3 Tahun Kumpulan Emak Blogger #K3BSauyunan

Kumpulan Emak Blogger

Enggak nyangka juga, ya, setelah berhenti bekerja dan lebih banyak di rumah, tetap bakal banyak aja gitu urusan hahahahhaha.

Dikira bakal bosan ngangon anak dan ngurusin kerjaan rumah tangga saja, ealah, malah rasanya makin banyak saja yang BISA di-kepo-in :v :v :v *toyorKepalaSendiri*.

Dulu juga sempat merasa, “Duileh, cara bergaul bakal macam mana ni ya kalau sudah tidak bekerja lagi. Tiap hari beredar di kantor saja rasanya kenalan segitu-gitu aje.” :v :v :v

Thanks to internet ;). Hits dunia digital juga membawa perubahan bagi gaya hidup banyak orang. Jangan-jangan, tinggal di rumah kalau rajin ber-socmed bisa lebih sibuk ketimbang kerja kantoran :v :v :v . read more

Atheisme dan Agama, Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada? (2)

Tan Malaka, tokoh komunis garis keras, lahir dan besar di Ranah Minang. Seperti layaknya pemuda-pemuda Minang, Tan Malaka juga tumbuh dalam dekapan agama Islam yang kental. Boleh dijabanin, Kakaaaaa, biografi beliau yang sudah mulai banyak menghiasi rak-rak toko buku setelah sekian lama rezim Orde Baru berusaha “menghilangkan” kiprah pentingnya dalam sejarah perjuangan bangsa di era sebelum kemerdekaan.

Tidak hanya Tan Malaka, tanah Minangkabau juga banyak melahirkan politikus/sosialis/budayawan yang pemikirannya berpaham kiri atau cenderung sosialis. Dimana sosialisme adalah akar utama dari pemikiran komunisme. read more

When You Gotta Be

Sebelum ngikut suami yang sudah hampir 6 tahun terakhir ini bekerja di luar negeri, saya pun sudah merasakan “merantau” dalam arti pergi jauh dari keluarga dan tinggal sendiri.

For me, living abroad is not my first “going away” :D.

Mungkin, klimaksnya sudah lewat. Itu sudah terjadi, saat pertama kali saya melambaikan tangan dari geladak KM Umsini yang mulai bergerak menjauh di pelabuhan laut Soekarno-Hatta di Makassar kepada adik bungsu saya yang menangis karena ibu saya ikut pergi mengantar saya. read more

Semangat Tahun Baru, That Man in The Mirror!

Pak Anies Baswedan bisa dikategorikan sebagai salah satu pahlawan perubahan saya di tahun 2014 kemarin ^_^.

Terpesona dengan usaha keras beliau menebarkan semangat untuk berubah, salah satunya dengan program “Indonesia Mengajar”, membuat saya tidak ragu-ragu ikut dalam barisan relawan, “Ayo Turun Tangan!”

Salah satu jargon beliau memang, “Ayo turun tangan, jangan hanya bisa urun angan.”

Aren’t we all like that? :D.

Angan-angan setinggi langit. Bermimpi jadi negara maju lah, mau punya perekonomian yang bisa mempengaruhi dunia lah, pengin disegani oleh asing lah, hendak ini lah menuntut itu lah, tapi hanya sebatas mimpi-mau-pengin-hendak-menuntut saja. read more

I Say a Little Prayer

“Kalo tida’ pi skola, nanti jadi tedong.” (Kalau tidak pergi ke sekolah, nanti jadi kerbau).

“Biarma’ jadi tedong …” (Biar saja menjadi seperti kerbau).

Hahahahha. Kalau ingat yang ini masih ngakak-ngakak sampai sekarang. One of the most memorial conversation back then. Waktu Mama saya membujuk salah satu kakak saya agar mau ke sekolah. Itu katanya si calon tedong kecil itu ngomongnya sambil sesengukan lho. Saking enggak maunya disuruh ke sekolah. Hahahhaha. read more