Film wonder woman 2017

Feminisme vs Insecurity?

Susahnya tuh karena banyak yang salah paham soal pengertian feminisme. Kurang tepat banget kalau mengatakan feminisme bertentangan dengan ISLAM.

Masa ada yang bilang feminis itu yang suka melarang-larang perempuan pakai beha misalnya ???. Feminis itu adalah mereka yang menyemangati kaum perempuan untuk berani berlari telanjang di jalanan.

Itu feminis apa orang gila, ssssiiiiiihhhh? ??????

Enggak usah jauh-jauh dan ribet-ribet cari contohnya.

Itu kalian (perempuan) bisa punya hak sekolah sama kayak laki-laki, bisa menggunakan alat kontrasepsi buatan dengan aman dan damai, bisa pakai celana panjang (etapi kelompok #indonesiaTanpaFeminis emang gamisan semua deng hehehehe), punya hak pilih dalam politik setara dengan laki-laki dst dst dst ya jasa kaum feminis jugak.

Tapi saya juga pengin menyoroti kebalikannya. Kenapa akhir-akhir ini pada sensitif sama feminisme?

Jadi mungkin begini … di masa lalu FEMINISME seolah memperjuangkan agar perempuan bisa sekolah, bisa berkarier di luar rumah segala macam KARENA DALAM PRAKTIKNYA masih banyak keterbatasan.

Gambar : en.wikipedia.org

 

Nah, makin ke sini, justru terjadi hal-hal berkebalikan. Saking semangatnya nih jiwa-jiwa feminis mungkin ya hehehehe.

Kadang terasa SEOLAH ada ANGGAPAN bahwa PEREMPUAN KEREN ITU YA KUDU EKSIS DI LUAR RUMAH JUGAK.

Padahal menurut saya, perjuangan kaum feminis itu lebih ke arah PEREMPUAN SEHARUSNYA PUNYA KEBEBASAN MEMILIH. Iya gak sih?

Tapi makin ke sini kok ya nyinyir-nyinyirannya dua arah hahahaha.

Baruuuuuu aja kemarin ada teman saya curhat tersinggung berat dengan kerabat dan teman-temannya (yang perempuan) yang suka memamerkan betapa kerennya diri mereka yang apa-apa tuh beli sendiri enggak minta suami.

Ada juga yang doyan mengancam-ancam, “Hayo looooo, gak punya kemandirian finansial terus entar suaminya enggak ada, mampus lo semua.”

“Lihat dong gue, gue tuh bantuin suami gue bayar KPR rumah segala macam bla bla bla.”

Sampai ada yang pernah bilang, “Apa enak lo beli skincare segala macam minta suami? Ih, gue mah gengsi.”

Nah, yang begini-begini ini juga sumpah ngeselin ??.

Nanti kalau saya balas, “Aduh, kasihannya, suami istri kerja berdua banting tulang, beli rumah sebiji aja kudu KPR. Gue nih, rumah udah 3, beli cash semua, yang kerja suami doang” ???.

“Tapi kan Je, masih punya sisa buat jalan-jalan ke luar negeri.”

Atuhlaaaaahhh, ini gue bangun tidur aja udah di luar negeri loh hahahahaha.

Pasti pada mengamuk nuduh sombong bla bla bla.

Loh ya makanyaaaaaaaa, jangan suka ukur-ukur orang lain pakai ukuran kita ???.

Inget buibu salehah kesayangan Tuhan semuanya, beli barang kebutuhan istri apa pun itu pakai uang suami ITU SAHIH. Asal uang suami sendiri, kalok pakai harta suami orang lain nah itu baru beda cerita.

On the other hand, kuliat emak-emak yang sok-sok an “hijrah” pakai gamis menjuntai ke lantai, naik mobil ke mana-mana, nongki-nongki ngopi-ngopi di kafe dengan caption “Friends till Jannah” juga sibuk mencitrakan betapa idealnya hidup perempuan yang “di rumah aja” gak usah ikut-ikutan cari duit.

Who should do the laundry ???, gambar : pixabay.com

 

Lah iyes, situ tajir. Coba bayangin ancaman-ancaman “perempuan harusnya di rumah saja” diterapkan ke para janda yang anaknya banyak. Jangan bilang poligami solusinya. Noh, lihat yang poligami juga nyarinya janda-janda kece, Cuuuyyy. Perlu gue sebutin nama-nama ustaznya?

Ini soalnya suka sambung menyambung nih antara anti-anti feminis sama poligami-poligamian zzzzzz .

Why do we have to judge each other? ?

Seharusnya kita, para perempuan apalagi yang sudah punya predikat tambahan sebagai istri atau ibu, saling menyemangati untuk menjadi versi terbaik dari diri kita masing-masing.

Kita harusnya bersatu menyuarakan hak dan kepentingan kita kepada pihak-pihak terkait. Bukannya malah perang sendiri dan saling mengobarkan propaganda yang menjatuhkan.

cara memikat hati wanita

Apa pula ini hestek-hestek #indonesiaTanpaFeminis yang digagas oleh para perempuan juga. Lagian situ kira kelompok feminis isinya perempuan doang?

Coba sekali-sekali pengajiannya diisi diskusi tentang permasalahan kaum perempuan dan segala tetek bengeknya. Biar sadar, dunia ini tidak hanya diisi oleh kelompok kalian saja.

Ini sedikit info mengenai isi perjuangan kaum feminis era terkini, beda negara kadang beda isu –> https://www.tempo.co/…/feminisme-di-dunia-apa-yang-kini-dip…

Raise your knowledge, not your voice .

Black Mirror Netflix : Serial Unik Super Duper Wajib Nonton!

Black Mirror Netflix adalah serial Netflix yang paling unik buat saya.

Black Mirror Netflix ini serial yang tadinya sempat tayang di Channel 4. So far sudah 4 season, total 19 episode. Tiap episode berdiri sendiri-sendiri jadi bisa ditonton terpisah. Tidak harus berdasarkan season atau nomor episodenya.

Serial Netflix Black Mirror

Tontonan alternatif buat yang berminat dengan kisah yang enggak standar (y). Satir teknologi yang dikemas apik, rata-rata dengan twisted ending yang lumayan menguras emosi. Ceritanya kekinian, penuh sindiran terhadap gaya hidup era digital ala-ala medsos sekarang ini.

Here’s the list –> episode Black Mirror Netflix menurut saya yang paling recommended (makin kecil angkanya makin recommended)

Diurutkan dari yang paling (kurang) favorit, seasonnya juga random. Kalian cek saja langsung judulnya, saya udah enggak inget episode mana dari season berapa hehehe :

13. Arkangel

Idenya lumayan, mengusung tema : Good Parenting = control? Tapi eksekusinya kurang tajam. Mana akting pemerannya kurang gimanaaaa gitu.

Percakapan si kakek dan si emak yang juga muncul di trailernya menggambarkan perbedaan besar cara membesarkan anak dulu vs sekarang.

Ya kayak kita-kita inilah.

12. Bandersnatch

Episode yang ini salah satu yang terpanjang, beud. Idenya sih bagus gimana kalau dalam dunia nyata kita juga bisa rewind beberapa kejadian dan mengubah pilihan-pilihan kita seperti dalam satu game di tahun 80 an gitu-gitu.

Bosen tapinya. Saya enggak nonton ampe abis hehehe.

11. San Junipero

Idenya “Heaven on Earth” gitu-gitu. Ceritanya lumayan ceria dengan ending yang tidak se-stresful episode-episode lainnya. Tapi yah, lebih ngebosenin dibanding episode lainnya.

10. Crocodile

Sebenarnya cerita Crocodile ini lumayan banget. Cuma yang episode lain lebih bagus, sih, gimana dong hahahaha.

Tentang alat yang bisa merekam ingatan kita tentang memori masa lalu.

9. Be Right Back

Ini ceritanya menarik. Mau dibikin review khusus aaaahhh di postingan terpisah ;). Kok urutannya di bawah, soalnya yang lain lebih bagus lagi hahahaha.

8. 15 Million Merits

Yang ini mengusung tema jalan instan menjadi idola seperti ajang-ajang American Idol dan semacamnya. Endingnya baguuusss. Ingin menolong kok ya malah jadi terjebak di lingkaran yang sama :(.

7. The Entire History of You

Bayangkan kalau ada chip yang tertempel di belakang leher kita di mana kita bisa rewind semua masa lalu, bisa di zoom, bisa di fast-forward, bisa diperlambat.

Hanya luka yang bisa muncul :(. Karena kita semua memang tidak sempurna. Sedih-sedih gemes nontonnya.

6. USS Callister

Kisah tentang orang yang “cupu” di dunia nyata membalaskan dendamnya atas ketidakmampuannya bergaul di dunia nyata di dalam “dunia yang lain”.

Ini serem, ah. Endingnya itu loh. Tapi ini yang bikin Black Mirror menjadi serial Netflix yang terkeren, yes? Hehehe.

5. Nosedive

Ini episode yang cukup menusuk terhadap realita kehidupan terkini. Tapi diceritakan dengan lebih ceria. Ceritanya juga tidak segelap mayoritas episode Black Mirror.

Ini sampai ada giphynya segala cobak, episode Nosedive ini 😀

Nyinyirnya tetap dapet tapi enggak sekelam episode lainnya. Buat pemula di Black Mirror, disarankan banget memulai dengan episode ini hehehe.

4. Hated in The Nation
3. Shut Up and Dance
2. White Christmas
1. White Bear

Nah urutan ke-4 sampai pertama ini terlalu bagus kalau dibahas ringkas-ringkas. Semuanya mau saya review di postingan khusus :D. Stay tune!

Pokoknya saya amat sangat merekomendasikan serial Netflix yang satu ini. Sangat kekinian dengan tema cerita yang menarik, ending yang sering tak terduga dst dst.

Worth every minute ;). Jangan lupa cek juga serial Netflix yang juga lumayan kece ini.

Selamat menonton ^_^

SIMPEDES di Irlandia

Kegiatan para sosialita pedesaan di Ireland nih hahahahaha. SIMPEDES (Si mamak-mamak pedesaan) di Irlandia ini tergolong sangat sibuk loh ???.

Mau langsung cuss ke vlognya juga boleeeeeehhhh :D.

Tantangannya tinggal di desa-desa Irlandia buat para istri asal Indonesia ya gitu, sepiiiiiiiiii. Pasti beda banget kan dengan suasana gemerlap kota-kota besar di Indonesia.

Udahlah sepi butek pasti ngerjain tugas-tugas rumah tangga karena ketiadaan Gojek dll. Kalau yang introvert kayak saya ya mungkin gak terlalu masalah.

Dulu masalah adaptasi lebih ke cuaca. Anak pantai gak tahan dingin. Apalagi baru datang dari area gurun hahaha.

Orang Eropa ini jauuuh lebih dingin daripada di Texas. Di Texas mah, cuma naik lift bareng dari lantai 1 ke lantai 3, orang bulenya udah sibuk cerita di mana dia lahir dan besar dan kenapa pindah ke Texas hahaha. Hidup lebih berwarna di Texas kalau urusan chitty-chitty chat.

Walau tipis-tipis, buat saya yang berkerudung juga terasa kok kalau mereka lebih menjaga jarak.Enggak sampai kena diskriminasi gimana-gimana.

Walau untuk sahabatan dekat ya nyaris tidak mungkin . Mereka tetap sopan cuma ya gitu, ngobrolin cuaca aja maunya. Bosaaaaaannnn hahahaha.

Mungkin takut diajak hijrah #eh. Di negeri sendiri dianggap liberal, di tengah orang bule, dianggap jihadis kali ya hahahaha, ya nasib ya nasib.

Kalau sama orang India sebenernya seru. Hanya saja jumlah mereka banyak banget. Begitu ngobrol berdua pasti mau bahasa Inggris, begitu temennya datang, langsung ngomong bahasa lokal mereka zzz .

Orang-orang Eropa Timur lebih kaku lagi. Selain mereka bahasa Inggrisnya kadang tidak terlalu lancar, kayaknya lebih galak mereka daripada orang Irlandia-nya. Memandang orang Asia gimanaaaa gitu.

Padahal kita juga ke sini enggak ngemis, critical skill worker looohhh #eaaaaa .

Kupernah dekat dengan mamanya sahabat anak di sekolah, orang Lithuania. Udah ngajak-ngajakin ngopi bareng, dia sukaaaa banget kalau saya tanya-tanyain soal negara-negara Eropa Timur, soal komunisme, segala macam (situ wartawan, Kak? Hahahaha) tapi pas saat kami malah bentar lagi mau ke Texas setahun.

Balik ke Athlone, dia baru saja melahirkan dan punya bayi. Ketemu di jalan pun, dia udah cepat-cepat gitu. Nampaknya juga sudah ada teman sesamanya dari Lithuania. Yah, dicampakkan lagi gue hahahaha.

Dulu punya sahabat orang Arab Saudi. Dese sayang banget padaku. Sempat saya kira waktu diundang ke rumahnya gue disuruh beberes rumah hahaha, tapi ternyata saya dimasakin, diajak ngobrol, dibikinin kue, diajak menari-nari dan dicurhatin hihihi.

Mungkin karena dia tahu saya pernah di Jeddah jadi dia lebih lega mau curhat sepuasnya. I feel you, Dear .

SIMPEDES cabang Irlandia hehehe

 

Tahun 2014 dia balik ke Saudi. Tahun 2015 setelah saya melahirkan dia liburan ke Athlone dan nengokin saya bawa oleh-oleh. Sungguh kuterharuuuuu . Lupa dulu rasa pedih karena sering dianggap pembokat pas di Jeddah hahahaha.

Emang paling enak ya berteman dekat dengan saudara sebangsa setanah air. Sama ras lain juga saya enggak anti loh. Cuma memang kenyataan tidak seindah harapan. Inginnya ku punya geng internasional tapi bertepuk sebelah tangan cintaku hihihi.

Kupaham semua perlu waktu di dunia yang rawan hoaks dan hate speech ini.

Tetap semangat! Jangan terjebak rasa sakit hati yang tidak perlu .

Anyway, punya teman sekadar buat ngopi bareng + curhat itu kayaknya nolong banget. Salah satu emak-emak di video ini saya ingat banget pertama ngopi bareng saya di mal, halamaaaakkk, nampak putus asa kali pun tinggal di Athlone hahahaha.

tinggal di luar negeri

Wajar, dese wanita karier di Jakarta bertahun-tahun. Tiba-tiba terdampar di dusun dingin ini hahahaha.

Tapi seiring berjalannya waktu sekarang mah, sudah jadi sosialita andalan di Athlone, yes? ?. Dese sekarang sudah siap menjadi duta wisata Athlone .

Merantau ini senengnya gitu. Jadi kenalan dengan macam-macam orang dari level lingkungan budaya beda-beda karena dulu di kantor di Jakarta kan ya rata-rata dari standar lingkungan yang mirip-mirip.

Kusuka banget walau sesama Indonesia, kami berlima ini BEDA-BEDA sukunya loh . Ada yang Batak, Minang, Sunda, saya sendiri Bugis dan si Scandy yang blasteran Ambon-Manado. Bahan kepo-kepo banyaaaaaakkkk .

Baru 2 tahun terakhir ini saya sadar kalau saya itu introvert. Dulu sering merasa saya ekstrovert karena cerewetnya warbyasak hahahaha.

Ternyata, introvert pun bisa cerewet. Setelah memahami karakter, jauhhhh lebih mudah me-manage pertemanan. Karena daku ini, selain introvert, juga agak out spoken dan alih-alih bergunjing di belakang, kalau kesel langsung gue semprot ke depan orangnya hahahaha. Anak japri-japri club akutu . Rawan berantem kata suami karena mulutnya silet abis.

Tapi sekarang sudah lebih lihai lah dalam merawat pertemanan di dunia nyata. Kalau dunia maya memang masih banyak peer-nya hahahaha.

XENOPHOBIA

Senator Australia, Fraser Anning, membuat heboh dengan pernyataan kontroversial tentang radikalis Islam di Australia terkait kejadian di Selandia Baru.

Masyarakat mungkin baru ngeh mengenai siapa dia. Tapi sebenarnya Fraser Anning ini memang sudah memperjuangkan tentang “Moslem-Immigrants Banned” sejak dulu-dulu.

Ini interviewnya tahun lalu : Fraser Anning on muslim migration ban in Australia.

Menarik banget membaca komentar-komentarnya yang mayoritas mendukung Fraser Anning. Beberapa malah mengancam, “Kalau kita terus-terusan membuka diri pada imigran, kita akan bernasib seperti UK.”

Komentator mengkritik pemerintahan Australia yang terlalu longgar terhadap imigran Islam di Australia.

Pada lupa kali kalau mereka pun sebenarnya pendatang di Australia. Eropa-Aussie-Kanada ini, menyematkan term “Immigrants” pada semua pendatang asal non Kaukasian termasuk para ekspatriatnya.

Tidak heran, cenderung memandang rendah pada kulit berwarna, apa pun skill yang dimilikinya.

Untuk urusan beginian, Amerika Serikat memang jauuuuhhh lebih matang. Ditempa ratusan tahun dengan semangat “land of freedom”. Amerika Serikat tidak pernah mengkhususkan diri buat ras Kaukasian sejak awal.

Walau tentu lumayan panjang perjalanan mematahkan arogansi ras tertentu di Tanah Liberty ini. Kini, si entuh kembali mencoba mengusik harmoni dengan kampanye dan kebijakan yang rada-rada nganu .

Semoga pemerintahan di benua Australia tetap waras, ya .

islam di australia
Moslem in Australia

Guncangan ekonomi global memang tengah terjadi di mana-mana. Eropa pun sama. Tidak kunjung melepaskan diri dari krisis berkepanjangan. Serba ribet di mana-mana. Perut lapar itu memang bahaya.

Ekonomi lesu, memancing ketakutan, tinggal ulangi saja pesan Yoda di Star Wars, tentang Fear is a human’s dark side dst dst.

Benua Eropa dan Australia tidak boleh lupa, perputaran ekonomi mereka ditopang oleh pendatang juga.

Di kota tinggal saya, pendatang tuh banyak banget karena kantor global Ericsson membuka Development Center di sini. Sudah banyak pendatang begini, masih banyak toko-toko tumbang dan demand tempat tinggal tidak diikuti oleh supply yang bertambah karena ekonomi masih “gelisah”.

Sebuah perusahaan social media company (Facebook group yang menguasai IG, Whatsapp, FB misalnya) juga membuka kantor pusat administrasi di Irlandia. Pemerintah Irlandia berusaha menarik investor asing dengan berbagai macam kemudahan, makanya pada hengkang dari US pindah ke Ireland.

Athlone, Ireland

Untung presidennya bukan Jokowi #eh.

Socmed companies ini butuh banyak admin dengan Native Asian Language. Ketahuan yang doyan maen medsos siapa ye kaaaaaan hahahaha.

Saking putus asanya nyari karyawan yang Native Indonesian Speaker, beberapa kontraktor mulai merekrut langsung dari Indonesia loh.

Ini saya beberapa kali dihubungi para adik-adik yang lagi interview sama Facebook soal biaya hidup. Segera kubikinin vlognya deh biar gak bolak balik ngetik panjang2 hehehe.

Investasi negara tergantung pada perusahaan-perusahaan besar ini. Sementara perusahaan butuh SDM asal Asia.

Kalau situ nyolot sama pendatang Asia, entar Facebook pusing cari admin, terus akhirnya balik lagi ke US? Hayo looooooo .

Bayangin aja kalau pendatang pada cabut. Siapeeeee yang mau belanja di toko-toko lokal-mu, belanja di Aldi-mu, ngopi-ngopi di kafe-mu. Jangan sombooooonggg, nohhh yang rajin ngopi-ngopi mah segerombolan emak-emak Arab kerudungan yang sekali minum bisa 2-3 gelas hihihihi.

Dunia ini mbok ya dijadikan tempat untuk hidup damai berdampingan. Apalagi RAS itu kan ciptaan Tuhan. Siapa yang bisa memilih akan memiliki kulit warna apa kita pas lahir ye kan?

Pernikahan beda negara

Hidup saling membutuhkan, tolong menolong makanya mari saling kenal mengenal. Jangan kaget lihat emak Asia yang cuma ibu rumah tangga tapi lulusan S1 .

Sebagian gak kerja karena kendala working permit. Sebagian lagi emang pemalas maunya ngurusin gosip artis sama fesbukan aja dia dari pagi ampe malem hahahaha.

INi juga berlaku buat orang-orang Islam yang tergila-gila pada khilafah bla bla bla. Para insecured-moslem yang selalu merasa dunia ingin menghancurkan Islam yadda-yadda-yadda. Persis seperti para komentator di video Fraser Anning yang di atas tadi tuh linknya .

Juga buat temen-temen diaspora non muslim yang sudah tinggal di negara-negara bule, jangan lupa kacang pada kulit lah. Sungguh sedih mendapati bahwa bigot-bigot model begini juga datang dari bangsa sendiri.

Yang sono islamophobia, asiaphobia dst dst. Yang laen juga tidak kalah inferiornya, nonMoslem-phobia dsb dsb.

Sukak merasa tidak nyaman di Indonesia bla bla bla katanya. Dimusuhi mayoritas suka dipersekusi dll.

Haeeeeeeee, jangan lupakan kami-kami yang muslim yang meluangkan waktu siang dan malam berantemin kerabat teman sendiri waktu mendukung Ahok yang non muslim di Pilkada DKI kemareeeeeennnn. Termasuk teman-teman muslim dari luar DKI loh.

Situ kira enak dikata-katain munafik, diserang lewat inbox suruh lepas jilbab!!! Tapi kan tetap saja prinsip Bhinneka Tunggal Ika buat NKRI tidak bikin kami menyerah, kan?

Tuh suami saya tengah malam di Texas ujug-ujug datang ke acara Menyalakan Lilin buat Ahok. Tengah malam, yes? Berkumpul bersama mayoritas non muslim untuk MENUNJUKKAN SECARA NYATA dukungan terhadap persaman hak dan keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia apa pun agama dan rasnya.

Gambar : misacor.org

Saya enggak ikut karena harus jaga anak-anak di rumah . Tapi saya yang ngeditin videonya terus dikirim dan ditayangkan di Metro TV. Diedit tengah malam itu juga! Gue paling benci begadang kecuali ada special case.

And now you dare to mock my moslem friends in front of my face! ???

Note : people with bad behavior only exist to remind us to NOT to do the same.

Lagi-lagi kutipan dari video embak-embak mantan CIA kudu dipajang dimari,

“Because as long as your enemy is a subhuman psychopath, that’s going to attack you no matter what you do, THIS NEVER ENDS.
But if your enemy is a policy, however complicated, THAT WE CAN WORK WITH.”

Selama kita memilih untuk percaya bahwa ada kaum/ras/agama/kelompok lain yang akan menghabisi kaum/ras/agama/kelompok kita no matter what we do, THIS NEVER ENDS.

Tapi jika yang mengganggu kita lebih karena kebijakan-kebijakan tertentu, walau serumit apa pun, THAT WE CAN WORK WITH .

Humanity beyond everything.

Hempas manjaaaahhh semua rasa takut.

What barrier is there that love cannot break? -Gandhi- ?

We Can’t Go On by Pretending

Sedikit curhat suka duka bekerja di luar negeri … boleh? :p

Baru-baru ini anak saya mengikuti kompetisi Spelling Bee di sekolahnya. Saya tunjukkan video-video acara final kompetisi yang sama di Amerika Serikat.

Dua belas tahun berturut-turut, juara English-Spelling-Bee competition adalah anak-anak warga negara keturunan India. Luar biasanya lagi, 10 finalis yang tahun berapa tuh ya, 7 orang warga negara US keturunan India, 3 -nya lagi warga negara US keturunan China.

Wooowww …

Mungkin begini, ras Kaukasian yang berkulit putih yang selama ini bisa dibilang menguasai peradaban dunia menganggap gimanaaaaa gitu kalau melihat ras-ras lain misalnya Asia.

Kalau yang ras Afrika itu special case, beda lagi pemicunya.

Di sekolahan pun kayaknya kemarin dari kelas 5 yang menang anak saya dan satu temannya dari India.

Sumpah demi Tuhan, gue ini bukan tipe yang tiger-tiger amat urusan belajar. Tapi masalahnya, orang bule tuh emang santai bangeeeeeeetttttttt. Kujuga tidak habis pikir dah. Padahal guru-guru di Ireland ini relatif disiplin dan nyinyir, loh.

Kurikulumnya gampang banget, suweeerrrr.

Tetap saja emak-emak bule itu santai bagai di pantai kalau anaknya kelas 1 SD belum bisa membaca. Gurunya pasti concern dan menegur. Cuma kan di sini tidak ada rengking-rengking an dan tidak ada istilah TINGGAL KELAS.

Jangan lupa walau anak-anak Asia yang lahir dan besar di Yurop, orangtuanya digembleng dengan cara Asia. Dan begitu seterusnya sampai ke generasi turun temurun.

Tahu sendiri, wilayah Eropa Barat ya kondisinya makmur-makmur. Jumlah penduduk tidak sesangar negara-negara Asia hahaha. Makanya dari kecil santaiiiiiiii, sekolah gratessssss, fasilitas kesehatan lumayan, enggak kuliah pun, bisa jaga-jaga toko dengan gaji fantastesssssss.

Ngapain dah capek-capek kuliah ye kaaaaaann? Mungkin begitu pemikiran sebagian mereka. Yang serius dan tekun dan sangar dalam urusan belajar ya juga ada.

Penduduk dikit, kadang lowongan buat 10 orang yang apply 8 orang. Beneran.

Bandingkan dengan Indonesia, India, lowongan 1000 orang yang apply 100 ribu orang! Hahahaha. Makanya jangan nyinyir dengan kompetisi di negara-negara berkembang.

Di salah satu tempat bekerja saya dulu, ada lowongan admin, syaratnya lulusan SMA sudah cukup. HR kaget, dari ratusan applicant (lowongan buat 2 orang doang karyawan gaji harian pulak), 90% lulusan S1, ada yang lulusan S2. Ngeri yes?

Ya monmaap lulusan SMA ada yang langsung ketendang. Itu curhat temen saya di HRD waktu saya mengkritik kok tega-teganya lulusan S1 IPK cum laude di-hire jadi admin gaji harian! 

Di Ireland nih, ranah IT dikuasai orang Asia. Bukan hanya sebagai pekerja ecek-ecek, SDM asal Asia justru mendominasi wilayah IT yang lagi booming-boomingnya.

Lah gimana, temen saya tadinya mau serius jadi vlogger, dia ambil kursus “Mengenal media sosial” di kampus lokal sini. Oalah, instrukturnya enggak familiar tentang VLOG .

Inilah sebenarnya masalahnya. kini sudah banyak ras Asia beranak pinak di Eropa, Kanada, USA, apalagi Australian.

Ras Asia yang dulunya dipandang “Halah cuma imigran pendidikan rendah, attitude kurang, bla bla bla” kini makin intens menunjukkan eksistensinya.

Sementara wong Kaukasian ini juga ya tetap rileks bagai di pantai. Dunia barat dulu ramai-ramai menghujat Amy Chua terkait buku “Battle Hymn of Tiger Mom.”

Tapi mungkin sekarang wilayah-wilayah Kaukasian mayoritas dilanda “ketakutan” atas para imigran ini. Dari rasa takut ini kan bisa muncul macam-macam kecurigaan, hasutan, kegelisahan yang berujung pada penderitaan.

Haloooo buat yang suka tebar narasi ketakutan terkait salah satu ras tertentu di Indonesia . Semoga kalian paham segini parahnya kerusakan yang bisa ditimbulkan akan ketakutan-ketakutan tidak jelas itu .

bekerja di luar negeri

Di Amerika Serikat yang dari dahulu menganut prinsip “LIBERAL” dalam hampir semua hal, bisa menghadapi dengan lebih baik.

Di US tuh, kaum liberal yang menjunjung tinggi HAM bener-bener garis keras dan berani bersuara. Mereka sudah lebih dari seratus tahun menghadapi gini-ginian. Sudah pengalaman.

Kejadian rasis ya pasti ada tapi sesungguhnya kalau mau jujur melihat dan merasakan lebih dalam, rasisme terhadap kulit berwarna itu lebih parah di Eropa dan Australia.

It’s silently happening . Sukar mau dilawan ya karena ngelesnya ya gitu. Itu sesuatu yang diamini oleh sebagian besar ras kulit putih di sana, sorry to say . Mereka sopan sih sopan. Tapi yah begitulah. HIngga mungkin akhirnya bermunculan orang-orang kayak Brenton (pelaku teroris di NZ) ini .

Ekspatriat high-skill bisa tembus ya lebih karena mereka kekurangan orang. Yang avalailable ya Cina-India-Cina-India. Indonesia segera nyusul, aamiin .

Gambar : misacor.org

Kasus di Selandia Baru, kemungkinan mengarah ke kecemburuan terhadap kaum imigran ini. Di mana kebetulan yang kasat mata mayoritas ya kaum muslim kalau di NZ-Australia.

Jangankan orang bule, dengan beberapa teman-teman Indonesia yang nikah dengan bule, banyak yang korslet jugak, “Mbak Jihan suaminya cuma Indo kan? Ya ampun cukup ya Mbak gajinya 3 anak? Kerja apa, sih, di sini?”

Duh, kusudah merasa tua untuk berurusan dengan makhluk-makhluk bigot seperti ini. Baru beberapa tahun di luar negeri cuma karena kebetulan nikah dengan bule sudah merasa superior. Alih-alih tersinggung, saya malah kasihan .

Saya juga tidak paham apa ya solusinya. Seperti apa kita harus mendidik anak-anak kita dalam gempuran globalisasi bersama segala macam dilemanya? 

Mungkin sebaiknya negara-negara maju di Eropa dan Australia, enggak usah sok-sok HAM-HOM-HAM, unless you can educate your own people as well .

We can’t go on pretending day-by-day. We can’t .

Gambar : pixabay.com

There comes a time
When we heed a certain call
When the world must come together as one
There are people dying
Oh, and it’s time to lend a hand to life
The greatest gift of all

We can’t go on
Pretending day-by-day
That someone, somewhere soon make a change
We’re all a part of God’s great big family
And the truth, you know, love is all we need
(Song “We are The World”, MJ & friends)