Negeri di Awan

Angin topan menghambat mobil ambulans yang ditumpangi Meredith dan Alex, yang sedang membawa seorang bayi yang usianya kurang dari seminggu. Bayi tersebut ditransfer dari rumah sakit yang kekurangan peralatan karena sang bayi butuh perawatan khusus.

Ambulansnya mendadak berhenti di tengah hujan deras dan mereka berdua diminta oleh Pak Supir untuk turun dari mobil. Meredith ngotot mempertahankan adek bayi tetap dalam ambulans karena ribet membawa keluar peralatan yang menempel di sekujur tubuh si adek bayi. Alex sebaliknya. Jadi berdebatlah mereka.

Gambar : Meredith Grey dan Alex Karev (theodysseyonline.com)

Hingga akhirnya sebuah benturan membuat keduanya pingsan. Saat tersadar, mereka pun buru-buru mengangkut si adek bayi keluar dari mobil sebisanya.

Sementara kedua dokter ini berusaha keras menyelamatkan nyawa si adek bayi, alangkah horornya mereka mendapati pemandangan di luar ambulans. Ternyata, tiga orang dewasa tergeletak berpencar di atas aspal. Sudah tidak bernyawa. Termasuk si supir ambulans.

Yoih, saya masih rajin nonton re-run nya serial “Grey’s Anatomy” di salah satu siaran lokal di sini . Gabungan antara mimpi terpendam pengin jadi dokter ahli bedah dan penggemar drama level kronis (hahaha, ini mah alasan nomor satunya .

Di salah satu serial Bones (serial favorit lainnya ), ada satu cerita yang enggak kalah galaunya.

Seperti biasa, adegan awal di setiap episode adalah penemuan tengkorak manusia. Kali ini, identitasnya adalah seorang remaja pria, Dylan, yang berasal dari keluarga baik-baik dengan kemampuan akademis yang oke.

Brennan dan Booth dari serial Bones

Dylan punya kekasih, Kelly, seorang anak yatim piatu yang berada dalam pengasuhan orang tua angkat bersama adiknya, Alex. Kelly dan Alex juga sering bergaul dengan anak-anak jalanan lainnya di sebuah rumah penampungan khusus.

Dylan sudah berhasil menyemangati Kelly dan Alex untuk semangat di sekolah dan berusaha meraih nilai-nilai bagus untuk bersaing mendapatkan beasiswa di pendidikan tinggi. Kalian tahu tidak sih ongkos kuliah di US sini? *pingsanDulu*.

Dua tokoh tambahan dalam episode ini , suami istri Kevin dan Fran. Pekerja sosial yang sering membagi-bagikan makanan dan kebutuhan lain buat para anak jalanan.

Kelly ngotot mengaku kalau dia membunuh Dylan. Belakangan Kevin juga terbunuh. Kelly juga mengaku membunuh Kevin.

Ternyata, Kevin ditembak oleh istrinya sendiri, Fran. Selama ini Kevin sudah sering mencabuli anak-anak perempuan dengan menjanjikan sebungkus roti isi kepada mereka. Fran berpikir bisa membuat Kevin sadar, tapi ternyata masih kumat juga.

Fran tadinya memanfaatkan Kevin untuk mendekati para anak jalanan dan menolong mereka. Sekaligus berharap bisa menyadarkan Kevin. Tapi gagal.

Kasusnya Dylan lebih sedih. Tadinya, Kelly pikir ingin pergi dari rumah orang tua asuh agar adiknya, Alex, bisa punya kesempatan mendapat hidup lebih baik. Karena ekonomi keluarga angkat mereka juga pas-pasan. Lebih bagus kalau mengasuh satu anak saja.

Kelly mau kabur bersama Dylan. Terus tahu-tahu berantem sama Dylan. Dylan tidak sengaja bersikap kasar kepada Kelly. Ternyata ada Alex di tempat itu. Melihat kakaknya dikasari, Alex refleks mendorong Dylan. Karena itulah Dylan menabrak kaca dan jatuh dari lantai atas hingga akhirnya meninggal.

Untuk melindungi Alex lah, Kelly terpaksa mengaku. Karena Fran juga selama ini selalu menjadi tempat bersandar bagi anak-anak jalanan di wilayah itu, makanya Kelly juga rela berbohong untuk Fran.

Gambar : pixabay.com

Kalau tidak salah Kevin juga error karena masa kecilnya yang kurang menyenangkan sebagai seorang foster child. Membuat kita pusing untuk memikirkan siapakah gerangan penjahatnya, di mana letak kesalahannya?

Enggak kebayang di Indonesia dan kebanyakan negara-negara berkembang lainnya pasti lebih seru lagi kisah-kisah seperti ini ya .

Negara dengan penduduk segabruk-gabruk kadang mentok dalam urusan kesejahteraan sosial. Bahkan untuk negara semaju dan secetar Amerika Serikat.

Konon, salah satu alasan rakyat US ogah-ogahan milih Clinton (walau lawannya Trump sekali pun ) karena isu kenaikan pajak. Kalau tidak salah, Partai Demokrat memang ingin melanjutkan bahkan meningkatkan kebijakan “Obama Care”. CMIIW ya.

Enggak usah jauh-jauh ke Amerika Serikat, kita saja di Indonesia, kalau Ibu Sri Mulyani senggol pajak dikit, beeeuuuuhhh, timeline dunia maya bisa langsung terbakar, yes? Hahahaha.

Di Eropa hal ini lebih mudah diterapkan. Penduduknya cimik-cimik, Cuy hihihi. Jumlahnya berapa? Mereka pun lebih homogen. Makanya sekarang lagi gamang diserbu pengungsi “luar”. Lah Amerika Serikat? Antar negara bagian saja masih banyak kesenjangan ekonomi jadi yah, kompleks yaaaaa.

Untung gue bukan presiden ya Allah *sujudSyukur*. Enggak harus mengambil keputusan.

Tapi kemudian saya ingat kasus Primark tempo hari. Primark adalah waralaba besar asal UK/Ireland yang menjual pakaian segala macam dan beberapa peralatan rumah tangga dengan harga sangat murah.

Pernah ada kejadian, katanya di salah satu baju yang dijual terselip selembar kertas, ” “Forced to work exhausting hours”.

Entahlah itu beneran apa tidak. Tapi serius, saya sendiri memang sering mempertanyakan bagaimana cara Primark menjual barang-barang yang kualitasnya lumayan lho dengan harga semurah itu.

Bayangin harganya kalau diskon. Bahannya tidak ecek-ecek lho. Ketahuan nih bajunya Primark semua hahaha.

Jangan ketawa, Neng!!

Terus bagaimana dengan isu tenaga kerja dari negara-negara dunia ketiga yang dibayar dengan upah sangat murah untuk menyokong bisnis di negara-negara maju?

Saya sendiri belanjanya di Primark mulu waktu masih di Ireland *tutupMuka*. Alamaaak, kalau diskon, kemeja-kemeja perempuan dewasanya bisa dihargai 5 euro. Bahkan ada yang 3 euro, mau PO gak Sis? #ehGimana hahahaha .

Kesannya tidak adil, ya. Tapi kita lupa, kita adalah bagian dari ketidakadilan ini .

Gambar : independent.co.uk

Ya tapi gimana dong, ternyata industri-industri begini juga menolong roda perekonomian di negara-negara berkembang sarat penduduk. Di Cina misalnya. Sekarang lihatlah, Negeri Seribu Rakit ini sudah menjadi ekonomi nomor 2 di dunia.

Sebenarnya kita ini di banyak kesempatan ingin semuanya baik-baik saja, ya. Kita senang, mereka senang. Win-win solution gitulah. Tapi ternyata tidak semudah itu.

Seperti Meredith dan Alex yang mati-matian mikirin gimana biar si anak bayi selamat sampai rumah sakit tanpa kehilangan nyawa, ealah, malah 3 orang dewasa meninggal tanpa pertolongan mereka sama sekali saat mereka sibuk berjibaku tentang si adek bayi.

Seperti Dylan, Kelly, Alex, Fran, semua punya niat baik masing-masing. Tapi ya begitulah, alih-alih semuanya bahagia malah twisted ending habis-habisan .

Saya pikir pun apa tidak bisa kita beli barang-barang murah tapi tidak “mengorbankan” tenaga orang lain? Bisa, pakai robot! Tapi kalau sudah ada robot, lantas manusia mau disuruh kerja apaan? Mumet lagi kaaaaan huhuhu.

Kadang juga untuk kasus penggusuran. Saya pikir, apa tidak bisa semua penduduk di bantaran kali, mbok ya dikasih saja rumah satu-satu gratis deket-deket situ juga. Tapi kan penduduk miskin bukan hanya mereka yang tinggal di daerah yang masih abu-abu ilegal apa tidak, ya. Bagaimana dengan kalangan miskin yang tinggal di wilayah LEGAL? Is it fair for them?

Entahlah. Kalau pun pemerintah misalnya mau minta urunan ya belum tentu pada nyumbang. Kalau dipaksa bayar pakai kenaikan pajak, ya nanti bertengkar lagi dong kita di Fesbuk, yes? Hahaha.

Di manakah gerangan kebahagiaan sempurna buat semua orang itu berada?

Samar-samar ingat sama lirik lagunya Katon yang sempat populer di tahun 90 an :

“Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang Negeri di Awan
Di mana kedamaian menjadi istananya…”

Terus jadi sadar, ya iyalah, kita semua masih menapak di atas bumi. Sebuah dunia yang memang tidak sempurna. Setidaknya sampai tulisan ini kalian baca .

Di mana di dunia ini, kaum manusia yang punya kendali terbesar terhadap makhluk hidup lainnya. Manusia, tempatnya salah dan lupa, seperti kata salah satu ayat dalam kitab suci agama saya.

Kita semua, sebagai manusia, adalah bagian dari ketidaksempurnaan itu. Dari ketidaksempurnaan-ketidaksempurnaan inilah terjalin hubungan-hubungan di dunia.

Jangan dibuat rumit karenanya. Akan muncul kesalahan dan penderitaan dari koneksi apa pun yang melibatkan manusia. Termasuk oleh saya kepada teman-teman semua, walau mungkin hanya saling menyapa di dunia maya. Maafkan, ya, teman-teman .

Tidak ada manusia yang sempurna. None of us. So stop acting like one .

Marhaban ya Ramadan.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman muslim .

Gambar : geekclubbooks.com
Resep Empal Gepuk Daging Sapi

Resep Daging Empal

Kangen posting-posting resep? Makanya mau nulis tentang resep daging empal iniiii. Kali-kali ya bisa menjadi menu alternatif lebaran. Yaelaaaa, bulan puasa saja masih belum, kok ya udah ngomongin lebaran hihihi.

Sebenarnya posting resep sering sih, di blog Dapur Davincka 😀. Tapi biarin deh menu khusus posting di sini jugak. Resep Empal Gepuk Daging Sapi ini menu kenangan banget lah. Karena bikin ini pertama kali sejak masa tinggal di Jeddah.

Resep Daging Empal

Resepnya dari Mbak Herti’s Kitchen, salah satu punggawa dalam urusan dapur di era-era permulaan *tsaaaah* :D. Itu aja blognya Mbak Herti masih model pbase gitu.

Oiya, ini juga lagi rajin-rajinnya bikin vlog resep buat kenang-kenangan juga. Nanti kan kalau sudah pulang ke Jakarta terus ingat lagi, “Eh dulu gue rajin masak juga”. Secara kalau balik Jakarta suatu hari nanti ya pasti akan sering berurusan dengan Go Food, yes? Hahaha.

Untuk Resep Empal Gepuk Daging Sapi, videonya boleh dilihat di sini. Video praktis kok, dijamin tetap detail walau durasi kurang dari 2 menit #hematKuota ;).

Buat yang Food Combining kalau masak ginian ya jangan tiap hari. Lagian siapa juga kali yang mau bikin empal gepuk tiap hari ya hehe. Maksudnya, protein hewani ini termasuk yang sukar dicerna dalam sistem pencernaan manusia lho.

Hati-hati ya memilih metode diet. Untuk menurunkan berat badan memang cara paling cepat dengan memangkas asupan karbohidrat. Jadi banyak yang ikut metode diet yang high protein bahkan ada yang sama sekali mengeliminasi karbohidrat. No carb at all.

 

Karbohidrat itu asupan yang sangat penting buat otak kita lho ;).

Kalau durasinya tidak terlalu lama, mungkin masih bisa ditolerir oleh tubuh kita. Tapi kalau sudah sampai berbulan-bulan bahkan tahunan, apa sehat gitu ya? Kita kan bukan karnivora hehehe. Jangan bandingin sama hewan-hewan pemakan daging kayak singa dll dong :p.

Kan ada tuh yang ngeles, “Tuh harimau langsing padahal makan daging doang. Lihat sapi dan gajah, bisa segede itu padahal makan rumput ajah.” Hahahaha. Helooooo :p #sodorinBukuBiologi.

Ini kenapaaaaa, posting-posting resep daging terus ceramah soal protein hewani coba yaaaaaa hahaha. Kan ceritanya mau ngasih alternatif menu lebaran, yes? :p. Lebaran mah setahun sekali eh dua kali sama hari raya kurban. Nah ini pas dah bisa buat lebaran Idul Fitri bisa buat alternatif menu di lebaran Idul Adha jugak :D.

Resep Empal Gepuk Daging Sapi ini juga tingkat keberhasilannya tinggi. Asalkan didiemin dalam kulkas minimal semalaman (6-8 jam), bumbunya tuh benar-benar meresap ke dalam daging (y). Endeeessss.

Resep Daging Empal

1 kg daging sapi paha/gandik (tanpa lemak).
500 ml santan
1 bawang bombay ukuran besar cincang halus
4 siung bawang putih cincang halus
1 sdm ketumbar bubuk
2 sdm gula merah
5 cm lengkuas iris halus
Garam + gula secukupnya
3 lembar daun salam
1 batang sereh, memarkan

Cuci bersih daging sapi, potong melebar dan agak tebal.
Didihkan daging dalam air sampai tenggelam. Jaga jangan sampai hancur.
Pukul-pukul daging hingga melebar.
Didihkan santan + semua bumbu. Masukkan daging dalam santan mendidih.
Masak sampai santan bumbu terserap habis oleh daging.
Sisihkan daging dan simpan dalam kulkas minimal 6-8 jam agar
bumbu meresep sempurna.
Goreng daging dalam minyak panas sampai kecoklatan.
Angkat dan hidangkan.
Taburi bawang goreng kalau mau.

***

Serius, enggak susah toh ya ;). Tinggal lihat videonya juga kalau mau versi “live show” #eaaaaa :p.

Kalau saya sendiri menu lebaran dari masa kecil tuh, untuk olahan daging sapi, selalu ingat Resep Sambal Goreng Daging Sapi yang khas Makassar itu lho ^_^. Nyam, nyam, abiisss.

Waktu saya lahiran anak ke-3, Mama saya datang menemani saya di Ireland. Langsung deh minta training khusus bikin Sambal Goreng Daging Sapi.

Nah, ini juga sudah ada videonya lhooooooo ;).

Tuh, dalam satu postingan sudah ada 2 alternatil resep olahan daging sapi :D. Yaelaaa, prepare buat bulan puasa dulu kali yak malah ngurusin menu lebaran hahaha.

Maaf lahir batin menuju bulan puasa ya teman-teman <3.

Post Instagram from PC Menggunakan Aplikasi Gramblr

Akhirnyaaaaa ketemu juga cara upload foto Instagram via PC menggunakan aplikasi Gramblr *tepukTangan*. Yaaayy, we can post Instagram from PC now ;).

Saya punya akun Instagram itu sampai 2 lho hahaha. Yang pertama @davincka, khusus buat foto-foto traveling. Gara-gara gemes karena suami saya doyan motret dan ngedit foto. Tapi foto-fotonya berserakan dalam laptop enggak diapa-apain. Kenapa jadi gue yang gatel pengin upload ya? Hahaha :p.

Iya karena itu saya bikin Instagram pertama kali. Buat ngumpulin foto-foto suami :D. Lama-lama bosan sendiri. Pada dasarnya saya memang kurang bisa bergaul dengan ponsel huhuhu. Ngetik kepeleset melulu dan sudah kebiasaan ngetik cepat, kalau pakai ponsel kan ngetiknya enggak bisa 10 jari gitu ya *tiupKuku*.

Terus punya akun kedua, gara-gara enggak sengaja create dari Facebook hahaha. Ya sudah, yang ini buat ngumpulin foto resep. Alamak, tahu-tahu sudah ada yang follow. Oooo ternyata teman-teman dari Facebook hehe.

 

Itu akun jarang bener dibuka-buka :p. Saya sih lumayan rajin ngintip Instagram. Tapi masuk ke akun orang lain. Biasanya nyari-nyari gosip artis atau kepo-kepoin foto teman lama/foto artis. Karena yang artis rata-rata akunnya public jadi makin jarang login ke Instagram.

Sekali sebulan kali baru upload foto ke Instagram di akun kedua ini hahaha, yang akun @jihandavincka. Tapi sekali upload bisa 9 atau 3 foto biasanya. Terus bosan sendiri.

Nah, ini semangat lagi setelah tahu how to post Instagram from PC menggunakan aplikasi Gramblr :D.

Yang bikin patah semangat upload foto dari Instagram ya karena enggak kuat ngetik caption panjang-panjang. Hobinya kan nyerocos panjang lebar yaaaaaa hahahaha. Senengnya nulis-nulis gitulah. Walau memang Instagram itu aplikasi buat share foto-foto tapi why not ya, dipakai buat berbagi isi pikiran juga dalam tulisan?

Thanks to Icha yang sudah ngasih tahu soal aplikasi Gramblr ini. Ternyata ada cara lhooooo, untuk upload foto Instagram via PC. Pakai saja aplikasi Gramblr! ^_^

Cara penggunaannya mudah banget.

Instal dulu Gramblrnya, ya. Ini juga just one click away kok. Easy peasy ;).

Pertama kali login kayak biasa, harus sign up dulu. Ada 2 tabel yang harus diisi. Yaitu email/username untuk aplikasi Gramblr-nya (plus password juga pastinya) dan email/username + password untuk aplikasi Instagramnya.

Setelah berhasil sign up dan login, tampilan pertama adalah seperti ini. Entah ini defaultnya apa bukan. Kalau ternyata tidak begini. Klik saja di sebelah kiri “Upload Now”, nanti akan berada di tab “Select Your Media” :

Upload foto Instagram via PC menggunakan aplikasi gramblr

Lihat kolom yang ada tulisan “Drag and drop an image …”, ya tinggal diklik di situ untuk memilih foto/video/lainnya yang ingin diupload ke akun Instagram kita. Akan muncul pop up folder seperti biasa, cari dan klik foto/video yang diinginkan.

Setelah itu akan masuk ke tab selanjutnya, “Crop any save”. Kalau tidak ada perintah untuk nge-crop gambar, kita tinggal klik “Save” (tombol hijau yang gambar jempol). Dari sini langsung masuk ke tab “Apply Some Filters”.

Kadang juga diminta crop kalau ukuran foto tidak sesuai spesifikasi. Setelah di-crop baru tombol “Save” menyala dan bisa ke-klik.

Pada tab, “Apply Some Filters”, silakan kalau ingin menambahkan filter atau semacamnya. Kalau foto-foto yang saya upload biasanya sudah diproses editingnya sama suami hehehe, jadi langsung klik “Continue” saja. Tombol “Continue” juga berwarna hijau dan ada gambar jempolnya.

Setelah ini baru deh masuk tab “Write a caption and Send”, ini dia nih tab yang dicari-cari, yes? Hahaha. Silakan ketak-ketik sepuasnya di kolom caption yang disediakan. Maksimalnya sekitar 500 an karakter. Lumayan deh itu dapat beberapa paragraf hehehe.

Jangan lupa sertakan hestek yang bersesuaian dengan tiap foto, ini sih ritual rutin ya di Instagram :p. Gak bakal lupa lah :D.

Post Instagram from PC Gramblr

Selanjutnya tinggal klik tombol “SEND” yang berwarna hijau di bawah kolom caption itu. Beres deh! Foto dan caption pun akan terupload ke akun Instagram kita.

Tapi saya belum eksplorasi ke fitur-fitur lain dalam aplikasi Gramblr ini. Cuma tahu cara upload foto doang hihihi. Kayaknya edit caption belum bisa. Jangankan edit caption, mau hapus foto juga saya belum paham gimana caranya kalau pakai Gramblr hahaha. Wis lah, entar belajar lagi.

Kalau sudah pintar baru dah posting lagi dengan topik selanjutnya dari aplikasi Gramblr ini :p.

Yuk, yuk, post instagram from PC using Gramblr ^_^.

Pengkajian Ulang UU Penistaan Agama, Harus Menunggu Berapa Korban Lagi?

Api mengamuk di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) “Bahtera Kasih”. Di dalamnya ada Pendeta Ishak Kristian, isterinya Ribka Lena, dan anaknya Elisabeth Kristian. Satu keponakan Nova Samuel dan seorang karyawan magang, Rita.

Mereka tidak berani keluar dari gereja karena massa berkumpul dan mengamuk di luar. Massa inilah yang mengobarkan api di gereja. Bapak pendeta dan seisi penghuni gereja ikut terbakar di dalam.

Tidak hanya GPPS, sebelumnya gedung Pengadilan Negeri/PN di Situbondo sudah terlebih dahulu dihajar massa. Habis dilalap api. Ketua PN Situbondo dilempar batu dan mengenai keningnya. Beliau berusaha lari lewat pintu belakang.

Apa yang terjadi?

Massa mengamuk setelah sidang tuntutan jaksa kepada terdakwa penistaan agama Islam oleh pelaku yang juga beragama Islam, Saleh. Jaksa sudah memberikan tuntutan maksimal 5 tahun tapi massa menuntut hukuman mati.

Saat massa mengamuk dan mulai menyerang para pegawai PN dan melempar batu, bahkan terdakwa Saleh dikejar dan berhasil dihajar dalam tahanan setelah massa berhasil merangsek masuk.

Saleh dibawa pergi oleh petugas. Entah bagaimana awalnya, di tengah orang-orang yang sedang terbakar, isu pun menyulut bahwa Saleh disembunyikan di dalam gereja Bukit Sion, tak jauh dari gedung PN Situbondo.

Dengan sisa-sisa bensin yang mereka rampas dari mobil dan motor milik PN dan Polres, Gereja Bukit Sion pun dibakar.

Kerusuhan Situbondo (gambar : store.tempo.co)

Kemarahan makin tak terkendali, gereja-gereja lain pun diamuk massa. Mereka berpencar ke berbagai penjuru kota. Rumah pendeta juga ada yang kena. Bahkan sebuah yayasan panti asuhan dan anak kurang mampu yang baru dibangun 3 bulan sebelumnya juga tidak luput dari sasaran. Termasuk TK Santa Theresia dan sebuah pondokan suster/biarawati.

Saat membakar pertokoan, satu kompi senapan datang. Mereka mulai diamankan dan kerusuhan baru benar-benar selesai pukul 11 malam.

Hal ini diawali oleh pelaporan dari salah seorang kyai bahwa Saleh menistakan agama Islam dengan mengatakan bahwa Allah itu makhluk biasa. Saleh juga mengatakan bahwa salah satu kyai yang merupakan pemimpin pondok pesantren dan sangat dihormati di kalangan NU, meninggal tidak sempurna.

Dari situ awal mulanya.

Berbagai berita kemudian menyebutkan kasus ini digunakan untuk mendiskreditkan kelompok NU. Apa mungkin ya menyebut akar permasalahan sebenarnya dalam internal NU? Karena terpidana Saleh juga dikenal sebagai pemuda NU.

Lalu, saya teringat juga dengan kisah Farkhunda di Afghanistan.
Farkhunda dihajar, dipukuli, diseret dengan mobil, dan mayatnya dibakar sampai hangus oleh ratusan laki-laki yang ditonton BAHKAN divideokan oleh banyak orang. Dengan anggapan Farkhunda sudah menistakan agama.

Gambar : operationworld.org

Ah ya, anda tahu bahwa Farkhunda ini seorang PEREMPUAN? Demi membela agama, ratusan laki-laki ini menganiaya seorang perempuan. Anda mungkin lebih terpana lagi kalau tahu latar belakangnya.

Walau isu di Afghanistan tentu lebih kompleks karena melibatkan trauma mendalam sehabis perang berkepanjangan dan misoginisme yang masih ramai merebak di sana. Kejadiannya bahkan di jantung ibukota bukan di daerah pedalaman.

Kisah Farkhunda sudah pernah saya tulis di sini.

Di negara Afghanistan dan Pakistan, Blasphemy Laws (Undang-undang Penistaan Agama) jauh lebih hits dan menimbulkan peristiwa-peristiwa kontroversial. Sampai-sampai negara mungkin tidak perlu punya pengadilan terkait masalah ini.

Karena kalau ada yang dirasa menista agama, boooom!!! Seketika itu juga sumbu-sumbu dari berbagai penjuru bisa tersulut sampai meledak.

Yang baru-baru ini terjadi menimpa seorang mahasiswa Marshal Khan. Marshal Khan dianggap menghina Islam karena postingan-postingan di akun media sosialnya. Sama seperti Farkhunda, hajar dulu, cari tahu kemudian.

Sampai sekarang tidak ada bukti kuat telah terjadi penistaan agama tapi ya orangnya dah keburu meninggal disiksa sampai mati beramai-ramai.

Dalam kasus Pakistan, kebebasan berpendapat mungkin menjadi salah satu isu utama. Konon juga, ada yang sakit hati karena kalah berdebat dengan Marshal Khan.

Sementara Marshal Khan sendiri dikenal sebagai pemuda muslim yang sering mengkritik pemerintah karena dianggap gagal mempraktikkan agama Islam sebagai rujukan mayoritas yang seharusnya mampu membawa Pakistan ke arah lebih baik.

Serangan terorisme di Pakistan (gambar : rt.com)

Korupsi dan internal politik yang tidak stabil mungkin kerap menjadi sasaran kritikan Marshal Khan. Tapi orang lebih fokus membahas penistaan agamanya.

Di Afghanistan dan Pakistan hukuman penistaan agama itu maksimal hukuman mati.

Kasus lain di Pakistan terjadi di tahun 2009. Menimpa seorang kristiani yang dikenal dengan nama Asia Bibi. Secara umum, penduduk minoritas kristiani di Pakistan menempati kelas bawah secara sosial. Mereka rata-rata bekerja di sektor-sektor informal.

Di suatu siang setelah acara panen bersama rekan-rekan buruh taninya yang muslim, Asia Bibi terlibat perdebatan dengan dengan salah satu dari mereka.

Asia Bibi terlihat mengambil air dengan menggunakan gelas yang tergeletak di pinggir sumur. Sesuai aturan di sana, orang Kristen tidak boleh minum air dari perkakas yang sama karena diyakini Asia Bibi itu tidak bersih karena agamanya Kristen (bukan Islam).

Pemicunya mungkin ada hal lain juga. Karena perempuan yang pertama melihat dan marah kepadanya ditengarai sudah sering berdebat dengan Asia Bibi di kesempatan-kesempatan sebelumnya.

Saat berdebat inilah, Asia Bibi merasa statusnya sebagai umat kristen dilecehkan dan akhirnya membalas, ” “I believe in my religion and in Jesus Christ, who died on the cross for the sins of mankind. What did your Prophet Mohammed ever do to save mankind?”

(Saya meyakini agama saya dan percaya Yesus Kristus, yang meninggal disalib untuk menghapus dosa umat manusia. Apa yang dilakukan nabimu, Nabi Muhammad untuk menyelamatkan umat manusia?)

Nah, pernyataan dari Asia Bibi inilah yang dilaporkan sebagai penistaan agama. Yang kemudian membuatnya menerima putusan hukuman mati.

Belum selesai sampai di sini. Gubernur Punjab, seorang muslim, Salman Taseer menggugat keputusan tersebut dan meminta pengampunan untuk Asia Bibi.

Bahkan Taseer secara terbuka mengkritik undang-undang penistaan agama dan mengimbau agar dilakukan peninjauan kembali atas UU tersebut.

Hasilnya? Salman Taseer mati dibunuh oleh salah satu pengawalnya sendiri, Malik Qadri. Taseer dianggap “mengkhianati” agama karena kritikannya kepada UU penistaan agama.

Pembunuh Taseer dihukum mati dan dieksekusi di bulan akhir Februari 2016. Saat pemakaman jenazah Qadri, ribuan umat muslim berbaris menghormatinya sebagai mujahid dan bahkan beberapa pihak melarang pendukung Taseer untuk mengirimkan tanda simpati kepada Taseer.

Salman Taseer (Gambar : tribune.com.pk)

Ribuan umat muslim tersebut menyatakan dukungan terhadap UU penistaan agama (yang digugat oleh Taseer). Sekaligus menunjukkan simpati mereka kepada Malik Qadri, si pembunuh Taseer.

Tak hanya Taseer, kritik terhadap UU penistaan agama juga merenggut nyawa salah satu nyawa pejabat tinggi Pakistan lainnya, Shahbaz Bhatti. Bhatti adalah penganut kristen seperti Asia Bibi dan satu-satunya pejabat beragama Kristen dalam kabinet.

Bhatti dibunuh dengan alasan yang sama terhadap Taseer, membela Asia Bibi dan menggugat UU penistaan agama.

Kasus terkini, soal Ahok, mungkin tidak sesadis kisah-kisah di atas.

Dengan 76% tingkat kepuasan masyarakat terhadap hasil kerja petahana saja sudah menunjukkan ANOMALI hasil Pilkada di bulan April lalu. Sejak awal, kasus yang “diada-adakan” ini sudah sangat membebani beliau di masa kampanye dan desakan massa yang terus menerus.

Saya yakin 100% Ahok akan baik-baik saja. Yang lebih saya khawatirkan adalah kejatuhan harapan baik oleh diri saya sendiri maupun teman-teman yang sudah terlanjur “terbang”.

Mungkin banyak yang pertama kalinya dalam tahun-tahun kita hidup sebagai warga Indonesia merasakan yang namanya PERCAYA lagi kepada pemerintah.

Saya rasa di situ letak kepahitannya.

Siapa sih kita dulu-dulu? Ikut Pilkada seadanya. Seperti saya tahun 2007 yang ikut Pilkada ya untuk ramai-ramai saja. Ditanya program saya bengong sendiri. Pilpres tahun 2009 juga gitu. Cap cip cup kembang kuncup saja.

Tidak ada harapan apa-apa. Siapa yang menang juga ya sudahlah. Saya tidak tahu harus berharap apa . Mau kampanye juga bingung apa yang diperjuangkan gitu?

Selama ini, saya pikir kita sebagai rakyat tidak salah. Ya gimana, dikasihnya pilihan-pilihan model begitu? Dalam Pilkada Banten misalnya. Piihannya si petahana yang tidak jelas juga kerjanya apa berhadapan dengan calon lain yang wakilnya adalah anak kandung dari dinasti korup yang sebelumnya menguasai Banten? Harus pilih siapa kalau begini???

Bahkan si embak-embak cantik, yang suaminya tersandung korupsi juga yang juga masih kerabat dinasti korup di Banten terpilih lagi menjadi walikota di Tangerang Selatan. It’s casual. Nothing special.

Lalu, ada Ahok di Jakarta. Yang hasil kerjanya begitu gemilang berhadapan dengan pasangan yang sama sekali tidak punya rekam jejak di pemerintahan daerah, ujug-ujug datang menantang di ibukota dengan modal santun dan program kerja yang benar-benar bikin kening berkerut. Tapi petahana kalah dengan telak.

Dan kini, meringkuk pula di penjara yang kasusnya dilatarbelakangi sebuah ayat yang bahkan para ulama pun punya perbedaan pendapat mengenainya?

Isu penistaan agama dengan tekanan yang begitu besar terlihat nyata di Pilkada DKI tahun ini. Saya tidak berani mengatakan seberapa besar pengaruhnya. Tapi yang jelas ADA dan sangat NYATA kan?

Ada salah satu kasus penistaan agama lain di tahun 1998. Ada unsur politisnya juga. Secara skenario mirip dengan Ahok tapi terbalik pelaku dan yang “korban”nya. Kali ini yang merasa ternistakan adalah minoritas. Hasilnya? Ya kasusnya menguap begitu saja walau ancaman makar dan demo besar-besaran terjadi di Bali.

Ini sampai kapan akan begini? Ukuran-ukuran ternistakan, merasa dinista, melakukan penistaan sebenarnya apa, sih? Berdasarkan perasaan? Perasaan siapa? Berdasarkan tekanan masyarakat? Dukungan massa?

Massa bergerombol yang menyuarakan rintihan kebencian ya jelas menjadi bahan bakar potensial yang digaruk dikit itu nanahnya bisa muncrat ke mana-mana. Ingat Situbondo di awal tulisan?

UU penistaan agama akan selalu menjadi bola karet yang tidak pernah jelas pantulannya akan ke mana. Mau dibiarkan sampai kapan? Harus menunggu berapa rumah ibadah terbakar? Harus ada yang mati dulu?

Apa sebenarnya definisi membela agama ini? Kepuasan batin atau gimana? Jika kita adalah yang beragama, sejauh mana agama itu bisa mempersembahkan solusi bagi kebaikan masyarakat sekitar? Dengan ancaman dan intimidasi?

Think about it ya :).

Jejak Para Texas Rangers di Grapevine Downtown Historic District Texas

Kisah para Texas Rangers tak sulit ditemukan jejaknya di berbagai kota di negara bagian Texas. Misalnya, di Grapevine ini. Di jajaran toko-toko sepanjang Grapevine Downtown Historic District tidak sulit menemukan toko-toko penjual minuman anggur. Ada yang berbentuk kafe/kedai juga.

Sesuai dengan namanya, Grapevine, kota ini dulunya memang menjadi salah satu tempat dimana pohon-pohon anggur tumbuh liar dengan suburnya. Sampai sekarang sih ya efeknya banyak penjual minuman anggur tadi. Sebelum lanjut, monggo Kak vlognya sudah bikin dari dulu lho hihihi :p.

https://www.youtube.com/watch?v=eW6u4H71R0E

Paling hits untuk kota koboi-koboi gini sih di Fort Worth ya. Namanya tempatnya Stockyard.

Waktu ke Grapevine, kayaknya lebih  banyak merekam pakai GoPro. Foto-foto yang ada malah foto-foto dari Stockyard hahaha. Gak apa deh, pasang di sini jugak nanti :p.

Sebagian kota-kota di negara bagian Texas memiliki kawasan Historic Downtown yang identik dengan kehidupan masa lalu Texas. Termasuk kisah para koboi dan Texas Ranger-nya.

Texas Ranger awalnya hadir melawan para bandit atau perampok yang dulu ramai merajalela di berbagai wilayah Texas. Termasuk Nat Barret dan Willy Majors. Kisah kedua bandit yang hendak merampok sebuah kereta ini diabadikan dalam atraksi “Would be Train Robber” di sebuah menara di persimpangan jalan Main dan Hudgins Street di Grapevine.

Setelah Texas melepaskan diri dari Mexico dan berdiri menjadi Republik Texas di tahun 1836, situasi keamanan menjadi sangat tidak kondusif. Tentu saja pihak Mexico tidak begitu saja melepaskan Texas dengan ‘tenang’. Situasi ekonomi juga masih kocar kacir. Para bandit berkeliaran dengan bebas di mana-mana. Tidak hanya merampok, mereka tidak segan-segan membunuh dan menganiaya.

Karena baru merdeka, Texas belum memiliki divisi keamanan (macam siskamling gitu-gitu kali ya hihihi) yang mantap. Tapi masyarakat sangat khawatir dengan keselamatan mereka. Karena itulah, mereka pun urunan sendiri untuk mengamankan wilayah.

Terbentuklah yang namanya “The Texas Rangers”. Itu kisah koboi-koboian ya awalnya dari Texas Rangers ini.

Jadi, orang-orang setempat saling bersepakat untuk mengirimkan laki-laki dewasa sebagai perwakilan tidak resmi untuk mempertahankan wilayah masing-masing dari serangan para bandit. Sekumpulan laki-laki ini tidak digaji tapi mendapat makanan dan fasilitas secukupnya. Seringkali, senjata pun harus disiapkan secara mandiri.

Mereka berpatroli dengan seragam ala koboi dengan tunggangan kuda. Mereka tidak menetap di tempat tertentu. Tapi muter-muter saja menjaga keamanan di wilayah-wilayah tertentu.

Kelompok Texas Rangers ini terus berkembang. Hingga akhirnya muncul beberapa grup-grup terkenal dan ditakuti oleh para bandit. Dari sini, wilayah lain pun sering meminta bantuan dari grup-grup Texas Rangers yang sudah terlatih dan tersohor ini. Tentu dengan imbalan tertentu.

Misalnya, beberapa keping emas untuk menangkap si bandit X dst dst.

Nah, balik lagi ke cerita dua bandit, Nat Barrett dan Willy Majors di Grapevine tadi :D. Mereka berdua ini juga incaran para Texas Ranger banget. Sherif (pemimpin wilayah/semacam walikota atau kepala desa) juga dibikin sakit kepala dengan para bandit yang hobi nakut-nakutin warga ini.

Gambar : pixabay.com

 

Bahkan setelah Republic of Texas memutuskan untuk bergabung dengan The Union (USA) 10 tahun kemudian di tahun 1846 pun, kehadiran Texas Rangers tetap penting. Masa-masa peralihan malah membuat situasi keamanan di wilayah Texas makin genting.

Sementara saat itu, The Union belum cukup kuat untuk melindungi Texas dari rongrongan Mexico dan para bandit lokal. Yah, memang panjang perjalanan Amerika Serikat menjadi negara super power ;). Enggak ujug-ujug merdeka terus happily ever after :p. Masih panjang ceritanyaaaaaaaaaaaa :D.

Tapi ini topiknya khusus perkenalan dengan para Texas Ranger aja, ya. Buat kenang-kenangan nanti karena pernah tinggal di Texas walau mungkin cuma setahun aja hehehe. Sangat layak dikenang minimal lewat tulisan :D.

Nantikan kisah para koboi selanjutnya, ya. More to come ;). Yiiiihaaaaaa *benerinTaliLaso* :p.

Gambar : pixabay.com