Keluar darah saat hamil muda

5 Tips Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

Kenyang, deh, sama yang namanya mual dan muntah saat hamil muda. Kehamilan trimester pertama memang ‘kenangan’nya beda lagi hihihi :p. Enggak apa-apa deh, jadi belajar cara mengatasi mual saat hamil biar bisa share ke teman-teman lain, yes? ;).

Di tiga kehamilan, kondisinya mirip-mirip. Apa karena hamil anak laki-laki semua kah? Ternyata tidak juga. Ada teman saya yang pas hamil anak-anak dengan jenis kelamin yang sama, tapi kondisi kehamilannya beda-beda, kok.

Baca : 3 Kehamilan di 3 Negara

Gambar : informasitips.com
Gambar : informasitips.com

Paling parah memang pas hamil pertama. Duh, sampai benar-benar sempat hilang kendali dan hopeless huhuhu :'(. Kehamilan kedua agak lumayan mungkin karena sudah pengalaman. Tapi mual muntahnya, sih, rasanya sama saja. Cuma menghadapinya sudah lebih mendingan.

Updated : sudah ada versi vlognya, nih, teman-teman hehehe. Yang mau  nonton boleh langsung klik. Tapi yang mau lanjut baca tinggal sekrol-down aja ;).

Kehamilan ketiga, walau mual muntah pun kembali melanda, tetap ada progress dibanding 2 kehamilan sebelumnya ^_^. Practice makes perfect, no? hihihi :p.

Di hamil ketiga, ada drama “keluar darah” + mules-mules  segala, kita ngobrolin ini via vlog aja, yes? Hehehe :

First of all, jangan khawatir ya dengan yang namanya mual dan muntah ini. Walau saat mengalaminya seringnya memang penuh drama dan kesabaran terkuras habis, mual dan muntah ini bukanlah pertanda buruk ;). Konon, ciri-ciri ini merupakan pertanda bahwa hormon kehamilan bekerja dengan baik. Meskipun begitu, respons tubuh tiap ibu hamil beda-beda. Tidak mual dan muntah tidak berarti kehamilannya bermasalah.

Setelah tiga kali mengalami masa-masa mual dan muntah saat hamil muda, bolehlah sikit-sikit sotoy bagi-bagi tips yak :p. Ini tipsnya sudah pernah saya tuliskan di tulisan lain. Tapi coba saya tulis khusus di satu postingan ini :D.

Berikut tips-tips menghadapi mual dan muntah saat hamil muda berdasarkan pengalaman pribadi saya :

1. Jangan membanding-bandingkan kondisi sendiri dengan orang lain.

Di awal kehamilan, tubuh kita mengalami perubahan besar. Peningkatan hormon tertentu secara signifikan merupakan salah satu mekanisme untuk mengkondisikan tubuh agar siap sebagai “rumah” bagi janin. Sama kayak PMS yang mampu mempengaruhi mood si Ibu, perubahan hormon di masa hamil muda juga begitu.

Mengumpulkan pengalaman dan tanya sana sini kepada teman/kerabat yang pernah hamil memang tidak salah. Tapi  jika ternyata pengalaman mereka beda banget dengan yang kita alami, jangan merasa ciut. It’s oke ^_^.

Seperti saya bilang di awal, respons fisik tiap perempuan bisa berbeda-beda menghadapi perubahan ini. Ada yang tetap normal, ada yang nafsu makannya malah makin menjadi. Namun, tak sedikit juga yang seperti  yang saya alami. Malah susah banget makan plus rasa mual yang menyiksa di hampir sepanjang pagi sampai pagi lagi :D.

Nausea on 1st trimester (gambar : mumslittleone.com)
Nausea on 1st trimester (gambar : mumslittleone.com)

2. Tetap menjaga asupan makanan dan aktivitas tubuh seoptimal mungkin.

Berkurangnya nafsu makan dan mood yang berantakan sering bikin kita enggak konsen kepada kondisi kehamilan sendiri. Pengalaman saya, kalau lagi eneg tapi perut harus diisi, mengkonsumsi buah-buahan segar dan berair sangat membantu. Juga menjaga tubuh agar tidak kurang cairan.

Tetap beraktivitas seperti biasa. Alihkan perhatian! Pikiran adalah kuncinya. As hard as it could be, tetap berpikir positif, yuk ^_^.

3. Yakinlah selalu, perlahan tapi pasti, tahu-tahu semua akan terlewati :).

Rasanya memang sulit saat dialami sendiri. Tiga kali nih booooo hihihi. Tapi cobalah untuk ‘menikmati’. Hadapi saja. Jangan terlalu “dilawan” karena takutnya malah stres sendiri. Terima kondisi ini. Jangan dianggap sebagai ketidaknormalan. Because definitely, it’s very-very normal ;).

4. Hati-hati dengan mitos-mitos 

Biasanya mitos tentang makanan dan lain-lainnya lah ya. Namanya juga awal kehamilan. Apalagi kalau hamil pertama kali. Gampang gelisah, takut ini itu. Trimester pertama adalah kondisi yang katanya paling rentan saat hamil. Daripada heboh sendiri dengan info-info simpang siur, paling benar sih … segera konsultasikan dengan bidan atau dokter atau petugas medis yang menangani kehamilan kita.

5. Jangan mengurung diri atau mengucilkan diri

Kalau menghadapi kondisi begini, saya pribadi bawaannya kok ya pengin tiduuuuur saja di kamar sendirian hehehe. Antara lemas dan agak mellow gitu kali, ya :(. Percaya deh, it won’t help at all. Ini nyambung ke poin nomor 2 juga, sih. Pokoknya di saat seperti ini, jangan mengurung diri di kamar atau menghindar-hindar enggak jelas. Takutnya makin-makin deh kita dikuasai pikiran aneh-aneh.

Balik lagi, ya. Kondisi tiap ibu hamil itu tidak seragam. Kali-kali juga tipsnya bisa beda-beda :D.

Yakin, deh, seringnya walau ‘drama’ di hamil muda, dan biasanya pas kayak gitu ngerasa tobat-tobat dah mau hamil lagi hahaha. Begitu masuk trimester 2, mendadak lupa semuanya :p.

Pokoknya tetap semangat yaaaaaaa … Pasti bisa dilewati, insya Allah ;).

“Becoming a mother makes you realize you can do almost … anything!” -anonymous-

Versi videonya di bawah ini ;). If you don’t mind, please kindly subscribe to my youtube channel here.

Tonton juga ya vlog terbaru saya tentang tips menghadapi Baby Blues pasca melahirkan 😀

Cara Mengatasi Mual Saat Hamil
Gambar : joyinbirthing.com