Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck : Novel Klasik Karya HAMKA

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, sebuah roman karangan HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) yang dipublikasikan pertama kali di tahun 1938. Saya membaca novelnya di usia SD, entah persisnya umur berapa. Iseng bongkar-bongkar sebuah kardus yang sengaja diturunkan oleh ibu saya dari atas lemari karena sedang mencari-cari sesuatu.

Tenggelamnya kapal van der wijck
Gambar : openbooks.com

“Buku cerita bagus itu. Bacami.” Kata ibu saya waktu saya membolak-balik buku tua yang lembarannya masih utuh, hanya sampulnya yang sudah koyak.

Sebagai penggemar fiksi (fiksi apa saja, termasuk komik-komik Donald yang bisa eike baca berulang-ulang tapi tetep ngikik-ngikik hehehe), langsung leyeh-leyeh di atas kasur mulai membuka halaman pertamanya. Awalnya pening, ya, bahasanya ribet begitu hehehehe. Tapi karena ibu bolak balik mempromosikan kalau ceritanya sedih tapi bagus jadinya bikin kepo berat . read more

Dua Sisi Mata Uang, Arung Palakka

by : Jihan Davincka

***

Berbeda dengan puja puji yang dilimpahkan kepada ‘musuh’nya Sultan Hasanuddin, nama Arung Palakka tercatat sebagai salah satu ‘penghianat bangsa’ dalam buku-buku sejarah yang pernah saya pelajari waktu masih SD.

Kontras dengan buku-buku sejarah yang pernah saya pelajari waktu masih di bangku sekolah, sebuah patung besar berdiri gagah di sebuah Taman Bunga yang dibangun untuk mengenangnya di tengah kota Watampone. Watampone terletak di kabupaten Bone, daerah asal Arung Palakka. read more

Every Woman’s Best Man

Di agama Islam ada sebuah hadis yang menceritakan ketika seseorang datang kepada Rasulullah untuk menanyakan, kepada siapakah dirinya harus berbakti. Rasulullah menjawab, “Ibumu … kemudian ibumu. Kemudian ibumu, lalu ayahmu…”

Tiga kali berturut-turut nama kata ibu disebut-sebut barulah kata ayah dimunculkan. Apa ini berarti seorang ayah tidak lebih penting daripada ibu? Belum tentu.

***

Cerita pewayangan memperkenalkan kita pada tokoh Begawan Bagaspati. Nama aslinya, Bambang Anggana Putra. Seorang ksatria tampan yang dikutuk menjadi raksasa oleh seorang dewa di khayangan. Saking saktinya, Anggana Putra pernah berhasil menaklukkan seorang raksasa hebat (Candrabirawa). read more

We are The World, We are The Children

by : Jihan Davincka

***

St Mary
Sumber : www.rte.ie (Green Flag Day at St Mary’s Primary School)

Saat mengantar dan menjemput Abil di sekolahnya yang sekarang, St. Mary Primary School (Athlone, Ireland), saya melihat jelas jika para orang tua yang menunggu di luar tidak ‘bercampur’ secara alami.

Konon, hadirnya kantor Er***** di kota Athlone membuat kota kecil ini dibanjiri para pendatang dari negara lain. Anak-anak dari para pendatang inilah yang mengisi sebagian bangku-bangku di St Mary Primary School tadi.

Yang rambut kuning sibuk berbicara dengan sesama rambut kuning :D, beberapa perempuan berjilbab yang dari logatnya terlihat jelas mereka berasal dari Saudi membentuk ‘lingkaran’ sendiri ;), tampang asia (India, Pakistan dll) juga terlihat berdiri merapat. read more

How Islamic are Islamic Countries ? Islamicity Index

Belum lama berlalu ketika saya membaca status seorang teman yang terdampar di Kuwait. Sebelumnya, teman bersama suami dan anak-anaknya tinggal di salah satu negara Eropa. Teman saya ini bukan orang biasa-biasa saja.

Namanya pernah menjadi hits di beberapa media cetak karena kesuksesannya berdakwah di Negeri Non Muslim dan membawa belasan perempuan mengucapkan kalimat syahadat untuk pertama kalinya :). Semoga Allah berkenan mengampuni dosa-dosa beliau sekeluarga :).

Ada apa dengannya di Kuwait?

Teman saya mengalami benturan budaya yang luar biasa. Dia terkaget-kaget. Sementara saya tersenyum-senyum membaca statusnya. Sebagai alumni Jeddah, kota terbesar nomor 2 di Arab Saudi, saya tidak heran sedikit pun membaca ‘kegalauan’nya. Been there, done that. read more