Macam macam Media Sosial dan Pergaulan di Masing Masing Medsos :D

Makin macam macam media sosial yang hits sekarang ini. Sekitar hampir 3 bulan lalu, saya delete akun di Path :D. Jadi, bukannya remove-remove friend list, tapi akunnya sudah benar-benar saya DELETE, ya, teman-teman. Sungkem dulu satu-satu :p. Sempat ada yang merasa di-REMOVE. Cep, cep, cep, jangan sensi ah ;).

logo path

Merasa kurang “cocok” dengan “atmosfir” ala Path jadi saya DELETE sekalian hehehe. Takutnya kalau dibiarkan nanti seperti akun-akun non aktif yang dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya di FB dan Twitter, dikerjain orang :(.

Sekali lagi, bukan remove-remove friend lho yaaaaa ;).

Untuk media sosial, saya masih fokus di 3 akun saja. Blog saya di jihandavincka.com ini, twitter saya @davincka, dan akun FB. Akun saya semuanya PUBLIC. Tidak perlu di follow-follow lah, bisa dibaca sepuas hati hehehe.

Di FB pun sebenarnya 90% postingan sifatnya PUBLIC, jadi enggak perlu jadi FRIEND juga kalian seharusnya bebas mengakses isi wall saya :D. Paling aktif itu memang di FB. Enggak kekinian banget ya eike. Orang-orang sudah move on ke Path/Instagram, dimari masih fesbukan ajeeee :p. Punya fanpage di Facebook segala lhoooo, ditunggu like-nya :p.

Saya kesulitan eksis di media sosial yang hanya bisa diakses via smartphone dan semacamnya :p. Maklum ya emak-emak jadul, maenannya laptop, Cyin :D. Selain itu, anu … ponsel saya itu masih pakai yang 3 inchi gitu dengan fasilitas yang cukup memprihatinkan di era digital modern nan canggih ini.

Saya kan anak rumahan jadi sering banget kelihatan online. Kalau lagi ke luar rumah misalnya weekend jalan-jalan atau liburan ke luar kota, saya enggak maenan gadget ;). Internetnya emang ngandelin yang di rumah doang. Di luar rumah ya no internet kecuali suami nyalain SYGIC di ponselnya. buat nyari lokasi tujuan hehehe.

Keluarga Gober gitu lho *gembokDompet*.

Saya masih mending pernah beli-beli ponsel. Suami 100% ngandelin ponsel pemberian kantornya. Bekerja di dunia telco, memang dapat jatah ponsel dari kantor. Tapi ya bukan yang canggih-canggih amat. Kalau teman-temannya tetap mempersenjatai diri dengan gadget selevel iPhone, iPad dan i-i lainnya, suami mah enggak pernah terpengaruh.

Dia memang gitu. Enggak pernah tergila-gila gadget dan semacamnya :D. Doyan fotografi pun, duh, kameranya masih level cupu-cupu gitu :p. Dia lebih senang memaksimalkan fungsi perangkat lunak dan memperdalam ilmu editingnya. Murah meriah ya Bang hahahahaha.

Jadilah kami berdua memang laptop mania urusan media sosial :D.

Di mobil kalau ke luar rumah ya kami mengobrol ngalor ngidul saja berdua. Kebetulan sama-sama bawel sih, ya :p. Macam-macam yang kami obrolin. Dari soal politik, ekonomi, gosip artis, masing-masing curhat kerjaan sampai main tebak-tebakan sama anak-anak dalam mobil.

Pusing kepala saya kalau buka-buka ponsel kalau lagi berkendara, Euy. Kalau jalan-jalan juga gitu. Kalau di luar kota yang full tamasya outdoor, ya bebas merdeka dari internet. Paling kita berdua ngecek-ngecek email pas nyampe hotel.

Tapi, beberapa bulan lalu kami membeli tablet. Yang harganya dirasa cukup miring. Maksudnya biar dipakai nonton tivi di rumah. Suami mau udahan langganan tivi, ada paket lain yang lebih murah, nonton via internet gitu :D. Jadinya sekarang sama anak-anak malah tabletnya dipakai main game -_-. Jadi pada kecanduan, deh, huhuhu.

Saya juga enggak doyan selfie. Aish, punya suami yang doyan motret ngapain nyiksa diri selfie-selfie an hihihihihi. Lagian kalau selfie anglenya suka kurang pas aja gitu #eaaaaaa. Kalau jalan-jalan, ya dipotret pakai kamera “beneran” :D.

macam macam media sosial

 

Kita juga fokusnya kalau ke luar kota ya motret pemandangan biar bisa dijadiin duit karena saya pun hobi menulis tulisan jalan-jalan, dikirim ke media cetak, dapat uang jajan deh :p. Dimasukin ke blog juga biasanya.

Motret makanan? Aduh Cyin, sama-sama bukan tukang jajan :D. Apa yang mau dipamerkan? Ke mana-mana juga seringnya bawa bekel dari rumah :D. Motret masakan sendiri? Rupa-rupanya enggak keruan gitu hahaha. Kecuali foto masakan sendiri buat dipajang di blog resep ya :D.

Pokoknya tanpa laptop, no internet buat saya ^_^. Kecuali hal-hal penting yang memang perlu internet (bukan media sosial pastinya! :p). Enggak mungkin kan nenteng laptop yang ukurannya masih 14 inch ini ke mana-mana hahaha.

Saya butuh macam macam media sosial untuk menulis sih sebenarnya :D. Untuk menyebarkan tulisan-tulisan saya. Yang saya harapkan isnya yang baik-baik dan mudah-mudahan bermanfaat. Sesekali nyolot #eaaaaaa :v :v :v. Ya nyari-nyari amal banyak caranya toh ya ;).

Makanya, tersiksa kalau harus online dari gadget. Saya kalau mengetik harus 10 jari biar bisa cepat karena kan yang mau dikerjain juga banyak. Sok sibuk bener dah hahaha. Dari kuliah saya sudah rajin belajar mengetik 10 jari biar bisa berkiprah di atas keyboard dengan kecepatan cahaya #eaaaaa :p atau siap-siap jadi sekretaris mana tahu kesempatan kerja burem? :p.

Aslinya saya juga cerewet di dunia nyata. Banyak yang bilang kalau senang menulis bisanya secara personal malah pendiam. Aduh, mungkin saya anomali-nya deh hahaha. Mungkin karena suka ngomong dan kalau ngomong memang cepat, mengetik juga begitu.

Jadi ya sementara, memang butuh media sosial yang membuat saya leluasa mengetik panjang kali lebar. Twitter kan enggak. Dulu punya akun Twitter buat ikut lomba-lomba blog hihihihi. Seringnya, ada syarat harus punya akun Twitter dan ngetweet ini itu untuk syarat lomba dan semacamnya. Twitter saya juga sepi kok :p.

twitter logo

Bingung mau ngapain di Twitter? Ya saya pakai untuk share-share link di blog hahaha. Mentok, tok, tok.

Gak heran ya, sebentar saja di Path, saya sudah bosan sendiri. Apaan itu sekrol-sekrol atas bawah isinya FOTOOOOOO semua :v :v :v. Sempat saya ikut-ikutan upload foto-foto liburan plus foto-foto diri sendiri + anak-anak memenuhi permintaan beberapa teman lama (di Path banyakan teman sekolah di Makassar dulu hehe) yang bertanya, “Di mana mako sekarang Jihan? Kayak apa mi mukamu sekarang? Berapami anakmu? Kayak apa mukanya anak-anakmu?”

Kalau posting foto di FB, bisa diberi ‘keterangan’ panjang agar supaya foto-fotonya seperti terbingkai satu paket dengan ceritanya. Tidak hanya ngeliatin foto, ya mana tahu ada pesan moral apaan kek gitu :p. Sudah belagu sok bijak pula ck ck ck :D.

Kayak waktu ke London, pantang dong, posting foto doang tapi minim kisah ^_^. Terciptalah 3 tulisan : “Both Side of The Story”, “London Bridge is (not) Falling Down” dan “Hate The Sin Love The Sinner”. Lumayan buat nyeritain sejarah kotanya dan pelajaran yang bisa dipetik selain biaya hidup di London yang bikin keki hahaha.

Itu juga peer London-nya masih banyak banget. Terus terang, blusukan di news feed FB itu yang paling  menyita waktu, euy, :(. Suka keasyikan, tahu-tahu peer terbengkalai dan malah sibuk nyinyir-nyinyiran di komentar di wall orang pula! Nyahahahaha. Kurangi woiiiii, kurangi !!! *pentungTiga*

Di FB enaknya gitu sih ya. Bisa bikin status panjang-panjang :D. Lebih leluasa juga untuk berantem *ups* :p. Bacaan juga lebih komprehensif. Terus terang sampai sekarang saya mati gaya kalau harus menulis pendek-pendek. Apalagi cuma 140 karakter macam di Twitter :D. Status di FB aja kadang bisa lebih dari 2 ribu kata! Nah, tulisan-tulisan di FB itu yang saya kumpulkan dan saya masukin ke blog ini :D.

Kalau instagram ya belum juga. Mungkin kalau suatu hari Path dan Instagram bisa diakses via laptop, saya pun pasti berkeliaran di sana hahaha.

Udah sih mau cerita gitu-gitu doang. Dan ini pun ternyata sudah lebih dari 1000 kata huhuhu :p.

macam macam media sosial

Macam macam media sosial ya makna pergaulannya bisa macam-macam, ya. Inginnya sih eksis di dunia nyata plus dunia maya. Apa daya kadang, sudahlah tidak tenar di dunia nyata, di dunia maya pun juga keok hahaha.

Tergantung niatnya untuk apa sih, ya ^_^. Btw, kalian aktif di dunia maya tidak? Paling senang bergaul via media sosial yang mana?  Kalau aktif, kira-kira apa yang ingin dicari? Sudah tercapai ndak kira-kira? ;).

***

Working Mom vs Stay at Home Mom, a Never Ending Story :p

Sebosan-bosannya saya dengan tulisan “Every Mom Has Her Own Battle ini” ini hahahhaha, tetap saja beberapa hari lalu rasanya harus di-share untuk ‘menghibur’ seorang kawan yang merasa terintimidasi oleh salah satu video emak-emak yang sempat go viral beberapa waktu lalu :D. Eh, videonya kemudian bangkit lagi 2 hari lalu hihihi.

Ditanggapi sebagai : Working Mom vs Stay at Home Mom :D. Again and again, yaaaaaa :p.

Saya nonton videonya padahal pesannya tuh tentang pentingnya memberi hari libur yang layak kepada para asisten rumah tangga dan tidak serta merta mempercayakan semua-muanya kepada mereka. Tapi saya perhatikan sebagian teman saya memang share videonya sebagai justifikasi “hebatnya menjadi stay at home Mom.” Enggak nyambung sebenarnya sama isi videonya hehehe. Tapi ya sudahlah, penerimaan orang kan beda-beda.

Maaf ya, ilustrasi tulisan ini pakai foto-foto pribadi yang sebenarnya enggak ada hubungan dengan video hahahaha. Malas ah share videonya :p. Tidak ingin memperkeruh acara #gagalPaham ini :D.

Ceritanya lagi nemenin anak browsing hihihi
Ceritanya lagi nemenin anak browsing hihihi

Untuk saya pribadi, sudah cukup saya melihat bukti nyata ibu-ibu yang tetap hebat walau harus berkarier di luar rumah. Dua diantaranya adalah kerabat yang cukup dekat, lho. ANak-anak mereka sudah tumbuh dewasa dengan kapasitas di atas rata-rata menurut saya ;). Sayang, tak enak mau sebut nama. Belum minta izin :D. Sebaliknya, ada juga contoh ibu-ibu yang ‘stay at home’ yang (maaf) tidak menunjukkan hasil yang cukup :). Saya juga kenal langsung dan melihat dengan mata kelapa sendiri.

Adapun jika saya memilih menjadi yang ‘stay at home’ ya terus kenapa? Jadi keren gitu? hehehehe. Ya situasi-kondisi-pemikiran-pilihan pribadi saja lah ^_^.

Alhamdulillah, some of us did not have to stay away from our children/home for some extra cash ;). Alhamdulillah, dengan tetap berada di rumah masih ketemu cara untuk membahagiakan diri sendiri. Alhamdulillah, semua kebutuhan materi tercukupi cukup dengan suami saja yang harus wara wiri di luar rumah hehehehe.

Tapi pernahkah terpikir mengenai kehidupan seorang ibu tunggal misalnya? Pernahkah terpikir bahwa bukan ibu tunggal pun kadang memaksa seorang Ibu ‘turun gunung’ untuk menopang ekonomi keluarga. Bukan semata-mata karena lari dari tanggung jawab mengasuh anak, kan? :).

Alhamdulillah, jika sebagian dari kita diberikan berkah lain berupa potensi untuk memberikan ‘lebih’ kepada lingkungan sekitar di luar lingkungan keluarga. Apalagi ada kondisi internal yang memadai. Suami mendukung penuh misalnya. Anak bisa dititipkan pada kerabat atau mendapat embak yang oke punya ^_^. Why not?

Ceritanya ini mama mau berangkat bekerja :D. Working Mom nih maksudnya
Ceritanya ini mama mau berangkat bekerja :D. Working Mom nih maksudnya

Tapi adakah terlintas mungkin ada juga orang yang punya potensi sama tapi lebih memilih di rumah saja sama anak-anak? Boleh dong yaaaa ^_^. Atau mungkin potensinya justru dalam rumah. Hobinya masak atau bikin kue misalnya. Dia tidak berniat membuka bisnis katering sih tapi boleh kan kalau dia hobinya di dapur.

Orang-orang kayak gini jadi berkah tersendiri buat tetangganya yang ogah nge-dapur hahahahaha. Di Jeddah dulu, tidak tanggung-tanggung, 3 tetangga Indonesia saya jagoan dapur semua. Depan rumah spesialis masakan Makassar asal daerah saya. Yang lantai 5 masterchef hampir semua masakan khas Indonesia. Ajegile, bikin mie goreng biasa saja bisa bikin suami saya klepek-klepek hihihi. Yang lantai 1 senang berbaking ria.

Adalah saya yang tidak tahu diri dan kerjanya hanya menerima kiriman saja hahahhahaha. Aku padamulah ya emak-emak Mushirifah. Kapan-kapan harus reuni khusus berempat, kalian masak, gue yang makan! Hahahhahaha.

Alhamdulillah, jika sebagian dari kita tinggal di rumah pun bisa tetap mengisi kantong sendiri tanpa harus meninggalkan anak-anak. Apalagi memang sudah hobi dan malah bikin kita makin hepi.

Tapi memangnya kenapa kalau ada yang memilih di rumah dan tidak berniat mencari dana tambahan? Ya kali dia sudah merasa cukup toh ya? Tidak berarti tidak punya keahlian apa-apa yang bisa dijual kan? Ya kali aja orangnya memang santaiiiiiii ^_^.

Ceritanya mama lagi nemenin anak di rumah nih :D
Ceritanya mama lagi nemenin anak di rumah nih 😀

Ingat-ingatlah, tidak semua orang punya pemikiran dan kondisi yang sama. Jangan digunakan ‘berkah’ yang dianugerahkan Tuhan kepada kehidupan kita untuk menjustifikasi hidup orang lain, yes? ;).

Again, saya merasa videonya netral dan tidak melarang sama sekali ibu-ibu menggunakan jasa asisten rumah tangga dan sama sekali tidak ada indikasi melarang ibu-ibu berkarier di luar rumah. Pesannya adalah tentang berbagi tugas yang adil dan tetap bertanggung jawab kepada anak sekali pun harus sering berada di luar rumah. Itu masalah persepsi orang-orang yang menonton aja apa, ya. Kalau ada yang sensi dan tersinggung, yuk ah, ini tulisan hiburan buat kalian semua hehehehe.

Tidak berlebihan sih kalau dibilang antara working Mom vs stay at home Mom, entah sampai kapan ini kelarnya? Hahaha. A never ending story…indeed :).

Foto-fotonya menghibur kaaaannn?  –> minta dilempar granat! Hahaha. Mau eksis saja mesti dong dibikini tulisannya *ngelapKeringat* :p.

Bekerja di luar rumah atau stand by di rumah, Mama harus tetap dekat dengan anak-anaknya dong ya ^_^
Bekerja di luar rumah atau stand by di rumah, Mama harus tetap dekat dengan anak-anaknya dong ya ^_^

 

Love is In The Air

E ya ampun, tulisan ini lupa ‘diabadikan’ dalam arsip blog. Padahal ditulisnya sudah dari 3 minggu yang lalu. Diposting di wall FB. Pindahin ke blog juga ah hehehehe. Better late than never, yes? :p.

***

Katanya, orang tua luar biasa akan menghasilkan benih-benih yang luar biasa :). Mungkin, termasuk Gibran Rakabuming. Lagi booming berita yang bersangkutan akan segera melepas masa lajang. Minggu lalu, suami saya memang pernah bilang, “Gile ni Jokowi, kalau emang bener profil calon menantunya, gila deh pokoknya …”

 

Love is in the air (gambar : bintang.com)
Love is in the air (gambar : bintang.com)

Langsung ikut kepoin profil Mbak Selvi Ananda. Wah, ternyata benar adanya. Masya Allah, Cinderella kita yang satu ini :p. Anak penjual sambel yang memang dikenal cerdas dan pekerja keras berhasil mencuri hati anak Pak Presiden.

Pacarannya sudah lama banget. Waktu tempat tinggal Sang Cinderella disorot, sampai sempat terpikir, “Bohong kali, nih. Pencitraan macam apalagi iniiiiii … ” Hahahahaha.

Btw, sosok Gibran memang bukan “orang biasa-biasa”. Profilnya bisa dilihat di sini salah satunya –>

https://www.youtube.com/watch?v=fK2-WsebiQQ

Sudah ada rumor bahwa resepsi akan digelar di gedung milik Jokowi di Solo. Semua susunan acara dan katering akan menggunakan jasa Chilli Pari​ yang selama ini memang dimiliki dan dijalankan oleh Gibran sendiri. Tapi agak ragu juga, ya. Sebagai seorang Presiden, orang nomor satu di tanah air, tentu ada protokoler yang harus “dipatuhi”. Konon, hal ini yang bikin Gibran pusing hehehe. Karena dia benar-benar ingin mengatur sendiri acara pernikahannya nanti :D. https://www.youtube.com/watch?v=3-nZzv6nSpY

Berikut adalah profil Mbak Selvi Ananda, si penakluk putra mahkota Pak Presiden 🙂 https://www.youtube.com/watch?v=c6FmTt_3kCI

Ini konferensi pers dari Ibu Iriana barusan hari ini (3 minggu lalu maksudnya pas ditulis hihihihi). Rekamannya masih jelek nih 😀 –>

https://www.youtube.com/watch?v=OlB-9SPM5GE

Melihat profil dan perjalanan karier Pakde, kesederhanaan mereka sekeluarga, melihat anaknya, melihat calon mantunya, membuat kita yang sering sudah merasa betapa palsunya hidup ini, terasa dicerahkan kembali :). Semoga dijaga Allah selalu ya orang-orang baik di dunia ini.

Jadi semangat kembali quote dari film yang satu ini,

“Ernest Hemingway once wrote, -The world is a fine place and worth fighting for- I agree with the second part.” – William Somerset

Congratulation ya Mas Gibran dan Mbak Selvi :). Semoga lancar acaranya, semoga langgeng pernikahannya. Terima kasih atas inspirasinya ^_^.

When my hair’s all but gone and my memory fades
And the crowds don’t remember my name
When my hands don’t play the strings the same way
I know you will still love me the same

‘Cause honey your soul could never grow old, it’s evergreen
And baby your smile’s forever in my mind and memory
I’m thinking ’bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe it’s all part of a plan

–>

https://www.youtube.com/watch?v=NzpPmpul4L4

Updated : dongeng cinta mereka bisa dibaca di sini 😀 https://majalah.detik.com/?993301md#2

Ada Apa dengan BBM?

BBM oh BBM :p. Ada apa dengan BBM?

Gambar : tribunnews.com
Gambar : tribunnews.com

Kok masih banyak yang bingung, ya, soal harga BBM yang berubah terus hehehe. Jadi begini teman-teman, sesuai keputusan pemerintah beberapa bulan lalu yang menetapkan pencabutan subsidi BBM, maka harganya akan selalu mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia :D.

Ini praktik umum sih di negara-negara yang tidak mensubsidi BBM untuk rakyatnya. Kalau di Irlandia sendiri, harga BBM nya berubahnya level harian :D. Hari ini segitu besok bisa naik bisa turun. Harga BBM di Eropa umumnya juga tidak mengikuti harga pasar.

Harganya lebih “kejam” :D. BBM, alih-alih disubsidi, malah dikenakan pajak di sini! Jadi, pemerintah MALAH mendapatkan pemasukan dari pemakaian BBM. Termasuk di negara-negara “raja minyak” seperti Norwegia :D. Lucunya, di sana harga BBM termasuk salah satu yang paling mahal di dunia. Kanada pun menjual BBM nya malah lebih mahal daripada US. Padahal cadangan minyak Kanada juga termasuk yang “top”. CMIIW, ya :). Harganya masih segitu apa enggak.

Di pompa bensin di Irlandia, harganya dituliskan di semacam layar elektronik gitu. Jadi otomatis bisa diubah tiap hari. Kalau pakai plang manual kayak di Indonesia pada umumnya kan capek juga kali ya, edit tiap hari hihihi.

Gambar : thepress.net
Gambar : thepress.net

Di Indonesia sendiri kalau tidak salah harganya akan berubah tiap bulan. Kalau tiap hari berubahnya, capek kali bersih-bersih timeline karena tiap hari pasti banyak yang ngamuk hahahahaha.

Buat yang PRO pencabutan subsidi BBM, mingkem aja yeeeeee :p. Changing is never easy lah ;). Beri waktu untuk penyesuaian, jangan malah disolotin balik. Ya kagak selesai-selesai nanti hahahaha.

Kita sudah puluhan tahun menikmati subsidi BBM. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan menghadapi perubahan sekarang. Buat kalian yang PRO pencabutan subsidi BBM karena tahu betul manfaat dan sisi positifnya, ya sudah … good for you ^_^. Ingat, jangan nyolot balik! ;).

Di beberapa negara dengan cadangan minyak melimpah, bensin memang diobral abis! Di Saudi misalnya, harga bensin seliter lebih murah boooo daripada harga 1 liter air minum! Hahaha. Tapi ingat, selalu ada “harga” yang harus dibayar. Di mana pun itu, hukum alam selalu berlaku. Selalu! ;).

Cadangan minyak melimpah tidak berarti menghasilkan minyak terbanyak, ya. Karena cadangan minyak biasanya diasosiasikan dengan jumlah penduduk. Cina-Rusia-US itu termasuk negara penghasil minyak yang lumayan. Tapi dari segi cadangan, mereka keok oleh negara-negara Timur Tengah yang penduduknya minim.

Indonesia is not that bad tapi begitu memperhitungkan jumlah penduduk, ya gubrak deh! Hahahaha. Soal itu sudah pernah saya tuliskan di sini –> https://jihandavincka.com/2014/11/18/harga-bbm-naik-yay-or-nay/

Jadi, silakan dilanjut uneg-unegnya ^_^. Saya hanya bantu meluruskan karena banyak yang kayaknya menuduh pemerintah plin plan terkait harga BBM :D. Yang memang harganya dinamis itu ya harga minyak mentah dunia hehehe.

SELAMA pemerintah memutuskan untuk melepaskan APBN dari subsidi bahan bakar energi habis pakai satu ini, mau tak mau, tiap bulan kita harus tabah menghadapi perubahan harga BBM :D.

Mau ngamuk tiap bulan atau mulai berdamai dengan kebijakan pemerintah yang ini? That’s your choice! Pick wisely, please ;).

***

Cara Menjadi Blogger : Warna Warni Dunia Blogger :D

Cara Menjadi Blogger : Ada isu copas yang lagi ramai di komunitas blogger emak-emak hehehe. Isu copas bukan masalah baru, sih. Masalahnya konon si tertuduh berhasil mendapatkan keuntungan materi dari hasil copas-copasnya tadi. Nah looooo :D.

Industri kreatif di dunia digital memang lagi ranum-ranumnya. Kalau kemarin heboh lomba blog, makin ke sini, makin banyak brand-brand ternama atau unit usaha komersil yang memanfaatkan kalangan blogger untuk review produk mereka. Dengan imbalan materi pastinyaaaaaaa :p. Makanya pada berbondong-bondong nyari cara menjadi blogger kali ya :D.

Lalu, para blogger juga berlomba menggaet perhatian situs-situs ‘ternama’ agar mau menerima jasa kontributor. Banyak juga blogger yang menjadi web contributor di mana-mana. Walau tak sedikit blogger yang mentok di wall FBnya doang *tunjukDiriSendiri* hahahaha.

Juga ada lomba-lomba live tweet yang kelihatannya sepele tapi hadiahnya bisa iPhone aja gitu Maaaakkk *telenLudah*. Nah, si tertuduh copas ini telah berkali-kali memenangkan lomba live tweet dengan modal copas tadi. Yang menuduh sudah menyiapkan berbagai macam barang bukti. Secara yang menuduh juga bukan blogger sembarangan.

Jadi, copas-copas ini dilakukan tidak lagi sekadar mengejar eksistensi semata. Ada sejumlah materi yang tidak sedikit yang dipertaruhkan di sini :p. Kalau sudah urusan duit ya Kakaaaaaa, berat dah urusannye :D.

cara menjadi blogger Gambar : renggostarr.com
Gambar : renggostarr.com

Btw, hobi menulis ya tidak harus dipaksakan selalu jadi duit lahhhh :D. Kenapa memangnya kalau senangnya berbagi tulisan di media sosial doang? ;). Namun, kalau memang ingin berburu hepeng juga boleh bangeeettt :D.

Yang penting caranya itu lho. Iya sih, persaingan sekarang sangat ketat. Saya saja yang sudah ngeblog sekitar 10 tahun suka terkaget-kaget dengan keren-kerennya blogger-blogger pendatang baru ^_^.

Di kalangan mamak-mamak, blog-blog terkini banyak yang mengusung niche tertentu. Blog masakan yang paling banyak. Terus ada the beauty bloggers atau fashion bloggers. Konon, kedua jenis terakhir yang saya sebutkan tadi itu yang paling sering menuai segenggam berlian di bisnis digital per-blogging-an ini :D. Oiya, blog jalan-jalan/traveling juga sangat kuat pesonanya dalam urusan materi hihihi.

Tapi yang paling juara dalam urusan SEO itu adalah penulis artikel-artikel tips anu-anu trik ini-ini atau tutorial itu-itu. Nah, dunia tips/trik/tutorial inilah yang rentan copas-copasan. Apalagi pada pasang adsense di blog masing-masing. Harus berjuang sekuat tenaga memunculkan blog pada hasil pencarian di kolom Google :D. Persaingan di dunia maya itu keras, Bung! :v :v.

Gambar bali-holidays.info
Gambar bali-holidays.info

Mamak-mamak yang hobi nulis random apa kabar? Hahahahahahahha. Segala ditulis ya, Kakaaaaaa. Kadang-kadang nulis sok-sok parenting, sok-sok traveling, sok-sok food combining, ealah, ranah politik juga dihajar! Enggak malu sama daster? :v :v :v.

Menulis di media cetak pun sekarang saingannya ampun-ampunan hahaha.

Nah, saya ingin mengutip kembali beberapa paragraf dari tulisan saya yang dulu, judulnya “what really matters”

Pada akhirnya, dengan memahami kenyataan yang tidak begitu manis ini, apa yang membuat orang bisa bertahan untuk terus merangkai kata dari balik jari-jarinya? Ya itulah gunanya passion hehe. Sesuatu yang membuat kita bisa terus berkarya tanpa mesti membenturkan antara harapan dan kenyataan.

The answer to all writing, to any career for that matter, is love -Ray Bradbury-

Idealis boleh tapi realistis saja biar tidak terjebak dan putus asa. Iya gak? Santai sajaaaa. Begitu banyak pilihan untuk eksis di dunia menulis, kan? ;). Eksistensi jangan selalu dinilai pakai uang. Bisa gila nanti hahahaha.

Tapi memang penting untuk tetap menyematkan idealisme dalam mimpi. Agar selamanya, angan-angan tidak kehilangan arah :).

Tetap semangat teman-teman yang hobi menulis ^_^. Hindari deh yang namanya copas-copas-an ;). Kalau kami orang Bugis itu ada yang namanya Siri’ na Pesse. Siri’ itu artinya malu. Pesse artinya pedas/pedih yang bisa diartikan teguh pendirian.

Gambar : wardi261.wordpress.com
Gambar : wardi261.wordpress.com

Kalau kata orang Bugis, sebaiknya hidup diisi dengan prinsip : “Sipakatau – Sipakalebbi – Sipakainge'” …
Muslim sejati selalu percaya, kalau pun tak di dunia ‘keringat’ kita berbayar, masih ada akhirat, kan?

Therefore, menulislah selalu untuk kebaikan :).