resto enak di Batu : Rempah

Resto Enak di Batu – Malang : Cobain 3 Resto yang Seru Ini ;)

Resto enak di Batu – Malang ada beberapa, loh. Saat menghabiskan liburan akhir tahun ini kami mencoba 3 resto di Batu Malang yang tempatnya asik dan makanannya lumayan banget. Memang bukan yang rasanya luar biasa tapi tetep kategori enak.

Jadi akhirnya berhasil juga jalan-jalan sekeluarga ke Jatim Park. Review Jatim Park mah pasti udah banyak yang bikin hehehe. Nanti deh kalau moodnya oke, daku review di blog ini jugak :D. Jatim Park 3 belum sempat nih, baru Jatim Park 1 dan Jatim Park 2 yang kami kunjungi.

Baca Juga : “Tempat Makan Enak dan Unik di BSD : Warung Tuman”

Sekarang mau sharing resto enak di Batu aja lah. Karena jalan-jalan belum lengkap tanpa makan-makan, yes? :p.

3 Resto enak di Batu

Saya urutkan dari yang paling mengesankan menurut saya, ya :

1- Cafe Concrete Batu

Lokasi Cafe Concrete Batu

Kami ke sana malam-malam. Lokasinya agak ke atas. Jalurnya lumayan horor nih hehehehe. Jalannya agak sempit. Lokasinya ini agak mengingatkan ke daerah Dago di Bandung. Yang jelas dinginnya kurang lebih sama lah :D.

resto enak di Batu : Concrete Cafe
Sumber : DetikFood

 

Alamat lengkap Cafe Concrete Batu : Jl. Semeru, Punten, Kec. Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur 65338. Instagramnya bisa dilihat di sini. 

Dari tempat kami menginap (Hotel Zam Zam Batu, dekat banget dari lokasi Jatim Park 1), sekitar 20 menit an menyetir dengan mobil.

Sayang, fotonya gak banyak pas ke sini huhuhu. Ambience nya nyaman banget. Karena enggak hujan, kami duduk di area outdoor. Pemandangan di lerengnya cantik banget, lampu-lampu kota yang dilihat dari ketinggian.

Pas ke sana cuma sempet ngambil 1 foto ini doang hihihi. Dasar bukan food blogger :p.

resto enak di Batu Malang Concrete cafe

Indoor kafe juga ada pemandangan unik. Banyak dipajang vespa-vespa mevvaaaahhhh, ada Vespa Dior segala, Gaeeeesss hehehehe.

Menu makanan lumayan variatif. Harganya kisaran 30-60 ribu rupiah untuk main course. Untuk ukuran Jakarta sih murah hehehe. Tapi untuk ukuran kota kecil Batu lumayan pricey.

Suami pesan nasi bakar, rasanya kurang enak menurut dia. Karena daku intermittent fasting (tetep disiplin yes walo liburan :p), jadi cuma nyobain teh tawar anget hahahaha. Anak-anak pesen ramen. Katanya enak ramennya.

Ambilin fotonya dari situs-situs lain aja yang lebih bagus-bagus ^_^

resto enak di Batu : Concrete Cafe
Sumber : TravelAndWord.com

 

2- Rempah, Warung Khas Batu

Judulnya warung, tapi sebenernya ini tuh kafe/restoran dari sebuah hotel. Situs resminya bisa dicek di sini. Alamat lengkapnya : Jalan Sultan Agung 29, Kota Batu 65314.

Deket banget dari hotel kami menginal (Hotel Zam Zam), cuma sekitar 5-8 menit menyetir mobil. Di tengah kota nih restonya, jadi lumayan accessible.

Dining area ada yang indoor ada yang outdoor. Karena waktu itu makan malam, hujan pulak (huhuhu), kami sekeluarga duduk di dalam (area indoor). Saya comotin fotonya ya dari situs resminya Rempah yang saya share linknya di paragraf atas, tuh.

resto enak di Batu : Rempah
Sumber : Rempah.Coffee

 

Untuk dining area outdoor seperti ini :

resto enak di Batu : Rempah outdoor area
Sumber : Rempah.coffee

 

Seneng deh pas wiskul di Batu soalnya dibanding di Jakarta, untuk ukuran kafe/resto sekeren ini, harga makanannya relatif murah hehehehe.

Nasi goreng aja dibandrol seharga 30-45 ribu aja sepiring dengan porsi lumayan dan rasa enak. Nasi gorengnya ada macam-macam banget. Suami saya pesan yang nasi goreng khas Rempah. Porsinya pooolll, rasa sedep ;).

Sumber : situs Rempah.coffee

 

Kalau soal rasa, Rempah ini lebih enak daripada Concrete. Menunya variatif dari menu lokal sampai menu internasional (pasta dll). Menu lokalnya yang juara banget itu Iga Bakar. Disajikan dengan sup dan nasi putih (additional). Harganya kalau gak salah cuma sekitar 55 ribu rupiah (tanpa tambahan nasi). Iganya buanyaaaakkk hehehe, bisa buat makan berdua :D.

Resto enak di Batu : Rempah Iga Bakar
Sumber : Rempah.Coffee

3- Jambu Bowl

Nah ini pas makan rame-rame dengan temen, Iyut sekeluarga. Iyut yang ngusulin makan di sini. Tempatnya nyaman, 2 lantai. Ada mushola di lantai bawah. Pas buat jam shalat. Ke sana kan makan siang gitu abis dari Jatim Park 1. Rehat dulu sebelum lanjut ke Museum Angkut :D.

Alamat restonya :  Jl. Oro-Oro Ombo No. 111, Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Menunya juga lumayan variatif. Macam-macam banget. Nasi goreng ada, nasi uduknya unik warna biru gitu, pasta – pastaan, ada sandwich segala, steak juga bisa dipesan di sini. Kami sekeluarga bener-bener mesen macam-macam menu. Gak ada fotonya tapi eh nemu foto di review restonya. Nah kurang lebih kami juga pesannya menu-menu yang ini ^_^ :

Harga main course sekitaran 30-50 ribu rupiah. Untuk resto sekeren ini, rasa makanan tergolong enak walau bukan yang wow gitu, harganya gak mahal ;).

Kami makan di lantai 2, biar bisa foto-foto yes? :p

Tentunya harus foto narsis berdua sama suami hahahahaha, makasih ya Om Sur fotonya. Mantaaaappp :D.

resto enak di Batu : Jambu Bowl

Suasana dan interior resto saya ambilin dari situs lain yang kece-kece aja ya hehehehe. Gedungnya dari luar / dari parkiran seperti ini :

resto enak di Batu : Jambu Bowl
Sumber : wisatahits.blog

 

Ini juga comot dari review Google, pokoknya memang spot nya banyak buat foto-foto kalau di sini. Rata-rata tempat makan sekarang, interiornya pasti dibikin unik abis-abisan, ya. Untung di sini makanannya juga enak hehehehe. Jadi gak cuma sekadar tempatnya lucu aja.

Lantai atas, lantai dua dari resto Jambu Bowl, Batu

 

Ini lantai bawahnya, ada sofa merah satu set buat narsis-narsis an juga hahahahaha.

Nah itu dia 3 rekomendasi resto enak di Batu ala saya :D.

Kota Batu ini udah sering banget diserbu turis karena adanya Jatim Park yang sekarang sudah mengembang ampe 3 seri hehehehe.  Kalau ke sana dan ada waktu lebih, mampirin tiga-tiganya ya ;).

Resep Ikan Pesmol Bumbu Kuning enak

Cara Membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning

Cara Membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning … salah satu favorit keluarga nih ;). Keluarga pencinta ikan hehe. Terutama emaknya, yang memang anak pantai abisssss ^_^.

Sejak tinggal di Jeddah sudah lebih dari sekali nyobain resep ini. Memang kemirinya memberi sumbangsih rasa yang edan lah :p. Nah, sempat kemarin saya kehabisan kemiri dan tetap nekat membuat ikan Pesmol. Hadeeeeh, rasanya jadi beda banget :(. Ibaratnya film, kemiri dalam resep ini adalah pemeran utama hehehe.

Mumpung suami baru balik dari Jakarta dan membawa lumayan banyak kemiri langsung kepikiran si Ikan Pesmol Bumbu Kuning lagi. Di sini belum tahu beli kemiri itu di mana :(. Jadi kemarin sudah wanti-wanti minta dibawain kemiri banyak-banyak. Tapi yaaaa, dasar laki. Cuma dibawain 2 bungkus, euy huhuhu. Padahal lumayan banyak resep nih yang kudu berkemiri ria.

Ikan Pesmol bumbu kuning
Bumbu ulek buat si Ikan Pesmol Bumbu Kuning

Untuk resep-resep dengan bahan ikan, saya selalu menggunakan ikan fillet. Adanya yang model gitu di sini. Eh, yang utuh juga ada, deng. Biasanya dalam kondisi segar. Enggak kuat sama harganya boooo hahahaha :p. Jadilah pakai ikan fillet, itu pun kondisi beku. Syukuri apa yang ada yaaaaaaa *pukPukDiriSendiri*.

Kemarin pas buka kulkas stok yang ada … Ikan Hammour. Saya  kurang tahu ini kalau di Indonesia si Hammour ini dikenal dengan nama apaan. Yang jelas konon Hammour ini hampir selevel Salmon. Bener gak ya? Agak ragu. Soalnya, si Hammour harganya jauh lebih murah, makanya sering juga beli ini hihihi *ngikikNgirit*. Lebih enak itu sebenarnya Ikan Cod. Ya random saja belinya. Pokoknya kalau bukan Ikan Cod, ya Ikan Hammour atau Ikan Basa yang lebih murah lagi hahahaha.

Kalau pakai fillet, jadinya agak hancur ya. Walau motongnya sudah gede-gede, saat diaduk, jadi terpotong-potong juga :(. Terlalu heboh kali ngaduknya hihihi :p.

Btw, tempat contekan buat cara membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning ini dari masterchef paling senior Mbak Herti, Herti Kitchen. Blognya Mbak Herti ini sudah lama banget lho. Tahun 2006 boooo :D. Mungkin seangkatan dengan Mbak Astri Nugraha. Resep-resep Mbak Herti disimpan dalam bentuk foto-foto.  Sila diintip langsung ke sana. Resep-resepnya mantap, Euy. Yang amatiran kayak saya aja kalau nyontek ke sana alhamdulillah jarang gagal ;).

Untuk cara membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuningnya, resep asli dari Mbak Herti sila intip di sini ;).

(Baca Juga : Resep Ayam Bakar Padang)

Saya hanya pakai setengah resep karena ikannya enggak  banyak :D. Saya juga menggunakan cabe merah besar instead of cabe rawit kecil-kecil. Biar enggak pedas-pedas amat. Karena ada anak yang enggak tahan makan pedas, cabenya tidak saya potong tapi dimasak utuh. Yang doyan pedas, nanti tinggal pecahin sendiri di piring masing-masing.

Cara Membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning

Bahan :

  1. Ikan fillet kira-kira 300 gr
  2. 1 buah wortel, potong-potong seukuran korek api
  3. 1 buah timun ukuran sedang, potong panjang-panjang
  4. 3 buah cabe merah besar
  5. 3 lembar daun jeruk
  6. 1 lembar daun salam
  7. 1 buah serai, memarkan
  8. Lengkuas bubuk, kira-kira setengah sendok teh
  9. Sepertiga bawang merah besar (seukuran satu kepalan balita)
  10. 3 siung bawang putih
  11. 5 butir kemiri, sangrai terlebih dahulu
  12. Kunyit bubuk, 1 sendok teh
  13. 2 cm jahe
  14. Garam gula secukupnya
  15. Cuka kira-kira satu sendok teh (atau secukupnya yang diinginkan)
  16. 250 ml air

 

Cara Membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning
Ikan Pesmol – nya kondisi setengah matang 😀

Cara Membuat :

  1. Rendam ikan dalam air garam + perasan jeruk nipis. Minimal setengah jam. Lalu panggang di teflon pakai minyak sedikit. Bisa digoreng kalau mau. Saya mengurangi penggunaan minyak, nih, jadi dipanggang aja :D. Sisihkan.
  2. Haluskan bawang merah +  bawang putih + kemiri + jahe. Setelah halus campurkan kunyit bubuk dan lengkuas bubuk. Aduk biar rata.
  3. Tumis bumbu halus + daun jeruk + daun salam + sereh sampai harum.
  4. Tambahkan air. Tunggu sampai mendidih.
  5. Masukkan garam + gula + cuka. Aduk sebentar sampai tercampur.
  6. Masukkan ikan. Tunggu sampai bumbu meresap dan air berkurang.
  7. Sebelum benar-benar matang, masukkan wortel dan timun. Saya memang sukanya wortel dan timunnya belakangan biar enggak terlalu lembek ;). Bisa juga dimasukkan sebelumnya ya kalau ingin sayurannya lebih matang.
  8. Koreksi rasa. Kalau sudah oke, siap disantap ^_^

Bikinnya sih relatif mudah. Hasilnya maknyuuuuus ;). Tidak perlu penambahan kaldu atau penyedap rasa apa pun. Rasanya pasti endeuuus :D.

Cara Membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning enak
Ikan Pesmol Bumbu Kuning

 

Lumayan kan buat nambah-nambah variasi masakan per-ikan-an :D. Terutama yang memang tergila-gila dengan  ikan kayak saya hehehe.

Baca juga : Resep Daging Empal

Yuk yaaaa, di-praktik-in cara membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning -nya <3.

Resep Ayam Suwir Bumbu Bali

Bumbu Ayam Suwir (Pakai Bumbu Bali)

Again … Bumbu Ayam Suwir khas Bumbu Bali -nya nyontek dari Mbak Endang ^_^. Sebenarnya sudah pernah bikin dulu. Cuma kan, euforia motret-motretnya baru sekarang. Sekarang, habis masak, ribet sendiri mainin ponsel buat potrat potret hahaha.

 

Pas bikin yang dulu, semua bahan saya gunakan. Tapi kali ini, santannya saya skip. Sebelum memasukkan santan, saya cobain kok ya sudah sedap ya. Enggak jadi saya tambahin santan. Jadinya memang lebih kering, sih. Tapi rasanya itu lho, tetap Indonesia bangeeet ^_^. Bumbu-bumbunya standar ala Bumbu Bali, tanpa kemiri tapinya.

Enaknya lagi, suwirannya enggak perlu digoreng dulu. Lebih ringkas. Cukup direbus saja. Lebih sehat dan pastinya …  hemat minyak goreng juga kaaaaaan *teuteuuup*. Edisi kali ini, plus hemat santan hahahaha :p.

Terus, pas ngulek saya masukin jahe, pas lihat lagi di resep aslinya Mbak Endang kok enggak ada jahenya ya hihihi. Ya enggak apa deh, sudah terlanjur. Tetap enak koooook ^_^. Oiya, saya juga skip kencurnya, deng. Entah ya, kurang suka sama bau kencur.

Kesalahan teknis standar ala tukang masak gadungan -_-.

Bumbu ayam suwir bumbu bali

Bagi yang Food Combining, bumbu ayam suwir ini mantap juga lho dimakan pakai lalap-lalapan tanpa nasi. Sama saya tetap ditambahin sambel sih. Resep asli dari Mbak Endang kan namanya Ayam Suwir Pedas ala Bali. Nah, anak nomor 2 itu kalau makan yang pedas-pedas berasa nonton film horor gitu hahahaha :p. Jadilah cabenya saya kurangin banget.

Selain ayam, tahu juga enak dibumbu Bali lho ;).

Baca : Resep Tahu Bumbu Bali

Resep asli Ayam Suwir dari Mbak Endang bisa dilihat di laman ini ya, di situs beliau yang tersohor itu, Just Try and Taste ;).

Kalau yang saya share ini, modifikasi ala saya-nya hihihi :p.

Bumbu Ayam Suwir (Pakai Bumbu Bali)

Bahan :

  1. 300 gr daging ayam fillet. Rebus sampai matang pakai garam dikit.
  2. Sepertiga bawang merah besar (di sini enggak ada bawang merah mungil-mungil  itu :p)
  3. 3 siung bawang putih
  4. 2 cabe merah besar, enggak pakai rawit huhuhu 🙁
  5. Terasi sekepenginnya. Saya rada hemat nih makainya, soalnya di sini entah di mana beli terasi.
  6. 1 sendok teh  merica bubuk
  7. 1 sendok teh kunyit bubuk
  8. 1 sendok makan gula merah
  9. Garam secukupnya
  10. Kaldu ayam blok secukupnya (kalau mau)
  11. Asam jawa 1 sendok makan, lumatkan dalam air secukupnya.
  12. 2 batang serai, geprek.
  13. Lengkuas kira-kira 3 cm, geprek.
  14. 3 lembar daun salam
  15. 3 lembar daun jeruk
  16. Minyak secukupnya untuk menumis

Cara Membuat : 

  1. Haluskan semua bumbu kecuali (lengkuas, daun jeruk, daun salam, serai).
  2. Tumis bumbu yang dihaluskan tadi bersama sisa bahan lainnya (kecuali daging ayamnya, ya).
  3. Kalau sudah harum dan warnanya sudah rada matang, masukkan air sedikit. Kalau kata Mbak Endang kan 50 ml. Saya pakai sekitar seperempat gelas belimbing.
  4. Aduk lagi sebentar lalu masukkan ayam suwirnya.
  5. Aduk sampai tercampur rata dan airnya habis.
  6. Koreksi rasa, jika sudah cucok berarti beres sudah ^_^

 

Resep Ayam Suwir Bumbu Bali
Tanpa santan jadi lebih kering

 

Kalau di resep asli, setelah memasukkan ayam dan diaduk barulah ditambahkan santan. Lalu dimasak terus hingga santan matang dan airnya  habis. Tapi lihat kan, tanpa santan pun, warnanya sudah sedap begitu ;).

Updated : buat yang ingin melihat proses pembuatannya secara live, saya sudah bikin vlog resep Bumbu Ayam Suwir ini lho :D.  Ini videonya …

Menggoda banget ya untuk disantap dengan nasi hangat-hangat hehehe. Ya enggak apa-apa kalau tetap makan pakai nasi, yang penting gempur dengan sayuran segar yang banyaaaaaaaak ^_^. Kalau bisa sayurannya tanpa diolah sama sekali ya. Sayuran segar tanpa proses pematangan sama sekali konon masih menyimpan enzim yang banyak yang dibutuhkan oleh tubuh kita sebagai penyeimbang dalam sistem pencernaan. Boleh percaya boleh enggak :D.

Gimana, gimana, bumbu ayam suwir edisi bumbu Bali nya? Sungkem dulu sama Mbak Endang, salah satu tempat nyontek andalan hihihi. Cobain ya di rumah, lumayan buat variasi daripada goreng-goreng dan soto-sotoan dan semacamnya ;).

Selamat makaaaaaaan <

Bumbu Ayam Suwir pakai Bumbu Bali
Bumbu Ayam Suwir (khas Bumbu Bali)

Cara Membuat Siomay, Bisa Digoreng/Dikukus

Kok bisa-bisanya kepikiran cara membuat siomay goreng ya? Hihihi. Padahal waktu di Jakarta, jaraaaaang banget jajan makanan satu ini. Waktu masih bekerja yang ngantornya tepat di seberang Stasiun Cikini, lumayan sering beli siomay stasiun Cikini yang memang super hits itu :D. Itu juga karena ikut-ikutan temen hehehe.

Resep siomay digoreng
Siomay goreng, foto : Dani Rosyadi

Tidak termasuk makanan favorit. Gara-gara hamil anak ketiga aja nih, macam-macam ngidamnya. Terpaksa lah hunting resep cara membuat siomay 😀

Dari tanya-tanya di FB, dapat petuah dari para masterchef di Jeddah. Dari Neng Niera sama Ibun Dian :D. Terus pernah dapat video cara membuat siomay dari channel youtube Rasamasa juga. Juga ada pencerahan dari blog da mastah, the one and only, Mbak Diah Didi :D.

Nah, mungkin karena kebanyakan resep itulah, pas mau bikin, bingung mau nyontek yang mana hahaha. Kok ya rasanya resep A lebih enak tapi kok pengin nambahin anu-anu kayak di resep B. Kepengin bikin resep B tapi bahan-bahannya banyak amat, ya.

Pokoknya mulai keluar sotoy-nya dah hahahaha.

Akhirnya, saya comot sana comot sini. Dan jadilah resep cara membuat siomay yang ini. Menurut saya, citarasanya lebih cocok disantap dengan cocolan yang asem pedas manis (sambelnya merah) –> bilang aja malas bikin bumbu kacang! Hahaha :p. Di youtube channel Rasamasa, siomaynya juga pakai resep saos merah yang saya maksud. Tapi saya mah, beli saos botolan Thailand saja di Toko Asia. Tinggal tuang –> pemalas to the max! :p.

Nama saosnya, Mae Plo. Rasanya manis-manis asem asin nyaris enggak ada pedasnya. Dicocol pakai sambal ABC yang pedas juga oke saja sih.

Pas Mama di sini, saya bikinin siomay ini, mama bilang, “Ini ya yang namanya dimsum?” Hahahahaha, zzzzz -_-. Kok bisa sih siomay jadi dimsum :D. Mama nih yang doyan makannya pakai sambal ABC botolan.

(Baca juga : Resep Ayam Suwir Bumbu Bali)

Untuk kulit, suka-suka saja, ya. Paling enak pakai wonton lah. Tempo hari saya bikin pakai kulit wonton, jauuuhhh lebih kriuk. Pokoknya mantap. Tapi di foto di postingan ini kebetulan bikinnya pakai sisa kulit lumpia hihihi. Sayang, ya, kalau gak kepake. Jadi dibungkusin ke siomay ajah.

Kulit wonton gak usah ribet. Beli di Toko Asia saja :p. Memang gak punya jiwa Sparta nih di dapur. Kalau para masterchef kan sudah pasti bela-belain membuat sampai ke kulit-kulitnya. Harap maklum, ya. Terjun ke dapur tak lebih hanya karena keadaan yang memaksa *kibasCelemek*.

Resep Cara Membuat Siomay Goreng (Dikukus juga bisa)

Bahan :

  1. Ayam fillet sekitar 300 gr
  2. Daging ikan fillet sekitar 300 gr. Di sini rata-rata memang sudah dalam bentuk fillet sih jadi tinggal beli aja hihihi. Saya sudah coba 3 jenis ikan : Ikan Basa/ Ikan Cod / Ikan Hammock. Enak semuaaaaa ^_^.
  3. Putih telur, dari 2 buah telur ukuran sedang/besar.
  4. Bawang putih, dalam bentuk bubuk. Takarannya sekitar 1 sendok teh. Malas nguleknya kalau yang siung-an :p. Dimasukin ke food processor juga enggak bakal halus :(.
  5. Kaldu ayam bubuk (kalau mau). Biasanya pakai seujung kuku juga sudah enak.
  6. Satu buah bawang bombay, cincang kasar.
  7. Daun bawang, potong tipis-tipis.
  8. Satu buah wortel ukuran sedang/besar. Potong kotak-kotak kecil, atau tipis panjang-panjang juga bisa.
  9. Tepung Tapioka, 4-6 sendok makan. Terserah saja, sih, ya. Enggak pernah ditakar juga kalau bikin hihihi.
  10. Garam + gula secukupnya
  11. Kulit lumpia / kulit wonton secukupnya.
Resep cara membuat siomay goreng Jihan Davincka
Siomay goreng (pakai kulit lumpia), foto :Dani Rosyadi

Cara Membuat :

  1. Gunakan food processor untuk menghaluskan daging ayam dan ikan serta bumbu. Setelah ayam + ikan dimasukkan, tambahkan putih telur + bawang putih bubuk  + kaldu bubuk (kalau mau). Giling sampai halus.
  2. Siapkan sebuah mangkok besar. Masukkan ke dalamnya : bawang bombay cincang + potongan daun bawang + potongan wortel.
  3. Daging ayam + ikan yang sudah halus (di nomor 1) tuangkan ke mangkok besar tadi. Aduk sampai tercampur rata. Ngaduknya jangan lama-lama biar enggak keras, begitu tips dari Mbak Diah Didi :D.
  4. Tambahkan garam + gula secukupnya.
  5. Tambahkan tepung tapioka. Aduk kembali sampai tercampur rata. Again, jangan lama-lama ya. Pokoknya asal sudah terlihat rata saja.
  6. Masukkan ke dalam kulit. Kalau untuk kukus, dibungkus pinggir-pinggirnya saja, atasnya terbuka. Kalau buat yang goreng, saya bungkus sampai tertutup penuh.
  7. Silakan, mau dikukus atau mau digoreng :D.

Penampakan yang digoreng di 2 foto yang sebelumnya (di atas itu tuh). Itu foto-foto siomay yang digoreng pakai kulit lumpia. Tapi sekali lagi, enakan pakai kulit wonton ;). Ini pas bikin pakai wonton enggak pernah kefoto aja hahahaha.

Sedangkan yang versi kukus, ini dia hasilnya :

Resep cara membuat Siomay kukus gampang dan enak
Siomay kukus, foto : Dani Rosyadi

Btw, sekitar 2 minggu kemarin, dikirimin siomay dan bakso sama tetangga kesayangan di Woodville sana *ciyuuuum*. Dadah-dadah ke Bunda Maya (versi Athlone) hihihihi :p. Enaaaakkkk, apalagi juga dikirimin komplit sama bumbu kacang dan kuah + mie + perintilannya buat yang bakso sapi :D.

Katanya, si Maya ngambil resepnya dari cookpad. Bolehlah kapan-kapan nyobain siomay versi cookpad. Enak juga boooo. Ah, saya mah gitu orangnya. Makan apa saja tuh biasanya pasti enak hahahaha.

Ini kok jadi panjang sharing resep doang -_-. Baiklah, sampai jumpa lagi di edisi resep ala-ala berikutnya :p. Semoga resep siomay yang ini bisa menambah khasanah per-siomay-an di tanah air! Wohahahahaha… *minta dilemparin telor*. Dicobain yaaa resep cara membuat siomay nya ^_^.

(Baca juga : Resep Daging Empal Gepuk)

Dan ini channel youtube saya yang isinya vlog resep :D. Monggo dilihat listnya, mana tahu ada resep yang cocok dan bisa dipraktikkan di rumah, yes? 😉

Resep Brownies Pisang

Resep Brownies Pisang Coklat Mudah dan Enak

Lah, ini kenapa FC-er tahu-tahu posting resep brownies pisang coklat?

Sebenarnya 2 minggu terakhir ini saya menghindari tepung terigu dan cemilan manis-manis. Kapooook hihihi. Karena lagi doyan-doyannya masak karena ibu menyusui emang biasanya rakus, saya kebablasan. Hiks :'(. Migrain saya datang lagi.

Ini balik ke Food Combining super ketat. Cemilannya jus sayur booooo hehehe :p. Alhamdulillah ya, tempo sehari dua hari, hasil tobat langsung terlihat. Makanya, kalau pola makan bermasalah jangan cepat-cepat putus asa. Tinggal balik lagi aja dan jadikan pelajaran, cheatingnya jangan kelamaan dan kebablasan hehehe.

Baca : Solusi Hidup Sehat ala Food Combining

Tapi resep ini tetap ditempel di blog saja, deh. Sementara memang saya perketat dulu pola makan. Tapi nanti ya mungkin bakal cheating lagi :D. Cemilan model begini ya bolehlah dikonsumsi sesekali.

Saya penggemar pisang banget. Penggemar coklat juga. The real sweet tooth ^_^. Cemilan tradisional favorit saya ya Sanggara’ Balanda yang tempo hari saya posting. Baca resep Sanggara Balanda di sini. 

Pisang + coklat? Yang terbayang macam-macam. Tapi yang terpikir untuk di-googling adalah brownies :D. Kalau googling resep selalu saya sertakan source yang saya inginkan. Tempat-tempat nyontek resep saya yang terkini itu adalah  blognya Mbak Hesti dan Mbak Diah Didi. Nyarinya tetap dari Google dulu tapi hihi. Brownies Pisang ketemunya di blog Mbak Hesti ^_^.

Eh, ternyata Mbak Hesti pun dapatnya dari blognya Mbak Endang (Just Try and Taste). Bedanya, versi Mbak Hesti, browniesnya dipanggang. Mbak Endang pakai resep brownies yang dikukus. Saya ngikut Mbak Hesti :D.

Tapi modifikasi dikit beberapa bahan. Yang saya tulis di sini ya tentu versi saya hehehe. Untuk versi Mbak Hesti, klik link di atas yang saya kasih tadi. Nanti dari Mbak Hesti juga ada link ke resep aslinya yang dari Mbak Endang ;). Mbulet gini sih hahaha.

Pisang yang digunakan bebas saja. Yang penting matang. Nah, di Dunnes Stores dekat rumah, ada yang namanya “Clearance” area. Tempat favorit Bibi Gober neh hahahaha.

Biasanya di situ ditaruh buah-buah/sayuran/makanan apa pun yang sudah hampir expired. Tapi masih layak konsumsi lho. Ibaratnya, begitu beli sebaiknya harus langsung diolah. Sering banget nemu pisang-pisang super matang di situ. Satu bungkus isinya bisa 6-8 biji, dijual dengan harga 60-80 sen saja ^_^ *tepukTangan*.

Kondisi pisangnya (lihat gambar di bawah) kira-kira yang nomor 7 itu :D.

Resep Brownies Pisang Coklat
Gambar : hubpages.com

Terus, saya tidak menggunakan tepung terigu full. Saya campur dengan tepung beras ketan. Kenapa? Soalnya terigu dah mau abis hahahaha. Dan tepung beras ketan masih banyak. Jadi saya dominan pakai tepung beras ketan. Rasanya tetap enak, sih.

Saya sudah beberapa kali bikin resep ini. Pernah  juga pakai full terigu. Hasilnya mirip kok ;).

Berikut resep brownies coklat pisang (beberapa modifikasi dikit ala saya) hehehe.

Resep Brownies Pisang Coklat

BAHAN 

  1. 150 gr dark cooking chocolate
  2. 125 gr gula pasir (saya gak punya timbangan jadi saya pakai gula sekitar 7 sendok makan)
  3. 3 sendok makan minyak sayur
  4. Vanili cair secukupnya
  5. 4 pisang matang ukuran sedang. Saya haluskan dengan cobekan hahahaha. Sparta sekaleeeee :p.
  6. 2 butir telur kocok lepas
  7. 30 gr tepung terigu (ada sendok takarnya :p)
  8. 70 gr tepung beras ketan (resep aslinya 100 gr terigu, ya).
  9. Setengah sendok teh baking powder
  10. 20 gr coklat bubuk (sekitar 3 sendok makan)
  11. Sejumput garam

CARA MEMBUAT :

  1. Panaskan oven di suhu 175 dercel. Siapkan loyang. Saya pakai loyang besi dialas kertas aluminium :p. Gak punya kertas roti huhuhu.
  2. Siapkan mangkok besar. Masukkan terigu, tepung beras ketan, coklat bubuk, garam,baking powder. Aduk rata. Sisihkan.
  3. Lelehkan coklat. Aduk sampai merata. Ke dalam lelehan coklat campurkan gula pasir, minyak sayur, vanili cair. Aduk sampai larut dan cair.
  4. Pisang yang sudah dihaluskan tadi dituangkan ke mangkok campuran coklat dkk tadi. Aduk rata.
  5. Tambahkan telur kocok ke adonan coklat-pisang tadi. Pesannya Mbak Hesti, pastikan coklat sudah tidak panas saat telur dicampurkan agar telurnya tidak matang :D. Aduk rata lagi.
  6. Masukkan campuran tepung (yang nomor 2 tadi) ke dalam adonan nomor 5. Saran Mbak Hesti dicampurkannya bertahap, ya. Sambil diaduk rata.
  7. Tuang dalam loyang, ratakan. Lalu panggang dalam oven. Kalau di saya, pengalaman setelah beberapa kali bikin, panggangnya cukup 30 menit saja juga sudah oke ^_^. Tergantung kondisi oven apa gimana, ya. Gak paham juga. Maklum kita mah chef jadi-jadian hahahaha.

Hasilnya? Tadaaaaaaa …

Resep Brownies Pisang Coklat
Brownies Pisang, foto : Dani Rosyadi

Ngggg…kok cuma segini? Ya sebagian besar sudah habis dimakan sendiri sama yang buat! Hahaha. Lupa suami lupa anak -_-. Enggak heran dah, gampang kena migrain kalau bandel dikit makannya hihihi.

Sudah agak lama enggak bikin resep ini lagi. Itu juga di atas foto lama. Foto terakhir bikin yang pakai tepung beras itu :D. Masih syok ini habis migrain parah setelah sekian lama enggak kedatangan “sakit” yang satu ini :(.

Btw, saya kan enggak lihai soal gini-ginian. Kira-kira kalau terigu diganti tepung beras full teksturnya bakal kayak apa sih? Pengaruhnya apa? Cobain dong terus ceritain hihihi. Saya malas nyoba-nyoba takut enggak enak hahaha.

Btw, silakan ya yang mau ikutan ber-brownies pisang ria ^_^. Enggak apa kok untuk cemilan sesekali atau untuk anak-anak yang sistem cernanya masih kinclong :p. Hari minggu, cemilan sorenya brownies coklat pisang ini. Tapi senin sampai sabtu, cemilan sorenya jus sayur dong yaaaaaa ;).

Apalagi di negeri sendiri, kita mudah mendapatkan pisang :). Tidak kenal musim dengan harga cukup terjangkau buat semua  kalangan.

Selamat mencoba! ^_^