Hizbut Tahrir Indonesia, “Salafi”, atau PKS ?

Di kuartal terakhir tahun 2016 kemarin, Tunisia mengeluarkan perintah resmi melarang gerakan radikal Hizbut Tahrir dengan tuduhan “merusak ketertiban umum”.

Sudah bertahun-tahun pemerintah Tunisia memperjuangkan undang-undang ini hingga akhirnya tahun lalu berhasil diterapkan.

Gerakan Hizbut Tahrir muncul pertama kali di tahun 1950-an, gebrakan awalnya di Yordania dan Arab Saudi. Hingga akhirnya terus menyebar ke negara-negara lainnya.

Gambar : pixabay.com

Hizbut Tahrir menginginkan berdirinya khilafah Islam yang diharapkan mempersatukan dan menaungi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Secara “alami”, gerakan ini tentu ditentang oleh Kerajaan Arab Saudi dan sebagian besar negara-negara lain di Timur Tengah yang juga penduduknya mayoritas muslim.

Dalam salah satu situs resminya di Indonesia (hizbut-tahrir.or.id), HT-Indonesia (HTI) sering “mengecam” pemerintahan Saudi. Mengapa spesifik Arab Saudi? Mungkin karena negara inilah yang sering dijadikan “kiblat negara muslim” oleh sebagian kalangan muslim di tanah air. Dimana HTI tentu menentang keras anggapan tersebut.

Sejarah panjang keruntuhan khilafah terakhir di awal abad ke-20, pemberontakan internal dari negara-negara Arab di Timur Tengah menjadi salah satu penyebabnya.

Terlihat lebih “konsisten” ya . Bagi mereka yang mengklaim memperjuangkan pemerintahan islam via sistem khilafah tentu tidak akan bermuka dua dengan “memuji-muji” negara-negara monarki seperti Saudi, Brunei dll dan negara-negara demokrasi seperti Turki.

Negara tetangga kita, otoritas Malaysia pun sudah sejak lama punya hubungan “tidak mengenakkan” dengan organisasi Hizbut Tahrir ini. Saya coba cari berita resmi pelarangan HTI di Malaysia tapi tidak ketemu. Yang banyak itu kecaman dari kelompok Islam setempat terhadap organisasi ini dan desakan masyarakat untuk melarang HT.

Mayoritas negara-negara Timur Tengah juga melarang gerakan Hizbut Tahrir termasuk Mesir, Yordania, Irak, Suriah, Libya dll. Di Asia ada Turki dan Pakistan yang juga bersikap sama terhadap Hizbut Tahrir.

Justru “anggota-anggota” HT ini banyak yang bermukim di negara-negara “bule” hihihi. Di UK misalnya, lumayan ramai itu orang-orang HT ngumpul di sana. Aish, asyik ya tinggal di “negara kafir” #eh hahahaha . Emang enak ciiiiiihhhh  #iLoveLondon .

Hizbut Tahrir Indonesia
Gambar : pixabay.com

Tapi harus dipahami ya bahwa perjuangan HT ini TIDAK dengan jalan kekerasan . Mereka radikal dalam pikiran. Jadi salah banget kalau mengira ISIS-ISIS an itu identik dengan HT. Tapi saya pribadi menolak ide khilafah 100% ;).

Btw, yang sering terjadi adalah ungkapan dan makian “Wahabi lo” atau “Dasar salafi” kepada orang-orang yang merindukan khilafah. Nah, ini termasuk salah kaprah yang cukup parah hehehe.

Saya terus terang tidak mengerti terminologi “salafi” or “wahabi” ini maksudnya apa. Kalau Hizbut Tahrir kan jelas ya organisasinya. Nah yang 2 ini saya kurang jelas.

Setahu saya ya, pengajian-pengajian yang memakai istilah “salafi” atau “mengikut pada ulama salaf/ulama-ulama di masa awal” malah punya paham yang bertentangan 100% dengan Hizbut Tahrir.

“Pengajian salafi” (pakai tanda kutip ya karena again, saya tidak pernah tahu definisi resminya hehehe), menentang Bughot, memberontak pada pemerintahan yang resmi/sah.

Naturally, ajaran ini ya cocok dengan doktrin kemasyarakatan di Kerajaan Arab Saudi. Makanya, kalau “pengajian salafi” itu pro pada Arab Saudi, bertolak belakang banget dengan HT yang jelas-jelas mengecam pemerintahan Saudi.

Sepengetahuan saya ya, which is belum tentu 100% tepat makanya CMIIW , “pengajian salafi” fokusnya BUKAN ke politik. Tapi ke penerapan tauhid. Penerapan tauhid ala “pemahaman mereka”. Silakan dicari tahu sendiri .

Di Arab Saudi sendiri karena sistemnya monarki absolut, pemerintahan itu berdasarkan keturunan raja. Jadi memang situasi dibuat kondusif dengan beberapa aturan-aturan khusus. Kebebasan pers ya hal yang cukup langka lah di sana .

Hizbut Tahrir Indonesia

Ceramah-ceramah jumatan di Arab Saudi itu ada “aturan khusus” segala lho . Justru untuk mencegah para ekstrimis agama. Jadi, niatnya bukan untuk mengekang agama sama sekali.

Satu kelompok lagi yang suka kena serangan salah arah adalah kelompok PKS . Nah, yang ini partai politik. Sebenarnya PKS lebih jelas dan “tertulis”. Seharusnya sih karena berdiri dalam naungan NKRI, PKS secara organisasi masih berpegang pada Pancasila. Di mana Pancasila tentu tidak cucok buat khilafah, yes? .

Dalam lingkaran pertemanan Facebook saya sendiri, jangan salah lho ya, itu “teman-teman salafi” banyak yang suka nyinyir-nyinyiran sama orang-orang PKS hahaha. Dalam hal ini, saya yakin ini masalah oknum per oknum bukan atas nama organisasi mereka masing-masing.

“Teman-teman salafi” secara umum memang tidak suka perselisihan politik. Sementara yang dari PKS waduh, paling semangat 45 kalau urusan politik ya hehehe. Terlihat kontra dengan pemerintah karena ya jelas dong, mereka sekarang berada dalam lingkaran “oposisi”. Wajar saja.

Kalau HTI ya seperti itu tadi. Mereka fokusnya ke pendirian khilafah. Sama PKS ya tentu tidak cocok pandangan politiknya. Sama “Salafi” apalagi hehehe. Pernah tuh ngotot-ngototan dua oknum perwakilan “Salafi” vs HTI soal kedatangan Raja Salman tempo hari. HTI kontra tapi “salafi” pastinya pro .

Gambar : pixabay.com

Namun, dalam perhelatan Pilkada DKI kemarin, baik HTI, “Salafi” maupun simpatisan PKS, terlihat KOMPAK “menolak Ahok” . Tapi ingat penolakan mereka memiliki basis alasan yang berbeda-beda lho ya.

Sebagai pendukung Ahok, saya resmi menjadi musuh bersama, deh hahahaha. Becanda ya .

“Ulama-ulama salafi” ada yang menolak dengan tegas berkomentar soal politik di Pilkada DKI kemarin ini. Tapi ada juga yang mengeluarkan pernyataan “keras”. Kalau “anggota”nya mah tergantung oknum.

Ada juga “kerabat salafi” yang walah nyinyirnya pedesnya sekilo cabe rawit soal Ahok hahaha. Sementara ada juga yang memilih “tidak bersuara” dan dengan jelas menyatakan golput hehehe.

Antara mereka sempat bersitegang masalah demo turun ke jalan. Tentu saja, “kalangan salafi” MENENTANG demo-demo model begini. Sementara HTI dan PKS malah menyerukan sebaliknya.

Soal Syiah : HTI masih menganggap Syiah sebagai bagian dari Islam. HTI meyakini dalam Syiah juga ada banyak mazhab. Yang sesat ada dan yang masih sesuai tuntutan Islam juga ada.

PKS secara organisasi resmi belum pernah mengeluarkan pernyataan soal Syiah. CMIIW ya. Tapi simpatisan PKS tidak sedikit yang suka berkomentar kasar dan tidak sopan mengenai paham Syiah.

Sementara “pengajian salafi” ini saya tidak tahu situs resminya apa. Pernah bertanya kepada salah seorang “teman salafi” tapi dia juga tidak tahu. Katanya ada beberapa kelompok dalam istilah salafi ini di Indonesia.

Yang jelas, hampir 100% “teman-teman Salafi” dalam lingkaran pertemanan saya kompak MENGUTUK pemahaman Syiah secara absolut.

Agak rancu juga, ya. Mengingat di Arab Saudi sendiri, komunitas Syiah hidup aman dan tenteram dalam masyarakat. Mereka juga dilindungi oleh Kerajaan Saudi. Dijaga haknya dan segala macam. Entah juga mengapa “akar rumput” bisa berkobar sebegitu besar bencinya kepada kalangan Syiah?

Soal HTI kepada Arab Saudi juga saya tidak terlalu sepakat. Walau berbentuk monarki absolut, pemerintahan Saudi itu cukup menjaga tanggung jawab lho dalam urusan ekonomi negara. Indeks Persepsi Korupsinya termasuk bagus. Infrastruktur di sana keren-keren gila. Saya pernah tinggal di Saudi lho jadi lihat langsung bukan katanya-katanya-katanya .

Kira-kira, terbayang kan perbedaan antara ketiga “kelompok” ini?

Itulah mengapa kalian jangan suka seenaknya lempar label ke orang lain. Apalagi soal khilafah. Ketiga “kelompok” ini serupa tapi tak sama. Jangan lupa kehadiran oknum-oknum yang pemikirannya mewakili isi kepala masing-masing, belum tentu pendapat resmi organisasi.

Sebaliknya, jangan panik tidak jelas dengan aturan pelarangan resmi terhadap kelompok Hizbut Tahrir Indonesia. Organisasi ini sudah jelas MENOLAK Pancasila sebagai dasar negara. Harusnya sudah sejak dulu dilarang.

Ancamannya jelas dan di berbagai negara mayoritas muslim lain pun, Hizbut Tahrir sudah “dikecam” sejak lama.

Saya sendiri sih secara pribadi sudah membekali pengetahuan lebih detail tentang ketiga kelompok ini. Bukan untuk publik untuk diri sendiri saja hehehe. Makanya, tidak pro sama sekali kepada salah satu .

Saya enggak tahu juga cocoknya masuk mana. Masuk NU kok juga rasanya beberapa kurang pas. Jadi bagian dari Islam rahmatan lil aalamiin saja deh .

Saya meyakini sebaik-baiknya manusia dalam ajaran agama saya adalah mereka yang memiliki manfaat sebesar-besarnya dalam arti positif bagi orang lain. Terserah mau masuk kelompok yang mana hehehe.

Lakukan kebaikan sebanyak yang kita bisa dengan meminimalkan keburukan semampu yang kita sanggup .

Pergolakan terbesar ya melawan diri sendiri. Misalnya menundukkan hati untuk tidak merasa paling benar terhadap siapa pun (konteks sesama manusia ya). Itu termasuk perang yang paling sulit, kan? .

Nah, itulah perjuangan yang harus kita hadapi setiap saat. Seumur hidup kita. Mustahil untuk bisa menang terus. Kayaknya saya lebih sering kalah-nya hahahaha .

Berdoa untuk diri sendiri agar menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Prayer does not change God, but it changes him who prays.
-Soren Kierkegaard-

Aamiin .

Farmhouse Lembang Bandung

Dengan tiket masuk hanya 20 ribu rupiah per orang, enggak heran kalau Farmhouse Lembang Bandung langsung jadi hits begitu dibuka di awal Desember 2015 kemarin. Gila deh itu foto-fotonya bertebaran di mana-mana, terutama Rumah Hobbitnya itu tuh :D.

Belum ke sana? Ah masa! Ck ck ck :p. Ini deh vlognya buat intip-intip duluan :

Saya pikir Rumah Hobbit tadi itu adalah tempat andalan dari Farmhouse Lembang Bandung. Tapi ternyata tempatnya lumayan luas lhoooo ^_^. Makanya, bayar 20 ribu itu rasanya murah juga, ya. Apalagi tiket masuk bisa langsung ditukar dengan susu murni atau sosis bakar, kalau mau.

Nah, kami sendiri memanfaatkan harga tiket masuk sebagai voucher saat makan siang di salah satu restoran di dalam area Farmhouse Lembang Bandung ini. Kami makan siang di “Backyard Kitchen”, yang menyediakan aneka menu khas tanah air divariasikan dengan menu-menu internasional.

Harganya berkisar 30 ribu – 200 ribu. Kira-kira saja ya hehehe.

Jadi itinerarynya kemarin ituh, berangkat ke Bandung sehabis sarapan di Jakarta. Nyampenya pas siang-siang gitu. Begitu masuk Farmhouse Lembang Bandung, jalan-jalan dikit dulu sambil foto sesempetnya.

farmhouse lembang bandung

Anak-anak pipis dulu bla bla bla. Adek bayi sekalian ganti popok. Tadinya memang ngirain tempatnya enggak begitu luas. Ealah, ternyata geda’ juga booooo *ngelapKeringat*.

Keburu laper hahaha.

Mampir deh ke Backyard Kitchen ini. Random saja sih milihnya karena beberapa kafe selewatnya tadi saya lihat hanya menyediakan kopi dan teman-temannya gitu.

Anak-anak langsung heboh melihat penampakan sosis macam ular naga panjangnya kayak gini nih hihihi :

Kalau emaknya sih, menu standar kalau makan di resto ya apalagi kalau bukan … nasi goreng! Hahaha. Si lidah kampong iniiiiii :p.

Suami sempet bete karena dia udah bilang mau difoto dulu jangan diacak-acak. Ealah, eike enggak ngeh jadi main tancap ajeeeee. Suami lagi mau nyobain food photography gitu-gitu lah. Duh, maap yaow hihihi. Ini kefotonya jadi pas udah berantakan :p.

Sebenarnya yang dipesan suami tuh yang enaaaaak. Semacam spaghetti tuna apa ya kalau enggak salah. Jadinya ikut icip-icip juga. Sengaja mesen yang agak “ringan”. Soalnya sudah hafal yaaaaaa, si bini pasti enggak kuat ngabisin nasi gorengnya dan anak-anak juga bakal nyisa karena porsinya gede bener. Good hubby :p.

Setelah kenyang baru lebih tenang yaaaaa jalan-jalannya *elusPerut*.

Baru deh kita cari area si Rumah Hobbit yang ternyata pas di area ini anak-anak tergila-gila dengan kambing dan domba di sana. Eh, ada kelinci juga kalau tidak salah. Nanti beli wortel di sana terus anak-anak bisa memberi makan ke hewan-hewan khas peternakan yang ada, ya si domba dll tadi.

Ngantri foto di Rumah Hobbit lumayan juga. Terus banyak embak-embak pakai baju-baju khas Eropa yang bergerombol terus foto depan Rumah Hobbit. Ada juga yang wara wiri di tempat hewan-hewan. Lucu ya, sayang nih bawa anak bayik, jadi mejeng samping stroller aja deh gue hahaha.

Setelah anak-anak bosan kejar-kejaran sama kambing baru deh mereka bisa digeret dari sana. Tungguin ajalah. Toh memang acara jalan-jalan ini buat mereka kok ya ^_^. Sampai bosan rasanya ngeliat mereka cekikikan karena digodain sama hewan-hewan di sana :D.

Terus kita jalan-jalan ke area yang ada jembatan yang banyak gembok-gemboknya itu. Ya semacam gembok cinta yang hits di mana-mana itu. Di sekitaran tempat itu banyak penjual suvenir segala macam. Termasuk jualan gembok buat yang mau numpang eksis tapi lupa bawa gemboknya kali ya hahahaha.

Tempat ini memang menawarkan wisata ala-ala taman-taman di Eropa gitu ya. Jadi bentuk bangunan menggunakan arsitektur khas negara-negara Eropa. Banyak spot buat foto-foto. Katanya sering dijadikan tempat foto prewedding juga :).

Enggak usah jauh-jauh ke Eropa daratan, cukup muter-muter di Farmhouse Lembang Bandung ini sudah bisa foto pakai baju khas noni-noni Belanda itu lho hihihi. Fotonya di depan rumah-rumahan yang ala-ala luar negeri gitu :p. Komplit! :D.

Tempatnya worth it banget buat uang masuk yang hanya 20 ribu rupiah per orang ;). Bukan hanya emak-emak plus anak-anak yang penuh merubung di tempat ini, ada juga abege-abege datang beramai-ramai. Atau pasangan muda yang kayaknya lagi pacaran. Ish, ish, nyari tempat kencan yang murmer ya Deeeek :p.

Kami ke sana pas liburan lebaran mudik tahun 2016 kemarin. Parkirannya luas dan tidak susah padahal sudah agak jiper ya melihat banyaknya mobil yang masuk ke dalam. Tempatnya luas jadi tidak terlalu berdesak-desakan. Overall, sangat memuaskan ^_^.

Kalian sudah ke sana belum? Jangan lupa ceki-ceki vlognya ya, saya taruh linknya di paragraf atas-atas tuh ;).

 

Resep Bumbu Bali (Pakai Tahu) Enak dan Gurih

Resep Bumbu Bali pada jenis tahu hanyalah salah satu alternatif dari sekian banyak bahan yang bisa dibumbu-bali kan :D. Misalnya ayam bumbu bali, telur bumbu bali, daging juga bisa dibumbu bali.

Ini pakai embel-embel “Resep Bumbu Bali”, apa beneran karena alasan geografis atau penamaan saja? Marilah kita googling beramai-ramai hihihi.

Updated : Sudah ada vlognya nih :D. Sebelum dibahas lebih lanjut, hayuk nonton vlognya dulu :p. Dalam video, ada proses live pembuatan Resep Bumbu Bali pada tahu ini ;).

O ya, jangan lupa subscribe ke youtube channel saya ya ^_^.

Yup, ternyata benar bahwa istilah “Bumbu Bali” berkaitan dengan wilayah Bali. Katanya, dalam dunia kuliner ala Bali ada 4 bumbu yang bisa dikatakan sebagai pemeran utama : Lengkuas (laos), kunyit, jahe, dan kencur.

Nah, saya sendiri kurang suka euy dengan aroma kencur. Jadi, di Resep Bumbu Bali kali ini saya enggak pakai kencur sama sekali.

Selain ke-4 bumbu utama tadi, resep bumbu bali juga menggunakan bawang-bawangan, cabe, dan rempah-rempah lainnya. Kayaknya juga penggunaan kemiri yang tidak boleh dilewatkan, ya. Terasi juga terlewat nih sama saya. Duh Neng, niat gak sih masaknya? Hahahaha.

Bener-bener lupa kasih terasi hihihi :p.

Kalau tahu-tempe sendiri, tiap minggu pasti dikonsumsi. Soalnya protein nabati saya paling familiar dengan 2 jenis masakan ini. Bukan berarti tiap hari dari pagi sampai malam makan tahu tempe terus lho hahahaha.

Ingat lho, makanan jenis apa pun, kalau dikonsumsi berlebihan ya efeknya tidak akan positif lagi ;).

Resep Bumbu Bali di Tahu

Paling enak sih kalau makan tahu digoreng biasa saja pakai minyak sedikit. Kasih garam saja rasanya tidak perlu. Nanti tahunya dicocok ke sambal kecap. Sekarang sudah ada tuh Kokita Sambal Kecap yang endeusss ituuuu ^_^. Bukan endorse lho yaaaaa :p.

Tapi suami saya, secara aslinya memang orang Minang yang sudah sangat terbiasa dengan masakan-masakan berbumbu komplit, kurang doyan sama masakan bumbu minim. Tahu gorengnya dikasih garam + merica + lada saja kayaknya dese kurang sreg.

Jadilah biar win-win solution, kalau bikin tahu-tempe, sekali-sekali ya dibikin model begini. Kadang juga bikin “Gulai Tahu” sekalian hahaha. Tapi sering juga makannya ngikut cara saya :p. Pokoknya dibikin sama-sama enak sajalah.

Suami ini biarpun bodinya tidak endut, tapi kolesterolnya cenderung tinggi. Makanya makan begini-beginian enggak bisa terus-terusan tiap hari.

Sudaaaaaah curhatnya? Hahahaha.

Marih kita tulis resepnya sekarang *benerinCelemek*.

Cara bikinnya ya standar saja. Tahu digoreng, bumbu ditumis, terus tahu dicemplungin ke bumbu terus dimasak sampai air habis dan bumbu meresap :D.

Resep Bumbu Bali (Pakai Tahu)

800 gr tahu, potong kotak dan goreng setengah kering
5 butir kemiri, bakar dan haluskan
1 bawang bombay, iris-iris
3 siung bawang putih, iris-iris
5 cabe merah keriting haluskan (bisa pakai Bumbu Oeleg yang original sekitar 1-2 sdm)
3 cabe rawit (opsional bagi yang ingin pedas)
3 cm jahe iris halus
3 cm lengkuas iris halus
1 batang serah memarkan
3 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
1 sdt kecap manis
1 sdm gula merah
Garam + gula pasir secukupnya
1/2 sdt lada halus

Cara Membuat :


Tumis bawang bombay, bawang putih, kemiri, jahe, dan cabe. Aduk sampai bumbu layu dan wangi.
Masukkan sereh, lengkuas, daun salam, daun jeruk. Aduk sebentar.
Lalu masukkan gula merah, garam + gula pasir, kecap manis, dan lada. Aduk lagi sebentar sampai bumbu merata.
Masukkan tahu goreng ke dalam bumbu.
Aduk sampai bumbu tercampur dengan tahu.
Tambahkan kurang lebih 200 ml air matang.
Didihkan sampai bumbu meresap dan air menyusut (hampir habis).
Angkat dan hidangkan.

***

Seperti yang saya bilang di awal, tidak hanya tahu yang bisa dimasak pakai bumbu bali ini, lain-lainnya juga bisa. Bumbu juga relatif mirip lah ya. Kalau suka kencur ya silakan ditambahi kencur :D.

Btw, ini vlog resep yang paling populer nih, “Resep Empal Daging Sapi”, emang praktis dan enak sih hasilnya hehehe :

Cara Membuat  Nasi Liwet dengan Rice Cooker juga banyak peminatnya :

Ini juga ada penganan tradisional favorit, “Sarikaya Pisang Kepok” :

Selamat mencoba resep tahu-nya ya ;). Bolehlah sekali-sekali seharian enggak konsumsi protein hewani yang proses pengolahannya sebetulnya tidak mudah buat sistem cerna kita. Yuk yaaa, coba alternatif protein nabati yang satu ini … Resep Bumbu Bali pada tahu (y).

Kalau mau pakai ayam suwir sekali-sekali juga boleh, ini sudah ada vlognya jugak ^_^

Sunat di Sentra Sunat Jakarta

Rumah Sunat Smart Klamp di Jakarta Selatan

Sebelum memutuskan untuk sunat di rumah sunat smart klamp (cara non bedah) sebaiknya konsultasi ke dokter dulu, ya. Setahu saya, ada juga dokter-dokter ahli bedah yang TIDAK menyarankan hal tersebut. Katanya kurang aman atau gimana-gimana. Coba konsultasikan langsung.

Kalau saya dan suami akhirnya memilih cara non bedah di salah satu rumah sunat di wilayah Jakarta Selatan. Tepatnya di Mampang. Kenapa? Ya lebih praktis saja sih hehe. Kami lagi mudik liburan kalau pakai cara bedah, pemulihannya kan lumayan, ya. Maunya sih, disunat juga tapi acara jalan-jalan terus hihihi *benerinRansel*.

Rumah Sunat Smart Klamp Jakarta Selatan

Dari dulu sudah cari-cari tahu soal metode cincin atau istilahnya sunat di rumah sunat smart klamp. Menurut cerita teman-teman yang sudah menggunakan metode ini buat anak mereka masing-masing, testimoninya oke-oke hehehe.

Terus penginnya tempatnya dekat dari rumah biar enggak ribet bolak-balik. Pas suami nyari-nyari ketemu deh di daerah Mampang Prapatan. Lokasinya sekitar 15 menit dari rumah kami di wilayah Pejaten. Nama tempatnya Sentra Sunat di “Klinik Pratama Hayana”. Buka 24 jam lho :D. Tapi kami ke sana di jam-jam standar, sih.

Pertama ke sana lihat-lihat dan tanya-tanya. Pulang ke rumah untuk diskusi internal *ceile* hehehe. Lalu, akhirnya diputuskan … YES :D. Biayanya okeh bangeeeet hihihi. Sekitar 975 ribu rupiah, ALL IN. Itu sudah termasuk obat dan segala macam + konsultasi pasca sunat dalam kurun waktu maksimal sebulan setelah sunatan.

Tadinya agak ragu melihat tempat rumah sunat smart klamp yang kecil dan sederhana. Ya namanya buat anak sih. Kalau buat diri sendiri mah, klinik mana juga asal murah ya ndak masalah hahaha. Tapi yang penting tempatnya nyaman, metode terpercaya, ditangani dokter berpengalaman, apalagi harganya ternyata jauh lebih murah dari yang kami bayangkan … ya kenapa tidak? ;).

Kliniknya juga bersih kok ^_^. Walau memang bukan klinik besar, letaknya juga di Jalan Mampang Prapatan yang jalannya benar-benar pas-pasan 2 mobil. Dari jalan Buncit Raya arah Kuningan belok kiri ke jalan Mampang Prapatan XV. Masuk ke dalam kira-kira 100 meter. Tempatnya di sebelah kanan jalan.

Setelah sepakat kami datang lagi ke Sentra Sunat tersebut buat daftar sekalian milih waktunya. Setiap hari sih bisa. Tapi takutnya sudah dibooking orang, ya. Kami dapat jadwal seminggu setelahnya. Waktu seminggu dipakai buat nyemangatin si sulung hehehe. Dia sih agak takut emang tapi ya tidak ada perlawanan berarti sih :p.

Intinya ya mau disunat cuma agak-agak galau saja. Lagian beberapa bulan sebelum mudik, pas masih di Ireland, si sulung sudah kami beritahu dan sudah “disiapkan” :D. Jadi yah, begitu di Jakarta tinggal eksekusinya saja.

Pas hari H nya, saya dan suami nganterin si sulung. Bapak mertua dan anak nomor 2 juga ikut. Adek bayi ditinggal sama ibu mertua hehehe. Ribet nanti, abangnya abis disunat adek bayi malah rewel :p.

Janjian sekitar jam 10. Dokternya ternyata belum datang. Kami menunggu sekitar setengah jam. Sambil ngeliatin pasien-pasien yang datang buat buka clamp-nya. Ini ceritanya mereka sudah disunat sekitar seminggu sebelumnya.

Rumah Sunat Smart Klamp
Ini penampakan si clamp (Gambar : sunatpremium.com)

Dokter datang, kami pun dibawa ke ruang tindakan. Anak nomor 2, yang juga laki-laki, dilarang masuk sama dokternya. Takut trauma katanya kalau lihat.

Anaknya dibius terlebih dahulu di sekitar selangkangan apa ya. Duh, ini mah emaknya yang nervous hahaha. Saya dari awal enggak berani lihat :p. Saya nemenin anak saya mengobrol saja. Pas disuntik obat bius dia sih biasa saja. Dari bayi si sulung ini memang kebal sama jarum suntik sih. Kalau divaksin enggak pernah menangis sama sekali. Emang ada hubungannya apa? zzzzz -_-.

Habis dibius, nunggu beberapa menit sebelum proses disunat dimulai. Dokternya masih muda dan atraktif banget. Seneng ngajak ngobrol. Kayaknya sih sudah pengalaman banget ya ^_^. Lincah saja gitu pas bagian tindakan utamanya. Saya tetap enggak berani lihat! Hahaha.

Saya mengobrol saja terus dengan anak saya. Tidak lama, clampnya pun dipasang. Anak saya sama sekali tidak menangis. Sempat meringis tapi saya curiga dia meringis karena sebel sama joke-joke saya yang enggak lucu. Ya eike lagi takut disuruh becanda ya mana bisa dong ya hahaha :p.

rumah sunat smart klamp jakarta selatan
Gambar : sentrasunat.com

Enggak lama kok prosesnya. Kurang dari setengah jam sudah beres. Pak Dokter dibantu oleh asisten yang sekaligus menjadi resepsionis dan penjaga bagian Sentra Sunat di klinik tersebut. Pak Dokternya enggak stand by di rumah sunat smart klamp itu. Khusus datang kalau ada perjanjian saja.

Setelah selesai, kami menunggu sebentar di luar. Tebus obat segala macam. Dikasih parasetamol kalau diperlukan dan beberapa obat lainnya yang wajib minum termasuk antiobiotik. Ada yang 2x sehari ada yang 3x sehari.

Alhamdulillah, seminggu berlalu setelah proses sunat dan pemasangan clamp, anak saya tidak ada keluhan berarti. Ya paling pas pipis harus ditemenin ya. Jangan khawatir, kita dipandu kok oleh Pak Dokter + asistennya mengenai perawatan sehari-hari termasuk saat buang air kecil selama clamp terpasang di alat kelamin si anak. Lengkap dan jelas ^_^.

Setelah seminggu, sesuai jadwal yang disepakati, kami balik lagi ke Sentra Sunat tadi. Kali ini, kalau tidak ada keluhan berarti, tidak perlu bantuan Pak Dokter. Ditangani langsung oleh sang asisten yang stand by terus di sana. Tidak perlu minum obat lebih lanjut karena sepertinya semua berjalan lancar. Alhamdulillah <3.

Clamp pun dibuka dan kita pulang kembali ke rumah. Kalau tidak ada keluhan tidak perlu kembali lagi. Diterangkan kondisi yang mungkin terjadi. Misalnya bekas pemasangan clamp yang kemungkinan akan mengerut seperti karet dan akhirnya copot sendiri. Sekitar kulit juga mungkin ada perdarahan tapi sedikiiiiiiit.

Sempat agak heboh karena memang ada bercak darah ya setelah lebih dari seminggu clamp dibuka. Kita sih enggak panik, mertua yang khawatir hehehe. Tapi suami memutuskan untuk menelepon saja dan kami diyakinkan bahwa itu proses normal.

Sampai sekarang, berbulan-bulan setelah proses sunat di rumah sunat smart klamp ya anaknya sih belum ada kendala berarti :). Sekarang nyiapin adeknya buat ikutan disunat hahaha.

Yah overall, memang memuaskan ya sunat pakai clamp ini. Enggak ada drama sakit-sakitan. Soalnya dulu kakak saya empat-empatnya pakai cara “tempo dulu” hahahaha. Disunat pak mantri di puskesmas dekat rumah :p. Harus pakai sarung berhari-hari dan kayaknya sakit gitu.

Nah, kalau pakai clamp ya kayak biasa saja. Kecuali mungkin pas clampnya lagi dipasang dan beberapa hari setelahnya ya jangan terlalu pecicilan. Enggak boleh lari-lari misalnya. Tapi aktivitas lain berlangsung seperti biasa (y). Insya Allah aman, ya. Tapi tetap harus berkonsultasi dengan pihak medis yang terpercaya bila dianggap perlu.

Semoga informasinya membantu ya (y).

Topkapi Museum : The Truth Will Set You Free

“Kota di dalam kota” merupakan istilah yang cukup pas untuk menggambarkan fungsi Topkapi Museum di masa lalu. Salah satu situs bersejarah peninggalan Kesultanan Ottoman, bagian dari kekhalifahan Islam yang berakhir di awal abad ke-20.

Hampir 400 tahun, Topkapi Museum menjadi pusat kediaman Sultan di Kerajaan Ottoman. Sebelum akhirnya dipindahkan ke Istana Dolmabahce di pertengahan abad ke 19.

Sekitar 4 ribu orang diperkirakan bermukim di dalam kawasan Topkapi Museum. Termasuk 300 orang selir sultan yang tinggal dalam bangunan tertentu yang dikenal dengan istilah Harem.
Konon 1000 tukang masak istana harus menyiapkan makanan sebanyak 6 ribu porsi setiap harinya.

Malas baca panjang-panjang, rehat dulu nih  nonton vlognya :p

Masih ingat serial The Magnificient Century dari Turki, berkisah tentang Suleiman The Magnificient, yang dikritik oleh beberapa kalangan muslim di tanah air karena dianggap sebagai “distorsi” terhadap ajaran Islam.

Seolah penggambaran bahwa Sang Sultan memiliki selir (tepatnya, ratusan selir!) dan gaya hidupnya saat itu hanyalah “rekaan” semata. Disangkanya raja-raja di masa kekhalifahan penjelmaan nabi semua apa .

Mungkin inilah salah satu contoh glorifikasi terhadap masa lalu yang tidak terlalu berani diutak utik oleh para ulama di masa kini . Oh well, memangnya pengajian mana yang akan berani mengajarkan sejarah-sejarah seperti ini .

Yang sering ditekankan adalah “indahnya masa lalu”, sempurnanya ajaran Islam pada masa kekhalifahan bla bla bla. Padahal jejak kehidupan mereka di masa lalu tak begitu sulit diurai dan ditemukan buktinya.

Seperti ada jarak antara kehidupan rasulullah dan para sahabat vs kehidupan modern. Padahal diantara jarak waktu ratusan tahun itu, many things happened. Many-many-many things .

Oleh kalangan orientalis anti Islam, mereka menjadikan “catatan sejarah” ini untuk menyerang Islam. Beberapa kalangan muslim tentu membantah keras dan menganggap itu hanya rekayasa karena dari kecil kita sudah dibentuk dengan ajaran seperti itu. Betapa indahnya penerapan Islam di masa lalu bla bla bla.

Enggak heran pada teriak-teriak minta khilafah, yes? .

Itulah gunanya menelisik sejarah. Tidak ada yang salah dengan aturan seperti ini di masa lalu. Perbudakan dan perlakuan terhadap kaum perempuan, adalah hal yang sangat-sangat lazim di masa lalu .

Topkapi Museum
Topkapi Palace, Istanbul 2016

Saya ingat pas ke monumen konfederasi di depan Capitol Building, Little Rock – Arkansas, saya bergumam, “Heran, orang yang ngotot memperjuangkan perbudakan kok ya dianggap pahlawan.”

Suami saya ketawa, “Elo pun kalau hidup di masa itu mungkin akan menganggap itu hal biasa.”

Yup, perbudakan bahkan baru benar-benar hilang dari kehidupan modern ini di abad 20 kali, ya. Karena pasca Perang Sipil 1965 pun tidak serta merta seluruh budak dibebaskan di semua wilayah Amerika Serikat.

Mungkin itu salah satu kepingan yang hilang dalam pendidikan tentang Islam di masa sekarang. Kita sibuk ngeyel dan malah menjadi bahan tertawaan para ahli sejarah.

Karena pada dasarnya mayoritas keagamaan kita lebih karena warisan. Berapa banyak sih yang benar-benar mau “belajar” Islam dan keluar dari zona nyaman berupa doktrin-doktrin dari masa kecil dulu? Geser dikit diteriakin liberal, bertanya dikit diserang dengan tuduhan “punya penyakit hati” hahaha.

Topkapi Museum

Kita suka gagap menanggapi tuduhan kok bisa di alquran ada aturan-aturan memperlakukan budak. Faktanya, alquran turun di abad berapa dulu, Cuy? Abad segitu aturan begini-begini sangat visioner di masanya .

Jangan heran jika penerapannya tidak bak-buk-bak-buk. Instead of mengancam dan memaksa agar budak dibebaskan otomatis, Allah menawarkan solusi khasnya, sebagai Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang : membebaskan budak diganjar pahala yang sangat besar .

Secara halus, Islam sudah menegaskan, berabad-abad sebelum dunia modern berteriak-teriak terhadap HAM, salah satunya dalam surah Al Balad ayat 12-13, “Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan…”

Nggg…terus kok masih selir-seliran di era kekhalifahan ratusan tahun setelah alquran turun. Bukan ajaran Islamnya yang bermasalah, tapi umat di kala itu ya memang sanggupnya segitu . Bertahap dan berproses.

Topkapi Museum

Makanya, yang beginian-beginian janganlah terus-terusan disembunyikan dan dianggap “tidak ada” atau pura-pura tidak tahu.

Kita tidak dibekali dengan “kisah nyata” dari masa lalu. Beberapa kalangan memberi alasan, “Ya nanti kalau dijelasin semua pada salah paham dan bingung. Jadi lebih baik memang dibahas yang bagus-bagusnya saja.”

Bukankah Islam adalah ajaran bagi mereka yang berpikir? Ya biarkan umat berpikir jangan dininabobokan dengan kisah-kisah absurd dan enggan menceritakan sejarah secara lebih komplit berdasarkan fakta. Ya gak, ya gak, ya gak? .

Maaf ya, sekali-sekali memang harus diajak ngomong serius soal gini-ginian hehehe. Pengetahuan sejarah jangan dipilih-pilih .

“The truth will set you free, but first it will piss you off.”
― Joe Klaas, Twelve Steps to Happiness

Anyway, biar enggak stres, nonton vlognya deh hahaha. Pemandangan cantik di sisa-sisa peninggalan Istana Topkapi Museum berusaha kami abadikan dalam vlog yang ini.

Ngerekamnya gantian, karena harus jagain anak-anak yang ketiduran depan museum hahaha. Suka duka traveling sama anak-anak kicik ya .

Topkapi Museum

 

Dari salah satu teras bangunan, kita bisa memandang bebas perairan di Selat Bosphorus dan wilayah Golden Horn.

Hingga kini, kawasan Topkapi Museum merupakan bangunan istana terbesar peninggalan masa lalu yang masih bisa dilihat dan dikunjungi.

Jumat barokah buat kita semua .

And have a nice weekend .