Istri istri Nabi Muhammad

Istri Istri Nabi Muhammad : Siapa Saja Para Bunda Kaum Muslim dan Latar Belakang Pernikahannya

Mereka yang memilih jalan poligami seringnya berkilah, “Kami mengikuti tuntunan Rasul. Istri istri Nabi Muhammad kan memang banyak.” Iya benar, istri Rasulullah memang tidak hanya 1 :).

Topik poligami, selalu menjadi topik yang bikin uring-uringan buat mayoritas kalangan perempuan muslim hehehe. Saya rasa, kita ini hampir mirip-mirip saja ya sikapnya, “Pada dasarnya kita oke-oke saja kalau suami mau poligami. Suami orang lain ya, asal jangan suami sendiri!” Hahaha.

“Cara Kilat dapat Istri Empat?” begitu kata salah satu judul seminar poligami (gambar : pixabay.com)

 

Topik poligami juga kerap mengundang cemohan dari kalangan di luar Islam untuk mencemooh kehidupan pernikahan dan istri istri Nabi Muhammad. Jangan-jangan sebagian muslim sendiri juga tidak tahu nih :p. Baiklah, mari kita berbagi info ya.

Tolong dikoreksi kalau ada yang salah. Ini rangkuman dari berbagai sumber juga soalnya. Lebih kurangnya mohon dimaafkan *sungkemDuluan*.

Siapa saja para Bunda kaum muslim ini? Usia berapakah mereka dan apa status mereka saat bersanding dengan Rasulullah dalam ikatan pernikahan? Apa saja latar belakang alasan pernikahannya?

 

1 ♥ Bunda Khadija binti Khuwalid ♥

Perempuan istimewa ini berusia 40 tahun saat menikah dengan Rasulullah. Bunda Khadija sudah pernah menikah sebelumnya. Ayah dan suami sebelumnya yang telah wafat duluan termasuk dalam jajaran orang penting di suku asal mereka.

Bunda Khadijah menerima limpahan harta warisan yang cukup besar sepeninggal mereka berdua. Nabi Muhammad menjadi salah satu mitra dagangnya sampai ke tanah Syria. Melihat rekam jejak Nabi Muhammad yang cukup jempolan, Bunda Khadijah pun mengajukan lamaran untuknya.

Iyah, Bunda Khadijah yang melamar Rasulullah yang waktu itu masih berusia 25 tahun. Walau banyak petinggi-petinggi suku yang mengajukan diri, beliau mantap meminang Nabi Muhammad.

Dari pernikahan ini lahir 7 anak, 3 anak laki-laki (Qasim, Tayyib, dan Tahir) meninggal di usia balita. Sedangkan 4 anak perempuan (Zaynab, Ruqayya, Ummu Kalsum, dan Fatimah) bertahan hidup hingga dewasa.

Bunda Khadijah termasuk orang pertama yang spontan dan langsung percaya, tak ragu menyatakan keIslamannya selepas Rasulullah menerima wahyu. Beliau lah yang menemani Rasul melewati masa-masa sulit dakwah di masa pertama. Mengorbankan semua hartanya termasuk untuk membebaskan para budak yang memeluk Islam.

Dalam tekanan yang keras terhadap Rasulullah dan komunitas muslim di Mekkah, Bunda Khadijah meninggal karena sakit di usia 65 tahun. Tahun yang tidak mudah bagi Rasul. Sebelum ditinggalkan oleh perempuan terkasihnya, Paman Nabi yang tak putus melindunginya dari petinggi Quraisy (Abu Thalib) juga meninggal lebih dahulu beberapa bulan sebelumnya.

Tidak terbayang ya, pedihnya hati Rasulullah ditinggal orang-orang tercinta.

Hingga akhir hayatnya, hanya ada Bunda Khadijah dalam kehidupan pernikahan Rasulullah <3. Siapa bilang monogami bukan tuntunan hidup dari Rasulullah? ;).

Istri istri nabi Muhammad
Ilustrasi gambar : pixabay.com

2 ♥ Bunda Saudah binti Sam’a ♥

Kekasih hati yang sudah berpulang lebih dahulu tentu tidak boleh melemahkan semangat dakwah. Juga tidak melepaskan Rasul dari kewajiban mendidik dan membesarkan ke-4 putri tercintanya.

Sekitar 3 tahun selepas perginya Bunda Khadijah, salah satu kerabat menyarankan Rasulullah untuk menikah lagi khususnya untuk membantu urusan rumah tangga dan anak-anak. Rasul galau, siapakah yang layak menggantikan posisi Bunda Khadijah?”

Kerabat tersebut, Khawla, mengusulkan Aisyah binti Abu Bakar. Anak kandung dari sahabat terdekat Rasul. Tapi karena usianya yang masih sangat kecil dianggap belum cocok untuk mengurus rumah dan anak.

Khawla pun mengusulkan Bunda Saudah binti Sam’a, seorang janda berusia separuh baya yang tinggal bersama ayahnya yang sudah sangat tua. Rasulullah langsung menyetujui. Rasulullah menikah untuk kedua kalinya di usia 53 tahun.

Usianya yang tidak muda dan parasnya yang menarik membuat orang-orang bertanya mengapa Rasulullah memilih Bunda Saudah?  Sementara yang dikagumi Rasul adalah keberanian Bunda Saudah yang hijrah ke Abyssinia meninggalkan semua harta dan rumah serta sukses melintasi ganasnya padang pasir.

Bunda Saudah tak pernah bercerai hingga akhir hayat Rasulullah dan terus menyaksikan perkembangan Islam hingga akhir hayatnya di akhir kepemimpinan Umar bin Khatab.

Istri istri nabi Muhammad
Ilustrasi gambar : pixabay.com

3 ♥ Bunda Aisha Binti Abu Bakar ♥

Aisha dinikahi Rasulullah tak lama setelah hijrah ke Madinah. Usia Rasulullah sekitar 54 tahun saat itu. Jadi tak lama setelah menikah Bunda Saudah.

Ada pun usia Aisha sekitar 9 tahun. Nah, usia Aisha ini yang sering dijadikan olok-olokan oleh beberapa kalangan. Padahal mungkin di masa itu, perempuan yang menikah di usia semuda Bunda Aisha bukanlah hal yang ‘aneh’ ;).

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan muslim mengenai usia Bunda Aisha saat dipersunting Rasulullah. Ada juga yang mengklaim usia Bunda Aisha adalah 19 tahun saat menikah dengan Rasulullah.

Terlepas dari kontroversi ini, Bunda Aisha merupakan istri Rasulullah yang terkenal pandai, jiwa muda yang haus ilmu, cepat menangkap keterampilan dan pengetahuan baru, serta fasih berdiskusi dalam perdebatan.

Bersama Abu Hurairah, Abdullah Ibnu Umar, dan Anas Ibnu Malik, Bunda AIsha termasuk dalam 4 perawi hadis utama. Beliau pun merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang dinikah dengan status gadis.

Walau menikah sejak muda, Rasulullah dan Bunda Aisha tidak memiliki anak. Terkenal memiliki hubungan yang rapat dengan Bunda Saudah, Bunda Aisha menutup usia di tahun 58 Hijriyah.

Istri istri nabi muhammad
Ilustrasi gambar : pixabay.com

4 ♥ Bunda Hafsah Binti Umar ♥

Bunda Hafsah adalah putri dari salah satu sahabat terdekat Rasulullah, Umar bin Khatab. Di usia 18 tahun, Hafsah sudah menjanda, suaminya gugur dalam Perang Badar.

Umar bin Khatab mencoba membujuk Abu Bakar agar mau menyunting putrinya. Abu Bakar menolak karena tahu bahwa Rasulullah sudah punya rencana menikahi Hafsah. Usman bin Affan juga menolak permintaan yang sama dari Umar. Usman baru ditinggal oleh istrinya Ruqayyah, salah satu putri dari Nabi Muhammad.

Akhirnya, Rasulullah yang menikahi Hafsah di usianya yang ke 56 tahun. Usman bin Affan menikah lagi dengan Ummu Kalsum, putri Rasulullah yang lainnya.

Pernikahan-pernikahan ini mempererat hubungan antara Rasulullah dan para sahabat. Rasulullah menikahi Aisha dan Hafsah, putri-putri dari Abu Bakar dan Umar. Usman menikahi 2 putri Rasulullah demikian pula Ali bin Abi Thalib yang menikahi Fatimah, putri bungsu Rasulullah.

Bunda Hafsah yang hampir seumur dengan Bunda Aisha secara manusiawi sering terlibat saling cemburu. Namun akhirnya, keduanya menjadi sahabat karib.

Bunda Hafsah meninggal di tahun 47 Hijriyah.

Istri istri nabi

5 ♥ Bunda Zainab Binti Khuzayma ♥

Bunda Zainab dinikahi tak lama setelah Rasulullah mempersunting Bunda Hafsah. Di usia ke-56 tahun, Rasul menerima permintaan Zainab (30 tahun) untuk dinikahi yang diajukan setelah Zainab menjanda akibat suaminya yang juga gugur dalam Perang Badar.

Bunda Zainab dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan kepada kaum dhuafa dan anak-anak yatim. Selain itu tak banyak hal yang diketahui tentang beliau yang wafat hanya dalam waktu delapan bulan setelah menikah dengan Rasulullah.

6 ♥ Bunda Hindun binti Abu Umayyah ♥

Bunda Hindun Lebih dikenal dengan Ummu Salamah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Ummu Salamah bersuamikan Abu Salamah bin Abdul Asad dan memiliki 4 orang anak. Abu Salamah meninggal akibat luka parah setelah ikut bertempur dalam Perang Uhud.

Ummu Salamah menolak pinangan Abu Bakar dan Umar sebelum menerima lamaran dari Rasulullah. Itu pun sebelumnya Ummu Salamah mengutarakan kepada Rasulullah tentang sifatnya yang pencemburu dan banyaknya anak yang telah dimilikinya.

Tapi Rasulullah tetap menginginkan untuk menikah dengan Ummu Salamah. Pernikahan pun berlangsung saat usia Rasul mencapai 57 tahun dan Ummu Salamah 29 tahun.

Ummu Salamah dikenal cerdas dan pemberani. Banyak pula merawi hadis walau tidak sedominan Bunda Aisha. Ummu Salamah juga kritis dan banyak bertanya kepada Rasulullah mengenai posisi perempuan dalam Islam termasuk hal warisan dan kewajiban ikut berperang.

Di usia yang tak lagi muda dan punya beberapa anak tidak menghentikan upayanya untuk terus menimba ilmu dan berjuang di jalan agama bersama Rasulullah. Panutan nih buat ibu-ibu yang sudah menikah dan punya anak :). Harus tetap semangat menimba ilmu ;).

Ummu Salamah meninggal di tahun 61 Hijiriyah.

Ilustrasi gambar : pixabay.com

7 ♥ Bunda Zainab binti Jahsy ♥

Perempuan cantik yang berasal dari keturunan Quraisy yang sangat terpandang ini awalnya menikah terlebih dahulu dengan Zaid bin Haritsah. Zaid adalah budak yang dibebaskan dan dianggap kerabat, bahkan dianggap sebagai anak oleh Rasulullah sejak kecil.

Pernikahan Bunda Zainab dan Zaid juga atas inisiatif Rasulullah. Zainab dan keluarga awalnya menolak karena latar belakang Zaid yang dianggap tidak sejajar dengan mereka. Namun, Rasulullah menekankan bahwa harga diri seseorang tidak terkait asal  usul dan keturunan melainkan ketakwaan. Rasulullah bersaksi betapa saleh dan setianya Zaid selama ini kepada beliau.

Budaya kaum Quraisy yang ingin diminimalkan bahkan dihapuskan oleh Rasul adalah kebiasaan mereka membangga-banggakan garis keturunan secara berlebihan.

Walau Zainab akhirnya bersedia namunpernikahannya dengan Zaid tidak harmonis. Beberapa kali Rasulullah meminta Zaid untuk bertahan, akhirnya pasangan tersebut berakhir dengan perceraian.

Di usia 35 tahun, Bunda Zainab pun dinikahi oleh Rasulullah yang saat itu berusia 58 tahun.

Selain cantik dan terdidik, Bunda Zainab juga sangat dermawan. Beliau adalah istri Rasul yang wafat paling awal setelah meninggalnya Rasulullah. Bunda Zainab meninggal di tahun 20 Hijriyah di masa kepemimpinan Umar Bin Khatab.

8 ♥ Bunda Juwairiyah binti Al Harits ♥

Nama aslinya adalah Barrah. Barrah adalah anak dari Al Harits, seorang pemimpin dari Bani Musthaliq yang dikalahkan oleh pasukan muslim dalam sebuah pertempuran. Barrah dan sebagian besar orang-orang dari Bani Musthaliq tertangkap dan menjadi tawanan perang.

Barrah takut jika pasukan muslim menyadari siapa dirinya mereka akan menolak untuk permintaannya untuk dibebaskan dengan sejumlah tebusan. Barrah memaksa untuk bertemu Rasulullah.

Barrah meminta Rasul untuk membantu pembebasan dirinya. Rasul malah melamarnya dan Barrah mengiyakan. Usia Rasul saat itu 58 tahun dan Barrah 20 tahun. Pernikahan ini berlangsung tak lama setelah Rasul menikahi Bunda Zainab. Barrah diberi nama baru, “Juwairiyah”.

Apa rencana Rasul? Ternyata pernikahan ini menyebar sampai ke pasukan muslim dan mereka segera menyadari posisi Bani Musthaliq setelah pernikahan tersebut. Para tawanan pun segera dibebaskan untuk menghormati posisi baru mereka sebagai keluarga besar besan Rasulullah.

Pernikahan ini tidak hanya membebaskan Bunda Juwairiyah tapi juga segenap keluarga besar Bani Musthaliq :). Pernikahan yang benar-benar membawa berkah bagi banyak orang.

Bunda Juwairiyah meninggal di tahun 50 Hijriyah.

Istri istri Nabi Muhammad
Ilustrasi gambar : pixabay.com

9 ♥ Bunda Ramla binti Abu Sufyan ♥

Bunda Ramla lebih dikenal dengan nama Ummu Habiba. Ummu Habiba adalah putri dari Abu Sufyan, salah satu penguasa Kaum Quraisy yang cukup keras melakukan perlawanan terhadap Rasulullah dan kaum muslim.

Ummu Habiba menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy semasa di Mekkah. Setelah Rasul mulai berdakwah tentang Islam, Ubaidillah tertarik dan mengajak Ummu Habiba untuk  memeluk Islam bersamanya.

Mereka berdua hijrah ke Habasyah. Di Habasyah, Ubaidillah meninggalkan Islam karena putus asa dengan perjuangan Rasul di Mekkah yang belum juga menunjukkan tanda-tanda kesuksesan.

Setelah Ubaidillah meninggal, Ummu Habiba sangat galau. Kini sebatang kara di negara asing sementara tak mungkin pulang ke Mekkah karena keluarga besarnyyang sangat anti Islam. Termasuk ayahnya sendiri.

Rasulullah melamar Ummu Habiba dan mereka dinikahkan via wali sejak Ummu Habiba masih berada di Habasyah di tahun 1 H. Ummu Habiba pindah ke Madinah di mana istri istri nabi yang lainnya juga  berada sekitar tahun 7 H saat usianya 35 tahun dan Rasulullah berusia 60 tahun.

Ummu Habiba meninggal di tahun 44 Hijriyah.

10 ♥ Bunda Safiyya binti Huyayy ♥

Bunda Safiyya adalah anak dari Huyayy ibn Akhtab, salah satu pembesar Bani Nadir (keluarga Yahudi). Kelompok ini diusir dari Madinah karena mencoba membunuh Rasulullah. Di Perang Khaybar yang mempertemukan kubu muslim dan golongan Yahudi yang memberontak ini, Rasul dan pasukan berhasil memenangkan pertempuran.

Ayah dan suami dari Bunda Safiyya termasuk yang terbunuh dalam pertempuran.

Salah satu cara untuk menyelamatkan Bunda Safiyya dari perbudakan yang tentunya sulit setelah beliau mengenyam kehidupan sebagai putri petinggi suku adalah dengan dinikahi oleh Rasulullah. Bunda Safiyya menikah dengan Rasul (yang saat itu berusia 60 tahun) di usia 17 tahun.

Setelah menikah, statusnya sebagai putri Yahudi kerap dicemooh oleh istri istri nabi yang lainnya. Salah satunya Bunda Hafsah yang mendapat teguran langsung dari Rasulullah. Bunda Zainab juga enggan meminjamkan unta kepada Bunda Safiyya yang juga berakhir dengan hukuman dari Rasulullah.

Kehidupan para istri istri Nabi Muhammad pun tidak selalu harmonis 100%.

Bunda Safiyya masih hidup lama setelah Rasulullah wafat. Di saat perseteruan besar antar umat Islam pasca terbunuhnya Utsman bin Affan, Bunda Safiyya berada di “kubu Utsman”.  Bunda Safiyya meninggal di tahun 50 Hijriyah di masa kekhalifahan Muawiyah.

Istri istri Nabi Muhammad
Ilustrasi gambar : pixabay.com

11 ♥ Bunda Maymuna binti Al Harits ♥

Sama seperti istri istri Nabi Muhammad yang sebelum-sebelumnya (kecuali Bunda Aisha), Bunda Maymuna pun sudah menyandang status janda. Sebelumnya sudah menikah dua kali. Pertama sebelum memeluk Islam menikah dengan Ibnu Mas’ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi. Berakhir dengan perceraian.

Kedua kalinya menikah dengan Abu Ruham bin Abdul Uzza yang kemudian meninggal lebih dahulu.

Bunda Maymuna mengajukan lamaran kepada Rasululla via kakak perempuannya, Ummu Fadhal. Rasulullah menyetujui penyerahan dirinya dan menikahi Bunda Maymuna di usianya yang ke-60 tahun. Saat itu Bunda Maymuna berusia 36 tahun.

Bunda Maymuna termasuk perempuan yang berperangai tenang dan sejuk sehingga tidak pernah ada konflik apa pun dengan istri istri rasul yang lainnya. Walau Bunda Maymuna termasuk pendatang yang paling akhir.

Turun ayat setelah pernikahannya dengan Bunda Maymuna untuk mencukupkan pernikahan bagi Rasulullah. Maka dari itu dalam beberapa sumber dikatakan Bunda Maymuna adalah istri Rasulullah yang terakhir.

Bunda Maymuna meninggal di tahun 61 Hijriyah. Termasuk salah satu istri yang meninggal paling akhir diantara istri istri Nabi Muhammad yang lainnya.

12 ♥ Bunda Maria Al Qibtiyya ♥

Sebagian sumber memasukkan nama Bunda Maria sebagai istri terakhir Nabi Muhammad. Tidak ada yang tahu pasti berapa usianya dan kapan tepatnya dinikah oleh Rasulullah.

Maria adalah budak dari keturunan Kristen Koptik  yang diberikan oleh salah satu penguasa Mesir kepada Rasulullah.

Tahun 9 H, Bunda Maria melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim oleh Rasulullah. Hal ini menyebabkan istri istri Nabi yang lain cemburu. Karena diantara semua istri istri nabi, selain Bunda Khadijah, hanya Bunda Maria yang bisa memiliki anak dari Rasulullah.

Ibrahim meninggal saat usianya belum genap 2 tahun. Bunda Maria sendiri meninggal di tahun 16 Hijriyah.

***

Istri istri Nabi Muhammad dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah. Kecuali Bunda Khadijah yang dimakamkan di Mekkah dan Bunda Maymuna yang disemayamkan di Sarif. Semoga Allah merahmati mereka semua <3.

Istri istri Nabi Muhammad dimakamkan di Baqi Madinah
Pemakaman Baqi, Madinah (gambar : wn.com)

 

Love Rosie film

Love, Rosie : While Love Grows Slowly from The Seeds of Friendship

Gila deh baru inget belum posting tulisan iniiiiii :D. Jadi, tempo hari iseng nyari film seru buat ditonton. Udah lama gak pecicilan nonton film. Eeeeh, kok malah jadi kepoin Memento cobak huhuhu.

Memang nih, biasanya juga nonton film manja-manja buat hepi-hepi kok ya bisa-bisanya nyasar ke Memento -_-. Maunya cari hiburan dari nonton pilem kok ya malah pening *usapJidat*.

Oiya, saya paling enggak pinter bikin review atau resensi atau apalah namanya kalau enggak spoiler. Jadi,  kalau belon nonton kali aja kepengin dan benci sama spoiler-spoiler an hentikan langkah Anda sampai di sini saja :D.

Love Rosie film
Gambar : avclub.com

 

First thing about Love, Rosie … Lily Collins nya sumpah kiyut bangeeeeet. Rasanya saya betah nonton film ini juga gara-garanya karena si imut Lily. Ihhhh pengin temenan deh rasanya *sodorin jari kelingking*.

Pemeran Alex-nya juga imut-imut. Ya ampuuuun, jadi pengin satu sekolahan sama kalian deh. Tas ransel mana tas ransel hahaha.

 

Film ini genre drama santai sehari-hari. Walau sebenarnya yang dialami Rosie (Lily Collins) sama sekali tidak bisa dibilang ‘ringan’ *ngelapKeringat*. Btw, ini film 17 tahun ke atas ;).

Ibaratnya makanan, mungkin yang tipe-tipe mindblowing macam Memento dkk (masih dibahas aja hahaha) itu bisa dianggap main course macam steak atau ikan bakar (laaaah :p), sementara “Love, Rosie” yaaaaa selevel puding atau mungkin kerupuk lah.

Nontonnya bisa sambil lipat-lipat baju sambil sesekali bolak balik ke kamar mandi. Sambil makan kacang tidur-tiduran.

Rating dari penonton lumayan untuk film ini, sekitar 7 / 10. Tapi reviewnya dari kritikus film cuma dapat nilai 4 / 10 :p.

But I loooooove it . Sesuai tujuan nonton film ala saya lah. Buat hiburan dan hepi-hepi, bukannya main tebak-tebakan -_-. Cetek, ya. Biarin sih :p.

Sesuai pengantar di judul, ini memang cerita ala-ala friend zone Rosie-Alex yang sudah lengket dari balita. Rumahnya deketan gitu. Nah, situasi tempat tinggal mereka familiar banget rasanya. Sukak deh <3.

Ealah, ternyata kisah ini memang diangkat dari best selling novel yang ditulis oleh novelis Irlandia. Salah satu tempat syutingnya ya di … Dublin! Panteeeeeeees :D.

Kisah dimulai dari tingkat akhir di SMA, Rosie dan Alex flirting-flirting an dengan kecengan masing-masing. Rasanya sih dari sini sudah kelihatan kalau Alex udah ser-seran tapi Rosie-nya cuek aja.

Masing-masing dapat teman kencan. Alex dapat cewek yang termasuk tenar dan paling kece (Bethany), Rosie juga dapat pasangan yang lumayan keren (Greg).

Love Rosie film
Gambar : itcher.com

Dalam keadaan mabuk, Alex sempat mencium Rosie. Alex-nya sih ya hepi. Tapi besoknya pas main ke kamar Rosie (yoih, mereka dari kecil sudah rapet banget), Rosie malah  ngomel-ngomel. Alex berasumsi Rosie bete dengan peristiwa semalam.

Yaela baper aja si Alex. Pan lagi mabok, manalah dese inget –> penontonnya kali yang baper! Hahaha.

Then, Alex kepengin melanjutkan kuliah ke Harvard. Dia mengajak Rosie untuk ikut merantau ke US. Rosie harus membujuk ortunya dulu. Ortu Rosie setuju.

Ternyata … Rosie keterima di Jurusan Perhotelan, sesuai cita-citanya, di Boston University. Rosie hepinya enggak ketulungan.

But then, something ‘big’ happened :(. Rosie hamil (karena Greg). Rosie memutuskan untuk tidak menggugurkan kandungannya dan membatalkan rencana kuliah. Greg-nya malah ngibrit.

Rosie tidak tega cerita ke Alex. Takut Alex enggak jadi ke Harvard karena peristiwa ini. She kept this for herself. She became a single parent.

Tapi akhirnya Alex tahu juga. Berantem sebentar tapi terus baikan lagi. Malah Alex menjadi bapak baptis Katie, anaknya Rosie. Alex sudah tinggal dan bekerja di Boston.

Love Rosie Film
Gambar : comedy.co.uk

Beberapa tahun kemudian, Rosie ke Boston ketemu Alex. Eh, Alex-nya dah punya pacar huhuhu.

Rosie ketemu Greg lagi. Dan begitulah … pokoknya happy ending ;).

Kejadian kayak Rosie-Alex mah standar banget ya dalam kisah-kisah pertemanan perempuan dan laki-laki. Hayo ngaku siapa yang belakangan jodohnya ya sama sohib sendiri *angkatTanganPalingTinggi* :D.

Kalau istilah Jawa-nya, “Witing tresno jalaran soko kulino.” Yang kira-kira terjemahannya, “Cinta hadir karena terbiasa”. Terbiasa ketemu, terbiasa ngobrol, terbiasa curhat dan seterusnya dan seterusnya.

Walau variasi ending hubungan kayak begini yang tidak selalu hepi-hepi joy-joy. Ada juga yang bertepuk sebelah tangan. Ada yang sama-sama suka tapi sama-sama malu-malu ya akhirnya lepas juga dan tidak pernah benar-benar berjodoh. Ada juga yang santai-santai terus dan tetap temenan karib setelah menikah :).

Sebenarnya menarik juga ya melihat respons dari orang tua Rosie waktu dia hamil. Itu apa beneran kayak gitu ya budaya di sana? Karena rasanya sih Ireland masih sarat dengan budaya tabu-tabu an terkait hubungan laki-laki dan perempuan.

Rosie yang tek dung duluan pas lulus SMA bisa santai gitu ya dan mendapat support luar biasa dari orang tuanya :). Coba di Indonesia, halamaaaak :p. Kalau keluarganya berada bisa jadi aborsi atau sudah dikirim kuliah ke luar negeri dan menghindar sementara dari lingkungan pergaulan dan keluarga.

Love Rosie film
Gambar : indianexpress.com

Kalau kejadian ini menimpa perempuan dari keluarga biasa-biasa bahkan menengah ke bawah, duh enggak kebayang deritanya ya :(. Sudahlah mungkin “dibuang” sama keluarga karena dianggap bikin malu, mental juga sudah jatuh duluan, boro-boro mau mikirin kandungan.

Potensi memilih bunuh diri cukup tingggi atau malah terjebak dalam “dunia hitam” saking bingungnya mau ngapain kali, ya? Duh, kenapa jadi sedih.

Ish, ini bahasannya berat ah jangan di postingan ini hahaha. Cukupkan sampai di sini ajalah :p.

Filmnya tidak muram sama sekali kok. Pan settingnya memang di negeri-negeri nun jauh di sana ;).

Seneng lihat tampang imut nan mungilnya Lily Collins dan jadi nostalgia Hunger Games karena ngeliat si Alex. Hayoooo pemeran Alex ini kebagian peran apa di trilogi Hunger Games? :D.

Btw, kalian pernah punya sohib lalaki tak sih? :p. Yang benar-benar dekat macam Neng Rosie dan si Aa’ Alex di film Love Rosie ini? Endingnya gimana? #kepoAjah :p.

Cara Membuat Nasi Liwet dengan Rice Cooker

Cara membuat nasi liwet dengan rice cooker ternyata gampang banget. Hasilnya juga lumayan. Kan lagi hits banget ini orang-orang ngumpul sambil liwetan :D.

Duduk ramai-ramai terus makan dengan beralaskan daun pisang. Nasi liwetnya dilengkapi dengan aneka lauk seperti tahu-tempe, sayur asem, empal daging, dan seterusnya. Kemudian lapar deh bacanya hahaha.

Ini hype-nya sampai ke luar negeri segala. Diaspora Indonesia di mana-mana juga pada doyan liwetan beralas daun pisang ini. Salah satunya ya kita-kita di Texas iniiiiiiii :D.

Cara Membuat Nasi Liwet

Ini kemarin pas liwetan dengan ibu-ibu pengajian area Dallas dan sekitar. Sekitar bulan Mei gitu kayaknya. Sebelum masuk bulan puasa. Foto lama.

Terus sempat liwetan juga dengan teman-teman dari “geng” lainnya lagi. Yaelaaaa, kayak anak kecil pake geng-geng an hihihi. Maksudnya dengan kelompok teman yang beda lagi. Cuma fotonya entah disimpan siapa, ya :D.

Seru kaaaaan? :D. Kumpul-kumpulnya seru. Liwetannya juga asyik.

 

Daripada ngiler, yuk bikin masing-masing deh di rumah. Makan bareng suami sama anak-anak juga heboh nih. Asal jangan adek bayi aja. Abis dah tuh daunnya diacak-acak :p.

Kalau yang mau langsung lihat proses pembuatan live-nya, monggo diklik videonya. Ini tempo hari pas main ke rumah Neng Virgie tempo hari. Rencananya mau ngaji. Eh ternyata ngajinya ditunda. Tapi sudah terlanjur masak-masak kita berdua hehehe.

Jadilah bikin videonya saja pas main ke sana.

Praktis enggak pakai ribet, kan, kan, kan ;).

Di deskripsi video ada resepnya, tapi ini saya copas ke sini juga resepnya.

Cara Membuat Nasi Liwet dengan Rice Cooker

  • 4 cup beras putih (cup ukuran standar untuk rice cooker)
  • 7 siung bawang merah, iris-iris
  • 4 siung bawang putih, iris-iris
  • 5 buah cabe rawit
  • 2 batang sereh, geprek
  • 3-4 lembar daun salam
  • 30-40 gr ikan teri
  • Garam secukupnya
  • Bumbu kaldu (kalau mau) secukupnya

 

Cara Membuatnya :

  • Cuci bersih beras dan taruh dalam rice cooker.
  • Tumis ikan teri sampai wangi dan agak kecoklatan. Sisihkan.
  • Dengan menggunakan minyak sisa tumisan ikan teri, tumis bawang merah dan bawang putih sampai wangi. Masukkan cabe rawit dan daun salam. Aduk sebentar. Masukkan sereh. Tumis sampai layu semua bumbu.
  • Tuangkan tumisan beserta minyaknya ke dalam rice cooker yang sudah berisi beras tadi. Masukkan juga ikan teri yang sudah ditumis ke dalam rice cooker. Tambahkan garam dan bumbu kaldu. Aduk rata beras, tumisan bumbu, ikan teri, garam-kaldu.
  • Tambahkan air ke dalam rice cooker, sesuai takaran air untuk masak beras seperti biasanya.
  • Masak dalam rice cooker sampai matang. Nasi liwet siap dihidangkan bersama berbagai pelengkapnya. Selamat mencoba.

Di Texas nemu daun pisang juga tidak susah. Umumnya dijual dalam bentuk beku. Tapi yang jual daun pisang segar juga ada. Mungkin karena negara-negara latin yang letaknya tidak begitu jauh dari sini mengekspor pisang sama daun-daunnya ke US yak :D.

Soalnya di Eropa mayan ribet tuh nyari daun pisang segar. Musimnya kurang cucok sama tanaman pisang.

Kalian sendiri sudah pernah liwetan sama siapa saja? Halah di Indonesia mah mau liwetan tiap hari juga asyik, ya. Bisa Go-Food juga jangan-jangan hehehe.

Yang di luar negeri jangan mau kalah. Monggo dicoba sendiri tuh cara membuat nasi liwet yang ternyata gampang pakai rice cooker ajah ;).

arab saudi jalanan

Kehidupan Lalu Lintas di Kota Jeddah Arab Saudi

Menyetir di Jeddah Arab Saudi ini sampai sekarang info khusus untuk laki-laki. Perempuan enggak boleh menyetir di jalan-jalan umum di seluruh kawasan Arab Saudi.

Kalau untuk Private places, apakah perempuan boleh menyetir atau tidak … tergantung kebijakan setempat.

Buat sebagian besar teman-teman perempuan saya, hal ini bikin gondok. Tapi tidak buat saya yang memang sudah mengubur impian dalam-dalam jika suatu hari nanti saya bisa menyetir sendiri hahaha :p. Cemen amat, Ceu? Dasar penakut :p.

Lah terus kenapa menulis topik ini? Ya kan sering menjadi penumpang ^_^. Hampir tiap malem saya sekeluarga muter-muter di berbagai sudut kota Jeddah. Hiburan ala keluarga kikir sederhana :p.

Loh emang suami enggak kerja? Enggak capek pulang kerja? Jarak kantor ke rumah cuma 5-10 menit. Begitu naruh tas pulang kantor, suami saya sudah ribut-ribut, “Ayo,ayo cepet-cepet pada makan, yuk abis ini ‘cruisin the nite’…” Hiihihi.

Bukan saya yang semangat malah suami yang enggak terlalu betah tinggal di rumah. Boros bensin? Ahem…bensin dulu tuh cuma seribu perak seliter, kalo beli 10 sr dapetnya bisa 22-23 liter.

Wajar bawaannya pengen keluar mulu, enggak mau rugi booo. Ditambah lagi harga mobil yang murce-murce, yuk mareeee pasang kacamata item duduk manis dalam mobil siap kemana-mana bareng pak supir!

Kota Jeddah Arab Saudi
Jalan Layang di Kota Jeddah, Foto : Dani Rosyadi

Tapi urusan ngambil SIM bukan perkara gampang. Suami saya dulu sukses ngelewatin tes komputer tapi gagal di tes praktik. Jadinya tetep harus sekolah nyetir dulu selama 5 hari berturut-turut. Biaya ngurus SIM sekitar 500 – 1000 sr (sekitar 1 – 2 jutaan).

Katanya bisa nembak tapi jarang ada yang mau. Harus hati-hati kalo ketangkep kan enggak lucu. Uniknya tidak ada batasan umur dalam menyetir. Siapa saja marilah kemari, asal lulus tes mengemudi yang 2 macam tadi.

Makanya saya agak syok melihat anak kecil kira-kira umur 12 ato 13 tahun nyetir mobil, nampaknya lagi nganterin ibunda tercinta. Tapi iya juga sih, aturan ini relevan dong ya. Karena perempuan kan enggak boleh nyetir, gimana kalo di rumah enggak ada laki-laki dewasa?

Seperti kota metropolitan pada umumnya, Infrastruktur jalanan-jalanan utama di kota Jeddah itu pada umumnya lebar-lebar dan dibikin megah. Jalanannya mulus-mulus. Jalanan underpass nya juga boros listrik tuh. Kalau malem-malem lewat terowongan gitu, silauuu.

Titik-titik kemacetan tidak terlalu banyak. Paling Madinah Road (dalam kota) yang sering banget macet atau daerah Tahlia di sore dan malam hari. Tapi percayalah, macetnya jalanan di Jeddah masih jauh lebih jinak dari Gatsu + Mampang nya Jakarta pas pulang kantor hehehe :p.

“Terserah orang Arab mau nyetir seenak udelnya, yang penting di Jeddah enggak ada motor!” begitu slogan supir pribadi suami saya kalau saya tanya seberapa parah si orang-orang Arab kalau bawa mobil?

No offense yak, suami saya waktu di Jakarta sering banget bete gara-gara ulah pengendara motor. Terutama kalo mereka rame-rame nutup jalan dari arah yang berlawanan. Kadang nyelipnya bisa ampe puluhan motor hehehe.

Kalau saya sih enggak ada masalah, kan tinggal tidur menghibur pak kusir yang sedang bekerja pak ‘supir’ hahaha :p.

Soal orang Arab kalau menyetir malas lihat kiri kanan, nyalip seenaknya, enggak usah terlalu khawatir. Jalan-jalannya lebar kok, bisa tersedia 4-5 jalur untuk arah yang sama. Yang penting jangan ikut-ikutan ngotot.

Sudah ada peraturan baru mengenai batas kecepatan maksimum. Dendanya sadis loh kalo sampai melampaui batas kecepatan hehehe. Kalau dalam kota sih memang bisa menyetir dengan imut dan manis, tapi kalau sudah di tol menuju luar kota kan sepi. Mana tahan enggak injek gas dalem-dalem :p.

Selain tol gratis semua, jalanannya lurus, mulus, dan lebar. Menyetir ke Madinah, jalanan luruuuuuus saja sepanjang 400 km, sepi pulak. Makanya 3x suami saya kena denda karena melanggar batas kecepatan di tol Madinah Road ini.

Sekali denda 300 riyal! Huhuhu.

Jarang ada mobil yang keserimpet ato kesenggol. Kecelakaannya lebih sadis karena efek kecepatan tinggi. Bisa penyok habis-habisan mobilnya. Enggak sabaran, doyan ngebut.

Tapi biarpun orang-orang timur tengah itu rata-rata dikenal bertemperamen tinggi jarang ada yang adu jotos di jalan. Paling mereka ribut-ribut sebatas mulut doang, kalau berantem bisa ditangkap Pak Polisi.

Kalau mau klaim asuransi mesti dapat surat keterangan dari polantas. Makanya kalau cuma lecet-lecet dikit sih jangan harap bisa klaim hehehe. Dicuekin saja sama polisinya.

Soal parkiran juga mantap. Gratis (hampir) dimana-mana. Tapi di Balad enggak gratis, makanya males ke Balad hahaha.

Di mal-mal parkiran luas dan gratis. Tapiiiiiiii…. itu orang-orang Arab kalau parkir kadang seenaknya. Bayangin ya, parkiran yang harusnya buat 3 mobil dipake buat 1 mobil! Parkir mencong-mencong dan malah horisontal saking malesnya banting setir kali *tepokJidat*. Maklum enggak ada tukang parkir.

Beberapa jalanan di Kota Jeddah ini sudah macam parade mobil mewah. Showroom mobil-mobil mewah juga tersebar di mana-mana.

Mungkin karena disini tidak mengenal kata ‘PAJAK’ jadinya harga mobil emang dahsyat murahnya. Kira-kira bisa lebih murah 30-50% dari harga mobil di Jakarta. Nah, kalau di-compare lagi sama gaji di Jeddah dulu, yuk mareeeee….  hahaha. Harga mobil jadi kayak remah-remah.

Makanya enggak usah heran kalau para ekspat asal Indonesia di Timur tengah banyak yang bermobil ‘besar’. Murah, Cyin!

Terus kenapa situ tetap pake sedan mungil nan murmer? Kan kami ini keluarga pelit sederhana hahaha :p. Sudah cukup puas lah papasan dengan mobil kece-kece hampir tiap malam di gemerlapnya jalanan kota Jeddah ^_^.

menyetir di Kota Jeddah Arab Saudi
Lamborghini Cruise Club – Jeddah (nyomot dari Youtube)

Dari Jeddah ke Ireland lumayan kaget dengan sopan dan tertibnya pengemudi-pengemudi Eropa. Sempat semangat mau belajar nyetir mobil. Tapi terus hamil dan berhenti terus males mulai lagi.

Eh sekarang di Texas kok jadi kayak nostalgia lagi dengan hingar bingarnya lalu lintas di Jeddah hihihi. Banyak mobil bagus seliweran di jalan jugak.

Jadi ngerti mungkin ya pada pakai mobil gede biar kalau kena hantam lebih “save”. Bayangin kalau pakai mobil mungil, lebih gampang tergilas :(.

Pertanyaan BESARnya, sudah merantau bertahun-tahun ke sana kemari, si Eneng etah naon belum bisa nyetir jugaaaaaaaa hahahahaha *bantingKunciMobil*.

Albuquerque old town 2017

Road Trip To Vegas From Dallas (Part 1) : Albuquerque Old Town

Jadi ceritanya road trip bulan kemarin ituh (BULAN KEMARIN! kurang telat ceritainnya yak hahahaha), rutenya adalah :

Dallas (Texas) – Albuquerque (New Mexico) – Flagstaff (Arizona) – Grand Canyon (Arizona) – Las Vegas (Nevada).

Tadinya mau bablas ke Los Angeles, tapi yah, kayaknya tidak memungkinkan dan males kan kalau dapat capeknya doang.

Penginnya sih kalau ke California itu hura-huranya minimal 3-4 hari lah yaaaa. Kan harus mampir di Hollywood segala silaturahmi sama teman-teman arteissss *kibasPoni*.

Belum lagi kalau kebetulan ditawarin casting, harus agak lamaan toh yaaaaa –> lalu muncul telunjuk Bu Susi : Tenggelamkan!!! Hahaha .

Albuquerque old town plaza
Albuquerque Old Town Plaza

 

Suami kebetulan sukses membujuk Pak Bos di Ireland biar dapat cuti satu minggu, sungkem dulu sama Pak Bos . Hari sabtu ( 1 Juli) ada acara Halal bi Halal Idul Fitri untuk komunitas muslim Indonesia Malaysia di Dallas-Fort Worth. Tentu kudu eksis dulu, yes? .

Jadilah kami berangkat minggu pagi besoknya. Dari rencana awal berangkat jam 5 pagi, dianggap terlalu ambisius alias mustahil. Lalu sepakat jam 6.

Yang mana kenyataannya adalah … jam 8 pagi baru geret-geret anak-anak masuk mobil plus barang-barang bawaan segala macam hihihi.

Anak-anak rese bener ya kalau dibawa road trip. Pas ngisi bensin pertama, udah ditawarin, “Ayo pipis sana, pipis sana.” Pada ngotot enggak mau. Yo wis, lanjuuuuut.

 

Eeeeeh, baru jalan sejam, sudah menggeliat-geliat kayak ulat keket tetiba kebelet pengin pipis. Masalahnya ya, jalur road trip ke arah barat Texas (New Mexico dst) itu beda banget sama road trip ke arah timur (Florida).

Waktu road trip ke Florida sih jalurnya enak banget. Per 2-4 mile pasti ada aja Food-Gas Stop. Di US sini bensin istilahnya “gas”. Kalau di Ireland kan istilahnya “Petrol”. Di negara lain ada istilah lain lagi gak ya?

Kalau ke arah New Mexico itu lebih sepi dan gersang. Jadi nyari tempat pipis itu sumpah ribet. Belum tentu dalam jarak 10 mile ada tempat yang enak buat mampir. Kesel banget, kan. Bukannya pipis tadi, zzzzz . Lagian kalau sering mampir itu bisa bikin itinerary berantakan, euy.

Terus pas di mobil biar suami enggak bosan atau ngantuk (karena kita tidak begitu doyan dengerin radio), saya jadi banyak ngoceh gitu. Soalnya jalanannya agak beda dan lebih sepi. Manalagi pemandangan lebih tandus ketimbang arah Louisiana yang banyak pohon-pohon gede ijo royo-royo.

Akyu kan jagoan banget lah kalau urusan ngobrol mengobrol. Kecepatan saya berbicara sama mengetik itu 11-12 lah. Bawel mulutnya, bawel jarinya *maininAlis*.

Eh, tahu-tahu suami saya ngomel, “Gilak ya, lo itu cerewet banget. Pusing gue dengernya.”

Laaaaah, udah 10 tahun nikah, anak udah 3, baru komplen sekarang??? Ke mana ajeeeeeeeee hahahaha .

Albuquerque Old Town Plaza 2017

Kota yang agak gede yang pertama kami lintasi itu Armarillo, masih wilayah Texas. Dalam Bahasa Spanyol, Armarillo ini artinya warna kuning . Pengaruh Spanyol memang sangat lekat terhadap negara-negara bagian di belahan selatan Amerika Serikat. Mana-mana saja? Yak, coba dimainkan Google Mapsnya masing-masing yaaaaaa .

Tapi kali ini Amarillo cuma numpang lewat saja. Langsung bablas menuju New Mexico. Sesuai kebiasaan, begitu memasuki perbatasan, ributlah kami mencari Visitor Center. Buat ngumpulin koleksi foto depan bendera/plang atau apalah-apalah yang menjadi ciri khas negara bagian tersebut.

Jadi, tiap negara bagian, dekat-dekat perbatasannya pasti ada saja Visitor Center yang juga nyediain minuman-minuman gratis, brosur-brosur kopi-kopi gratis, dan tentu saja … spot-spot foto-foto kece yang gratis pulak hahaha. Keluarga Gober mah yang haratis-haratis begini tak mungkin dilewatkan *ciyumDompet*.

Pelayanannya juga super duper ramah gak kira-kira. Maklum deh, turis kudu disambut biar gampang nanti tebar-tebar duit di wilayah mereka, yes? Hihihi .

Albuquerque old town 2017

Saya juga banci banget ngisi-ngisi buku tamu. Dengan bangga selalu menulis nama INDONESIA (iyes, pakai huruf gede semua) di kolom “where you come from”. Kalau ada crayon merah, kulukis pulalah itu bendera merah putih di situ! Tak perlu lebay kali pun kakaknyaaaaaa .

Tiap negara bagian juga punya bendera sendiri-sendiri dan julukan khas masing-masing. Untuk New Mexico julukannya … The Land of Enchantment. Untuk menggambarkan pemandangan alamnya yang eksotis itu. Eksotis-eksotis tropis gitu, ya. Soalnya didominasi perbukitan batu tapi masih ada hijau-hijaunya sikiiiiiiiit.

Buat teman-teman di Jeddah yang pernah ke Al Ula (Madain Saleh), naaaaah, mirip-mirip gitu pemandangannya. Tapi New Mexico nuansa hijaunya lebih terasa .

Bendera New Mexico merupakan simbol matahari merah di luar lingkaran kuning dengan background yang juga berwarna kuning. Pengaruh Spanyol kembali terasa. Konon, merah dan kuning itu semacam royal-color buat bangsa Spanyol.

 

Setelah foto-foto depan plang tulisan New Mexico, ngobrol-ngobrol cantik dengan petugas di Visitor Center, dan tak lupa kepoin dikit soal Billy The Kid.

Billy The Kid, salah satu “anak bandel” pemegang pistol yang terkenal dengan kemampuan menembak cepatnya dan track recordnya masuk penjara berkali-kali, berpetualang sampai ke Arizona tapi balik lagi ke New Mexico dan sempat pula menjadi pahlawan perang. Sisanya cek di wikipedia aja yak, capek ngetiknya .

Setelah bolak balik ngambil teh + kopi (hahahaha), kami melanjutkan perjalanan menuju Albuquerque, kota terbesar di New Mexico ini. Tapi bukan ibukota. Ibukota New Mexico adalah Santa Fe.

Albuquerque Old Town Tourism New Mexico

Walau luas negara bagian ini menempat peringkat ke-5 di seantero Amerika Serikat, tapi peringkat jumlah penduduknya sedikit banget. Hanya menempati urutan ke-36 dari total 50 negara bagian di US. Sepiiiiiii .

Bahkan di kota terbesar Albuquerque pun terasa banget sepinya ketimbang kota Dallas di Texas.

Tiba di Albuquerque langsung nyari makan malam. Upeti dari Texas sudah ludes hehehe. Dari petunjuk Google, ketemu rumah makan halal ala-ala Yordania gitu.

Harganya lumayan mahal. Begitu ke negara bagian lain langsung terasa nikmatnya tinggal di Texas, yes? . Texas kan memang terkenal negara bagian paling murmer .

Makannya dibungkus saja terus kita ke hotel dan check in. Mandi dulu sebelum makan rame-rame sambil nonton tipi . Rasanya enak deh, cocok di lidah kami yang emang penggemar kuliner khas Timur Tengah hehehe.

Kelebihan lain dari resto Tim Teng ini, porsinya gede, Cuuuyyyy. Jadi mesen 2 porsi saja bisa buat berlima. Halah, bilang aja mau ngirit hahaha.

Albuquerque Old Town

Besok paginya baru jalan-jalan ke kawasan wisata Albuquerque, The Old Town and The Museum.

Seperti biasa, anak-anak kalau lihat patung dinosaurus suka meronta-ronta minta masuk museum. Seperti biasa pula bapaknya langsung cemberut karena museumnya gak gratis hahahaha. Sayang anak, sayang anak .

Karena ternyata kita kepagian, toko-toko di Old Town baru buka jam 10, kami sudahh di sana sejak jam 9. Jadi deh masuk museum dulu yang memang sudah buka dari jam 9 pagi. Ramai lho museumnya.

Anak-anak hepi banget lihat macam-macam patung hewan enggak cuma dinosaurus, ada bagian antariksa dan tata surya di lantai bawah, nyoba-nyobain alat musik (ada museum seninya juga).

Butuh waktu sekitar 2 jam an untuk menuntaskan 3 lantai ruangan di museum. Sudah bayar iniiiii, harus dijajal semuanyaaaa *ogahRugi* .

Sayangnya, pas di museum ada kesalahan teknis dimana semalam lupa nge-charge GoPro hihihi *jitakKepalaSendiri*. Jadi suami balik ke mobil dan GoPro di-charge dulu.

Akhirnya hampir jam 12 siang, kita sudah siap muter-muter di kawasan Kota Tua Albuquerque. GoPro pun sudah siap menjalankan tugasnya .

Kota Tua Albuquerque, dulunya merupakan wilayah pusat kota yang didirikan oleh Gubernur Francisco Valdes di awal abad ke-18. Kini, tempat ini dijadikan salah satu pusat wisata di Kota Albuquerque. Mencakup 10 blok bangunan bersejarah yang sekarang sudah berubah fungsi menjadi pertokoan, rumah makan, galeri seni, dll.

Walau telah berubah fungsi, arsitektur bangunan tetap dipertahankan. Mau ikut lihat-lihat? Boleh diintip vlognya :

Nuansa Indian-nya sangat terasa. Karena New Mexico memang salah satu negara bagian yang hingga kini masih didiami oleh komunitas Indian, suku asli benua Amerika, dalam jumlah yang cukup signifikan.

Secara persentase, jumlah penduduk Indian di wilayah New Mexico adalah yang terbesar. Tapi negara bagian Arizona yang paling “frontal” mempromosikan wisata ala-ala Indian hehehe. Weits, sudah bahas Arizona saja. Nanti yaaa, di part 2 nya .