Buku Memoar of Jeddah : Stands at Times of Challenge and Controversy

Buku Memoar of Jeddah : Kalau diberi pertanyaan mengenai film paling berkesan, kira-kira sama tidak, ya, jawabannya dengan film paling favorit? Karena buat saya, TIDAK .

Film paling berkesan itu justru … “Dreamcatcher”. Filmnya justru sama sekali tidak menarik. Manalagi saya bukan penggemar film thriller, apalagi thriller super garing yang melibatkan makhluk aneh-aneh macam cacing raksasa seperti di film ini .

Nonton film itu berempat, bareng teman-teman kampus yang malah akrab setelah kami lulus kuliah. Pas lulus itu, ceritanya nge-geng, hahaha, tua-tua kok baru punya geng . K read more

Memoar of Jeddah in Video Format :D

Aduh, begini ini kalau lagi PMS. Dramanya suka kumat. Padahal, mah, biasanya juga drama hihihi. Mumpung ada yang bisa disalahkan.

Video ini sudah pernah di-share sepertinya, sih, di postingan kemarin-kemarin. Malas carinya lagi hehe. Tapi, kali ini theme songnya diganti :D.

Udah, sih, mau share videonya doang :P.

cj

Pantai Thuwal di Harian Pikiran Rakyat

Pantai Thuwal, salah satu tempat liburan andalan pas di Saudi nih hehe. Ternyata, muncul di Pikiran Rakyat edisi minggu kemarin. Edisi tanggal 22 september.

Akhir-akhir ini, energi menulis tersedot sama lomba-lomba blog dan geragasan bikin naskah buku hahaha, jadi yang media cetak sempat terlupakan.

Padahal fotografer Dani Rosyadi lagi hot-hotnya motret-motret hehehe. Apa kabar ini Dublin-Galway-Athlone, sudah punya foto segambreng, tulisannya belum dibuat sama sekali? :D.

Btw, jika ingin mengirim rubrik jalan-jalan ke harian Pikiran Rakyat, silakan dikirim via email ke yudiawan@gmail.com. Sekitar 5500 karakter/huruf, foto-foto pelengkap sekitar 4-5 buah foto berukuran minimal 500 KB. Dikirimkan terpisah. Jadi, foto jangan dimasukkan ke dalam naskah/tulisannya :D. Luar negeri – dalam negeri, dua-duanya boleh. read more

Take Care of Your Memories

Nyengir lebar-lebar dah sikat gigi beloooooom? hehehe

Ini postingan dari Mamasejagat  versi jalan-jalan Arab Saudi dicomot satu dulu buat ngisi blog dimari hihihihi. Tapi diedit dikit biar kesannya kreatif :D.

Waktu di Jeddah paling sering ke pantai. Julukannya saja “Pengantin Laut Merah”, makanya di tiap pengkolan ada pantai.

Pantai Obhur ini adalah pantai yang pertama kali saya datangi sejak menginjakkan kaki di Jeddah. Jaraknya dekat. Enggak sampai setengah jam perjalanan dari Jeddah. Letaknya sendiri di kota Obhur. Obhur ini semacam kota satelitnya Jeddah, macam Depok untuk Jakarta lah.  read more

Cara Menerbitkan Buku Indie : To See The Stars in The Dark :)

Setelah sebelumnya berkutat di cara menerbitkan buku indie di buku Bunda of Arabia, saya sedang hepi-hepinya, nih. Alhamdulillah, buku solo pertama “Memoar of Jeddah” terbit juga via penerbit Quanta-Gramedia.

Cara Menerbitkan buku indie
Buku saya tentang Kota Jeddah, “Memoar of Jeddah”

Kemarin, kabar gembira berikutnya datang dari penerbit lain yang mengincar tulisan-tulisan dalam blog saya :D. Kalau akhirnya kontrak datang, habis deh isi blog gue kudu diumpetin semua hahaha.

Juga sedang menunggu finalisasi naskah novel yang juga dipesan oleh sebuah penerbit baru yang meminta saya membuat naskah untuk mereka. Mudah-mudahan cocok hihihi. Soalnya agak grogi bikin novel untuk pertama kali. Akankah tercapai hattrick tahun ini? “Aamiin” yang kencang :D. read more