Makanan di Rumah Makan Putri Sriwijaya Jeddah foto Dani Rosyadi

Perut Terjamin Lahir Batin di Jeddah :D

Again, salah satu tulisan dari buku “Memoar of Jeddah : How Can I not Love Jeddah?” :D.

***

Setelah menuntaskan kontrak kerja di Jeddah, suami saya memutuskan untuk pindah ke Irlandia. Menjelang tiga hari keberangkatan menuju kota Athlone, Irlandia, saya sibuk menjejali isi koper dengan berbagai macam bumbu dan rempah khas tanah air. Sembari heboh dengan acara packing, sesekali terlintas nostalgia untuk Jeddah.

Selama tinggal di Jeddah, 2x saya mudik. Acara beres-beres koper kala liburan usai dan harus kembali ke Jeddah selalu berlangsung santai. Malah beberapa hari sebelum berangkat, saya woro-woro ke teman-teman di Jeddah, “Ada yang mau titip, gak? Koper gue kosong, nih.”

Gambar : sedapsekejap.net
Gambar : sedapsekejap.net

Tinggal di Jeddah, biarpun judulnya ‘luar negeri’, tidak membuat kita jumpalitan membawa segala macam bumbu dan penganan khas tanah air. Di Jeddah…all you can eat, Babe! Oh ya, karena ke mana-mana berabaya, tidak perlu pula pusing-pusing memikirkan baju dan teman-temannya.

Teman saya, sesama pemukim Jeddah, punya pengalaman sama. Dia mudik ke tanah air bersama kakak iparnya. Kebetulan mereka berbarengan membereskan barang bawaan untuk pulang kembali ke tempat masing-masing.

Kalau kakak iparnya sibuk memasukkan segala macam bumbu, sampai bawang goreng pun dibawa hingga berkilo-kilo, teman saya malah bingung, “Duh, bawa makanan apa, ya?”

Teman saya hendak kembali ke Jeddah, kakak iparnya ke Dubai. Padahal Dubai terletak di Uni Emirat, berbatasan langsung dengan negara Arab Saudi. Tapi urusan makanan bagaikan bumi dan langit.

***

Dari sebuah traveling blog, saya jadi punya banyak teman sesama ibu-ibu yang bermukim di luar negeri. Mereka ke luar negeri karena bermacam-macam alasan : mengikuti suami, sekolah atau bekerja di sana. Keluhan mereka rata-rata hampir sama, “Kangen euy masakan Indonesia.”

Di beberapa negara, makanan Indonesia tidak susah ditemukan. Tapi terganjal masalah lain. Kalau harganya tidak mahal, rasanya yang kurang enak.

Teman saya di belahan dunia lain, yang tadinya buta urusan dapur, mendadak jadi jagoan di depan kompor. “Tidak ada pilihan lain, terpaksa jadi jago masak,” begitu rata-rata alasan mereka.

Happy Cooking Mama ^_^ (gambar : destructoid.com)
Happy Cooking Mama ^_^ (gambar : destructoid.com)

Alhamdulillah urusan perut terjamin lahir dan batin di Jeddah. Harganya sangat ‘terjangkau’ dan rasanya juga enak. Makanya, impian saya menjadi ‘masterchef‘ kalau tinggal di luar negeri pupus sudah.

***

Rumah makan ala Indonesia di Jeddah cukup banyak. Apalagi jika berada di distrik Sharafiyah dan Bagdadiyah, 2 distrik yang sarat pemukim asal Indonesia. Levelnya bervariasi. Yang model warteg juga ada, lho. Menyediakan nasi rames komplit dengan rasa yang tak jauh beda dengan tanah air.

Rumah makan level menengah ke atas juga ada. Menunya pun lengkap. Katering rumahan juga menjamur. Inilah salah satu alasan saya cukup percaya diri menjalani proses hamil hingga melahirkan anak ke-2 di kota Jeddah. Biarpun saya tahu baik ibu saya maupun ibu mertua berhalangan untuk datang menemani di masa-masa melahirkan.

Semasa hamil muda dimana saya melilhat dapur saja rasanya sudah muak, kami memutuskan untuk menggunakan jasa katering. Diantarkan langsung ke pintu apartemen, lho.

Makanan di Rumah Makan Putri Sriwijaya Jeddah foto Dani Rosyadi
Hidangan khas Indonesia di Rumah Makan Putri Sriwijaya, Jeddah (foto : Dani Rosyadi)

Senang bertarung di dapur pun tidak perlu khawatir. Bumbu khas tanah air mudah sekali ditemukan di toko-toko Indonesia dengan harga yang masuk akal. Daun-daunan, rempah-rempah hingga tahu tempe selalu tertata rapi di rak-rak toko.

Tak perlu pula susah-susah memboyong bungkus-bungkus instan. Indomie bukan barang langka di Saudi. Indomie bahkan dengan mudah ditemukan di toko-toko lokal Saudi, apalagi di supermarket. Harganya? 1 riyal saja per bungkus ^_^.

Pagi-pagi di saat akhir pekan, para istri pun ingin bersantai di taman atau pantai. Dapur diliburkan dulu. Kalau tak sempat memesan katering, datangi saja toko-toko Indonesia yang terbilang ramai.

Tiap pagi toko-toko ini tak pernah absen menyediakan nasi rames kotakan khas tanah air. Isinya nasi, sejumput sayu dan lauk pauk (seperti telur, daging atau tahu-tempe plus sambel). Untuk membawa sekotak nasi rames, harga yang harus dibayar rata-rata 3-5 riyal! (1 riyal sekitar 2500 rupiah). Amboi, murahnya.

***

Salah satu makanan siap saji yang menjadi trademark kota Jeddah adalah Al Baik. Biarpun hanya berupa ayam goreng tepung, tapi Al Baik ini sangat tersohor di kota Jeddah. Sebelum saya menginjakkan kaki di kota Jeddah, suami saya sudah sering banget mengelu-elukan si ayam goreng yang satu ini. Padahal biasanya suami kurang suka dengan segala menu yang berupa ayam.

Baru 2 hari menghirup udara Jeddah, di suatu malam, diajaklah saya ke Serafi Mal, khusus buat icip-icip si Al Baik ini. Saat di foodcourt, melihat antriannya yang panjang, saya cukup optimis membayangkan kelezatan Al Baik ini. Tapi setelah mencoba sendiri, saya tidak merasa ada yang istimewa.,Mungkin selera saya yang kurang umum.

Al Baik ini sendiri adalah sejenis fastfood seperti KFC / McDonalds. Tidak semua kota di Saudi menyajikan si Al Baik ini. Hanya ada di Makah, Jeddah, Madinah, Yanbu dan Taif. Di kota Jeddah ini, saking tenarnya, cabangnya ada sekitar 20. Tersebar di berbagai mal dan gerai yang berdiri sendiri.

Menu udang di Al Baik Mekkah
Menu udang, di Al Baik gambar : www.albaik.com

Menunya terdiri dari : ayam, udang dan ikan.  Ketiganya disajikan dalam bentuk hidangan goreng tepung dan nugget. Menu yang lebih ringan juga ada, misalnya : jagung-jagungan dan es krim.

Apanya yang khas? Rasa memang sedikit berda dibanding ayam goreng tepung lainnya. Lebih kaya bumbu dengan aroma rempah-rempah yang unik. Selain dinikmati dengan saos tomat, hidangan utama Al Baik juga bisa disajikan bersama saos bawang putih (garlic sauce) yang rasanya juara banget.

Harga-harga menu di Al Baik lebiih murah dibandingkan dengan menu yang sama dari fastfood lain yang sejenis. Mungkin selain rasanya yang khas, karena harganya ini yang membuat orang-orang lebih memilih Al Baik.

Porsi makanan di Saudi secara umum sangat mengenyangkan. Misalnya paket menu ayam goreng yang regular isinya : 4 potong ayam, sekantong kentang goreng, 1 buah roti dan sekaleng minuman bersoda. Kalau untuk saya pribadi, ukuran seporsi tadi terlalu banyak untuk jatah makan satu orang. Seringnya kami membeli 1 paket lalu dibawa pulang ke rumah dan dinikmati bersama-sama dengan anak-anak.

Alasan lain kenapa saya lebih suka makan di rumah adalah di gerai Al Baik tidak menyediakan nasi. Maklumlah lidah kampong saya ini, makannya mesti pakai nasi.

***

Mumpung tinggal luar negeri, tak ada salahnya mencicipi masakan internasional. Tapi, konon di banyak tempat di luar tanah air agak sulit menemukan makanan yang halal. Bahkan di negara-negara yang mayoritas muslim. Nah, ini kelebihan lain negara Saudi. Pemerintah menjamin kehalalan semua restoran yang dibuka untuk umum. Saudi menerapkan aturan ini, entahlah dengan negara TimTeng lainnya.

Jadi, jangan takut wisata kuliner di restoran publik mana pun. Saya sekeluarga kebetulan tidak terlalu suka makan di luar rumah. Tapi kami juga punya restoran favorit, namanya Pattaya. Restoran yang menyajikan masakan Thailand yang segar dengan harga cukup murah. Sebagian teman saya lebih menyukai restoran lain yang menyediakan menu sejenis. Restoran Asia namanya. Restoran Asia ini yang lebih umum dikenal oleh para jemaah umrah atau haji asal tanah air.

Di ruas jalan Andalus banyak berjajar restoran-restoran papan atas kelas dunia. Dijamin halal. Saya selama ini seringnya menumpang lewat saja. Selama 30 bulan tinggal di Jeddah, tidak pernah terbersit keinginan coba-coba jajan di sana. Suami sih sering ribut ngajakin makan ke sana. Apa hendak dikata, lidah istrinya ini lidah kampung. Hahaha.

Masakan khas Arab juga patut dicoba. Hidangan Timur Tengah dan sekitarnya tak sulit ditemukan. Mulai dari aneka kebab daging segar khas Turki, masakan ayam bakar ala Pakistan-Afganistan, nasi kari ala India atau berbagai menu lebanon.

Gambar : islesgillian.com
Gambar : islesgillian.com

Masakan ala oriental juga bertaburan. Misalnya hidangan khas Cina, Jepang, Thailand maupun Filipina.

Jangan ragu-ragu, dijamin kehalalannya oleh pemerintah setempat. Tidak perlu capek-capek cek label halal :P. Meskipun beberapa teman saya ada yang tetap ‘berkeras dan menganggap pemerintah Saudi ‘tidak terlalu disiplin’ dan label halal mudah dipermainkan. Di masa kini, apa sih yang tidak bisa dibeli? Jangankan label halal, harga diri pun mudah tergadai dimana-mana.

Untuk urusan kehalalan makanan di Saudi prinsip saya, sih, hidup jangan dibuat susah. Kita ikhtiar semampunya. Pemerintah berani menjamin berarti tanggung jawab pun siap mereka tanggung. Mari menikmati

***

Di Jeddah, urusan perut memang terbilang memuaskan untuk para perantau dari tanah air. Biaya hidup secara umum yang tergolong murah membuat saya sempat enggan untuk pindah. Kesempatan emas untuk mengkatrol angka tabungan seoptimal mungkin hehehehe.

Materi memang penting. Tapi tentunya kita semua sepakat, PENGALAMAN adalah hal yang tidak mungkin terbeli oleh uang. Tiap tempat pasti punya keistimewaannya masing-masing :).

Travel! You will find a replacement for what you leave behind,

And strive! Because the joy of living is in striving.

– Imam al-Shafi’i-

foto traveling

Masakan Sulawesi : Resep Kue Sanggara Balanda

Ini salah satu kuliner khas atau masakan Sulawesi –> Sanggara Balanda (bahasa Bugis) artinya Pisang Goreng Belanda :D. Kok bisa kayak gitu ya namanya? Hihihi.

Konon, menurut mama saya nih ya, pisang goreng ini kan menggunakan mentega dan keju. Di masa lalu, kedua jenis makanan ini identik dengan makanan orang Belanda. Zaman dulu pan, banyak lho orang Belanda di berbagai wilayah Indonesia. Katanya sih  mereka yang memperkenalkan keju, mentega dkk ini ke orang pribumi di Indonesia.

Jadi, resep ini sudah resep turun temurun untuk orang Bugis. Bukan resep bikinan orang Belanda! :p.

Btw untuk yang Food Combiner, ini hanya untuk “menu cheating” saja yaaaa :D. Buat cemilan sore-sore. Sanggara Balanda sendiri tidak diperjualbelikan secara umum seperti umumnya penganan khas Bugis yang lain. Kue basah model begini mungkin tidak tahan lama, ya. Begitu dibikin harus langsung disantap ^_^.

Baca Juga : Resep Sambal Goreng Daging Sapi Khas Makassar

Cara bikin dan bahan-bahannya? Gampang lah pokoknya. Makanya, yang agak-agak kuper di dapur kayak saya semangat bikinnya :D. Ya cemilan favorit juga sih ya makanya dibela-belain sharing resepnya ;).

Masakan Sulawesi : Resep Kue Sanggara Balanda

Bahan-bahan :

  1. Pisang raja atau pisang tanduk yang sudah  masak betul (saya menggunakan pisang tanduk sekitar 4 buah). Jangan yang mengkal.
  2. Satu butir telur kocok lepas.
  3. Dua genggam kacang tanah kulit, digoreng, lalu dikuliti sampai bersih. Lalu dicincang kecil-kecil. Kalau ajaran dari mama saya nih, digiling saja pakai rolling pin, yang biasanya dipakai menggilas adonan itu. Atau bisa pakai botol (kaca) bekas yang model panjang.
  4. 3 sendok makan mentega
  5. Keju diserut, jumlahnya terserah saja sih ya :D. Saya pakainya tidak banyak karena tidak terlalu suka keju.
  6. Gula pasir sekitar 6-8 sendok makan

Cara Membuat :

Resep kue Sanggara Belanda masakan sulawesi
Foto : Dani Rosyadi
  1. Ini untuk isiannya dulu. Campurkan kacang goreng cincang + mentega + keju + gula pasir dalam satu wadah / mangkok. Aduk sampai merata. Sisihkan.
  2. Pisang yang sudah dipotong digosok-gosok permukaannya dengan kulit pisang bagian dalam biar permukaannya licin dan halus. Setelah itu pisang dipotong 2. Dipotong ya bukan dibelah hehehe. Pisang yang saya gunakan ukurannya besar-besar, jadi saya bagi 4, total dapat 16 potong.
  3. Pisang digoreng sampai kecoklatan.  Angkat dan tiriskan.
  4. Satu persatu pisang dicelupkan ke dalam kocokan telur dan digoreng kembali. Asal kena minyak. Jangan lama-lama.
  5. Tiap potongan pisang dibelah tengahnya (memanjang). Jangan sampai pisangnya terbelah. Belah setengah saja asal bisa diisi. Dalam kondisi panas-panas, masukkan bahan isian ke tengahnya.

Kue Sanggara’ Balanda umumnya dijadikan salah satu sajian dalam acara-acara adat Bugis-Makassar. Acara pernikahan termasuk diantaranya.  Biasanya kan ada jajaran bosara’ ditaruh bersusun-susun untuk hidangan para tamu. Bosara’ ini isinya 12 jenis kue. Sanggara’ Balanda termasuk diantaranya ^_^.

Waktu akad nikah saya dulu juga menggunakan adat Bugis. Cuma numpang sih di rumah saudara dan agak ribet jadi enggak sempat ngumpulin dokumentasi. Boro-boro dah mau foto-foto bosara’ dkk, dramanya panjaaaaaang hahahaha.

Ini nih yang namanya bosara’ :D. Pernah lihat? 😉

masakan sulawesi
Deretan Bosara’ di acara adat Bugis-Makassar (gambar : id.pricetag.org)

Kapan-kapan saya share lagi resep kuliner khas Bugis-Makassar. Kalau enggak malas hahaha. Enggak doyan masak, sih. Itu juga kalau kebetulan masak, penampakan suka ngaco jadi malas foto-in nya :p.

Dipraktekin resepnya ya Kakaaaaaaa ^_^.

Oiya ada juga loh penganan tradisional dari pisang yang tidak kalah enaknya. Kali ini dari pisang kepok : “Sarikaya Pisang Kepok”, ini nih sudah ada vlog cara membuatnya ^_^

Baca Juga : Cara Membuat Siomay bisa dikukus/digoreng

Nah ini juga masih berhubungan dengan Sulawesi Selatan. Baju bodo modern khas sana, barangkali bisa diintip juga vlognya. Saya bersama saudara-saudara lain menjadi muse buat baju bodo modern rancangan salah satu kakak saya yang punya label busana “Dada Gaya”.

Updated : sekarang saya lagi rajin nih bikin vlog resep, ini playlist dari resep-resep Dapur Davincka yang sudah sempat direkam-rekam iseng hehehehe. Hope they help, yak ;). Sudah ada beberapa resep nih :D.

Jangan lupa juga subscribe di youtube channel saya ya di sini ;).

***

Menu udang di Al Baik Mekkah

Memori Ayam Goreng Tepung Al Baik Makkah

Ingat tanah suci, ingat Ka’bah, juga ingat … ayam goreng tepung Al Baik Makkah! :D. Padahal dijualnya bukan di Kota Makkah saja kok :D.

al baik

Al Baik, si ayam goreng tepung, tenar abis di Kota Jeddah. Sebelum saya menginjakkan kaki di kota Jeddah, suami saya sudah sering banget mengelu-elukan si ayam goreng tepung yang satu ini. Padahal biasanya suami kurang suka dengan segala menu-menu an yang berupa ayam. Ini pasti ada apa-apanya nihhhh *memicingkanMata*.

Jadilah baru 2 hari menghirup udara Jeddah, di suatu malam, diajaklah saya ke Serafi Mall, khusus buat icip-icip si Al Baik ini. Pas di food court, melihat antriannya yang panjang, saya cukup optimis saya bakal suka ama Al Baik ini. Tapi setelah nyobain …eng ing eng…. enggak ngerti enaknya dimana, mungkin selera saya yang kurang pasaran :D.

Sumpah boooo, masih lebih enak KFC :p.

Al Baik ini sendiri adalah sejenis fast food seperti KFC / McDonalds itulah. Tidak semua kota di Saudi menyajikan si AL Baik ini. Hanya ada di Makah, Jeddah, Madinah, Yanbu, dan Thaif. Di kota Jeddah ini, saking tenarnya, cabangnya ada sekitar 20 an. Tersebar di berbagai mal dan gerai yang stand alone.

Di Saudi wilayah lain tidak ada. Di ibukota Saudi, Riyadh, juga tidak ada. Pernah ada selentingan kabar, Al Baik dilarang buka cabang di luar pesisir barat Saudi. Katanya sih, ada keluarga kerajaan yang hendak membeli kepemilikan Al Baik tapi ditolak. Jadinya Al Baik hanya boleh jualan di Jeddah dan sekitarnya. Gosip nih yeeeee hihihi.

Al Baik Makkah ayam goreng tepung arab
Salah satu gerai Al Baik di Mekkah, gambar : kabarMakkah.com

Soalnya curiga kan, tenar begitu kok tidak buka cabang di kota-kota lain seperti Dhammam, Riyadh, Al Khobar dan sebagainya?

Menunya seputar ayam, udang, dan ikan.  Ya ayam goreng tepung, ikan goreng tepung, dan udang goreng tepung, plus nugget masing-masing. Menu sampingan juga ada misalnya : jagung-jagungan dan es krim.

Menu ayam, gambar : www.albaik.com al baik makkah
Menu ayam, gambar : www.albaik.com

Apanya yang khas? Rasa memang sedikit beda dibanding sesamanya. Selain saos tomat, makannya juga bisa dicocolin ke saos bawang putih (garlic sauce) yang emang enak.

Saya sendiri memang kurang suka ayam goreng tepung nya, instead, suka banget ama nuggetnya. Udang sih diapain aja pasti enak yah, harganya yg gak pernah enak hahahahaha… Tapi overall, harganya dibawah rata-rata untuk segala jenis menu dibanding fast food lain yang sejenis. Terkuaklah misteri kenapa sang suami doyan banget dengan si AL Baik ini hahahahahaha…. Apa karena ini juga orang-orang pada suka sama AL Baik? Hampir semua temen saya terkesan dengan ayam goreng satu ini.

Menu udang di Al Baik Makkah
Menu udang, gambar : www.albaik.com

FYI, porsi di Saudi ini cukup mengenyangkan.  Jadi misalnya paket menu ayam goreng itu disini yang reguler isinya : 4 potong ayam, kentang goreng, 1 roti, 1 soft drink.Makanya sisi positif nya bisa beli 1 paket aja trus dibawa pulang ke rumah buat dimakan rame-rame. Irit :P.

Seriusan, cukup banget lho itu. Makanya karena ini juga pada doyan makan di Al Baik kali, ya. Porsi jumbo *elusElusPerut*.

Kalau naik haji, Al Baik Makkah juga buka gerai dekat tenda jamaah. Antriannya gila, deh.  Begitu pula kalau bulan Ramadan jelang buka puasa. Ampuuuuuun, bisa kering nunggu suami lagi ngantri. Padahal nunggunya sambil duduk manis dalam mobil hahaha.

Alasan lain kenapa saya lebih suka makan di rumah, karena kalo makan di  mal atau di gerai nya, tidak disediakan nasi! lidah masih asli kampung, makan mesti pake nasi :D.

Walau tidak begitu suka, kalau suami beli, ya ikut makan juga ^_^, Sekarang juga  masih terkenang-kenang walau tidak segitu kepenginnya makan lagi. Atas nama  nostalgia sajalah. Apalagi pas naik haji kemaren, di tenda Mina pas pulang wukuf lagi capek-capek dan laparnya itu, hidangannya ternyata … Al Baik! Yang versi nuggetnya pula, paling favorit buat saya. Hajar, bleh! Hahaha.

Menu nugget di Al Baik Makkah
Menu nugget, gambar : www.albaik.com

 

Kalau mudik dari Jeddah, teman saya banyak yang memborong paket ayam goreng tepung Al Baik Makkah dan dipaketin khusus buat naik dibawa terbang. Iya lho, sudah umum Al Baik ini dijadikan oleh-oleh buat sanak saudara/teman/kerabat di tanah air. Para jemaah dari tanah air kalau sudah ke tanah suci, biasanya juga terhipnotis oleh si ayam goreng satu ini ;).

Gimana, kalian yang sudah pernah ke Mekkah-Madinah, sudah pernah ngerasain ayam goreng Al Baik Makkah nan hits ini belum? Suka ndak? :D.

Anyway rasa masakan lokal dari Menu Ayam khas nusantara yang kaya rempah juga banyak. Salah satunya Ayam Bakar Padang yang ini. Ceki-ceki video detail pembuatan Ayam Bakar Padang secara live nih di vlog resep ini :

 

[Resep Food Combining] Martabak Mini Isi Jagung

Eh, kok dijadiin resep Food Combining? Isi jagung pula? Bukannya martabak pasti ada telurnya, ya? Kan enggak boleh menggabungkan protein hewani dan karbohidrat?

Hehehe. Kritikannya benar sekali. Tapi, setelah beberapa kali bikin dan mencermati komposisi si telur ayam dalam adonan isinya, resep ini masih bisa ‘dimaafkan’, kok. Pembenaran bagi penggemar martabak! Hahaha.

Etapi serius ini. Di resep martabak yang biasanya saya bikin ini, telurnya cuma sekitar 3 butir dan menghasilkan sekitar 16 potong martabak mini. Jadi kira-kira, satu potongnya mengandung 3/16 butir telur, kurang dari 1/5 kan? Masih aman lah ;). Komposisinya dianggap sedikit.

Sebenarnya, resep ini nyontek dari resep Martabak Tahu-nya Mbak Astri Nugraha. Tinggal ganti tahu dengan jagung manis saja ;). Lebih enak pakai tahu sih, cuma karena di sini jagung kalengan murah bener, sesekali saya suka mencoba resep ini :D. Enggak jauh-jauh dari urusan duit *elusElusDompet* :P.

Bahan :

(Kulitnya pakai  kulit lumpia, ya. Anti repot deh pokoknya, hihihi *ngikikPemalas).

Butuhnya sekitar 15-18 lembar.

Untuk isinya :

1 jagung kalengan, 3 butir telur, 3 bawang putih + 1 bawang bombay besar rajang halus,

daun bawang iris-iris, daun seledri iris-iris, garam, merica, gula, ketumbar bubuk,

minyak goreng untuk menggoreng tentunya 😉

 Caranya :

1.  Campur jagung dan semua bumbu. Aduk sampai rata. Kalau saya, telurnya dikocok terpisah.

2. Bentangkan kulit lumpia, isikan adonan jagung + telur secukupnya.

3. Lipat dan masukkan ke dalam minyak panas.

4. Goreng sampai matang. Begitu terus sampai adonan dan telurnya habis.

Gampil, kaaaannnn? ;). Lumayan untuk alternatif kalau bosan dengan martabak tahu. Oh ya, diganti dengan kentang juga enak, lho :D. Tapi, memang yang paling asoy itu martabak isi daging cincang la yaowww hahaha.

Tenang, boleh saja sesekali makan martabak abang-abang yang cihuy itu ;). Ingat, ya. Sekali-sekali! Bukan sekali sehari! 😛

Resep food Combining Martabak Jagung

Nah, tinggal disantap dengan nasi putih + saos (kalau saya sih tetap pakai sambal tomat-terasi, untuk fotonya saja sok-sok pakai saos hahaha) + segambreng sayur-sayuran segar ;).

Enak? Insya Allah ^_^ … (menjadi semacam tausiyah begini, sih, endingnya? hehehe).

Selamat mencoba resep food combining yang ini :).

Untuk menu yang berbahan kentang lihat di sini, sekali-sekali enggak makan nasi boleh :D.

Updated : saya sudah membuat video mengenai proses pembuatan Resep Martabak Mini Isi Jagung Manis ini lho hehehe. Silakan dilihat. Semoga bermanfaat ya ^^:

***

Cara Membuat Semur Tahu Kacang Merah

Food Combining? Apaan, tuh? Teori dasar tentang Food Combining cek di sini dulu :). Pengantarnya mungkin sedikit gengges di sana tapi ya sudahlah yaaaa hihihihi :D. Nama pun Ratu Drama disindang :P. Sekarang kita bahas cara membuat semur tahu kacang merahnya, deh.

Nah, kalau sudah dari link di atas pasti familiar dengan istilah “Kombinasi Makanan Serasi.” Inilah salah satu ciri khas pola makan ala “Food Combining” . Dengan memperhatikan sistem pencernaan dan enzim-enzim yang membantu prosesnya, FC meyakini bahwa sebaiknya karbohidrat dan protein hewani tidak disantap di waktu yang bersamaan.

Kalau pun belum sanggup seideal itu, minimal jumlahnya JANGAN sama atau hampir sama banyaknya. Misalnya, mulailah dengan sepiring nasi dan sayuran melimpah plus SETENGAH POTONG ayam goreng. Ingat, setengah saja, jangan malah ditambah menjadi 3 potong! hihihihi *ngikikRakus*. Sambelnya saja yang ditambah :P.

Kondisi ideal Food Ccombining, menu karbo ya menu karbo dan menu protein hewani dipisah dari karbohidrat. Dan kedua jenis menu tentu tetap harus berpasangan dengan sayur-sayuran yang sebisa mungkin segar. Kalau pun masih makan yang tumis-tumis dan rebus-rebus ya masih terbilang dimaafkan ;). Kayak judul lagu, “Pelan-pelan sajaaaa…”

Protein nabati bagaimana? Kalau yang ini boleh dijodohkan dengan karbo maupun protein hewani. Jadi, kalau orang Indonesia mah enggak usah heboh, ya. Tinggal ganti ayam goreng dkk dengan menu-menu dari tahu atau pun tempe ;). Alternatif protein nabati lainnya adalah…jamur :). Tetap sedap dong, ya ;). Resep food combining kali ini akan  membahas tahu-tempe :D.

Tahu-tempe enggak ada matinya. Mau digoreng enak, dikukus nyam-nyam, ditumis boleh, dibalado hayuk, apalagi disemur ^_^. Ini dia cara membuat semur tahu yang ternyata enggak susah sama sekali ;).  Resepnya saya lihat dari sini, dari situs Kecap Bango :D.

Karena bahan-bahan di Athlone ini cukup terbatas, jadi cara membuat  semur tahu ini saya sesuaikan saja. Rasanya tetap enak walau tanpa daun salam dan bunga kecombrang (ini apaan sih ngomong-ngomong? Hihihi).

Nah, ini si Semur Tahu Kacang Merah versi Mama Jihan yang kemampuan memasaknya memang sangat tergantung pada Google hahahaha … *Google Masterchef :P* :

Cara membuat semur tahu
Semur Tahu Kacang Merah

Terus ya, biar si kecil mau makan, cabe hijaunya saya pisahkan. Tidak saya tumis bareng. Soalnya anak saya yang nomor 2 ini enggak tahan dengan yang pedas-pedas. Kalau abangnya mah sudah jagoan dia hahaha :D.

Kalau menu dengan rasa cukup ‘tajam’ seperti ini usahakan untuk disantap dengan sayuran segar :). Saya biasanya dengan potongan tomat dan timun segar :D.

Ingat, ayam – telur – bebek – daging sapi / kambing – dan aneka protein hewani lainnya sebisa mungkin diumpetin dulu hihihi. Enak koook si semur ini tanpa kehadiran mereka.

Cukup disantap bersama sepiring nasi plus sambal dan potongan sayur segar tadi. Tempo hari karena ada seledri, saya tambahin deh potongan seledri segar. Nyam-nyam-nyam :D.

Eh tapi, si semur yang ini juga cocok dijadikan menu protein hewani. Nasinya digeser diganti dengan telur rebus juga boleh. Kan enak juga, tuh :D.

Untuk menghindari mulut yang enggak bisa setop saat ngunyah yang anget-anget pedas manis plus sambel ini hihihi *tunjukDiriSendiri*, mengunyahnya harus pelan-pelan dan lama ;). Yap, dengan mengunyah seperti ini selain akan cepat terasa kenyang, juga akan memudahkan tugas si sistem cerna kita :). Mari dicoba ya resep food combining yang ini :D.

Selamat makaaaannn ^_^.

Jangan lupa intip resep food combining lainnya intip juga :D.

Cara membuat semur tahu kacang merah
Pasangan si semur –> Nasi + sambal + potongan sayur segar 😀