “Eropa Tetap Jokowi” ^_^. Untuk yang di Dallas-FortWorth dan sekitar hadirilah deklarasi dukungan buat Pak Jokowi dari Texas tanggal 2 Maret 2019 besok, ya ;).

-Salam dari para pendukung Jokowi di luar negeri-

pendukung Jokowi di Luar negeri