We Are Our Choices

Ada yang pernah bertanya pada saya, “Memang apa sih untungnya situs-situs itu kalau situs mereka banyak yang baca? Itu kan cuma situs biasa. Memang dapat duitnya dari mana? Dengan cara apa?”

Hehehe. Kecanggihan teknologi digital memang sudah merambah ke mana-mana. Termasuk sedikit demi sedikit mengubah peta periklanan ;).

Lihat tidak, produk LINE yang baru-baru ini menggemparkan dunia maya dengan AADC 2014 nya? Simpel sekali. Mereka hanya mengupload video ke youtube. Siapa pun bisa bikin akun di sana. Gratis! :D.

AADC 2014 our choices

Dengan mengandalkan buzzer-buzzer di dunia maya yang sekaligus juga pemeran-pemeran utama di film yang bersangkutan, iklan menyebar dengan cepat ^_^. Tidak perlu bayar biaya mahal untuk tampil di televisi misalnya. Atau membayar biaya iklan yang juga tidak murah di media-media cetak.

Cukup mengandalkan pesona media sosial dan akses internet ^_^. Konsep iklannya memang keren. Tapi tidak kalah kerennya cara mereka melihat celah dunia digital yang terus berlaju kencang.

Nah, di website/situs/blog biasa pun kesempatan untuk mengais keuntungan materi juga banyak ^_^. Salah satu yang paling terkenal … memanfaatkan google ad-sense!

Pemilik website/situs/blog tinggal memasang banner khusus dan google yang akan memilih iklan mana yang akan ditampilkan.

Kalau di televisi kita mengenal prime time, di mana iklan yang dipasang di prime time pasti biayanya lebih mahal karena penonton lagi banyak-banyaknya, di media cetak juga ada slot tertentu. Di halaman utama misalnya. Halaman yang biasanya banyak yang langsung baca.

Nah, begitu juga dengan dunia maya. Penilaiannya berdasarkan apa? Berdasarkan jumlah pengunjung ^_^. Blogger pasti pada tahu dong yang namanya blog stats, hit stats dan semacamnya.

Mengejar rating hits macam-macam. Sistemnya bisa seperti MLM. Hits bisa didapatkan dari mulut ke mulut kalau di dunia nyata. Di dunia maya ada yang namanya “share” ;). Misal begini, si A yang punya akun FB dengan friend/follower ribuan share berita tertentu. Potensi jumlah hits yang didapatkan akan makin besar. Belum lagi jika friend/follower si A ikut share dan begitu seterusnya.

Mungkin kita istilahkan untuk dunia maya … dari jari ke jari hihihi.

Lidah memang tidak bertulang. Tapi jari kecepatannya jauh lebih tinggi. Hanya dengan satu klik dalam hitungan sepersekian detik. Itu juga bagus kalau mikir dulu. Kalau dari judul saja sudah terbakar, boro-boro baca isi…. langsung serbuuuuu :v :v :v.

Nanti temannya juga begitu. Mulai berkomentar di link itu. Enaknya di sosial media ada yang namanya news feed di FB atau timeline di Twitter. Kita ngelakuin apa, teman-teman kita jadi bisa baca. Begitu seterusnya berita tersebar luas ^_^. Duh, saya juga harus pintar-pintar ngerem nih biar enggak komentar sembarangan hihihihi :p.

Memancing pembaca tentu adalah seni tersendiri. Pornografi masiih menjadi jawara pemantik hits hahahaha. Sayangnya, “mesin pencari” tidak suka konten pornografi ;).

Masih ada satu cara lain. Menebarkan berita buruk. Ingat, dalam paradigma media berbasis konten, bad news is a good news :D.

Mereka tidak peduli beritanya benar atau tidak. Hajar saja dulu ^_^. Demi meraih popularitas dari penyedia layanan iklan seperti Google Ad-sense ;). Yang mereka kejar adalah jumlah klik/like/share/komentar doang kok hihihihi. Bodo amat yang baca jadi gila atau stres setelahnya hahahaha. Gak ada urusan :p.

Maka dari itu, hati-hati ya teman-teman. Beberapa kalangan menyebut bisnis ini sebagai e-hate. E-mail, e-banking, e-paper, mungkin adalah bentuk positif dari penerapan internet dalam kehidupan sehari-hari. Tapi teknologi pun, sama seperti banyak hal dalam dunia ini, selalu punya 2 sisi berbeda :).

Jangan sampai, mereka dapat uangnya, kalian dapat dosanya doang ;).

Gambar : wallpaperswide.com our choices
Gambar : wallpaperswide.com

Salah satu cara untuk tidak mudah terpengaruh ya benahi hati masing-masing juga lah ya. Makin bersih hati, makin susah dimasuki virus kebencian/fitnah ^_^. Mari saling mengingatkan.

Canggihnya lagi, content manager sekarang sudah banyak banget. Hosting murah meriah ada di mana-mana. Untuk bikin situs-situs model begini tidak perlu modal besar. Tidak perlu admin banyak :D. Jangan-jangan kalian sibuk berantem, adminnya lagi ngopi sambil baca koran hahahaha. Sesekali dia merefresh laman pagenya untuk memastikan hits terus meningkat ^_^.

Menulisnya gimana? Ah, apa susahnya. Banyak yang modal copas. Diganti dikit-dikit. Toh juga kontennya biasanya pendek-pendek. Cari judul-judul yang lebay. Pencet publish dan begitulah semuanya dimulai :D.

Kalau media-media established agak sulit mau serampangan begini. Mereka soalnya “membuka diri” dan selalu membubuhkan nama wartawan di tiap berita. Yang parah itu sebenarnya situs abal-abal hahahaha. Seenak jidat ngeluarin berita, wong mereka cuma “ghost writer” ajah ^_^. Tidak ada nama baik yang dipertaruhkan.

Duh, saya juga nih, penggemar berat situs-situs penuh hosip artis macam k*pa*la**.com itu hihihihi. Yah beginilah kalau masa kecilnya punya cita-cita jadi artis. Gagal jadi artis? Minimal tahu gosip-gosip artis! Hahaha :p.

Kabar baiknya, tidak hanya yang negatif-negatif saja kok yang bisa mendatangkan keuntungan materi via iklan-iklan berbayar di dunia maya. Kalau saya perhatikan, blog resep juga bejibun penggemarnya ^_^.

Kalau kalian suka masak dan rajin praktik resep, manfaatkan gadget kalian yang keren-keren untuk belajar fotografi simpel ;). Kata suami saya yang suka fotografi, smartphone sekarang sudah lumayan keren-keren, lho ^_^. Lumayan kan untuk ibu-ibu yang balitanya sudah pada sekolah. Sambil memasak di rumah menunggu anak-anak pulang dan suami balik dari kantor, kalian bisa mengubah hobi menjadi hal positif ^_^. Tidak harus selalu berupa uang ;).

Foto hasil masakan kalian. Bagikan resepnya. Voila, jadi deh satu postingan. Tidak hanya potensi hits yang tinggi dari blog-blog resep ini. Amalnya juga tidak sedikit ^_^. Berbagi ilmu bermanfaat. Jangan lupa tips-tipsnya juga dongggg hahahahaha –> penggemar blog-blog resep level kronis! :p :p.

Bayangkan pahala yang kalian yang dapatkan jika satu resep dicoba oleh satu orang. Di mana orang tersebut anaknya ada 5 suaminya ya pasti 1 dong ya hahahahaha. Semuanya memuji masakah si ibu tersebut. Ibu tersebut senang dan terus mencoba resep dari situs kalian. Itu baru dari satu orang. Gimana kalau yang melihat ada 10 orang, 100 orang, 1000 orang, amal baik bisa datang dari arah mana saja ^_^.

Bahkan mungkin ada yang nekat membuka bisnis katering berdasarkan resep-resep kalian. Bayangkan berjasanya kalian bagi dia, karyawan-karyawannya dan pelanggan-pelanggannya. Wah, andaikan saya jago memasak! Hahahhaahahha :p. Sayang cuma jagoan mencicit-cicit penuh drama doang huhuhuhu :p :v :v :v.

Yang hobi craft juga gitu ^_^. Monggo share ilmu via blog pribadi. Suka foto-foto suka jalan-jalan? Apalagiiiiiiii :D.

Jangan melawan arus perubahan. Jangan mencoba membatasi diri dari kecanggihan teknologi. Taklukkan! Lawan yang jahat-jahat itu. Sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Justru era internet membuat kita leluasa berekspresi. Tinggal kita pilih mau yang menguras emosi atau yang menggugah semangat.

Kabar buruknya, dunia ini banyak sekali menawarkan hal-hal kelihatannya enak tapi tidak begitu. Kita bahkan sering dibuat pusing karenanya. Kabar baiknya, sebanyak apa pun itu, kita selalu bisa memilih ^_^.

Kalau kata Stephen Covey, dalam hidup ini hanya ada 3 hal yang sifatnya konstan. Yaitu … pilihan, prinsip, dan perubahan :).

Perubahan mungkin di luar jangkauan kita.

Sementara prinsip dalam hidup ini sifatnya universal. Lintas ruang dan waktu. Kejujuran, keikhlasan, empati, simpati, kerja keras, kasih sayang, dll … semuanya adalah hal-hal yang berdiri di atas tembok yang sangat kokoh. Perbedaan keyakinan dalam agama pun tidak akan bisa merobohkannya :).

Kalau kalian coba mengalahkannya dengan ketidakjujuran, rasa pamrih, tidak peduli, tidak urusan, kerja licik, kebencian dll … itu pasti sia-sia. Karena pada akhirnya kalian tidak akan pernah sanggup menembus dindingnya. Yang kalian lakukan adalah menabrakkan diri terhadapnya. Percaya deh, lama-lama kalian yang akan capek :D. Yang akan remuk adalah kalian. Prinsip-prinsip itu selamanya akan berdiri tegak.

Satu hal yang konstan yang selamanya adalah kuasa kita … pilihan.

It is our choices, Harry, that show what we truly are, far more than our abilities.”
― J.K. Rowling, Harry Potter and the Chamber of Secrets

Gambar : desertcart.ae our choices
Gambar : desertcart.ae

Manfaatkan media sosial dengan bijak. Jangan melawan perubahan. Jangan membenci internet. Taklukkan. Toh pada akhirnya, pilihan akan selalu ada di tangan kita.  Our Choices….Selalu ;).

Jadi, masak apa kita hari ini? hihihihi :p.

***

The True Legacy

“Prestasi orang lain itu harus terukur. Kita enggak bisa menilai dari apa yang baru/akan/hendak/sedang dilakukannya. Hasilnya yang penting. Kalau sudah ada hasil, baru bisa dibilang prestasi.” (Lupa baca di mana hihihi).

Ada benarnya. Tidak salah sama sekali.

Gambar : invertis.org
Gambar : invertis.org

Tapi mari kita menengok sedikit ke belakang. Saya ambil dua tokoh di dunia humanisme (biar netral) yang namanya masih bergema bahkan setelah bertahun-tahun wafatnya, Gandhi dan Bunda Theresa. Saya kebanyakan baca tentang India dan dengar cerita-cerita tentang India dari teman-teman di sini, nih, jadi ingatnya mereka terus hihihi.

Apa sih prestasi Gandhi? Kalian pikir India merdeka karena perjuangan Gandhi doang. Bahkan, menonjol pun tidak. Di sejarah India sendiri, masih banyak tokoh-tokoh lain yang dianggap lebih berpengaruh dan berdiri di garis paling depan dalam rangkaian panjang kemerdekaan Sang Negeri Seribu Dewa :).

Tokoh perdamaian kah Gandhi? Hm, enggak juga. Karena beliau justru terbunuh saat mencoba mendamaikan penganut Hindu dan kalangan muslim yang terus bertikai saat kemerdekaan telah direbut. Setelah Gandhi wafat, jadi langsung kelar seketika sentimen agama antara Hindu vs Muslim? Enggak juga, tuh.

Bunda Theresa yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kalangan miskin di India. Apa berhasil usahanya? Terhapus gitu penduduk miskin India? Jadi berkurang kah? Coba tengok langsung ke sana. Menemukan penduduk di pemukiman kumuh di banyak wilayah India itu … semudah membalikkan telapak tangan. Itu adalah fakta yang masih ada hingga sekarang. Jadi, mengapa kita harus mengenangnya? Prestasinya apa?

Memang, mereka berdua mungkin tidak pernah melihat perdamaian seluruh umat di negerinya dan pemerataan kehidupan sosial yang mereka perjuangkan mungkin lebih dari separuh hidup mereka.

Gandhi mengajarkan kita untuk melawan orang yang kita sakiti tidak dengan sama-sama menyakiti. He wanted us to (always) fight with love :’). Gandhilah yang selalu meyakinkan dunia, bahwa kekuatan terbesar di muka bumi itu adalah CINTA. CINTA kepada siapa pun. Konon, salah satu alasan Gandhi menjadi vegetarian karena rasa sayangnya kepada para binatang dan lingkungan :).

Gambar : webneel.com
Gambar : webneel.com

Bunda Theresa membuka mata kita terhadap kemiskinan. Tidak hanya dengan bikin fanpage (eh, belum ada ding! hihihi) atau tebar selebaran atau berceramah di atas mimbar. Perempuan kelahiran Albania ini, terbang jauh-jauh dari Irlandia setelah selesai sekolah agama, menuju India. Melihat maraknya kemiskinan di sana, hatinya langsung terikat. Di sanalah beliau berjuang hingga akhir hayatnya.

Dia tidak memaki-maki dunia atas ketidakpeduliannya. Dia tidak memaksa orang lain untuk menyumbang uang. Dia menggendong sendiri anak-anak kecil dari kawasan kumuh yang dilihatnya tumbuh liar tanpa orang tua. Dia membasuh sendiri luka-luka mereka. Luka fisik dan luka batin sekaligus :).

Awalnya bersama beberapa temannya. Akhirnya banyak relawan yang bergabung. Banyak yang tergugah dan ikut menyumbang. Meski sudah mendapat perhatian dari banyak pemimpin dunia dan dikelilingi banyak sekali relawan,Bunda Theresa tidak pernah menyerahkan tampuk kepemimpinan pada siapa pun dan tidak berhenti terjun langsung. Hingga di bulan September 1997, salah satu inspirator terbaik di abad ke-20 ini menghembuskan nafasnya yang terakhir dan membuat dunia berkabung.

bunda teresa

Kontroversinya juga minim kan? Karena mereka berdua inspirasi bagi amalan muamalah/kemanusiaan yang universal. Sesuatu yang sifatnya sanggup menembus dinding-dinding perekat sekuat agama sekali pun :).

Jadi sebenarnya ya, mengapa kita harus memaksa? Apa yang mau dipaksakan coba? Jika mimpi kalian adalah melihat dunia ini aman, damai, teratur, tidak ada perang, semua orang hartanya sama, minimal beda-beda tipislah antara si kaya, si menengah dan si miskin … itu tidak salah.

Jika kalian bercita-cita, ah, indahnya kalau semua orang masuk Islam. Sementara yang rajin ke gereja juga menyimpan keinginan untuk melihat seluruh dunia sapu bersih beragama Nasrani semua. Sah-sah saja.

Kalau kata Cak Nun, kalau orang Islam itu yakin Kristen yang benar, ya ngapain dia tetap memeluk agama Islam? Dan kalau orang Kristen yakin Islam itulah yang lebih mulia, ngapain tetap ke Gereja? Logika simpel begini lho, Kakaaaaa :p.

Kalau kata Bang Saief Alemdar, semua orang akan merasa bahwa masakan ibunya lah adalah masakan terenak di dunia. Tidak terbantahkan itu. Tapi ingat, tidak hanya kalian, semua orang juga begitu. Jadi, pujilah masakan ibu kalian di meja makan masing-masing.

Tidak perlu berkoar-koar tentang enaknya “Nasu Bale” bikinan ibunda tercinta pas lagi makan di rumah teman. Apalagi kalau teman kalian orang Batak. Karena nasu bale a.k.a pallu mara itu hanya ada di Sulawesi Selatan hihihihi :p.

Pesannya simpel kan, jangan memaksakan hal-hal yang kalian sudah tahu tidak akan pernah terjadi. Walau kebaikan di dunia adalah hal yang harus kita perjuangkan sama-sama, tapi ingat … hasil tidak sepenting yang kalian pikirkan ;).

Prosesnya yang lebih penting. Karena hal-hal yang kalian wariskan kepada dunia itu tidak hanya semata-mata prestasi yang katanya harus terukur itu. Siapa yang bisa mengukur prestasi Gandhi, Bunda Theresa, atau tokoh lokal seperti Bung Hatta? Bung Hatta cuma wakil presiden. Beliau memperjuangkan Ekonomi Koperasi tapi “kalah” oleh “ego” Bung Karno yang lebih ingin Indonesia ditakuti di dunia internasional?

I’m a big fan of both of them. Tapi dua-duanya manusia biasa, kok. Ada lebihnya, ada kurangnya :). Kalau Bung Karno mudah kita ukur prestasinya. Tapi Bung Hatta? Lebih banyak diam, berbicara aktifnya dengan pena di atas lembaran kertas, tak terlampau cakap berbicara menggugah semangat.

Ingat, kita tidak harus membuat dunia sejahtera, tidak harus membuat semua orang memeluk agama yang sama dengan kita. Tapi ingat, kita HARUS menjaga diri agar tidak membuat kerusakan. Tuhan pun berkali-kali mengingatkan bahwa Tuhan paling tidak suka dengan orang-orang yang berbuat kerusakan.

Jadi, mengapa untuk hal-hal yang tidak wajib kita capai itu kita harus melanggar hal-hal yang justru wajib kita patuhi? Hasilnya yang tidak wajib lho, ya. Usahanya sih wajb. Makanya, selalu selaraskan usaha dengan ajaran-ajaran Tuhan yang lain :).

Dengan tidak menyakiti orang lain tidak merugikan siapa pun yang tidak ada sangkut pautnya. Bersikap adillah sekali pun benci sudah merasuki sekujur tubuh. Membenci itu wajar banget, tidak mungkin kita mau suka pada semua orang. Situ malaikat? :p.

Tapi menebarkan kebencian itu hal yang lain lagi teman-temanku :). Menebarkan kebencian adalah hal yang bisa kalian kontrol. Itu bukan sifat manusiawi. Kita pun sebenarnya tidak dilahirkan untuk membenci. Kita harus diajari untuk membenci. Tuh, untuk membenci pun sebenarnya bukan sifat alami manusia.

Gambar : minglecity.com
Gambar : minglecity.com

Apalagi menyuruh-nyuruh/memprovokasi orang lain untuk ikut benci dengan menebar hasad/dengki/berita bohong/ atau apa pun lah namanya. Walau setengah mati kalian bungkus dengan ayat Tuhan, mencoba berlindung di balik ajaran agama, hasad/dengki/berita bohong tetaplah hasad/dengki/berita bohong :). Bukan perbuatan mulia.

Saya ulang penggalan kalimat saya di tulisan “Rumours have it all” : Kalau kalian ngeyel bahwa pesan tulisannya bagus. Ingat saja, sebuah rumah yang kokoh pasti akan terbangun dari batu bata terbaik, semen yang berkualitas, pondasi yang kuat, dan bukan kayu yang abal-abal :). Tujuan mulia apa bisa tercapai dengan berita bohong/hasutan/dengki? :). Seperti air yang tak akan bisa bercampur sempurna dengan minyak. Begitu juga kebaikan vs keburukan ^_^.

Untuk apa sih? Kalau sedemikian terluka hati kalian, sedemikian sakit hati kalian, mengapa tidak mengadu kepada Sang Pemilik Hati? Hati-hati. Jangan sampai tergoda untuk berdoa yang buruk-buruk. Karena doa itu, apa pun isinya, bisa kembali kepada pemiliknya. Itulah mengapa kita selalu dianjurkan berdoa yang baik-baik. Supaya Tuhan juga selalu memberi kebaikan kepada diri kita sendiri :).

Jika sesak nafas saking bencinya pada sesuatu/seseorang yang rasanya sudah di luar kuasa kita untuk mengubahnya … maka berdoalah :). Berdoa yang baik-baik. Jangan menyakiti diri sendiri dengan prasangka buruk apalagi sampai harus memprovokasi orang lain untuk ikut berprasangka. Kalau mendoakan saja terasa sulit, setidaknya jangan berprasangka buruk apalagi menebarnya.

Jika mau dilawan, lawan dengan hal-hal yang benar :). Kekerasan dalam bentuk apa pun is so last year kalau kata abege sekarang ;). Lebih dari ribuan tahun lamanya, peradaban manusia berusaha saling menaklukkan via kekerasan, it never works that way. Tidak pernah berhasil. Bedakan dong antara qisas dengan balas dendam. Totally different. Dan bukankah memaafkan itu lebih baik bagimu? :).

You are what you do :). Itulah jejak yang akan kalian tinggalkan. Our true legacy. Semua jerih payah pasti akan terbayar. Tidak kurang satu sen pun, tidak akan lebih satu rupiah pun :D. Asalkan patokannya jangan hanya duniawi saja ;).

Kalau you are what you achieve, kasihan dong almarhum bapak saya misalnya. Apa pencapaiannya? Sampai meninggal pun, utang di bank tidak ada yang berhasil dilunasi. Anak-anak belum ada yang lulus. Boro-boro kios sukses, malah sampai rumah pun harus digadai demi bayar utang hehehe. Prestasi macam apa itu? 😀

But of course, we, his children, remember him in a very different way :). Kami menjadi saksi betapa kerasnya beliau berusaha semasa hidupnya walau hasil jauh dari harapan ^_^.

Makanya, hasil mah, itu urusan NANTI. Waktu yang akan membuktikannya. Siapakah Sang Pemilik Masa Depan dan Sang Penguasa Waktu? Maka hanya kepadaNya lah kita harus selalu berharap :).

Ngoceh panjang lebar mau menyindir siapa? Ya mau sentil diri sendiri lah hehehe. Salam damai, jangan ada yang sensi :).

***

This Best Feeling in The World ^_^

Waktu pindah kerja, gaji naik. LIngkungan kerja berubah. Isenglah saya meng-upgrade merek kosmetik. Eh, setelah pakai bedak yang agak mentereng, entah kenapa kepikiran gini, “Ish, sayang nih, muka udah agak bagusan, masa sepatu masih gocap!” Hahahhahaha. Apa coba hubungannya? -_-.

kata kata hidup sederhana
Sumpah, ini bukan saya! Hahaha (gambar : commons.wikimedia.org)

Terasa enteng saja mau beli sepatu yang agak bagusan. Merasa berhak. Helooooo … gaji sudah naik toh ya? :p. Punya sepatu agak bagus, pikiran makin korslet, tas gimana tas? Masa mau terus-terusan pakai yang gocapan? Hihihihi. Beli deh tas yang agak bagusan :D.

Dari tas, makin gelisah, “Tas oke, sepatu maknyus, baju gimana baju? Celana gimana celana?”

Pergilah ke toko-toko baju yang agak bagusan. Biasanya kan berkeliaran di ITC ajah hihihihi. Nah, pas beli baju ini kepikiran lagi, “Hm, dalam seminggu harus 5x ganti baju + celana. Enggak lucu dong, hari senin pakai baju mahal, selasa balik ke yang gocapan. Berarti harus agak banyak nih belinya.”

Huaaaaa, lagak lagunya yang sudah punya gaji lebih :D. Bolak balik masuk ruang ganti nenteng-nenteng baju dan celana. Sesuatu yang tidak lazim dilakukan dulu.

Waktu itu saya ingat, kartu ATM saya bermasalah. Kartu kredit ketinggalan di rumah. Uang cash seadanya saja. Bisa sih, keluar sebentar narik tunai di mesin ATM, tapi udah capek gonta ganti baju dan bergaya bak model depan kaca ruang ganti hahhhahahahaha. OKB sekaleeeeee :p.

Untuk ke toko baju dengan leluasa memang hanya memungkinkan dilakukan di hari libur saat weekend. Malas ngajak pacar. Dia bawel hahahaha. Ya sudah, ayo kita tunggu minggu depan.

Best Feeling in the world Gambar : telegraph.co.uk
Gambar : telegraph.co.uk

Sembari menunggu itu makin macam-macam ya pikiran. Dari baju sekarang mau coba upgrade celana/bawahan. Terus diceritain soal krim muka macam-macam sama teman. Ada yang bisa bikin muka jadi kinclong kayak artis gitu lah. Gagal jadi artis, ya tidak mengapalah minimal bisa mirip artis hahahaha.

Nah, terus jadi mikir lagi, apa nanti bakal naik metromini atau KRL ekonomi terus? Sepatu bagus, tas bagus, baju juga sebentar lagi bakal mau dibeli, dan lain-lain apa masih pantas naik metromini? Gengsi dong! :v :v :v.

Terus nanti kalau sudah naik taksi, tempat kos harus pindah dong. Dan apa mungkin dengan penampilan yang nanti dikhayalkan mentereng begitu masih mau makan siang di tempat ecek-ecek? Makin panjang saja ceritanya :D.

Lama-lama saya menertawakan diri saya sendiri. Hahahahahaha. Sampai kapan mau begitu terus? :p.

Subhanallah, lemahnya kita sebagai manusia ya :).

For your info, weekend berikutnya tidak satu pun saya beli baju-baju yang sudah habis-habisan saya jajal di kamar ganti toko seminggu sebelumnya :). Belum apa-apa sudah capek dulu mikirinnya hihihihi.

Sudah terbebani duluan. Kalau baju-baju bagus apa bisa dimasukin laundry kiloan murah meriah standar mahasiswa di sekitaran kos saya? Jangan-jangan saya juga harus mempertimbangkan gimana biaya perawatan bla bla bla nya :D.

Karena untuk urusan tas saja, kakak saya berceramah panjang lebar kalau tas biar awet itu harus begini begitu. Repot amat! Ah, enakan pas tas murmer. Habis pakai bisa langsung lempar sana sini tanpa harus khawatir bakal rusak apa gimana-gimana hihihi. Rusak pun tak perih hati ini mengenang harganya :p.

Dan memang terasa, sekali melangkah, cukup susah untuk direm. Karena tidak ada habisnya. Tas yang dulu dirasa keren seantero jagad raya, hanya dalam tempo sebulan sudah terlihat membosankan. Pengin punya lagi dan lagi. Sepatu juga begitu. Baju apalagi karena mode kan berkembang pesat ya :D.

Saya merasa pantas, merasa berhak. Untung cepat-cepat disentil sama Tuhan hehehehe. Jangan belagu, Neng. Baru gaji segitu :p.

Setelah menikah kalau tak pandai menguasai diri mungkin akan terjebak dalam pusaran yang sama. Contoh : habis beli rumah. Saatnya ngisi rumah. Awalnya mungkin sederhana saja. Punya duit lebih, mulai gonta-ganti. Ganti televisi dulu. Ganti yang gede. Terus terpikir, televisi gede kok sofanya gini doang. Ganti sofa. Eh, sekalian sama meja satu set ah, masa sofa udah keren, mejanya kucel.

Habis itu, merasa perlu punya rak. Abis itu masa sofa set sudah keren ada rak pula, lantainya enggak pakai karpet? Beli karpet baru. Karpet keren, masa lampunya cimik-cimik? Beli lampu kristal! :D.

Hingga akhirnya terasa … kok rumahnya jadi kecil ya? Yaiyalah, beli-beli barang melulu hihihihi. Suami sudah punya duit lebih. Ya beli rumah baru dong. And here we go again. RUmah baru lebih besar. Semua barang-barang tadi terasa tidak cukup. Ganti lagi. Televisi yang lebih besar lagi,, sofa yang lebih mewah lagi, lampu kristal yang susunannya lebih panjang lagi, endebre, endebre, endebre…

Best Feeling in the world (gambar : buyinghouse.info)
Ini juga bukan rumah saya la yaowww! 😀 (gambar : buyinghouse.info)

Mau sampai kapan? :).

Kapan tenangnya hidup? Ada uang lebih, upgrade gaya hidup. Uang lebih banyak lagi, upgrade gaya hidup. Dari isi rumah merembet ke tempat liburan, tempat makan, merek mobil, endebre, endebre, endebre.

Why not? Uangnya ada. We deserve better!

Really???

Ternyata rumusnya bukan begitu. Jangan sampai kita menyandarkan makna hidup pada dinding yang salah. Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi banyak orang. Bukan merek baju atau tasnya, ya, Kakaaaa hehehe ;).

Karena kalau keinginan terus yang kita ikuti, tidak akan ada habisnya. On and on and on … Harta itu memang cobaan ya ternyata.

Mengapa harus begitu? Uang sedikit, uang banyak, tak ada yang harus diubah ^_^. Suami gaji rupiah, gaji dolar, gaji riyal, gaji euro, merek bedak tidak harus ngikut kurs kan? Hihihihi. Merek parfum tidak harus otomatis berganti begitu angka di tabungan suami melonjak naik :D.

Bagus kalau takdir membawa kita ke posisi yang lebih baik. Tapi kalau sebaliknya. Nasib malah menjatuhkan kita ke bawah? Susah kan? Sudah biasa pakai yang mahal-mahal, makan mewah-mewah, liburan keren-keren, apa sanggup downgrade ke bawah? Belum menahan gengsi dan malu :D.

Mendingan kita biasa-biasa saja terus. Harta berlimpah, harta pas-pasan, tak perlu jor-joran ^_^. Tetap stabil. Sehingga hidup kita tak pernah dikendalikan oleh kemewahan. Tak sebegitu terluka saat tadinya bergelimang harta harus tiba-tiba terhempas jatuh :(. Jangan gengsi naik angkot walau suami sanggup beli pesawat! Ha? Suaminya kerja di mana Mbak? Hahaha.

Banyak barang itu banyak pikiran. Iya gak sih? Pusing saban mau keluar rumah. Mau pakai baju yang mana, jilbab yang mana, tas yang mana. Coba punya mantel cuma satu biji. Setiap mau keluar rumah, tidak rusuh pikiran! Wong cuma punya satu! Hahhahaahha. Satu lagi lah buat emergency in case yang satunya kotor padahal winternya bisa berbulan-bulan ;).

Sepatu punya 10 pasang! Saya jamin pusingnya 5 x lebih berat daripada yang cuma punya 2 pasang! :v :v.

Kalau pesan Warren Buffet, “Manusia yang membuat barang. Bukan barang yang membuat manusia.”

Jangan sampai kita berusaha mengidentifikasi diri kita, menunjukkan diri pada dunia berdasarkan barang yang menempel di badan. Terbalik ittuuhhhh! :D.

Again .. jangan menyandarkan hidup pada dinding yang salah ;).

Ini nasihat buat saya juga hihihihi. Maklumlah, perempuan gitu lho :v :v :v. Pegangan mesti kenceng di musim diskon begini hahahahhhha.

Letakkanlah dunia di tanganmu, bukan di hatimu. Jangan sampai tertukar. Di tanganmu, bukan di hatimu ;).

The best feeling in the world is realizing that you’re perfectly happy without the thing you thought you needed
– marxie

Have a nice weekend ^_^.

kata kata hidup sederhana
Gambar : radioparadise.com

 

e-Hate, Bisnis Baru yang Menjanjikan?

There’s a saying, “Rumours are created by haters, spread by fools, and accepted by idiots.”
Don’t be ANY of them ;).

e-hate
Gambar : getthelowdown.co.uk

Hati-hati teman-teman, sekarang sudah ada bisnis baru yang namanya e-hate. HIhihi. Tidak sengaja beberapa waktu lalu membaca joke soal e-hate ini di wall seorang teman.

Ada pihak yang sengaja menebar hasut dan rasa dengki demi memancing like/share/komentar/hit orang lain di portal/situs/fanpage mereka :).

Yang harus kalian pahami, mereka tidak peduli bobot berita atau kebenaran dari hal-hal yang mereka sampaikan. Karena memang BUKAN itu yang dicari. Di dunia maya memang ada bisnis seperti  e-hate ini. Entah mereka mengejar pendapatan dari google adsense misalnya.

Kami, para blogger, banyak yang memanfaatkan adsense ^_^. Ada yang tak segan-segan membuat judul provokatif demi meraup jumlah klik dan merebut tempat di Hasil Pencarian Google ;).

Di Facebook juga banyak iklan-iklan model begini ;).

 

Toh, internet tidak bisa melacak mengapa portal/situs/fanpage bersangkutan bisa ramai pengunjung/like/share/hit/komentar. Tapi makin besar jumlah pengunjung/like/share/hit/komentar, ada sejumlah materi yang bisa didapatkan oleh pemilik portal/situs/fanpage. Tidak berlebihan rasanya jika ada bisnis baru yang dinamakan e-hate ini :p.

Berita hoax ini macam-macam. Tidak hanya soal politik. Beware ya, jangan sampai mereka dapat duitnya, kalian dapat dosanya doang :p.

Kalau kalian ngeyel bahwa pesan tulisannya bagus. Ingat saja, sebuah rumah yang kokoh pasti akan terbangun dari batu bata terbaik, semen yang berkualitas, pondasi yang kuat, dan bukan kayu yang abal-abal :). Tujuan mulia apa bisa tercapai dengan berita bohong/hasutan/dengki? :). Seperti air yang tak akan bisa bercampur sempurna dengan minyak. Begitu juga kebaikan vs keburukan ^_^.

e-hate
Gambar : drgerrylewis.com

Masih meremehkan dampak negatif dengan kebiasaan menyebarkan hoax/hasutan/dengki yang marak lewat e-hate  ini? Maka ingatlah kasus Nayirah, salah satu pembawa berita palsu sebelum Perang Teluk 1.

Perang Teluk I yang melibatkan Irak, Kuwait dan Amerika Serikat dipicu oleh sebuah berita hoax yang sarat kebencian dan hasutann tingkat tinggi. Hoax nya sendiri berhasil dibongkar. Sayangnya, terungkap setelah ratusan ribu nyawa melayang sudah :(.

Dan kalau kalian mengira, perang Teluk ini ada masalah sentimen agama maka kalian salah besar. Ini sesungguhnya perseteruan Kuwait vs Irak. Di mana Kuwait dan sekutunya, Arab Saudi, “mengundang” Amerika Serikat untuk “menyelamatkan” mereka.

 

Amerika Serikat sih tidak peduli apakah orang-orang di Timur Tengah menyembah batu kek, menghamba pada pohon kah, atau Budha atau Hindu bahkan muslim, yang penting bagi mereka, “Bagi minyaknya dong, Kakaaaaaa” hahaha.

Hati-hati buat kita semua ^_^. Termasuk saya hihihihi :p.

Jangan-jangan benar, saat kita menyangka dunia sudah berlepas dari thagut kala animisme dan dinamisme telah runtuh, ternyata sudah ada thagut baru yang makin tak terbendung pengaruhnya –> Uang :).

Jangan  menggadaikan kehormatan hanya untuk menunjukkan kebencian. Ruginya dobel ;).

Membenci memang wajar, kita manusia biasa. Tapi menebar kebencian itu hal yang lain lagi ;). Don’t!

Saya kutipkan sebuah komentar dari seorang teman di wall FB tempo hari : “Malanglah buat para PEMBENCI, orang/sesuatu yg dibencinya itu senantiasa memenuhi PIKIRANnya. Bahagialah buat para PENCINTA, orang/sesuatu yg dicintainya itu memenuhi ruang HATInya …”

Ada banyak sekali sebenarnya kebaikan yang bisa kita tuai dan kita sebarkan via kecanggihan internet ini. Stay away dari macam-macam hasut dengki. Percayalah, kebencian itu seperti api. Yang sanggup membakar habis segalanya. SEGALANYA. Do not Support E-HATE. Say no to hoax! Stay positive! ;).

e-hate
Gambar : llikethedew.com

Secret of The Future?

 

Untuk suku Bugis di Kerajaan Bone, Arung Palakka dianggap sebagai pembebas. Apalagi di Bone, tak jarang ditemui patung-patung besar yang menggambarkan beliau sedang berdiri gagah bertelanjang dada. Memegang tombak panjang dan pandangan sangat menentang.

Arung Palakka, anak bangsawan Bugis yang harus menyaksikan bangsanya diperbudak oleh pemerintah kerajaan yang dipimpin oleh Makassar. Walau Arung Palakka dibesarkan oleh bangsawan Makassar secara terhormat bahkan dibekali pendidikan yang mumpuni, tidak mungkin darah Bugisnya tidak membara melihat perbudakan yang menimpa mayoritas keluarga dan rakyat kerajaannya.

Gambar : bonekab.go.id
Gambar : bonekab.go.id

Kalian jangan hanya memulai saat Arung Palakka berdiri di barisan yang sama dengan VOC untuk menghancurkan benteng pertahanan terbesar Nusantara yang terakhir di Timur Indonesia. Ingatlah, sebelum Arung Palakka melarikan diri dari Sulawesi, hatinya terluka melihat kerabatnya yang dulunya adalah bangsawan terhormat di tanah Bone dipaksa melakukan pekerjaan kasar oleh sang penjajah.

Saat itu rakyat Bugis banyak yang lari dan meninggal karena kerja paksa. Sehingga pihak Kerajaan Gowa mengharuskan kalangan bangsawan untuk menggantikan tugas tersebut.

Arung Palakka mengobarkan perlawanan pemuda Bugis. Kalah telak. Arung Palakka malu dan melarikan diri. Malu kenapa? Kami orang Bugis punya budaya yang namanya SIRI’. Pantang sekali melihat kaum kami dipermalukan tapi tak ada yang bisa dilakukan. Lebih baik mati. Begitu lebih terhormat.

Tapi Arung Palakka tidak memilih bunuh diri. Dia tidak mau mati begitu saja. Dia lari membawa sisa-sisa pasukan dan merantau ke Jawa dengan sebuah sumpah dalam hatinya, bahwa suatu hari akan dibebaskannya bangsanya yang tengah diperbudak. Whatever it takes!

Memang benar, Arung Palakka sudah membabi buta. Bersama gengnya, dia menjadi preman di pelabuhan-pelabuhan Batavia dan menarik perhatian petinggi VOC. Memang itu yang dia cari. Dia bahkan pernah membantu VOC mematahkan perlawanan orang-orang Minang di salah satu wilayah Sumatera Barat.

Arung Palakka mencari muka kepada pihak yang dianggap kuat untuk menjadi sekutunya nanti. Untuk menemaninya mengembangkan layar kembali ke tanah Sulawesi dan sekali lagi … bertempur untuk harga diri kaumnya! Menuntaskan rasa malu kala dulu gagal melepaskan mereka dari perbudakan.

Jangan dikira hepi-hepi saja perantauannya. Sempat Arung Palakka dan teman-temannya kena fitnah. Apalagi saat terjadi chaos di kepemimpinan VOC di Batavia. Kalau tidak salah, kedua sahabatnya terbunuh, sedangkan Arung Palakka berhasil merebut hati pemimpin VOC yang baru.

Singkat cerita, hari yang ditunggu-tunggunya datang juga. Sekian lama berusaha menunjukkan kesetiaannya pada VOC, pucuk dicinta ulam tiba. Akhirnya VOC meminta Arung Palakka dan pasukannnya bergabung dalam penyerbuan ke Pelabuhan Makassar yang dikuasai oleh Gowa-Tallo.

Begitulah hingga akhirnya perdagangan di perairan Timur Indonesia bisa jatuh ke tangan VOC. Salah Arung Palakka? Bisa jadi.

Gambar : indonesianhistorical.blogspot.com
Gambar : indonesianhistorical.blogspot.com

Tapi mengganggu juga itu predikat pengkhianat. Karena siapa yang dikhianati? Saat itu wilayah Nusantara belum dipersatukan dalam wadah NKRI lho :P. Inga’, inga’ hehehehe.

Masing-masing kerajaan berdiri sendiri-sendiri. Jadi ini seharusnya bukan cerita pengkhianatan terhadap Republik Indonesia. Belum ada lho, Kakaaaaa :p. Republiknya berdiri setelah lebih dari 200 tahun kemudian.

Meraba-raba kejadian di masa lampau itu sepertinya bakal repot kalau hanya terus-terusan memandang dari satu sisi. Apalagi hanya sepotong yang sengaja kita tekankan demi tercapainya maksud/tujuan pribadi.

Heran saya, di wall teman ada yang berkomentar soal sejarah pengkhianatan di Kerajaan Makassar yang konon dikomandai oleh orang Bugis. Itu tidak salah. Tapi tolong, kalau melihat asap, diperhatikan juga apinya dari mana ;). Kalau hanya asapnya yang kalian kibas-kibasan kita akan luput melihat kenapa ada asap? Pemantik apinya juga harus diwaspadai.

Lagipula ini perseteruan antara 2 kerajaan besar yang kebetulan masing-masing berasal dari suku yang berbeda. Jangan lagi kalian berusaha percikkan api kebencian yang tidak penting. Karena puluhan tahun lalu, Bugis-Makassar hidup damai berdampingan di tanah Sulsel. Kita sudah MOVE ON, Cuy! ^_^.

Enggak tahu ya dengan kalian. tapi antara Bugis dan Makassar sekarang tuh sudah seperti saudara saja. Kalau pun ada friksi tidak pernah sampai mesti perang atau bunuh-bunuhan. We’re so over it ;).

Jangan melulu hanya melihat kelihaian Arung Palakka membabi buta dalam mencari sekutu. Itu karena dia seorang petarung. Hidupnya tidak hanya untuk memikirkan dirinya sendiri yang seharusnya sudah hidup enak dengan masa depan cerah karena kecerdasannya yang menonjol. Dia bahkan sudah diterima dengan baik oleh orang tua asuhnya yang keturunan bangsawan Makassar.

Tapi dia tidak pernah lupa, dalam darahnya itu mengalir darah Bugis. Darah yang sama yang ada di jantung orang-orang yang tengah terhina hidupnya akibat perbudakan semena-mena.

Pelajaran yang diambil kan banyak. Perbudakan itu hal yang terlarang. Sudah seharusnya kita menentangnya.

Buat yang muslim tentu tahu, sebagian besar dosa yang kita lakukan mungkin bisa terampuni jika kita melakukan 3 hal berdasarkan prioritas. Anda tahu redemption nomor 1 itu apa? Memerdekakan satu orang hamba sahaya. Kemudian jika tak sanggup memberi makan 60 orang anak yatim, dan terakhir berpuasa 2 bulan berturut-turut.

Memerdekakan hamba sahaya dan menyantuni anak yatim lebih dianjurkan daripada berpuasa 2 bulan berturut-turut. Rahmatan lil aalamiin ;).

Dari sisi Arung Palakka juga ya banyak korsletnya :p. Jangan menghalalkan segala cara. Karena pada akhirnya ada yang namanya karma. Konon, saat sudah memimpin di Sulawesi, banyak petinggi-petinggi kerajaan yang bete dan menentang keras karena Arung Palakka loyal banget sama VOC. Selalu ikut bertempur dan membantu. Itu karena “utang” yang harus dibayarnya atas “jalan pintas” yang dipilihnya.

See? Kalau kalian lihat lebih tuntas dan lebih komplit, kalian akan tahu karakter orang itu tidak statis. Orang yang mungkin by default luhur budinya suatu hari bisa kena ujian dengan situasi dan kondisi yang sulit. Tidak itu namanya orang yang jahat sejak lahir kecuali kelainan genetik tertentu (which is very rare) yang pernah saya pelajari dulu saat SMA. Tidak karena dia lapar lalu dia mencuri maka dia adalah orang yang hina luar biasa. Tengok dulu, kenapa dia lapar, siapa yang membuat dia lapar bla bla bla.

Gambar : trashware.eu
Gambar : trashware.eu

Kita tidak sedang melakukan pembenaran tapi kita lebih baik memilih untuk tidak menghakimi. Tidak menghakimi itu sulit kalau kita tidak tahu persoalannya secara utuh. Untuk mengetahui secara utuh butuh waktu dan baca, baca, dan “baca” ;). Maka dari itu, tempo hari di status saya menuliskan kalimat dari seorang teman bahwa “Untuk mengkritik kita perlu ilmu…maka belajarlah” :).

Saya tidak suka, untuk menyerang orang-orang yang mereka benci, mereka membawa-bawa masa lalu dan bertindak seperti Hakim dengan seenak jidat melabeli siapa yang jahat siapa yang berkhianat. Al Hakim, Yang Mahabijaksana, itu sifat Sang Maha Esa, bukan ranah manusia biasa seperti kita ;).

Sejarah bukan untuk mengungkit-ngungkit kebencian untuk menakut-nakuti orang lain untuk mengkhawatirkan masa depan. Sejarah penting untuk penentuan masa depan. Jangan membaca sejarah dengan penuh kebencian apalagi memang sengaja untuk nyari-nyari salah. Satu, itu sia-sia. There’s nothing you can do about it now ;). Dua, untungnya apa coba?

Sejarah itu penentu masa depan. Hanya dan hanya kalau kita bisa petik pelajarannya tanpa perlu pusing memikirkan, “Ya Allah si anu jahat bener ya. Aduh ada ya orang sekejam itu.”

Sudah kau baca masa kecilnya Hitler, what he had gone thru. What he had seen. Napoleon Bonaparte? Lenin? Mengapa komunisme ada? Siapa Stalin? Dengan cara apa yang dibesarkan? Apa yang dialaminya? Di masa apa dia hidup? Bagaimana perputaran dunia saat itu?

Hati hanya akan rusuh dan rusuh kalau niatnya tidak untuk mencari kebaikan.

Dirahasiakannya masa depan itu bukan untuk petantang petenteng tebar-tebar ayat untuk mengancam orang-orang yang enggak sejalan, mengancam-ancam akan makin dekatnya hari akhir? Karena apa yang kalian mau tidak terwujud kalian ancam orang lain yang tidak sejalan? Bahwa hidup akan suram karena yang kalian inginkan tidak tercapai?

Setahu saya, di alquran tertulis jelas, bahkan Rasulullah pun berkali-kali menerangkan kepada kaum yang menentang bahwa Rasulullah sekali pun tidak tahu masalah gaib yang satu ini. 100% rahasia Allah. KetentuanNya semata. Bukan ranah manusia :).

Tugas kita ya terus mengingatkan untuk hal-hal yang baik, bukan mengancam-ngancam, sok-sok meramal masa depan. Bagus kalau ramalannya enak dibaca, lah ini, diramalnya kita bakal hancur -_-. Anu, anu, anu.

Kok senangnya mengutuk-ngutuk orang sih?

Sebuah kalimat teduh yang saya unduh via Google ini mungkin bisa menjadi penyejuk bagi kita semua. Bagaimana sebenarnya rahasia masa depan itu ^_^.

Gambar : notegraphy.com
Gambar : notegraphy.com

Apakah kalau kita sudah melakukan semua itu maka dunia akan berputar sesuai niat baik kita? Ya belum tentu. Penentunya kan Yang Mahakuasa, Maha Menguasai masa depan. Situ Mahakuasa bukan? :p

“God never requires us to succeed. He only requires that we try.” -Bunda Theresa-

Just try! Cobalah lebih banyak berprasangka baik. Tidak takut ya kau ramal buruk bangsamu sendiri. You’re part of us, aren’t you? ;).

Saat galau saat cemas, jika begitu sulit untuk “membaca” maka berdoalah. Berdoa yang baik-baik.

So what’s the secret of the future? Choose happiness over suffering. Always :).

***