Setinggi Langit, Diantara Bintang, Untuk Jakarta

Nama besar Presiden RI pertama, Soekarno, masih bergema di KTT GNB 2012. Dikutip oleh pemimpin Iran, Khameini :

“….tapi, seperti yang dikatakan Ahmad Sukarno, satu dari para pendiri gerakan ini di Konferensi Bandung 1955 yang legendaris, dasar dari pendirian Gerakan Non-Blok bukanlah kesamaan geografis, rasial, atau relijius, melainkan adanya kesamaan kebutuhan.”

Sebelum ikut memprakarsai ASEAN bersama Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand di Bangkok 1967, Indonesia telah lebih dahulu berperan aktif dalam pembentukan Gerakan Non Blok. Di Bandung, tahun 1955, bersama petinggi negara dari Mesir-Yugoslavia-India-Gana, Soekarno menggagas gerakan Non Blok dalam sebuah pertemuan yang berlabel Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika. read more

(Bukan) Bangsa Tempe!

After 6 months of emptiness, akhirnya bisa juga … makan tempe lagi. *Lebay* hahaha. Dari info teman di sini, ternyata tempe bisa didapatkan di Asia Market di kota-kota besar. Termasuk di ibukota Dublin.

Pas ke Dublin, saat akan menghadiri acara 17 agustus yang mempertemukan orang-orang Indonesia dari seluruh kota di Pulau Irlandia, langsung berburu tempe. Yayyy, stoknya lagi ada. Tapi sedikit banget. Borong 3 bungkus.

Besoknya, langsung digoreng. Biar kelihatan banyak, digoreng pakai tepung bumbu yang diracik sendiri . Berasa makan mewah, suami dan anak-anak sampai rebutan hahahaha. read more

ASEAN, “Strength lies in differences”

Siapa yang mengenal nama Onassis? Aristotle Onassis, raja kapal berlimpah harta asal Yunani. Onassis juga terkenal karena berhasil mempersunting janda Kennedy sebagai istri ke-2nya, Jacqueline Kennedy Onassis.

Di awal 70-an, Onassis meninggal dunia dan mewariskan harta kepada salah seorang anak perempuannya, Christina Onassis. Christina sendiri meninggal dunia di usia muda, belum genap 40 tahun. Kepergian Christina membuat satu-satunya anak perempuannya, Athina, yang kala itu belum genap 4 tahun mewarisi harta peninggalan kakek dan ibunya. Athina Onassis digelari bocah terkaya kala itu. Kecil-kecil cabe rawit :D. read more

Kebebasan Pers, Hitam atau Putih?

Gambar : fallout.wikia.com
Gambar : fallout.wikia.com

Peganglah sebilah pisau. Raba ujungnya yang tajam. Bayangkan bila darah mengucur dari jari bila teriris oleh permukaan tajamnya. Berarti, pisau itu benda yang berbahaya?

Tapi … bayangkan bila tidak ada pisau. Bagaimana caranya ibu-ibu rumah tangga seperti saya ini menyelesaikan urusan masak memasak? Memotong-motong sayur dan buah pakai apa, dong? Masa daging segar sekilo yang bentuknya masih utuh harus saya gigitin menjadi potongan keci-kecil? Hehehe.

Gambar : knives.cooking.com
Gambar : knives.cooking.com

Pisau, bisa berbahaya, bisa berguna. Demikian pula dengan kebebasan pers dalam setiap negara. Meroketnya internet sebagai buah dari kemajuan era digital memicu kemunculan media-media sosial online, misalnya blog. Lengkap dengan penulisnya yang berhak menyandang predikat blogger. read more

Mengaitkan ‘Jari Kelingking’ Malaysia dan Singapura

Salah satu laga di putaran Piala Dunia 1986 akan selalu menjadi kenangan terindah bagi Maradona. Saat melawan tim Inggris di perempat final perhelatan akbar yang mempertemukan tim-tim besar sepakbola dunia, salah satu gol Maradona tercipta secara kontroversial.

Gambar : commons.wikipedia.org
Gambar : commons.wikipedia.org

Konon, semua orang bisa melihat bahwa gol tersebut tercipta berkat sentuhan tangan Maradona, hal yang terlarang dalam olah raga sepak ini. Semua orang kecuali…sang wasit asal Tunisia, Ali bin Nasser. Bahkan, Maradona pun tak percaya ketika wasit tidak menganulir gol tersebut. read more