The True Legacy

“Prestasi orang lain itu harus terukur. Kita enggak bisa menilai dari apa yang baru/akan/hendak/sedang dilakukannya. Hasilnya yang penting. Kalau sudah ada hasil, baru bisa dibilang prestasi.” (Lupa baca di mana hihihi).

Ada benarnya. Tidak salah sama sekali.

Gambar : invertis.org
Gambar : invertis.org

Tapi mari kita menengok sedikit ke belakang. Saya ambil dua tokoh di dunia humanisme (biar netral) yang namanya masih bergema bahkan setelah bertahun-tahun wafatnya, Gandhi dan Bunda Theresa. Saya kebanyakan baca tentang India dan dengar cerita-cerita tentang India dari teman-teman di sini, nih, jadi ingatnya mereka terus hihihi.

Apa sih prestasi Gandhi? Kalian pikir India merdeka karena perjuangan Gandhi doang. Bahkan, menonjol pun tidak. Di sejarah India sendiri, masih banyak tokoh-tokoh lain yang dianggap lebih berpengaruh dan berdiri di garis paling depan dalam rangkaian panjang kemerdekaan Sang Negeri Seribu Dewa :).

Tokoh perdamaian kah Gandhi? Hm, enggak juga. Karena beliau justru terbunuh saat mencoba mendamaikan penganut Hindu dan kalangan muslim yang terus bertikai saat kemerdekaan telah direbut. Setelah Gandhi wafat, jadi langsung kelar seketika sentimen agama antara Hindu vs Muslim? Enggak juga, tuh.

Bunda Theresa yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kalangan miskin di India. Apa berhasil usahanya? Terhapus gitu penduduk miskin India? Jadi berkurang kah? Coba tengok langsung ke sana. Menemukan penduduk di pemukiman kumuh di banyak wilayah India itu … semudah membalikkan telapak tangan. Itu adalah fakta yang masih ada hingga sekarang. Jadi, mengapa kita harus mengenangnya? Prestasinya apa?

Memang, mereka berdua mungkin tidak pernah melihat perdamaian seluruh umat di negerinya dan pemerataan kehidupan sosial yang mereka perjuangkan mungkin lebih dari separuh hidup mereka.

Gandhi mengajarkan kita untuk melawan orang yang kita sakiti tidak dengan sama-sama menyakiti. He wanted us to (always) fight with love :’). Gandhilah yang selalu meyakinkan dunia, bahwa kekuatan terbesar di muka bumi itu adalah CINTA. CINTA kepada siapa pun. Konon, salah satu alasan Gandhi menjadi vegetarian karena rasa sayangnya kepada para binatang dan lingkungan :).

Gambar : webneel.com
Gambar : webneel.com

Bunda Theresa membuka mata kita terhadap kemiskinan. Tidak hanya dengan bikin fanpage (eh, belum ada ding! hihihi) atau tebar selebaran atau berceramah di atas mimbar. Perempuan kelahiran Albania ini, terbang jauh-jauh dari Irlandia setelah selesai sekolah agama, menuju India. Melihat maraknya kemiskinan di sana, hatinya langsung terikat. Di sanalah beliau berjuang hingga akhir hayatnya.

Dia tidak memaki-maki dunia atas ketidakpeduliannya. Dia tidak memaksa orang lain untuk menyumbang uang. Dia menggendong sendiri anak-anak kecil dari kawasan kumuh yang dilihatnya tumbuh liar tanpa orang tua. Dia membasuh sendiri luka-luka mereka. Luka fisik dan luka batin sekaligus :).

Awalnya bersama beberapa temannya. Akhirnya banyak relawan yang bergabung. Banyak yang tergugah dan ikut menyumbang. Meski sudah mendapat perhatian dari banyak pemimpin dunia dan dikelilingi banyak sekali relawan,Bunda Theresa tidak pernah menyerahkan tampuk kepemimpinan pada siapa pun dan tidak berhenti terjun langsung. Hingga di bulan September 1997, salah satu inspirator terbaik di abad ke-20 ini menghembuskan nafasnya yang terakhir dan membuat dunia berkabung.

bunda teresa

Kontroversinya juga minim kan? Karena mereka berdua inspirasi bagi amalan muamalah/kemanusiaan yang universal. Sesuatu yang sifatnya sanggup menembus dinding-dinding perekat sekuat agama sekali pun :).

Jadi sebenarnya ya, mengapa kita harus memaksa? Apa yang mau dipaksakan coba? Jika mimpi kalian adalah melihat dunia ini aman, damai, teratur, tidak ada perang, semua orang hartanya sama, minimal beda-beda tipislah antara si kaya, si menengah dan si miskin … itu tidak salah.

Jika kalian bercita-cita, ah, indahnya kalau semua orang masuk Islam. Sementara yang rajin ke gereja juga menyimpan keinginan untuk melihat seluruh dunia sapu bersih beragama Nasrani semua. Sah-sah saja.

Kalau kata Cak Nun, kalau orang Islam itu yakin Kristen yang benar, ya ngapain dia tetap memeluk agama Islam? Dan kalau orang Kristen yakin Islam itulah yang lebih mulia, ngapain tetap ke Gereja? Logika simpel begini lho, Kakaaaaa :p.

Kalau kata Bang Saief Alemdar, semua orang akan merasa bahwa masakan ibunya lah adalah masakan terenak di dunia. Tidak terbantahkan itu. Tapi ingat, tidak hanya kalian, semua orang juga begitu. Jadi, pujilah masakan ibu kalian di meja makan masing-masing.

Tidak perlu berkoar-koar tentang enaknya “Nasu Bale” bikinan ibunda tercinta pas lagi makan di rumah teman. Apalagi kalau teman kalian orang Batak. Karena nasu bale a.k.a pallu mara itu hanya ada di Sulawesi Selatan hihihihi :p.

Pesannya simpel kan, jangan memaksakan hal-hal yang kalian sudah tahu tidak akan pernah terjadi. Walau kebaikan di dunia adalah hal yang harus kita perjuangkan sama-sama, tapi ingat … hasil tidak sepenting yang kalian pikirkan ;).

Prosesnya yang lebih penting. Karena hal-hal yang kalian wariskan kepada dunia itu tidak hanya semata-mata prestasi yang katanya harus terukur itu. Siapa yang bisa mengukur prestasi Gandhi, Bunda Theresa, atau tokoh lokal seperti Bung Hatta? Bung Hatta cuma wakil presiden. Beliau memperjuangkan Ekonomi Koperasi tapi “kalah” oleh “ego” Bung Karno yang lebih ingin Indonesia ditakuti di dunia internasional?

I’m a big fan of both of them. Tapi dua-duanya manusia biasa, kok. Ada lebihnya, ada kurangnya :). Kalau Bung Karno mudah kita ukur prestasinya. Tapi Bung Hatta? Lebih banyak diam, berbicara aktifnya dengan pena di atas lembaran kertas, tak terlampau cakap berbicara menggugah semangat.

Ingat, kita tidak harus membuat dunia sejahtera, tidak harus membuat semua orang memeluk agama yang sama dengan kita. Tapi ingat, kita HARUS menjaga diri agar tidak membuat kerusakan. Tuhan pun berkali-kali mengingatkan bahwa Tuhan paling tidak suka dengan orang-orang yang berbuat kerusakan.

Jadi, mengapa untuk hal-hal yang tidak wajib kita capai itu kita harus melanggar hal-hal yang justru wajib kita patuhi? Hasilnya yang tidak wajib lho, ya. Usahanya sih wajb. Makanya, selalu selaraskan usaha dengan ajaran-ajaran Tuhan yang lain :).

Dengan tidak menyakiti orang lain tidak merugikan siapa pun yang tidak ada sangkut pautnya. Bersikap adillah sekali pun benci sudah merasuki sekujur tubuh. Membenci itu wajar banget, tidak mungkin kita mau suka pada semua orang. Situ malaikat? :p.

Tapi menebarkan kebencian itu hal yang lain lagi teman-temanku :). Menebarkan kebencian adalah hal yang bisa kalian kontrol. Itu bukan sifat manusiawi. Kita pun sebenarnya tidak dilahirkan untuk membenci. Kita harus diajari untuk membenci. Tuh, untuk membenci pun sebenarnya bukan sifat alami manusia.

Gambar : minglecity.com
Gambar : minglecity.com

Apalagi menyuruh-nyuruh/memprovokasi orang lain untuk ikut benci dengan menebar hasad/dengki/berita bohong/ atau apa pun lah namanya. Walau setengah mati kalian bungkus dengan ayat Tuhan, mencoba berlindung di balik ajaran agama, hasad/dengki/berita bohong tetaplah hasad/dengki/berita bohong :). Bukan perbuatan mulia.

Saya ulang penggalan kalimat saya di tulisan “Rumours have it all” : Kalau kalian ngeyel bahwa pesan tulisannya bagus. Ingat saja, sebuah rumah yang kokoh pasti akan terbangun dari batu bata terbaik, semen yang berkualitas, pondasi yang kuat, dan bukan kayu yang abal-abal :). Tujuan mulia apa bisa tercapai dengan berita bohong/hasutan/dengki? :). Seperti air yang tak akan bisa bercampur sempurna dengan minyak. Begitu juga kebaikan vs keburukan ^_^.

Untuk apa sih? Kalau sedemikian terluka hati kalian, sedemikian sakit hati kalian, mengapa tidak mengadu kepada Sang Pemilik Hati? Hati-hati. Jangan sampai tergoda untuk berdoa yang buruk-buruk. Karena doa itu, apa pun isinya, bisa kembali kepada pemiliknya. Itulah mengapa kita selalu dianjurkan berdoa yang baik-baik. Supaya Tuhan juga selalu memberi kebaikan kepada diri kita sendiri :).

Jika sesak nafas saking bencinya pada sesuatu/seseorang yang rasanya sudah di luar kuasa kita untuk mengubahnya … maka berdoalah :). Berdoa yang baik-baik. Jangan menyakiti diri sendiri dengan prasangka buruk apalagi sampai harus memprovokasi orang lain untuk ikut berprasangka. Kalau mendoakan saja terasa sulit, setidaknya jangan berprasangka buruk apalagi menebarnya.

Jika mau dilawan, lawan dengan hal-hal yang benar :). Kekerasan dalam bentuk apa pun is so last year kalau kata abege sekarang ;). Lebih dari ribuan tahun lamanya, peradaban manusia berusaha saling menaklukkan via kekerasan, it never works that way. Tidak pernah berhasil. Bedakan dong antara qisas dengan balas dendam. Totally different. Dan bukankah memaafkan itu lebih baik bagimu? :).

You are what you do :). Itulah jejak yang akan kalian tinggalkan. Our true legacy. Semua jerih payah pasti akan terbayar. Tidak kurang satu sen pun, tidak akan lebih satu rupiah pun :D. Asalkan patokannya jangan hanya duniawi saja ;).

Kalau you are what you achieve, kasihan dong almarhum bapak saya misalnya. Apa pencapaiannya? Sampai meninggal pun, utang di bank tidak ada yang berhasil dilunasi. Anak-anak belum ada yang lulus. Boro-boro kios sukses, malah sampai rumah pun harus digadai demi bayar utang hehehe. Prestasi macam apa itu? 😀

But of course, we, his children, remember him in a very different way :). Kami menjadi saksi betapa kerasnya beliau berusaha semasa hidupnya walau hasil jauh dari harapan ^_^.

Makanya, hasil mah, itu urusan NANTI. Waktu yang akan membuktikannya. Siapakah Sang Pemilik Masa Depan dan Sang Penguasa Waktu? Maka hanya kepadaNya lah kita harus selalu berharap :).

Ngoceh panjang lebar mau menyindir siapa? Ya mau sentil diri sendiri lah hehehe. Salam damai, jangan ada yang sensi :).

***

This Best Feeling in The World ^_^

Waktu pindah kerja, gaji naik. LIngkungan kerja berubah. Isenglah saya meng-upgrade merek kosmetik. Eh, setelah pakai bedak yang agak mentereng, entah kenapa kepikiran gini, “Ish, sayang nih, muka udah agak bagusan, masa sepatu masih gocap!” Hahahhahaha. Apa coba hubungannya? -_-.

kata kata hidup sederhana
Sumpah, ini bukan saya! Hahaha (gambar : commons.wikimedia.org)

Terasa enteng saja mau beli sepatu yang agak bagusan. Merasa berhak. Helooooo … gaji sudah naik toh ya? :p. Punya sepatu agak bagus, pikiran makin korslet, tas gimana tas? Masa mau terus-terusan pakai yang gocapan? Hihihihi. Beli deh tas yang agak bagusan :D.

Dari tas, makin gelisah, “Tas oke, sepatu maknyus, baju gimana baju? Celana gimana celana?”

Pergilah ke toko-toko baju yang agak bagusan. Biasanya kan berkeliaran di ITC ajah hihihihi. Nah, pas beli baju ini kepikiran lagi, “Hm, dalam seminggu harus 5x ganti baju + celana. Enggak lucu dong, hari senin pakai baju mahal, selasa balik ke yang gocapan. Berarti harus agak banyak nih belinya.”

Huaaaaa, lagak lagunya yang sudah punya gaji lebih :D. Bolak balik masuk ruang ganti nenteng-nenteng baju dan celana. Sesuatu yang tidak lazim dilakukan dulu.

Waktu itu saya ingat, kartu ATM saya bermasalah. Kartu kredit ketinggalan di rumah. Uang cash seadanya saja. Bisa sih, keluar sebentar narik tunai di mesin ATM, tapi udah capek gonta ganti baju dan bergaya bak model depan kaca ruang ganti hahhhahahahaha. OKB sekaleeeeee :p.

Untuk ke toko baju dengan leluasa memang hanya memungkinkan dilakukan di hari libur saat weekend. Malas ngajak pacar. Dia bawel hahahaha. Ya sudah, ayo kita tunggu minggu depan.

Best Feeling in the world Gambar : telegraph.co.uk
Gambar : telegraph.co.uk

Sembari menunggu itu makin macam-macam ya pikiran. Dari baju sekarang mau coba upgrade celana/bawahan. Terus diceritain soal krim muka macam-macam sama teman. Ada yang bisa bikin muka jadi kinclong kayak artis gitu lah. Gagal jadi artis, ya tidak mengapalah minimal bisa mirip artis hahahaha.

Nah, terus jadi mikir lagi, apa nanti bakal naik metromini atau KRL ekonomi terus? Sepatu bagus, tas bagus, baju juga sebentar lagi bakal mau dibeli, dan lain-lain apa masih pantas naik metromini? Gengsi dong! :v :v :v.

Terus nanti kalau sudah naik taksi, tempat kos harus pindah dong. Dan apa mungkin dengan penampilan yang nanti dikhayalkan mentereng begitu masih mau makan siang di tempat ecek-ecek? Makin panjang saja ceritanya :D.

Lama-lama saya menertawakan diri saya sendiri. Hahahahahaha. Sampai kapan mau begitu terus? :p.

Subhanallah, lemahnya kita sebagai manusia ya :).

For your info, weekend berikutnya tidak satu pun saya beli baju-baju yang sudah habis-habisan saya jajal di kamar ganti toko seminggu sebelumnya :). Belum apa-apa sudah capek dulu mikirinnya hihihihi.

Sudah terbebani duluan. Kalau baju-baju bagus apa bisa dimasukin laundry kiloan murah meriah standar mahasiswa di sekitaran kos saya? Jangan-jangan saya juga harus mempertimbangkan gimana biaya perawatan bla bla bla nya :D.

Karena untuk urusan tas saja, kakak saya berceramah panjang lebar kalau tas biar awet itu harus begini begitu. Repot amat! Ah, enakan pas tas murmer. Habis pakai bisa langsung lempar sana sini tanpa harus khawatir bakal rusak apa gimana-gimana hihihi. Rusak pun tak perih hati ini mengenang harganya :p.

Dan memang terasa, sekali melangkah, cukup susah untuk direm. Karena tidak ada habisnya. Tas yang dulu dirasa keren seantero jagad raya, hanya dalam tempo sebulan sudah terlihat membosankan. Pengin punya lagi dan lagi. Sepatu juga begitu. Baju apalagi karena mode kan berkembang pesat ya :D.

Saya merasa pantas, merasa berhak. Untung cepat-cepat disentil sama Tuhan hehehehe. Jangan belagu, Neng. Baru gaji segitu :p.

Setelah menikah kalau tak pandai menguasai diri mungkin akan terjebak dalam pusaran yang sama. Contoh : habis beli rumah. Saatnya ngisi rumah. Awalnya mungkin sederhana saja. Punya duit lebih, mulai gonta-ganti. Ganti televisi dulu. Ganti yang gede. Terus terpikir, televisi gede kok sofanya gini doang. Ganti sofa. Eh, sekalian sama meja satu set ah, masa sofa udah keren, mejanya kucel.

Habis itu, merasa perlu punya rak. Abis itu masa sofa set sudah keren ada rak pula, lantainya enggak pakai karpet? Beli karpet baru. Karpet keren, masa lampunya cimik-cimik? Beli lampu kristal! :D.

Hingga akhirnya terasa … kok rumahnya jadi kecil ya? Yaiyalah, beli-beli barang melulu hihihihi. Suami sudah punya duit lebih. Ya beli rumah baru dong. And here we go again. RUmah baru lebih besar. Semua barang-barang tadi terasa tidak cukup. Ganti lagi. Televisi yang lebih besar lagi,, sofa yang lebih mewah lagi, lampu kristal yang susunannya lebih panjang lagi, endebre, endebre, endebre…

Best Feeling in the world (gambar : buyinghouse.info)
Ini juga bukan rumah saya la yaowww! 😀 (gambar : buyinghouse.info)

Mau sampai kapan? :).

Kapan tenangnya hidup? Ada uang lebih, upgrade gaya hidup. Uang lebih banyak lagi, upgrade gaya hidup. Dari isi rumah merembet ke tempat liburan, tempat makan, merek mobil, endebre, endebre, endebre.

Why not? Uangnya ada. We deserve better!

Really???

Ternyata rumusnya bukan begitu. Jangan sampai kita menyandarkan makna hidup pada dinding yang salah. Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi banyak orang. Bukan merek baju atau tasnya, ya, Kakaaaa hehehe ;).

Karena kalau keinginan terus yang kita ikuti, tidak akan ada habisnya. On and on and on … Harta itu memang cobaan ya ternyata.

Mengapa harus begitu? Uang sedikit, uang banyak, tak ada yang harus diubah ^_^. Suami gaji rupiah, gaji dolar, gaji riyal, gaji euro, merek bedak tidak harus ngikut kurs kan? Hihihihi. Merek parfum tidak harus otomatis berganti begitu angka di tabungan suami melonjak naik :D.

Bagus kalau takdir membawa kita ke posisi yang lebih baik. Tapi kalau sebaliknya. Nasib malah menjatuhkan kita ke bawah? Susah kan? Sudah biasa pakai yang mahal-mahal, makan mewah-mewah, liburan keren-keren, apa sanggup downgrade ke bawah? Belum menahan gengsi dan malu :D.

Mendingan kita biasa-biasa saja terus. Harta berlimpah, harta pas-pasan, tak perlu jor-joran ^_^. Tetap stabil. Sehingga hidup kita tak pernah dikendalikan oleh kemewahan. Tak sebegitu terluka saat tadinya bergelimang harta harus tiba-tiba terhempas jatuh :(. Jangan gengsi naik angkot walau suami sanggup beli pesawat! Ha? Suaminya kerja di mana Mbak? Hahaha.

Banyak barang itu banyak pikiran. Iya gak sih? Pusing saban mau keluar rumah. Mau pakai baju yang mana, jilbab yang mana, tas yang mana. Coba punya mantel cuma satu biji. Setiap mau keluar rumah, tidak rusuh pikiran! Wong cuma punya satu! Hahhahaahha. Satu lagi lah buat emergency in case yang satunya kotor padahal winternya bisa berbulan-bulan ;).

Sepatu punya 10 pasang! Saya jamin pusingnya 5 x lebih berat daripada yang cuma punya 2 pasang! :v :v.

Kalau pesan Warren Buffet, “Manusia yang membuat barang. Bukan barang yang membuat manusia.”

Jangan sampai kita berusaha mengidentifikasi diri kita, menunjukkan diri pada dunia berdasarkan barang yang menempel di badan. Terbalik ittuuhhhh! :D.

Again .. jangan menyandarkan hidup pada dinding yang salah ;).

Ini nasihat buat saya juga hihihihi. Maklumlah, perempuan gitu lho :v :v :v. Pegangan mesti kenceng di musim diskon begini hahahahhhha.

Letakkanlah dunia di tanganmu, bukan di hatimu. Jangan sampai tertukar. Di tanganmu, bukan di hatimu ;).

The best feeling in the world is realizing that you’re perfectly happy without the thing you thought you needed
– marxie

Have a nice weekend ^_^.

kata kata hidup sederhana
Gambar : radioparadise.com

 

e-Hate, Bisnis Baru yang Menjanjikan?

There’s a saying, “Rumours are created by haters, spread by fools, and accepted by idiots.”
Don’t be ANY of them ;).

e-hate
Gambar : getthelowdown.co.uk

Hati-hati teman-teman, sekarang sudah ada bisnis baru yang namanya e-hate. HIhihi. Tidak sengaja beberapa waktu lalu membaca joke soal e-hate ini di wall seorang teman.

Ada pihak yang sengaja menebar hasut dan rasa dengki demi memancing like/share/komentar/hit orang lain di portal/situs/fanpage mereka :).

Yang harus kalian pahami, mereka tidak peduli bobot berita atau kebenaran dari hal-hal yang mereka sampaikan. Karena memang BUKAN itu yang dicari. Di dunia maya memang ada bisnis seperti  e-hate ini. Entah mereka mengejar pendapatan dari google adsense misalnya.

Kami, para blogger, banyak yang memanfaatkan adsense ^_^. Ada yang tak segan-segan membuat judul provokatif demi meraup jumlah klik dan merebut tempat di Hasil Pencarian Google ;).

Di Facebook juga banyak iklan-iklan model begini ;).

 

Toh, internet tidak bisa melacak mengapa portal/situs/fanpage bersangkutan bisa ramai pengunjung/like/share/hit/komentar. Tapi makin besar jumlah pengunjung/like/share/hit/komentar, ada sejumlah materi yang bisa didapatkan oleh pemilik portal/situs/fanpage. Tidak berlebihan rasanya jika ada bisnis baru yang dinamakan e-hate ini :p.

Berita hoax ini macam-macam. Tidak hanya soal politik. Beware ya, jangan sampai mereka dapat duitnya, kalian dapat dosanya doang :p.

Kalau kalian ngeyel bahwa pesan tulisannya bagus. Ingat saja, sebuah rumah yang kokoh pasti akan terbangun dari batu bata terbaik, semen yang berkualitas, pondasi yang kuat, dan bukan kayu yang abal-abal :). Tujuan mulia apa bisa tercapai dengan berita bohong/hasutan/dengki? :). Seperti air yang tak akan bisa bercampur sempurna dengan minyak. Begitu juga kebaikan vs keburukan ^_^.

e-hate
Gambar : drgerrylewis.com

Masih meremehkan dampak negatif dengan kebiasaan menyebarkan hoax/hasutan/dengki yang marak lewat e-hate  ini? Maka ingatlah kasus Nayirah, salah satu pembawa berita palsu sebelum Perang Teluk 1.

Perang Teluk I yang melibatkan Irak, Kuwait dan Amerika Serikat dipicu oleh sebuah berita hoax yang sarat kebencian dan hasutann tingkat tinggi. Hoax nya sendiri berhasil dibongkar. Sayangnya, terungkap setelah ratusan ribu nyawa melayang sudah :(.

Dan kalau kalian mengira, perang Teluk ini ada masalah sentimen agama maka kalian salah besar. Ini sesungguhnya perseteruan Kuwait vs Irak. Di mana Kuwait dan sekutunya, Arab Saudi, “mengundang” Amerika Serikat untuk “menyelamatkan” mereka.

 

Amerika Serikat sih tidak peduli apakah orang-orang di Timur Tengah menyembah batu kek, menghamba pada pohon kah, atau Budha atau Hindu bahkan muslim, yang penting bagi mereka, “Bagi minyaknya dong, Kakaaaaaa” hahaha.

Hati-hati buat kita semua ^_^. Termasuk saya hihihihi :p.

Jangan-jangan benar, saat kita menyangka dunia sudah berlepas dari thagut kala animisme dan dinamisme telah runtuh, ternyata sudah ada thagut baru yang makin tak terbendung pengaruhnya –> Uang :).

Jangan  menggadaikan kehormatan hanya untuk menunjukkan kebencian. Ruginya dobel ;).

Membenci memang wajar, kita manusia biasa. Tapi menebar kebencian itu hal yang lain lagi ;). Don’t!

Saya kutipkan sebuah komentar dari seorang teman di wall FB tempo hari : “Malanglah buat para PEMBENCI, orang/sesuatu yg dibencinya itu senantiasa memenuhi PIKIRANnya. Bahagialah buat para PENCINTA, orang/sesuatu yg dicintainya itu memenuhi ruang HATInya …”

Ada banyak sekali sebenarnya kebaikan yang bisa kita tuai dan kita sebarkan via kecanggihan internet ini. Stay away dari macam-macam hasut dengki. Percayalah, kebencian itu seperti api. Yang sanggup membakar habis segalanya. SEGALANYA. Do not Support E-HATE. Say no to hoax! Stay positive! ;).

e-hate
Gambar : llikethedew.com

Dari Biara Tua Hingga Hiking di Bukit ala Fore Abbey

Kalau jalan-jalan Irlandia peninggalan kuno paling banyak ya abbey-abbey gitu . Biara-biara dari abad pertengahan masih banyak yang bisa dilihat puing-puingnya. Di county mana saja, bahkan di tiap kota, pasti salah satu daya tarik turis andalan adalah … biara atau kastil :D.

Jalan -Jalan Irlandia
Fore Abbey

Ke Fore Abbey ini pas baru pulang mudik bulan Agustus kemarin. Maksudnya mau merefresh pikiran sehabis wara wiri berminggu-minggu di kota Metropolitan hihihi. Sengaja nyari tempat-tempat yang berbau-bau bangunan lama dan kalau bisa banyak rumputnya lah pokoknya

Jadi deh, weekend pertama after mudik kita ke Fore Abbey ini. Tentunya setelah memastikan bahwa tempatnya…gratis!!!! Hahahhahahahhaha.

Jalan-Jalan Irlandia

Tempatnya memang cukup keren. Rumputnya ada, kastil-kastilnya juga masih bisa dinikmati sisa-sisa bangunannya. Di sekitarnya banyak hewan-hewan ternak yang lagi merumput. Kalau kata suami saya, di Irlandia ini jangan-jangan jumlah sapi/domba nya lebih banyak daripada jumlah manusianya hihihi :p.

Jalan-Jalan Irlandia

Anak-anak bangor ini ampun deh pas di dalam kastil yang gedenya. Maksa manjat-manjat sampai ke atas-atas. Tidak begitu ramai saat kami ke sana, jadi saya cuekin saja ini anak 2 kalau lari-larian di sana. Kalau banyak orang biasanya lebih dikontrol. Biar tidak mengganggu orang lain.

Jalan-Jalan Irlandia

Kastilnya sudah tidak beratap sama sekali. Tapi dinding-dinding pembatas ruangan masih utuh. Lumayan, ada beberapa ruangan yang bisa bolak balik dimasuki.

Jalan-Jalan Irlandia

Terus ada bukit yang lumayan tinggi di depan kawasan Abbey-nya. Anak-anak juga yang semangat naik ke atas. Duh, emaknya mah sudah jompo . Tapi karena suami sibuk potrat-potret, eike-eike juga yang ngejarin bocah sampai ke atas.

Menyesal juga tidak sampai ke puncak. Pas pulang ke rumah, penasaran ngecek di google, wah ternyata pemandangan ke bawahnya bagus kalau kita sudah berhasil naik sampai ke atas. Menyesal tiada guna huhuhu :(.

Jalan-Jalan Irlandia

Anak-anak enggak ada matinya, saya-nya yang agak-agak gemeteran, euy! Gak kuat naik sampai atas. Gak kuat apa takut neh? Hahahhahhaha.

Btw, serius juga ya Irlandia menangani tempat-tempat wisatanya. Kalau mau jujur, tempatnya siih biasa-biasa saja. Tapi tempat semacam ini menjadi salah satu pesona pariwisata andalan di jalan-jalan Irlandia. Kastil-kastil saingannya banyak lho.

Tempatnya tidak begitu luas, tapi dilengkapi dengan fasilitas umum yang cukup lengkap. Toiletnya juga ada. Cukup bersih. Ada kafetaria juga plus toko buat beli cenderamata. Di bagian depan ada petunjuk mengenai si Abbey ini lengkap dengan sejarahnya.

Mudah-mudahan ke depannya, menteri pariwisata di tanah air bisa terus memajukan pariwisata Indonesia, ya. Gemas juga ini. Jalan-jalan Irlandia andalannya enggak jauh-jauh dari kastil, pantai atau padang rumput atau national forest/park.

Sementara di Indonesia, kita hampir punya semuanya! Mau apa? Padang rumput banyak, gunung-gunung berlimpah, pantai di mana-mana, jumlah danau tidak sedikit, hutan apalagi. Hutan tropis jauh lebih bervariasi daripada hutan di daerah 4 musim. Variatif plus horor sih ya soalnya pohonnya gede-gede booooo :D.

Soal bangunan unik, wah … mau model kayak apa? Ada puluhan provinsi dengan rumah ada masing-masing. Di suatu provinsi bahkan kadang punya lebih dari satu suku yang menonjol yang makin variatif rupa-rupa peninggalan budayanya ^_^.

Masalah niat aja ini sih, ya :p.

Ish, ngomongin jalan-jalan di negeri orang tetap ingatnya sama tanah air sendiri. Narsis kauuuuuu, hahahahaha :D.

Mari balik ke topik judul :D. Ini deh, foto terakhir dari Fore Abbey, untuk menutup tulisan jalan-jalan Irlandia versi ini :D.

Jalan-Jalan Irlandia

Harga BBM Naik, Yay or Nay?

Tak sedikit yang mempertanyakan yang mempertanyakan, “Mengapa harga minyak dunia turun, Indonesia malah naikin?” :D.

Gambar : fokusjabar.com
Gambar : fokusjabar.com

 

Kalau dikatakan Indonesia termasuk negara yang mampu memproduksi minyak mentah yang cukup banyak di dunia. Itu benar. Kalau cek di wikipedia, Indonesia malah urutan ke-22 dari 115 negara. Not bad, huh? Not bad at all ;). Cek di https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_oil_production (LIST 1)

Satu yang kita suka lupa (termasuk saya kok hehehehe), itu adalah total minyak tanpa memperhatikan jumlah penduduk. Karena jangan lupa, penduduk Indonesia itu kini sudah mencapai di atas 250 juta jiwa. No.4 di dunia.

Bedakan dong dengan trio raja minyak (Emirat, Kuwait dan Arab Saudi). Cadangan minyak mereka masuk dalam 12 besar dunia dengan jumlah penduduk minimalis. Diantara ketiga negara tersebut Arab Saudi yang paling banyak jumlah penduduknya, mencapai 30 juta jiwa. Kuwait bahkan cuma punya penduduk 3 juta jiwa sajah! ^_^ –> https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_population (LIST 2)

Nah, ini ada data yang mungkin bisa menjelaskan maksud saya : daftar negara berdasarkan cadangan minyak PER KAPITA. Jadii data ini mempertimbangkan cadangan minyak yang dihasilkan negara per jumlah penduduk.

–> https://www.nationmaster.com/country-info/stats/Energy/Oil/Reserves-per-capita (LIST 3)

Tadinya, Kuwait yang hanya ada di urutan ke 11 dalam soal produksi minyak total malah naik ke posisi no.1. Ini tahun 2005 sih, mungkin ada data lain yang lebih baru :D. Tapi posisinya saya yakin tidak akan jauh menyimpang.

Rusia dan Amerika Serikat yang merajai produksi minyak dunia malah tidak ada apa-apanya kalau datanya dilihat dengan menambah parameter jumlah penduduk :p. Iyalah, Rusia dan Amerika Serikat, sama-sama ada di 10 besar negara dengan penduduk terbanyak di dunia :D.

Apalagi Indonesia ya Kakaaaa. Terpental jauh hahahahahaha. Bahkan kalah sama Brunei yang di list pertama ada di urutan 48, tapi begitu ngomongin jumlah minyak compare to jumlah penduduk, Brunei berjaya di urutan ke-8. Monggo di cek di list saya yang ke-2, berapa jumlah penduduk Brunei? ;).

Malaysia sendiri, secara produksi juga jauh di bawah Indonesia, tapi begitu di list terakhir (jumlah minyak dibandingkan jumlah penduduk), peringkatnya jauh di atas Indonesia :D.

Harusnya kalian malah heran, kenapa harga BBM kita sekarang enggak jauh beda dengan harga BBM Malaysia? Bayangkan, berapa dana APBN yang disedot untuk mensubsidi BBM di tanah air ;). Dengan kondisi pendapatan per kapita kita yang jauh di bawah Malaysia?

Perbandingan seru lainnya adalah Cina. China pendapatan perkapitanya belum setinggi Malaysia. Tapi Cina sudah menghapus subsidi BBM untuk rakyat. Harga BBM di sana sekitar 13 ribu rupiah. Kalau melihat di LIST no.3, China no.53, Indonesia no.51. Enggak jauh beda kan? ;).

Maklumlah bawa-bawa Cina, kemarin suami habis assignment di sana sebulan. Seru deh dengar cerita-ceritanya ^_^. Kapan-kapan saya tulis di wall ini yaaaaa :D.

Hal menarik lainnya adalah, di list no.3, di jajaran 10 besar ada … Kanada! Mungkin, satu-satunya negara yang menjual BBM nya dengan harga tidak murah. Bandingkan dengan negara-negara Timur Tengah yang mendominasi di 10 besar di LIST 3. Di Tim Teng, bensin murah cuy. Mau negara mana juga hehehehehe.

Sementara konon di Kanada, BBMnya dibandrol sekitar 1 USD per liter. Di atas 10 ribu rupiah! Kok begitu? Kanada kaya minyak lho. Selalu masuk 10 besar baik di LIST 1 maupun LIST 3 :D.

Tanya kenapa? :). Psstt, ada bisik-bisik, konon katanya Kanada malah menjual harga BBMnya di atas harga pasar. Yes, memang banyak negara maju yang malah mengenakan pajak untuk BBM yang terpakai. Macam di Irlandia sini, nih. Negara-negara Eropa umumnya menjual BBM jauh di atas harga pasar yang normal :D.

Kalian tahu Norwegia yang tempo hari dipuji-puji karena metode pendidikannya yang oke. Di sana harga minyak dunia konon termahal. Hampir 40 ribu rupiah per liter! Irlandia yang mematok BBM 28 ribu rupiah per liter masih kalah hahahahahaha :p. Amazingly karena Norway ada di urutan no.11 di LIST 3! Wow, way to go, Norway ^_^.

Isu kesadaran lingkungan juga menjadi salah satu faktor mahalnya BBM di negara-negara maju. Padahal menjaga lingkungan ada dalam alquran lho ya. Sebagai khalifah di dunia, manusia wajib bertanggungjawab atas polusi dan segala macam. Piye dong? Kok jadi lebih “saleh” mereka sih daripada kita? :p.

Harga BBM di suatu negara malah cenderung menunjukkan bahwa negara-negara maju biasanya akan “ogah” memberikan subsidi di sektor energi habis pakai macam minyak-minyak an ini :D. Sementara saya pernah merasakan, di negeri yang bensinnya hanya seribu rupiah per liter, tingkat kesejahteraan rakyat secara umum tidak sebahagia yang saya bayangkan :(.

Mungkin memang benar … there are things that money can’t buy ^_^.

Gambar : pinterest.com
Gambar : pinterest.com

Dan kalau kalian mau meracau soal harga BBM yang pastinya akan selaras dengan kesejahteraan masyarakat secara umum, kalian perlu melihat data-data lain yang bisa dengan mudah kalian akses di WIKIPEDIA hehehe. Tenang, di WIKIPEDIA selalu ada sourcenya yang bisa kalian trackback sesuka hati ^_^.

Jadi, yuk, sama-sama belajar ya ^_^. Lihatlah segalanya lebih dekat ;). Ini saran saja agar diskusi tidak lari-lari ke mana-mana hehehe.

Salam damai ^_^.