Peristiwa G 30 S PKI : Buku “Dalih Pembunuhan Massal” (7-Finale)

Peristiwa G 30 S PKI : Dalih Pembunuhan Massal (7- Finale). Bagian sebelumnya di sini, ya.

Soekarno, “Sejarah Akan Membersihkan Namaku”

***

Bagian paling menyayat-nyayat hati dari film “Pemberontakan G30S/PKI” ala Orde Baru adalah saat mayat-mayat para jendral diangkat dari sumur di Lubang Buaya. Adegan ini kalau tidak salah diiringi dengan lagu “Gugur Bunga.” Betapa hatiku takkan pilu, telah gugur pahlawanku … betapa hatiku tak akan sedih hamba ditinggal sendiri … read more

If Tomorrow Never Comes

“Sembarangan. Gue enggak pernah ya ngomong kayak gitu. Ibu-ibu Perkakas Dapur yang lain juga enggak pernah nuduh-nuduh gitu.” Suara saya meninggi saking sebalnya mendengar tudingan Dandang barusan.

“Lah, gue juga enggak pernah ngelakuin yang lo ceritain barusan. Kalian tuh yang suka fitnah gue.”

“Mana buktinya?”

“Ya pokoknya gue taulah. Kalian ini hobinya ngomong di belakang. Ketemu gue aja pada enggak mau bisanya cuma jelek-jelekin gue.”

Saya makin naik pitam, “Duh, enggak salah, tuh. Kita enggak ke sini ya karena katanya Mbak Dandang udah enggak mau ngomong sama kita lagi.” read more

G 30 S PKI : Buku “Dalih Pembunuhan Massal” (6)

G 30 S PKI : Menyiapkan Panggung PemberontakanAidit mungkin merasa G-30-S sebagai rencana yang mantap. Jendral-jendral pembangkang bisa disingkirkan, Soekarno akan simpatik pada PKI. Sekali tepuk, partai dan posisi Soekarno bisa diselamatkan.

Yang tidak disadarinya, pihak AD maupun AS juga menunggu-nunggu saat ini datang. Mereka tahu, kudeta cara lama kepada Soekarno akan sia-sia. Soekarno masih terlalu popular di mata masyarakat. Mereka butuh dalih untuk menghajar PKI dengan alibi ingin menyelamatkan Soekarno. Setelah beres, barulah mereka bisa merongrong kekuasaan Soekarno. read more

Every Little (Good) Thing You Do is Magic ;)

“Every little (good) thing you do is magic”, mungkin itu adalah salah satu pesan penting yang saya bawa sampai sekarang mengenai pertemanan di dunia maya dengan salah satu dari#10finalisSrikandiBlogger2014, Mak Arin- Murtiyarini.

Perhelatan akbar tahunan dari “Kumpulan Emak-emak Blogger” dgelar kembali di tahun 2014 . 10 Finalis telah terpilih. Salah satunya ya si Mak Arin ini :D.

***

Menerbitkan buku secara indie di 2012, “Bunda of Arabia”, stresnya ternyata bukan hanya saat menyusun isinya. Bahkan, puncaknya justru pada saat penjualan. Nyut-nyutan abis, deh, hahaha . read more

Hidup Tanpa ART di Luar Negeri … Hebatkah?

Beberapa teman yang tinggal di luar negeri ada yang nyinyir dan menganggap ketergantungan pada ART itu budaya ‘manja’ nan feodal.

Saya sebenarnya kepengin bilang ke mereka, “Yo wis, pada pulang sana ke Jakarta. Tenteng anak sama suami dan tinggallah di Jakarta dan jalani hidup yang seperti kalian lakukan di luar negeri yang super mandiri dan tidak butuh siapa-siapa itu.” Hehehe.

Hidup tanpa ART di Luar Negeri … hmm?

Baca juga : People We Haven’t Met Yet (8) : Asisten Rumah Tangga Film The Help, Kehidupan ART di US Era 1950 an Courage Doesn’t Always Roar

Kalau untuk saya pribadi, ini tak melulu masalah manja atau mental. Karena di Arab Saudi pun, budaya ber-embak ini masih sangat lazim. Apakah ada hubungannya dengan agama? Ya pastinya enggak. Karena di Iran yang juga mayoritas muslim, kehidupannya sudah seperti negara maju, jarang yang pakai embak ^_^. read more