10 Lagu Patah Hati “Andalan” Abege 90an :D

“90 miles outside Chicago, can’t stop driving I don’t know why, so many questions I need an answer, 2 years later you’re still on my mind…” Tragis bener gak sih liriknya? Hahaha. Hayooooo…itu lagu apa, itu lagu apa. Lagu patah hati laaaah hahahahaha :p.

Lagu ini bukan lagu terkenal di eranya, sih. Band yang menyanyikannya juga bukan yang gimana-gimana banget tenarnya. Pernah dengar New Radicals? Lagu yang saya kutip tadi judulnya “Someday We’ll Know”. Itu pun bukan lagu yang paling terkenal dari band ini hehehe.

Memorablenya kenapa? Soalnya itu salah satu lagu kebangsaan pas patah hati, Kakaaaaa hahaha.

Lagu Patah Hati New-Radicals Someday We'll Know

Ish, jangan dikira generasi sekarang saja yang pernah merasakan pahitnya bercinta *apaIniiiiii* :p. Kalau kalian bisa berjam-jam menangis di kafe sambil dengerin Adele meratap satu album penuh, kita pun, abege-abege baheula ini juga ppunya lagu kebangsaan di masa-masa dunia seakan  mau runtuh itu lhoooo hahaha. Cuma nangisnya di bantal aja sih, belum punya duit masuk kafe buat nangis doang hahaha.

Tapi ini versi saya yaaaaaaa. Ada beberapa lagu yang keluarnya di tahun 2000 an. Maklum, dimari patah hatinya agak-agak telat. Dulu waktu sekolah, patah hati sih pernah. Cuma ya, fokusnya dulu pan gimana lulus UMPTN. Urusan patah hati bisa belakangan lah hahaha.

Lagu-lagu “menye” begini ajaibnya kalau didengerin pas kita lagi enggak kenapa-kenapa pun kok ya bawaannya pengin patah  hati gitu ya hihihi. Padahal pacar saja tidak punya dan lagi enggak naksir siapa-siapa, tapi jadi ikutan merasa patah hati aja gitu  bawaannya *sodorinTisu*.

Kalau di saya memang mayoritas jadinya lagu bule. Bukan karena belagu. Semata dulu karena pas masa-masa itu, tempat saya ngopi MP3 banyakan  lagu-lagu bule. Jadi ya gimana dong hahaha. Ada juga beberapa lagu bahasa Indonesianya kok.

Sebagian besar lagu lagu patah hati ini pun kalau didengerin lagi masih tersayat-sayat aja bawaannya. Tersayat-sayat karena kok sampai sekarang nyanyinya tetap enggak ada peningkatan ya ini vokalnyaaaa hahaha :p. Masih fals aja -_-.

Lagu patah hati abege 90an
Gambar : pixabay.com

Untuk lagu Indonesia, lagu PUPUS ini ada cerita khususnya. Jadi dulu tuh pas di kantor pernah naksir-naksiran gitu. Sama anak yang baru masuk hihihi. Di kantor pertama dulu kan, status saya sebagai “Jomblo Ngenes nan Bawel” memang cukup membahana. Apalagi di divisi mayoritas laki, sering jadi  bulan-bulanan.

Alasan mereka ngeledekin soalnya karena saya ngeselin sih katanya hahahaha. Jomblo tapi banyak omong! Idih, memangnya kalau jomblo harus nangis melulu :p.

Saya suka lagu PUPUS pas pertama kali nge-hits. Pada dasarnya saya memang penggemar lagu-lagu DEWA dan Ahmad Dhani-nya. Jadi, walau sekarang saya mati-matian pilih Ahok untuk Pilkada DKI, tetap berat rasanya harus ikut mengutuk Ahmad Dhani. Lagu-lagunya setia menemani saya melewati masa-masa remaja nan labil itu #eaaaaaa :p.

Biarlah orang lain saja yang ikut maki-maki. Saya tetap ngefans :D.

Nah, balik ke PUPUS tadi. Kalau suka sama lagu, saya rewind terus dan terus. Ruangan kerja saya tidak terlalu  besar waktu itu. Jadi kalau muter lagu enggak pakai headset, bisa ke mana-mana hihihi. Ditambah lagi saya suka ikutan nyanyi dengan heboh dan penuh penghayatan. Ngeselin gak tuh? Hahaha. Padahal ya tidak dalam kondisi patah hati. Ya senang lagunya aja gitu.

Terus, masuklah si anak baru tadi. Eh, saya naksir. Saya kan kalau naksir memang suka heboh sendiri. Semua orang dikasih tahu hahaha. Dari zaman SMU, kuliah sampai kerja ya kelakuannya begonoh. Kalau naksir orang, seluruh dunia mesti tahu! *benerinMike*.

Ndilalah, dese tahu-tahu sebar  undangan mau nikah. Nikahnya dengan teman satu kantor juga. Waduh, habis deh gue! Hahaha.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Pedih-pedih dikitlah cuma ya, teman satu ruangan kayaknya nafsu bener godainnya hahaha. Ampun dah. Lagu PUPUS diputar berkali-kali dan terus ada yang ikutan nyanyi. Awas kau semuaaaaaaa, zzzz -_-.

Baiklah, ini dia daftar lagu Patah Hati abege 90an di mana abege yang dimaksud itu spesifik yang namanya Jihan Davincka :p. Kalian listnya sama gak kira-kira? ;).

Daftar Lagu Patah Hati versi Akyuuuuu :p

Kasih Tak Sampai – PADI

Judulnya saja sudah bikin lemas yaaaaa hahaha. Kasih Tak Sampai ini bagian dari salah satu album terbaik yang pernah dirilis PADI. Tapi PADI  memang albumnya bagus-bagus. Single-nya juga keren-keren.

Dulu yaaaa, denger intronya saja udah mau mati rasanya. Hoahahahaha.

Pupus – DEWA

Kalau ini sudah diceritain sih tadi ya hihihi. Tapi video klipnya juga saya suka. Soalnya ada Fathir-nya hihihi. Apa kabar Abang Fathir? Masih ganteng gak? 😀

Someday We’ll Know – New Radicals

Ini juga sudah saya kutip liriknya di atas. Bagus deh liriknya secara keseluruhan. Enggak mainstream, menurut saya lho yaaaa :D. Cari sendiri versi lengkapnya di Google. Lagu ini pernah dinyanyikan kembali sama Mandy Moore bareng Jonathan Foreman di film “A Walk to Remember”.

Pada dasarnya saya suka lagu dan liriknya, jadi ya biarpun dinyanyiin sama Mandy Moore yang manis-manja bener suaranya, tetap saja saya demen 😀

Satu yang Tak Bisa Lepas – Reza

Duh ini lagiiii. Coba itu ya judulnyaaaaaaaa. Sudah kepengin nangis aja kan bawaannya? Hahaha :p. Kalau tidak salah ini lagu patah hati ini ciptaan Ahmad Dhani juga, sih. Panteslah keren ya. Ampun, saya jangan dibully ya, haters! :p. Video klipnya simpel tapi baguuusss <3.

Four Seasons of Loneliness – BoyzIIMen

Yak, yang ini puuuun, judulnya sudah bikin sesak napas huhuhu. Basically, saya penggemar BoyzIIMen dikarenakan salah satu kakak saya mengoleksi kaset-kasetnya. Banyak lagunya yang saya suka dan bahkan  hafal.

Kalau lagi patah hati dengerinnya, bisa enggak kuat makan 3 hari 3 malam deh saking sedihnya. Boong deeeeng hahahaha :p.

Untuk lagu yang ini, liriknya cetaaaarrrrr ….

“Until you release me I’m bound under ball and chain
Reminiscing our love as I watch four seasons change …”

Gombal abessssss hahahaha.

In a Rush – Blackstreet 

Kalau lagi berat-beratnya mau move on terus denger lagu ini, waduuuuuh, remuk, remuk deh itu hati #eaaaaaa. “It comes over me in a rush that I realize that I love so much that sometimes I cry but I can’t tell you why … ” Sambil mukul-mukul dada mungkin lebih enak nyanyiinnya *bantuinBukaKancingBaju* hahahaha :p.

I Miss You So Much – TLC

Nah, nah! Ini nih salah satu yang favorit banget-banget. Soalnya gini, TLC ini lagu-lagunya jarang yang “menye” begini. Liriknya suka “berani” gitu. Yang satu ini manja-manja gimana gituuuuu :p. Khas orang patah hati lah. Mungkin yang ngefans dengan TLC banyak yang enggak familiar dengan lagu ini? :). Cobain deh dengerin via youtube. Musiknya bener-bener bikin meleleeeeeeeeh … :’).

One Last Cry – Brian McKnight

Kalau judul yang ini sih bukan meleleh lagi tapi sudah tercabik-cabiklah hahaha. “I saw you holding hands, standing close to someone else … Now I sit all alone wishing all my feeling was gone … ”  Tuh, baru sepotong lirik, sudah tercabik-cabik belon? Jangan bunuh diri yaaaaa :p.

Stay – Lisa Loeb

Lagu patah hati yang ini sempat bikin saya kepengin banget jago main gitar hahahaha. Lisa Loeb termasuk yang suaranya khas dengan lirik yang cepat-cepat khusus di lagu ini. Tapi saya berhasil lho ngapalin liriknya *karaokeYuk*. Makin khusyuk deh nyanyinya pas patah hati #eaaaa.

Again – Janet Jackson

Ini mungkin salah satu yang paling jadul. Ini ala-ala CLBK sih. Hahaha. Tapi tetap pas untuk lirik yang patah hati. Yang namanya patah  hati mah, kadang lagu apa juga selalu diaku-aku cucok  :p.

That’s my complete list!

Tidak bermaksud membuka luka lama lho yaaaaa. Eh, ada tuh lagu dari COKLAT, “Luka Lama” yang juga genre-genre  patah hati gitu hihihi. Masih ada yang ingat lagunya? :p.

Santai ajaaaaa … Sekarang sih kalau dengar lagi ya pasti ketawa-ketawa dan mungkin mati-matian ingin hafal liriknya lagi atas nama nostalgia semata.

Kan katanya what doesn’t kill us makes us stronger ;). Don’t we all? ^_^. Tapi tetep mau *sodorinTisuLagi*. Just in case …. :p.

What You Wish to See in The World

Lelah yaaaa, dengan tuduh-tuduhan keberpihakan dan teori konspirasi kala ada tragedi duka di mana saja. Tuduhan “selective empathy” misalnya.

Anehnya, sebagian mereka yang ngotot menuduh selective empathy remained silent di kasus Brussel dan tidak bersuara soal Pakistan. Tentunya bukan karena mereka tidak peduli. Mungkin saat beritanya ramai mereka tidak lagi online di FB :). Atau mereka terlalu sedih untuk ikut posting status.

See? Kita tidak harus membalas tuduhan yang sama kan? ^_^. Saya tidak suka jika dituduh bersikap “selective empathy” makanya, saya tidak akan menuduh orang lain dengan tuduhan yang sama ;).

Ini sempat saya “catat” beberapa tuduhan saat bom Istanbul yang kejadiannya sebelum Brussel. Padahal itu sudah bom ke-4 di Turki. Waktu bom Ankara malah agak sepi. Mungkin mereka juga tidak ngeh hehehehe. And for me … it’s oke ^_^.

Walau tak ada status di media sosial, mungkin saja ada doa-doa terucap dalam sembahyang yang mereka pilih untuk dituangkan dalam “ruang pribadi” saja. Tidak untuk dipertontonkan di status-status.

Coverage beritanya secara internasional sih baik-baik saja. Di situs-situs mainstream liputannya lengkap. Tidak ada usaha menutup-nutupi. Tapi respons masyarakat yang berbeda.

Waktu Brussel, makin marah. Sempat ada tuduhan Facebook bakal pasang bendera Belgia lagi. Tapi enggak tuh ;).

Yang luput diperbincangkan justru kejadian-kejadian di Afrika. Waktu kasus Boko Haram saya malah tahunya dari wall suami saya. Saya merasa bersalah, tragedinya sudah ngeri begitu kok bisa tumben enggak ribut.

Suami saya malah ngetawain saya, “Emang lo siape? Anggota PBB? Kok merasa harus ikut campur dalam semua konflik berdarah?”

Nah !!!

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

And so that you know, sebelum Brussel pun ada tragedi berdarah di Afrika, Ivory Cost. Dan saya pun baru tahu juga! *nangis*.

Pada dasarnya, saya tidak suka kita malah bertengkar soal aturan peristiwa mana yang harus kita pedulikan, membanding-bandingkan tragedi yang satu dengan yang lain, bahkan lebih jauh, menuduh konspirasi media mainstream yang menutup-nutupi beberapa kasus.

Tidak sih menurut saya. Di hampir semua kasus, media mainstream (setidaknya BBC yang secara “jarak” paling dekat dengan lokasi saya kini) rajin meliput peristiwa mana pun. Like I said before, respons penonton yang beda-beda.

Namanya media cari duit pun, berita yang kurang diminati ya umumnya lebih cepat hilang dari penyiaran. Mereka cari uang, bukan yayasan sosial kan ya. Walau tentu jurnalis yang idealis pasti akan bersuara terkait hal ini. But hey … we are not living on the heaven! Terima kenyataan itu :).

Kita tidak bisa menyempurnakan situasi seperti yang kita mau. Toh, kita juga bagian dari ketidaksempurnaan itu kan? Tentu saja, saya, kalian atau mereka punya kecenderungan masing-masing.

Kalau di-break down secara detail kenapa orang merespons luas terhadap kejadian tertentu dan sebagian tidak, itu bisa lebih panjang lagi. Saya tidak akan terasa capek kalau menuliskannya tapi saya khawatir kalian yang capek bacanya hahaha.

Setiap kita tentu harus berusaha bersikap adil. Tapi kita harus paham, kita tidak akan pernah bisa benar-benar netral. Tidak akan :).

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Lah saya ini kalau menulis peristiwa-peristiwa itu ya lihatnya di media-media mainstream. Kalau Eropa ya saya lihat ke BBC. Pembandingnya AlJazeera. Demikian pula sebaliknya di banyak wilayah lain. Capek memang. Makanya enggak bisa reaktif, bom meledak langsung tergopoh-gopoh pasang belasungkawa sambil menuduh orang lain tidak peduli pula :p.

Enggak bisa gitu juga kan. Saya biasanya langsung googling. Lihat di beberapa media mainstream di beberapa wilayah. Ya, ya, ya, tuduhlah saya korban konspirasi. Tapi maaf yaaaaa, media mainstream saja tidak saya percayai 100% apalagi media-media kacrut bikinan “kalian”! :p. Yang sering pula pakai ancaman, “Sebarkan jika kalian peduli!”

Sudahlah sumber tidak jelas, judulnya rata-rata aduhai, nama wartawan kadang pakai nama “random”, isinya tebar kebencian pula. Tetap lebih baik media mainstream :p. At least, sesama media mainstream itu bisa saling berdebat dan mereka sering merangkum dari beberapa sisi. Walau tidak selalu :).

Ini seperti misalnya saya datang ke pemakaman salah satu teman saya. Di tengah kesedihan keluarga, ada orang mengamuk, “Kalilan semua munafik! Kok kalian tidak sedih waktu si anu yang meninggal.”

Perhaps, that man got his reason and perhaps…he is right. But remember, knowledge knows what to say, but wisdom will define WHEN to say it <3. Bukan kata saya. Itu kata-kata bijak yang mudah kalian temukan kalau kalian googling sendiri ;).

Dan ke mana golden rule yang konon adalah salah satu pesan penting dari metode dakwah rasulullah? Yang ternyata juga menjadi inti dari banyak keyakinan lain di dunia ini. Compassion. Jangan melakukan hal yang kita tidak ingin orang lain lakukan terhadap kita.

Kita marah jika “komunitas” kita ditimpa tragedi orang kok tidak peduli. But look what we’ve did (we means including me, myself). Kalau ada kesempatan yang sama, kita cenderung akan membalas dendam.

Contohnya? Ingat peristiwa jatuhnya Air France saat ternyata tersangkanya ternyata orang bule non muslim. Ingat respons kalian? –> “KOK DIA TIDAK DiTUDUH TERORIS?”

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Kita cenderung membalas dendam. Kita ingin mereka merasakan sakit yan sama. Biar nyaho’, biar tahu rasa. Dan itu…manusiawi. Iya dong, manusiawi. Kita cenderung akan seperti itu. Tapi kita tahu kan kalau itu tidak benar. Sebisa mungkin, minimalkanlah :).

TIdak ikut mengutuk toh tidak berarti kita membela. Kita “mengutuk” dengan cara yang benar. Tuntutlah pengadilan yang adil. Hindari menyebut ras dan agama. Fokus pada peristiwa. Walau itu sulit, tapi mengusahakan adil adalah kewajiban kita. Tidak harus berhasil kok setiap saat, but once you remember, keep it on the right track as much as you can 🙂

Saya pun sering gagal kok ya . Apalagi bahas soal itu tuh‪#‎siAnakCebongGarisKeras‬ hahhaha :p.

Tapi soal prinsip anak cebong ini saya punya pembelaan diri yang tidak mungkin saya tulis di sini karena bakal lebih panjang lagi hahahaha. I’ll wait the right time to defend my self regarding this ^_^. Meanwhile kalian boleh kok menuduh saya fanatik dan lain-lain hahaha. Kuterimakan keadaanku lah :p.

Omong-omong sepanjang ini, untuk kembali mengingatkan para penggemar teori konspirasi bahwa dunia ini tidaklah sejahat yang kalian pikirkan kok smile emoticon. Tidak secuek yang kalian tuduhkan.

Baca lagi : “Katanya, Dunia Tidak Peduli?”

Kita tidak suka digeneralisasi sebagai muslim yang sama jika ada tragedi berdarah yang mengatasnamakan Islam. Then, don’t do the same.

Saat menggunakan kalimat, “Dunia Tidak Peduli” ya hati-hatilah. Dunia yang mana yang kalian maksud? Dunia ini luas sekali. Sadarilah … saya, kalian, dan mereka juga adalah bagian dari dunia ini :).

Dunia yang tidak hitam putih ini. Bahkan dari film yang menurut saya salah satu yang paling ngeri yang pernah saya tonton (saya memang banyakan nonton drama ala Disney sih btw hahaha) tetap pula saya bisa ketemu quote yang mencerahkan.

Tahu film S7VEN? Nah quote penutup ini saya ambil dari ending film tersebut,

William Somerset: Hemingway once wrote, “The world’s a fine place and worth fighting for.” I agree with the second part.

Same with me. I agree with the second part. Don’t you? 🙂

That’s why kita harus menyempurnakannya dengan quote lain dari Gandhi, “Be the change you wish to see in this world”.

Quote melulu. Lah saya mah apalah, bisanya cuma ngutap ngutip doang hahahaha :p.

Have a nice thursday, World <3

Gambar : misacor.org
Gambar : misacor.org
vaksin haji

Vaksin Haji : Vaksin Meningitis Untuk Jemaah Haji di Arab Saudi

Naik haji juga perlu vaksin. Vaksin haji yang paling populer itu vaksin meningitis.

Sebelumnya, saya cuma ingin bilang kalau saya bukan aktivis pro-vaksinasi. Anak-anak saya sih divaksin semua tapi saya merasa enggak perlu ngurusin orang-orang yang anti-vaksinasi. Suka-suka ente la yaowww hehehe.

Nah, kemarin ada teman yang inbox langsung ke saya. Intinya dia bertanya, ada berita kalau katanya kewajiban untuk vaksinasi / vaksin haji bagi jemaah haji/umrah bukan datang dari pemerintah Saudi. Ada pun katanya (lagi) pemerintah Saudi malah tidak membuat peraturan semacam itu. Maka dari itu, biarpun sebenarnya enggan ya, mau tak mau ‘KEBOHONGAN’ macam ini masa didiamkan begitu saja?

Vaksin Haji Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Saya sudah ditunjukkan status tentang berita ini di sebuah gruup kalau tidak salah. Sudah saya beri komentar langsung di sana. Tapi kok ya masih banyak yang nanya-nanya :D. Berasa artis kan gue? :p

***

Saya  pernah tinggal di Jeddah selama 30 bulan. Alhamdulillah di tahun 2012 lalu, diberi kesempatan untuk naik haji bersama suami dan anak bungsu kami melalui biro haji (hamla) lokal Saudi.

Baca : What’s Your Hajj Story? (Naik Haji via Jeddah) 

Hamla kami jelas bukan kepunyaan orang Indonesia. Di hamla ini, SEMUA calon jemaah haji WAJIB menyerahkan surat bukti bahwa calon jemaah bersangkutan TELAH melaksanakan vaksinasi meningitis. Kudu lolos screening vaksin haji tanpa pandang bulu.

Sebagai info, saya menjamin, sebagian besar jemaah adalah orang-orang Arab, dari berbagai negara misalnya : Mesir dan Suriah.

Apa ini berarti yang anti-vaks enggak boleh naik haji? Boleh dong, ah. Pakai saja surat palsu. Tapi ingat, situ bohong tanggung dosa sendiri hehehehe. Suratnya tetap wajib. Tidak sedikit klinik yang bersedia membuat ‘surat palsu’ untuk keterangan vaksin haji seperti ini. Soalnya bayarannya sama, malah mereka untung dapat duit begitu saja tanpa perlu repot-repot menyuntik pasien ;).

Inti permasalahan terjawab, kan? Pemerintah Saudi JELAS MEWAJIBKAN CALON JEMAAH HAJI MANA PUN untuk melaksanakan vaksinasi meningitis ini. Ini bukan konspirasi apalagi akal-akalan pemerintah Indonesia kali ah :p. Situ kok kepinteran sendiri sih bikin teori konsipirasi macam ini? :D. Ada pun pelaksanaannya yang mungkin belum sempurna. Surat palsu saya yakin tidak sedikit hehehe.

Jangan-jangan cuma hamla saya yang kena KONSPIRASI YAHUDI VAKSINASI, neh? :p. Silakan dicek en ricek di hamla lain, saudara-saudaraku yang seiman dan setanah air :). Teman saya yang hajian melalui hamla lain (yang juga hamla Arab) banyak, kok. Mereka pun WAJIB VAKSINASI kudu vaksin haji semuaaaaa ^_^. Kalau tidak percaya, beri komentar saja, nanti saya panggilin satu-satu hehehehe.

***

Sekali lagi, saya tidak menentang Anda-anda yang meyakini bahwa ‘vaksinasi haram’. Bahkan yang meyakini bahwa membiarkan jarum suntik ‘yahudi’ itu hinggap di lengan Anda atau anak-anak anda akan mencederai aqidah anda. Monggo. Soal aqidah mah saya tetap pada pandangan saya. Tidak mau repot-repot gantiin Tuhan ;).

Vaksin Haji Vaksin Meningitis untuk jemaah haji di arab saudi
Gambar : pixabay.com

Tapi karena sudah pakai acara bohong-bohongan itu kan sudah menyangkut muamalah, ya :). Kalau hanya mau mempopulerkan praktik bekam, khasiat madu, obat-obatan herbal, tentu tak masalah. Tapi jangan pakai bokis-bokis konspirasi segala lah :). Sampai nekat bilang di negara-negara maju tidak wajib vaksinasi? Negara maju di planet manakah itu, saudara-saudaraku? Kita masih membicarakan planet yang sama, kan? :p.

Sungguh menggemaskan deh lama-lama teori-teori konspirasi model kayak gini. Apa sudah segitu putus asanya kah? Untuk ‘berdagang’ saja mesti menjelek-jelekkan ‘Yahudi dkk’?

Saya, biarpun tidak doyan, sangat menjunjung tinggi khasiat madu. Kami sekeluarga rajin lho mengkonsumsi madu :). Apalagi madu arab saudi yang terkenal dengan kemurniannya (katanya) hehehe. Yang jelas rasanya memang enak, sih.

Saya tidak pernah bekam bukan karena anti. Takut boooooo, hihihihihi. Maklum penakut :p. Obat-obatan alternatif memang saya kurang suka. Tapi bukan herbal dan lain-lain saja. Obat-obat dari dokter kalau saya rasa tidak perlu ya tidak segan-segan saya buang ke tong sampah ;). Kurma bagaimana? Doyan bangeeeettttttttt.

Nah, lunas ya hutang saya buat para inbox-er hehehe. Yang tetap mau anti vaksin silakan :). Asal enggak pakai bohong-bohong ah :p. Yang pro vaksin juga jangan galak-galak begitu. Santai saja, ya :).

Meskipun memang kadang-kadang saya merasa ikut-ikutan gemas apalagi kalau beberapa aktivis toko sebelah sudah mulai menyarankan bawa-bawa golok demi menegakkan apa, sih? :(. Setahu saya, petugas posyandu tidak bakal MEMBUNUH anda kalau anda menolak, deh. Setidaknya itu informasi dari Ibu saya sendiri ketika kami masih kecil-kecil dulu.

You, the ones who said that you did this for the name of aqidah, really give ‘moslem’ a bad name :(. Di atas segalanya, Anda tahu kan, bohong itu bukan hal yang benar?

Salam damai ^_^

***

Konflik Turki dan Suku Kurdi

When We Build Too Many “Walls”

Suku Kurdi, mungkin merupakan etnis terbesar di dunia yang tidak memiliki “negara sendiri”. Mereka tersebar di berbagai wilayah Timur Tengah/Asia Barat dan Eropa Timur. Mayoritas berada di Turki, Iran, Irak dan Suriah.

berita timur tengah terkini Konflik Turki dan suku Kurdi
Kurdistan-women (gambar : cabinet.gov.krd)

 

Etnis Kurdi beda lagi dengan Arab, Persia dan Turki. Di Teheran dulu saya norak, saya sangka banyak orang bule tinggal di Iran hahaha. Ternyata penampakan orang Persia beda dengan orang Arab. Bahasanya pun beda walau sama-sama menggunakan huruf Hijaiyah.

For info, Iran menggunakan bahasa Farsi sebagai bahasa nasional mereka.

Orang Turki juga beda dengan orang Arab. Dan beda lagi dengan orang Persia. Ternyata, etnis Kurdi pun ya dianggap beda.

Belum lagi etnis-etnis campuran Arab-Eropa Timur. Di Afghanistan dan sekitar banyak etnis-etnis minoritas non Arab yang sedihnya, walau agama sama, tapi ya diskriminasi fisiknya tetap ada :(.

Di masa kekuasaan Turki-Ottaman, para etnis ini tergabung dalam kekhalifahan yang sama. Hingga akhirnya di awal abad ke-20, pasca Perang Dunia 1, banyak wilayah memerdekakan diri.

Berita timur tengah terkini Konflik Turki dan Suku Kurdi
Gambar : worldology.com

 

Etnis-etnis besar seperti Arab-Persia-Turki kebagian negara masing-masing. Bangsa Arab malah terpecah jadi beberapa negara. Persia bersatu di Iran. Nah, suku Kurdi ini yang tidak kebagian otoritas wilayah sendiri berupa negara khusus.

Di berbagai negara tinggal mereka, kaum nasionalis Kurdi terus berusaha memerdekakan diri. Termasuk di Turki :(. Dua bom yang meledak berturut-turut di tahun 2016 di ibukota Ankara adalah 2 bukti memuncaknya ketegangan antara otoritas Turki dan pemberontak Kurdi di sana.

Di Irak sendiri mereka sudah lebih “lunak”. Di masa pemerintahan Presiden Saddam Husein, orang-orang Kurdi mengalami tekanan terberat dan diisolasi habis-habisan.

Kini, orang-orang Kurdi di Irak hidup “damai” di sebuah wilayah otonomi khusus, Kurdistan. Kurdistan sendiri masih bagian dari negara Irak.

Salah satu teman, Istiadzah Rohyati, tinggalnya di Kurdistan-Irak ini. Jadi tahu bahwa orang Kurdi di sana punya bahasa sendiri, bendera sendiri dan sebagainya.

Dari Iran rasanya juga belum banyak berita soal ketegangan Kurdi dan pemerintah resmi. Tapi pergerakan separatis Kurdi di sana juga mungkin ada. Di Suriah pun mungkin begitu. CMIIW.

Saya terus terang bingung, mengapa orang Kurdi ini ngotot banget memisahkan diri? Apa karena rasa nasionalisme apa karena tekanan diskriminasi yang mereka terima? Mereka sadar jumlahnya banyak? Pasti signifikan kalau melawan?

Karena etnis minoritas di tempat lain rata-rata memilih hengkang mencari kehidupan yang lebih baik. Misalnya etnis Hazara di Afghanistan yang merantau pergi ke negara-negara lain, meninggalkan tanah kelahiran mencari masa depan lebih baik. Walau mayoritas harus melakoni “pekerjaan kasar” di negara lain. Jumlahnya sangat sedikit soalnya.

Sedih, ya :(.

Kalau kita berpikir Rohingya terusir dari Burma karena perbedaan agama, lantas apa yang terjadi dengan Kurdi dan Hazara? Mereka juga mayoritas muslim, kok :'(. Mengapa mereka berpikir mereka berbeda dan mengapa dibeda-bedakan?

Konflik Turki dan Suku Kurdi berita timur tengah terkini
Gambar : juancole.com

 

Dari sisi otoritas resmi, misalnya pemerintahan Turki, tak bisa kita salahkan begitu saja. Toh, sebenarnya isu gerakan separatisme ini bisa ada di mana-mana. Termasuk di Indonesia. Ramai-ramai menyoal soal Densus 88 kan ya sama-sama mencegah upaya terorisme dalam rangka usaha memisahkan diri atau mengacau keamanan dalam negeri.

Sama! Di Turki pun begitu.

Konflik bersenjata antara Pemerintah Turki dan beberapa kelompok separatis Suku Kurdi di Turki sudah berlangsung sejak tahun 70-an hingga kini.

Tuntutannya beragam. Ada yang garis keras minta berdiri sebagai negara sendiri, ada yang ingin otonomi khusus atau sekadar mendapat porsi yang “layak” di pemerintahan. Pening, ya. Kelompok-kelompok perwakilan Kurdi-nya saja enggak kompak.

Jadi ingat kelompok Taliban di Afghanistan dan sudah menyebar ke Pakistan. Grup-grupnya juga banyak dan kadang berantem sesama mereka sendiri. Cita-citanya sama, mau mendirikan negara Islam. Tapi “Islam” versi mereka masing-masing? :(.

Kelompok pemberontak terbesar di Turki adalah Partai Pekerja Kurdistan. Mereka sudah dilabeli “kelompok teroris” oleh Turki dan negara-negara “satu gengnya”. Siapa saja? Ya termasuk US, Nato, dan Uni Eropa. Turki memang anggota NATO.

Saya juga kalau jadi pemimpin suatu negeri ya pasti seperti buah simalakama, ya. Dibiarin ya mereka mengacau. Diladenin ya mereka bisa ambil kesempatan. Dikerasin? Mereka ngebom membabi buta! *pijetKening*.

 

Masalahnya, banyak pihak lain mengambil kesempatan untuk kepentingan mereka sendiri. Pemasok senjata misalnya. Atau mereka yang punya “niat tertentu”. Tidak segan menjual senjata bahkan mendanai kelompok separatis ini.

Paling sulit memang berada di posisi pemerintahan Turki atau pemerintahan resmi negara mana pun yang berkonfrontasi langsung dengan kelompok pemberontak.

Bom Istanbul belum jelas siapa yang bertanggung jawab. Ini juga merupakan bom ke-2 di Istanbul. Kalau tidak salah, bom pertama yang mengaku itu “afiliasi ISIS”. CMIIW, ya. Kalau yang Ankara, dua-duanya sudah diklaim oleh “geng Kurdi” di sana.

Ada enlightment dari suami soal gerakan separatisme ini.

Istanbul Asian Side. The Moda, pic by Dani Rosyadi
Moda, Istanbul Asian Side, foto : Dani Rosyadi

 

Sebenarnya, beberapa negara maju yang modelnya multi state seperti UK pun tak luput dari tuntutan pemisahan diri.

Masih ingat referendum Skotlandia tahun 2014?

Cuma di negara-negara maju, “peradaban” sosial budaya mereka jauh lebih maju daripada kita di negara-negara berkembang. Enggak harus selalu lempar bom kalau lagi ngambek. Irlandia Utara tapi beda lagi kasusnya.

Hasil referendum Skotlandia? Mayoritas warga masih memilih berada di bawah naungan UK. For info, Scottish ini punya bahasa sendiri juga dulu. Scottish English juga punya aksen khas.

Lalu, mengapa mereka akhirnya banyak yang masih manut ke UK? Ya karena perutnya kenyaaaaaaang ^_^. Secara sosial-ekonomi ya mereka sebenarnya baik-baik saja. Rewel-rewel dikitlah paling. Diskriminasi nyaris tidak ada.

Intinya ya itu-itu juga … betapa keadilan sosial dan kesejahteraan ekonomi dan pemerataan pembangunan memang efeknya tidak kecil (y).

Teringat kembali penggalan dari Buya Syafii Ma’arif, “Benarkah Dunia Islam itu ringkih? Tanpa memerlukan data hasil riset yang mendalam, berdasarkan pengamatan umum saja, pasti jawabannya: benar! Kesenjangan sosial-ekonomi hampir merata di seluruh dunia Islam. Keadilan yang demikian keras diperintahkan Alquran tidak digubris oleh penguasa …”

Suami saya benar. Ini sih ujung-ujungnya urusan perut, kok :(.

Mayoritas beragama sama pun tidak membuat berbagai etnis ini bisa hidup damai berdampingan.

Perbedaan itu sunnatullah. Jangankan beda keyakinan walau sama-sama mengaku mengacu ke kitab suci yang sama, tafsir ya bisa beda-beda. Perbedaan fisik lebih susah lagi kita “lawan”. Itu datangnya dari siapa coba? Siapa sih yang pernah meminta kita ini ingin dilahirkan dari etnis mana?

Sudah tahu memang akan berbeda, mengapa sulit bekerja sama di bidang lain yang kita pasti sepakat? :(. Kurang banyak orang miskin di dunia yang perlu dikasih makan? :(. Kurang banyak anak yatim nan terlantar yang bisa kita diskusikan penanganannya? :(.

Perbedaan sesungguhnya memperkaya. Senang kan kalau punya banyak teman dari banyak budaya. Apa enggak kepo pengin tahu makna dibalik kepercayaan-kepercayaan lokal mereka?

Misalnya saya selalu tertarik dengan gerakan-gerakan Yoga yang katanya berasal dari penganut Budha. Ada banyak filosofi hidup yang tercermin dalam ritual Yoga ini. Try to learn and you’ll be surprised :).

Tapi sepertinya kita lebih sering suka membatasi diri kita sendiri. Membangun tembok-tembok pembatas untuk mempertegas betapa berbedanya kita dengan “mereka di luar sana”.

“We build too many walls and not enough bridges.” -Isaac Newton-

Robohkan dindingnya. Bangunlah penghubung dan seberangi ketakutan-ketakutan dan ego kita sendiri. Again… you’ll be surprised ;).

Di Indonesia, jangan ikut-ikutan “korslet” seperti “mereka” di luar sana :(. Konflik bersenjata untuk urusan apa pun tidak akan membawa kita ke mana-mana.

Syukuri kesanggupan kita hidup bersama dalam perbedaan selama puluhan tahun. More years, even centuries, to come. Aamiin.

Faktanya, tidak banyak tempat di dunia ini yang bisa “senyaman” Sang Zamrud Khatulistiwa ini <3.

‪#‎janganLupakanPapuaDanAceh‬

 

Beda Link Nofollow dan Dofollow

Heboh rame-rame membahas beda link nofollow dan dofollow. Baru online langsung rame gempuran status dari para mamak blogger terkait link dofollow dan nofollow. Banyak yang salah kaprah nih soal bedanya hehehe ;).

Banyak yang menganggap kalau link nofollow berarti link mati dan linknya tidak bisa diklik. Sementara dofollow sebaliknya.

Wrong! 😀

Dua-duanya termasuk “link hidup” kalau dikaitkan dengan linknya bisa diklik atau tidak hehehe.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Langsung saja ya. Ini contohnya, sori rada teknis tapi nanti penjelasannya harusnya mudah dimengerti :

Contoh kode link dofollow –> <a href=’http//jihandavincka.com/mamakece-nan-imut’> Jihan Imut</a>

Contoh kode link nofollow –> <a href=’http//jihandavincka.com/mamakece-nan-imut’ rel = ‘nofollow’> Jihan Imut</a>

Nyata kan bedanya? Itu kalau kita lihat langsung di source codenya ;). Tapi di tampilannya sih tidak akan ada beda. Gunanya memang bukan buat pembaca atau yang punya blog. Tapi buat penilaian oleh Google ^_^.

Backlink yang sifatnya nofollow itu bisa dibilang nilainya NOL dalam beberapa hal :p. Kasarnya, bukan link berkualitas. Google tidak akan memberi nilai apa-apa. Sementara yang dofollow itu spesial, ada “nilai khusus”. Pengaruh banget untuk SEO ;).

Tapi link-link nofollow ya tetap berpengaruh untuk traffic dong pastinya ;). Kan linknya tetap bisa diklik.

Mengapa kini Google sensi dengan job review oleh para blogger? Ya logika sederhana saja. Sekarang, banyak produk yang membayar para blogger untuk review produk mereka dengan meminta segabruk-gabruk backlink hehehe.

Metodenya random. Dalam artian bukan pemakai produk pun “disuruh” bikin testimoni bagus-bagus tentang produk mereka. Itu kan jadi promosi “kurang sehat” lama kelamaan. Malah ada yang enggak pakai produknya tapi disuruh posting artikel testimoni. Yang nulis juga orang lain. Ini model yang placement article itu lho ;).

Jadi seolah pemakai produknya jadi banyak dan semua merekomendasikan yang bagus-bagus. Padahal kan… ya belum tentu  juga hehehe.

Kok blogger mau? Ya kan dibayar Kakaaaaaaa ‪#‎kepretinDuit‬

By default, link-link di blog pada umumnya DOFOLLOW ;). Otomatis. Makanya, sekarang ada imbauan, tambahkan opsi “nofollow” pada backlink yang sifatnya job review. Kalau  opsi tidak ditulis, otomatis dianggap dofollow.

Nah, ujung-ujungnya bisa terjadi “kapitalisasi SEO” dong, ya. Karena backlink-backlink tersebut sifatnya tidak natural lagi. Tapi ada karena ada duit :p. Lama-lama page rank segala macam jadi  bisa didongkrak dengan bantuan duit. Ya di dunia nyata juga praktik seperti ini sudah baku, sih. Tumben Google sensi :p.

Saya juga tidak paham bagaimana algoritma Google akan menghandle backlink yang sifatnya “berbayar” atau “keikhlasan semata” hihihi. Saya pribadi belum pernah deal dengan job review mana pun. Yang datang kebanyakan produk susu dan obat-obatan huhuhu -_-. Apa tampang eike ini nampak bagai tukang obat? *olesBedak*.

Atau minta placement article. Ogah banget dah. Soalnya artikelnya jayus-jayus begitu. Merusak personal branding jihandavincka dot com aja *benerinPoni*.

Gambar : pixabay
Gambar : pixabay

Yang lucu ada yang nawarin buzzer politik hahahaha. Berani bayar lebih besar daripada Jokowi-Ahok katanya. Di Twitter nih ada yang mention. Entah becanda tapi kayaknya tidak setelah saya kepoin akunnya. Ini sudah lama sih.

Ya begitulah. Di zaman segalanya apa-apa serba uang, disangka semuanya bisa dibeli dengan uang wink emoticon. Perbaiki saja kinerja kalian dalam mengabdi kepada rakyat, tidak usah dibayar, saya rela kok menulis gratis beribu-ribu kata untuk menunjukkan dukungan saya. Catat, GRATIS ^_^

Biarlah Allah yang membayar *benerinMukena* plus Google Adsense pastinya hahaha :p.

Jadi paham ya sekarang beda link nofollow dan dofollow ^_^. For info buat para blogger, itulah mengapa kalian harus bikin fanpage di Facebook. Mengapa? Karena link di akun biasa itu sifatnya NOFOLLOW. Sementara di fanpage itu DOFOLLOW ;).

Maka dari itu, like The Davincka Code dong Kakaaaaaa hahaha :p.

foto traveling