Dari artikel di link paling bawah, saya kutip sedikit :
“Seorang yang pernah mengalamii hidup sebagai minoritas, akan memiliki sense toleransi yang jauh lebih tinggi dari pada orang yang selalu hidup sebagai mayoritas.
Seorang siswa yang punya teman dari berbagai suku, bangsa dan agama, akan lebih faham tentang makna menghargai. Pengalaman mengantarkan pada pemahaman yang lebih dalam.”
Benar juga. Jadi malu karena dulu dari TK sampai SD sekolah di sekolah Islam, begitu masuk SMP Negeri, kaget melihat teman-teman ada yang beragama non muslim. Ya abes, dulu tahunya di dunia ini hanya ada 2 : orang muslim dan orang kafir, surga vs neraka. Kalau melihat teman-teman kristiani berlatih menyanyi, saya sering kepikiran, “Ya ampyun, pada ngapain, sih? Enggak tahu apa kalau mereka nantinya bakal masuk neraka semua!” Astagfirullah .
