Tentang Jokowi : A History in The Making

Pemilihan Presiden Amerika Serikat di tahun 1864 adalah pertaruhan luar biasa bagi Abraham Lincoln dan cita-cita besarnya untuk menghapuskan perbudakan di seantero federasi. Perang sipil telah lebih dahulu pecah antara “Utara” yang pro amandemen dan “Selatan” yang pro perbudakan.

Ditengarai, lawan Lincoln akan ‘setengah hati’ memperjuangkan amandemen ini. Kandidat lawan di kubu sebelah sudah diprediksi akan memilih “berdamai” dengan Konfederasi di “selatan”. Mungkin … akan sia-sia saja selama ini perjuangan untuk melepaskan Amerika Serikat dari belenggu perbudakan.

Pemilihan 1864 berlangsung di tengah-tengah perseteruan sengit Perang Sipil antara The Union (“utara”) vs Konfederasi (“selatan”).

Abraham Lincoln akhirnya berhasil terpilih kembali dan terus memperjuangkan amandemen dan menuntaskan Perang Sipil dengan “selatan” di musim semi tahun 1865.

Harga yang harus dibayar Lincoln untuk perjuangannya memusnahkan perbudakan sangat mahal … nyawanya sendiri. Lincoln tewas terbunuh beberapa hari setelah Konfederasi menyerah dan mengakhiri 4 tahun Perang Sipil yang berlangsung sejak tahun 1861 silam.

Lincoln ditembak dari jarak dekat oleh seorang ekstrimis pro perbudakan saat tengah menonton pertunjukan dalam teater :'(.

Gambar : en.wikipedia.com

Gambar : en.wikipedia.com


Konon, di pemilihan 1864 tersebut, keunggulan Lincoln sebanyak ratusan ribu suara dari pihak lawan didapatkan dari dukungan kuat militer dan pasukan “The Union” yang sengaja ditarik untuk melakukan vote dan memenangkan Lincoln. Seluruh pasukan diminta pulang dari perbatasan dan nyoblos di daerah asal masing-masing 😀.

Jangan salah, alquran turun di tengah-tengah perbudakan yang masih merajalela. Alquran tidak melarang perbudakan kala itu tapi menjanjikan “imbalan besar” bagi mereka yang membebaskan hamba sahaya .

Tuhan ingin kita belajar, Tuhan tidak ingin pendidikan moral secara instan. Tuhan ingin umat manusia melewati proses ini. Lalu menyadari dengan sendirinya bahwa persamaan hak dalam kemanusiaan antara sesama tanpa memandang warna kulit dan suku bangsa adalah naluri yang tak bisa ditolak . Betapa Tuhan yang Mahatahu dan Mahabijaksana 🙂.

“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.” [QS. Al-Balad :12-16]

Siapa yang tahu, apa yang terjadi jika Lincoln gagal mempertahankan posisinya sebagai presiden terpilih di Amerika Serikat di tahun 1864? Akankah sejarah penghapusan perbudakan dari Negeri Jantung Dunia tersebut akan benar-benar tercipta?

Setelah sekian lama dunia berputar dalam ketidakadilan, Lincoln berani mengambil keputusan besar untuk memimpin PERUBAHAN! Perubahan yang tidak kecil dan tak akan bisa dijalankan tanpa dukungan suara untuk kembali memenangkan tahta sebagai orang nomor 1 di Negeri Paman Sam waktu itu.

Apakah takdir akan tetap menuliskan kisah yang sama jika perolehan suara Lincoln jeblok di Pemilu 1864 tersebut?

Sejarah kembali mengajarkan hal yang penting. Seringkali untuk perubahan besar, kita harus melewati jalan yang tidak mudah.

Siap berubah untuk Indonesia? Nyoblos yok nyoblos jangan ribut di media sosial saja  :D.

Your support doesn’t count, your vote does.

Salam 2 jari, jangan lupa pilih Jokowi 

#Jokowi9Juli

your vote does

2 thoughts on “Tentang Jokowi : A History in The Making

  1. udah nyoblos nih.. #salamduajari 🙂 di TPS saya JKW-JK menang dengan selisih 28 suara saja.. rame banget yang datang dan nyoblos jam 12-13, mereka yang gak dapat undangan tapi gigih cari TPS yang mau terima hanya modal KTP dan form A5

  2. mba jihan,,, aku penggemar blog mu, alhamdulillah pemikirannya banyak yg sejalan. hahahaha *tetep nyari temen* mba boleh minta alamat email ga? ada yg mau aku tanyain, makasiiih… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *