Cerpen di Majalah Kartini

Waktu masih di hotel, awal tiba di Athlone, saya mengalami jetlag berhari-hari. Tidur jam 9 malam, pasti jam 2 kebangun. Enggak bisa tidur lagi hingga pagi. Jadi deh, suka laptop an nunggu subuh hehehe.

Ngebut menulis Cerpen di majalah kartini 🙂

Pernah menulis cerpen. Saking konsennya, karena semua majikan lagi tidur :P, cerpennya jadi dalam beberapa jam saja. Tapi rasanya kepanjangan. Besok dini harinya diedit. Kirim ke Kartini. Luar biasa, responsnya kurang dari 24 jam hehehehe. Tapi bunyinya begini, “Ide ceritanya ok. Tapi kurang panjang, dipanjangin lagi ya Mbak. Ditunggu redaksi.” read more

My First Love, Tehran :)

by : Jihan Davincka

***

Sebelum benar-benar ke sana, bayangan saya tentang Timur Tengah memang kurang menyenangkan. Ada, sih, beberapa negara yang ingin saya datangi. Seperti misalnya Emirat yang terkenal dengan kota-kota berkonsep modern-internasionalnya (eg : Dubai dan Abu Dhabi).

Gambar : www.islamicinvitationturkey.com
Gambar : www.islamicinvitationturkey.com

Tapi saat kesempatan untuk tinggal di luar negeri benar-benar datang, sungguh tak menduga kota pertama yang harus saya datangi adalah…Tehran! Maaakkk, kota apaan, tuh?

Selain Tehran adalah ibukota negara Iran, satu-satunya hal yang saya tahu tentang Negeri Persia ini adalah nama presidennya yang sempat menebar wangi semerbak di tanah air di periode awal kepemimpinannya, Ahmadinejad. read more

Watch Your Step, Ladies!

Model Sepatu, dari Impian Kanak-kanak Hingga Dewasa

Di usia belasan, saya sering membayangkan diri saya sepuluh tahun ke depan. Dengan lipstik merah di bibir, memakai blazer ke kantor dan tentu saja memakai sepatu high heels kemana-mana. Menurut saya kala itu, high heels merupakan salah satu aksesoris penting untuk memasuki gerbang kedewasaan.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Saya pernah  bergaya di depan kaca dengan koleksi sepatu berhak tinggi punya Ibu. Berusaha menyeimbangkan langkah ketika berjalan. Tapi seringkali percobaan demi percobaan berakhir dengan kaki terasa pegal. Saya bingung mengapa banyak perempuan dewasa yang bisa bertahan begitu lama dengan beralaskan sepatu model ini, ya? “Ah, nanti kalau sudah besar pasti akan otomatis terbiasa,” pikir saya. read more

“Because one day Mommy, I won’t be this small”

Anak saya yang ke-2 baru saja berulang tahun yang ke-2. I have reached the moment when all I hear is, “No!” Ucapan “No” di hampir setiap tawaran-ajakan-pertanyaan-himbaun padanya disertai dengan kedua tangan dilipat ke arah dada. Syukur-syukur dia tidak pakai buang muka.

Dalam dunia parenting, istilah “the trouble 2” ini cukup populer. Narda, si jagoan kecil ini, punya perangai yang berbeda dengan kakaknya, walaupun sama-sama laki-laki. Termasuk perkembangan motoriknya. read more

Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada?

by : Jihan Davincka

***

Sebuah tulisan di blog teman pernah menceritakan tentang pengalamannya saat berkunjung ke salah satu negara di Eropa Timur. Eropa Timur kental dengan sosialisnya. Tak heran jika banyak orang di sana tak percaya lagi dengan doktrin ketuhanan mana pun. Istilah tenarnya, Atheis yang berpedoman Jika Surga dan Neraka tak pernah Ada .

jika surga dan neraka tak pernah ada
Homeless Charity (Gambar : www.topnews.ae)

Di sana, teman ini berjalan-jalan dengan kenalan Atheisnya. Ketika melewati seorang pengemis, temannya ini refleks mengeluarkan selembar uang kertas dan memberi ke si pengemis tadi. Teman saya jadi kepo. read more