What’s Your Hajj Story? Kisah Naik Haji (bagian 2)

Kisah naik haji ini bagian 1-nya di sini. 

Salah satu kegelisahan saya menjelang naik haji ada cerita beberapa teman yang juga berhaji dengan menggunakan hamla Arab. Beberapa bercerita, mentang-mentang orang Indonesia, suka disuruh-suruh ini itu oleh jemaah Arab lainnya. Walah, saya kan orangnya gampang tersulut, ya :P. Gimana nih?

Tapi niatnya mau naik haji kok ya mikirin macam-macam. Jadinya saya pasrah saja, deh. Sudah siap-siap mental kalau di’bully’ ama perempuan-perempuan Arab di tenda hihihi.

Dalam tenda saya, dari 16 orang perempuan dewasa, 15 orang lainnya adalah perempuan Arab asal Mesir. Dibully beneran gak, nih? Ternyata … engga dooooooong :P. Tidak sama sekali ;).

‘Strategi’ saya adalah, jangan diam saja! Gak susah lah, secara orangnya memang kepo dan doyan ngoceh hahaha. Tak bisa berbahasa Arab tapi kan bisa bahasa Inggris ;).

Dari pertama masuk tenda, sudah memasang tampang penuh percaya diri, tangan kanan menggendong si kecil, tangan kiri nenteng tas, bersuara lantang, “Where can I sleep and put my stuff?”

Seorang dari mereka, yang paling fasih berbahasa Inggris, menyambut dengan senyum sangat ramah. “Welcome, welcome. You can pick any place. But some are already booked.”

Jalan Menuju Arafah dari Mina
Jalan Menuju Arafah dari Mina

Semua tempat tidur bawah sudah terisi. Jadi, saya kebagian tempat tidur tingkat atas. Which is anugerah juga. Tempatnya lebih luas dan tidak terlalu pengap.

Mereka semuanya baik banget :). Tidak ada diskriminasi sedikit pun. Apalagi nyuruh-nyuruh gak jelas. Di siang hari malah saya leluasa ke kamar mandi atau keluar tenda sebentar jika ada keperluan dan menitipkan anak saya ke salah satu dari mereka.

Tadinya ada 2 ibu-ibu yang nampak agak ‘segan’. Saya pikir, ya sudahlah, you just can’t have it all. Setidaknya ada 13 orang lainnya yang gak lelah ngajakin ngobrol dan kompak membuat saya merasa senyaman mungkin :).

Sebagian terbata-bata berbahasa Inggris tapi tak pernah bosan menyambut ajakan saya untuk mengobrol.

Di hari terakhir, barulah saya tahu kenapa 2 orang ini nampak ‘menjaga jarak’. Dengan malu-malu mereka berujar, ketika di hari terakhir sarapan, “Sorry, Jihan. Mafi English.” Oh, ternyata mereka tak fasih berbahasa Inggris. Saya menjawab santun sambil senyum-senyum, “Mafi musykillah, mafi musykillah.”

Di hamla saya, ternyata ada juga beberapa orang Indonesia. Saya bertemu di tenda Arafah. Ada sekitar 5 orang, yang kesemuanya berprofesi sebagai pekerja rumah tangga.

Sebagian takut keluar tenda dan menitip ke saya untuk membeli Indomie gelas hehehe. Maklum ya, selama berhari-hari di Mina dan Arafah, sebagian perut pribumi berontak terhadap suguhan makanan Arab hihihi. Saya sih doyan banget nasi biryani dan segala rupa makanan Arab :p.

***

Sepanjang hari di tanggal 8 dilewati dengan acara kenal-kenalan. Malam harinya semua tidur lebih awal. Mempersiapkan diri untuk wukuf di Arafah di keesokan paginya.

Azan subuh masih berkumandang, tapi compound kami sudah hiruk pikuk sejak sejam sebelumnya. Setelah sarapan ala roti Arab yang dicocol krim keju, berbagai macam selai, dan halawa’ (ini favorit saya, nih), tepat jam 7 pagi, kami semua berbaris di depan tenda. Ikut mengantri menuju stasiun kereta yang akan membawa kami ke Padang Arafah.

Stasiunnya dekat sekali. Stasiun Mina 1, hanya berjarak sekitar 200 meter dari compound hamla kami. Tapi puluhan ribu jemaah lainnya akan menuju stasiun dan menaiki kereta yang sama. Sekitar 1.5 jam kami mengantri dari depan tenda hingga menapakkan kaki ke atas kereta.

Suasananya cukup tertib. Masih pagi dan masih segar mungkin, ya. Talbiyah terus berkumandang tak putus-putusnya. Terus membakar semangat biarpun kaki cukup pegal berdiri dan berdesakan cukup lama. Petugas-petugas di stasiun jumlahnya ratusan dan sangat kompak.

Puluhan laki-laki berseragam biru tua itu tak ada capeknya mengarahkan puluhan ribu jemaah dari mulai antri di jalanan, memasuki stasiun, hingga berdiri dengan patuh menanti di pintu kereta.

Anak saya anteng banget. Masya Allah. Bocah 18 bulan inilah salah satu penyemangat saya dalam perjalanan naik haji kali ini. Malu kali, Cyyyiiinnn, sama anak 1.5 tahun hehehehe.

Naik keretanya cuma 20 menit saja. Dari stasiun Mina 1 dan turun di stasiun Arafat 3. Berjalan kaki sekitar 15 menit menuju tenda hamla kami. Di sepanjang jalan, terutama di bawah jembatan, sudah dijejali para ‘haji koboi’ hehehe. Membawa tenda sendiri, bahkan ada yang cuma bermodal sebuah tikar tipis.

Naik haji dari Jeddah 2012
Berpose di stasiun sebelum berangkat melontar jumrah :D.

Tanggal 9 Dzulhijjah pagi itu, Arafah penuh jutaan umat. Datang bersama-sama dari segala penjuru dunia. Untuk menundukkan diri di hadapan Allah, memuji keagunganNya di momen Wukuf, salah satu rukun wajib sahnya ibadah naik haji.

Mahabenar Allah dengan firmanNya, yang sudah diturunkan lebih dari 1400 tahun yang lalu, bahwa :

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (٢٧)لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ (٢٨)

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka …” (Al Hajj: 27-28).

***

(bersambung ke sini)

Note : this is my hajj story, performing Hajj on 2012. What’s your hajj story? 😉

What’s Your Hajj Story? (Pengalaman Haji via Jeddah)

Tanggal 7 Dzulhijjah sudah menjelang. Dari pagi sudah sibuk melengkapi barang-barang bawaan. Seharusnya tidak ribet. Tapi kami membawa si kecil #boy2. Jadilah cukup rempong mengatur bawaan yang didominasi oleh diaper, susu kotak, snack balita, dll.

Tas buat #boy1 juga ikut diberesin. Si sulung tidak dibawa serta (dan ini betul-betul keputusan yang tepat! hehehe). Padahal awalnya saya ngotot ke suami kalau si sulung juga mesti ikut.

Untunglah ada Bunda Cantik (*uhuk uhuk*) yang menawarkan diri menjaga si sulung. You’re our hero, Dear ;).

Siangnya, anak sulung diantar ke Aziziyah. Kami balik ke rumah. Maksudnya mau istirahat sebentar menunggu magrib. Tapi, malah sibuk wara wiri, beres-beres rumah, dsb.

Begitu azan magrib, kami langsung mandi. Suami mengenakan pakaian ihram, lalu kami salat bersama. Dengan menumpang taksi, kami bertiga berangkat menuju hamla (biro haji) Al Mahabbah, tempat kami mendaftar hajian.

Hamla kami cukup spesial. Karena membolehkan para jemaahnya untuk membawa anak-anak. Makanya sedih juga, nih. Kami seharusnya berhaji dengan teman-teman Indonesia lainnya. Tapi terpaksa kami ‘membelot’ ke hamla ini terkait ketatnya aturan hamla lain TIDAK BOLEH MEMBAWA ANAK :(.

Lokasi hamla dekat banget dengan gedung apartemen kami, tepatnya di Palestine Street. Cukup menempuh beberapa menit perjalanan. Begitu tiba, langsung disambut pemandangan belasan bis-bis besar yang siap mengangkut para jemaah memasuki kota Mekkah.

pengalaman haji 2012
Parkiran Kudai di Mekkah, gambar : arabnews.com

Pukul 8 malam, bis mulai jalan. Jarak kota Mekkah cuma sekitar 70 km dari Jeddah. Biasanya ditempuh dengan waktu 45 menit saja. Tapi karena musim hajian, dimana tanggal 7 malam biasanya serentak rombongan dari  Jeddah memasuki Mekkah, perjalanan tersendat-sendat begitu mendekati checkpoint Mekkah.

Sekitar jam 10.30 malam akhirnya kami tiba di Kudai, parkiran raksasa yang dibuat khusus untuk pengunjung masjidil Haram. Kudai cuma ramai di saat ramadan dan musim haji, kok.

Tadinya saya agak ragu mau ikut tawaf Qudum. Tapi begitu bis kami parkir di pelataran Kudai, semangat langsung berdentum-dentum hehehe.

Kami langsung menuju Masjidil Haram. Tidak dibimbing oleh pembina. Sendiri-sendiri saja. Di Kudai disediakan bis khusus untuk bolak balik Kudai-Haram. Duh, ramainya saat harus berebutan naik bis Saptco.

Kami sudah terbiasa dengan sifat orang-orang Arab yang pada umumnya memang ‘angot’an :D, jadinya sabar saja menanti giliran ;).

Jam 11 malam tiba di Haram. Kami tawaf di lantai 1. Sudah sesak. Tapi semilir angin malam di awal musim dingin cukup membantu kami melewati 1.5 jam mengitari Ka’bah selama 7 putaran di tengah himpitan jemaah lainnya. Si kecil gimana? Bocah luar biasa ini tidur teruuuuuss. Hehehehe.

Tadinya ingin lanjut Sa’i. Tapi kami takut tertinggal bis. Buru-buru ke kamar mandi dulu. Saking ramainya kamar mandi laki-laki, suami saya ‘menyerah’. Lalu kami bergegas ke arah bus station dan melesat kembali ke Kudai.

Tiba di Kudai, masih sepi banget. Baru jam 2.30 dini hari. Langsung menyesal gak lanjut Sa’i. Padahal masih segar bugar :(. Kami bertiga akhirnya duduk-duduk di atas rumput di samping parkiran bis.

Menikmati segelas teh hangat yang dibeli suami di baqala (toko kelontong) di seberang jalan. Sambil menemani si kecil, yang sudah terjaga dari tidurnya, bermain-main.

Akhirnya baru pukul 4.30 subuh bis kembali bergerak menuju Mina. Ini sih macetnya luar biasa. Butuh sekitar sejam untuk mencapai tenda di Mina, padahal jaraknya cuma seucrit.

Kompleks jemaah haji di Mina  pengalaman haji
Kompleks jemaah haji di Mina

Tiba di Mina, ada insiden kecil. Tas suami mendadak raib! Tapi saya sudah yakin pasti ada yang salah ngambil, nih. Alhamdulillah, drama kehilangan tas cuma berlangsung sekitar 15 menit. Tas pun ditemukan, ada yang menaruhnya begitu saja di luar tenda.

Tenda di Mina untuk hamla lokal Saudi itu gimana, sih?

Ternyata setiap hamla menyewa satu kompleks tenda tertentu. Istilahnya compound. Di depan tiap compound sudah terpasang nama hamla penyewanya.

Dalam compound tersebut, tenda perempuan disekat khusus. Tempatnya bersih banget. Alhamdulillah. Ada belasan, bahkan mungkin puluhan asisten, yang hampir tiap waktu membersihkan kamar mandi, lorong-lorong antar tenda, bahkan dalam tendanya pun juga dibersihin, lho.

Masya Allah. Nyaman banget. Anak-anak jadinya bebas berlarian di luar tenda.

Nah, tenda-tenda di dalam terbagi-bagi lagi. Satu tenda bisa ditempati oleh 10-20 orang. Tenda saya sendiri ada 16 orang dewasa. Ada 8 tempat tidur tingkat lengkap dengan kasur + selimut untuk tiap orang. Lantainya dialasi karpet-karpet yang cukup tebal.

Tanggal 8 pagi, suasana dalam compound sunyi senyap. Mungkin kelelahan dan sebagian besar jemaah tertidur lelap. Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk mandi, mumpung kamar mandi belum ramai-ramai amat. Si kecil sih sudah pulas dari tadi :D.

***

(bersambung ke sini)

Note : tulisan ini untuk mengenang naik haji via Jeddah saya dan suami beserta anak kami yang nomor 2 tahun 2012 silam 😀

Lebaran di Irlandia, Eid Mubarak 1436 H

Yang pertama … elus-elus perut dulu! Hihihi :p. Jamuan makan 3 hari berturut-turut *ciuminPiring*.

Lebaran di Irlandia

Hari pertama, di hari raya-nya, saya yang kebagian jadi tuan rumah. Cuma mengundang satu keluarga sih tapi karena campur-campur sama ngidam juga ya masaknya macam-macam. Kami mengundang Mama Maya sekeluarga, satu-satunya keluarga Indonesia di kota ini selain kami :D.

makan2

Pengin juga sih kayak orang-orang Malaysia gitu yang kalau ngadain jamuan makan, seantero orang Malaysia di penjuru Republik Irlandia diundang semua. Tapi ya tahu diri apartemen terbatas :p dan lagian…orang Indonesia di Irlandia enggak banyak dan enggak gitu dekat juga dengan mereka :(.

Lagian enggak kuat juga kali masaknya kalau borongan gitu hahahahaha.

Kayak tahun-tahun kemaren, hari lebaran enggak pernah salat Ied :p. Jaga anak saja di rumah. Suami juga enggak libur. Sehabis dari masjid langsung ke kantor dulu. Jam 12 siang baru pulang lagi.

Mama Maya sekeluarga datangnya hampir jam 1 siang setelah diteror sama bumil via WA sejak jam 12 an hahahhaha. Lapeeerrrr … masa mau makan duluan? :p.

Eh, ternyata mereka datang bawa sate ayam banyaaaakkk banget ^_^. Sedapnyaaaaaa <3. Saya juga bikin sate, tapi versi pemalas, enggak pakai ditusuk-tusuk hihihi.

Satenya enggak sempat kepoto sudah disikat duluan sama anak-anak :D.

Randang + talua balado Uni Jihan :D
Randang + talua balado Uni Jihan 😀

Makan siangnya fun banget. Sambil ngobrol sambil ketawa-ketawa :D. Kenyang plus hepi.

Agak siangan ternyata Pak Rahmat sekeluarga juga menelepon, kepengin datang berkunjung. Huaaaa…sempat panik, itu makanan tinggal sisa-sisa :(. Untung juga nih dikasih sate ayam segabruk-gabruk sama si Maya jadi tetap cukup aja sih menjamu satu keluarga lagi :D.

Pak Rahmat ini keluarga Malaysia yang pernah tinggal di kota ini juga. They helped us sooo much once we were still newbie in this town ;). Mereka sudah beli rumah sendiri dan pindah ke kota lain.  Masih dekat sih, sekitar 30 menit nyetir.

Sate ayam + lontong Simbok Jihan :D
Sate ayam + lontong Simbok Jihan 😀

Menjelang jam 7 sore, acara pun bubar. Tuan rumah tepar dulu hahahaha.

Besoknya masih lanjut doooongg acara makan-makannya. Kita ngikut ke jamuan makan siang orang-orang Malaysia :D. Seperti saya bilang tadi, orang Malaysia kalau mengadakan acara makan-makan, yang diundang banyaaaakk. Semacam open house dari pagi sampai malam gitu.

Orang Malaysia di Republik Irlandia sini memang banyak. Konon lebih dari 3 ribuan orang. Bandingkan dengan orang Indonesia yang kayaknya hanya sekitar 200 an orang, hiks :'(. Pantas ya, orang Malaysia senangnya tinggal di rumah yang berukuran lumayan. Biasanya dilengkapi dengan backyard yang luas. Untuk menampung tamu segambreng :D.

Mereka banyak yang datang sebagai mahasiswa dan akhirnya lulus dan terus bekerja di sini. Banyak yang berprofesi sebagai dokter juga lho ;).

Hari sabtu-nya di rumah Kak Juli, satu kompleks dengan rumah Maya. Menunya Mi Laksa komplit dan Nasi Biryani dengan aneka lauk dan semeja penuh cemilan manis. Makan puas-puas deh ^_^. Tamunya lagi banyak-banyaknya pas kami datang. Entah kloter ke berapa udah tuh.

Sayang enggak sempat foto-foto di rumah Kak Juli. Malu juga kali. Minoritas kok banci eksis hihihi. Ada sih difoto-foto. Tapi pakai kamera  mereka. Pasrah sajalah disuruh ikut-ikut nampang.

Hari minggu terus lanjut di rumah Pak Rahmat yang pas hari raya datang ke rumah kami tadi. Beliau tinggalnya di County lain. Tapi masih terhitung enggak jauh-jauh banget.

Rumah Pak Rahmat super lagi gedenya.. ck ck ck :D. Kamar tidur ada 4, sempat main ke lantai atas, kamar tidur 3 dengan 2 kamar mandi segede-gede gaban. Aihhhh, jadi kepengin tinggal di rumah juga. Terus langsung lemes bayangin beres-beresnya gimana hahahaha.

Ini ada satu foto yang saya comot dari akun FB-nya si empunya rumah ;).

Jamuan Raya di rumah Pak Rahmat
Jamuan Raya di rumah Pak Rahmat

Yang begini-begini nih yang bikin kangen pas lebaranan di Jeddah :D. Semirip-miripnya budaya kita dengan budaya Malaysia, tetap saja rasanya enggak all out ya kalau mau mengobrol lepas hehehe.

Tapi overall, hari raya Idul Fitri tahun ini jauuuhhh lebih ‘semarak’ ketimbang lebaran tahun 2013 silam yang juga kami rayakan di Irlandia :D. Tahun 2014-nya pan mudik hehehe.

Insya Allah, tahun 2016 kepenginnya lebaran di tanah air lagi. Kalau semua lancar, sekalian mengenalkan si calon anggota baru kepada kampung asalnya *elusBebiDalamPerut* :D.

Ya begitulah kegiatan Idul Fitri tahun ini yang didominasi acara makan-makan hahaha.

Selamat hari raya Idul Fitri 1436 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amalan baik kita semua :). Mohon maaf lahir dan batin.

Ini foto berempat sebelum tamu datang ke rumah pas hari raya kemaren. Kelihatan gak si nomor 2 idungnya merah matanya berair, abis gebuk-gebukan sama abangnya gara-gara berantem apaaa gitu hahahahahha :p.

Tetap harus foto ya Nak, demi sahih-nya postingan foto lebaran ini 😀 😀 :D.

berempat

 

Kurikulum Sekolah Anak di Irlandia

Masa sekolah untuk tahun ajaran ini akhirnya selesai sudah. Kemarin hari terakhir anak sulung saya masuk sekolah :D. Liburan musim panas ketok palu juga. Kalau yang kecil, jumat minggu lalu hari terakhir masuk pre-school.

Sekolahnya masih lama sudah merengek minta dibeliin seragam yang sama kayak abangnya :D. Finally, “big boy” juga ya Nak hihihihi :p. Pengin teriak “Yes, freedoooommmmm!” Tapi pan ini perut buncit isinya juga bentar lagi keluar. “Freedom”nya ditunda dulu hahaha.

Anak sulung saya bersekolah di sekolah Katolik. Umumnya sekolah negeri di Irlandia memang sekolah Katolik. Di sini, umur 4 tahun sudah boleh masuk TK. Aturannya mirip UK. Agak beda dengan mayoritas negara-negara di Eropa daratan. Misalnya di Swiss kemarin katanya 5 tahun baru boleh masuk TK. SD-nya 7 tahun.

Gambar : athlonetidytowns.ie
Gambar : athlonetidytowns.ie

Beda lainnya, di Eropa daratan, anak TK belum diajarkan membaca dan menulis. Di Irlandia, sejak 4 tahun itu sudah diajarkan membaca menulis dan berhitung ^_^. Tapi ingat, ketiga kemampuan ini dianggap sebagai keterampilan dasar biasa bukan ajang pamer-pamer nilai rapor hahahaha. Dimari enggak ada award-award an atau rengking-rengking an :D.

Umumnya, begitu masuk SD, ya sudah lancar membaca, menulis dan berhitung sederhana ^_^. Seneng deh. Bisa semua-muanya enggak pakai stres dan dipaksa-paksa :p. Saya pribadi lebih suka dengan kurikulum model begini. Tak terlalu suka kalau anak-anak dibesarkan “terlalu santai” ;).

Dunia dan masa depan yang akan mereka hadapi kan tidak seindah di buku-buku cerita atau di buku-buku parenting hahahaha. Kalian boleh beda ^_^. Monggo saja. Cerita selengkapnya di sini ya.

Bagaimana dengan pelajaran agama? Terus terang dari awal saya tidak risau. Saya sudah kenyang bertemu teman-teman sekolah dulu yang alumni sekolah Katolik ^_^. Saya sudah tahu, umumnya sekolah Katolik itu pelajaran agamanya lebih universal :). Pendidikan moral diutamakan.

Mereka punya ritual misa. Tak ada paksaan sama sekali ^_^. Setiap ada misa, sekolah akan mengirimkan surat ke orang tua mengabarkan bahwa anak-anak non Katolik tidak perlu ke sekolah lebih awal. Mereka misa biasanya pagi-pagi. Jadi yang non Katolik ke sekolahnya ya pasca acara Misa ke katedral usai.

Saya enggak beliin buku agamanya sih :p. Itu pun kalau pelajaran agama anak-anak non Katolik tidak wajib mengikuti. Mereka diberi kegiatan lain. Tapi biasanya karena tetap dalam kelas, anak saya jadi ikutan mendengar kadang-kadang. Jangan khawatir sama nilai rapor. Sudah saya bilang, di sini enggak ada rengking-rengkingan! :D.

Di sini juga ada masjid, sih. Di rumah saya ajarkan mengaji. Saya enggak pakai guru mengaji, saya ajarkan sendiri *benerinKerudung* :p. Sekalian emaknya juga belajar mengulang-ulang pelajaran tajwid dan lain-lain hehe. Kalau lagi enggak sekolah, dia ikut bapaknya Salat Jumat di masjid ^_^.

athlone bridge

Kalau kisah-kisah Nabi juga no issue. Di sekolah juga diajarkan. Tempo hari liburan ke London saya masuk ke National Gallery di Travalgar Square. Di sana mayoritas lukisan menggambarkan kisah nabi dalam alkitab. Makin tahu juga, mayoritas kisah nabi-nabi antara Nasrani dan Muslim itu mirip. Hanya beda di nabi pertaman dan 2 Nabi terakhir saja :p.

Suami saya mengantuk dalam museum itu hahaha. Dia memang lebih sering baca buku-buku tentang Prophet dalam bahasa Inggris ketimbang saya :p. Saya lebih senang melihat dalam bentuk lukisan dan sedikit deskripsi. Saya kadang masih bingung soal penamaan Nabi dalam bahasa Inggris. Suami saya hafal semua :D. Hayooo…Nabi Idris itu apa “nama bule”nya? :p.

National Gallery - London (foto : scotsman.com)
National Gallery – London (foto : scotsman.com)

Soal Nabi Isa atau Yesus sudah kami terangkan kepada si sulung ini :). Soal perbedaan status antara Yesus dalam agama Nasrani vs Islam. Tapi saya selalu tekankan untuk tidak membesar-besarkan masalah ini di depan teman-teman Nasraninya ;). Menyakiti orang lain dan menyerang kepercayaan mereka juga dosa, begitu kata saya kepadanya.

Soal Nabi Muhammad sering diajarkan di rumah. Enaknya sekarang sudah ada youtube. Pakai media video kan lebih enak ya ngajarin gini-ginian. Jadi, untuk apa sih internet cepat itu? #eaaaaaa :p.

Soal salat ya enggak perlu pusing. Saban hari dia melihat saya dan bapaknya salat depan dia :D.

Saya lebih sering menerangkan arti surah dan menghubungkan dengan sifat-sifat yang harusnya dimiliki oleh seorang manusia. Yang mudah dipahami anak kecil lah ya. Misalnya kenapa sih kita perlu hidup sederhana di setiap kesempatan. Penting nih kalau dia rewel minta mainan atau ini itu hahahaha :p. Kenapa harus rajin makan sayur juga hihihi, gak boleh terlalu banyak makan permen, ya karena harus menjaga kesehatan, tanda bersyukur kepada Tuhan. Gitu-gitu aja lah dulu.

Guru di sekolah mengajarkan, “Only persons who believe in God and do the good things in most of his-lifetime is going to paradise.”

Surga adalah tempat bagi mereka yang beriman dan beramal saleh. Cucok bukan? ;).

Anak saya cerita kata gurunya, kita tidak boleh mengolok-ngolok teman atau perbuatan buruk lainnya karena kita juga enggak suka digituin. Makanya, jangan lakukan hal yang sama kepada orang lain. Bukan main! Itu prinsip dasar COMPASSION, yang konon merupakan napas dakwah utama dari Rasulullah SAW. Iki piye, malah diajarkan sejak kecil di sekolah Katolik hehehe.

Sekolah Katolik umumnya memang tidak mengajarkan soal “yang masuk surga cuma orang Katolik doang, sisanya masuk neraka” hahahaha. Macam masa kecil kita dulu di sekolah hihihi. Hal-hal gituan tidak diajarkan secara formal di sekolah ;).

Pelajaran agama di sekolah mereka sifatnya lebih universal dan selalu menempatkan berbuat baik kepada SESAMA MANUSIA di posisi teratas. Syaratnya ya manusia saja, tidak pakai embel-embel, agama-warna kulit-ras dan semacamnya.

Melengkapi pelajaran moral di sekolah, tinggal kami sebagai orang tua muslim menambahkannya dengan mengajarkan masalah ritual Islam (yang sifatnya lebih individu) di rumah ^_^. Termasuk makanan halal.

halal sign

Sempat saya bingung karena sekolah anak saya memang salah satu sekolah terbesar di sini. Muridnya banyak jadi subsidi pemerintahnya gede hehe. Jadi, sekolah menyalurkan sebagian dana untuk memberikan makanan kepada anak-anak hampir setiap hari. Entah sarapan entah makan siang. Pening, dah. Sekolah lainnya soalnya enggak gini.

Seringnya mereka ngasih roti isi macam-macam atau buah-buahan. Alhamdulillah, kepala sekolah sangat membuka diri terhadap hal-hal sensitif seperti ini. Meski agak sulit juga karena ada juga keluarga muslim yang memberi syarat, “Yang penting bukan daging babi.”

Ini yang tadinya bikin kepsek bingung hehehe. Umumnya kan mereka tahunya juga gitu, asal bukan babi. Mau menerangkan juga ribet, ya, kalau definisi makanan halal sebenarnya bukan “yang penting bukan daging babi” saja huhuhu.

Solusinya, tiap awal tahun ajaran, tiap orang tua diperkenankan membuat surat pernyataan kepada guru masing-masing makanan apa saja yang boleh diberikan kepada si anak. Lega, deh, hehehe.

Saya ngambil ngampangnya saja, pilih opsi Vegetarian. Jangan salah, orang India pun banyak yang tidak makan daging dan vegetarian sejati lho hehehehe. Untunglah sekolah tidak egois dan memperhatikan betul hal-hal prinsipil seperti ini. Kami kan minoritas banget di sini. Apalagi muslim. Tapi kepseknya tuh ya, serius banget lho menanggapi keluhan kami ^_^.

Sekolah anak saya juga memanfaatkan sebagian dana untuk kegiatan para orang tua murid ^_^. Merangkai bunga, kursus bahasa Inggris, kursus bahasa Irlandia, pengetahuan makanan bergizi, acara masak-masak (ini semua gratis, tis, tis), bahkan pelajaran berenang buat para ibu-ibu yang mematok tarif sangat murah ^_^. Enggak sekalian kursus menyetir nih, Bu Kepsek? hahaha.

Seminar-seminar parenting juga sering. Mengundang para pakar segala, lho, untuk berbicara atau sharing depan para emak-emak ^_^. Pemerintah sini memang punya dana lumayan untuk urusan perkembangan anak ;). Tapi tidak semua sekolah di sini punya kegiatan model begini. Seperti saya bilang tadi, sekolah anak saya karena tergolong besar jadi dapat limpahan subsidinya juga besar :D.

Serba dimudahkan alhamdulillah ^_^. OIya, boleh lho pakai jilbab ke sekolah. Ada anak perempuan kelas 6 di sini yang pakai jilbab. Orang Afrika. Saya pernah minta izin ingin mengambil fotonya tapi dese keberatan hehehe. Dia bingung kali, ni kenapa ada mamak-mamak enggak dikenal mau motret-motret gue hahaha.

Athlone Ireland
Where we live!

Soal GRATISnya ya standar lah ya. Di banyak negara di belahan Eropa juga gitu. Sekolah ya gratis ;). Buat siapa saja. Tidak ada istilah “sekolah anak orang kaya” atau “sekolah orang miskin” hahaha. Lah ya di sini juga enggak jelas mana orang kaya mana orang miskin toh ya ;).

Anyway, congrats ya Abang, September nanti insya Allah masuk grade 2. Si nomor 2 juga bakal masuk Junior Infant (TK A atau TK nol kecil). Sementara Mama, insya Allah harus kembali berkutat dengan stroller hahaha :p. Semoga lancar semuanya. Aamiin.

Terima kasih para guru yang sudah membimbing para bujang kecil saya di sekolah ^_^.

Buat guru-guru di preschool, as they said “It takes a big heart to help shape little minds”, thanks for everything ^_^.

Buat ibu-ibu guru di 1st grade si sulung, “A teacher affects eternity: she can never know where her influence stops.” -Henry Brooks Adams-

Thank you, Ibu-ibu Guru ^_^ …so very much ;).

Welcome, Summer Holiday! See U again in September, School!

Gambar : coolimages4free.com
Gambar : coolimages4free.com

***

Peace Comes from Within :)

Ada berita seru sebenarnya beberapa hari terakhir ini :D. Walikota Kota Hujan melarang pelaksanaan sahur on the road, dan yang teranyar … walikota Kota Buaya membekukan Badan Amal Zakat. Nyaris tidak ada benturan! :p.

Gambar : yarismalang.org
Gambar : yarismalang.org

Bisa dibayangkan kalau yang melakukannya adalah pemimpin daerah yang entuh? :v :v. Beuh! Hancurlah Indonesia! Agama Islam lebur sudah! Hahahaha. Boro-boro mau baca alasan, mentok di judul pun sudah langsung ramai yang share :p.

Media ‘anu-anu’ juga tidak terlalu menyorot masalah ini :D. Sempurna sekali bukan?

Makanya, media ‘anu-anu’ pun tidak sembarangan bikin berita ;). Mereka punya satu pemantik penting –> perkiraan tentang respons orang-orang. Khusus untuk pemimpin daerah entuh sama partnernya dulu yang sekarang sudah jadi orang nomor satu di tanah air, rasa benci memang terus dipelihara oleh pihak-pihak tertentu ;).

Penyakit hati satu ini dioptimalkan betul oleh berbagai media untuk kepentingan mereka sendiri hehehe. Kadang, beritanya memang bukan hoax. Tapi mereka bisa mengubah redaksi berita atau menyampaikan sepotong-sepotong :p. Itu sudah lebih dari cukup untuk memantik rasa benci yang memang sudah terlanjur tertanam di benak beberapa pihak.

Lebih seru lagi kalau yang diberitakan memang hoax! Ampun dije lah hahaha.

Buat kalian yang langsung emosi jiwa baca apa pun tentang pihak-pihak yang kalian sebut “wahabi” misalnya. Contoh : pemindahan makam rasulullah. Isu basi yang selalu dipoles ulang tiap tahun. Saban mau musim haji, adaaaaa saja yang mendaur ulang berita ini :p.

Buat yang anti Timur Tengah, mudah tersulut membaca berita-berita soal hukum syariat yang katanya terlalu arabisasi. Di tanah air, paling sering soal Aceh. Beberapa berita sempat saya lihat-lihat, misalnya soal orang yang diperkosa yang malah dirajam tempo hari, kenyataannya ternyata beda. Padahal orang sudah ramai share soal piciknya pemerintahan daerah di Aceh :D. Kasusnya ternyata bukan begitu ;).

Masjid Baiturrahman, Aceh (gambar : id.wikipedia.org)
Masjid Baiturrahman, Aceh (gambar : id.wikipedia.org)

Saya sekarang selalu skip berita yang mendiskreditkan penerapan Syariah di Aceh. Dari yang dulu-dulu, mayoritasnya hoax. Susah juga soalnya mau cari tahu :(.

Buat yang sensi sama Syiah juga. Asli selalu pengin ngakak kalau ada yang pasang berita-berita soal Iran apalagi Teheran. Lah ya gimana, saya pernah di sana hehehe.

Ini lebih ngeri, kita meluruskan, pasti ujung-ujungnya dituduh taqiyyah hahaha. Memang, hidup sebagai Sunni agak terbatas di sana. Tapi ya enggak segitunya kaleeeeeee hehehe. Memang benar di sana agak sulit mau salat Jumat. Secara umum, masjid-masjid umum enggak ngadain salat Jumat. Suami saya dulu salatnya di KBRI :D.

And then tanya sama diri sendirilah, umat Syiah di tanah air apa hidupnya senang-senang juga? Hehehe. Mau balas dendam gitu ya? :p.

Buat yang sensi sama Arab Saudi. Nuduh macam-macam misalnya perempuan mana pun tinggal di sana bisa stres. Ya enggak juga tuh! :p. Tapi memang kurang tepat kalau kalian berharap mentang-mentang ini daerah kelahiran nabi, tabiat mayoritas penduduknya beda-beda tipis sama rasulullah. Waduh! Hehehe.

Yang anti komunis, kadang ditanya asal muasal munculnya komunis juga gagap :p. Yang anti agama, boro-boro mau baca kitab suci, hanya menilai berdasar satu dua sampel. Yang anti atheis, terlalu pongah mau ‘membaca’ mengapa orang-orang ini menjauhi agama.

Yang anti negara sekuler, lihat berita Perancis melarang orang pakai jilbab, langsung pukul rata, “Eropa anti Islam!” :v :v.

Muslim di Eropa (gambar : wykop.pl)
Muslim di Eropa (gambar : wykop.pl)

Hadeeehhh, kalian kira tidak banyak imigran muslim yang mati-matian mendapatkan status kewarganegaraan di negara-negara Eropa barat? :p. Lari dari negaranya yang mungkin malah dihuni mayoritas muslim, sering mengorbankan harta dan tenaga, hanya demi bisa memboyong diri dan keluarga tinggal di negara-negara sekuler :). Apa itu artinya mereka sudah jadi orang-orang sekuler dan tidak lagi peduli agama? :p.

Ketidaktahuan menjadi dasar ilmu. Rasa benci mengalahkan akal.

Manusia biasa pun ya :). Saya juga begitu. Kalau baca berita tentang orang/pihak yang tidak suka, tanpa sadar berharap, “Please, yang jelek-jelek dong, yang jelek-jelek dong” Hahahaha. But then I realized it consumed me. Amit-amit jabang bayi dah hehe. Mayoritas waktu habis untuk mencari yang negatif setidaknya untuk mencari pembenaran, “Rasa benci saya berdasar kok! Saya sudah benar karena sudah benci sama ini-itu.” :D.

At least, sadar tidak sadar, it made us relieved kalau ada berita jelek tentang yang bersangkutan. Padahal lupa satu poin penting, selama kita ngomongin manusia biasa, yang namanya kesalahan itu PASTI akan ada. PASTI ;). Jadi, kenapa mesti tepuk tangan kalau mereka salah? :p.

Manusia tempat salah dan lupa. Ngomong-ngomong kalian masih menganggap diri kalian manusia biasa kan? :p.

Jangan biarkan orang-orang gila ini mengambil keuntungan dari kita. Mereka dapat duitnya, kita dapat dosanya. Satu hal penting lagi, bebaskan diri dari penyakit hati satu ini :). Ibaratnya, media itu hanya sekadar mengobarkan api dengan melempar korek di tengah linangan bensin. Kalau bensinnya tidak ada, tak akan semudah itu api menjalar ;).

Ada banyak sekali sebenarnya kebaikan yang bisa kita tuai dan kita sebarkan via kecanggihan internet ini. Stay away dari macam-macam hasut dengki. Percayalah, kebencian itu seperti api. Yang sanggup membakar habis segalanya. SEGALANYA.

Rumours are created by haters, spread by fools, and accepted by idiots.
Don’t be ANY of them ;). Jangan meresahkan berita yang kita belum pasti kebenarannya. Belum pasti kok sudah resah? Hehehe. Pakai otaknya! ;). Kalau pun tak sanggup menelusuri lebih jauh, berprasangka baik selalu pilihan terbaik. Ingat dong, kita disuruhnya menjauhi prasangka buruk. Sebagian prasangka sudah pasti dosa.

TIDAK ADA perintah untuk utamakan prasangka buruk. Mau pakai alasan menyelamatkan agama kok ya lebih absurd lagi. Apa yang mau diselamatkan kalau dalam prosesnya sudah berapa larangan agama tuh yang dilanggar? Tabayyun enggak, prasangka buruk iya, menyebarkan kebencian apalagi :p.

gambar : mariaelita.com
gambar : mariaelita.com

Saya pernah membaca kalimat begini, lupa di mana hehehe. Benci sama sesuatu itu manusiawi. Tapi menebarkan kebencian itu sesuatu yang beda lagi ;).

“I’m interested in the fact that the less secure a man is, the more likely he is to have extreme prejudice.” -Clint Eastwood-

Peace comes from within. Do not Support E-HATE. Say no to hoax! Stay positive!

Selamat melanjutkan ibadah puasa, teman-teman ^_^.