Makin macam macam media sosial yang hits sekarang ini. Sekitar hampir 3 bulan lalu, saya delete akun di Path :D. Jadi, bukannya remove-remove friend list, tapi akunnya sudah benar-benar saya DELETE, ya, teman-teman. Sungkem dulu satu-satu :p. Sempat ada yang merasa di-REMOVE. Cep, cep, cep, jangan sensi ah ;).

Merasa kurang “cocok” dengan “atmosfir” ala Path jadi saya DELETE sekalian hehehe. Takutnya kalau dibiarkan nanti seperti akun-akun non aktif yang dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya di FB dan Twitter, dikerjain orang :(.
Sekali lagi, bukan remove-remove friend lho yaaaaa ;).
Untuk media sosial, saya masih fokus di 3 akun saja. Blog saya di jihandavincka.com ini, twitter saya @davincka, dan akun FB. Akun saya semuanya PUBLIC. Tidak perlu di follow-follow lah, bisa dibaca sepuas hati hehehe.
Di FB pun sebenarnya 90% postingan sifatnya PUBLIC, jadi enggak perlu jadi FRIEND juga kalian seharusnya bebas mengakses isi wall saya :D. Paling aktif itu memang di FB. Enggak kekinian banget ya eike. Orang-orang sudah move on ke Path/Instagram, dimari masih fesbukan ajeeee :p. Punya fanpage di Facebook segala lhoooo, ditunggu like-nya :p.
Saya kesulitan eksis di media sosial yang hanya bisa diakses via smartphone dan semacamnya :p. Maklum ya emak-emak jadul, maenannya laptop, Cyin :D. Selain itu, anu … ponsel saya itu masih pakai yang 3 inchi gitu dengan fasilitas yang cukup memprihatinkan di era digital modern nan canggih ini.
Saya kan anak rumahan jadi sering banget kelihatan online. Kalau lagi ke luar rumah misalnya weekend jalan-jalan atau liburan ke luar kota, saya enggak maenan gadget ;). Internetnya emang ngandelin yang di rumah doang. Di luar rumah ya no internet kecuali suami nyalain SYGIC di ponselnya. buat nyari lokasi tujuan hehehe.
Keluarga Gober gitu lho *gembokDompet*.
Saya masih mending pernah beli-beli ponsel. Suami 100% ngandelin ponsel pemberian kantornya. Bekerja di dunia telco, memang dapat jatah ponsel dari kantor. Tapi ya bukan yang canggih-canggih amat. Kalau teman-temannya tetap mempersenjatai diri dengan gadget selevel iPhone, iPad dan i-i lainnya, suami mah enggak pernah terpengaruh.
Dia memang gitu. Enggak pernah tergila-gila gadget dan semacamnya :D. Doyan fotografi pun, duh, kameranya masih level cupu-cupu gitu :p. Dia lebih senang memaksimalkan fungsi perangkat lunak dan memperdalam ilmu editingnya. Murah meriah ya Bang hahahahaha.
Jadilah kami berdua memang laptop mania urusan media sosial :D.
Di mobil kalau ke luar rumah ya kami mengobrol ngalor ngidul saja berdua. Kebetulan sama-sama bawel sih, ya :p. Macam-macam yang kami obrolin. Dari soal politik, ekonomi, gosip artis, masing-masing curhat kerjaan sampai main tebak-tebakan sama anak-anak dalam mobil.
Pusing kepala saya kalau buka-buka ponsel kalau lagi berkendara, Euy. Kalau jalan-jalan juga gitu. Kalau di luar kota yang full tamasya outdoor, ya bebas merdeka dari internet. Paling kita berdua ngecek-ngecek email pas nyampe hotel.
Tapi, beberapa bulan lalu kami membeli tablet. Yang harganya dirasa cukup miring. Maksudnya biar dipakai nonton tivi di rumah. Suami mau udahan langganan tivi, ada paket lain yang lebih murah, nonton via internet gitu :D. Jadinya sekarang sama anak-anak malah tabletnya dipakai main game -_-. Jadi pada kecanduan, deh, huhuhu.
Saya juga enggak doyan selfie. Aish, punya suami yang doyan motret ngapain nyiksa diri selfie-selfie an hihihihihi. Lagian kalau selfie anglenya suka kurang pas aja gitu #eaaaaaa. Kalau jalan-jalan, ya dipotret pakai kamera “beneran” :D.

Kita juga fokusnya kalau ke luar kota ya motret pemandangan biar bisa dijadiin duit karena saya pun hobi menulis tulisan jalan-jalan, dikirim ke media cetak, dapat uang jajan deh :p. Dimasukin ke blog juga biasanya.
Motret makanan? Aduh Cyin, sama-sama bukan tukang jajan :D. Apa yang mau dipamerkan? Ke mana-mana juga seringnya bawa bekel dari rumah :D. Motret masakan sendiri? Rupa-rupanya enggak keruan gitu hahaha. Kecuali foto masakan sendiri buat dipajang di blog resep ya :D.
Pokoknya tanpa laptop, no internet buat saya ^_^. Kecuali hal-hal penting yang memang perlu internet (bukan media sosial pastinya! :p). Enggak mungkin kan nenteng laptop yang ukurannya masih 14 inch ini ke mana-mana hahaha.
Saya butuh macam macam media sosial untuk menulis sih sebenarnya :D. Untuk menyebarkan tulisan-tulisan saya. Yang saya harapkan isnya yang baik-baik dan mudah-mudahan bermanfaat. Sesekali nyolot #eaaaaaa :v :v :v. Ya nyari-nyari amal banyak caranya toh ya ;).
Makanya, tersiksa kalau harus online dari gadget. Saya kalau mengetik harus 10 jari biar bisa cepat karena kan yang mau dikerjain juga banyak. Sok sibuk bener dah hahaha. Dari kuliah saya sudah rajin belajar mengetik 10 jari biar bisa berkiprah di atas keyboard dengan kecepatan cahaya #eaaaaa :p atau siap-siap jadi sekretaris mana tahu kesempatan kerja burem? :p.
Aslinya saya juga cerewet di dunia nyata. Banyak yang bilang kalau senang menulis bisanya secara personal malah pendiam. Aduh, mungkin saya anomali-nya deh hahaha. Mungkin karena suka ngomong dan kalau ngomong memang cepat, mengetik juga begitu.
Jadi ya sementara, memang butuh media sosial yang membuat saya leluasa mengetik panjang kali lebar. Twitter kan enggak. Dulu punya akun Twitter buat ikut lomba-lomba blog hihihihi. Seringnya, ada syarat harus punya akun Twitter dan ngetweet ini itu untuk syarat lomba dan semacamnya. Twitter saya juga sepi kok :p.

Bingung mau ngapain di Twitter? Ya saya pakai untuk share-share link di blog hahaha. Mentok, tok, tok.
Gak heran ya, sebentar saja di Path, saya sudah bosan sendiri. Apaan itu sekrol-sekrol atas bawah isinya FOTOOOOOO semua :v :v :v. Sempat saya ikut-ikutan upload foto-foto liburan plus foto-foto diri sendiri + anak-anak memenuhi permintaan beberapa teman lama (di Path banyakan teman sekolah di Makassar dulu hehe) yang bertanya, “Di mana mako sekarang Jihan? Kayak apa mi mukamu sekarang? Berapami anakmu? Kayak apa mukanya anak-anakmu?”
Kalau posting foto di FB, bisa diberi ‘keterangan’ panjang agar supaya foto-fotonya seperti terbingkai satu paket dengan ceritanya. Tidak hanya ngeliatin foto, ya mana tahu ada pesan moral apaan kek gitu :p. Sudah belagu sok bijak pula ck ck ck :D.
Kayak waktu ke London, pantang dong, posting foto doang tapi minim kisah ^_^. Terciptalah 3 tulisan : “Both Side of The Story”, “London Bridge is (not) Falling Down” dan “Hate The Sin Love The Sinner”. Lumayan buat nyeritain sejarah kotanya dan pelajaran yang bisa dipetik selain biaya hidup di London yang bikin keki hahaha.
Itu juga peer London-nya masih banyak banget. Terus terang, blusukan di news feed FB itu yang paling menyita waktu, euy, :(. Suka keasyikan, tahu-tahu peer terbengkalai dan malah sibuk nyinyir-nyinyiran di komentar di wall orang pula! Nyahahahaha. Kurangi woiiiii, kurangi !!! *pentungTiga*
Di FB enaknya gitu sih ya. Bisa bikin status panjang-panjang :D. Lebih leluasa juga untuk berantem *ups* :p. Bacaan juga lebih komprehensif. Terus terang sampai sekarang saya mati gaya kalau harus menulis pendek-pendek. Apalagi cuma 140 karakter macam di Twitter :D. Status di FB aja kadang bisa lebih dari 2 ribu kata! Nah, tulisan-tulisan di FB itu yang saya kumpulkan dan saya masukin ke blog ini :D.
Kalau instagram ya belum juga. Mungkin kalau suatu hari Path dan Instagram bisa diakses via laptop, saya pun pasti berkeliaran di sana hahaha.
Udah sih mau cerita gitu-gitu doang. Dan ini pun ternyata sudah lebih dari 1000 kata huhuhu :p.

Macam macam media sosial ya makna pergaulannya bisa macam-macam, ya. Inginnya sih eksis di dunia nyata plus dunia maya. Apa daya kadang, sudahlah tidak tenar di dunia nyata, di dunia maya pun juga keok hahaha.
Tergantung niatnya untuk apa sih, ya ^_^. Btw, kalian aktif di dunia maya tidak? Paling senang bergaul via media sosial yang mana? Kalau aktif, kira-kira apa yang ingin dicari? Sudah tercapai ndak kira-kira? ;).
***









