Resensi Novel Arok Dedes

Dang Hyang Lohgawe untuk kedua kalinya mendehem, “Katakan apa yang kau ketahui, bukan pendapatmu tentangnya. Ayoh.”

“Ya Bapa, apalah artinya pengetahuan tanpa pendapat.”

“Baik, aku harus percaya kau telah mengetahui semua itu, dan kemudian berpendapat. Aku harus percaya bukan sebaliknya yang terjadi. Berpendapat tanpa berpengetahuan hukuman mati bagi seorang calon brahmana. Dia takkan mungkin jadi brahmana yang bisa dipercaya.”

Demikian salah satu kutipan di dalam novel “Arok Dedes” yang paling menohok buat saya. Sejalan dengan keyakinan dalam agama saya, betapa orang yang memiliki ilmu/pengetahuan memang dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi 😉. read more

Resensi Novel Gadis Kretek : Tentang Politik 1965 dan Kandasnya Asmara yang Tidak Selalu Menyakiti

Pak Radja sakit keras. Igauannya tentang sebuah nama tak hanya membuat sang istri, Purwanti, gondok dan marah-marah. Nama yang sama juga membuat ketiga anak laki-lakinya juga ikut-ikutan heboh .

Jeng Yah, adalah nama yang disebut-sebut Pak Radja saat itu. Cerita bergulir dari sana. Sebuah flash back menarik tentang masa lalu seorang Soeradja, juragan rokok yang sukses yang kala itu tengah sekarat dan mungkin berada di ujung maut.

Masa muda Soeradja saat merintis usaha. Perkenalannya dengan seorang saudagar rokok kretek. Disusul dengan hatinya yang jatuh kepada anak si saudagar. Yang membuat sang saudagar memuluskan langkah Soeradja menapaki tangga karier yang lebih baik dalam tempo lebih cepat. read more

Sejarah Israel : Only Light That Can Drive Out The Darkness

Sejarah Israel : Nabi Musa AS ditugaskan Tuhan untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada Firaun dan bangsa Mesir. Nabi Musa juga meminta agar Firaun melepaskan Bani Israil dari belenggu perbudakan oleh Bangsa Mesir.

Firaun menolak. Perlawanan pun terjadi. Akhirnya Bani Israil berhasil ‘diselamatkan’. Lalu, alquran meneruskan uraian kisah beratnya perjuangan Nabi Musa meyakinkan Bani Israil untuk terus bertakwa pada Tuhan. 

Sejarah Israel
Kisah Musa vs Firaun di Laut Merah (gambar : laskarislam.com)

 

Setiap kali kisruh Israel vs Palestina merebak, kebencian tanpa arah selalu ikut mendampinginya. Masa sampai ada yang mendadak memuji-muji Hitler dan berharap saat itu Hitler menghabisi seluruh kaum Yahudi saat fasisme NAZI tengah berjaya di bawah kepemimpinannya. Konflik Palestina bisa nyasar sampai ke NAZI :D.

Sebenarnya NAZI tak hanya berusaha menyingkirkan orang-orang Yahudi. Tapi juga kaum-kaum lainnya yang dianggap bukan ras unggulan. Hitler kan narsis abis ya, Bo hehehe. Untuknya, bangsa Jerman adalah suku bangsa paling keren sejagad dan menolak percampuran antar berbagai ras. Selain mengucilkan kaum Yahudi, ada juga kaum Gipsi yang diperlakukan dengan sama kejamnya.

Jadi, benar-benar gagal paham jika paham fasis seperti ini bisa mendapat puji-pujian sekecil apa pun. Perbedaan diantara umat manusia adalah jaminan dan ketentuan dari Allah. Bodoh sekali jika sampai ada manusia yang berusaha menyeragamkan apa-apa yang sengaja dibuat berbeda. Mau mengalahkan aturan Tuhan, nih?

Perbedaan memang sengaja diciptakan sebagai ujian. Apakah kita akan narsis dan merasa penting sendiri ATAU akan seoptimal mungkin menghargai perbedaan dan berusaha menarik hikmah sebanyak-banyaknya? Choose wisely 🙂.

Karena nyatanya diskriminasi antar kaum itu adalah cerita lama yang selalu berulang dan berulang. Macam lingkaran setan. Menimpa berbagai macam kaum, misalnya kaum Yahudi.

Isolasi terhadap kaum Yahudi itu bukan cerita baru. Dalam rentang waktu ratusan tahun di abad pertengahan Eropa, kaum Yahudi sudah mendapat tekanan besar. Kemungkinan setelah kaum Nasrani menguasai Eropa, sebuah kebencian mulai tertanam mengenai siapa dalang pembunuhan Yesus, Tuhan bagi kaum Nasrani. Kaum Yahudi tertuduh utama.

Di masa itu, Yahudi dikucilkan sedemikian rupa. Mereka terus didesak, dibatasi gerak langkahnya. Sejak dulu, perkampungan khusus Yahudi sudah mulai dipraktikkan. Di zaman Nazi, hal inilah yang diistilahkan dengan Ghetto.

Sejarah Israel
Warsawa Ghetto during Nazi-Rule in Poland (gambar : ivarfjeld.com)

 

Mendapat perlakuan sedemikian rupa memaksa kaum Yahudi berusaha survive dengan macam-macam cara. Saat kitab-kitab mereka dicuri dan dibakar, kaum Yahudi memaksa generasi mudanya untuk menghafalkan isi Taurat di luar kepala.

Kaum Yahudi berusaha berasimiliasi di mana pun mereka berada dan aktif mencari celah untuk mengasah kemampuan bertahan dalam berbagai tekanan. Itu dilakukan dari dulu secara turun temurun 🙂. What doesn’t kill them makes them stronger.

Berbagai hal-hal baru dari lingkungan mereka serap dan tidak pernah menutup diri dari lingkungan. Begitu satu-satunya cara untuk menghadapi kerasnya dunia saat itu terhadap mereka. Termasuk dalam urusan mencari uang hihihi. Kan ada juga stereotip kalau kaum Yahudi itu sangat hemat alias pelit. Karena dulu mereka memang sangat dikekang dalam urusan ekonomi. Uniknya, kekangan tidak membuat mereka menyerah. Pelajaran dari para Yahudi, “Keterbatasan seharusnya membuat kita menjadi kreatif” 😀.

Dari generasi ke generasi, kaum Yahudi mengajarkan kaumnya untuk mengoptimalkan fungsi otak daripada otot. Mereka sadar dengan jumlah mereka yang tidak akan mungkin bisa menyamai penduduk dunia. Kita cukup jarang menemukan atlet yang berasal dari bangsa Yahudi. Tapi kalau urusan inovasi, ilmu pengetahuan dan ekonomi, bangsa Yahudi terkenal sangat lihai.

Lebih dari 30% penerima hadiah Nobel adalah orang-orang Yahudi. Bandingkan dengan populasi mereka di seluruh dunia. Fantastis bukan? Tirani minoritas yang luar biasa . Industri-industri kreatif internasional tak terlepas dari sentuhan pemikiran kaum Yahudi. Sudah berlangsung turun temurun. Rahasia umum jika kaum Yahudi sudah terbiasa memaksimalkan potensi penerusnya sejak dalam kandungan 🙂.

Ratusan tahun sejak Kerajaan Yahudi terakhir berdiri (zaman Nabi Daud dan Sulaiman), orang-orang Yahudi hidup terpencar di berbagai belahan dunia.

Sejak akhir abad ke-19, beberapa kaum Yahudi sudah mulai ‘lelah’ dengan ketidakadilan yang sering menimpa mereka. Tercetuslah ajaran zionisme. Zionisme adalah keinginan dari sebagian mereka, bukan semuanya! Mayoritas kaum zionis malah ditengarai sebagai Yahudi sekuler.

Para zionis ini mengajak para diaspora di seluruh penjuru bumi untuk membentuk tanah air khusus untuk kaum Yahudi. Mereka percaya pada sejarah bahwa tanah Israel adalah tanah yang dijanjikan untuk mereka dan berhak mereka rebut. Beginilah asal mula konflik Palestina.

Gerakan ini seolah berjodoh dengan runtuhnya kekaisaran Ottoman dan wilayah Kerajaan Turki mulai terpecah. Termasuk wilayah Palestina yang berada di bawah ‘kendali’ Kerajaan Inggris.

Kala itu, Kerajaan Inggris berusaha ‘menengahi’ berbagai bentuk ‘permusuhan abadi’ antara Yahudi dan non Yahudi di Eropa. Belum lagi Perang Dunia 1 dan 2 di awal abad ke-20 yang benar-benar membuat Eropa super galau. Tahun 1948, Kerajaan Inggris ‘menghadiahkan’ wilayah Palestina kepada kaum Yahudi.

Saat itu, kaum Yahudi diharapkan untuk berasimilasi dengan penduduk setempat yang didominasi oleh bangsa Arab. Sebelum tahun 1948, perpindahan kaum Yahudi ke wilayah Palestina sudah mulai terjadi. Awalnya berlangsung damai dan mereka memang berbaur dengan penduduk asli sana.

Hingga akhirnya kaum Yahudi membesar dan sifat serakah mulai menghampiri. Mungkin juga terbawa dendam masa lampau, ratusan tahun harus berjuang mati-matian menghadapi penolakan masyarakat non Yahudi terhadap mereka, para zionis seolah mendapat restu untuk menguasai Palestina pasca “1948”.

Mereka mulai belagu. Seenaknya menduduki Palestina, menolak asimilasi dan malah mengusir penduduk Palestina yang ‘asli’. Konflik Palestina dan Israel tak terelakkan.

Sejarah Israel
1948 Palestinian Exodus (Gambar : en.wikipedia.org)

Dukungan dari Negara Adidaya Amerika Serikat bukan tanpa sebab. Saat Amerika masih menjadi benua baru di mata Eropa di abad ke 15 hingga 17, Amerika dijadikan ‘tempat pembuangan’ bagi kaum-kaum terkucilkan di Eropa, termasuk orang-orang Yahudi. read more

Tentang Jokowi : A History in The Making

Pemilihan Presiden Amerika Serikat di tahun 1864 adalah pertaruhan luar biasa bagi Abraham Lincoln dan cita-cita besarnya untuk menghapuskan perbudakan di seantero federasi. Perang sipil telah lebih dahulu pecah antara “Utara” yang pro amandemen dan “Selatan” yang pro perbudakan.

Ditengarai, lawan Lincoln akan ‘setengah hati’ memperjuangkan amandemen ini. Kandidat lawan di kubu sebelah sudah diprediksi akan memilih “berdamai” dengan Konfederasi di “selatan”. Mungkin … akan sia-sia saja selama ini perjuangan untuk melepaskan Amerika Serikat dari belenggu perbudakan.

Pemilihan 1864 berlangsung di tengah-tengah perseteruan sengit Perang Sipil antara The Union (“utara”) vs Konfederasi (“selatan”).

Abraham Lincoln akhirnya berhasil terpilih kembali dan terus memperjuangkan amandemen dan menuntaskan Perang Sipil dengan “selatan” di musim semi tahun 1865.

Harga yang harus dibayar Lincoln untuk perjuangannya memusnahkan perbudakan sangat mahal … nyawanya sendiri. Lincoln tewas terbunuh beberapa hari setelah Konfederasi menyerah dan mengakhiri 4 tahun Perang Sipil yang berlangsung sejak tahun 1861 silam.

Lincoln ditembak dari jarak dekat oleh seorang ekstrimis pro perbudakan saat tengah menonton pertunjukan dalam teater :'(.

Gambar : en.wikipedia.com
Gambar : en.wikipedia.com


Konon, di pemilihan 1864 tersebut, keunggulan Lincoln sebanyak ratusan ribu suara dari pihak lawan didapatkan dari dukungan kuat militer dan pasukan “The Union” yang sengaja ditarik untuk melakukan vote dan memenangkan Lincoln. Seluruh pasukan diminta pulang dari perbatasan dan nyoblos di daerah asal masing-masing 😀.

Jangan salah, alquran turun di tengah-tengah perbudakan yang masih merajalela. Alquran tidak melarang perbudakan kala itu tapi menjanjikan “imbalan besar” bagi mereka yang membebaskan hamba sahaya .

Tuhan ingin kita belajar, Tuhan tidak ingin pendidikan moral secara instan. Tuhan ingin umat manusia melewati proses ini. Lalu menyadari dengan sendirinya bahwa persamaan hak dalam kemanusiaan antara sesama tanpa memandang warna kulit dan suku bangsa adalah naluri yang tak bisa ditolak . Betapa Tuhan yang Mahatahu dan Mahabijaksana 🙂.

“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.” [QS. Al-Balad :12-16]

Siapa yang tahu, apa yang terjadi jika Lincoln gagal mempertahankan posisinya sebagai presiden terpilih di Amerika Serikat di tahun 1864? Akankah sejarah penghapusan perbudakan dari Negeri Jantung Dunia tersebut akan benar-benar tercipta?

Setelah sekian lama dunia berputar dalam ketidakadilan, Lincoln berani mengambil keputusan besar untuk memimpin PERUBAHAN! Perubahan yang tidak kecil dan tak akan bisa dijalankan tanpa dukungan suara untuk kembali memenangkan tahta sebagai orang nomor 1 di Negeri Paman Sam waktu itu.

Apakah takdir akan tetap menuliskan kisah yang sama jika perolehan suara Lincoln jeblok di Pemilu 1864 tersebut?

Sejarah kembali mengajarkan hal yang penting. Seringkali untuk perubahan besar, kita harus melewati jalan yang tidak mudah.

Siap berubah untuk Indonesia? Nyoblos yok nyoblos jangan ribut di media sosial saja  :D.

Your support doesn’t count, your vote does.

Salam 2 jari, jangan lupa pilih Jokowi 

#Jokowi9Juli

your vote does

[Food Combining] Detoksifikasi Tahunan via Ramadan

Seharusnya momen berpuasa untuk umat muslim yang diwajibkan tiap tahun itu sangat tepat dimanfaaatkan untuk “detoksifikasi” tubuh. Terutama saluran pencernaan.

Tapi kita malah kebalik, yak. Begitu bulan puasa, segala makanan “enak tapi kurang sehat” malah dihajar. Porsi makan pun kita tambah dengan alasan habis puasa hihihihi. Begitu buka puasa, jadinya malah balas dendam. Kelar puasa, godaan hari raya menanti. Hari raya berlalu sudah malas mau mulai lagi hehehe.

Logikanya, bulan puasa membuat pengeluaran dapur berkurang. Ini malah melonjak! Itulah salah satu keuntungannya bulan puasa di “negeri minoritas” menurut saya :).

Nafsu makan terjaga karena enggak ada penjual gorengan atau snack buka puasa atau lauk-lauk lainnya bertebaran di jalan hahahaha. Saya sih terasa banget kalau bulan puasa, belanjaan di supermarket tidak sebanyak biasanya.

Gambar : agengasa.org
Gambar : agengasa.org

 

Jadi lebih tenang menjalani puasa karena enggak mikirin acara buka puasa bersama yang biasanya seabrek-abrek hihihi. Godaan makan enak berkurang pesat. Bermukim di mana pun, selalu ada yang bisa dikeluhkan dan selalu ada yang bisa disyukuri 😉.

Pokoknya sepaket lah itu semua hal yang baik-baik. Misalnya pola makan sehat yang ternyata seiring sejalan dengan pola hidup tidak boros . Tanpa bantuan suplemen apa pun, makanan buatan mana pun dan murni memanfaatkan keanekaragaman hayati nan alami ciptaan Tuhan.

Saluran pencernaan kita sebenarnya sangat luar biasa dengan daya tahan dan toleransi yang sangat mumpuni. Jika macam-macam penyakit tetap menghampiri, masalahnya ada pada orangnya bukan pada sistem pencernaannya. Pola makan adalah hal yang paling mempengaruhi.

Berpuasa 19 jam di Eropa awalnya membuat saya ragu-ragu untuk mengikuti juklak Food Combining, hanya makan buah-buahan saat sahur! Ya mana kuat, pikir saya.

Secara tak sengaja, 2 hari lalu, perut saya begah banget pas mau sahur. Memang agak repot di sini. Buka puasa jam 10 malam. Sementara perut penuh kita enggak boleh menunda-nunda tidur karena jam 2 dini hari nanti sudah harus bangun untuk sahur.

Nah, subuh itu saya enggak kuat makan nasi dkk. Jadi, saya benar-benar hanya makan apel dan pear saja. Apel dan pear buah-buahan yang tergolong paling murah di sindang jadi bukan sok elit yeeeee hihihihi.

Amazingly, kok badan malah lebih seger daripada biasanya. 19 jam lho! Itu pun kemarin saya masih berkeliaran di City Center karena harus ke kantor pos ngirim surat suara dan ngabuburit bentar nyari-nyari diskonan di Mal hahahaha. Food Combining memang wokeeehhh :D.

Biasanya, kalau sahur saya makan buah + makan menu karbo (nasi+sayur+lauk protein nabati). Sekarang, buah-buahan saja deh ^_^.

Kalau itu dirasa terlalu berat, mungkin bisa dimulai dengan “membiasakan” tubuh tanpa minuman-minuman non air putih. Mumpung puasa, hindarilah susu, teh, kopi, 100% . O

Sebagian sering menyangka kalsium hanya ada di susu. Dan merasa kalau tidak minum susu kalsium pasti kurang. Susu sapi tergolong minuman ‘rekreasional’, untuk sekali-sekali saja, jangan dijadikan konsumsi rutin . Kalalu mau, mending mengkonsumsi kacang-kacangan macam kedelai dll.

Kalsium bertebaran di banyak jenis-jenis sayuran, jenis makanan yang seharusnya mendominasi di tiap waktu “makan berat” kita. Sebaiknya dikonsumsi segar tanpa diolah untuk memastikan tubuh memperoleh zat-zat gizi yang dikandungnya secara optimal 🙂.

Mumpung puasa, nih. Dimulai yuk program hidup sehatnya. Minimal saat buka puasa, jangan menyiksa tubuh dengan buka yang manis-manis. Karena katanya … yang manis belum tentu sayang #eaaaaaaaa.

Gambar : thebellyfatblog.com
Gambar : thebellyfatblog.com

 

Buka puasa sebaiknya dengan buah-buahan. Tubuh seharian enggak dikasih makan, buah-buahan sangat cepat diserap tubuh, jadi klop kan? Sirup, kolak, es campur hanya akan membuat gula darah melonjak. Fruktosa buah itu insya Allah super aman untuk tubuh . Makan kurma + air putih juga bagus banget tuh . Sesuai sunnah rasulullah dan membuat saluran cerna ikut bahagia.

Minum jus juga salah satu alternatif. Jus dari buah-buahan segar pastinya . Bukan jus kotakan atau botolan atau kemasan pabrikan lainnya. Semoga enggak digampar sama teman-teman di ULI yang ngurusin produk “B*av*ta” hahahahahahha.

Setelah minum jus tunggu sekitar 15 menit baru deh “makan besar”. Cemilan/gorengan macam pastel dkk dihindari sajalah dulu 😀.

No Junk! (gambar: corebloggers.com)
No Junk! (gambar: corebloggers.com)

 

Sahurnya juga begitu. Enggak usah minum teh, kopi atau susu, apalagi soda! . Air putih saja kita kencengin terus . Dimulaii dengan buah-buahan lalu berhenti sebentar sekitar setengah jam. Bisa diisi dengan salat tahajjud dulu kan ;). Setelah itu baru makan besar, kalau belum yakin dengan “buah-buahan doang”.

Sahur lebih baik mengkonsumsi menu karbo, nasi dkk tanpa protein hewani sama sekali . Cobain deh, jangan takut lemas. Instead, segar bugar sampai buka puasa . Kalau pun belum bisa kombinasi ini, ya enggak apa-apa deh tapi sayurnya tetap banyak dan kalau bisa dalam keadaan segar. Cocolin sambel saja kalau belum biasa. Tapi jangan banyakan sambelnya daripada sayurnya yeeee :p.

Sedikit demi sedikit beralih ke Food Combining 🙂.

Katanya sih, salah satu cara kita bersyukur kepada anugerah kesehatan dari Tuhan adalah dengan menjaganya sebaik mungkin . Mumpung belum terlambat. Tahu sendiri kan, kesehatan itu tidak akan bisa ditukar dengan materi sebanyak apa pun.

Momentum puasa harusnya diisi dengan lebih banyak ibadah bukannya malah lebih fokus kepada menu-menu sahur dan berbuka . Tujuan berpuasa untuk melatih empati kita kepada mereka yang kurang beruntung secara ekonomi. Jangan malah digunakan sebagai ajang makan-makan enak nan segambreng saban sahur dan berbuka .

Selalu ada hikmah luar biasa dari kewajiban-kewajiban yang digariskan oleh Tuhan, ya. Selama kita mau belajar terus . Termasuk kewajiban berpuasa.

Menurut salah satu hadis sahih, “Semua penyakit berawal dari perut.” Sayangi sistem pencernaan kita, yuk. Investasinya mungkin belum kelihatan sekarang tapi mungkin jika diberi umur panjang, kita bisa melewati masa tua dengan lebih bugar. Insya Allah 😉. Makan sehat, hidup pun jadi hemat ^_^.

Gambar : strikefighterconsultinginc.com
Gambar : strikefighterconsultinginc.com

 

Selamat melanjutkan ibadah puasa bagi teman-teman yang menjalankan 🙂. Jangan lupa Food Combining nya dong ya ;).

***