Mama mencubit lengan saya keras-keras di atas becak karena saya berteriak “Cina Loleeeeeeng…” saat melewati salah satu rumah yang penghuninya beretnis Tionghoa.
Mama membentak, “Ndak boleh teriaki orang begitu. Ana’ dara’ dekke lowang sumpanna.” (Enggak boleh berteriak begitu. Anak gadis kok lebar bener mulutnya).
“Cina Loleng” adalah makian khas di Sulawesi Selatan yang sudah biasa kami lontarkan terhadap orang-orang beretnis Tionghoa yang hidup di sekitar kami.

Follow


