Gerakan g30s PKI : Buku “Dalih Pembunuhan Massal” (1)

Gerakan g30s pki : Panjang indang hehehe. Kita bagi-bagi, yak . Duduk manis dengerin Mbak Poni mendongeng tentang kejadian penting di tahun 1965 silam . Ish, topiknya berat tapi mudah-mudahan bisa ditulis dengan gaya centil *laaaaah* . Ringan, maksudnya hihi.

***

Kalau kita yang tumbuh dan besar dalam dekapan Orde Baru, pasti tak asing lagi, ya, dengan peristiwa G 30 S (Gestapu) di penghujung September 1965.

Buku “Pretext for Mass Murder” karangan John Roosa ini mengangkat sisi lain yang mulai marak diulas selepas Orde Baru bisa dianggap runtuh setelah hantaman krisis moneter di tahun 1997. Usai sudah 32 tahun kekuasaan Soeharto. Tak hanya pemerintahan yang terkena imbasnya. Lambat laun sejarah bangsa di masa lalu tergugat kembali. read more

Golput dalam Pemilu ? Do It Anyway ;)

Sebisa mungkin ya jangan sampai golput dalam Pemilu lah ya. Kecuali memang sudah darurat banget. Bener-bener calonnya bapuk abis lah hehehe.

Dear all, di situs ini ada profil tiap calon anggota dewan sesuai partai dan sesuai daerah pemilihan masing-masing. Tinggal diklik-klik saja. Tadi saya sudah mencoba beberapa kali. Tapi lupa, saya kan berdomisili di wilayah di mana internetnya memang woosh-woosh hihihi. Sungkem dulu sama teman-teman di tanah air. Sungkem. Bukan ngeledek :P.

Jadi, kalau ada yang bertanya, “Internet cepat gunanya untuk apa?” Salah satunya adalah untuk mereview profil-profil calon anggota legislatif 2014 – 2019 dengan rileks secara online! . read more

Each Life Unravels Differently

Barusan baca tulisan teman tentang “Kacamata Pelangi” dalam menyikapi ‘pergaulan’ di dunia digital (internet). Kalau dia mengaku tak terlalu berani menulis hal-hal yang kontroversial. Seorang teman lain juga berkomentar, lebih suka menulis yang ‘damai-damai saja’.
Gambar : asacinta.blogspot.com
Gambar : asacinta.blogspot.com

Nah, definisi yang ‘damai-damai saja’ ini seperti apa, ya? Hihihi. Karena kalau sudah menyangkut ‘ranah opini’, percayalah, istilah ‘damai-damai saja’ ini bisa dibilang nyaris tidak ada. Jadi, mungkin maksud mereka, lebih suka menghindari berbagi opini hehehe.

Kan bisa menulis tentang perkembangan anak sendiri misalnya, kerajinan-kerajinan tangan (lucu kan, kalau kita posting tentang craft ada yang nyinyir? Sirik iya hihihihi), tentang biografi orang tertentu, intinya yang sifatnya deskriptif tentang hal tertentu. Bukan opini yang pasti . Menulis resep-resep masakan juga bisa dibilang damai atau berbagi tulisan jalan-jalan yang HANYA membahas tentang tempatnya saja. read more

Again! Again! Again!

Sebenarnya pengin juga sering-sering menulis tentang sirah Nabawiyah atau tokoh-tokoh Islam terkenal. Terutama yang seperti Al Farabi dkk, yang hidup sebelum tahun 1000 M. Untuk menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan modern sebenarnya sudah lebih dahulu dikenal dalam peradaban Islam . Sementara kaum terpelajar Eropa baru tercerahkan setelah abad kegelapan mulai ditinggalkan (sekitar abad ke-16). Tapi, sebelumnya Eropa juga sudah mulai ‘menggeliat’ di zaman Eropa Klasik. Tapi … ah, panjang ceritanya. Kapan-kapan yo hihihihi. read more

Mengirim Tulisan Jalan-jalan ke Leisure Republika

Akhir desember yang lalu, sebuah tulisan tentang Kota Dublin muncul di rubrik tulisan Jalan-jalan ke Leisure Republika :D. Ini adalah tulisan ke-4 yang dimuat di Leisure.

Tulisan jalan-jalan tentang Dublin di Leisure Republika

Tadinya, Leisure ini punya 2 rubrik jalan-jalan. Satunya lagi ‘Jalan-jalan Religi’. Tapi sejak awal tahun 2013, ‘Jalan-jalan Religi’ ini sudah tidak ditayangkan lagi. Jadi, sekarang tinggal satu rubrik saja. Biasanya dimuat 2 halaman. Tulisan saya 2x dimuat di Jalan-jalan Religi, Kota Jeddah dan Padang Badar. read more