Tipping Point, Little Things for Big Differences

Saya dari dulu selalu bertanya-tanya, kenapa ya, diantara saya dan enam saudara kandung saya yang dibesarkan oleh orang tua yang sama dengan metode yang rasanya tidak berbeda bisa tumbuh menjadi pribadi yang berbeda-beda?

Kalau secara tampang, lumayan banyak yang mirip. Tapi tentu saja, gue dong yang paling kece! Hahahahaha *benerinLipa’Sabbe* šŸ˜€.

Secara akademis pun kami bisa dibilang banyak yang mirip, lho. Saya yakin sekali, salah satu kakak saya yang menolak melanjutkan pendidikan saat masih di bangku SMA itu punya daya nalar yang tidak jauh berbeda dengan yang lain. Bukti lain, adik saya yang suka dituduh “lemot” waktu kecil hihihi. Prestasi akademisnya dahsyat tuh waktu kuliah. read more

Resensi Novel Arok Dedes

Dang Hyang Lohgawe untuk kedua kalinya mendehem, “Katakan apa yang kau ketahui, bukan pendapatmu tentangnya. Ayoh.”

“Ya Bapa, apalah artinya pengetahuan tanpa pendapat.”

“Baik, aku harus percaya kau telah mengetahui semua itu, dan kemudian berpendapat. Aku harus percaya bukan sebaliknya yang terjadi. Berpendapat tanpa berpengetahuan hukuman mati bagi seorang calon brahmana. Dia takkan mungkin jadi brahmana yang bisa dipercaya.”

Demikian salah satu kutipan di dalam novel “Arok Dedes” yang paling menohok buat saya. Sejalan dengan keyakinan dalam agama saya, betapa orang yang memiliki ilmu/pengetahuan memang dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi šŸ˜‰. read more

Resensi Novel Gadis Kretek : Tentang Politik 1965 dan Kandasnya Asmara yang Tidak Selalu Menyakiti

Pak Radja sakit keras. Igauannya tentang sebuah nama tak hanya membuat sang istri, Purwanti, gondok dan marah-marah. Nama yang sama juga membuat ketiga anak laki-lakinya juga ikut-ikutan heboh .

Jeng Yah, adalah nama yang disebut-sebut Pak Radja saat itu. Cerita bergulir dari sana. Sebuah flash back menarik tentang masa lalu seorang Soeradja, juragan rokok yang sukses yang kala itu tengah sekarat dan mungkin berada di ujung maut.

Masa muda Soeradja saat merintis usaha. Perkenalannya dengan seorang saudagar rokok kretek. Disusul dengan hatinya yang jatuh kepada anak si saudagar. Yang membuat sang saudagar memuluskan langkah Soeradja menapaki tangga karier yang lebih baik dalam tempo lebih cepat. read more

Sejarah Israel : Only Light That Can Drive Out The Darkness

Sejarah Israel : Nabi Musa AS ditugaskan Tuhan untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada Firaun dan bangsa Mesir. Nabi Musa juga meminta agar Firaun melepaskan Bani Israil dari belenggu perbudakan oleh Bangsa Mesir.

Firaun menolak. Perlawanan pun terjadi. Akhirnya Bani Israil berhasil ā€˜diselamatkan’. Lalu, alquran meneruskan uraian kisah beratnya perjuangan Nabi Musa meyakinkan Bani Israil untuk terus bertakwa pada Tuhan.Ā 

Sejarah Israel
Kisah Musa vs Firaun di Laut Merah (gambar : laskarislam.com)

 

Setiap kali kisruh Israel vs Palestina merebak, kebencian tanpa arah selalu ikut mendampinginya. Masa sampai ada yang mendadak memuji-muji Hitler dan berharap saat itu Hitler menghabisi seluruh kaum Yahudi saat fasisme NAZI tengah berjaya di bawah kepemimpinannya. Konflik Palestina bisa nyasar sampai ke NAZI :D.

Sebenarnya NAZI tak hanya berusaha menyingkirkan orang-orang Yahudi. Tapi juga kaum-kaum lainnya yang dianggap bukan ras unggulan. Hitler kan narsis abis ya, Bo hehehe. Untuknya, bangsa Jerman adalah suku bangsa paling keren sejagad dan menolak percampuran antar berbagai ras. Selain mengucilkan kaum Yahudi, ada juga kaum Gipsi yang diperlakukan dengan sama kejamnya.

Jadi, benar-benar gagal paham jika paham fasis seperti ini bisa mendapat puji-pujian sekecil apa pun. Perbedaan diantara umat manusia adalah jaminan dan ketentuan dari Allah. Bodoh sekali jika sampai ada manusia yang berusaha menyeragamkan apa-apa yang sengaja dibuat berbeda. Mau mengalahkan aturan Tuhan, nih?

Perbedaan memang sengaja diciptakan sebagai ujian. Apakah kita akan narsis dan merasa penting sendiri ATAU akan seoptimal mungkin menghargai perbedaan dan berusaha menarik hikmah sebanyak-banyaknya? Choose wisely šŸ™‚.

Karena nyatanya diskriminasi antar kaum itu adalah cerita lama yang selalu berulang dan berulang. Macam lingkaran setan. Menimpa berbagai macam kaum, misalnya kaum Yahudi.

Isolasi terhadap kaum Yahudi itu bukan cerita baru. Dalam rentang waktu ratusan tahun di abad pertengahan Eropa, kaum Yahudi sudah mendapat tekanan besar. Kemungkinan setelah kaum Nasrani menguasai Eropa, sebuah kebencian mulai tertanam mengenai siapa dalang pembunuhan Yesus, Tuhan bagi kaum Nasrani. Kaum Yahudi tertuduh utama.

Di masa itu, Yahudi dikucilkan sedemikian rupa. Mereka terus didesak, dibatasi gerak langkahnya. Sejak dulu, perkampungan khusus Yahudi sudah mulai dipraktikkan. Di zaman Nazi, hal inilah yang diistilahkan dengan Ghetto.

Sejarah Israel
Warsawa Ghetto during Nazi-Rule in Poland (gambar : ivarfjeld.com)

 

Mendapat perlakuan sedemikian rupa memaksa kaum Yahudi berusaha survive dengan macam-macam cara. Saat kitab-kitab mereka dicuri dan dibakar, kaum Yahudi memaksa generasi mudanya untuk menghafalkan isi Taurat di luar kepala.

Kaum Yahudi berusaha berasimiliasi di mana pun mereka berada dan aktif mencari celah untuk mengasah kemampuan bertahan dalam berbagai tekanan. Itu dilakukan dari dulu secara turun temurun šŸ™‚. What doesn’t kill them makes them stronger.

Berbagai hal-hal baru dari lingkungan mereka serap dan tidak pernah menutup diri dari lingkungan. Begitu satu-satunya cara untuk menghadapi kerasnya dunia saat itu terhadap mereka. Termasuk dalam urusan mencari uang hihihi. Kan ada juga stereotip kalau kaum Yahudi itu sangat hemat alias pelit. Karena dulu mereka memang sangat dikekang dalam urusan ekonomi. Uniknya, kekangan tidak membuat mereka menyerah. Pelajaran dari para Yahudi, ā€œKeterbatasan seharusnya membuat kita menjadi kreatifā€ šŸ˜€.

Dari generasi ke generasi, kaum Yahudi mengajarkan kaumnya untuk mengoptimalkan fungsi otak daripada otot. Mereka sadar dengan jumlah mereka yang tidak akan mungkin bisa menyamai penduduk dunia. Kita cukup jarang menemukan atlet yang berasal dari bangsa Yahudi. Tapi kalau urusan inovasi, ilmu pengetahuan dan ekonomi, bangsa Yahudi terkenal sangat lihai.

Lebih dari 30% penerima hadiah Nobel adalah orang-orang Yahudi. Bandingkan dengan populasi mereka di seluruh dunia. Fantastis bukan? Tirani minoritas yang luar biasa . Industri-industri kreatif internasional tak terlepas dari sentuhan pemikiran kaum Yahudi. Sudah berlangsung turun temurun. Rahasia umum jika kaum Yahudi sudah terbiasa memaksimalkan potensi penerusnya sejak dalam kandungan šŸ™‚.

Ratusan tahun sejak Kerajaan Yahudi terakhir berdiri (zaman Nabi Daud dan Sulaiman), orang-orang Yahudi hidup terpencar di berbagai belahan dunia.

Sejak akhir abad ke-19, beberapa kaum Yahudi sudah mulai ā€˜lelah’ dengan ketidakadilan yang sering menimpa mereka. Tercetuslah ajaran zionisme. Zionisme adalah keinginan dari sebagian mereka, bukan semuanya! Mayoritas kaum zionis malah ditengarai sebagai Yahudi sekuler.

Para zionis ini mengajak para diaspora di seluruh penjuru bumi untuk membentuk tanah air khusus untuk kaum Yahudi. Mereka percaya pada sejarah bahwa tanah Israel adalah tanah yang dijanjikan untuk mereka dan berhak mereka rebut. Beginilah asal mula konflik Palestina.

Gerakan ini seolah berjodoh dengan runtuhnya kekaisaran Ottoman dan wilayah Kerajaan Turki mulai terpecah. Termasuk wilayah Palestina yang berada di bawah ā€˜kendali’ Kerajaan Inggris.

Kala itu, Kerajaan Inggris berusaha ā€˜menengahi’ berbagai bentuk ā€˜permusuhan abadi’ antara Yahudi dan non Yahudi di Eropa. Belum lagi Perang Dunia 1 dan 2 di awal abad ke-20 yang benar-benar membuat Eropa super galau. Tahun 1948, Kerajaan Inggris ā€˜menghadiahkan’ wilayah Palestina kepada kaum Yahudi.

Saat itu, kaum Yahudi diharapkan untuk berasimilasi dengan penduduk setempat yang didominasi oleh bangsa Arab. Sebelum tahun 1948, perpindahan kaum Yahudi ke wilayah Palestina sudah mulai terjadi. Awalnya berlangsung damai dan mereka memang berbaur dengan penduduk asli sana.

Hingga akhirnya kaum Yahudi membesar dan sifat serakah mulai menghampiri. Mungkin juga terbawa dendam masa lampau, ratusan tahun harus berjuang mati-matian menghadapi penolakan masyarakat non Yahudi terhadap mereka, para zionis seolah mendapat restu untuk menguasai Palestina pasca ā€œ1948ā€.

Mereka mulai belagu. Seenaknya menduduki Palestina, menolak asimilasi dan malah mengusir penduduk Palestina yang ā€˜asli’. Konflik Palestina dan Israel tak terelakkan.

Sejarah Israel
1948 Palestinian Exodus (Gambar : en.wikipedia.org)

Dukungan dari Negara Adidaya Amerika Serikat bukan tanpa sebab. Saat Amerika masih menjadi benua baru di mata Eropa di abad ke 15 hingga 17, Amerika dijadikan ā€˜tempat pembuangan’ bagi kaum-kaum terkucilkan di Eropa, termasuk orang-orang Yahudi. read more

Tentang Jokowi : A History in The Making

Pemilihan Presiden Amerika Serikat di tahun 1864 adalah pertaruhan luar biasa bagi Abraham Lincoln dan cita-cita besarnya untuk menghapuskan perbudakan di seantero federasi. Perang sipil telah lebih dahulu pecah antara “Utara” yang pro amandemen dan “Selatan” yang pro perbudakan.

Ditengarai, lawan Lincoln akan ‘setengah hati’ memperjuangkan amandemen ini. Kandidat lawan di kubu sebelah sudah diprediksi akan memilih “berdamai” dengan Konfederasi di “selatan”. Mungkin … akan sia-sia saja selama ini perjuangan untuk melepaskan Amerika Serikat dari belenggu perbudakan.

Pemilihan 1864 berlangsung di tengah-tengah perseteruan sengit Perang Sipil antara The Union (“utara”) vs Konfederasi (“selatan”).

Abraham Lincoln akhirnya berhasil terpilih kembali dan terus memperjuangkan amandemen dan menuntaskan Perang Sipil dengan “selatan” di musim semi tahun 1865.

Harga yang harus dibayar Lincoln untuk perjuangannya memusnahkan perbudakan sangat mahal … nyawanya sendiri. Lincoln tewas terbunuh beberapa hari setelah Konfederasi menyerah dan mengakhiri 4 tahun Perang Sipil yang berlangsung sejak tahun 1861 silam.

Lincoln ditembak dari jarak dekat oleh seorang ekstrimis pro perbudakan saat tengah menonton pertunjukan dalam teater :'(.

Gambar : en.wikipedia.com
Gambar : en.wikipedia.com


Konon, di pemilihan 1864 tersebut, keunggulan Lincoln sebanyak ratusan ribu suara dari pihak lawan didapatkan dari dukungan kuat militer dan pasukan “The Union” yang sengaja ditarik untuk melakukan vote dan memenangkan Lincoln. Seluruh pasukan diminta pulang dari perbatasan dan nyoblos di daerah asal masing-masing šŸ˜€.

Jangan salah, alquran turun di tengah-tengah perbudakan yang masih merajalela. Alquran tidak melarang perbudakan kala itu tapi menjanjikan “imbalan besar” bagi mereka yang membebaskan hamba sahayaĀ .

Tuhan ingin kita belajar, Tuhan tidak ingin pendidikan moral secara instan. Tuhan ingin umat manusia melewati proses ini. Lalu menyadari dengan sendirinya bahwa persamaan hak dalam kemanusiaan antara sesama tanpa memandang warna kulit dan suku bangsa adalah naluri yang tak bisa ditolakĀ . Betapa Tuhan yang Mahatahu dan Mahabijaksana šŸ™‚.

“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.” [QS. Al-Balad :12-16]

Siapa yang tahu, apa yang terjadi jika Lincoln gagal mempertahankan posisinya sebagai presiden terpilih di Amerika Serikat di tahun 1864? Akankah sejarah penghapusan perbudakan dari Negeri Jantung Dunia tersebut akan benar-benar tercipta?

Setelah sekian lama dunia berputar dalam ketidakadilan, Lincoln berani mengambil keputusan besar untuk memimpin PERUBAHAN! Perubahan yang tidak kecil dan tak akan bisa dijalankan tanpa dukungan suara untuk kembali memenangkan tahta sebagai orang nomor 1 di Negeri Paman Sam waktu itu.

Apakah takdir akan tetap menuliskan kisah yang sama jika perolehan suara Lincoln jeblok di Pemilu 1864 tersebut?

Sejarah kembali mengajarkan hal yang penting. Seringkali untuk perubahan besar, kita harus melewati jalan yang tidak mudah.

Siap berubah untuk Indonesia? Nyoblos yok nyoblos jangan ribut di media sosial sajaĀ Ā :D.

Your support doesn’t count, your vote does.

Salam 2 jari, jangan lupa pilih JokowiĀ 

#Jokowi9Juli

your vote does