China, The Rising Dragon!

Sebelum tahun 1990, siapa sih RRC? (People Republic of China). Eh, secara EYD, sudah diganti menjadi Tiongkok apa, ya, kalau enggak salah.

Negara dengan jumlah penduduk paling membludak di dunia, sarat dengan isu-isu sosial-kemanusiaan. Termasuk dengan kebijakan “1 anak cukup” untuk menekan pertumbuhan penduduknya. Saya ingat pernah nonton di acara Oprah, banyaknya adopsi yang dilakukan atas anak-anak perempuan dari Negeri Tirai Bambu ini.

Dalam budaya Tiongkok dahulu kala, tertanam kepercayaan anak laki-laki bernilai “lebih” daripada anak perempuan. Jadi, karena hanya diperbolehkan memiliki satu anak, tak sedikit orang-orang yang berusaha “melenyapkan” anak yang dilahirkannya jika jenis kelaminnya adalah perempuan .

Daratan Cina juga di’kucilkan’ karena potensi ideologinya. Tiongkok, sebagai salah satu sisa-sisa “negara komunis” di dunia, dianggap memiliki bahaya laten bagi perdamaian internasional.

Kini, dalam tempo kurang dari 30 tahun, Sang Negeri Naga sangat berbenah. Kobaran apinya ternyata mampu menyelaraskan diri dengan arah politik global. Sang Naga akhirnya sanggup menata diri menerbangkan sayap untuk segera bersanding bersama negara-negara makmur lainnya.

Instead of keras kepala masalah ideologi, Si Negeri Lampion ini menebarkan ketakutan “baru” kepada para raksasa ekonomi dunia.

Kini, negara yang juga dijuluki Istana Langit ini, menjadi salah satu gudang tenaga kerja, sumber daya alam, dan bahan baku industri. Sang Naga menjadi incaran investasi besar-besaran Jepang, Amerika Serikat, belahan barat Eropa, dan mayoritas negara lainnya dari berbagai penjuru dunia.

Si Tirai Bambu sudah mampu membuka diri pada dunia luas dan menjadikan teknologi industrinya mendapat tempat dalam jajaran negara-negara besar dunia. Baik teknologi nuklir, roket, bahkan obat-obatan tradisional. Soal kemampuan Cina mengglobalkan obat tradisionalnya inilah yang membuat saya tempo hari cukup semangat dalam menulis soal pelestarian jamu.

Saya sudah baca-baca. Amazingly, Indonesia punya potensi pengobatan tradisional jam yang bahkan lebih besar.

Percayalah, kalau Sang Naga itu bisa terbang tinggi … suatu hari nanti, optimisme akan membuat Sang Zamrud Khatulistiwa ini juga sanggup memendarkan cahayanya jauh tinggi ke atas sana. Insya Allah .

Ini cerita jalan-jalan yang saya janjikan tempo hari hehehe. Soalnya suami kan habis assignment ke Negeri Rakit ini. Suami dikirim ke Wuxi. Kami kira Wuxi ini kota kecil saja. Ternyata, level “kota kecil” di daratan Cina ini sungguh jauh di luar bayangan. Dibayangkan sebagai kota kumuh, kotor, dan sebagainya. Wuxi ternyata kerennya di luar dugaaan. Bertolak dari Wuxi, dimulailah acara jalan jalan Shanghai ini :D.

Tapi, cerita jalan-jalannya kali ini dalam bentuk video. Hobi baru suami nih, sekarang selain memotret, dia suka merekam kisah perjalanannya dalam bentuk gambar hidup 😀.

Dan pokoknya, next assignment gue mau ikut, gue mau ikut, gue ikut! Hahhahahahahaha. Btw, traveler dan pembuat videonya itu suami saya, ya. Saya hanya kebagian tugas poci-poci nya ajah hihihihi .

Video ini tentang Shanghai. Kota terbesar dan terbanyak populasi penduduknya di Daratan Cina. Jangan bayangkan kayak Kota Jakarta. Karena … jauuuuuhhhhh hehehe. Kotanya tidak hanya jauh lebih besar tapi juga lebih cantik, rapi, dan bersih. Jalan jalan Shanghai sudah menjadi salah satu destinasi favorit di mata dunia. Shanghai, yang terletak di pesisir Laut Cina Timur merupakan salah satu kota pelabuhan yang paling sibuk di dunia.

Jalan jalan Shanghai
Shanghai – The Bund (photo by Dani Rosyadi)

Kayak apa magisnya kota yang satu ini?

Inilah Shanghai –>

Peace Comes from Within

 

Lebih dari 130 siswa terbunuh. Dipastikan ada 9 orang staf juga berkorban nyawa. Beberapa ledakan terdengar dan masyarakan dikejutkan oleh serangan teroris di Pakistan …di sekolah! :'(.

Tak lama, sebuah kelompok mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Mereka mengaku sebagai bagian dari kelompok Taliban Tehreek Pakistan (TTP). Begitu bunyi headline berita yang menggemparkan dunia kemarin, 16 Desember 2014.

Serangan teroris di Pakistan
Gambar : rediff.com

Beberapa bulan terakhir ini, pemerintah Pakistan gencar mengkampanyekan pembersihan negara dari kelompok TTP ini.

Saya ingin berbagi sedikit kisah dari seorang teman yang baru sekitar 2 bulan pindah ke Irlandia. Asalnya dari sebuah kota besar di Pakistan. Darinyalah, lewat bincang-bincang ringan (tumben enggak pakai kata cantik hihihihi :p) saat saya mengundangnya untuk minum teh bersama di suatu pagi sekitar 2 minggu lalu, saya tahu beberapa hal soal kondisi dalam negeri Pakistan.

Saya kombinasikan fakta-fakta darinya dengan beberapa info via internet.

Pakistan, sebuah negara mayoritas muslim, yang berdiri sebagai “pecahan” dari wilayah India saat merdeka dari otonomi Kerajaan Inggris. Adalah Muhammad Ali Jinnah yang mengambil keputusan untuk mendirikan negara terpisah karena merasa pemerintahan Hindu dan Islam tidak mungkin disatukan.

Akhirnya, di bulan Agustus 1947, India dan Pakistan sama-sama berdiri sebagai 2 negara yang berbeda. Sayangnya, terbaginya 2 wilayah yang seolah menegaskan antara Hindu dan Islam tidak mungkin beriringan, tidak berjalan damai. Berbulan-bulan setelah berjuang bersama memerdekakan wilayah besar India dari rengkuhan Inggris, perang saudaranya malah lanjut :(.

Salah satu rujukan saya adalah dari buku “Daughter of Empire”, biografi Pamela Mountbatten. Pamela ada di sana saat awal merdekanya India dan Pakistan. Bersaksi langsung atas kekejaman atas nama agama yang melibat 3 kepercayaan besar di sana : Hindu – Muslim – Syikh. Ketiganya saling terlibat pertikaian berdarah.

Pertikaian ini juga meminta nyawa seorang Gandhi. Yang tewas terbunuh di tangan seorang Hindu yang sakit hati saat Gandhi turun tangan membela kaum muslim di Bengal, yang memilih tetap tinggal di wilayah India. Seperti kita tahu, seberapa besar inginnya Gandhi mempertahankan kedamaian antara Hindu dan Islam, hingga akhir hayatnya, Gandhi selalu menyatakan setia pada ajaran Hindunya.

Dunia terus berputar. Beberapa tahun terakhir ini, India sudah jarang mengalami konflik soal perbedaan keyakinan. Hindu dan Islam sudah mampu hidup berbaur.

Sementara Pakistan masih terus bergolak hingga kini. Mulai dari perebutan kekuasaan antar elit di sana, pertikaian antar sesama kelompok muslim, yang akhirnya membuat Pakistan dinilai sebagai salah satu negara paling tidak aman di dunia.

Indeed. Bengong saya mendengar cerita teman saya yang ditodong sama perampok pakai pistol di jalan raya. Hanya bisa pasrah menyerahkan semua barang yang diminta. Menurutnya, aksi seperti itu bukan hal luar biasa. Lumrah terjadi. Ditodong pakai senjata tajam dengan disaksikan oleh banyak orang adalah pemandangan sehari-hari di sana :(.

Menurut teman saya, di sana penegakan hukum memang sangat lemah.

Pasca Afghanistan jatuh setelah dihajar perang saudara dan disusupi perang dingin antara Uni Sovyet vs Amerika Serikat, banyak orang Afghan yang lari ke negara-negara tetangga. Termasuk ke wilayah Pakistan. Keduanya berbatasan darat secara langsung. Jadi, tak sulit orang-orang Afghan menembus masuk ke Pakistan.

Ada dari mereka yang berasal dari kelompok garis keras yang akhirnya pelan-pelan mencari dukungan di Pakistan. Entah mengapa dibiarkan saja. Apa mungkin karena pemerintah Pakistan sendiri yang di tahun-tahun tersebut terus bertikai secara internal dan sibuk memperkaya diri mereka sendiri. Yup, korupsi di pemerintahan Pakistan is one of the worst in the world :(.

Malangnya, kelompok-kelompok muslim yang ada di sana, entah yang asli atau yang susupan dari luar, tidak hanya satu! Jumlahnya pun tidak sedikit. Cucoklah. Masing-masing berkeras ajarannya paling benar, pertikaian sesama penganut Islam pun tak terhindarkan.

Aksi teroris juga bukan hal mengejutkan. Lagi-lagi kata teman lho ini yang memang dari lahir sampai sebelum pindah ke Irlandia dia bermukim di sana.

Contohnya pas bulan Ramadan, masjid pun tak luput dari serangan bom. Bom meledak saat para jemaah lagi salat Tarawih. Teman saya cerita, suaminya lagi assignment ke luar negeri. Langsung menelepon dan memberikan ultimatum, tidak boleh salat tarawih di masjid lagi!

Jika ada kejadian seperti ini, lagi-lagi pemerintah tidak berdaya. Katanya, kasus-kasus kayak gini, saking banyaknya dan berulang-ulang, sudah dianggap angin lalu. Hiks :'(. Saya sempat tidak percaya, untuk pertama kalinya dalam hati saya bisa bilang, “Alhamdulillah Indonesia punya Densus 88” 😀 :D.

Jumlah penduduk Pakistan tidak sedikit, sekitar 180 juta jiwa!

Melihat pendapatan perkapitanya yang hanya seperempat pendapatan perkapita Indonesia dan melihat kondisi kota besar di sana dari foto-foto si teman di tabletnya, terlihat jelas betapa kesenjangan ekonomi menganga lebar di sana. Ajegile, mal-malnya bagus-bagus bangeeeettt. Sama kayak di Jakarta. Enggak nyangka di Pakistan bisa kayak gitu hehehe. Ini lihaf foto pribadi teman lho ya bukan dari internet.

Coba saja pikir pakai logika, dengan gaya hidup ala mal begitu compared to pendapatan perkapitanya, ada berapa orang yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan? :'(.

Nah, kelompok-kelompok “garis keras” ini menghimpun pengikut dengan memanfaatkan isu-isu kemiskinan. Makin klop kan dengan pemerintahannya yang sangat korup dan bermewah-mewah sesuka hati di atas penderitaan rakyat, tak heran banyak kalangan menengah ke bawah yang termakan “hasutan” kaum militan macam TTP itu :(.

Setahun terakhir ini, akhirnya pemerintahan Pakistan mengambil tindakan tegas. Mereka hendak menghalau kaum militan dari negerinya. Sementara kelompok macam TTP sudah lebih dahulu berikrar hendak mendirikan “Islamic State” di Pakistan. Caranya ya dengan berusaha merebut kekuasaan secara fisik.

For info, tidak hanya satu grup ini doang yang ingin merebut kekuasaan. Jadi, makin pening pemerintahnya. Kelompok-kelompok ini sudah tidak sporadis kecil-kecil saja. Tapi mereka sudah banyak yang menghimpun kekuatan termasuk punya angkatan bersenjata yang lumayan andal.

Makanya, sedia payung sebelum hujan atuh. Jadi serba salah, ya. Kelompok-kelompok garis keras ini kalau ditekan dari awal bisa mengundang kritikan tajam karena bertentangan dengan HAM. Kalau dibiarkan, ya jadi duri dalam daging :(. Bagus kalau durinya kecil-kecil. Ini durinya banyak dan tajam-tajam huhuhu.

Di bulan April 2014, militer Pakistan menggagas operasi militer untuk mengusir kelompok pemberontak dari wilayah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan di North Waziristan. Masalahnya, kelompok mana yang diincar?

Masalah kedua, tidak semua orang yang tinggal di North W itu adalah bagian dari teroris. Rakyat yang tidak berdosa pun terpaksa mengungsi dari sana. Dan militer Pakistan mulai melancarkan serangan fisik ke wilayah tersebut. Mengklaim kesuksesannya membidik ratusan anggota dari para pemberontak tadi.

Membabi butakah militer dari pemerintahan resmi Pakistan? Harap diingat, aksi terorisme di Pakistan itu sudah seperti cendawan di musim hujan. Sudah terlalu banyak dan sudah hampir berhasil memporakporandakan sistem keamanan di seluruh penjuru negeri. Pemerintah sudah hampir dibuat tidak berdaya.

Kelompok yang disinyalir bagian dari Taliban Pakistan juga bahkan pernah mengacau di Karachi Airport. Peristiwa yang menelan korban jiwa dari pihak sipil.

Salah satu yang tersulut ya TTP tadi itu. Jadi, si TTP yang paling sering terdengar ingin mendirikan “Islamic State” di Pakistan itu, melakukan aksi balas dendam.

Mereka menyerang sebuah sekolah yang dikelola oleh pihak militer Pakistan. Targetnya memang menyerang anak-anak sekolah di sana sebagai balasan atas operasi militer yang dilakukan di North Waziristan tadi. TTP mengaku, serangan tersebut telah menewaskan istri dan anak-anak mereka. Dan mereka ingin meminta nyawa yang sama.

Serangan teroris di pakistan
Gambar : rt.com

TTP juga menegaskan bahwa ini tidak akan menjadi aksi mereka yang terakhir. Beberapa analis juga memperkirakan, aksi ini adalah usaha TTP untuk melemahkan moral rakyat Pakistan untuk menentang aksi mililter oleh pemerintahan yang sah. Mungkin TTP berharap masyarakat jadi takut dan malah mendukung TTP biar enggak kena bom. Opo meneh? -_-.

Begitu banyak hal yang bisa menjadi pelajaran penting bagi kita.

1. Bahwa masyarakat yang lebih homogen pun tak berarti akan hidup lebih damai. Etnis di Pakistan tidak terlalu beragam. Walau mungkin banyak etnis, secara fisik susah dibeda-bedakan. Agamanya juga rata-rata muslim semua.

2. Betapa sifat rendah hati sudah tidak tersisa lagi akibat terlalu sering menganggap diri benar sendiri. Ingat, semua orang akan menganggap masakan ibunya yang paling enak. Bukan hanya anda! ;). Jadi, pujilah masakan ibu kalian di meja makan masing-masing. Maaf Bang Saief Alemdar, pinjem lagi kutipan indahnya :).

Daripada menuduh masakan ibu orang lain enggak enak, ajak saja mereka masak-masak di rumah kita. Kita sodorkan hidangan tersebut dalam suasana hangat dan bersahabat. Kalau mereka pun ikut suka, alhamdulillah. Kalau mereka tidak tertarik, so what, minimal sudah punya teman baru untuk makan bareng ^_^.

Untuk duduk semeja makan dengan orang lain, kalian tidak harus menyantap menu yang sama bukan? ;).

3. Poverty is worst form of violence – Gandhi-. Could not agree more. Kemiskinan adalah hal terlarang di banyak negara-negara maju. Semoga negara-negara berkembang bisa belajar banyak dari masalah ini. Putuskan lingkaran setannya. Sudah terlalu banyak nestapa akibat membiarkan kesenjangan ekonomi yang menganga lebar-lebar.

Kemiskinan dianggap lumrah. Kemewahan dikejar-kejar.

Jadi ingat tulisan “How Islamic are Islamic Countries?” lagi :(.

4. Jangan korupsi! Semua kejahatan itu akan kembali ke diri sendiri. Pemerintahan yang korup suatu hari akan menemukan karmanya sendiri. Tidak di dunia, akhirat pasti menanti. Dapat karma di dunia, di akhirat juga jatahnya enggak berkurang. Masih berani korupsi?

5. Buat kalian yang hidup dan besar di Indonesia, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Puluhan tahun hidup damai di bawah payung Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia? :).

Adalah tugas kita semua untuk menjaga keutuhan bangsa yang multi kultural dan multi keyakinan ini ^_^.

When there is no enemy within, the enemies outside cannot hurt you. -African Proverb-

***

Innalillahi wa innailahi rajiun. Turut berduka cita atas para korban di Peshawar, Pakistan :(. Semoga mendapat tempat terbaik di sisiNya. Semoga dianugerahi ketabahan dan keikhlasan bagi segenap keluarga/kerabat/sahabat/handai taulan yang ditinggalkan.

Semoga keselamatan dan kedamaian dilimpahkan untuk kita semua.

There’s nothing you can know that isn’t known
Nothing you can see that isn’t shown
There’s nowhere you can be that isn’t where you’re meant to be
It’s easy

All you need is love
All you need is love
All you need is love, love
Love is all you need

-The Beatles, “All You Need is Love”

Kalian percaya tidak kalau kedamaian itu diawali dengan berdamai dengan diri sendiri. Seperti pesan Buddha, “Peace comes from within. Do not seek it without.”

Kalau hati sendiri masih suka rusuh, sudah pasti keluarnya juga tidak akan pernah damai ^_^. Perhaps it’s true, that all you need is … love ;).

 

Gambar : geekclubbooks.com
Gambar : geekclubbooks.com

 

Catatan dari serangan teroris di Pakistan 2014.

***

Jalan jalan ke Hongkong, Rupa-rupa Street Market

Tulisan “Jalan jalan ke Hongkong” ini tulisan kenang-kenangan dari blog Mamasejagat hehe. Jadi ingat perjuangannya dulu mengumpulkan sekeping demi sekeping tulisan untuk  menghidupkan blog komunitas itu. Komunitas tapi penulis aktifnya selama setahun pertama yang satu orang doang :D.

Kontributor tulisan ini, Hesya Harahap. Enggak sengaja kenal dari laman FB ^_^. Setelah bincang-bincang di inbox dan dirayu dengan paksa :p , akhirnya dese mau menjawab pertanyaan-pertanyaan saya via inbox di FB. Thanks, ya, Dear. Padahal kenalnya ya pas di-inbox itu hihihi. Hesya saat itu bermukim di Hongkong bareng suami dan anak-anaknya. Jadi cocok deh menjadi kontributor jalan jalan ke Hongkong.

jalan jalan ke Hongkong
Hongkong (gambar : startupbootcamp.org)

Sempat ingin juga jalan jalan ke Hongkong. Apalagi kemaren suami assignment ke China. Tapi ternyata kotanya jauh dari Hongkong. Batal deh rencana mau ikut bikin rusuh meramaikan work tripnya suami :D.

Jalan Jalan ke Hongkong  itu ke mana aja  ?

Buat para emak seperti kita, kalo denger Hongkong ingetnya pasti … SHOPPING! Hehe. Bikin suami deg-degan saja :p.

Yang paling sering direferensikan sebagai tempat belanja di negara ini adalah “Mongkok”. Setelah menyontek dari wikipedia, Mong Kok itu ternyata nama sebuah daerah di distrik Yau Tsim Mong, Kowloon – Hongkong. Sebelum Hongkong disatukan dengan Republik China (sekarang sudah jadi Tiongkok apa ya namanya) di tahun 1994, Mongkok adalah distrik yang berdiri sendiri. Di Mongkok inilah banyak ditemukan street market, restoran (termasuk fast food resto), dan tempat-tempat hiburan tentunya 😉.

Penampakan Street market bukan berupa bangunan tertentu, tapi jalanan yang dipenuhi berbagai macam kios-kios penjual kayak pasar. Ada 2 street market yang lumayan tenar di Mongkok, yaitu : Fa Yuen Street dan Tung Choi Street.

jalan jalan ke Hongkong
Fa Yuen Street (gambar : travelersdigest.com)

Menurut Hesya, banyak turis yang tidak terlalu familiar dengan Fa Yuen Street. Di sini banyak menjual baju-baju ala korea versi murah, baju-baju bayi/anak kecil, sepatu, aksesoris (segala macam jepit rambut, etc). Cara menuju ke Fa Yuen Street –> Mongkok MTR Station exit B3, disambung dengan sedikit jalan kaki. Pake bus juga bisa banget, tergantung dari arah mana kita datangnya.

Tapi harga di sini jauh lebih mahal daripada pusat nya di Shenzhen (daerah di luar Hong Kong, sudah harus apply visa terpisah kalau mau ke sini). Sementara, di Shenzhen lebih mahal daripada di Guangdong. Kalau di Ladies market ini harus menawar gila-gilaan. Umumnya saat ditawar, pedagangnya akan belagu. Sok marah-marah gitu. Kita tetap ngotot saja. Urusan tawar menawar itu skill wajib ya sodari-sodari 😀 *benerinUratLeher*.

Nah, satunya lagi, si Tung Choi Street ini yang lebih hits di kalangan turis. Nama lainnya adalah Ladies Market. Isinya lebih lengkap dan macam-macam : ada sepatu, baju, souvenir dll.

Kalau ingin mendapatkan barang palsu yang berkualitas bagus (KW super gitu kali maksud si Hesya), tinggal bisik-bisik ke si pedagangnya. Nanti kita dikasih semacam katalog yang bisa kita pilih-pilih dan tawar menawar harga. Setelah itu, sang pedagang akan menunjukkan barangnya. Kenapa gitu, pake bisik-bisik? Karena enggak boleh dipajang secara bebas. Bisa kena razia! :D.

jalan jalan ke Hongkong
Ladies Market (gambar : discoverhongkong.com)

Akses menuju Ladies Market ini bias via MTR MongKok exit D3. Nanti tinggal belok kanan dan jalan sedikit.  Nyampe deh di ujung pasar. Bus juga komplit dari berbagai arah/jurusan.

Di Mongkok enggak ada makanan halal kecuali yang dijajakan oleh penjual india muslim atau kebab yang dijual di kios para penjual yang umumnya berasal dari Timur Tengah. Kalau mau jajan silakan ke Langham Place mall. Mal ini berlokasi dekat dari Ladies Market. Tempatnya gede dan isinya lumayan lengkap.

Selain 2 di atas, jangan lupa juga ke Woman Street, Jardine Crescent, Causeway Bay, Hong Kong Island yang terkenal banget di daerah Causeway Bay. Mayoritas barang yang diperjualbelikan di sini adalah rupa-rupa baju-baju. Akses ke CausewayBay bisa via :MTR Causeway Bay exit F.

Pusatnya oleh-oleh/cenderamata ada di Stanley Market, Hongkong Island. Kebanyakan turis memilih ke sini sekalian untuk menjajal tepian pantainya. Banyak kafe ala western gitu. Rasa makanan yang dijual so-so, tapi harganya mahalll. Not worth a try lah.  Jadi, kalau sedang di sini, lebih ‘aman’ memilih jajan di Deli France saja.

Selanjutnya, mari membahas Temple Street, Kowloon. Akses ke sini MTR Jordan tapi lupa exitnya. Penampakannya mirip dengan Ladies Market. Tapi lebih beragam dan banyak barang-barang khusus orang dewasa. Misalnya sex toys yang dijual bebas dan terbuka. Plus banyak toko-toko dvd untuk film-film dewasa. Sebaiknya sih ya  jangan nenteng anak-anak di bawah umur pas pengin ke sini ;).

Komplit bener deh jalan jalan ke Hongkong ini. Mulai dari yang halal-halal sampai yang *tet toootttt* hihihihi :p.

jalan jalan Hongkong
Shanghai Street – Kowloon

Ada juga yang mirip Street Market tapi sebenarnya bukan. Yaitu Yau Ma Tei, Shang Hai Street, Kowloon. Mirip dengan street market karena sepanjang jalan ini berjajar toko-toko lengkap yang menjual peralatan dapur (termasuk baking tools). Aksesnya menggunakan MTR Yau Ma Tei. Kalau tidak salah bisa exit di B.

Yang mirip sama Mangga Dua juga eksis di sini. Coba tengok ke Lai Chi Kok, Kowloon. Tidak bisa dibilang street market juga sih sebenarnya. Di sini pusat grosir penjualan baju-baju. Umumnya diperbolehkan membeli minimal 3 pieces. Akses ke sini menggunakan MTR Lai Chi Kok.

Moral of the story : kalau benar-benar pengin shopping yang super murah, ya harus ke Shenzhen. Karena semua barang-barang yang beredar di berbagai street market tadi asalnya dari daratan Cina ;). Tapi ya kepenginnya jalan jalan ke Hongkong dong yaaaaaa hehe :p.

Nah, itu dia hasil wawancara tempo hari dengan si Hesya. Thanks (again), ya, Dear ^_^.

Mari shopping! Hoo hah! ^_^

***

Kembali Menjadi Manusia

Kembali Menjadi Manusia. Setiap orang punya pengalaman spiritual sendiri-sendiri. Termasuk saya yang (ngakunya) beragama Islam ini :).

Saya selalu terpikir saya banyak dosa karena banyak sekali hal-hal yang (katanya) “Islam memang begitu” malah bikin saya jadi ingin menjauh. Suka terasa paradoks. Saat ada yang bilang, asal kata Islam itu adalah as salaam. Salaam bisa berarti kedamaian.

Nah, saya sempat punya pikiran, “Ya Allah, apa kotor benar hati ini. Kalau disuruh ikut acara pengajian kok malah kedamaian makin menjauh.”

Tetap sembahyang tetap puasa tetap mengaji. Karena apa? Ya karena takut. Hahahaha.

Saya pernah ada di masa-masa, “Ya sudahlah. Dipikirin juga tambah gila. Toh, intinya saya percaya pada Islam. Kalau ada yang salah, itu pasti saya. Pasti saya, saya, saya. Jadi, jalanin saja yang wajib-wajib itu. Cukup begitu.”

Karena kepo, maraknya internet bikin kekepoan seolah mendapat fasilitas hihihi. Di sebuah situs anti Islam, saya pernah membaca ada pernyataan, “Di alquran ada lebih dari 200 ayat yang menyuruh umatnya membunuh orang yang tidak sepaham.”

Langsung bete, dong. Saya cek beberapa. Ealah, benar! Jadi tambah takut. Itulah dodolnya. Jarang menyentuh alquran, jadi lupa kalau jumlah ayat itu ada lebih darii 6600 ayat. Kok saya tidak bertanya, kalau memang ada 200 an yang (katanya) menyuruh kita membunuh, terus 6000 ribu lebih lainnya isinya tentang apa?

Jujur, dulu takut mau baca-baca terjemahan. Katanya enggak boleh sembarangan baca alquran. Mending baca bahasa Arabnya saja. Padahal enggak mengerti bahasa Arab. Katanya lagi, kalau sering baca nanti jadi damai sendiri hatinya, biarpun enggak mengerti isinya.

Bingung saya. Kok bisa bikin damai padahal ngerti juga enggak. Hahaha. Tambah takut, deh. Alih-alih damai, malah makin bingung.

Dulu pun pernah, saya membaca buku apa gitu. Tidak ada sampulnya waktu tidak sengaja saya temukan di rumah kosan dulu. Kosan saya menyatu dengan rumah ibu kos. Ibu kos punya koleksi buku banyak banget. Saya bandel, suka gratakin isi laci atau isi kursi yang ternyata di bawahnya dijadikan tempat menyimpan buku.

Waduh, isinya bagus sekali. Yang saya ingat betul adalah tentang mencapai tingkatan tertinggi dalam beribadah. Beribadah karena cinta. Sekali itu baca buku agama yang enggak ada kata kafirnya seingat saya hihihihi. Hanya cinta, cinta, cinta.

Belakangan saya tahu, buku itu mungkin dikarang oleh salah satu pakar sufi :). Ternyata jargon “jika surga dan neraka itu tak pernah ada” adalah ajaran sufisme :). Di situ juga dibilang, ayat-ayat alquran itu indahnya jangan ditanya. Damainya tak terbantahkan.

Saya baca alquran + terjemahan. Masya Allah, ke mana saja selama ini? Isi alquran bagus begitu, super komplit, super sejuk, kok bisa-bisanya menjadi hal yang menakutkan? *getokKepalaSendiri*.

Tuhan kan katanya Maha Membolak-balikkan Hati. Lama berlalu, jarang lagi baca-baca yang model begitu. Malah makin pusing dengan banyaknya aliran yang tidak lagi banyak berbicara tentang cinta :(. Tapi lebih kepada rasa takut, takut, dan takut. Doa yang mengancam, doa yang meresahkan.

Harapan yang tidak menyemangati tapi melemahkan. Karena penyebabnya selalu ada di luar diri, di luar sana. Kita tidak berdaya karena kita sedang dan sepertinya akan selalu menjadi korban. Begitu yang saya rasakan, kita diancam-ancam. Padahal alquran ngisinya ngajak-ngajak ke arah ketenangan.

Yang lebih sering membahas, ini masuk surga, itu masuk neraka. Kalau begini masuk surga, kalau begitu masuk neraka. Gampang saja, ya. Saya jadi bingung itu katanya ada malaikat pencatat amal ya nganggur dong. Wong, ini sudah pada ahli begini :D. Enggak guna lagi yang namanya Hari Akhir, wong sekarang saja bisa ketahuan.

Hawanya beda benar dah huhuhuhu.

Belakangan saya baru tahu, ada yang namanya ilmu tasawuf. Tasawuf inilah yang mungkin menjembatani antara ibadah dan hikmah di baliknya :). Itulaaaahhh, kebanyakan baca gosip artis kauuuu, ilmu tasawuf aja baru-baru ini saja tahunya. Hahahahahaha.

Tahu dalam artian definitif. Dulu-dulu sudah sering bersentuhan dengan bacaan model begini. Cuma baru tahu kalau itu toh yang namanya tasawuf :p.

Saya pikir dulu saya ini saja yang hatinya mudah bercabang. Akidahnya kurang kuat. Imannya enggak bagus karena dikit-dikit nanya, dikit-dikit nanya. Kan katanya iman tidak perlu punya alasan.

Saya pikir dulunya begitu. Sudahlah, imani saja. Jangan banyak bacot. Damai gak damai, itu urusan pribadi masing-masing. Pokoknya gimana biar enggak masuk neraka aja lah, hahahahaha. Bodo amat sama orang lain, ini adalah tentang kita dan Tuhan. Titik.

Mungkin masalahnya itu tadi … kurang membaca. Kurang memperluas wawasan. Sempat terpikir, apakah ada ajaran-ajaran agama yang bisa membuat keimanan bertambah kuat, kecintaan kepada Ilahi semakin dalam, ketulusan dalam beribadah menanjak naik tanpa perlu membuat saya membenci siapa-siapa?

Ingin merasakan ketenangan. Hati yang rusuh ya mana bisa tenang. Kalau terlalu banyak prasangka yang menimbulkan rasa tidak berdaya, ingin melawan, ingin membasmi, ya damainya datang dari mana? Apa tidak bisa agama itu membuat kita jadi lebih percaya diri? Percaya diri yang tidak perlu berbanding lurus dengan besarnya rasa tidak suka kepada yang tidak seagama?

Tapi tetap bersyukur, saya merasa dijaga oleh Tuhan. Geer lo! Ya bisa jadi sih geer doang hahahahaha. Segalau-galaunya, alhamdulillah, belum pernah terpikir berganti keyakinan. Karena obat galau ya … berdoa ^_^. Yakin tidak yakin, selesai shalat saya selalu berdoa, “Apa pun itu, tetapkan di jalanMu ya Allah.”

Pokoknya saya selalu menganggap saya yang kurang ilmu kurang mencari kurang ini itu. AjaranNya sendiri ya pasti sempurna. Cuma, mungkin saya saja yang masih meraba-raba.

Terima kasih kepada Yang Maha Menjaga yang sudah mempertemukan saya dengan si Doni Febriando ini.

Maturnuwun atas bukunya ya, Mas ^_^. Sesuai dengan judul bukunya. Kembali menjadi manusia. Seperti itulah mungkin, yang saya alami sesaat setelah membaca halaman terakhirnya barusan :).

Tak salah memang, Islam itu damai. Rahmat bagi seluruh alam :).

Btw, sesuai dengan kata penulisnya, ini bukan buku agama. Iya, sih. Ini bukan buku agama ;). Yang non muslim pun sebaiknya ikut membaca. Tidak ada doktrin apa pun di dalamnya. Tak ada tuduhan tak ada tudingan. Bahasanya enak banget, Euy. Bahasa Arab pun yang umum-umum saja ^_^.

Barakallah, Mas Doni Febriando. Resensinya menyusul. Banyak banget rasanya yang pengin ditulis. Tapi sementara, sedang menikmati rasa sejuk yang mengalir tak henti-henti ini. Rasanya pengin langsung ambil air wudhu dan bersimpuh dalam-dalam di hadapanNya. Tidak lagi karena takut. Tapi lebih karena … cinta :). Insya Allah.

Kembali menjadi manusia :).

-Athlone, 12-12-2014-

***

Kembali menjadi Manusia

We Are Our Choices

Ada yang pernah bertanya pada saya, “Memang apa sih untungnya situs-situs itu kalau situs mereka banyak yang baca? Itu kan cuma situs biasa. Memang dapat duitnya dari mana? Dengan cara apa?”

Hehehe. Kecanggihan teknologi digital memang sudah merambah ke mana-mana. Termasuk sedikit demi sedikit mengubah peta periklanan ;).

Lihat tidak, produk LINE yang baru-baru ini menggemparkan dunia maya dengan AADC 2014 nya? Simpel sekali. Mereka hanya mengupload video ke youtube. Siapa pun bisa bikin akun di sana. Gratis! :D.

AADC 2014 our choices

Dengan mengandalkan buzzer-buzzer di dunia maya yang sekaligus juga pemeran-pemeran utama di film yang bersangkutan, iklan menyebar dengan cepat ^_^. Tidak perlu bayar biaya mahal untuk tampil di televisi misalnya. Atau membayar biaya iklan yang juga tidak murah di media-media cetak.

Cukup mengandalkan pesona media sosial dan akses internet ^_^. Konsep iklannya memang keren. Tapi tidak kalah kerennya cara mereka melihat celah dunia digital yang terus berlaju kencang.

Nah, di website/situs/blog biasa pun kesempatan untuk mengais keuntungan materi juga banyak ^_^. Salah satu yang paling terkenal … memanfaatkan google ad-sense!

Pemilik website/situs/blog tinggal memasang banner khusus dan google yang akan memilih iklan mana yang akan ditampilkan.

Kalau di televisi kita mengenal prime time, di mana iklan yang dipasang di prime time pasti biayanya lebih mahal karena penonton lagi banyak-banyaknya, di media cetak juga ada slot tertentu. Di halaman utama misalnya. Halaman yang biasanya banyak yang langsung baca.

Nah, begitu juga dengan dunia maya. Penilaiannya berdasarkan apa? Berdasarkan jumlah pengunjung ^_^. Blogger pasti pada tahu dong yang namanya blog stats, hit stats dan semacamnya.

Mengejar rating hits macam-macam. Sistemnya bisa seperti MLM. Hits bisa didapatkan dari mulut ke mulut kalau di dunia nyata. Di dunia maya ada yang namanya “share” ;). Misal begini, si A yang punya akun FB dengan friend/follower ribuan share berita tertentu. Potensi jumlah hits yang didapatkan akan makin besar. Belum lagi jika friend/follower si A ikut share dan begitu seterusnya.

Mungkin kita istilahkan untuk dunia maya … dari jari ke jari hihihi.

Lidah memang tidak bertulang. Tapi jari kecepatannya jauh lebih tinggi. Hanya dengan satu klik dalam hitungan sepersekian detik. Itu juga bagus kalau mikir dulu. Kalau dari judul saja sudah terbakar, boro-boro baca isi…. langsung serbuuuuu :v :v :v.

Nanti temannya juga begitu. Mulai berkomentar di link itu. Enaknya di sosial media ada yang namanya news feed di FB atau timeline di Twitter. Kita ngelakuin apa, teman-teman kita jadi bisa baca. Begitu seterusnya berita tersebar luas ^_^. Duh, saya juga harus pintar-pintar ngerem nih biar enggak komentar sembarangan hihihihi :p.

Memancing pembaca tentu adalah seni tersendiri. Pornografi masiih menjadi jawara pemantik hits hahahaha. Sayangnya, “mesin pencari” tidak suka konten pornografi ;).

Masih ada satu cara lain. Menebarkan berita buruk. Ingat, dalam paradigma media berbasis konten, bad news is a good news :D.

Mereka tidak peduli beritanya benar atau tidak. Hajar saja dulu ^_^. Demi meraih popularitas dari penyedia layanan iklan seperti Google Ad-sense ;). Yang mereka kejar adalah jumlah klik/like/share/komentar doang kok hihihihi. Bodo amat yang baca jadi gila atau stres setelahnya hahahaha. Gak ada urusan :p.

Maka dari itu, hati-hati ya teman-teman. Beberapa kalangan menyebut bisnis ini sebagai e-hate. E-mail, e-banking, e-paper, mungkin adalah bentuk positif dari penerapan internet dalam kehidupan sehari-hari. Tapi teknologi pun, sama seperti banyak hal dalam dunia ini, selalu punya 2 sisi berbeda :).

Jangan sampai, mereka dapat uangnya, kalian dapat dosanya doang ;).

Gambar : wallpaperswide.com our choices
Gambar : wallpaperswide.com

Salah satu cara untuk tidak mudah terpengaruh ya benahi hati masing-masing juga lah ya. Makin bersih hati, makin susah dimasuki virus kebencian/fitnah ^_^. Mari saling mengingatkan.

Canggihnya lagi, content manager sekarang sudah banyak banget. Hosting murah meriah ada di mana-mana. Untuk bikin situs-situs model begini tidak perlu modal besar. Tidak perlu admin banyak :D. Jangan-jangan kalian sibuk berantem, adminnya lagi ngopi sambil baca koran hahahaha. Sesekali dia merefresh laman pagenya untuk memastikan hits terus meningkat ^_^.

Menulisnya gimana? Ah, apa susahnya. Banyak yang modal copas. Diganti dikit-dikit. Toh juga kontennya biasanya pendek-pendek. Cari judul-judul yang lebay. Pencet publish dan begitulah semuanya dimulai :D.

Kalau media-media established agak sulit mau serampangan begini. Mereka soalnya “membuka diri” dan selalu membubuhkan nama wartawan di tiap berita. Yang parah itu sebenarnya situs abal-abal hahahaha. Seenak jidat ngeluarin berita, wong mereka cuma “ghost writer” ajah ^_^. Tidak ada nama baik yang dipertaruhkan.

Duh, saya juga nih, penggemar berat situs-situs penuh hosip artis macam k*pa*la**.com itu hihihihi. Yah beginilah kalau masa kecilnya punya cita-cita jadi artis. Gagal jadi artis? Minimal tahu gosip-gosip artis! Hahaha :p.

Kabar baiknya, tidak hanya yang negatif-negatif saja kok yang bisa mendatangkan keuntungan materi via iklan-iklan berbayar di dunia maya. Kalau saya perhatikan, blog resep juga bejibun penggemarnya ^_^.

Kalau kalian suka masak dan rajin praktik resep, manfaatkan gadget kalian yang keren-keren untuk belajar fotografi simpel ;). Kata suami saya yang suka fotografi, smartphone sekarang sudah lumayan keren-keren, lho ^_^. Lumayan kan untuk ibu-ibu yang balitanya sudah pada sekolah. Sambil memasak di rumah menunggu anak-anak pulang dan suami balik dari kantor, kalian bisa mengubah hobi menjadi hal positif ^_^. Tidak harus selalu berupa uang ;).

Foto hasil masakan kalian. Bagikan resepnya. Voila, jadi deh satu postingan. Tidak hanya potensi hits yang tinggi dari blog-blog resep ini. Amalnya juga tidak sedikit ^_^. Berbagi ilmu bermanfaat. Jangan lupa tips-tipsnya juga dongggg hahahahaha –> penggemar blog-blog resep level kronis! :p :p.

Bayangkan pahala yang kalian yang dapatkan jika satu resep dicoba oleh satu orang. Di mana orang tersebut anaknya ada 5 suaminya ya pasti 1 dong ya hahahahaha. Semuanya memuji masakah si ibu tersebut. Ibu tersebut senang dan terus mencoba resep dari situs kalian. Itu baru dari satu orang. Gimana kalau yang melihat ada 10 orang, 100 orang, 1000 orang, amal baik bisa datang dari arah mana saja ^_^.

Bahkan mungkin ada yang nekat membuka bisnis katering berdasarkan resep-resep kalian. Bayangkan berjasanya kalian bagi dia, karyawan-karyawannya dan pelanggan-pelanggannya. Wah, andaikan saya jago memasak! Hahahhaahahha :p. Sayang cuma jagoan mencicit-cicit penuh drama doang huhuhuhu :p :v :v :v.

Yang hobi craft juga gitu ^_^. Monggo share ilmu via blog pribadi. Suka foto-foto suka jalan-jalan? Apalagiiiiiiii :D.

Jangan melawan arus perubahan. Jangan mencoba membatasi diri dari kecanggihan teknologi. Taklukkan! Lawan yang jahat-jahat itu. Sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Justru era internet membuat kita leluasa berekspresi. Tinggal kita pilih mau yang menguras emosi atau yang menggugah semangat.

Kabar buruknya, dunia ini banyak sekali menawarkan hal-hal kelihatannya enak tapi tidak begitu. Kita bahkan sering dibuat pusing karenanya. Kabar baiknya, sebanyak apa pun itu, kita selalu bisa memilih ^_^.

Kalau kata Stephen Covey, dalam hidup ini hanya ada 3 hal yang sifatnya konstan. Yaitu … pilihan, prinsip, dan perubahan :).

Perubahan mungkin di luar jangkauan kita.

Sementara prinsip dalam hidup ini sifatnya universal. Lintas ruang dan waktu. Kejujuran, keikhlasan, empati, simpati, kerja keras, kasih sayang, dll … semuanya adalah hal-hal yang berdiri di atas tembok yang sangat kokoh. Perbedaan keyakinan dalam agama pun tidak akan bisa merobohkannya :).

Kalau kalian coba mengalahkannya dengan ketidakjujuran, rasa pamrih, tidak peduli, tidak urusan, kerja licik, kebencian dll … itu pasti sia-sia. Karena pada akhirnya kalian tidak akan pernah sanggup menembus dindingnya. Yang kalian lakukan adalah menabrakkan diri terhadapnya. Percaya deh, lama-lama kalian yang akan capek :D. Yang akan remuk adalah kalian. Prinsip-prinsip itu selamanya akan berdiri tegak.

Satu hal yang konstan yang selamanya adalah kuasa kita … pilihan.

It is our choices, Harry, that show what we truly are, far more than our abilities.”
― J.K. Rowling, Harry Potter and the Chamber of Secrets

Gambar : desertcart.ae our choices
Gambar : desertcart.ae

Manfaatkan media sosial dengan bijak. Jangan melawan perubahan. Jangan membenci internet. Taklukkan. Toh pada akhirnya, pilihan akan selalu ada di tangan kita.  Our Choices….Selalu ;).

Jadi, masak apa kita hari ini? hihihihi :p.

***