Daftar Presiden RI : Seribu Wajah Presiden Indonesia

Daftar Presiden RI : Akhir-akhir ini, entah hanya untuk sekadar mengolok-olok kepemimpinan Jokowi yang dianggap hanya sekadar boneka dan ‘lemah’ … atau memang mendadak pada ngefans sama Bung Karno –> banyak beredar tulisan-tulisan atau video-video yang menggambarkan sepak terjang presiden pertama Indonesia yang memang bikin semangat selalu sontak membuncah-buncah itu ^_^.

Lucu juga, sih, orang-orang yang dulu menyerang Bung Karno yang ‘tidak islami’, istrinya banyak bla bla bla, sekarang juga ikut-ikutan memuja hihihi. Apa pun demi menjatuhkan Jokowi la yawww :v :v :v. Kalau dulu menyerang dari sisi ‘keislaman’ sekarang ganti konsep lagi ni yeeee :p.

Daftar Presiden RI
Presiden RI ke-7 : Joko Widodo

For sure, i’m one of Bung Karno’s biggest fans. Ngefans sama Bung Karno, terpesona sama Pakde Jokowi dan tentu saja … Fendy Pradana adalah aktor idolaku sepanjang masa #eh hahahahhahahahaha :v :v :v. Inget Nyai Kembang nih gara-gara Mak Fardelyn posting-posting soal Sembara hihihihi :p.

Bung Karno memang bukan orang biasa. Entah sudah berapa buku biografinya yang pernah saya baca. Tapi makin dibaca kita jadi makin sadar, segitu besar keistimewaan beliau, toh Bung Karno itu juga manusia biasa ;).

Cara yang cukup tepat (menurut saya) untuk menunjukkan ‘kelemahan’ Bung Karno adalah dengan membaca lebih banyak soal Bung Hatta :). Mungkin terpikir dengan ‘mundur’nya Bung Hatta dari tampuk kekuasaan duet maut tokoh proklamator ini, otomatis menunjukkan Bung Karno lebih jawara daripada beliau :).

Untuk saya, lebih cocok jika dibilang … tiada satu yang melampaui yang lain. Bukan masalah siapa yang lebih keren siapa yang lebih bersifat ‘pemimpin’. Karena keduanya … BEDA! :). Baik Bung Karno dan Bung Hatta, sama-sama mencita-citakan kesejahteraan dan kemakmuran bagi bangsa yang mereka kawal sejak remaja, tampil berdua di podium di 17 Agustus 1945 hingga akhirnya terus memimpin bersama sampai akhir 50 an. Sebelum pecah kongsi hehehe :p.

Daftar Presiden RI
Presiden RI 1 : Soekarno

Justru kalau saya bilang, dengan tidak mengurangi kekaguman kepada Bung Karno, Bung Hatta juga mengajarkan hal yang tidak kalah pentingnya. Mengalah untuk kedamaian. Bung Hatta, yang belakangan sudah tidak merasa cocok dengan Bung Karno yang dari dulu memang rada-rada ‘narsis’ (perhatikan ada tanda kutipnya ya Kakaaaa :p), memilih untuk mundur dan berlalu begitu saja. Tidak berusaha menggalang kekuatan untuk melawan.

Di masa-masa pra kemerdekaan dan pergerakan era sebelum 1945, Bung Hatta tak pernah berusaha merecoki sepak terjang Bung Karno yang memang lebih suka “tampil sendiri”. Gaya orasinya yang bak singa mengaum di atas podium memang dirasa cocok untuk membakar semangat perjuangan kaum muda yang butuh disatukan untuk melawan penjajah.

Tapi apa yang terjadi setelah kemerdekaan sudah direbut? Bung Karno tidak berubah. Sementara Bung Hatta sudah mulai melihat ‘something was wrong’.

Bung Hatta lebih menginginkan agar kepemimpinan yang dibina bisa menularkan semangat yang sama hebatnya. Bisa menciptakan”Soekarno-soekarno” baru dan tidak terfokus pada satu orang. But again… Bung Karno tidak berubah :).

Melihat Bung Karno vs Bung Hatta seperti melihat dua sosok sanguinis-koleris vs melankolis-phlegmatis, gak, sih? Hehehe. Dimana secara psikologis, konon dunia tak akan mungkin berputar dengan sempurna tanpa kehadiran keempat tipe ini ;).

Pasca beberapa lama setelah merdeka, Bung Hatta sudah merasa ini saatnya mereka berpikir “Ayo kita lakukan ini bersama-sama” dan mengajak rakyat sebagai ‘rekan’. Kita, kita, kita. Bukan lagi mencocok hidung mereka dengan berdiri sendirian di garis terdepan. Sementara sepetinya Bung Karno tetap berpikir, “Saya sanggup melindungi kalian. Kalian aman bersama saya. Sayalah penyelamat kalian. Percayakan pada saya.” Saya, saya, saya.

Hmm…Sounds familiar, no? 😉

Untuk alasan yang sama dengan Bung Hatta (idih, siapa emang lo? nyama-nyamain diri sama bung Hatta, ngaca woi ngacaaaaaa hehehe), di Pilpres kemarin saya lebih condong kepada sosok Jokowi :).

Daftar Presiden RI
Gambar : fototokoh.com

Bung Karno masih terpikir soal harga diri bangsa di mata negara lain dengan sibuk nyinyirin Malaysia dan ribut-ribut menantang si Negeri Jantung Dunia, Bung Hatta lebih ingin agar pemerintahan terfokus dengan ekonomi kerakyatan via konsep Koperasi-nya :).

Kira-kira mungkin Bung Hatta bilang gini, “Rakyat lapar, No. Orang lapar kok disuruh nyolot, No. Kenyangin dulu perutnya, No. Kasihan pada enggak sekolah. Sekolahin yuk, No. Biar pinter. Biar nanti mereka bisa bantu kita.”

Sementara Bung Karno menampik, “Cuy, harga ini, Cuy. Harga diri! Buat apa mereka kenyang kalau mereka terjajah.”

“Lah, sekarang penjajahnya ada di dalam, No.”

“Nope. Pokoknya kita harus lawan Amerika!”

Bung Karno mungkin masih terbuai dengan cara-cara di masa-masa pergerakan sebelum kemerdekaan melawan penjajah dan siapa saja di luar sana. Tapi Bung Hatta sudah ingin berpusat pada kondisi di dalam negeri.

Saya kutipkan pengantar dari tulisan saya tentang Bung Hatta tempo hari,

Sebuah tulisan Bung Hatta di tahun 1962, hanya perlu dicetak ulang untuk menggambarkan situasi negeri ini sekarang :

“Dimana-mana orang merasa tidak puas. Pembangunan tak berjalan sebagaimana mestinya. Kemakmuran rakyat masih jauh dari cita-cita. Sementara nilai uang makin merosot.

Perkembangan demokrasi pun terlantar karena percekcokan politik. Pelaksanaan ekonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah. Tak banyak yang puas dengan jalannya pemerintahan di tangan partai-partai.”

Kita nyaris tak perlu mengubah satu kata pun :(.

—–

Benarlah bila salah satu buku biografi Bung Hatta itu berbunyi, “Hatta, Jejak Melampaui Zaman.” Daya analitisnya yang tajam dan mendalam sudah sanggup menembus problema masa depan :D. Jiaaaah, dah lama gak denger kata “Problema” hihihihi.

Sebenarnya ya, kalau membaca beberapa buku sejarah tentang akhir kepemimpinan Bung Karno, sang pemimpin pertama ini pun sudah ‘mencium’ gelagat tidak beres. Keputusan Bung Karno untuk menghapus Pileg justru untuk ‘membatasi’ ruang gerak PKI yang makin membesar.

Bung Karno sudah paham jika telah beliau terjebak diantara ‘cinta segitiga’ antara kepemimpinannya, rongrongan PKI, dan terjangan ‘Geng Motor’ eh ‘Geng Angkatan Darat’ maksudnya hihihi.  Nasakom yang diusung Bung Karno saat itu tengah menggali kuburannya sendiri.

Inilah bedanya orang Sanguinis sama Melankolis, ya. Sanguinis itu cenderung optimis. Mereka seolah selalu melihat jalan cerah di depan sana. Impulsif dan sering kurang pertimbangan. Sementara Melankolis seakan selalu bisa menemukan masalah di setiap tikungan yang diambil. Penuh pertimbangan dan biasanya sangat hati-hati dalam bersikap.

Bung Karno itu yakin sekali kepemimpinannya sanggup menjembatani kaum nasionalis, agama dan komunis. Cita-cita yang mulia. Sayang sekali, hingga tulisan ini dipublish, ketiganya hampir tak mungkin untuk hidup rukun bareng-bareng :(.

Soal ilmu agama, keduanya sama patennya. Jangan karena cap ‘genit’ yang  menempel padanya lantas kalian mengira Bung  Karno tak paham agama ;). Saya pribadi sangat kagum dengan buah pikiran Bung  Karno yang cocok dengan kesislaman yang saya tahu. Sebagian besar, tentu tak semuanya :D. Banyak yang sering mempertentangkan Buya Hamka dan Bung Karno. Padahal perselisihan mereka bukan di ranah akidah ;).

Walau hubungan politik Bung Karno tidak begitu harmonis dengan baik Bung Hatta maupun Buya Hamka, tapi personally … mereka selalu bersahabat karib :). Ibarat kata kalau dulu ada Facebook, mereka nyolot-nyolot-an di wall tapi enggak pernah sampai unfriend atau unfollow. Hahahahaha.

Sutan Syahrir pun, pasca dilumpuhkannya PRRI/Permesta, menolak untuk ikut bergosip soal Bung Karno dalam tahanan bersama petinggi-petinggi PSI yang lain saat dijebloskan ke penjara oleh Bung Karno. PSI ditengarai terlibat dalam pemberontakan. Sutan Syahrir tidak mau menjelek-jelekkan atau ikut mengkritisi Bung Karno. Mungkin sadar diri juga dan demi nostalgia masa lalu dimana mereka bersatu padu dalam perjuangan meraih kemerdekaan.

Daftar Presiden RI
Perdana menteri RI 1 : Sutan Syahrir

Kalau Bung Hatta yang asli Bukittingi, sih, dari kecil sudah dibesarkan dengan didikan keislaman yang kental khas Ranah Minang di daerah asalnya. Anak pesantren beneran hehehe. Bung Karno sendiri belajar agama dari buku-buku dan pergaulan luas dengan hampir semua kalangan agamis di masa itu :).

Dari Bung Karno kita belajar menumbuhkan harga diri bangsa di kancah internasional. Bung Hatta menyempurnakannya dengan menegaskan bahwa harga diri adalah sesuatu yang intrinsik. Dari dalam ke luar. You never shine if you don’t glow ;).

Kedua bapak bangsa ini punya ‘wajah’ masing-masing untuk  memperbaiki  bangsa. And so do the other Indonesian leaders :).

Soeharto menyadari kesalahan kepemimpinan Bung Karno dan berusaha memperbaikinya. Sayangnya, nafsu duniawi tak terelakkan. Bertahun-tahun berkuasa, pembangunan bertopang pada utang luar negeri yang mungkin sebagian masuk kantong sendiri :p. Asyik menumpuk utang mungkin dikiranya dolar bakal dua ribu perak terus hhihihi.

Daftar Presiden RI
Presiden RI 2 : Soeharto

Lalu duaaarrrr!!! Tahun 1998, pembangunan yang berdiri di atas pondasi yang rapuh lebur berkeping-keping tak kuasa melawan krisis ekonomi dunia. Ambruk begitu saja akibat beban utang yang membludak.

Dan kalian asyik saja menyalahkan pemerintahan Megawati yang jual sana sini :p. Apa tahu kondisi ekonomi Indonesia saat itu? :). Macam aset itu punya Megawati pribadi aje. Yuk ah, keputusan jual sana sini itu adalah keputusan bersama antara legislatif dan eksekutif demi mengatasi retaknya perekonomian di masa itu. Bisa saja memang itu bukan keputusan yang tepat. Tapi situ punya solusi apa emangnya? :p.

Presiden RI 5 : Megawati Soekarno Poetri

Begitu pun dengan almarhum Gus Dur yang begitu gigih mempertahankan kemajemukan bangsa dalam satu ikatan yang kuat. Tidak banyak negara di dunia yang punya keragaman budaya/agama seperti Indonesia dan tidak larut dalam perang saudara.

Myanmar saja yang keragaman sukunya cuma seuprit dengan 2 agama yang menonjol masih terus berkutat dalam urusan ginian. Berbangga hatilah jadi orang Indonesia 🙂.

Daftar Presiden RI
Presiden RI 4 : Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Pak Habibie yang berjuang sama ribetnya walau cuma punya waktu kurang dari setahun untuk mengembalikan dolar sempat ke angka 6500 perak ya waktu itu :). Tapi di akhir masanya, orang-orang malah lebih ingat soal Timor Timur yang akhirnya lepas pasca referendum di era Pak Habibie.

Tapi habis muncul di Mata Najwa di awal tahun 2014 ini, orang-orang ngefans lagi sama beliau. Labil amat sih jadi orang hihihi :p.

Daftar Presiden RI
Presiden RI 3 : BJ Habibie Gambar : tempo.co

And then here comes SBY dan JK. Salah satu duet terbaik mungkin pasca Soekarno-Hatta :). Walau di tahun 2009, SBY mentalak JK hehehe :p.

Di akhir kepemimpinan Pak SBY, jangan nyinyir aja kauuuu. 😀 Akuilah, perekonomian negara kita tidak lebih buruk dalam 10 tahun pemerintahan beliau ;). Mungkin, suatu hari pun kita bakal bikin kaos bergambar SBY lagi nyengir dengan tulisan “Piye kabare, sing penak jamanku toh?” Hahahahahahhaha.

Wakil Presiden RI (2x) : Jusuf Kalla

Macam meme gambar Soeharto yang beberapa tahun terakhir ini sedang hits dengan tulisan bernada sama :D. Padahal di tahun 1998, Pak Harto jadi musuh bersama gitu :p.

Siapa pun mereka, diantara sekian banyak pro dan kontra, pasti pernah terselip dalam hati masing-masing untuk memperjuangkan cita-cita yang sama, mimpi yang sama untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Mari berprasangka baik :D.

“Respect was invented to cover the empty place where love should be.”
― Leo Tolstoy

If it’s almost impossible to love them, at least … show some respect ;).

Jadi, terima kasih atas 10 tahun yang memang tidak indah-indah banget ini ya, Pak SBY. Semoga jasa-jasa Bapak bagi pembangunan bangsa ini bisa terus dikenang dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT :). Lebih dan kurangnya semoga bisa menjadi pembelajaran untuk presiden Indonesia berikutnya.

Walau tidak mengapa kalau  kita mengkritisi asal tujuannya memang untuk perbaikan.

Thanks for everything, ya, Pak SBY. Salah satu vote untuk Bapak di tahun 2009 itu datang dari saya yang bela-belain tetap nyoblos ke KBRI Tehran waktu itu :D.

Dengan penuh hormat, terima kasih ^_^.

Presiden RI 6 : Susilo Bambang Yudhoyono

***

 

Sekilas Info dari Ranah Barat Eropa

Scotland will remain part of United Kingdom. Fffiuuuhh, lega, euy hehehe…

In case you’re not aware :D, per tanggal 18 September kemarin, wilayah Skotlandia baru saja melaksanakan referendum untuk menetapkan apakah Skotlandia akan berdiri sebagai negara merdeka atau tetap  menjadi bagian dari UK.  Hasilnya ya itu tadi, Scottish say “NO” for independence ;).

Gambar : housesittersuk.co.uk
Gambar : housesittersuk.co.uk

Soalnya bisa fatal kalau ternyata Skotlandia berhasil ‘melepaskan diri’. Apa kabar tuh North Ireland yang dari dulu enggak pernah bener-bener ‘damai’? Nanti bakal kesulut semua, deh 🙁.

Memang agak ribet ini hubungan antara England-Wales-Scotland-North Ireland dan Republic of Ireland sendiri. Not mention, orang-orang yang masih suka bingung antara Irlandia utara dan Republik Irlandia.

Macam komentar yang saya terima dulu, “Ih, Irlandia kan rusuh melulu. Gak aman.”

Errrrr… North Ireland kali maksudnya hehe.

Republik Irlandia sendiri konon menolak masuk “anggota Schengen” dikarenakan UK yang juga menolak. Padahal soal keanggotaan di Uni Eropa, kayaknya Irlandia lebih aktif dan ‘berkenan’ ikut pakai euro juga.

Oiya a fun fact yang baru nyadar setelah tinggal di sini, (mungkin) di seluruh penjuru Eropa hanya UK dan Rep.Irlandia saja yang memakai bahasa Inggris. Sisanya punya bahasa lain. Tapi kurang tahu ya dengan negara-negara ‘mungil’nya. Yang jelas negara-negara hits macam Jerman, Perancis, Spanyol, Norwegia dkk punya bahasa dewe-dewe :p.

Plus minus ya. Plus-nya di negara lain kan jadi belajar bahasa baru misalnya bahasa Perancis, Spanyol, Jerman, Belanda, Norsk, Rusia, dll. Plusnya di Rep. Irlandia, emaknya gak ribet kalau anak-anak sekolah di sekolah negeri lokal (yang pastinya gratis tis tis itu hahahahaha). Bisa langsung klop karena kita kan rata-rata pasti bisa lah ya kalau bahasa Inggris doang 😉.

Pengalaman beberapa teman di negara lain, kalau anaknya sambung sekolah (alias enggak mulai dari awal), biasanya harus turun kelas karena kendala bahasa. Kecuali punya duit lebih untuk nyekolahin anak di international school.

Tambahan lagi, kurikulum UK yang juga diadopsi Rep.Irlandia ini termasuk ‘kejam’ untuk ukuran “pendidikan ala barat”. Tapi sekejam-kejamnya sih masih lebih jinak daripada “pendidikan ala timur” yang sepertinya masih dianut oleh orang Indonesia dll :D. Di sini, dari usia 4 tahun sudah diajarkan membaca dan berhitung serta menulis juga, lho, hehehe.

Anw, akses ke UK dari Republik Irlandia (biar gak nyaru sama Irlandia Utara :p) memang lebih gampang. Untuk pemegang paspor Uni Eropa tapiiiii. Kalau paspor ijo tua mah .. ya nasib, ya nasib, ya, Kakaaaa hahaha .

Katanya sih khawatir kalau Rep. Irlandia masuk schengen jadinya pendatang non Uni Eropa banyak yang nyelip ke Rep.Irlandia buat sekalian masuk UK. Karena selama ini pemeriksaan ‘imigrasi’ dari Rep. Irlandia ke UK itu lebih ‘longgar’. Jadi, kalau Rep. Irlandia ikut-ikutan ke Schengen, imigrasi UK ketiban kerjaan kali jadi harus lebih ketat pemeriksaannya hehehe.

Tapi enggak adilnya, kalau punya visa turis masuk UK, asal pernah menginap beberapa malam (minimal 3 malam kalau gak salah), pemegang paspor Indonesia boleh masuk Irlandia tanpa visa khusus. Nah, ini enggak berlaku sebaliknya huhuhu. Visa Irlandia ya enggak boleh melenggang bebas masuk UK, tetap harus apply visa UK .

Tapinya lagi, untuk masuk ke North Ireland, pemegang GNIB Irlandia katanya boleh-boleh saja masuk tapi pakai jalan darat. Zzzzz , ribet ya boooo hihihihi.

Jadi, teman-teman pemegang paspor hijau tua di Inggris harusnya bisa tuh main-main ke Irlandia . Ditunggu di Athlone, ya, kalau bisa bawain tempe hahahahahaha.

Saya sih pengennya damai-damai aja. Setertib apa pun proses referendum dan hasilnya, kalau ternyata Scotland harus lepas dari UK, pasti ujung-ujungnya ada ‘penyesuaian’ yang belum tentu ‘damai’ toh ya hasilnya . Rembetannya juga bisa tak terduga .

Memang sih, kalau dipikir-pikir apa juga hubungannya dengan Rep.Irlandia. Tapi kan tapi kan tapi kan, “perdamaian global” seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh makhluk bumi .

Comot quote dari Dalai Lama lagi, ‘Where ignorance is our master, there is no possibility of real peace.’

Selemah-lemahnya perhatian kita adalah … doa yang baik . Alhamdulillah, kali ini doa saya terkabul ^_^.

keep-calm-and-pray-for-peace-6

Mari berdoa untuk perdamaian di Palestina, di beberapa negara Afrika yang ternyata sampai sekarang masih ‘membara’ (padahal jarang dibahas ya di media-media tanah air), wilayah Rusia yang sampai sekarang juga belum jelas status konfliknya dengan Ukraina, dan lain sebagainya .

Btw, hasil referendum di Skotlandia-nya 54 vs 46, errrr… gak beda jauh, ya. Tapi so far, pihak “YES”-campaign sudah menerima hasil voting dan ada seruan untuk melakukan hal yang sama ke seluruh penjuru Skotlandia .

“Scottish First Minister Alex Salmond admitted defeat in Scotland’s independence referendum Friday — and urged the rest of Scotland to do the same.”

Alhamdulillah, orang-orang KPU sono sama MK-nya bisa langsung tidur nyenyak insya Allah hihihihi .

Congratulation, Scotland!

Gambar : alumni.umich.edu
Gambar : alumni.umich.edu

Salah satu eh salah dua beritanya bisa dilihat di sini 😉 …

https://www.bbc.com/news/uk-scotland-scotland-politics-29263022
https://edition.cnn.com/2014/09/18/world/europe/scotland-independence-vote/index.html

The You and The Me .. The Pina and The Colada :D

“Bawangnya seberapa? Merah sama putih sama banyaknya? Atau berapa per berapa? Terus masukinnya kapan itu jahe, lengkuas, serehnya, bareng-bareng? Tahunya sudah matang gimana? Dari baunya atau lamanya? Daging lembek itu dari lamanya atau harus diapain? Masa semua harus dirasa-rasa doang, sih?”

Sampai-sampai mama saya bete banget kali, tuh, di suatu sesi memasak sambal goreng daging di dapur saya hahahahaha. Nyolot amat yang diajarin.

Happy Cooking Mama ^_^ (gambar : destructoid.com)
Happy Cooking Mama ^_^ (gambar : destructoid.com)

Walau saya selalu merasa saya ini orangnya otak kanan banget tapi entah ya sering juga dalam mempelajari sesuatu saya merasa nyaman dengan metode ‘otak kiri’. Macam belajar menyetir sewaktu masih gadis dulu.

Terbuai dengan sebuah artikel di sebuah majalah perempuan di masa-masa jomblo dulu, “Ayo, tahun ini niatkan mempunyai ketrampilan baru yang anda idam-idamkan tapi belum kesampain sampai sekarang.”

Antara berenang, naik sepeda (roda dua! hahaha) dan menyetir mobil. Berenang waktunya susah dan tempatnya terbatas, naik sepeda apalagi. Saya akhirnya mendaftar kursus menyetir mobil . Mobil enggak punya tapi nekat mau belajar nyetir hahaha.

Gambar : theanimatedwoman.com
Gambar : theanimatedwoman.com

“Bang, ini kalau mau belok setirnya diputar berapa derajat kira-kira?”

“Kalau menekan gas pertama kali sampai angka di depan ini nunjuk berapa?”

“Tekannya kira-kira segimana ya? Berapa centi tuh masuknya?” (Apanya yang masuk, Neng? Hahahhahaha).

“Kecepatan berapa kira-kira baru kita ganti gigi? Apa setiap kenaikan 20 km sudah harus ganti gigi?”

Stres gak tuh instrukturnya? Hahahahhhaha . Mau nyetir atau belajar matematika, Neng?

10 tahun berlalu dan kini kembali menghadapi rasa takut di belakang kemudi barulah saya tersadar. Menyetir mobil itu sama dengan memasak. Sama juga dengan menulis. Semuanya bersifat keterampilan. Yang makin dilatih makin terlatih . Apakah perlu punya bakat khusus untuk menyetir, memasak, atau menulis? Everyone can do it for sure ^_^.

Gambar : listverse.com
Gambar : listverse.com

Jadi ingat film Ratatoulie, “Everyone can cook.”

Ha? Jadi semua orang bisa menjadi pembalap, penulis handal dan masterchef kah? Isssh, gak gitu juga kaleeeee .

Kita berbicara dii tahap BISA bukan MAHIR kan, ya? . Kalau masalah bisa memasak dan bisa menyetir memang awalnya begitu. Ribet dulu biasanya .

Cuma naturally, dalam urusan menyetir, laki-laki lebih berani daripada perempuan. Umumnya . Kadang ada juga anomali. Karena adik saya yang perempuan itu cuma butuh sejam untuk belajar naik sepeda roda dua dan 5 menit untuk muter-muter kompleks pakai sepeda motor hihihi.

Urusan memasak? Dulu itu laptop nangkring di atas meja samping kompor untuk memastikan takaran bumbunya pas hahahaha. Sekarang? Saya lihat resep untuk lihat bahan-bahannya saja. Sekadar memastikan. Ukurannya ya cuma pakai feeling saja 😀.

Kalau sudah tiap hari memasak, sudah terbiasa juga dengan bumbu. Improvisasi bukan hal yang sulit.

Gambar : destructoid.com
Gambar : destructoid.com

Tapiiiiiii … jujur saja, saya memasak MURNI karena KEWAJIBAN . Tidak ada niat membuka katering atau memasak untuk lucu-lucuan, diatur-atur di atas piring, dihias-hias, difoto-foto terus diposting deh! Hehehehe. Nope, it’s not me! .

Kalau bikin kue, I don’t care tampilannya macam mana. Rasanya yang saya fokuskan .

Jika ada yang bilang, perempuan HARUS BISA MEMASAK, I’m in! Benar itu. Pasti bisa kok asal mau apalagi kalau kepepet hihihihi .

Tapi kalau ada yang bilang PEREMPUAN HARUS SUKA MEMASAK! Nah, saya kurang setuju hehehe.

Kalau untuk sekadar bisa, segala macam keterampilan standar itu bisa dipelajari. Tapi untuk menyukainya, butuh sentuhan khusus yang namanya … PASSION!

Saya ketawa-ketawa mendengar teman saya di Jeddah dulu bilang gini, “Ih, kok bisa menulis panjang-panjang begitu sebentar banget. Gimana caranya? Apa gak capek ya? Apa gak bete? Gimana tuh luangin waktunya?”

Saya balas, “Lah lo kok bisa bikin siomay segala macam secepat itu gimana caranya? Gak ribet apa? Gimana tuh bisa punya banyak waktu di dapur begitu?”

“Lah, gue kan emang hobi memasak.”

Exactly. Situ hobi masak, sini hobi nulis! *jabatTangan* 😀.

Gambar : techgirl.co.za
Gambar : techgirl.co.za

Jadi, kalau ada yang bertanya, “Duh, pengin jago masak tapi enggak ada waktunya.”

Itu bokis saja berarti hehehe. Because once you’re really eager about something, you will always have time to pursue it.

Mungkin kalau kepengin sesuatu tapi merasa tidak punya waktu, lupakanlah! . Maybe… simply it’s not your passion .

Dan mengapa pula kita harus dipaksakan seragam harus suka ini itu sih? Mengapa perempuan yang memutuskan di rumah harus belajar menulis? Harus suka memasak? Kudu gemar menjahit?

Ada Yin ada Yang. Kalau semua suka memasak, kasihan dong yang terpikir untuk membuka katering untuk cari tambahan. Terus, yang beli siapa? . Kalau semua suka menjahit, bangkrut deh usaha jahit yang banyak juga terdiri dari usaha rumahan kecil-kecilan.

Such a big pressure kalau kita semua dituntut bisa ini itu . Untuk keadaan kepepet, mau tak mau harus dijalani, tapi kalau enggak kepepet, boleh dong ah langganan katering atau beli-beli pernak pernik lucu-lucu hasil karya teman sendiri atau di segambreng toko online yang tersebar di banyak penjuru dunia maya .

Juga yang lagi ngetren masalah membuka usaha sendiri. Duh, saya paling tidak setuju kalau teman yang mencoba menjajakan bisnisnya dengan cara ‘merendahkan’ mereka yang memilih menjadi karyawan.

“Ih, kok mau ya jadi karyawan seumur hidup?”

Hati-hati dong, kalau semua jadi pengusaha terus itu usaha dijalankan dengan apa? Robot? :p.

Which way to choose? Gambar : sterlingeducation.com
Which way to choose? Gambar : sterlingeducation.com

Kayaknya kereeeeeenn banget kalau kita memutuskan untuk berhenti bekerja dengan siklus rutin 9 to 5 untuk memulai usaha sendiri. Merasa bangga tiada terkira. If it’s your passion then we all are happy for you . You go for it, good luck and wish you all the best *gayaCheerLeader*.

Tapi balik lagi. Kita tidak harus seragam kan, ya .

Kenapa memangnya kalau kerja kantoran? Merasa diperbudak? Tidak bebas? Tidak keren? Tidak bisa kaya? Tidak punya kebebasan financial? bla bla bla … Kebebasan financial has nothing to do with whether you’re an employer or an employee. Salah kaprah banget deh itu .

Tidak mengapa jika sebagian dari kita sudah merasa ‘enough’ dengan rutinitas berkantor.

Jangan sampai kebanggaan itu ujung-ujungnya merendahkan profesi lain, sih, ya harusnya. Dihubung-hubungkan dengan “tangan di atas” yang lebih berkah karena banyak membuka lapangan kerja. Balik lagi, kalau semua sibuk membuka lapangan kerja terus itu lapangannya siapa yang ngisi? Hahahaha 😀.

Mari berpikir positif terus dan menjaga keseimbangan hidup. Tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga lingkungan. Saling menyemangati itu yang lebih berkah sepertinya ya 😉.

Saat mudik kemarin menyempatkan diri bertemu emak-emak ribet ini. Ribet tapi langsing dong ya kitaaaaa hahahahaha *gakPentingAmat* . Kampus yang sama di angkatan berbeda-beda, bertemu lagi di gedung yang sama di Gatsu sana. Terus, beberapa tahun bareng, sampai akhirnya mencar lagi.

emak emak ribet

Yang satu baru saja pulang dari Michigan dan masih agak-agak gegar budaya di Jakarta hihihi, good luck for your new business anw, Riniiii :D.

Yang satu juga lagi mudik dari Singapura, ngikut suami yang lagi belajar di sana. Eh, kemaren si Dona kagak sharing cita-citanya apa yak. Mau jadi dokter, insyinyur atau apa nih Dona, ke depannya? hahahaha

Terus yang terakhir … teman saya banyak yang sampai sekarang memilih tetap berkarier di kantor yang itu. HIdupnya tetap berwarna. Udah ganti angka ya statusnya. Gajinya bikin ngiri. Huh, harusnya kemarin ditraktir tuh kita semua hahhahaha. Hebantnya, dia tetap bisa meluangkan waktu menekuni hobi menjahitnya . Eike nih kebagian salah satu hasil karyanya .

Thanks ya, Icha ^_^. Sekarang tas-nya udah ke mana-mana ini hihihi.

Dia masih malu mau memasarkan hasil karyanya, katanya belum bagus. Wah di mata saya yang kemampuan menjahitnya mentok di benerin kancing sama jelujur-in jahitan yang lepas sudah keren banget itu tas-nya ♥.

Lagian gaji udah gede ya, Dear, udahlah itu tas-tasnya kasih-kasihin ke gue aja hahahahaha –> bukan teman yang baik!

tas icha

Justru seru kalau berjumpa dengan yang macam-macam ini. Mengobrol ngalor ngidul tentang impian dan cita-cita masing-masing. Tanpa hendak menjustifikasi kehidupan siapa yang lebih keren dan lebih oke? Suka tidak suka, rumput tetangga selalu lebih hijau, kok, biasanya :p.

Mau jadi apa pun mau memilih jalan yang mana pun, yang harus seragam itu adalah perasaan ikhlas-nya, ya :). Being content all the time is the real challenge for all of us :D. Semangat berbaginya juga ^_^.

“Contentment is natural wealth, luxury is artificial poverty.”
― Socrates, Essential Thinkers – Socrates

Yak, sudah keluar kata mutiaranya. Sudah sahih berarti, ya hihihihi.

Bersyukur selalu dalam perbedaan karena yang pasti … tiap jalan kehidupan punya rahasianya masing-masing ;).

“My point is, life is about balance. The good and the bad. The highs and the lows. The pina and the colada.”
― Ellen DeGeneres

Gambar : pettao.com
Gambar : pettao.com

***

Jamu, Persembahan Alam dari Surga Rempah Nusantara

Gusti Nurul
Gusti Nurul , dustysneakers.wordpress.com

Sebuah sudut di Museum Ullen Sentalu – Lereng Merapi Yogyakarta, “Ruang Putri Dambaan”, masih menyisakan jejak kecantikan sang putri. Namanya Gusti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani, dari keraton Mangkunegaran.

“Putri Dambaan” bukan julukan sembarangan. Tak serta merta disematkan karena wajah rupawan yang membawanya menjadi salah satu yang tercantik di masanya. Tak sebatas pula karena dia mahir berkuda, menari, menulis sajak, bahkan bermain tenis, suatu yang tak  begitu lazim bagi seorang putri keraton di zamannya.

Lebih dari itu, putri dari Mangkunegaran ini pernah menampik lamaran dari tokoh sebesar Bung Karno dan membenamkan harapan seorang Sutan Syahrir. Daftar pria yang patah hati karenanya juga mencakup Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan panglima tentara kenamaan, Kolonel GPH Djatikusumo.

Gusti Nurul hanya satu diantara banyak putri-putri keraton nusantara yang pernah mencuri perhatian karena kecantikan dan kepribadian mereka. Konon, salah satu rahasia kecantikan, sekaligus konsep merawat diri khas ala putri keraton adalah … mengkonsumsi jamu :).

Jamu, Warisan Masa Lampau Nusantara

Obat tradisional sebenarnya sudah dikenal umum di banyak negara. Korea Selatan yang juga disebut sebagai Negeri Ginseng saking terkenalnya penggunaan ginseng sebagai alternatif pengobatan. Tidak hanya di wilayah Korea dan sekitarnya, khasiat ginseng sudah mendunia.

Khusus untuk obat-obatan tradisional asal Indonesia yang dibuat dari bahan-bahan alami ini disebut sebagai jamu. Biasanya dibuat dari bagian-bagian tumbuhan seperti akar, daun, batang, kulit atau buah.

Jamu sudah dikenal sejak dahulu kala. Bahkan beberapa bukti sejarah yang kebanyakan berasal dari primbon menunjukkan bahwa jamu sudah dikenal sejak abad ke-5.

Tidak hanya primbon, kegiatan membuat jamu bisa ditelusuri dari relief-relief pada candi Borobudur, Prambanan, dll. Lebih lanjut mengenai bukti sejarah bahwa jamu adalah warisan asli dari masa lampau nusantara bisa dilihat di tautan berikut ini.

jamu 1

 

Jamu kerap dikait-kaitkan dengan budaya Jawa. Tapi sebenarnya tidak juga.

Saya sendiri, yang asli berdarah bugis, sudah tidak asing dengan jamu-jamuan sejak kecil. Ibu punya langganan embak jamu gendong semasa kami masih bermukim di kota Makassar.

Setelah menikah, apalagi sehabis melahirkan, ibu mertua juga yang paling getol  menyarankan saya menggunakan ramuan tradisional untuk memulihkan kondisi. Jamu-jamuan yang saya gunakan mencakup obat minum dan obat usap (di kulit). Jangan salah, ibu mertua saya asli Minang, lho ;).

Jadi, budaya ber-Jamu bukan hanya dominasi golongan tertentu di tanah air.

Jamu create wedding theme

Jamu : Merawat, Mencegah, Mengobati Sekaligus Memulihkan

There are things that money can’t buy. Diantara hal-hal yang tak tertukar dengan harta seberapa pun banyak itu adalah … kesehatan. Harapan kita, apa pun yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan harusnya bukan hal yang sulit untuk dipasarkan. Termasuk penggunaan jamu ini.

Terlebih lagi, kini dunia kesehatan modern cukup gencar memberikan edukasi penggunaan obat-obatan kimia secara rasional. Seharusnya produsen jamu bisa ikut memanfaatkan momen ini dan menawarkan jamu sebagai alternatif utama.

Saya ingat di salah satu kunjungan ke dokter gigi, dokter saya bilang begini, “Obat kimia itu sebenarnya racun bagi tubuh. Jadi, jangan sembarangan dipakai. Hanya untuk emergency saja. Selama sakitnya masih bisa ditahan, obatnya tidak perlu diminum, ya, Mbak.”

Jamu-jamuan bisa dibilang memiliki kemampuan yang hampir setara dengan efek obat-obatan kimiawi dengan satu kelebihan yang menonjol : jamu-jamuan memiliki efek samping yang jauh lebih ringan. Tentu saja hal ini bisa dicapai dengan memperhatikan betul-betul sisi higienis dan takaran.

jamu create jihan

 

Aneka ramuan tradisional yang memiliki efek pengobatan antaralain :

  • Ramuan mengkudu yang multifungsi. Mengkudu paling sering disebut-sebut dalam pengobatan kanker selain ramuan daun dewa dan ramuan daun ceremai.
  • Ramuan lengkuas/laos yang bisa mengobati rasa mual/mabuk saat berkendara
  • Timun dan kunyit yang juga berfungsi sebagai obat luar/obat oles. Keduanya bisa menghaluskan kulit dan mengobati kulit ketiak yang kehitaman.
  • Ramuan kapulaga, kayu manis, cengkeh dan campuran lainnya bisa meredakan keluhan asam urat.

Tidak hanya mumpuni dalam hal pengobatan dan pemulihan, jamu juga erat kaitannya dengan fungsi perawatan dan pencegahan.

Penyakit degeneratif seperti kanker makin  menghantui banyak orang. Terutama penduduk di kota-kota besar. Konon, hal ini tak lepas dari gaya hidup modern yang makin menjauh dari hal-hal yang bersifat alami. Makin lama makin didominasi oleh yang serba instan. Pola makan salah satunya. Tak sedikit ahli yang mengungkapkan kanker sebenarnya bisa dicegah dengan memperhatikan asupan yang dikonsumsi tubuh sehari-hari.

Sekilas dari tante saya yang pernah divonis menderita kanker payudara saya mendengar tentang khasiat ramuan kunyit putih yang ditengarai bisa mencegah kanker. Setidaknya bisa mencegah peningkatan ke stadium lebih lanjut.

Upaya pencegahan itu selalu lebih ‘murah dan  mudah’ daripada mengobati.

 

jamu 2

Upaya Melestarikan & Mempopulerkan Jamu

1. Buzzer Selebritis sebagai Duta Herbal Nusantara

Manfaatkan instagram, twitter dan media sosial yang kini sudah lebih bergema pengaruhnya daripada media klasik seperti televisi dan media cetak. Beberapa kalangan bisa memiliki followernya sejumlah ratusan ribu.

Salah satu tips pemasaran dari buku terkenal Tipping Point menyebutkan tentang pemanfaatan sekelompok orang yang bersifat “Maven”. Para Maven ini memiliki pengaruh istimewa di mata banyak orang. Entah mengapa, mereka bisa mempengaruhi pilihan orang banyak. Mungkin semacam trend setter.

Jangan salah, sosok trend setter/selebritis di dunia maya tidak melulu harus dari kalangan artis atau “orang-orang penting”. Terkadang, seorang ibu rumah tangga biasa, dengan caranya yang unik, bisa memikat perhatian publik di dunia maya. Dalam artian yang positif tentunya.

Tinggal  mencari sosok yang kira-kira punya pengaruh besar terhadap calon konsumen. Ada kemungkinan memilih beberapa orang sesuai dengan target pasar. Misalnya, konsumen ibu-ibu, konsumen lelaki atau konsumen remaja. Agak tidak mungkin jika semuanya diwakilkan oleh satu orang. Konsepnya ringan saja. Upload foto-foto santai si buzzer dalam kegiatan sehari-hari lebih bagus. Terlihat lebih natural.

Cara ini sudah sering dipakai. Salah satu ajakan hidup sehat via “running activity” yang makin booming di tanah air tak lepas dari peran aktif para “Maven” yang terus menerus mempromosikan ajakan ini via akun-akun pribadi mereka.

Apalagi kalau ‘pemantik api’nya adalah orang nomor satu di tanah air, ya?

Bagaimana pendapat anda tentang foto di bawah ini? Saya ambil fotonya dari fanpage Bapak Joko Widodo di salah satu media sosial. Beliau mengakui kalau salah satu tips sehat andalannya adalah jamu :).

Bapak Jokowi dan Bapak Jusuf Kalla minum jamu temulawak
Bapak Jokowi dan Bapak Jusuf Kalla minum jamu temulawak

2. Jamu di Hotel-hotel.

Orang-orang asing suka sekali sentuhan natural. Mereka datang umumnya ingin melihat sesuatu yang berbeda dan khas.

Berbagai pengalaman menginap di beberapa penginapan/hotel, tak sedikit yang menyediakan semacam “welcome Drink”. Umumnya berupa minuman ringan seperti jus jeruk. Mengapa tidak menyediakan ramuan jamu yang setipe dengan minuman ringan yang standar.  Jangan juga nekat, orang asing langsung disuguhi jamu nan pahit yang tentu sulit diadaptasi oleh lidah mereka.

Jamu beras kencur (gambar : lpkirianti.blogspot.com)
Jamu beras kencur (gambar : lpkirianti.blogspot.com)

Hotel-hotel dan penginapan-penginapan di berbagai kawasan wisata bisa diupayakan menjadikan jamu sebagai “welcome drink”. Kalau perlu dijadikan salah satu menu sarapan.

3. Memanfaatkan International Channel

Misalnya, bekerja sama dengan kosmetik internasional untuk membuat brand khusus yang memanfaatkan herbal nusantara untuk konsumsi pasar Indonesia  dan sekitarnya.

Jika mungkin pemasaran mencakup Asia. Bekerja sama dengan produsen pasta gigi misalnya. Promosikan penggunaan buah kepel sebagai pasta gigi. Bekerja sama dengan brand yang sudah mapan bisa menghemat rantai pemasaran mengingat mereka sudah punya nama.

Kebiasaan konsumen tanah air yang lebih memilih menggunakan produk yang punya embel-embel internasional harus mendapat perhatian khusus. Tidak ada gunanya ‘melawan’ arus globalisasi macam ini. Yang lebih baik kita lakukan adalah mengoptimalkan potensi untuk ikut berkembang dalam arus perubahan.

Terobosan ini sangat mungkin. Mengingat potensi pasar Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbanyak no.4 di dunia. Jangan hanya pasif sebagai konsumen. Kekuatan pasar / konsumsi dalam negeri harus kita jadikan posisi tawar yang penting. Pemerintah dan seluruh jajaran terkait harus pandai-pandai memanfaatkan kesempatan untuk mendesak ‘produsen asing’ untuk keuntungan negari sendiri ;).

Tentu ada kompensasi khusus bagi mereka yang menyetujui kerja sama ini. Semacam simbiosis mutualisme tepatnya. Menguntungkan kedua belah pihak.

4. Re-branding Jamu kepada generasi muda

Mengasah terus kreatifitas untuk pengenalan herbal sejak dini. Misalnya: buku-buku cerita dengan menggunakan tokoh-tokoh rempah-rempah  seperti Jahe, Kemiri dll. Dibuat karakter-karakter seperti penokohan buah-buahan atau hewan-hewanan yang sudah sering dilakukan.

Contoh karakter buah-buahan dari www.fruitycuties.com
Contoh karakter buah-buahan dari www.fruitycuties.com

Contoh lainnya adalah tokoh Popeye, salah satu kartun asal Negeri Paman Sam yang cukup laris di masanya. Konon, Popeye dibuat agar mendapatkan kekuatan ekstra dari kegemarannya makan bayam, agar anak-anak tertarik untuk mengkonsumsi sayur-sayuran.

5. Penertiban tata kelola usaha yang berhubungan dengan pengobatan alternatif.

Mencerdaskan masyarakat memang sangat perlu. Karena tidak sedikit pihak yang mengatasnamakan pengobatan alternatif berbahan alami/herbal/jamu-jamuan yang ternyata hanya kedok untuk mengeruk keuntungan materi tanpa memperhatikan keselamatan konsumen.

Sebenarnya pengobatan alternatif berbasis bahan alami/herbal/jamu-jamuan ini bisa bersanding bersama-sama dengan pengobatan medis yang mengacu pada penggunaan bahan-bahan kimiawi.  Khasiat jamu memang ada dan sudah banyak yang mengakui dan bisa dibuktikan secara ilmiah. Tapi ketidakdisiplinan pihak-pihak terkait dalam pengelolaan izin usaha yang berbasis obat tradisional/jamu bisa merusak upaya pelestarian jamu sebagai pengobatan alternatif yang baik dan benar.

Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga

Ribut-ribut atas rencana pemerintah menaikkan BBM baru-baru ini membuat banyak orang terlalu fokus kepada sumber migas nusantara yang (katanya) masih melimpah ruah itu. Yang orang-orang lupa bahwa sebanyak-banyaknya potensi migas suatu hari akan habis juga. Karena migas adalah sumber daya yang tidak bisa diperbaharui.

Berbeda dengan sumber daya alam non migas yang bisa terus kita rawat dan pelihara agar lestari. Alam sudah diciptakan Tuhan dengan segala kesempurnaannya. Tinggal manusianya saja yang harus pandai-pandai mengolah dan menjaganya.

Sumber daya alam non migas yang dikandung oleh tanah Indonesia sangat beragam. Termasuk kekayaan rempah-rempahnya. Agar tidak lupa, penjajahan ratusan tahun oleh bangsa Eropa terhadap bumi nusantara tak lepas dari pesona rupa-rupa rempah-rempah ini.

Dengan rangkaian produk alam yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, kekayaan rempah-rempah yang sedari dulu telah menggoda dunia luar untuk datang bertandang, tidak muluk-muluk bukan? Tanah Indonesia adalah tanah surga :).

Dari tanah surga inilah, rangkaian produk jamu bisa muncul dan berkembang. Adalah tugas kita untuk melestarikan jamu sekaligus merawat dan memelihara sumber daya alam non migas berupa rempah-rempah yang beraneka ragam di atas bumi nusantara.

jamu tanah surga

Daftar Pustaka :

https://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal/626-indonesian-kepel-fruit-as-oral-deodorant

https://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/606-herbal-plants-collection-mengkudu

 

 

Hits 80s and 90s : The Books & The Drama :p

Grup satu ini lagi merah membara di Facebook hihihihi. Grup Hits 80s and 90s versi Indonesia.

Iseng-iseng juga deh ngintip-ngintip di sana. Langsung memutuskan untuk join grup gara-gara foto ini nih, hahahaha. Postingan dari embak yang nama akunnya “Tantri Boo” :D.

candy candy

Selera kita semua kok ya bisa seragam begini yak.

Saya juga ingat banget halaman yang ini pas baca Candy-candy dulu. Buku ke-7. Adegan di rumah sakit kalau gak salah. Candy abis nengokin Suzanna yang kakinya patah gara-gara abis nolongin Terry. Padahal Terry lagi seneng-senengnya ketemu Candy huhuhu. It’s a very sad farewell yet memorable 🙁.

Inget kata-katanya … “Andai waktu bisa berhenti berputar. AKu ingin berada di saat ini selamanya.”

Eh di komentar dapat lagi foto yang ini dari Mbak Tantri Boo :D.

candy candy 2

Dari kecil dah ratu drama dah emang bener-bener hahaha.

Jadi  kebayang-bayang lagi itu sedihnya pas baca bagian ini. Sampai-sampai enggak bisa tidur dan diulang-ulang lagi. Bacanya pelan-pelan biar lebih menghayati hihihi.

Walau di buku 9, endingnya terbongkar sudah siapa si ‘pangeran’ yang menolong Candy pas masih kecil dulu, tetep saja Terry is the best ya, Kakaaaaa #teamTerry :p. Sama tokoh Anthony yang sakit-sakitan emang eike gak pernah doyan, sih. Ganteng-ganteng sakit melulu -_-.

Oiya yang paling sedih juga pas Stea kecelakaan pesawat. Sempat marah-marah, duh kenapa enggak Archie aja sih? Hahahahaha *pembacaYangJahat* . Kalau gak salah dari situ kan jadi tahu dari Patty kalau Stea juga naksir Candy dulunya.

Menurut rumor yang berkembang (dari hasil komentar-komentar pas foto ini diposting di wall sendiri) katanya Candy-candy ada lanjutannya. Dan di film lanjutan itu ternyata beneran kalau endingnya itu Candy akhirnya jadiannya sama Terry. Wooohooooo ^_^ *tepukTangan*. Di buku 9 kan memang agak ‘ngegantung’, ya, ceritanya.

Candy-candy ini manga pertama-nya abege-abege tahun 80-90 an . Baru disusul Pop Corn, Miss Modern, dll. Samar-samar juga ingat I Boy. Ini semua munculnya sudah pas kelas 5 dan kelas 6. SMP lanjut terussss. Tamat SMP selamat datang Dorama Jepang yang dibuka dengan “Tokyo Love Story” yang tenar banget-banget.

tokyo love story

Sampai sekarang belum pernah tertarik ngikutin drama-drama korea yang katanya unyu-unyu itu hehehe. Dorama Jepang itu enggak ‘cengeng’ dan ceritanya macam-macam. Lebih menonjol cerita soal persahabatan, enggak melulu soal “You and me vs the world” atau cerita orang miskin pacaran sama orang kaya bla bla bla zzzzzzz

Tapi langsung diralat sama penggemar drakor hahaha. Iya juga, ya. Jadi ingat Jang Geum yang dokter perempuan itu, lho. Saya suka banget serial korea yang satu ini. Ternyata banyak juga serial-serial korea yang oke-oke. Saya-nya saja yang enggak pernah ngikutin ;).

Balik ke dorama Jepang. Cerita 5 sahabat, Narumi Sonoda – Kakey dkk di “Ordinary People” juga memorable banget. Jadi ingat dulu pengin punya rambut sebahu kayak Narumi hahaha.

The cast (Ordinary People)

 

Serial Ordinary People ini punya soundtrack yang bagus bangeeettt <3. True Love, judul lagunya. Liriknya mah 100% Japanese. Tapi saya dulu hafal banget. Sampai sekarang juga masih ingat-ingat banyak. Ngerti enggak, hafal iya hahahaha.

Ternyata nemu videonya di youtube. Nih, kali-kali ada yang mau ikut nostalgia ^_^. Apa nostalgia Hits 80s and 90s versi kalian? 😀 

https://www.youtube.com/watch?v=Ns4bUKJMGqY

Selain 2 di atas, dorama Jepang yang diputar di  Indosiar sekitar jam 7-8 malam itu ada banyak lagi. Duh, masih hafal banget beberapa diantaranya. Ada “Just The Way We Are” yang ‘jiplak’ film hollywood lama tentang 2 sahabat yang sobatan dari muda sampai punya anak sampai salah satunya meninggal. Lupa judul film hollywoodnya.

Terus Ibu guru Sachi di “Let’s Go to School” :D. Cerita hantu-hantuan nan romantis “Anything For You” sampai “The Anchor” yang mengisahkan ambisi embak-embak penyiar berita dalam kariernya di dunia televisi. Pemeran utama The Anchor ini si Honami Suzuki yang juga jadi Rika Akana di Tokyo Love Story ^_^. Masih hafal gilak! Hahahahahha.

Ah, time flies that fast *masiSenyumSenyumSendiri*.