Pengalaman Naik Kereta Cepat di Cina

Sedang ramai membahas High Speed Train yang telah dimulai pelaksanaannya untuk rute Jakarta-Bandung. Selama berada di Kota Wuxi, Cina, selama 6 minggu, suami saya beberapa kali mencoba fasilitas transportasi kereta cepat ini. Di Cina sendiri, penerapan jalur kereta cepat cukup marak di beberapa kota besar dan kota menengah.

Wuxi adalah kota pertama yang dikunjungi di Cina.

Pengalaman naik kereta cepat di China

Kereta cepat di China (foto : Dani Rosyadi)

Pengalaman pertaman, mencoba menggunakan jalur Shanghai – Wuxi. Wuxi berjarak sekitar 140 km dari kota terbesar di Cina, Shanghai. Pendaratan pertama kali melalui  bandara internasional Pudong di Shanghai.

Berdasarkan informasi dari pihak bandara, cara yang membutukan waktu paling sedikit mencapai Wuxi adalah via perjalanan dengan kereta cepat tadi. Kemudian, suami saya bergegas menuju Shanghai Railway Station. Di tiket sudah tertera, kereta tercepat berlabel G-Train. Benar-benar luar biasa … waktu yang dibutuhkan untuk jalur Shanghai – Wuxi hanya 50 menit.

Selain tipe G-Train, ada juga kode D-Train dan Z-train untuk kereta dengan kecepatan menengah. Harganya dipatok lebih murah untuk waktu tempuh yang lebih lama. Masih ada yang lebih murah, kodenya K-Train. Kecepatan K-Train kira-kira sama dengan kereta biasa di tanah air.

Tiket kereta sekaligus digunakan untuk membuka autogate menuju platform kereta. Semua fasilitas di stasiun kereta sudah serba otomatis. Ada yang sedikit merepotkan. Saat akan  memasuki ruang tunggu stasiun ada pengecekan X-Ray seperti di bandara. Prosesnya memakan waktu. Untungnya orang-orang China bisa mengantri dengan tertib. Sempat terpikir akan kacau dan rusuh karena banyaknya orang yang hendak masuk.

Naik kereta cepat di Cina

Mengantri di ruang tunggu (foto : Dani Rosyadi)

Stasiun kereta pada umumnya sudah terintegrasi dengan moda transportasi jenis lain. Misalnya : metro (LRT), bus, taxi, dll. Stasiunnya bersih dan rapi. Mungkin, stasiun kereta di Shanghai ini adalah yang terbesar di China sejauh ini.

Rute Shanghai-Wuxi menggunakan tiket seharga (kurang lebih) 60 yuan.

Sebelum berangkat ke Wuxi, sempat bertanya-tanya seperti apa, sih, kota Wuxi ini? Kami membayangkannya sebagai kota kecil dengan fasilitas pas-pasan karena belum pernah mendengar nama kota ini sama sekali. Ternyata, Wuxi termasuk kota lapis kedua di negara besar ini. Jumlah penduduknya kira-kira 6 juta jiwa.

Tidaklah heran jika fasilitas stasiun kereta dan layanan publik lainnya di Wuxi termasuk lengkap dan andal.

Pengalaman kedua dengan High Speed Train ini, mencoba G-Train untuk jalur Wuxi-Nanjing. Harga tiketnya sekitar 80 an yuan.

Stasiun kereta di Wuxi lebih kecil daripada stasiun di Shanghai. Namun tetap terintegrasi dengan fasilitas transportasi lainnya, seperti yang berlaku di Shanghai Railway Station. Pengguna stasiun di Wuxi juga relatif lebih sedikit daripada yang di Shanghai. Tapi proses mengantrinya juga lumayan lama. Ya itu tadi, sebelum masuk ruang tunggu, ada pemeriksaan segala macam seperti masuk bandara.

Jarak Wuxi-Nanjing lebih jauh. Sekitar 175 km dan bisa ditempuh selama 1 jam 8 menit. Hemat waktu banget, kan? ;).

Fasilitas dalam kereta juga terbilang bagus. Dilengkapi dengan kamar kecil (toilet). Kondisinya cukup bersih, agak beda dengan kekhawatiran bahwa umumnya toilet di China kurang terawat. Di beberapa kota di China, kebersihan sudah cukup terjaga. Apalagi di belahan Timur yang kota-kotanya termasuk maju seperti Shanghai-Wuxi-Nanjing ini. Tergantung wilayah.

Naik kereta cepat di Cina aman

Foto : Dani Rosyadi

Selama dalam perjalanan, ada petugas yang wara wiri di sepanjang koridor kereta menjajakan makanan dan minuman.

Pengguna kereta bisa memilih kelas 1 atau kelas 2. Kelas 2 membayar 80 yuan. Sementara Kelas 1 dibandrol sekitar 140 an yuan. Foto-foto yang diambil suami saya hanya di kelas 2 saja. Di kelas 1, ukuran kursinya lebih besar dan pembungkusnya terbuat dari  kulit.

Ruangan dalam kereta cepat di cina

Foto : Dani Rosyadi

Pengalaman terakhir adalah  perjalanan dengan rute Wuxi-Suzhou. Jarak tempuh sekitar 42 km. Singkat sekali perjalanannya yang hanya butuh 11 menit saja. Harga tiket lebih murah, sekitar 20-30 yuan.

Kabar terbaru di tanah air, Jakarta-Bandung sudah diresmikan pembangunan  jalur high speed train yang dimenangkan oleh perusahaan asal Tiongkok. Kita sambut berita ini dengan semangat pembaruan dan harapan bersama. Sebagai pertanda dimulai babak baru dalam era transportasi di tanah air.

Dengan jarak Jakarta-Bandung sekitar 150 km, mudah-mudahan tidak berlebihan jika fasilitas high speed train diterapkan pada jalur ini. Kita doakan semoga proses lancar dan hasilnya bisa dinikmati bersama secara positif.

One thought on “Pengalaman Naik Kereta Cepat di Cina

  1. Membaca tulisan Mbak Jihan, membuat saya rindu trip lagi ke Wuxi dan Shanghai… nice city… semoga ada kesempatan lagi

Comments are closed.