Have We Seen Our Childhood?

Hari minggu, siang bolong. Matahari lagi terik-teriknya. Saya dan sekumpulan puluahn teman-teman malah dipanggang di bawah sinar matahari Karebosi.

Setelah selesai mempelajari not-not lagu, bermain di kelompok sendiri, lalu berkolaborasi dengan pemegang alat tiup lain. Lalu, alat tiup dan kelompok perkusi/percussion digabung.

Kalau kakak-kakak pelatih sudah enggak manyun lagi, berarti sudah lumayan oke, hahahaha. Barulah tim ColourGuard/penari akan ikut serta dalam alunan lagu.

Selesai? Beluuuuummmm :D.

Puncaknya digiring ke lapangan dan berlatih konfigurasi. Jadi, sebagai pemain marching band, skill-nya tidak hanya berhenti di kemampuan bermain alat musik atau menari bagi para ColourGuard. Tapi harus menghafalkan konfigurasi juga. Harus jalan ke mana berapa langkah di not yang mana. Pening? Jangan. Because for sure, it’s super fun! ^_^.

Contoh konfigurasi (gambar : huffingtonpost.com)
Contoh konfigurasi (gambar : huffingtonpost.com)

Waktu kecil paling ogah disuruh ikut pramuka. Seru katanya. Belajar mengenal alam. Aish, saya malas euy kalau disuruh berkemah segala macam hehehe. Enggak ada nikmat-nikmatnya kalau untuk saya.

Aslinya saya bukan traveler kok :p.

Saya traveling karena saya suka menulis. Sementara mungkin, banyaknya itu orang menulis karena suka traveling.

Waktu SD,  saya ingiiiiiiin sekali ikut ekstrakurikuler. Karate ya sudahlah ya, udah takut duluan denger orang teriak-teriak, “Ciyaat, ciyaaat, ciyaaat”.

Padahal ngefans sama film-film silat Cina yang pernah melegenda di tahun 80-an :D. Nonton mah doyan, kalau disuruh ciyat-ciyat sendiri, entar duluuuuuu hahaha.

Gambar : dreamstime.com
Gambar : dreamstime.com

Begitu ada pengumuman di sekolah bahwa SD saya akan membuka ekstrakurikuler drum band, langsung semangat mendaftar. Cheerleader saya nomor satu adalah … Mama! Ah, senangnya ^_^.

Mama memang agak-agak anti mainstream :D. Waktu lagi aktif-aktifnya drum band, banyak teman bersitegang dengan orang tua karena kegiatan ini dianggap mengganggu aktifitas belajar, saya tetap mendapat dukungan penuh dari Mama ;).

Tahu kata Mama saya? “Biarinlah, nilai sekolah terganggu dikit paling. Main drum band itu kan juga belajar.” My mom rocks!! Laaafffff

Umur 10 tahun, kelas 5 SD, resmi menjadi anggota tim inti Drum Band cilik pertama di sekolahan saya, Drum Band Athirah ^_^. Gratis lho. Gak pakai bayar-bayaran. Ini juga kali yang bikin emak eike semangat! Hahahaha.

Saya masuk tim alat tiup. Nama alat yang saya mainkan, flugelhorn. Sialnya, menjelang penampilan perdana kami, sang drum band cilik legendaris di Kota Daeng? lebay! (hahaha), saya kena cacar air!

Flugelhorn
Flugelhorn

Sudah pasrah batal tampil.

Ternyata, 2 hari sebelum manggung, saya sembuh. Karena saya sudah menguasai semua lagu, pas konfigurasi tinggal dibantu oleh 2 teman sesama peniup flugelhorn yang lain.

Lagu-lagu yang kami mainkan di penampilan perdana itu kalau gak salah, “Semut-semut Kecil”, “Abang Tukang Bakso” dan “Oleh-oleh Bandung”.

Duh, sepertinya ada 4, deh. Lupa satunya. Diary SD gak kebawa ke sini, jadi gak ada contekan :p.

Namanya anggota drum band, harus belajar lagu-lagu mars. Mars PDBI itu yang paling wajib. Disusul Mars Gagah Perwira, Mars Harapan Bangsa dan favorit saya… Mars Colonel Bogey! dst dst dst ^_^.

Umumnya, melodi lagu/suara 1 dimainkan oleh terompet/trumpet. Barisan alat tiup memang didominasi oleh pemain terompet.

Suara 2 biasanya oleh tim flugelhorn, suara 3 oleh cornet horn, dan suara 4 oleh tim “Albert”. Albert adalah istilah khusus untuk alat-alat tiup berat (albert = alat berat :p) seperti : baritone horn, trombone horn, tuba horn yang segede gaban :D.

Jangan salah, makin gede ukurannya, justru makin gampang lho meniupnya. Terompet kelihatan langsing, tapi meniupnya paling susah ;).

Baritone horn, sekali coba, biasanya langsung pada bisa, padahal gede lho.

Berat alat juga tidak tergantung volumenya. Terompet itu lumayan berat juga.

Jadi, pas lagu dimainkan, nanti suaranya sahut-sahutan. Itu yang bikin seru ^_^. Saat chorus/reffrain lagu, tim fluegelhorn juga sering banget kebagian memainkan suara 1 di banyak lagu ;).

Kalau tidak salah di lagu Mars PDBI, reffrain-nya adalah jatah pasukan Albert :D.

Proses latihan menghafal lagu, dipecah menjadi kelompok-kelompok kecil sesuai alat yang dimainkan. Nanti pelatihnya satu-satu. Setelah itu alat tiup digabung sama-sama untuk harmonisasi.

Tim Perkusi/alat pukul gabungnya belakangan. Mereka latihan sendiri juga terlebih dahulu. Perkusi terdiri dari snare drum, trio drum solo, quarto drum solo, bass drum, cymbal dan apalagi, ya.

Oiya di kelompok perkusi juga ada juga tim belira, xylophone dll. Belira ini juga macam-macam. Ada yang dipegang di tangan, ada yang dicantolin di bahu. Kalau xylophone berdiri sendiri. Pemainnya tinggal berdiri dan memainkan sticknya di atas xylophone.

trio drum solo

Pemain xylophone ya pastinya enggak ikut konfigurasi, cuma berdiri paling depan. Gak mungkin lah mau geret-geret alat seberat itu. Tapi berat lho sebenarnya memainkan xylophone ini. Kedua tangan harus super lincah.

Dari kegiatan drum band, saya pernah traveling sampai ke luar kota. Pertama, saat ikut lomba DB sekolah dasar di Jakarta tahun 1991. Pas liburan kenaikan sekolah. Beramai-ramai dengan teman-teman, naik kapal laut dari pelaburan Makassar :D.

Usai lomba, pulangnya kami tur keliling Jawa pakai bis. Mampir di Tangkuban Perahu, menginap di Malioboro Yogyakarta, jalan-jalan ke Candi Borobobudur hingga akhirnya transit di Surabaya menunggu kapal yang akan membawa kami pulang ke Kota Makassar :).

Bayangkan rempongnya kakak-kakak pelatih mengurus anak-anak SD yang jumlahnya sekitar 80 an orang itu hahahahaha. Belum dramanya, belum baku bombe’-bombe’nya, belum gosip-gosipnya hahahahaha. Tim pagosip mana tim pagosip? :p

Budaya basa basi orang Asia
Gambar : pixabay

Sebelum ke Jakarta, kami sudah terlebih dahulu mengikuti Training Center di wilayah Malino. Malino ini sudah masuk wilayah kabupaten Goa. Cukup jauh dari Makassar.

Kami menginap di suatu rumah yang cukup besar dan latihan intensif selama 10 hari di sana. Tanpa orang tua sama sekali. Orang dewasanya hanya ada kakak pelatih, tim konsumsi dan tim kesehatan saja.

Ruwetnya kalau diingat-ingat lagi hihihi. Gimana biar bisa bangun subuh-subuh, latihan sampai malam sambil ngantuk-ngantuk menahan dingin. Malino ini terkenal bersuhu sejuk cenderung dingin.

Timnya terdiri dari anak-anak kelas 3 sampai kelas 5 SD. Bayangkan ribetnya kalau malam-malam ada adik-adik kelas 3 yang mau pipis tapi takut hahahaha. Heboooohhhh.

10 hari yang tak terlupakan :).

Lulus SD, saya masuk sekolah negeri. Kelas 2 SMP, grup kakak pelatih pindah ke Pertamina. Sebagian kami diajak masuk tim sana. Saya ikut pastinya hihihihi. Banci drum band emang!

Di Pertamina, namanya Gema Patra Makassar Marching Band/ GPM. Pelatih lama tapi teman-temannya banyak yang baru.

Di Pertamina, kakak saya yang ke-4 juga ikut. Awalnya menjadi pemain baritone horn, lama-lama dia malah nyasar jadi pelatih ColourGuard. Selain tertarik pada dunia fashion, dari kecil, kakak yang ini juga suka menari :).

The Colour Guards :) (gambar : athletesarewarriors.com)
The Colour Guards 🙂 (gambar : athletesarewarriors.com)

Saya sih sampai pensiun dari dunia marching band, tetap setia pada flugelhorn :D.

Via GPM, sempat 2 x ikut ke luar kota. Ke Surabaya tahun 1993 dan manggung di Istana Negara Jakarta, Parade Senja Februari 1994.

Pertamina sih enaaaakk, duitnya kenceng. Uang saku terbilang lumayan waktu itu. Semua biaya akomodasi pastinya ditanggung 100%. Tinggal bawa badan sajah ;).

Di Surabaya, kami menginap di asrama haji. Di Jakarta menginap di Cibubur. Duh, macam-macam deh kejadian serunya. Sampai ada yang kemasukan segala. Hiiiiyyyy… *merinding*.

Tampil-tampil di acara lokal juga sering. Beberapa kali izin dari sekolah demi manggung bersama tim Marching Band hehehe.

Akhir-akhir ini ada tuduhan bahwa orang tua sering mengeksploitasi anak untuk aktif ini itu. Katanya, zaman dulu enggak gitu.

Ah, kata siapa? ;).

Saat menghadapi pertandingan, kami digojlok latihan tiap hari. Pulang sekolah kadang hanya sempat makan, kerjain peer, langsung cabut lagi ke tempat latihan.

Sabtu-minggu ya itu tadi, dipanggang di bawah sinar matahari Lapangan Karebosi.

Stres? Enggaklah. Soalnya kan enjoy. Memang keinginan saya pribadi untuk aktif di Marching Band. Kegiatan ini justru memacu untuk tetap memperoleh nilai bagus di sekolah ^_^.

Absen 2 minggu ke Surabaya di semester 3 pas SMP tidak membuat nilai saya mendadak anjlok di sekolah ;).

Alasan nilai saya menurun di semester 4 dan harus puas jadi rengking 2 dan merelakan gelar juara kelas kayaknya bukan semata-mata karena marching band aja, deh. Buktinya dari SD lancar-lancar saja :D. Ada faktor lain, malu ceritainnya hahaha.

Via kegiatan drum band/marching band, tidak hanya sekadar belajar musik. Pergaulan juga diasah. Menghadapi banyak teman, banyak sifat. Karena interaksi tidak hanya di tempat latihan.

Kalau lagi training center, harus umpel-umpelan dalam kamar selama berhari-hari tanpa kehadiran orang tua.

Apalagi kami beberapa kali harus ke luar kota. Lebih seru lagi, tuh hihihi. Belajar mandiri pastinya ^_^. Belajar mengelola emosi saat konflik. Karena namanya banyak manusia, pasti adaaaaa aja dramanya :p.

Sedari kecil, belajar hidup kan memang tidak hanya di rumah dan di sekolah saja. Saya rasa yang dulu aktif di Pramuka juga banyak kesan-kesannya, ya. Aktif di OSIS atau di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dari SD sampai SMA, sedikit banyak memberi sumbangsih yang tidak sedikit :).’

Dari kecil memang sebaiknya sudah diajari disiplin. Saya sendiri kurang sepaham dengan metode pendidikan yang terlalu ‘santai’ hehehehe. Sesiap-nya anak, kalau gak salah, apa ya.

Duh, anak kecil ya tahunya memang senang-senang hihihi. Justru karena itu mereka butuh pengarahan hehehe. Butuh kegiatan, butuh diayomi, butuh diajari, butuh ditunjukkan. Yang penting…jangan dipaksa! ^_^.

Gambar : www.os-trnsko-zg.skole.hr
Gambar : www.os-trnsko-zg.skole.hr

Teman saya cerita takut mengajari anaknya membaca dan menulis sebelum umur 5 tahun karena katanya anak bisa gila! Hahahhaahha. Ya kalau anaknya senang, anaknya tertarik, why not? Perkenalkan saja dulu ;). Respons selanjutnya ya terserah anaknya saja.

Ada yang mungkin lebih menikmati kesendirian dan terlihat enggak gaul ;). Tak berarti dia minder dan bodoh. Ada yang memang dari kecil gatal mau ini itu, hahahahaha. Memang enjoy tanpa perlu dipaksa-paksa. Tak berarti dia hiperaktif dan pasti hebat. Belum cencuuuuuu :p.

Ingat, kita tidak dilahirkan seragam ^_^.

Homeschooling is a good thing. Tapi pertimbangkan juga kalau anak-anaknya ternyata tipe yang memiliki kecerdasan interpersonal yang menonjol. Senang bergaul dan menikmati keberadaannya diantara banyak orang.

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they posses inside
(The Greatest Love of All, Whitney Houston)

Provide the options, optimize our support, but always … let them choose ^_^.

Ish, dah macam ortu yang paling keren aja kauuuuu? Hehehehe. Sharing pengalaman aja sih, ya. Untuk info penyeimbang :p.

***

Naik Haji, Antara Ibadah Horisontal dan Vertikal (Info Haji)

Sewaktu masih tinggal di Jeddah sempat ada kasak kusuk pro dan kontra mengenai beberapa rekan di sana yang naik haji saban tahun. Sebenarnya ada aturan di Saudi naik haji hanya boleh 5 tahun sekali. Tapi kan, kita-kita yang di Saudi punya satu keistimewaan khusus soal naik haji ini. Bisa haji koboi, Kakaaaaa 😉. Sekian sedikit info haji tentang hajian dari Jeddah :D.

Oh well, I’m against Haji Koboi actually . Definisi ‘haji koboi’ di sini adalah naik haji tanpa Tasrikh/surat izin resmi dari pemerintah Saudi untuk naik haji. Kalau haji backpacker tapi tetap dengan izin resmi monggo saja, asal bawa kantong plastik sampah sendiri pliiiiiiiisssssssssssssssss… -_-.

Gambar : news.liputan6.com

Apalagi jika dilakukan oleh orang-orang kalangan berada for the sake of the … challenge and seru-seruan! Hahhahahaha. Dikata liburan kali yeeee :p.

Kalau yang melakukannya dari kalangan kurang mampu pun sebenarnya kurang bisa ditolerir. Mengingat pemerintah Saudi sudah berusaha keras menyediakan macam-macam fasilitas naik haji bagi pemukim dengan biaya yang terjangkau .

Alasan lain para koboi ini ya karena itu tadi, pengin naik haji berkali-kali. Tiap tahun kalau bisa. Menjadi kebanggaan tersendiri kadang-kadang.

Salah satu rekan yang bertitel “alumni haji koboi” juga berkilah, “Salah pemerintah Saudi kenapa dibatasin? Emangnya tanah suci punya dia. Suka-suka umat muslim dong. Lagian tasrikh itu bukan rukun maupun syarat naik haji.”

Baiklah kalau begitu, tahun depan dan seterusnya, quota hajii enggak usah diberlakukan . Biarlah seluruh umat muslim dari seluruh penjuru dunia tumplek di Mina-Arafah saban tahun. Ngomong-ngomong berapa ya jumlah umat Islam di dunia? Hm, mungkin wilayah Mina itu seperti karet. Bisa melar otomatis kalau banyak yang datang hahaha . Dan mengecil kembali kalau jemaah sudah pulang. Bukan sulap bukan sihir ya Kakaaaaa 😀 😀 😀.

Sebagian teman yang kontra melihatnya dari berbagai sisi. Salah satunya dari sisi materi. Kalau saya pribadi, urusan materi gak masalah. Suka-suka orangnya saja, duit ya duit dia ya hehehe. Tugas sesama kan cuma memberitahu dan mengingatkan. Enggak ditanggapi? Stop sampai di situ. Itu sudah di luar kuasa kita ^_^.

Tapi saya pribadi, kalau ada rezeki dan kesempatan, pasti tak berpikir dua kali untuk memberikannya pada yang belum pernah (dan kalau bisa belum mampu secara materi). Insya Allah 🙂.

Concern saya memang lebih ke arah kapasitas Mina dan Arafah itu sendiri. Aturan “tasrikh naik haji” kalau gak salah merupakan peraturan baru. Baru berlaku di awal tahun 2000-an. Alhamdulillah ini tanda bahwa umat muslim makin berkembang sehingga saking banyaknya, pemerintah Saudi merasa perlu memberikan batasan bahkan kepada warga/pemukim Saudi sendiri 🙂.

100% saya sepakat dengan pemerintah Saudi . Lagian 5 tahun sekali ya cukuplah ya 😉.

Info Haji

Mina itu mau diperlebar sampai ke mana lagi? Daya tampungnya pasti terbatas. Walau sebagian teman menganggap itu kuasa Allah, seberapa banyak pun jemaah pasti cukup! Ya balik lagi, hapus sajalah quota kalau begitu.

Masjidil Haram di Mekkah pun memangnya mau sampai kapan mau diperluas dibikin bertingkat sampai berapa juga kalau tak ada kesadaran dari umat muslimnya sendiri untuk ‘berbagi’ ya enggak akan pernah terasa lapang . Memangnya kita berharap umat muslimnya yang akan berkurang?

Setuju dengan ide Doni Febriando, seharusnya program ONH Plus dihapus saja. Diganti dengan ONH Kemanusiaan. Pemerintah sebaiknya menggalang dana saja untuk memberangkatkan haji bagi mereka yang sudah berumur. Masa iya usia sudah 60 an harus mengantre sampai 10 tahun? Ajegileeee hahahaha. Ya makanya, naik haji dari muda dong. Ya situ kasih duitnya dong, bisa? .

Perketat pula jatah naik haji seperti di Saudi. Utamakan bagi yang belum pernah. Jangan malah instansi terkait dan oknum-oknum yang punya ‘kuasa’ malah sibuk menggunakan jatahnya untuk keuntungan pribadi.

Antara wilayah Mina dan Musdalifah sendiri sekarang ya sudah rancu. Makanya, ada juga teman-teman saya di sana yang kalau memilih biro haji mereka tanya dulu lokasi tendanya. Mereka termasuk yang disiplin dalam urusan batas wilayah. Ini memang pendapatnya terbagi-bagi.

Saya sendiri saat naik haji 2012 silam kebagian di wilayah ‘abu-abu’. Mina iya, musdalifah iya hihihi. Jadi, saat acara bermalam di Musdalifah dan Mina ya kita tetap dalam tenda saja enggak ke mana-mana. Ada juga rekan satu hamla yang disiplin. Mereka benar-benar pasang peta dan mencari batas wilayah Mina dan Musdalifah yang sah. Mereka gotong kantong tidur dan berpindah sesuai ketentuan apakah harus di Mina atau Musdalifah.

Tak masalah, ya. Kesepakatan ulama Saudi sendiri memang tidak satu suara 😉. Salam damai ^_^.

Kompleks jemaah haji di Mina
Kompleks jemaah haji di Mina

Urusan umrah juga begitu. Saat saya tahu tanah suci lagi padat-padatnya, saat masih di Jeddah dulu, saya memilih menahan diri untuk tidak ke wilayah Haram . Biarin dah dinyinyirin kenapa sudah tinggal di Jeddah kok enggak umrah sebulan sekali? Hehehe. Kalau suami tetap rajin, saya memilih di rumah saja sama anak-anak .

Sebagai pemukim Saudi, saya sungguh beruntung dianugerahi masa-masa di mana tanah haram lagi sunyi-sunyinya. Bisa menikmati tawaf 10 menit sambil bolak balik menyentuh Ka’bah, minum air zam-zam dengan tenang, Safa-Marwah sangat lengang, alhamdulillah .

Tawaf pagi-pagi, cari parkiran pun gampang. Sehabis tawaf masih bisa bersantai sejenak menunggu waktu Zuhur. Usai Zuhur, lunch deh di Shofwa Tower di gerai makanan Malaysia favorita kami . Gak pakai antre, duduk manis sambil mengobrol imut sama suami . Menjelang waktu Ashar, masuk lagi ke wilayah Haramain untuk salat. Serba santaiiiiiii. Kosong, Cyin .

Sebisa mungkin, saat banyak jemaah yang datang jauh-jauh dari seluruh penjuru dunia, kalau tak ada sesuatu yang kepepet, saya menghindari datang ke tanah suci (Mekkah dan Madinah). Kehadiran kita-kita pemukim Saudi yang sebenarnya bisa melaksanakan umrah di waktu-waktu ‘kosong’ tadi kan seharusnya tidak perlu merampas jatah lowong jemaah yang datang jauh-jauh dari belahan dunia lain untuk ikut menikmati syahdunya beribadah di tanah suci .

Malah ikut-ikutan bikin sesak di sana hehe.

Umrah berkali-kali (mungkin) memang bagus. Tapi ya, dalam Islam, ibadah vertikal dan horisontal sangat dianjurkan keseimbangannya .;) Menurut saya begitu, anda boleh beda 😀.

Suami saya juga beda, kok. Dia lebih suka rutin ke Masjidil Haram. Katanya lebih afdol salatnya. Wah, saya insya Allah di mana saja salat harus terasa afdol. Asal khusyuk. Di mana pun kita bersembahyang, bumi Allah sungguh luas ^_^.

Info Haji
Jalan Menuju Arafah dari Mina

Kalau menurut beberapa teman ya aji mumpung tinggal di Jeddah, ayooo ke Mekkah sering-sering. Justru karena saya tahu nikmatnya beribadah di tanah suci jika jemaah tidak terlalu sesak maka saya relakan jatah kemudahan saya ke tanah suci kapan saja agar yang datang dari jauh pun mudah-mudahan bisa merasakan hal yang sama .

Kalau ada rekan/teman/kerabat yang mampir Jeddah, baru kita jemput dan ajak keliling-keliling . Terus traktir makan deh .

But again, ini menurut pendapat pribadi enggak pakai dalil-dalilan hahahaha. Tentu, yang berpendapat berbeda tetap saya hargai .

Walau memang ujung-ujungnya ini hanya masalah takdir, katanya kan kalau Allah sudah berkehendak pasti akan kejadian. Betul itu.

Tapi jadi ingat dengan ayat satu ini, kalau tidak salah penolakan seorang kafir untuk memberi makan kepada orang miskin dengan alasan, “Mengapa saya harus memberi makan kepada orang dimana jika Tuhan berkehendak Tuhan bisa memberinya makan?”

Lantas, “Mengapa kita harus memikirkan jatah naik haji bagi yang belum kepada orang dimana jika Tuhan berkehendak Tuhan pasti memberangkatkannya untuk naik haji?”

Memang, kalau Tuhan mau, semua juga bisa naik haji tahun ini. Kalau Tuhan mau, Mina dibikin semacam magic, bisa melar dan menyempit lagi sesuai banyaknya jemaah hihihi. Kalau Tuhan mau, semua umat muslim kaya, tak ada mazhab yang bikin kita berantem, yang bikin kita pusing kenapa si anu jilbabnya sampai lutut kenapa si ana jilbabnya cuma sampai leher?

Disitulah rahasia Tuhan. Tuhan memberi kita pilihan. Tuhan menganugerahkan perbedaan. Lho kok anugerah? Iya dong, orang miskin memangnya maunya dia? Dalam tempo sedetik, Tuhan bisa membuat mereka kaya. Tapi Tuhan baik, dia memberi kesempatan pada mereka yang berpunya untuk berbuat kebaikan. Dan memberi kesempatan pada mereka yang diberi kesempitan untuk bersabar.

Tapi hikmah ini memang hanya untuk yang mau berpikir dan beramal saleh saja memang kata ayat-ayat dalam alquran hehehe. Semoga dimampukannya kita untuk termasuk dalam golongan ini, ya. Saya, anda, dan kita semua . Amin, amin, ya rabbal aalamiin.

Info Haji
Padang Arafah

Tapi, intinya Tuhan memberi keterbatasan dan kelebihan selalu ditujukan untuk kesabaran. Sabar menjalani dan sabar untuk tidak pamer/bermewah-mewah . Jangan salah, yang sering gagal itu justru yang dikasih lebih-lebih . Hukum alam. Yang harus kerja keras itu justru yang kelihatannya diberi kelebihan. Kelihatannya doang. Padahal, semua juga cobaan yak :D. Hehehe.

Percaya pada Tuhan, berarti tak menafikan kemanusiaan ;). Kalau dijalankan dengan benar, Islam itu memang solusi banget deh pokoknya hehehe.

Karena sejatinya, umat muslim itu beriman dan mengerjakan kebaikan :). Ingat dong, kata kuncinya … Islam, Rahmatan lil aalamiin. Rahmat bagi seluruh penjuru dunia yang isinya macam-macam ini. Tidak terbatas pada umat muslim saja. Kita adalah solusi bagi sekitar.

Jadi, mau naik haji berapa kali nih? Hahahhahaha. Santaiii…naik haji berapa kali pun, antara saya dan anda tak boleh terputus tali silaturahmi ;). Haram hukumnya memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan 😀 –> nasihati diri sendiri ini sih harusnya! Hahhaha :p *sodorinKaca*.

***

Tanggal 7 Dzulhijjah tahun ini. Sebagian besar biro haji lokal Saudi akan memberangkatkan jemaah serentak via bus menuju Mekkah. Masih teringat, tiba di Kudai pukul 10 malam saking macetnya dari Jeddah ke Mekkah. Saran saya, apa pun yang terjadi, usahakan langsung tawaf Qudum dan sa’i ya teman-teman. Kalau gak keburu tawaf Ifada, tinggal digabungkan ke tawaf Wada saja. Insya Allah, hukumnya boleh :).

INfo Haji
Tempat melontar jumrah

Selamat menunaikan ibadah haji untuk sahabat-sahabatku tercinta di Jeddah sana. Friendship never ends, ya, cantik-cantikku. Untuk Madam Anggie Mutia, Madam Nisa Ayu dan Mbak Yuli Karim …

Untuk teman di dunia maya, salah satu pahlawanku urusan resep walau sekarang site resepnya lagi maintenance melulu nih :D. Untuk Mbak Astri Merianti Nugraha + suami, yang berhaji dari Canberra.

Untuk teman di FB, Ibu dokter imut Sasqa Dyah, yang dari kemarin upload foto melulu bikin kangen deh awwwww hihihihi.

Untuk temen SMP, dan ternyata ketemu lagi di kampus yang sama, Aditya Hananto yang juga baru saja walimahan, nih :D. Apakah berumrah dengan nyonya sekalian? Masya Allah, bulan madu di tanah suci :D.

Semoga dilancarkan semuanya, sehat selalu lahir batin, untuk selanjutnya menundukkan diri di hadapan Allah, bersama jutaan jemaah dari segalal penjuru dunia, saat wukuf di Arafah 9 Zulhijjah esok nanti.

Labbaik Allahumma Labbaik, adalah kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah.
Labbaika la syarika laka labbaik, tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu.
Inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulka la syarika laka, sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.

Hajj mabruran, hajj mabruran, hajj mabruran untuk kalian semua … insya Allah, insya Allah :).

Selamat bertugas pula pada suami para Madam Telco yang kebagian ‘jaga kandang’ pas ‘peak season’ nanti. Eh, sudah mulai ya shift-shift-an nya hihihihi. Insya Allah, ada pahala khusus juga tuh. Ikut membantu kelancaran para jemaah berkomunikasi dengan handai taulan yang ditinggalkann di rumah masing-masing ^_^. Semoga lancar lemburannya ;).

Info Haji

 

Perempuan Bicara Masalah Finansial : Tiga Sisi Mata Uang

Sebentar lagi jenazah akan dibawa pergi untuk prosesi pemakaman. Ruang tamu yang tadinya cukup hening mendadak ribut-ribut. Ibu saya jatuh pingsan. Akhirnya, jenazah bapak diantar tanpa kehadiran Ibu.

Bapak meninggal mendadak. Tiada angin tiada hujan. Tanpa pernah sekali pun dirawat di rumah sakit, tidak pernah terbaring kesakitan di rumah. Pergi begitu saja meninggalkan seorang istri dan ketujuh anak-anaknya. Ketujuh anak-anak yang belum satu pun ‘menetas’. Yang tertua masih duduk di  bangku kuliah, yang bungsu belum genap berusia setahun.

Mungkin, saya pun akan pingsan ketika berada di posisi ibu saat itu.

Gambar : thegrindstone.com
Gambar : thegrindstone.com

Dua puluh dua tahun lalu, malam itu, seperti biasa Bapak berangkat mengendarai Vespa hijau tuanya untuk bermain bulutangkis bersama teman-teman di sebuah lapangan.

Dua jam kemudian, dering telepon mengabarkan kalau bapak tiba-tiba tumbang di lapangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Lima belas menit setelah itu, telepon kembali berdering. Hanya 5 menit di ruang gawat darurat, serangan jantung membawa Bapak pergi untuk selamanya.

Seperti kondisi Ibu, seorang kerabat perempuan yang saya kenal juga mengalami hal yang sama. Di usia yang terbilang belum terlalu tua dengan anak-anak yang belum beranjak dewasa, mendadak ditinggal pergi oleh suami. Tapi kondisi ibu dan kerabat ini cukup kontras.

Setelah Terhantam Badai Tak Terduga

Gambar : pikiran-rakyat.com  masalah finansial perempuan
Gambar : pikiran-rakyat.com

Selama Bapak ada, Ibu saya cukup aktif menemani beliau mencari nafkah untuk keluarga. Ibu bahkan memiliki usaha jahit sendiri, walau kecil-kecilan. Bapak saya sendiri adalah seorang pedagang eceran yang sudah memiliki kios sendiri di Pasar Sentral yang berlokasi cukup dekat dari rumah.

Tetap saja, pasca kematian Bapak, badai ekonomi perlahan tapi pasti menghantam kehidupan finansial keluarga. Satu demi satu, dari kios di pasar hingga rumah 3 lantai yang kami tempati, harus dijual. Akhirnya, kami berpencar dan tinggal menumpang di rumah-rumah kerabat lain. Jujur saja, saat-saat itu adalah salah satu masa terberat yang harus saya lewati.

Setelah saya dewasa barulah saya mengingat-ingat kembali, di mananya yang salah?

Karena sebenarnya saat Bapak meninggal, barang di kios lagi penuh-penuhnya. Tak ada cicilan apa pun kecuali cicilan barang-barang jualan yang seharusnya bisa dilunasi jika barang sudah terjual. Memang ada pinjaman usah dari bank, tapi nilai jual rumah dan kios serta isinya jauuuuh melebihi utang tersebut. Mengapa bisa bangkrut?

Belakangan saya ketahui, kontrol keuangan ada di Bapak sepenuhnya. Ibu bahkan cukup kesulitan menagih utang-utang para pelanggan yang kebanyakan tinggal di kota-kota lain. Selama ini, semuanya di-handle Bapak. Ibu nyaris tidak pernah memegang kendali masalah finansial saat Bapak masih hidup. Karena meninggalnya pun mendadak, tak pernah ada fase hand over.

Menghidupi 7 anak dengan usaha yang terbilang tidak terlalu besar memang cukup menantang. Entahlah bagaimana dulu Bapak mengelolanya. Sepeninggalnya, tabungan terkikis dengan cepat. Antara kaget, kalut dan tidak siap, ketiga hal itulah yang mungkin harus dihadapi oleh ibu saya.

Asuransi, Sang Penolong di Saat Genting

Sementara kerabat lain yang saya ceritakan tadi adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Dalam artian, beliau tidak memiliki penghasilan apa pun. Pendapatan keluarga bergantung sepenuhnya pada pemberian dari suami, seorang pegawai biasa yang juga memiliki sebuah bisnis sederhana.

Kerabat saya tidak sampai bangkrut. Mendengar cerita dari kerabat lain yang lebih dekat dengannya, saya jadi tahu bahwa kerabat ini cukup lihai mengendalikan keuangan keluarga selepas ditinggal suami. Bisnis suami tetap dijalankan seperti biasa. Malah bisa membeli sebuah properti baru yang dijadikan bisnis kos-kosan dari uang asuransi jiwa suaminya.

Bantuan dari dana asuransi. Inilah yang sama sekali tidak ada dalam keluarga Bapak dan Ibu saya. Faktor pendidikan yang memang tidak tinggi dan lingkungan pergaulan di pasar yang sepertinya belum terjamah mengenai masalah asuransi ini.

Tentu tak mudah bagi seorang perempuan jika harus menghadapi ‘badai’ seperti yang pernah dialami oleh ibu dan kerabat tadi. Namanya perempuan. Setegar-tegarnya mencoba bertahan, pastilah ada saja terselip rasa sedih, tidak siap dan mungkin panik.

Gambar : huffingtonpost.com masalah finansial
Gambar : huffingtonpost.com

Saat masa-masa ‘jeda’ tersebut, memiliki asuransi bisa menjadi salah satu penolong dalam situasi sulit.

Every Money-Talk Has 3  Sides of The Story

Jika umumnya tiap kisah memiliki dua sudut pandang yang bisa berbeda layaknya sekeping mata uang yang memiliki 2 sisi, maka perencanaan keuangan memiliki dimensi lebih.

Selama ini fokus hanya tertuju  kepada sisi pendapatan dan pengeluaran. Terlupakan satu sisi yang tidak kalah pentingnya … pengelolaan keuangan :).

Berbicara finansial tidak otomatis membuat makin besar pendapatan makin sukses dalam hal keuangan. Menjaga sinergi antara pendapatan dan pengeluaran via pengelolalaan itulah yang menjadi intinya.

Dalam rumah tangga saya pribadi, terus terang masalah keuangan lebih  banyak didominasi oleh suami. Tapi saya bukannya sama sekali buta. Saya selalu diberitahu soal apa pun termasuk dimintai persetujuan dalam keputusan finansial  walau satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga hanyalah suami. Saya sudah memutuskan berhenti bekerja sejak anak pertama belum berusia setahun.

Tak masalah siapa nahkoda keuangan dalam rumah tangga. Tapi pastikan, saat nahkoda mendadak berhalangan, kapal tidak ‘oleng’ dan tetap bisa melaju dengan baik. Untuk istri yang saat ini tak memegang kendali finansial, tetap harus menyiapkan diri jika suatu hari harus menjadi nahkoda pengganti.

Salah satu cara menyiapkan dana khusus yang bisa cair saat-saat ‘masa pelik’ datang adalah dengan asuransi tadi. Masalah klaim yang kadang dijadikan momok bagi sebagian orang tak usah terlalu dikhawatirkan. Asalkan semua keterangan dan dokumen lengkap, proses klaim dapat berjalan lancar.

Pengelolaan keuangan jangan hanya memperhatikan rutinitas periodik laju uang keluar-masuk. Dalam masalah finansial terkini, investasi menjadi tak terelakkan dalam pengelolaan keuangan. Seperti penekanan di cerita di awal, “Sedia payung sebelum hujan,  sedia bunker sebelum badai.”

Investasi terdiri dari macam-macam level. Biasanya, makin besar keuntungan yang diharapkan di masa depan, makin besar pula resiko yang dihadapi. Pengelolaan resiko ini yang biasanya membuat banyak orang ragu. Padahal, investasi dengan resiko cenderung terukur sudah banyak yang ditawarkan. Salah satunya berinvestasi via asuransi.

Asuransi modern tak hanya menawarkan jaminan ‘pasif’ seperti misalnya asuransi yang bersifat proteksi murni. Salah satu keuntungan memiliki asuransi selain resiko yang fleksibel dan terarah adalah, “sambil menyelam minum air.” Menyiapkan proteksi sekaligus berinvestasi. Baik jangka pendek maupun jangka panjang.

perempuan masalah finansial

    • Untuk proteksi jiwa sekaligus investasi ada banyak pilihan produk. Fungsinya bisa bersifat jangka panjang atau pendek dengan fleksibilitas jumlah premi dan rentang periode yang bisa dipilih.
    • Untuk asuransi pendidikan atau pensiun di masa depan juga ada.
    • Perusahaan- perusahaan asuransi masa kini juga banyak yang menjalin kerjasama dengan bank-bank tertentu dalam penawaran produk asuransi.
    • Asuransi berbasis Shariah yang makin  mendapat tempat di tanah air.

Perempuan Layak Memilih 

Banyak pendapat yang seolah ‘mendiskreditkan’ seorang ibu rumah tangga yang tak punya penghasilan. Sementara saya rasa, kaum perempuan seharusnya boleh mempunyai pilihan. Hal yang paling sering menghantui untuk mengambil keputusan berhenti bekerja adalah ketakutan finansial jika tiba-tiba pencari nafkah keluarga tidak ada lagi. Entah bercerai atau meninggal dunia.

Saya selalu percaya, perempuan diciptakan tak sama. Saya menghargai sesama perempuan yang telah menikah jika memutuskan untuk terus berkarier di kantor demi penghasilan tetap. Saya mendukung penuh. Tapi saya pun menghormati rekan lain yang memutuskan untuk fokus di rumah. Walau seringkali, fokus di rumah tak berarti tak memiliki penghasilan sendiri.

Saya maklum, jika berkaca dari pengalaman beliau, Ibu saya awalnya tidak mendukung niat saya berhenti bekerja. Tapi sejujurnya, saya merasa setelah punya anak, prioritas hidup saya sudah berubah. Setelah sebelumnya, sejak lulus kuliah hingga 7 tahun penuh, merintis karier di kantor. Ini pilihan pribadi yang cocok untuk situasi dan kondisi saya. Perempuan lain tak harus menjalankan hal yang sama.

Apakah memutuskan untuk ikut berkarier di luar rumah, mencari penghasilan dari rumah, menghabiskan waktu berfokus pada anak semata, menekuni hobi tanpa perlu memikirkan materi… perempuan selalu layak untuk memilih tanpa tekanan apa pun :). Mari saling menghargai.

Ibu bekerja tak serta merta sanggup memikul beban keuangan jika mendadak harus ada dalam posisi kepala keluarga. Ibu rumah tangga tanpa penghasilan apa-apa pun bisa pun tak selalu pasti terpuruk jika harus ditinggal oleh sang pencari nafkah. Melek finansial adalah keniscayaan bagi seorang perempuan, apa pun status yang dipilihnya setelah menikah.

Mari menetapkan pilihan dan tetap cerdas menyikapi masalah finansial untuk sekarang, besok, dan seterusnya. Pilihan hari ini … penentuan penting untuk hari esok.

sun life cimbsunlife co id  masalah finansial

 

 

Hasil Tabayyun Simpang Siur Penetapan RUU Jaminan Halal oleh DPR September 2014

[HASIL TABAYYUN SIMPANG SIUR RUU JAMINAN HALAL OLEH DPR]

And again, adu domba agama lagi, hiks :'(.

Ini berawal dari beberapa teman yang ramai-ramai memposting berita dari Islamedia.com yang judulnya kalau gak salah, “RUU Jaminan Halal Disahkan, Hanya PDIP yang Menolak.”

https://www.islamedia.co/2014/09/ruu-jaminan-produk-halal-disahkan-hanya.html

Tapi terus muncul berita yang sama dari Tempo soal RUU Jaminan Halal disahkan. Bedanya, semua dikatakan setuju tanpa catatan sama sekali. Langsung mengutip ucapan Priyo Budi malah.

Okelah, Tempo kan ‘media kafir’ ya katanya hihihi. Media mainstream yang sudah melacurkan diri (katanya) *tsaaaahhh* . Link-nya gak usah dipasang lah yang dari Tempo, entar gue juga dibilang kafir kan repot yak *benerinJilbab*.

Mari cari berita dari situs lain yang agak ‘netral’. Ini yang dari Pikiran Rakyat. Pikiran Rakyat idem sama Tempo, disetujui tanpa ada penolakan sama sekali.

https://www.pikiran-rakyat.com/node/298443

Tapi, tapi, tapi jangan-jangan Pikiran Rakyat konspirasi jugak hahahahahha.

Terakhir cari ke okezone.com, ini kan situs berita pro ‘kubu sana’. Eh, isinya sama juga dengan Tempo.

https://news.okezone.com/read/2014/09/25/339/1044228/sah-ruu-jaminan-produk-halal-diketok-dpr

Yang bikin penasaran Islamedia.com itu dapat berita dari mana ya? Ada sih satu situs lagi yang memuat berita tendensi sama dengan Islamedia yaitu…suaranews.com . Tapi sumbernya ya dari Islamedia *gubrak*.

Naaaahh, setelah menelusuri komen-komen dari FPnya Islamedia, ketemu sumber beritanya dari www.halalmui.org ternyata.

https://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/detil_page/8/213

Sebagai mantan orang IT, naluri tabayyun secara teknis langsung menggelegak, bahasa lo, Kakaaaaa 😀. Soalnya saya lihat indeks berita di halalMUI sudah masuk 2 ribuan. Lihat tuh angka di belakang, itu biasanya urutan berita.

Langsung feeling lah, ini pasti berita lama. Dari 213 ke 2 ribuan itu mundurnya jauh banget. Gak susah sih ngeceknya karena HalalMUI sudah bikin page-page di bagian berita . Benarlah ternyata, judul aslinya “RUU JPH Masuk ke Paripurna” per tanggal 09/11/2011. Berita 3 tahun lalu! Isi redaksinya persis seperti yang dicopas di Islamedia. Aha! Eureka!

Jadi, asyik juga nih situs Islamedia. Mereka mencopas berita tahun 2011 dengan menggunakan redaksional hasil keputusan rapat tanggal 26 september 2014 kemarin hihihihi. Pinternya kagak ketulungan dah 😀 😀 😀.

Ada pun di www.halalmui.org berita terbarunya ya sama kayak di Tempo, Okezone,, Pikiran Rakyat dll. Bahwa RUU nya sudah disahkan dan disetujui oleh semua fraksi tanpa ada catatan sama sekali .

https://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/detil_page/8/2290/30/1

Moral of the story 1 : Alhamdulillah ya, ini tentunya kabar gembira untuk kaum muslim di tanah air. Untuk pihak-pihak yang mencoba mengail di air keruh, yah, saya selalu percaya, niat jahat itu akan kembali kepada pelakunya 🙂.

halalmui

Moral of the story 2 : Saya menolak ah untuk ikut mencaci maki macam komentar-komentar silet di fanpage Islamedia itu. Hihihihi, ada yang sebut-sebut PDIP=babi segala . Tentu saja disertaii dengan serangan-serangann kepada orang-orang yang memilih Jokowi dan PDIP. Susah memang untuk MOVE ON! hahahaha.

Maka dari itu, teman-teman pro Jokowi menyikapi penolakan terhadap Pilkada DPRD, yuk kita jangan lakukan hal yang sama . Kalian tidak suka kepada koalisi merah putih jangan nyasar ke mana-mana lho ya makiannya . Salam damai selalu . Banyak kok teman-teman saya yang pro Prabowo tapi juga pro Pilkada Langsung. Mereka sudah move on. Hargailah . Jangan dinyinyirin melulu.

Kalau masih ada yang nyinyirin ke kubu Jokowi ya udah, sih. Ingat-ingat saja betapa susahnya dulu kita MOVE ON dari mantan pacar. Eh, itu sih saya yak hahahhaha. Don’t worry, ternyata dapat ganti yang jauuuuhhh lebih baik. Gombal jalan terus ya, Kakaaaa hahahahahaha . Empati sajalah. Jangan diterusin. Capek gilak! :p

Moral of the story 3 : tabayyun ya teman-teman . Kalau ketemu berita negatif, memang sih, paniknya duluan. Macam saya yang kemarin baca FB mau berbayar langsung heboh hahahahaha. Logika mendadak hilang entah ke mana. Eh ternyata hoax. Untung belum share ke mana-mana 😀.

Ini berlaku untuk berita negatif apa pun, tanpa memandang kubu-kubuan atau SARA.

Moral of the story 4 : maaf merusak hari minggu kalian, ya! Hahhahahaha. Ya tapi tetap harus diluruskan dong, ya. Biar tidak menjadi polemik berkepanjangan nan tidak penting. Sekali lagi… muter-muter di isu-isu ginian, capek gilak!

Semoga niat baik dilindungi Allah SWT. Yang tidak baik, didoakan saja biar baik . So tidak ada ruang untuk maki-makian yoooo ;).

Sekali lagi 4 x 4 = 16, sempat tidak sempat  jangan gampang panas! ;). 

Live With Honour

Saban tim sepakbola MU bertanding, siapa pun lawannya, berasa ada pertandingan juga di linimasa 😀. Apalagi kalau berhadapan dengan tim-tim yang juga punya fans kelas kakap macam Liverpool.

Nah, kalau tim andalan kalah, otomatis para fans harus ikut menanggung malu hahahahaha. Ngefans kok ama tim, ama orangnya dooooonggg. Cari yang ganteng, nanti di mana pun tim yang dia bela, kita siap mati untuk beliau!  Becanda yaow :p.

Brazil - Crying fans :D (gambar : www.huffingtonpost.com)
Brazil – Crying fans 😀 (gambar : www.huffingtonpost.com)

Yang saya bingung, misalnya MU kalah, fansnya sibuk bener cari pembenaran. Kalau diledek, biasanya galakan dia hihihi. Ya berlaku untuk fanboy-fanboy tim lain. Termasuk fangirl Jokowi yang satu ini nihhhh –> tunjuk diri sendiri 😀.

The thing is … kita tidak pernah harus bertanggung jawab atas kesalahan orang lain. Walaupun orang tersebut adalah idola kita atau siapa kita misalnya. Macam banyak orang sering menyangka kalau ada anak durhaka, nanti orang tuanya juga masuk neraka. Aturan dari maneeeeee :p.

Another thing is … semua manusia itu pasti punya salah. Suatu kali akan berbuat sesuatu yang tidak benar atau kurang tepat.

Apa suka ya kalau misalnya entar Jokowi ada apa-apa kita pula yang disuruh ikut tanggung jawab? Macam kalau saya ngefans sama penulis tertentu, terus tahu-tahu dia bikin buku yang isinya dikritik orang terus saya harus ikut merasa bersalah dan klarifikasi?  Believe me, ini pernah kejadian! 😀

Nah, begitu pula dengan sebaliknya. Dulu kan bete, ya, kalau pilih Ahok terus dibilang kafir? Vice versa dong, teman-teman. Utamanya bagi yang sekarang lagi gondok sama UU Pilkada via DPRD yang baru saja disahkan, ehhhh malah meributkan orang-orang yang dulu memilih partai/presiden dari koalisi yang pro UU Pilkada via DPRD ini.

Pakai nyuruh-nyuruh mereka menyesal segala? Hahhaahaha. Padahal sendirinya bete dulu ada lagu “Salam Gigit Jari” sebagai ledekan bagi fans Pakde yang juga dituntut harus menyesal. Menyesal-nya cepet amat, dilantik aja belon cobak :p.

Kalau kata Karen Armstrong, salah satu keutamaan Nabi Muhammad yang sangat digarisbawahinya adalah sifat COMPASSION. Tidak melakukan hal-hal kepada orang lain dimana kita tidak suka jika diperlakukan sama.

Gampang, ya. Gampang dibaca, penerapannya luar biasa ribet hihihi. Iya, saya juga sering merasa ribet. Ingatnya pas jadi korban, tapi begitu ada kesempatan membalas, langsung deh buyaaarrrrr hahaha.

But now, I remember 🙂. Saya sebal kalau Jokowi atau Ahok (katanya) melakukan blunder, eh kita-kita pula dipaksa mengaku menyesal. Therefore, when we have a chance to do the same…then DONT! 😉

Kalau kalian sama seperti saya, patah hati tiada terkira saat akhirnya UU Pilkada via DPRD benar-benar disahkan, jangan ngamuk dan memaki-maki tak tentu arah. Dear, kurang banyak itu dosa??? :p

Kecewa mah pasti, ya. Kesel apalagi. Tapi kan ternyata masih ada jalannya. Konon, Kang Emil dkk sudah berniat maju ke MK untuk peninjauan ulang terhadap undang-undang ini. Yang lebih penting kita lakukan adalah menyuarakan dukungan kita. Yang disuarakan dukungan kita kepada penolakan undang-undang tersebut. Bukan makian kita kepada yang ikut menyetujui apalagi lebih gak nyambung lagi, memaki-maki teman kita yang dulu memilih-milih partai ini.

Santai dong, ah, PDIP dan partai-partai lain yang mendukung‪#‎pilkadaLangsung‬ apakah suci tanpa dosa? Kebeneran aja sekarang mereka yang jadi ‘jagoan’nya di versi yang kita dukung.

Iya sih, kecewa juga dengan sikap SBY. Tapi tak berarti serta merta dia menjadi orang paling jahat seIndonesia kan, ya . Yes, he did a terribble thing according to that drama he created yesterday. Tapi kalau saban ada yang begini, disembur-sembur melulu, ya nanti kalau kita yang ada di posisinya piye dong? Siap ndak? Yang wajar-wajar sajalah. Secukupnya biar enggak over dosis.

Capek, ah, kalau balas-balasan memaki. Again…masih kurang banyakk itu dosa? hahaha

Mending ikutan saran yang ini nih ^_^

pilkada langsung

Saya kutip lagi petuah Dumbledore yang paling saya suka, “Apa pun yang terjadi pasti akan terjadi. Kita hanya harus menghadapinya.”

Tapi dihadapi dengan cara terhormat. Tunjukkan dong, kualitas terbaik kita di masa-masa penuh dengki macam sekarang. Orang macam apa kita dalam menghadapi hal-hal seperti ini. Tujuannya kan biar didengar dan pesannya sampai, toh, ya. Atau memang ada yang tujuannya melampiaskan benci doang?

Konon kata orang bijak, kebencian itu seperti api. Yang sanggup membakar habis segalanya 🙂.

Saya juga kurang tahu sih harus ngapain selain kepikiran untuk ikutan pakai twibbon macam di profile pic di berbagai media sosial barusan. Hihihihi. Nampak kali banci twibbonnya 😀.

direct side full

And i Know beberapa teman saya bosan banget saban diminta ikut tanda tangan petisi ini itu. Habis saya enggak tahu harus bagaimana menyatukan suara kita agar bisa lebih tepat sasaran .

“Ah, petisi gituan mana ngaruh.”

Memang mungkin tidak berpengaruh. But remember … again and again, God never requires us to succeed. He only requires that we try” .

So, let’s give it a try, jika berkenan, dukung #pilkadaLangsung via petisi ini . Tanda tangani dan sebarkan –>https://www.change.org/p/mahkamah-konstitusi-ri-membatalkan-uu-pilkada-oleh-dprd

Jangan marah-marah jangan ngamuk-ngamuk. Sumpah deh, gak guna . Yang dimaki kemungkinan besar tidak peduli dan kok ya kita jadi kelihatan gimanaaaa gitu . Live with honour, teman-teman. Always live with honour.

Apa pun hasilnya kan kita sudah berusaha optimal, ya. Kalau nanti pun tidak kejadian, ya mau gimana … just keep praying .

The best thing one can do when it’s raining is to let it rain.
-Henry Wadsworth Longfellow-

Tapi kalau masih mendung-mendung dan nampaknya masih ada kemungkinan enggak hujan sesuai lirik lagu “mendung tak berarti hujan”, tak ada salahnya berdoa biar hujannya enggak jadi aja kan? . Berdoa … bukan memaki 🙂.

praying hands oprah com