Resep Gulai Tahu

Resep Gulai Tahu yang Gurih dan Enak

Resep Gulai Tahu : “Kenapa malah rajin beli tahu-tempe kalau harga daging malah lebih murah? Bengngo pa…Bengngo pa, bahasa Bugis, yang artinya kira-kira, “bego amat” hahaha :p.

Ini yang ngomong Mama saya tempo hari pas diutus nemenin saya lahiran di sini. Sebulan lebih di sini, Mama jadi tahu pola makan saya sekeluarga. Kata “bego amat” itu jangan dibikin baper yaaaa :D. Mama saya kan dibesarkan di kampung dan puluhan tahun menghabiskan hidup di Sulawesi Selatan.

Kami, orang Sulsel, memang kurang familiar dengan makanan tahu-tempe ini hehe. Orang Sulawesi mah makannya ikan dan aneka seafood lainnya :D. Sesekali makan daging ayam atau daging sapi/kambing. Kami di Sulawesi isunya memang bukan soal makanan, kok ;). Makanan sih insya Allah tercukupi banget.

Mungkin boleh dibaca di sini soal apa sebenarnya dilema Orang Indonesia Timur :D.

Back to urusan tahu tempe.

Yes, harga tahu dan tempe di Irlandia sudah pasti mahal karena jarang dan impor pula. Mungkin karena demand kurang wajar kalau produksi tidak digenjot. Harga ikan juga mahal. Yang murah ya daging ayam atau daging sapi/kambing.

Resep Gulai Tahu
Gulai Tahu

Saya saja, yang beli dagingnya so pasti di Toko Daging Halal ;), harga daging sapinya paling cuma 8-9 euro per kg. Kalau beli di daging non halal bisa lebih murah lagi :D. Ayam lebih sadis. Satu ekor ukuran kecil cuma 3.5 euro saja. Itu juga ukurannya udah gede menurut saya hehe.

Kalau beli di supermarket lokal, sayang enggak ada daging halalnya huhuhu, saya pernah lihat kalkun segede gaban harganya cuma 4 euro!

Tetap saja, saya tetap lebih prefer ikan-tahu-tempe. Suami dulu suka cemberut tapi masalahnya dia yang punya masalah dengan kolesterol jadi harusnya dia dong yang kudu sadar diri ;).

Baca Juga : Resep Tahu Bumbu Bali

Akhirnya manut, saya minta beliin ikan dan tahu dia gak ngeyel lagi hahaha. Kalau tempe  memang berat, karena di kota kami tidak ada. Adanya di Dublin atau Galway. Ya kali mau nyetir 1-2 jam buat beli tempe doang hahaha :p.

Kalau Tahu banyaaaaak di sini. Di Toko Asia bisa didapatkan dengan mudah, di supermarket dekat rumah saya juga stoknya selalu ada ;).

Saya sih tidak akan mengkompromikan urusan kesehatan dengan uang :). Kita toh sepakat bahwa kesehatan adalah salah satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Anggap saja investasi sejak dini ;). Uang bisa dicari, kalau jantung bermasalah, organ tubuh kena penyakit, mau dibeli pakai apa? Ganti pakai baterai bisa? :p.

Cuma untuk Mama yang sudah tua ya mau bilang apa. Orang tua kan sudah sulit kita ubah persepsinya. Mama memang kalau makan minimal pakai telur hehe. Pokoknya harus ada protein hewani :D. Kalau enggak ada kesannya gimanaaaaa gitu :D.  Ya udah, yang penting sudah usaha mengubah pola makan pas di sini. Sisanya cukup doanya saja buat kesehatan orang tua ya :).

 

Insya Allah sehat terus ya Mamaku sayang <3. Moga-moga tetap rajin makan buah dan sayuran segar hasil doktrin di sini selama hampir 2 bulan hihihi. Aamiin.

Terkait dengan polemik harga sapi yang melambung. Ya tiap bulan puasa memang harganya pasti gitu ya. Cuma tahun ini, Pak Presiden kakehan ngomong pakai target kalau daging sapi tidak bakal naik harganya hahaha. Yaela Pak, cebong garis keras pun cuma bisa pasrah dikau menjadi sasaran bully para hater karena blunder itu :p.

Semua juga tahu, pas bulan Ramadan, permintaan daging sapi ya so pasti melejit. Harga makin naik, omelan makin panjang, ya tetap saja pada ngantri di tukang daging :p.

Hukum ekonomi sederhana lah ya, demand naik ya harga pasti nukik ;). Kecuali pasokan banyak. Tapi menjaga pasokan ya pasti harus digempur pakai daging impor karena demand memang tinggi banget, produksi lokal tidak akan bisa mengatasi :).

Tapi, tapi, tapi kalau impor besar-besaran ya jadi bahan cemooh hater juga hahaha. Jadi, sabar ya Pakde :p. Keep doing your best ^_^. Ini saja keran impor akhirnya dibuka sudah mulai sinis. Maju kena mundur kena.

Pakde, tetap semangaaaaaaaat *nariHulaHulaCebong*

Sebenarnya sederhana, harga daging sapi naik ya jangan beli daging :p. Bulan puasa pula, harusnya asupan makanan dikurangi. Tapi ya begitulah :D. Tradisi sejak dulu, susah mengubahnya.

Sudah tahu sebenarnya di usia makin tua konsumsi daging hewani sudah kudu dikurangi, apalagi daging merah tuh ya. Tapi apa mau dikata. Walau sistem pencernaan jerit-jerit dihajar protein hewani melulu, urusan lidah tetap menang :D.

Pernah suami saya ngomel, “Ya aku kan sudah biasa makan masakan padang dari kecil. Ya namanya masakan padang ya gulai-gulaian atau rendang. Bumbunya itu lhoooo, sedep banget.”

Ya jangan ribet. Saya bikinkan saja Gulai Tahu ^_^. Tempe juga bisa digulai hihihi. Tempe direndang juga enak lho ;). Tahu belum pernah saya rendang :D.

Ini dia Resep Gulai Tahu -nya ;). Benar-benar adaptasi dari gulai hewan-hewanan hihihi.

Resep Gulai Tahu

Bahan utama :
400 gr tahu. Dipotong sesuai selera lalu dikukus. Tekstur tahu di sini kalau dikukus malah jadi lebih “kokoh” lho. Sama gak ya dengan tahu di tanah air? Kalau digoreng ya bisa juga. Tapi sebaiknya jangan lah. Sudahlah digulai, digoreng pulak. Dobel dah dosanya hahaha :p.
Resep Gulai Tahu
Bahan dihaluskan :
  • 2 buah cabe merah  besar
  • 6 siung bawang merah. Kalau pakai yang besar-besar atau bombay disesuaikan ya takarannya.
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 sdt kunyit bubuk
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 1/4 sdt Jintan bubuk. Ini  kira-kira sih ya, kayaknya pakai lebih sedikit. Jintan ini perlunya buat aromanya itu lho :D.
  • 1 cm jahe
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • 1/2 sdt merica bubuk
Bahan pelengkap :
  • 1/2 sdt lengkuas bubuk
  • 1 batang sereh, geprek
  • 2 lembar daun jeruk
  • Gula merah secukupnya
  • Air asam jawa
  • 500 ml santan, pakai yang encer saja
  • Garam secukupnya
Cara Membuat :
  • Tumis bumbu halus bersama lengkuas, sereh, daun jeruk.
  • Masukkan tahu goreng/tahu kukus. Aduk sebentar hingga bumbu tercampur rata.
  • Masukkan santan dan sisa bumbu lain. Didihkan. Kalau dirasa kurang tambahkan air atau santan encer lagi secukupnya.
  • Koreksi rasa. Siap dihidangkan ^_^.

Soal rasa ya pasti bedalah Resep Gulai Tahu ini dengan Gulai Ayam atau Gulai Kambing hahaha. Tapi tetap enak lho menurut saya. Lumayan kan buat variasi masakan tahu.

Baca : Resep Semur Tahu Kacang Merah

Silakan dinikmati Resep Gulai Tahu -nya dengan sepiring nasi putih plus … sayuran segar pastinyaaaaaa hehehe. Makan pakai potongan timur + tahu segar juga mantap banget tuh ;).

Yang masih peer tuh gimana cara bikin Sup Tahu yang enak, ya. Yang dari tofu itu lho. Saya pernah makan, tepatnya ditraktir hahahaha, di sebuah rumah makan oriental gitu. Menunya Sup Tofu begitu-begitu deh. Menurut saya sih enggak enak hahaha. Harganya booo, kalau gak salah di atas 50 ribu satu mangkok isinya buat makan sendiri aja kali. Untung ditraktir ya :p.

Ya next time dicari-cari deh ramuan yang pas-nya. Atau mungkin lidah saya yang tidak terbiasa ya dengan tofu. Sukanya Tahu Bandung dan tahu-tahu khas Indonesia lainnya. Lidah kampong! -_-. Semoga Resep Gulai Tahu nya bisa jadi alternatif buat masak-masak di dapur ya ^_^.

Kekerasan pada Anak : Hukuman Fisik di Sekolah, Yay or Nay?

Kekerasan pada anak : Setelah sekian lama kita ceritanya nih “berdakwah” tentang bahanya bullying terhadap anak dan “berfatwa” tentang sikap kita yang kontra terhadap hukuman fisik, saya benar-benar jadi bingung dengan reaksi banyak pihak terhadap kasus guru SMP yang dilaporkan ke polisi itu.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Okelah, dilaporin ke polisinya LEBAY pake banget.

Cuma, mengapa kritikannya justru terkesan memuja-muja cara guru kita tempo dulu yang tidak segan-segan menggunakan hukuman fisik untuk mendisiplinkan murid?

Banyak yang nyinyir betapa lebaynya generasi sekarang dan betapa hebatnya kita yang dulu pasrah kalau digebukin sama guru-guru? Yaela, dicubit doang, kata mereka. Kita mah dulu sampai digamparin juga takut ngadu ke orang tua.

Seriously? Kalian tidak keberatan anak kalian dapat hukuman fisik dari guru-gurunya? Sementara kita, sebagai orang tua kandungnya, berusaha keras menghindari hal-hal seperti ini bahkan kata-kata kasar pun katanya sebaiknya dihindari????

Hampir 2 tahun lalu, saat anak kedua saya masuk preschool di usianya yang ke-3 tahun…bentar, apaaaaaaa, usia 3 tahun sudah masuk sekolah?

Sabaaaaar, tahan dulu nyinyirnya hahaha. For info, ya di sini memang aturannya gitu. 3 tahun sudah boleh masuk preschool. Bukan gaya-gayaan ortunya punya banyak duit apa gimana wong sekolahnya gratis kok hahaha :p.

Iyessss, tidak semua negara Eropa punya sistem pendidikan ala-ala Finlandia yang konon sampai kelas 6 pun enggak ada peer. Kalau sekolahnya kayak gitu, saya keluarin deh anak saya dari sana hahaha :p.

Di beberapa negara, termasuk UK dan Ireland, anak umur 4 tahun sudah diajarkan membaca, menulis dan berhitung 😉.

Balik ke preschool tadi.

Saya bingung waktu harus menandatangani pernyataan yang kira-kira isinya begini, “Apakah orang tua mengizinkan guru untuk mengganti baju si anak kalau si anak misalnya tidak sengaja buang air kecil dan mengotori bajunya?”

Saya heran. Ya bukannya itu bagian dari tugas guru ya, apalagi ini anak-anak umur 3 tahun. Apa maksudnya sudah harus dilatih mandiri?

Bukan begitu ternyata alasannya 😀.

kekerasan pada anak

Guru-guru tidak boleh sembarangan melakukan kontak fisik terhadap anak-anak. Benar juga ya. Tahu kan soal maraknya kekerasan fisik kepada anak termasuk kekerasan seksual.

Nah, di sini memang dijaga banget tuh interaksi fisik antara guru dan anak apalagi kalau gantiin celana kan harus bersentuhan dengan bagian-bagian “intim”. Itu kita harus tanda tangan lho dalam urusan yang kita anggap sepele ini 🙂.

Saya sendiri memutuskan untuk tanda tangan. Sekolahnya jauh boooo hahaha. Kalau dia pipis dan eike harus datang sendiri gantiin celananya, halamaaaaak :p.

Ya dibayangkan sendiri, “ditolongin” gantiin baju saya butuh surat pernyataan khusus apalagi mau sembarangan nyubit-nyubit anak orang.

Kedisiplinan tidak dibalas dengan kekerasan fisik. Di sini mulai kelas 1 SD ada istilah “stamp”. Tiap hari normalnya tiap anak mendapatkan 3-5 stamp tergantung tingkat kelas. Kalau mereka lupa pakai dasi misalnya, mereka akan kehilangan 1 stamp. Berbicara saat guru lagi ngomong, kehilangan 1 stamp. Enggak ngerjain peer, kehilangan 1 stamp. Terlambat masuk sekolah kehilangan lagi 1 stamp.

Maklum ya sekolah Katolik kan memang terkenal disiplin 😉. Tapi saya malah demen yang disiplin-disiplin begini ^_^.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Walau guru dan staf sekolah banyak, orang tua juga harus aktif di sini. Duh, ini saja anak saya yang TK tiap minggu ada acara bermain bersama orang tua selama sejam di sekolah. Kita harus datang mendampingi anak kita di sekolah mengerjakan beberapa aktivitas.

Nanti tiap akhir sesi dicerahamin soal pentingnya orang tua mendampingi anak di rumah. Ish, Bu Guru tahu aja emaknya doyan fesbukan di rumah hahahahaha :p.

Disiplinnya bukan ke arah nilai harus bagus atau gimana lho ya. Itu sih tidak terlalu dipikirin hehehe. Toh enggak ada rengking dan award-award an terkait prestasi akademis 😉.

Yang jelas, tidak ada hukuman fisik sama sekali.

Anak kita enggak sengaja terjatuh keserimpet pas main dan menimbulkan luka kecil di bagian tubuh tertentu saja gurunya sampai sorry-sorry berkali-kali kepada orang tua. Apalagi kalau dilukai oleh temannya, itu pernah ada orang tua yang mengamuk di sekolah dan kepala sekolah sampai turun tangan. Hal ini dianggap sebagai kelalaian guru dan aparat sekolah.

Kalau berkelahi ya “diamankan” dan orang tuanya dipanggil untuk konsultasi bukannya digebukin balik lho yaaaaaa hahaha. Nah, ini kok ya ada yang bangga dulu katanya pas berantem ditempeleng sama gurunya -_-.

Tentu saja, kita tidak bisa gebyah uyah, “Amboiiii enaknyo tinggal di Eropa. Emang nih Indonesia parah abis. Ancur dah pokoknya. Ancur, ancur, ancur!!! Siapa sih presidennya?” ‪#‎eaaaaaa‬. Capek deh hahahaha :p.

Ya kita harus lihat-lihat sikon jugalah. Misalnya perbandingan jumlah murid dan guru. Gaji guru yang masih kembang kempis against their big responsibility in school. Fasilitas sekolah yang memang masih menyulitkan kedisiplinan model begini diterapkan secara sempurna.

We really need a real hard work regarding this, dari pemerintah dan dari masyarakat tentunya 🙂. Gaji guru dan segala macam hal terkait kan efeknya bisa ke mana-mana dan itu bukan persoalan sederhana.

Tapi apa iya, keterbatasan ini membolehkan kita membela si Ibu Guru secara “membabi buta” begini? 🙂. Memangnya kalau dia gajinya kecil, kerjanya susah then it will be fine kalau dia mau nyubit-nyubitin anak kita kalau lagi kesal. Wong anaknya juga yang salah kok. Begitu ya?

Yawdah, gak usah capek-capek bikin gerakan anti bullying di sekolah ajalah kalau gitu :p. Diperjuangkan sendiri ya dilanggar sendiri, zzzzzz -_-.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

***

Cerita Hijab : Berbicara Hijab, eh…Jilbab :p

Cerita Hijab : ribut-ribut soal baju lagi. Ya namanya juga perempuan yak. Adaaaaaa aja yang bisa dibahas. I love being a woman hahaha.

Paling kasihan sih sebenarnya yang “pertengahan” atau ala-ala seperti saya ini hihihi. Pakai jilbab -nya cuma “sepotong” kalau menurut kritikan beberapa teman :p.

cerita hijab

Terus masih pakai celana jeans. Apalagi saya sekarang lagi demen yang model straight, karena model baggy sudah old school dong ya. Nah lho sudah pakai jilbab masih milih-milih model hahaha. Dan bukankah pakai celana panjang itu menyerupai laki-laki?

Tadinya saya sepakat. Eh, terus saya tinggal di Saudi dan melihat laki-laki pakai gamis panjang (namanya thobe di sana) yang sebenarnya mirip banget dengan baju model perempuan. Laki-laki Pakistan pakai baju sepasang yang bajunya panjang kayak baju kurung dan celananya longgar banget. Lah ya piye? Hahaha.

Then I realize something … baju itu memang bagian dari budaya setempat :).

Makanya, susah mendefinisikan apa yang dimaksud dengan “menarik perhatian”. Karena jelas, kalau Anda di Saudi dan pakai baju bunga-bunga segede-gede gaban dengan warna merah-kuning-hijau di langit yang biru ya so pasti orang-orang akan syok.

Tapi kalau Anda hadir di acara kumpul-kumpul orang Malaysia, berasa salah kostum pakai baju hitam-hitam karena mereka warna bajunya kinclong-kinclong. Jilbab merah, atasan kuning, rok hijau misalnya. Ya jadinya biasa saja karena semua orang juga pakai baju model begitu ;).

Terakhir datang ke acara mereka, ya saya kerahkan atasan kuning muda, jilbab garis-garis hijau kuning walau celana saya enggak pede macam-macam tetap pakai pantalon hitam hehehe. Baru deh bisa terasa tidak saltum :D.

Balik lagi ke masalah jilbab.

cerita hijab
Foto : Dani Rosyadi

Yang kayak saya nih, kiri dihajar, kanan disepet hahaha.

Oleh teman-teman yang masih enggan berjilbab tidak segan-segan bilang depan saya, “Gue bingung sama elo. Pakai jilbab tapi masih pakai celana jeans ngepas di badan. Kalau pakai jilbab ya jangan tanggung-tanggung. Gue makanya belum jilbabab karena enggak mau setengah-setengah. Justru yang kayak elo ini yang merusak citra perempuan berjilbab.”

Oleh “wing kanan” kena jugak, “Apalah gunanya pakai jilbab kalau cuma setengah-setengah? Pakai yang panjang nih kayak gue. Yang syar’i, yang syar’i.”

Tapi ya sudahlah. Fleksibel aja kita yak. Kalau disepet ya pasti kesal lah ya. Cuma biar mengimbangi dosa saya yang segabruk-gabruk (hahaha) saya alihkan pikiran. Kalau disepet rasanya sungguh terluka makanya janganlah suka sepet-sepet orang masalah baju ;).

Indeed, saya memang tidak terlalu terganggu dengan ragam fashion atau apalah-apalah yang katanya menimpa umat muslimah di tanah air. Saya tahu rasanya berjualan, ya. Dulu merasakan jualan buku terbit indie kayak orang gila.

Makanya, kalau ada rezeki dan mood bagus ya kalau ada yang nawarin baju-baju atau jilbab-jilbab walau terus terang saya enggak cocok modelnya, insya Allah tetap inbox dan beli beberapa. Apalagi kalau saya ngefans sama yang jual atau kenal baik dan mereka nawarinnya sopan :p.

Tapi memang, kalau mahal-mahal ya saya angkat tangan! Hahaha.

Prinsip saya dalam berbusana ya … itu tadi. Enggak pengin yang mahal-mahal. Kikir sama hemat memang tipis bedanya :p.

Sekarang pun baju-baju saya arahin ke satu warna semua. Di sini sih santai ya. Keluar rumah pakai jeans + jaket. Jaket saya ya hitam semua hahaha. Itu juga cuma ada 3 biji : winter, autumn, spring. Untuk summer udah keburu punya beberapa kardigan.

Gurten Swiss Bern pic by Dani Rosyadi
Bareng anak ke-2 ^_^, kostum lagi liburan juga sama hahaha (hamil 20 bulan di Swiss tempo hari)

Waktu mau mudik saya baru sadar, alamak, kenapa baju hitam semua iniiiiiiii hahaha. Terinspirasi Pak Jokowi nih :p. Masa presiden saja bajunya gitu-gitu doang, kita rakyat jelata mau macem-macem.

Itu  jawaban ala cebong *benerinEkor*.

Sebenarnya saya senang warna hitam karena :

  1.  Bikin kelihatan langsing hahaha
  2. Gampang dipadu padankan dengan warna jilbab apa saja.
  3. Kalau ditanya saya tinggal ngeles, “Eh baju saya banyak cuma memang hitam semua” Hahaha. Jadinya, orang enggak akan tahu sebenarnya berapa banyak baju saya :p.
  4. Kalau bawahan ya saya paling suka celana jeans. Praktis. Udara dingin maupun tropis :D. Bisa dipakai berkali-kali tanpa perlu dicuci dan tidak perlu disetrika dan tetap kelihatan rapi hahaha. Nah cucok kan celana jeans + atasan hitam :D. Tinggal jilbabnya saja yang dimainkan :D.

Namun, saya tidak rewel kalau situ mau pakai baju bunga-bunga atau pink atau kuning atau manalah. Ya soalnya saya juga tidak terlalu suka sih menilai-nilai orang dari penampilan ;).

Paling merhatiin yang umum-umum saja misalnya kerapihan dan kebersihan :). Soal warna dan model monggo sajalah. Saya fleksibel. Lihat yang modis-modis juga suka, kok ^_^.

Kakak saya yang rewel suka banget nyinyirin penampilan saya yang di  matanya “standar abesssss”. Ya biarin saja dia ngomong sampai berbusa toh enggak pernah saya dengerin hahaha. Tapi saya pribadi senang kok dengan baju-baju rancangan dia yang modis-modis itu ;). I’m still a proud sister <3.

Tidak sedikit memang teman-teman saya yang kini beralih mode busana. Pakai gamis panjang dan jilbab panjang. Good for them <3.

Untuk urusan niat dan soal tabarruj dan berhias diri, ya saya pun tipe perempuan yang hanya kenal bedak dan pelembab bibir. Tapi saya suka juga sih  nonton-nontonin youtube cara bikin alis walau saya tidak pernah habis pikir, “Kenapa alisnya dihapus terus digambar lagi?” Hahahha.

Tapi ya, tidak merasa terganggu juga. Ya, alis-alis dia :p.

cerita hijab : Dermaga Burkliplatz Zurich pic Dani Rosyadi
Numpang eksis di Dermaga Burkliplatz Zurich 😀

Perkara niat lebih absurd lagi, ya. Bukan ranah manusia :p. Kadang, kenal juga tidak. Jadi kenapa kita harus pusing kalau dia punya koleksi gamis yang diklaim syar’i 10 biji dengan harga tidak murah? Let them! Yang penting ketemu tetap haha hihi dan cipika cipiki ^_^.

Saya sih kalau lihat pashmina agak besar dan bahannya bagus saya sering beli buat oleh-oleh :). Karena teman-teman dan kerabat memang banyak yang pakai pashmina/jilbab lebar-lebar. Saya lebih prefer yang kecil-kecil kan pakai jilbabnya memang cuma sedada atau seleher :).

Teman-teman yang sekarang pada pakai gamis lebar dan jilbab besar ya tetap baik-baik saja sih dengan saya. Terserahlah ya kalau di belakang saya, saya toh juga mungkin sesekali keserimpet ngomongin orang *tutupMuka*. Yang penting kalau ngobrol di FB, WA dan tatap muka mereka tetap akrab :). So why bother? :).

Masalah busana hanya salah satu sisi dari berwarnanya hidup ini, kan, kan, kan ^_^. Tidak terlalu signifikan buat saya sih.

Hidup merantau membuat saya melihat banyak sekali hal-hal dan perbedaan budaya yang mungkin ribet di tempat A tapi simpel di B. Atau krusial di B tapi di A ya santai-santai saja.

Itulah warna dunia. Pasti bosan sekali ya, sudah jauh-jauh merantau ya ketemunya model-model itu-itu juga hehehe. Lebih senang kalau warna warni ^_^. Lebih bahagia lagi karena untuk menikmati dan menjadi bagian darinya, saya tidak perlu ikut-ikutan menyamakan “warna”.

Urusan siapakah kelak yang menunjukkan “warna” sejatinya sesuai perintah sembahan masing-masing, ya itu bukan ranah manusia ;). Biar sajalah malaikat Rakib dan Atid melaksanakan tugasnya :D. Kita semua posisinya sama. Sama-sama menunggu hasil yang hanya akan ketahuan “nanti”. Bukan sekarang :).

Tapi kalau dibikin ribut juga enggak apa-apa. Kan asyik, sudah berapa hari bingung  mau nulis apaan, tetiba ada topik seru kan bisa nulis-nulis lagi hihihi.

Cuma saja, buat sebenarnya masih  banyak hal lain tentang persoalan perempuan yang lebih menarik dan edukatif untuk diperdebatkan :). Lah terus kenapa situ ikut-ikutan rempong? Ya sekalian curhat sebagai orang “tengah-tengah” yang kena sikut melulu dari 2 sisi dooooong hahahaha. Kapan lagi dapat momen yang pas :p.

Sekalian pasang foto-foto ala OOTD dong ya hahahaha :p. Sungguh postingan yang sangat inspiratif :D.

 

Never Lose Faith in Humanity

Kurang dari sebulan lagi, UK akan mengadakan sebuah referendum penting mengusung pertanyaan, “Apakah UK akan stay dalam Uni Eropa atau tidak?”

Kalau seandainya hasil referendum membuat UK keluar dari Uni Eropa, something ‘huge’ should happen.

The Red London Bus - pic Dani Rosyadi jalan-jalan ke London
London Bus, foto : Dani Rosyadi

Referendum ini bagian dari tuntutan Partai Konservatif yang kebetulan menjadi tempat bernaung David Cameron, perdana menteri UK terpilih 2015 lalu. Jadilah, referendum ini adalah bagian dari janji kampanye David Cameron.

Uni Eropa adalah sebuah kesepakatan yang cukup unik. Selain mencakup hampir 30 negara-negara di Eropa Barat dan Timur, aturannya seragam mengikat tapi input ke masing-masing negara ya beda-beda karena pada dasarnya mereka bukan United States seperti di Amerika Serikat 😀.

Salah satu concern utama pendukung opsi UK seharusnya keluar saja dari Uni Eropa adalah national security. UK sudah mulai kebat kebit dengan banyaknya serangan terorisme di Eropa Barat daratan. Dua yang terakhir di Paris dan Brussel.

Menurut sebagian politikus UK, ini terkait aturan penerimaaan pengungsi ala Uni Eropa yang kurang ‘secured’. For info ya, sebagai welfare-state, Uni Eropa memang cukup terbuka sebenarnya kepada para pengungsi 🙂.

Urusan sosial yang ditimbulkan oleh kalangan pengungsi / refugee memang cukup rumit, ya. Pendatang dari kalangan profesional dan pelajar tentu tidak termasuk 😀. Ini khusus pengungsi yang biasanya lari dari negara asal karena ketidakstabilan ekonomi dan keamananan.

Seharusnya sih, pengungsi ini tinggal di Uni Eropa sementara saja. Diharapkan setelah negaranya aman, mereka mau pulang kembali ke negara asal masing-masing.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Problemnya ada 2, Pertama, umumnya negara asal mereka enggak “sembuh-sembuh” hehehe :p. Kedua, mereka sudah terlanjur nyaman dan bahkan memang ada beberapa yang sudah niat dari awal memang untuk hidup permanen sampai beranak pinak 😀.

Kejadian di Brussel tempo hari memunculkan lagi isu ini. Tapi harap diingat masalahnya di sini bukan dari pengungsi generasi pertama tapi justru dari pengungsi yang istilahnya “home-grown”. Mereka lahir dan besar di Uni Eropa.

Diskriminasi terhadap pengungsi dan keturunannya memang nyata. Akses pekerjaan buat mereka “dibatasi” 🙁. Sementara biaya hidup tidak kecil. Walau terbantu oleh tunjangan sana sini, ya namanya juga manusia biasa. Siapa sih yang tidak ingin meraih kehidupan yang lebih baik? 🙂.

Memangnya semua orang sanggup hidup pas-pasan selamanya? Tanyakan saja ke diri kalian sendiri :p. Sanggup? 😉.

Mereka, dari lahir sudah tinggal di Eropa. Mau balik ke negaranya juga jadinya rancu. Karena mereka sama sekali tidak terbayang kehidupan di sana. Ya lidahnya pun juga mungkin sudah tidak terbiasa dengan bahasa asli orang tua mereka.

Mereka “terjebak”.

Keputusasaan inilah yang melahirkan bibit-bibit “sakit hati” yang bisa berkembang ke mana-mana. Ada yang dimanfaatkan oleh organisasi-organisasi teroris itu salah satunya 🙁.

Ya, dunia utopis di mana kita bisa saling menerima dan mengikhlaskan perbedaan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh seumur hidup kita untuk menaklukkan “ketakutan” kita sendiri 🙂. Lucunya, once you realize this, malah kita yang akan dianggap “aneh”, syukur-syukur enggak dituduh liberal ya Kakaaaaa hahaha :p.

Pemerintah Uni Eropa ya bisa apa, karena memang pengungsi ini dari awal diharapkan “solusi sementara”. Kalau pengungsi ini dibikin terlalu “nyaman”, bisa habis nanti Uni Eropa diserbu para pendatang hehehe :p.

Lah ya makanya, kalau ada pertikaian, negara-negara besar harus berperan aktif melerai, ya. Jangan malah ngumpet-ngumpet jualin senjata dan mengeruk keuntungan sendiri -_-.

Akhirnya, pepatah bijak suatu waktu akan membuktikan kebenarannya, “Senjata makan tuan” 😉. Dalam kasus Suriah sendiri kan sudah rahasia umum, kelompok pemberontaknya ada berbagai macam kelompok yang didanai oleh banyak negara 🙁.

tank pixabay

Jangan dikira Uni Eropa sama sekali terlepas dari konfik di sana.

Mari melihat dari berbagai sisi, ya.

Inilah salah satunya yang membuat UK tidak puas dan menyalahkan kebijakan Uni Eropa terkait penerimaan pengungsi. Sementara orang-orang asli Eropa sendiri ya ada juga yang korslet yang menyamaratakan semua pengungsi.

Saya pribadi setiap ada kejadian terorisme di belahan Eropa selalu stres juga jadinya. Takut kami di sini jadi sasaran ketidaktahuan dan meme-meme diskriminatif terhadap minoritas. Noh, Pegida di Jerman misalnya -_-.

Tapi ya jangan malah balas dendam. Saya tidak ingin bermasalah di sini karena dampak minoritas ini makanya saya berusaha keras tidak melakukan hal itu terhadap orang lain dalam posisi mereka sebagai minoritas.

Do whatever I can untuk bekerja keras menddik diri sendiri agar tidak mudah termakan hoax-hoax mengandung hate-speech. Ya enggak gampang juga pastinya.

Makanya, saya gunakan kata KERJA KERAS. Karena memang repotnya minta ampun pergaulan di dunia maya ini. Kadang, jari kita berkelebat lebih kencang berkomentar dan share ini itu ketimbang otak kita mengolah data 🙁.

Efek berita hoax tidak kecil, teman-teman 🙁.

Pertimbangan lain terkait referendum UK ya seputar ekonomi juga lah ya. Duit lagi, duit lagi hehehe.

Pihak partai konservatif misalnya sudah merasa UK kelamaan join di Uni Eropa dan sudah terlalu banyak perubahan yang tidak menguntungkan posisi UK juga.

Yang menuai “keuntungan” terbesar dari kerjasama ala Uni Eropa ini bisa dibilang Jerman lah ya. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar dan jumlah penduduk terbanyak, Jerman yang paling “leluasa” berkuasa atas kebijakan-kebijakan dalam Uni Eropa.

Negara-negara yang ekonominya agak di bawah juga diuntungkan. Karena kebijakan Uni Eropa membuat orang-orang dari negara-negara Eropa Timur yang “rada miskin” :p bisa leluasa berpindah-pindah ke negara Uni Eropa yang lain untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Di Republik Irlandia sini nih, banyaaaaaak banget pendatang Polandia. Makanya jangan heran kalau orang-orang bule di sini tahu-tahu ngomong bahasa aneh-aneh hihihi. Secara fisik terus terang saya tidak tahu bedanya. Harus kedengeran mereka ngomong dulu baru bisa ketahuan aksennya hehe.

Yang gamang itu ya negara-negara pertengahan.. Kaya enggak, miskin juga kagak. Apalagi negara-negara besar seperti Spanyol. Penduduknya banyak tapi pendapatan perkapitanya kecil. Dengar-dengar Spanyol juga pernah “goyang”. Tapi enggak lanjut lagi nih beritanya.

Kasus Yunani agak beda karena ada isu kesalahan manajemen dalam negeri.

Kalau kata suami saya, UK mungkin kepengin seperti Swiss. For info ya, Swiss itu TIDAK TERMASUK dalam Uni Eropa. Mungkin UK gerah berada dalam bayang-bayang hegemoni Jerman.

Hasil polling terakhir sih tipis banget. Tapi masih menang mayoritas yang ingin bertahan UK tetap dalam naungan Uni Eropa.

Yang ribet ya Republik Irlandia ini nih hahaha. Soalnya Republik Irlandia punya hubungan spesial dengan UK dalam banyak hal.

Lucu juga hubungan antara UK dan Republik Irlandia. Karena sebenarnya orang-orang Irlandia itu banyak yang mendendam kepada orang UK terkait penjajahan ratusan tahun terhadap Ireland tempo hari hehehe.

Tapi dalam urusan ekonomi dan sosial, Republik Irlandia manut-manut sama UK. Republik Irlandia menolak masuk Schengen itu kan salah satunya karena UK juga tidak mau masuk Schengen. Kasihan deh paspor Indonesia sudah nyampe Eropa tetap saja kudu ngemis visa ke mana-mana :p.

Tiket ke mana-mana murah tapi ngurus visanya yang tidak murah dan “ngeselin”. Saya suka emosi jiwa kalau diwawancara dan dipelototin sambil ditanya-tanya, “Kamu mau ngapain sih ke sana?”

Sempat kepengin iseng menjawab, “Ya mau jihad dong, Mbak!” Hahahaha :p. Becanda yak *sungkemDuluSamaEmbakEmbakKedutaan*.

Saya pribadi berharap hasil referendumnya menetapkan UK tetap dalam Uni Eropa. Ekonomi global lagi suram jangan sampai makin ribet gegara keputusan UK untuk keluar dari Uni Eropa.

Ini jangan sampai dianggap UK tidak ramah pada pendatang, ya. Khususnya kaum muslim. Rasa-rasanya sih, UK dan Republik Irlandia termasuk 2 negara Eropa di mana Islam cukup mendapat tempat.

Tunggu ya saya bikin tulisan tentang masjid besar di Dublin di tengah-tengah pemukiman elit 😉. Serta sebuah museum yang menyimpan naskah-naskah alquran tertua di dunia di Dublin. Ini lagi nyari-nyari kesempatan buat masuk media cetak dulu. Biar ada duitnya dulu gitu baru kita masukin blog hahahahaha.

Manusia biasa dong ya, mohon diampuni :p.

Walau sejak akhir tahun lalu, suami saya sudah memutuskan untuk mencari kerja di Jakarta dan segera kembali ke tanah air begitu dapat, saya tetap berharap yang terbaik untuk Eropa. Bukannya norak, ya gimana ya, enggak bisa bohong tinggal di Eropa itu surga bangeeet <3.

Tapi sesurga-surganya Eropa, Ibu saya selalu bilang, “Tempat terbaik buat istri ya di samping suaminya.” Suami mau balik ya kita mah bisa apa selain memberikan dukungan penuh dan siap-siap beres-beres koper in case ladang rezeki yang baru di tanah air sudah memanggil 😉.

Btw, konsep “welfare state” ini benar-benar mengagumkan. Saya pernah ketemu semacam paper untuk membandingkan Syariat Islam vs Welfare State. Ada yang mengklaim “welfare state” ini adalah praktik negara yang paling mendekati sistem Islam. Tapi definisi welfare state sendiri juga bisa panjang ceritanya.

Adapun membahas ini butuh tulisan yang jauh lebih panjang lagi. Sementara gue yakin kalian pastii sudah misuh-misuh, “Najis, panjang amat tulisannya” hahahaha :p.

Well, semoga kita semua bisa menarik hikmah bermanfaat ya dari kejadian-kejadian dan argumen-argumen di atas. Apa pun itu, jangan selalu lupa meletakkan kemanusiaan di tempat teratas 🙂. Simpel saja karena sebenarnya yang melekatkan kita semua ya karena status kita sebagai manusia apa pun parameter yang menyertainya 😉.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

You must not lose faith in humanity. Humanity is an ocean; if a few drops of the ocean are dirty, the ocean does not become dirty.
–Mahatma Gandhi

Saya percaya, dalam lubuk hati kita terdalam, kita semua sepakat pada banyak hal yang sama. Makanya, stay away from hoax ya teman-teman, again and again 🙂.

Apalagi buat yang muslim tuh, keadilan adalah hal yang paling keras diperintahkan dalam alquran 🙂. Memang bukan sifat dasar manusia tapi kewajiban kita adalah berusaha keras menegakkannya dalam hal apa pun. Gagal sekali-sekali ya manusiawi. Tapi kalau berkali-kali terhasut, ya itu mah doyan hahaha :p.

Insya Allah, bulan puasa sebentar lagi ya <3. Semoga bisa menjadi momen yang bagus merenda kembali janji-janji setiap kita untuk menjadi manusia yang lebih baik. Aamiin <3.

Gambar : misacor.org
Gambar : misacor.org

***

Alhamdulillah Yaaa, Tanggal Tua Pun Bisa Memberikan 6 Hikmah Berikut

Siang menjelang sore, saya terjebak di halte fakultas lain. Kalau lagi jam sepi begini, bus kuning memang agak jarang lewatnya. Fakultas tempat saya nyangkut jaraknya masih jauh dari tempat kosan.

Jalan kaki ya mungkin banget. Cuma … capek? Bukaaaaan. Tapi takut, euy! Hahaha.

Jarak antar fakultas di UI Depok tuh jauh-jauh. Apalagi dulu belum seramai sekarang. Kiri kanan jalan banyak semak tinggi atau sekalian hutan. Iya, hutan beneran.

Beginilah kalau tanggal tua. Opsi naik ojek pasti tidak mungkin. Kepala saya pening pula. Entah mikirin tugas di kampus, entah mikirin kecengan yang sinyal responsnya turun naik, entah lapar juga mungkin hahaha :p.

tanggal tua

Menunggu kelamaan, saya sampai masuk ke gedung fakultas dan ngecek ke ATM segala. Mengharap ada keajaiban :p. Keluar dari ATM kok ya rasanya gimana gitu, ya :(.

Teringat lagi sudah semingguan ini saya memikirkan soal pilihan untuk mencari tambahan uang saku dengan bekerja paruh waktu. Sudah mengobrol dengan beberapa teman. Mereka memilih mengajar privat anak sekolah di sore hari setelah kuliah.

Nah, ini. Saya ragu. Apa keburu, ya. Anak-anak yang privat rata-rata SMA. Pelajarannya kan lumayan. Harus belajar lagi. Harus bagi waktu lagi dengan urusan kampus.

Kepentok pula dengan sifat penakut saya. Apa berani ke mana-mana sendiri karena mereka harus didatangi di rumahnya masing-masing? Maklum ya, anak rantau enggak ngerti jalan hehe. Selama ini saya commuter kampus-tempat kosan doang.

Saya balik ke halte. Menimbang sesaat, kalau rasa takut, rasa malas dan rasa enggan yang diturutin kapan ketemu solusinya? Secara impulsif saja saya terpikir, the right time to start is always…NOW!

Saya membabi buta melihat ke dinding dan langit-langit halte yang biasanya memang ditempeli selebaran macam-macam. Termasuk berbagai lowongan pekerjaan yang umumnya cocok buat mahasiswa. Mumpung sepi.

Begitu lihat ada lowongan mengajar privat saya catat alamat dan nomor teleponnya. Pokoknya coba dulu. Nekat saja.

Dua hari kemudian, saya datangi tempatnya. Saking semangatnya, saya tidak memperhatikan bahwa ternyata privatnya khusus untuk anak-anak ekspatriat alias anak-anak bule. Wawancara dalam bahasa Inggris. Alamak. Benar-benar tidak ada persiapan dari rumah.

Tapi kepalang basah, ya. Sudah mempertaruhkan sisa-sisa uang untuk naik angkot sampai  ke sana. Again, nekat saja. Berani, berani, berani. Pokoknya jangan sampai kelihatan takut. Jawab saja terus dengan pede.

Voila! Langsung diterima dan mulai mengajar minggu depannya ^_^. Kalau berhasil meredam rasa tegang, saya memang gampang berkomunikasi dengan orang baru.

Ini nih hikmah yang pertama yang saya analogikan dari salah satu judul  buku yang pernah saya baca :

Hikmah 1 : The Power of Kepepet

Tahu tidak, murid-murid saya tuh cuma anak-anak usia 7-15 tahun. Kurikulum internasional juga jauh lebih mudah ketimbang kurikulum nasional. Materinya cukup mudah dan tidak menyulitkan sama sekali. Hanya modal cas cis cus bahasa Inggris dengan pede.

Honornya juga lebih tinggi daripada honor mengajar murid lokal ;). Begitulah, saking sudah kepepetnya terus-terusan kepentok dilema tanggal tua, rasa nekat muncul begitu saja. Terterabas semua rasa enggan, takut dan segala macam :D.

Hikmah berikutnya terkait hobi saya dengan yang manis-manis. Apa pengaruh orangnya yang memang manis? #eaaaaa. Manis tapi duit tiris ya buat apaaaaaaa, hahaha :p.

Umur masih muda waktu itu. Rasanya makan apa saja ya langsing-langsing saja. Mungkin karena stres keseringan drama tanggal tua hahaha. Tapi ya kali mau jajan-jajan terus *gigitDompet*  -_-.

Akhirnya nih, pernah saking kepenginnya ngemil saya bongkar-bongkar  isi lemari. Ketemu beberapa bungkus agar-agar bekal dari tante saya saat saya ke rumahnya tempo hari. Sudah lama baru ketemu sekarang. Ya agar-agar doang apa rasanya?

Saya bawa ke dapur, eh ketemu sisa gula pasir dan sisa susu kental manis coklat. Susu kental manis biasanya untuk olesan roti kalau lagi mau ngemil. Tapi rotinya sudah habis.

Saya benar-benar payah deh urusan memasak waktu masih kuliah. Dulu pun belum ada Google yang bisa kita tanyai aneka rupa resep dan segala macam. Jadilah saya cemplungin masak saja semuanya bareng-bareng, agar-agar sebungkus + susu kental manis coklat + gula pasir.

Widih, ternyata enaaaaaaaaaak *tepukTangan*. Airnya dilebihkan dari takaran normal di petunjuk bungkusnya biar hasilnya banyak hahaha. Agak lembek tapi tetap enak. Bisa dimasukkan kulkas hasilnya dan bisa jadi cemilan selama beberapa hari.

mendadak masterchef

Itu pertama kalinya saya bikin puding agar-agar! Tentunya, bukan untuk terakhir kalinya. Sering saya nyetok puding agar-agar model begini karena modalnya lumayan irit. Sekaleng susu kental manis coklat bisa buat 2-3 x masak, lho, hihihi *ciumDompet*.

Hikmah 2 : Seringkali, Keterbatasan Membuat Kita  jadi Kreatif

Kreativitas juga seperti ketemu gong-nya di era digital begini. Banyak sekali kemudahan yang bisa kita dapatkan dengan makin majunya teknologi online yang memungkinkan kita bergerak lebih dinamis di dunia maya. Maksudnya gimana? Tahaaaaaaaaan, tunggu di hikmah nomor 5, ya ;).

Sekarang hikmah tentang berkahnya punya teman baik hati dulu, nih.

Saya punya teman akrab di kampus. Sepertinya cukup berkecukupan walau sama-sama anak daerah. Saya merantau dari Makassar sementara dia jauh-jauh dari Medan. Tapi saya sering nyengir mendengar logat Melayunya yang kental saat berbahasa Indonesia. Padahal saya juga lidahnya Makassar banget *toyorKepalaSendiri*.

Dia sih santai anaknya. Kalau digodain selalu cengegesan saja. Tidak baperan kayak saya hahaha. Anaknya tomboy dan pintar sekaligus cuek.

Siapa sangka ya, cuek-cuek begitu dia sangat perhatian pada kami-kami, teman-teman di kampusnya yang sesama perantau tapi napas keuangannya sering kembang kempis seiring bulan yang terus berjalan hehe. Setiap ada kiriman makanan dari Medan, dia sering mengundang kami menginap di kosannya.

Jadi malu sering menggoda dia macam-macam. Tak tahunya saya sering menumpang menginap di kosannya dan ikut menikmati bekal kiriman dari orang tuanya. Sekalian menumpang ngerjain tugas di kampus di komputer pribadinya, dulu masih era PC yang tebel-tebel itu :p.

Hikmah tanggal tua berikutnya saya kutipkan dari pepatah lama dari Imam Syafii :

Hikmah 3 : Merantaulah, Kau Akan Mendapat Pengganti Kerabat dan Teman yang Kau Tinggalkan.

friend tanggal tua

Bahkan, pas mau pulang pun selalu dibekali untuk disantap sendiri pas di  kosan nanti. Beruntungnya punya teman berhati emas. Teringat di awal kuliah sulitnya saya beradaptasi dan selalu terkenang teman-teman SMA yang tidak satu pun lulus di kampus yang sama dengan saya.

Mati satu tumbuh seribu, ya. Satu musuh terlalu banyak, sejuta teman takkan pernah cukup :).

Tapi ya jangan khusus berteman karena mengharapkan apalah-apalah di kemudian hari ya ;). Masa baru kenal sudah mikir keuntungan gimana-gimana. Bertemanlah karena memang kita seharusnya memang senang berteman <3.

Hikmah 4 : Tiga Sisi Mata Uang 

Hikmah  berikutnya terkait kesadaran bahwa ternyata mata uang itu tidak hanya punya 2 sisi. Tapi ada…3!

Selain pengeluaran dan pendapatan, penting banget yang namanya  pengelolaan ;). Biar enggak tongpes melulu ya saban akhir bulan hehe.

Mengelola uang juga terkait gaya hidup, sih. Kalau mengendalikan diri saat uang lagi banyak sih tidak masalah. Pasti sudah pada jagoan semua deh hahaha. Itu sih bukan mengendalikan diri tapi kepepet :p. Alias terpaksa.

Yang lebih susah sebenarnya menahan nafsu saat materi lagi ada. Mau punya pendapatan sederas apa pun mengalir kalau pengeluaran tak terkontrol ya sama saja kan? Jadi perlu ada satu proses antara pendapatan dan pengeluaran, yaitu … pengelolaan! :D.

Tapi percaya deh, yang paling penting itu mengelola nafsu belanja. Pandai-pandailah menyimpan uang atau belajar mengutamakan berinvestasi sejak dini.

Walau kadang, kita sudah ketat seketat-ketatnya ya memang nasib … uang masuk memang cekak, ya, Kakaaaaa hahaha :p.

Jangan sedih dulu ;). Nanti cek di hikmah terakhir yang nomor 6 yak ^_^. Sekarang kita bahas yang ke-5 dulu. Ini terkait dengan hikmah yang sebelumnya di nomor 2 tadi tuh, “Keterbatasan membuat kita jadi kreatif” ;).

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Hikmah 5 : Teknologi Jangan Dinyinyirin, Tapi Dimanfaatin 😉

Tidak sedikit orang yang mengklaim bahwa kecanggihan teknologi  utamanya dunia online yang berkembang pesat membuat banyak efek negatif yang bermunculan. Jangan sensi-sensi amatlah ;).

Daripada misuh-misuh dan malah berusaha melawan perubahan yang tak terelakkan dan toh tak bisa kita lawan, mending kita manfaatkan sekalian ^_^.

Salah satu gebrakan dunia maya yang terkini adalah maraknya belanja online termasuk situs-situs belanja serba ada . Daripada sibuk menyalahkan perjalanan zaman mending melebur bersama dan cari celah untuk keuntungan kita. Termasuk dilema pas tanggal tua.

Situs-situs ini suka bikin promo-promo dan semacamnya.

Jadi, jangan manyun meratapi nasib kalau tanggal tua, yak. Mending manfaatin kuota buat browsing ke situs penyedia segala ada untuk ceki-ceki semua kategori barang yang diinginkan siapa tahu berjodoh dengan promo yang ada :D.

Gambar : www.worldsoccertalk.com
Gambar : www.worldsoccertalk.com

Tibalah di hikmah terakhir :

Seperti yang saya bilang di hikmah nomor 4 tadi. Kadang ya, kita sudah setengah mati mengelola uang yang ada tapi yah, drama tanggal tua tetap saja menjadi langganan. Bukan karena kurang usaha atau kurang ngotot, but simply because we don’t have enough money :).

Santai, yaaaaa.  Ingatlah hikmah ke-6 ini :

Hikmah 6 : Hidup Seperti Roda Pedati, Kadang di atas Kadang di bawah 😉

Dijalani sajaaaaa :D. Hidup memang berubah-ubah. Nasib siapa yang tahu. Jangan putus asa, bapernya jangan dipiara :p. Suatu hari nanti kalian akan nengok ke belakang dan senyum-senyum mengenang drama-drama tanggal tua ini ;).

Enjoy di masa-masa sulit dan peliharalah terus pengharapanmu ;).

“They say a person needs just three things to be truly happy in this world: someone to love, something to do, and something to hope for.” -Tom Bodett-

Tetap alhamdulillah di tanggal tua, suatu waktu insya Allah sukses jua ;).