Salah satu menu kenang-kenangan pas pacaran nih Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih hihihi :D. Sebenarnya lebih sering makan nasi goreng di Jalan Bakti, Cipete. Warung Bakti ya namanya. Masih ada gak, tuh?
Kalau di Warung Bakti nasi gorengnya macem-macem. Mulai dari nasi goreng ayam, nasi goreng ati, yang kambing juga ada, sih. Di Kebon Sirih ya andalannya itu Nasi Goreng Kambing Sirih.
Ini kalau enggak salah tempatnya rada-rada deh dulu, ya. Mending bungkus terus makan di mobil. Entah sekarang kek apa tempatnya. But again, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih masih eksis tak, ya?
Maklum eh sekarang persaingan di dunia kuliner sudah kompetitif banget. Dulu lokasi masih dipertimbangkan. Sekarang enggak masalah kan bisa GoFood, yes? :D.
Aroma Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih agak beda ya dengan nasi goreng biasa. Menggunakan banyak rempah makanya wanginya pun lebih tajam. Dulu sih saya biasa saja. Makin ke sini makin doyan dengan masakan kaya rempah-rempah.
Sejak di Ireland nih kalau ngobrolin jajanan di Jakarta pasti gatel pengin bikin sendiri di dapur hehehe. Toh buat diri sendiri dan keluarga. Jadi enggak ada beban harus gimana-gimana banget. Hajar ajaaaaaa hahahaha.
Tapi tenang kalau rasanya so-so saja malas ah masukin ke blog hehehe. Nah, si Nasi Goreng Kebon Sirih ini enaaaaaakkkk. Makanya sering bikin. Tapi di Texas enggak pernah. Ish ngapain ya. Di Texas banyak tempat jajan enak-enak dan murmer.
And we’re going to leave it soon. Masih Januari besok sih. Cuma udah sedih aja bayangin betapa gersangnya kuliner Asia di Irlandia huhuhu.
Btw, ini dapat resepnya dari situs Kecap Bango. Menurut saya sih hasilnya oke juga. Minyak Samin bisa diganti dengan minyak goreng biasa. Di Irlandia sih gampang nyari Minyak Samin. Di Toko India banyak yang jual.
Resep Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Bahan :
200 gr daging kambing. Potong dadu, cuci bersih.
Bisa juga menggunakan 200 gr ati kambing. Ini kan sisa ya. Sebelum diolah, ati kambing saya rebus dulu dengan garam + asam jawa sampai matang. Potong kecil-kecil buat campuran nasi goreng ini.
Nasi sisa sekitar 3-4 porsi
100 gr minyak samin
Kaldu kambing saya ganti kaldu sapi blok. Dicairkan dengan 50 ml air.
2 cm kayu manis
2 lembar bayleaf (daun bay yang mirip dengan daun salam tapi teksturnya lebih keras dan aromanya beda)
Bumbu dihaluskan :
6 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 cabe merah besar.
4-5 buah cabe rawit. Boleh lebih atau kurang, tergantung selera.
1/4 sdt kunyit bubuk
1/2 sdt kapulaga bubuk
1/4 sdt jintan bubuk
2 biji cengkeh, haluskan juga
Kecap manis secukupnya
Garam secukupnya
Cara Membuat :
Panaskan minyak dan tumis bumbu halus + daun bay + kayu manis sampai wangi
Tambahkan daging kambing/ati kambing lalu aduk sampai rata dan berubah warna
Tambahkan kaldu dan tunggu sampai meresap, atau mengental.
Masukkan nasi, aduk rata
Tambahkan kecap manis dan garam. Aduk rata.
Koreksi rasa. Masak sampai dirasa matang dan kering.
Siap dihidangkan ^_^
Bikinnya tidak susah kaaaaaaan. Memang ternyata tidak ribet-ribet amat. Hasilnya juga mantap.
Anak-anak tadinya agak enggan mau nyoba. Mereka kan ngertinya nasi goreng yang standar itu, ya. Tapi setelah nyobain ya doyan jugak. Suami sih jangan ditanya dah hahahaha. Penggemar daging kambing dese mah.
Daging sapi vs daging kambing tinggi mana sih kolesterolnya? Kayaknya sih dua-duanya hampir imbang, ya. Saya lebih suka mengolah daging kambing karena lebih cepat matangnya hehehe. Kalau daging sapi buang-buang listrik, euy :p.
Kalau soal makannya ya saya paling suka …. ikan! Namanya juga orang pantai hahahaha. Setelah ikan ya daging ayam. Tapi tetap gemar memasak daging sapi atau daging kambing. Buat suami dan anak-anak :p. Solehah kali pun embak kita satu nih #benerinKudung :p.
Tentang orang Irlandia, umumnya orang Indonesia itu tahunya sebatas The Corrs, Westlife atau Boyzone, yes? :p. Makanya saya mau cerita-cerita tentang pengalaman saya tinggal di Irlandia selama 4 tahun :D.
Sebelum datang ke Negeri Leprechaun, Irlandia, saya sudah tahu kalau mereka punya aksen bahasa Inggris yang cukup ajaib hahahaha. Waktu masih kerja, saya pernah punya bos Irlandia. Saban meeting, awal-awal masuk kerja, saya selalu mau nangis rasanya saking saya enggak ngertinya dese ngomong apaan :p.
Apalagi kalau teman-teman lain godain saya, “Jee, elo yang bikin meeting notesnya ya?” APPAAAA??? Halamaaak*nangisBeneran*. Tapi dari situ jadi tahu kalau teman-teman lain juga enggak gitu paham si Pak Bos ngomong apaan. Siyal, gue dikerjain! Hahaha.
Ring of Kerry, Irlandia, pic by : Dani Rosyadi
Dan begitulah, beberapa tahun kemudian, saya beneran datang dan bermukim di Irlandia. Tapi sebelumnya saya sudah terbiasa dengan aneka rupa aksen bahasa Inggris di Jeddah hahaha. Pernah mau beli donat di Serafi Mall kalau enggak salah, saya bengong denger penjualnya ngomong.
Saya colek suami, “Bang, tolongin dong. Penjualnya kagak bisa bahasa Inggris. Bahasa Arab gih!”
Suami saya malah ngakak, “Lo kenapa bingung? Itu dia bahasa Inggris tauk!”
Yoih, penjualnya kalau enggak salah dari Bangladesh gitu. Gilak, saya sama sekali enggak nangkep dia ngomong apaan hahaha.
Jadi waktu di Irlandia, saya sudah lebih “siap”. Belum setahun di Ireland, saya santai saja dengerin orang-orang Irlandia ngobrol soal pertandingan bola di televisi. Akhirnya yaaaaa *sujudSyukur*. Apalagi anak-anak saya akhirnya juga ketularan Irish accent ini. Walau banyak pendatang, teman sekolah mereka masih mayoritas orang-orang Irlandia juga :D.
Tapi entar dulu, ternyata aksen Inggris-Irlandia tuh beragam banget. Begini … sebelum ke Texas kan sempat ketemu dokter anak buat cek si bungsu sekalian pamitan ke rumah sakit dan ngasih info kalau kita mau pergi agak lamaan.
Enaknya di Irlandia ya, kesehatan anak serba gratis boooo hehehe, di Ameriki dikit-dikit bayar, bayarnya kagak dikit-dikit tapi banyaaaaaak hahahaha. Ketemu dokter yang aksennya sempat bikin saya bengong. Ternyata itu aksen orang utara, misalnya dari daerah Donegal hehehe.
Oalah, kirain udah canggih aksen Irlandianya, masih pening saya dengerin ibu dokter ngomong hihihi. Suami saya pengalamannya lebih caem . Sering pindah lokasi kerja ketemu orang berbagai bangsa. Dia lebih gampang beradaptasi dengan aksen bahasa Inggris dari mana-mana :D. Lancar saja dia berdiskusi dengan ibu dokter hehehe.
Nah, tinggal di Texas bikin saya lebih lega urusan bahasa Inggris. Aksennya jauh lebih familiar, karena kita kan emang hasil didikan film-film Hollywood, yes? Hahahaha.
Banyak yang mengira aksen Irlandia ini sama kayak British. Totally wrong! :D. Tapi kalau dibilang mirip Scottish (Skotlandia), nah ini mungkin ada benarnya. Ngomong-ngomong kayak apa sih aksen Irish-English? Di film Brooklyn yang dibintangi Saoirse Ronan yang memang native speaker sih ya, bertaburan tuh aksen Inggris-Irlandia ;). Tonton cobak hehehe.
Orang Irlandia, Irish People, sering disebut-sebut sebagai bangsa Eropa yang paling ramah. Saya sih kerasa banget kalau orang-orang Irlandia ini memang lebih suka nyengir kalau papasan dan suka basa basi juga. Tapi enggak berani bilang kalau mereka paling ramah di Eropa hihihi. Mainnya masih kurang jauh nih :D.
Liburan ke Glendeer Pet Farm, Irlandia 😀 (2013)
Kalau dibandingkan dengan Swiss sih iya banget. Di Swiss lebih cuek. Tapi kata suami saya, di Jerman lebih kaku dan dingin. Soalnya di Swiss, mereka lumayan helpful sama turis. Saban kita nanya-nanya mayoritas selalu menjawab baik-baik dan lumayan mau direpotin dengan tanya jawab panjang lebar.
Entah kita lagi hoki apa gimana sih ya.
Sapaan khas orang Irlandia itu ya, “Hawaya?” Hawaya = How are you :p. Ada “hawaya” ada “hawayi”. Hawayi ini kalau menyapa lebih dari satu orang, jadi semacam sapaan jamak gitu hihihi. Ini bukan bahasa baku, sapaan sehari-hari saja :).
Tapi seceriwis-ceriwisnya orang Irlandia, ya tetap saja obrolan sama orang Eropa mah segitu-gitu doang. Mostly tentang cuaca. Ngobrolin cuaca emang seru ya di Ireland karena cuaca sehari-hari sangat labil bisa beda gitu dari pagi sampai malam.
Segala suhu, hujan kapan, prakiraan cuaca akhir pekan sampai bentuk awan, diobrolin semua cobak kalau sama mereka hahahaha.
Dun Leary – Irlandia
Kalau kita orang Indonesia, well orang Asia pada umumnya ya, dalam tempo 15 menit saja, dua ibuk-ibuk ketemu di ruang tunggu dokter itu bisa dapat beragam informasi pribadi macam nama, umur, anak berapa, tinggal di mana, aslinya dari mana (pertanyaan umum kalau di Jakarta :p), suami kerja di mana kalau perlu hahahahaha :p.
Sebenarnya mereka punya bahasa sendiri sih. Namanya Bahasa Gaelic. Semua petunjuk arah, formulir-formulir, nama tempat-kota-jalan, selalu dalam 2 bahasa : Inggris dan Gaelic. Tapi dalam sehari-hari, bahasa Gaelic tidak digunakan sama sekali.
Jangan heran, banyak orang dewasa yang tidak bisa berbahasa Gaelic, paling cuma mengerti 1-2 kata saja. Jagoan anak saya bahasa Gaelicnya soalnya jadi mata pelajaran wajib di sekolah hehehe. Begitu pada lulus, karena enggak kepake, ya jadi hilang ya lama-lama.
Republik Irlandia memang bukan negara tenar di belahan Eropa. Entah sudah berapa orang yang setiap saya ceritain suka bengong soal Irlandia. Terutama LOKASI. Atau banyak juga yang keserimpet antara Irlandia Utara vs Republik Irlandia sehingga menganggap Irlandia = UK (Kerajaan Inggris Raya).
Irlandia Utara memang BAGIAN dari Kerajaan Inggris Raya. Tapi wilayah selatan Pulau Irlandia dikuasai oleh Republik Irlandia yang berdiri sebagai negara sendiri :). Ibukotanya Dublin. Kalau Belfast itu ibukotanya Irlandia Utara hehehe.
Republik Irlandia, walau termasuk anggota UNi Eropa, tapi TiDAK TERMASUK dalam wilayah Schengen. Makanya, apply visanya khusus. Don’t worry, visa Irlandia buat WN Indonesia itu gratis kok ;). Tapi tetap saja repot ya. Manalagi wilayahnya agak terpencil di ujung barat, beda pulau pula hihihihi.
Mending ke UK kalau kata turis mah :p.
Tapi jangan salah, walau memang infrastrukturnya masih tergolong cupu dibanding negara-negara Eropa barat lainnya, Republik Irlandia ini tergolong NEGARA MAJU lho ^_^. Kalau tidak salah termasuk dalam 10 negara di Uni Eropa yang memiliki PENDAPATAN PERKAPITA TERTINGGI :).
Dublin Bus (gambar : independent.ie)
Makanya Republik Irlandia juga menjadi incaran bagi pendatang-pendatang dari sesama Eropa. Umumnya dari Eropa Timur yang memang sebagian besar wilayahnya masih tergolong negara berkembang dan masih banyak konflik internal.
Republik Irlandia juga lumayan favorit buat pendatang non Eropa selain UK lho. Kenapa? Salah satu faktor utamanya ya pastilah bahasa. Hanya DUA negara di Eropa yang menggunakan bahasa Inggris sebagai BAHASA RESMI/ bahasa nasional, ya UK sama Republik Irlandia doang hihihi.
Makanya orang-orang India-Pakistan-Bangladesh banyak juga yang beredar di Irlandia :D.
Ah ya, kalian tahu tidak Presiden Kennedy itu berasal dari keluarga imigran asal Irlandia. Nama Kennedy dan Fitzgerald itu khas Irlandia bangeeeeet :D. Irish names juga tergolong sulit pengucapannya. Nah cobak kalian kira-kira sendiri bagaimana cara mengucapkan nama-nama ini : Tadhg, Cairbre, Aodh, Niamh, Caoimhe. Hayoooo gimana, gimanaaaaa :p.
Tulisan saya tentang Dublin yang dimuat di Republika 😀
Bentuk fisik orang-orang Irlandia juga tidak segede-gede orang-orang dari Ras Kaukasian pada umumnya. Orang-orang Irlandia tinggi badannya hampir sama dengan rata-rata orang Indonesia :D.
Saya saja dengan tinggi badan hanya 158 cm sering ketemu dengan mamak-mamak Irlandia yang lebih pendek daripada saya. Jadi lumayan pede wara wiri diantara mereka hahaha.
Soalnya waktu di Swiss, kerasa banget bantetnya boooo hahahaha. Duh mamak-mamak di Swiss itu lho, sudahlah tinggi-tinggi, langsing-langsing pula. Stres banget lihat mereka naik sepeda bawa 2-3 anak di jalanan yang mendaki gitu.
Gilak deh, eike sudahlah pendek, enggak langsing-langsing amat dibanding mereka, tidak bisa naik sepeda pula! Ck ck ck, hina sekali rasanya hahahaha.
Suami saya, yang memang menjulang sampai 180 cm, tergolong tinggi dari orang-orang Irlandia pada umumnya :D. Umumnya, kalau ketemu yang agak menjulang, mereka asalnya dari Eropa Timur. Orang Polandia yang paling banyak saya temui selama di Irlandia. Mereka lebih langsing dan lebih tinggi-tinggi :).
Orang Irlandia agak-agak “boncel” juga. Badan tidak begitu tinggi, tapi melar-melar ke samping gituh hihihi. Mungkin kebanyakan minum susu hahaha. Becanda, ya :p. Soalnya Irlandia ini peliharaan sapi dan domba itu banyaaaaaak :D.
Republik Irlandia baru saja mengalami masa sulit namun akhirnya keluar dari krisis di tahun 2013. Sejak saat itulah, pendatang mulai merubung. Jadi belum lama Negeri Leprechaun ini kebanjiran orang-orang asing. Pendatang juga belum banyak-banyak amat.
Selama di Irlandia, dominasi ras Kaukasian masih sangat terasa di mana-mana. Beda sama Texas sini yang ketemu sama “bule”nya itu jarang-jarang banget :p. Di Ireland sih terasa banget tinggal di luar negerinya ya, dikelilingi bule di mana-mana hahahaha *norak*.
O’Connell Street, Dublin
So far sikap orang Irlandia kepada pendatang (terutama yang beda ras) juga tergolong ramah dan terbuka. Mereka lebih ceplas ceplos sampai banyak yang mengaku dari kecil itu jarang banget ketemu orang asing. Tapi mereka ngomongnya dengan nada excited lho bukan menghina atau merendahkan :).
Makanya jangan heran kalau ketemu tuh, misalnya dekat-dekat hari Natal, anak-anak saya disapa oleh kakek-kakek asal Irlandia, “Merry Christmas. Are you waiting for Santa?” Padahal jelas-jelas saya pakai jilbab hihihihi.
Jangankan kepada saya, teman dari India cerita, ada ibu-ibu Irlandia nanya ke teman India saya ini kok anaknya tidak ikut Holy Communion (acara khusus buat anak-anak Katolik di usia tertentu). Teman India saya menjawab, “I’m not Christian.”
Si ibu-ibu Irlandia bingung, “Lah kamu jadi agamanya apa dong?”
“Hindi”, jawab teman saya. Ibu-ibu Irlandia -nya bengong terus nanya Hindi itu apaan. Mungkin pertama kali dalam hidupnya ketemu orang Hindu hihihihi. Ya begitulah orang Irlandia pada umumnya. Polos dan bersahabat ^_^.
Saya juga pernah disangka orang Gipsi. Dikasih uang lho dan ditanya-tanya sama bapak-bapak yang sudah tua apakah suami saya bekerja apakah anak-anak saya cukup makan hahahahaha. Orang Gipsi banyak yang jadi pengemis di beberapa negara Eropa, termasuk Irlandia.
Saya jawab sopan-sopan saja bahwa saya bukan orang Gipsi dan suami saya bekerja sebagai seorang engineer.
Sayang si Bapak ngasihnya cuma 1 euro (itu juga dalam bentuk koin), mbok ya 20 euro atau 50 euro gitu ya hahahaha :p.
Nasib gue lah, di Jeddah sering disangka embak TKW (anak saya pernah dikasih uang sama jemaah umrah asal Indonesia pula hahahaha), di Ireland disangka pengemis. Jangan-jangan di Texas disangka pengungsi dari Timur Tengah #eaaaaaa :p.
Walau tentu pasti ada juga yang sensi sama pendatang. Saya pernah diteriakin “Go Home” oleh seorang bapak-bapak di salah satu persimpangan jalan. Untunglah orang-orang lain tidak menghiraukan si bapak-bapak itu. Orang lain malah menggeleng-geleng dan memberikan isyarat kepada saya untuk tidak memperdulikannya :).
Negara Irlandia juga masih memiliki kultur agama yang cukup kuat. Jelang referendum pelegalan pernikahan LGBT itu heboh juga lho suasana pro dan kontra di sana walau akhirnya yang pro yang menang :). Sekolah publik di sana juga rata-rata menerapkan aturan layaknya Sekolah Katolik.
Republik Irlandia juga masih tergolong konservatif dalam urusan tertentu. Bahkan di kota-kota besar pun, pernah tuh pas perayaan Saint Patrick’s Day kami ke Dublin. Eh, ada yang cium-ciuman di taman. Kelihatan banget orang-orang tidak nyaman, ngeliatin gitu sambil bisik-bisik, padahal bule-bule juga hehehe.
Selama 4 tahun kemarin, I do love living in Ireland :). Kehidupannya lebih rileks. Orang-orang lebih rapat hubungannya kebetulan juga karena nyangkutnya di kota kecil, ya.
Tahun 2014, hasil penelitian “How Islamic are Islamic Countries” menempatkan Republik Irlandia sebagai peringkat PERTAMA ^_^.
Buat saya sendiri, di mana pun kelak akan bermukim, negeri ini akan selalu menjadi kenangan tersendiri karena salah satu anak saya lahirnya ya di Irlandia ini :D. Tanah tumpah darah si bungsu ya di Negeri Hijau yang satu ini ;).
Sebagai penutup, quote ini mungkin cukup menarik untuk menggambarkan posisi orang-orang Irlandia dalam pergaulan internasional? Iya tidak ya? Hm…
““I think being a woman is like being Irish… Everyone says you’re important and nice, but you take second place all the time.” -Iris Murdoch-
Kering kentang kacang ini dulu makanan favorit bagi si picky eater waktu kecil *tunjukDiriSendiri* hihihi. Heran ya, dulu makan milih-milih, sekarang kok apa saja bisa masuk ya *bantingTimbangan*.
Sejak tinggal di Texas berat badan saya naik 5-6 kg huhuhu. Sekarang 54 kg yang tadinya 49 kg sajah *elusKorset*. Makin susah jaga makan.
Makanya agak jarang nih postang posting tentang Food Combining. Praktiknya rada-rada susyeeee di sindang. Mana sekarang lagi doyan-doyannya nge dapur. Buat dibikin vlognya sih sebenarnya hahaha :p.
Untuk Kering Kentang Kacang ini, monggo ya kalau mau lihat langsung proses pembuatan live nya dari Dapur Davincka :
Eh, bukan Dapur Davincka sih, dapur apartemen yang disewain kantor deng hahahaha.
Btw, sekitar 2 bulan kemarin akhirnya apartemen yang di Ireland harus “dilepas” :(. Entah kenapa itu landlordnya ya bikin aturan aneh-aneh kalau katanya apartemen enggak boleh ditinggalin lama-lama. Ya kan yang penting kita bayarnya lancar.
Curiganya sih mereka mau naikin harga sewa. Ke kita juga bisa sih. Cuma kan enggak boleh sampai naik banget. Memang biaya sewa selama 4 tahun di apartemen itu relatif murah banget. Bersyukur sih landlordnya baik enggak pernah minta naik.
Tapi kaget juga tiba-tiba ada masalah begini :(. Ini kenapa jadi curhat beginian cobak hahaha. Karena sebut-sebut kata apartemen tadi, ya. Jadi inget lagi :p.
Udah ah bahas mamam-mamam aja hihihi.
Pas bikin video cara bikin Kering Kentang Kacang ini pas lagi bikin nasi kuning dan lauk lainnya. Makanya bisa masuk video juga itu si nasi kuning, sambal goreng ati dan si dadar iris.
Kering kentang kacang juga bisa digabung dengan tempe. Rajin banget bikin Kering Tempe pas hamil anak ketiga tuh :D. Ngidam di negeri orang bikin kita dipecut untuk bisa masak sendiri. Tapi dulu pakai resep dari Mbak Diah Didi yang semuanya serba digoreng dulu itu.
Enak juga kok. Tapi yang ini resep yang lain lagi. Yang bumbunya hanya ditumis saja tidak digoreng kering. Lebih suka yang versi ini. Versinya Mbak Diah Didi kelebihannya karena lebih kering. Rasanya ya beda tapi sama-sama enak sih. Akyu mah apa saja enak deh pokoknya hahaha.
Kering kentang kacang versi ini juga ada pedes-pedesnya kok. Cuma memang agak dijaga biar enggak terlalu pedes karena anak nomor 2 sumpah deh, takut banget sama cabe zzzzz -_-. Yuk, ini dia resep lengkap si Kering Kentang Kacacng inih ^_^.
Kering Kentang Kacang yang Manis dan Gurih
Cara Membuat Kering Kentang Kacang Manis Gurih dan Enak
2-3 buah kentang ukuran besar. Diiris panjang kayak korek api.
Kacang tanah yang sudah digoreng (boleh pakai kulit boleh tidak)
1 buah bawang bombay, iris-iris. (atau 5 siung bawang merah iris tipis)
3 siung bawang putih iris halus
1 cm lengkuas iris halus atau dikeprek
2 sdm cabe merah yang sudah dihaluskan
2 sdm gula merah iris halus
1 sdt asam jawa, encerkan dengan 3 sdm air matang
Garam + gula pasir secukupnya
Cara Membuat :
Rendam irisan kentang dalam air garam lalu tiriskan. Ini untuk mencegah warnanya menjadi coklat.
Panaskan minyak goreng. Goreng potongan kentang sampai kering, awas jangan sampai gosong. Jangan juga setengah kering. Harus betul-betul kering. Sisihkan.
Tumis bawang bombay/bw merah dan bawang putih sampai wangi.
Masukkan lengkuas, cabe merah, air asam jawa, gula merah, garam + gula pasir ke dalam tumisan. Aduk rata.
Aduk dan didihkan terus sampai airnya habis. Kalau masih berair nanti kentangnya bisa benyek.
Masukkan kentang dan kacang ke dalam tumisan.
Aduk sampai bumbu merata.
Angkat dan siap dihidangkan.
Kering Kentang Kacang bisa juga disantap sebagai salah satu lauk dalam menu nasi kuning komplit seperti yang saya ceritakan di atas itu dan kelihatan kan di videonya. Memang bikin ini dulu buat salah satu “temen” si nasi kuning :D.
Edisi roadtrip Amerika :D. Awal bulan Juli kemarin, road trip lagi nih untuk ketiga kalinya. Setelah ke arah timur (Florida), ke utara (Arkansas), sekarang kita ke barat, menuju Nevada.
Rute road trip teranyar itu jadinya … Dallas (Texas) – Albuquerque (New Mexico) – Flagstaff (Arizona), Grand Canyon National Park (Arizona) dan berakhir di Las Vegas (Nevada).
Berangkat dari apartemen hari minggu pukul 8 pagi dari rencana jam 6 pagi! Zzzz -_-. Yah beginilah road trip bareng bocah-bocah. Banyak dramanya, yes? Hahahaha.
Sebelah barat Texas menuju New Mexico juga sudah lebih tandus ketimbang area utara Texas. Mulai memasuki wilayah padang rumput tanpa pepohonan tinggi.
Rencana awal, langsung bablas ke Arizona, karena tujuan utama memang Grand Canyon dan Las Vegas. Tapi saya pikir, assignment bentar lagi selesai, sebisa mungkin mampir di banyak negara bagian, jangan lewat-lewat doang hehehe. Kapan lagi ya booooo :p.
Gambar : pixabay.com
Well, New Mexico ini bukan destinasi turis utama baik dari luar negeri bahkan dari dalam negeri sendiri. Dalam salah satu survey, New Mexico hanya berada di urutan 37. 3 besarnya siapa lagi kalau bukan : California, Florida dan Nevada!
Duh, ke California nih yang belum ketemu cara ke sananya via road trip dengan waktu cuti terbatas. Belajar nyetir, belajar nyetir, belajar nyetir wooooiiiiii :p.
Enggak naik pesawat saja? Ajegile harga tiket pesawat antar negara bagian di sindang. Apalagi anak 3 iniiiiii :p. Tempo hari suami sempat naik pesawat dari Texas ke Florida, harga tiketnya sama dengan harga tiket Texas – Irlandia! Hahahaha *ngakakStres*.
Makanya, alternatif utama buat melancong bagi turis lokal itu ya … road trip! Road trip menjadi pilihan bagi sebagian besar orang untuk halan-halan ke negara bagian lain ^_^. Dari sinilah ekonomi menggeliat di banyak tempat termasuk negara yang sepi ‘pengunjung’ macam New Mexico 😉
Mejeng di Kota Tua, Albuquerque – New Mexico
.
Dari beberapa kali road trip inilah jadi pengin sharing soal kebijakan US yang katanya anti transportasi umum ini.
Arizona, karena punya Grand Canyon, masuk dalam 10 besar negara bagian yang dirubung turis (kita sekeluarga ini salah satunya hahaha). Arizona sebelahan sama New Mexico. Umumnya dari arah tenggara, kalau mau ke Arizona ya biasanya melintasi New Mexico dan kadang menginap juga barang semalam di New Mexico.
Road trip pakai mobil kadang memakan waktu sampai belasan jam, pasti dong bakal mampir-mampir buat menginap atau isi bensin atau makan. Kalau kami makannya bawa sih. Kadang agak sulit nyari makanan halal. Tapi di kota-kota besar insya Allah pasti ada (y).
Tempat isi bensin minimal ada satu mini market. Ya kalau pakai kantin kecil segala macam, sudah bisa menyerap beberapa tenaga kerja, kan? Inget ya ini Amerika, bukan Eropa di mana kita selalu dipaksa melayani diri sendiri :p.
Belum lagi hotel-hotel. Itu serapan tenaga kerjanya berapa banyak. Jadi banyak tempat-tempat yang menggantungkan penghasilannya dari para turis lokal yang sedang melakukan road trip. Ingat yaowww, jumlah penduduk US ini ratusan juta, Cyin hihihi. Potensi turis lokal sangat tinggi. Penduduk US ini cukup terkenal hobi jalan-jalan antar negara bagian lho.
Jumlah penduduk tinggi juga berarti banyak potensi tenaga kerja dan banyak mulut yang harus diberi makan toh yaaaa hehehe. Jadilah, kebijakan federal mau tak mau harus mengakomodasi hal-hal seperti ini.
Baru ngerti sekarang hehehe. Dulu-dulu kan lihatnya dari jauh saja. Mencibir melulu betapa tidak kerennya Amerika Serikat dibanding Uni Eropa :p. Again ya, lihat segalanya lebih dekat ^_^.
Ngggg… tetep condong Eropa, ya. Apah iniiiihhh, 4 tahun mutihin kulit di Ireland, baru setengah tahun di Texas sekeluarga udah gosong semua hahahaha. Alasannya karena pengin putih zzzz -_-, sungguh alibi yang sangat mulia hahahaha *benerinPoni*.
Tapi efek negatif dari kebijakan yang cenderung mengajak orang ke mana-mana naik mobil pribadi ini membuat Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar emisi CO2 yang ke-2 di dunia. Besarnya emisi CO2 akan berdampak makin buruk bagi Global Warming secara internasional.
Cina nomor satu. Persentase emisi CO2 US lebih dari setengah negara Cina padahal penduduk US hanya seperempat penduduk Cina. India bahkan hanya nomor 3, padahal penduduknya hampir sebanyak Cina.
10 besar memang ditempati oleh negara-negara penduduk segambreng termasuk Indonesia di urutan ke-7. Tapi ada Jerman di urutan ke-8 yang penduduknya “cuma” 80 juta orang. Mungkin karena negara padat industri. Jepang urutan ke-6 soalnya (sumbernya dari artikel ini, ya).
Padahal kebijakan-kebijakan di US (termasuk kebijakan masalah transportasi dan industri) yang ada sekarang itulah yang mungkin menjadi solusi paling feasible untuk mempertahankan posisi sebagai negara adidaya, menggenjot ekonomi yang dimotori dan harus menghidupi lebih dari 320 juta penduduknya.
Makanyaaaa, mumetlah jadi pemimpin mah. Apalagi di negara-negara yang penduduknya tumpah ruah. Sumpah deh, enakan jadi pengamat atau semacam itulah-itulah. Riset-riset sat set sat set terus cuap-cuap, “Wah ini salah, itu salah. Harusnya begini harusnya begitu.”
Salah satu foto waktu road trip ke Arkansas
Macam pemain bola saja. Kadang lebih seru komentatornya ya hahaha. Pemain sudah ngos-ngosan di lapangan. Pelatih sudah keringetan menyusun strategi kok ya enggak gol-gol juga. Supporter deg-degan dan terus bersorak sambil berdoa. Komentator semangat 45 maki sana sini hahahahaha.
Tidak apa-apa. Memang dunia ini harus seimbang ;).
Salam hormat untuk semua pemimpin-pemimpin dunia dan mantan pemimpin-pemimpin dunia dari negara mana pun (y). Termasuk dari negara sendiri, yes? ^_^
Tetap hormat selalu buat Bung Karno, Jendral Soeharto, Eyang Habibie, Mendiang Gus Dur, Ibu Megawati, Bapak SBY, hingga kini yang masih dalam proses berjuang … Pak Jokowi :). Tetap semangat Pakde <3.
Kalian sendiri senangnya jadi yang mana, nih? The Observer, the Supporter OR the Do-er? ;).
The world needs dreamers and the world needs doers. But above all, the world needs dreamers who do. -Sarah Ban Breathnach
Diaspora Indonesia : “Home is more than just a building. For me, home is more about the sense of comfort and the memories built together with the people we love,” begitu kira-kira kata sambutan dari pelukis perempuan asal Indonesia, Ratu Adil, saat membuka pameran tunggalnya di Mansfield, Texas.
Ratu Adil, asal Yogyakarta, sejak tahun 2009 tinggal di Amerika Serikat. Dari 4 anaknya, 2 lahir di Indonesia, 2 lainnya lahir di Amerika Serikat. Like I’ve said before, anaknya 4 tapi itu badan duh Gustiiiii, sumpah kalau lihat kita jadi takut makan nasi dah! Hahahahaha .
Ratu Adil (paling kanan) bersama para model lukisannya.
Pameran ini terselenggara atas sponsor penuh dari Mansfield Commission for The Arts. Komisi ini adalah bagian dari program pemerintah Kota Mansfield untuk memajukan seni dan budaya di daerahnya.
Tidak sembarang seniman yang bisa mendapatkan kepercayaan untuk pameran tunggal seperti ini lho ;). Tentulah Ratu Adil dianggap punya prestasi dan kerja keras hingga layak diundang sebagai penampil tunggal *jempol*.
Karena terkenang pengalaman tinggal di Indonesia dan Amerika Serikat inilah yang membuat Ratu Adil terinspirasi untuk membuat tema pameran tunggal lukisannya, “Places I Call Home”.
Tuuuuuuh, sebagai sesama diaspora Indonesia di luar negeri, kita pun tidak boleh lupa kacang pada kulitnya, yes? .
Boleh banget lho merasa betah di luar negeri dan tak ingin kembali lagi #ehGimana (hahaha), tapi tidak berarti kudu jelek-jelekin negeri asal kan? .
Saya suka pening kalau ada teman-teman yang lagi mudik, duh ya, itu segala keluhan dan bermacam omelan tentang Indonesia bertebaran dalam media sosial mereka :(. Sayang atuh bayar tiket mudik mahal-mahal buat jelek-jelekin negeri asal doang hehehe.
Kalau mudik sih mending kangen-kangenan sama keluarga yang sudah lama ditinggalkan. Wisata kuliner sana sini karena yang namanya lidah tuh sukar menahan rasa rindu. Mumpung lagi di tanah air. Daripada mengeluh mending jajan-jajan dan kumpul-kumpul :D.
Semua tempat kita tinggal pasti ada kenangannya masing-masing. Apalagi tempat kita lahir dan besar selama belasan tahun. Masa hanya karena betah di tempat baru, tetiba merasa harus maki-maki negeri sendiri .
Hidup merantau seharusnya bikin kita lebih mampu melihat segalanya lebih dekat . Untuk hal simpel saja macam perbedaan-perbedaan mendasar antara negeri 4 musim vs negara 2 musim .
Baik Indonesia maupun Amerika Serikat, keduanya merupakan tempat berkesan buat Ratu Adil.
Jadi, hari sabtu 22 Juli kemarin, kami menghadiri Opening Reception dari pameran lukisan Ratu Adil di Mansfield ISD Center for the Performing Arts.
Acara pembukaannya seru juga. Selain kata-kata sambutan juga ada tari-tarian tradisional nusantara dan band lokal Indonesia di area Dallas Fort Worth sini . Mbak Tama, panggilannya Ratu Adil di sini, juga cerita kalau menurut penyelenggara ini nih acara pembukaan paling rame sejak mereka menggelar pameran-pameran sini.
Orang Indonesia gitu lhooooo hihihihi. Mangan ora mangan sing penting ngumpulllll :D. Hidup Diasporas Indonesia. Semoga kompak terus di mana pun berada :D.
Sebenarnya saya tidak ngerti-ngerti amat soal lukisan. Apalagi lukisan abstrak gitu ya. Tapi lukisan-lukisannya Ratu Adil punya obyek yang gampang banget dimengerti oleh awam kayak kita. Warna-warnanya cantiiiiik. Tadinya sempat khawatir duh entar kalau lukisannya ternyata aneh-aneh gitu harus gimana ya. Mau pura-pura ngerti kok ya malu hahahahaha.
Instead, bagus-bagus banget lukisannya. Banyak obyek-obyek perempuan :D. Topik-topik tentang perempuan juga banyak sekali menghiasi topik dalam tulisan-tulisan saya. Hidup perempuan! #eaaa :p. Pengamat seni di Mansfield juga memuji konsistensi Ratu Adil dalam menyelipkan simbol-simbol yang menunjukkan daerah asal sang pelukis, Indonesia.
Salah satu lukisan Ratu Adil
Btw ini pameran tunggal pertama Ratu Adil di Amerika Serikat. More to come ya Mbak . Aamiin.
Congratulation ya Mbak Tama (Ratu Adil) .
Ini ada vlog dari rekapan acara pembukaan pameran kemarin. MOnggo diintip seru dan kompaknya komunitas Diaspora Indonesia ngumpul-ngumpul dan nari-nari dan tentunya … foto-fotooooooo hihihihi :D.