Resep MPASI Ayam Wortel ini pertama saya berikan saat anak saya telah melewati makan padat sebulan pertama. Tapi sebenarnya dimulai dari usia 6 bulan juga boleh, kok.

Her Infinite World
Resep MPASI Ayam Wortel ini pertama saya berikan saat anak saya telah melewati makan padat sebulan pertama. Tapi sebenarnya dimulai dari usia 6 bulan juga boleh, kok.

Cara Membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning … salah satu favorit keluarga nih ;). Keluarga pencinta ikan hehe. Terutama emaknya, yang memang anak pantai abisssss ^_^.
Sejak tinggal di Jeddah sudah lebih dari sekali nyobain resep ini. Memang kemirinya memberi sumbangsih rasa yang edan lah :p. Nah, sempat kemarin saya kehabisan kemiri dan tetap nekat membuat ikan Pesmol. Hadeeeeh, rasanya jadi beda banget :(. Ibaratnya film, kemiri dalam resep ini adalah pemeran utama hehehe.
Mumpung suami baru balik dari Jakarta dan membawa lumayan banyak kemiri langsung kepikiran si Ikan Pesmol Bumbu Kuning lagi. Di sini belum tahu beli kemiri itu di mana :(. Jadi kemarin sudah wanti-wanti minta dibawain kemiri banyak-banyak. Tapi yaaaa, dasar laki. Cuma dibawain 2 bungkus, euy huhuhu. Padahal lumayan banyak resep nih yang kudu berkemiri ria.

Untuk resep-resep dengan bahan ikan, saya selalu menggunakan ikan fillet. Adanya yang model gitu di sini. Eh, yang utuh juga ada, deng. Biasanya dalam kondisi segar. Enggak kuat sama harganya boooo hahahaha :p. Jadilah pakai ikan fillet, itu pun kondisi beku. Syukuri apa yang ada yaaaaaaa *pukPukDiriSendiri*.
Kemarin pas buka kulkas stok yang ada … Ikan Hammour. Saya kurang tahu ini kalau di Indonesia si Hammour ini dikenal dengan nama apaan. Yang jelas konon Hammour ini hampir selevel Salmon. Bener gak ya? Agak ragu. Soalnya, si Hammour harganya jauh lebih murah, makanya sering juga beli ini hihihi *ngikikNgirit*. Lebih enak itu sebenarnya Ikan Cod. Ya random saja belinya. Pokoknya kalau bukan Ikan Cod, ya Ikan Hammour atau Ikan Basa yang lebih murah lagi hahahaha.
Kalau pakai fillet, jadinya agak hancur ya. Walau motongnya sudah gede-gede, saat diaduk, jadi terpotong-potong juga :(. Terlalu heboh kali ngaduknya hihihi :p.
Btw, tempat contekan buat cara membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning ini dari masterchef paling senior Mbak Herti, Herti Kitchen. Blognya Mbak Herti ini sudah lama banget lho. Tahun 2006 boooo :D. Mungkin seangkatan dengan Mbak Astri Nugraha. Resep-resep Mbak Herti disimpan dalam bentuk foto-foto. Sila diintip langsung ke sana. Resep-resepnya mantap, Euy. Yang amatiran kayak saya aja kalau nyontek ke sana alhamdulillah jarang gagal ;).
Untuk cara membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuningnya, resep asli dari Mbak Herti sila intip di sini ;).
(Baca Juga : Resep Ayam Bakar Padang)
Saya hanya pakai setengah resep karena ikannya enggak banyak :D. Saya juga menggunakan cabe merah besar instead of cabe rawit kecil-kecil. Biar enggak pedas-pedas amat. Karena ada anak yang enggak tahan makan pedas, cabenya tidak saya potong tapi dimasak utuh. Yang doyan pedas, nanti tinggal pecahin sendiri di piring masing-masing.
Bahan :

Cara Membuat :
Bikinnya sih relatif mudah. Hasilnya maknyuuuuus ;). Tidak perlu penambahan kaldu atau penyedap rasa apa pun. Rasanya pasti endeuuus :D.

Lumayan kan buat nambah-nambah variasi masakan per-ikan-an :D. Terutama yang memang tergila-gila dengan ikan kayak saya hehehe.
Baca juga : Resep Daging Empal
Yuk yaaaa, di-praktik-in cara membuat Ikan Pesmol Bumbu Kuning -nya <3.
Again … Bumbu Ayam Suwir khas Bumbu Bali -nya nyontek dari Mbak Endang ^_^. Sebenarnya sudah pernah bikin dulu. Cuma kan, euforia motret-motretnya baru sekarang. Sekarang, habis masak, ribet sendiri mainin ponsel buat potrat potret hahaha.
Pas bikin yang dulu, semua bahan saya gunakan. Tapi kali ini, santannya saya skip. Sebelum memasukkan santan, saya cobain kok ya sudah sedap ya. Enggak jadi saya tambahin santan. Jadinya memang lebih kering, sih. Tapi rasanya itu lho, tetap Indonesia bangeeet ^_^. Bumbu-bumbunya standar ala Bumbu Bali, tanpa kemiri tapinya.
Enaknya lagi, suwirannya enggak perlu digoreng dulu. Lebih ringkas. Cukup direbus saja. Lebih sehat dan pastinya … hemat minyak goreng juga kaaaaaan *teuteuuup*. Edisi kali ini, plus hemat santan hahahaha :p.
Terus, pas ngulek saya masukin jahe, pas lihat lagi di resep aslinya Mbak Endang kok enggak ada jahenya ya hihihi. Ya enggak apa deh, sudah terlanjur. Tetap enak koooook ^_^. Oiya, saya juga skip kencurnya, deng. Entah ya, kurang suka sama bau kencur.
Kesalahan teknis standar ala tukang masak gadungan -_-.

Bagi yang Food Combining, bumbu ayam suwir ini mantap juga lho dimakan pakai lalap-lalapan tanpa nasi. Sama saya tetap ditambahin sambel sih. Resep asli dari Mbak Endang kan namanya Ayam Suwir Pedas ala Bali. Nah, anak nomor 2 itu kalau makan yang pedas-pedas berasa nonton film horor gitu hahahaha :p. Jadilah cabenya saya kurangin banget.
Selain ayam, tahu juga enak dibumbu Bali lho ;).
Baca : Resep Tahu Bumbu Bali
Resep asli Ayam Suwir dari Mbak Endang bisa dilihat di laman ini ya, di situs beliau yang tersohor itu, Just Try and Taste ;).
Kalau yang saya share ini, modifikasi ala saya-nya hihihi :p.
Bahan :
Cara Membuat :

Kalau di resep asli, setelah memasukkan ayam dan diaduk barulah ditambahkan santan. Lalu dimasak terus hingga santan matang dan airnya habis. Tapi lihat kan, tanpa santan pun, warnanya sudah sedap begitu ;).
Updated : buat yang ingin melihat proses pembuatannya secara live, saya sudah bikin vlog resep Bumbu Ayam Suwir ini lho :D. Ini videonya …
Menggoda banget ya untuk disantap dengan nasi hangat-hangat hehehe. Ya enggak apa-apa kalau tetap makan pakai nasi, yang penting gempur dengan sayuran segar yang banyaaaaaaaak ^_^. Kalau bisa sayurannya tanpa diolah sama sekali ya. Sayuran segar tanpa proses pematangan sama sekali konon masih menyimpan enzim yang banyak yang dibutuhkan oleh tubuh kita sebagai penyeimbang dalam sistem pencernaan. Boleh percaya boleh enggak :D.
Gimana, gimana, bumbu ayam suwir edisi bumbu Bali nya? Sungkem dulu sama Mbak Endang, salah satu tempat nyontek andalan hihihi. Cobain ya di rumah, lumayan buat variasi daripada goreng-goreng dan soto-sotoan dan semacamnya ;).
Selamat makaaaaaaan <

Resep sambal goreng daging sapi ini resep kenangan semasa masih tinggal di Makassar. Tepatnya di Jalan Pajennekang no.70 itu lho hihihi :p.
Sambal goreng daging sapi jarang muncul dalam menu sehari-hari. Jadwal tayangnya itu … hari lebaran! :D. Menu ini termasuk menu khusus hari raya atau kalau ada acara apa gitu di rumah.
Hari lebaran itu biasanya yang ada di meja makan menunya “tetap” : Kari Ayam, Sop Ayam Makaroni, Buras, Ketupat, Perkedel Kentang, dan Sambal Goreng Daging Sapi iniiiiiiii ^_^.
Begituuuuu aja terus saban lebaran :p. Masak coto atau lain-lainnya malah enggak pernah.
Dari sejak tinggal di Jeddah sudah pernah bikin resep sambal goreng daging sapi. Resepnya via sms dari Mama saya. Tapi di Jeddah kan masaknya cuma iseng-iseng. Sekepenginnya aja. Lebih banyak jajannya hahaha. Saya kan lidahnya lumayan cocok dengan “makanan warteg” yang ternyata di Jeddah juga ada warung beginian yang murmer. Anomalinya Jeddah tuh ya, walau judulnya di luar negeri, soal makanan khas Indonesia enggak susah dicari ;).
Sebagai (mungkin) mamak-mamak paling malas memasak sendiri semasa di Jeddah (hahaha), jadinya dikutuk dipindahinnya ke … Eropa! Biar jadi rajin masak? Ya terpaksa! Huhuhu -_-.
Terus terang saya kurang doyan daging sapi. Dibikin rendang juga ya biasa saja. Tapi kalau dikasih mah tetap makannya paling banyak ya, Neng? Hahahaha :p.
Ketambahan lagi suami saya cenderung kolesterol tinggi jadi masak gini-ginian jarang banget. Begitu masak kemarin nih langsung buru-buru difoto! Suami lagi sibuk jadi enggak bisa dimintai bantuan. Makanya fotonya nih cupu bener hihihi. Cuma pakai ponsel. Dipotret sesuka hati saja hihi.
Ini juga baru nyadar, kok milih mangkok yang pinggirannya sudah ada yang retak -_-. Liatin aja foto-fotonya :p.
Nah, ini sudah ada video cara pembuatannya nih. Bisa ditonton kalau mau untuk melihat langsung step by stepnya ;). Please, subscribe ke channel youtube saya, okeeeee? ^_^
Btw saya yakin resep ini juga sebenarnya banyak yang tahu cuma mungkin namanya beda, ya. Sekilas bumbu-bumbunya mirip dengan masakan yang berbumbu bali walau tidak persis-persis amat. Yang jelas saya tahunya kalau di daerah lain umumnya sambal goreng itu pakainya hati sapi atau hati-hati lainnya. Asal jangan hatiku yang kau rebus #eaaaaaaa :p.
Cukup yaaaaa pengantarnya, hahahahaha.
Ini dia resepnya. Mumpung masih segar dalam ingatan, baru bikin kemarin banget soalnya :D.
Bahan :
Tambahan : kentang goreng. Kentang diiris korek api dan digoreng sampai kering.
Cara Membuat :

Memang lah ini memasaknya serba pakai perasaan hahahaha. Tapi kalau sudah beberapa kali praktik pasti akan terbiasa sendiri ya ^_^. Pengalaman pribadi ;).
Cara masaknya agak beda kan ya? Bumbu meresap lebih sempurna. Rasanya itu manis, pedas, dan sedikit asam. Suami dan anak sulung saya doyan banget. Anak kedua juga doyan sih cuma kadang dia ngerasa terlalu pedas katanya hihihi. Ini cabe merah di sini emang gak stabil deh pedesnya. Kadang pakai sebiji tahu-tahu pedas banget. Pakai 2-3 biji malah enggak terlalu berasa. Zzzzz -_-. Padahal penampakannya sama lho, cabenya ya itu-itu juga.
Oke lah. Segitu dulu ya dongeng resepnya yang sekarang. Semoga resep sambal goreng daging sapi -nya bisa dicobain di rumah masing-masing :D. Enak kok, enaaaaaaaakkkk (y).
Updated : sekarang saya juga lagi rajin-rajinnya bikin vlog resep-resep di dapur. Ini ya playlistnya. Sudah ada beberapa resep lho hehehe. Silakan diintip kali ada yang cocok ;).
Kok bisa-bisanya kepikiran cara membuat siomay goreng ya? Hihihi. Padahal waktu di Jakarta, jaraaaaang banget jajan makanan satu ini. Waktu masih bekerja yang ngantornya tepat di seberang Stasiun Cikini, lumayan sering beli siomay stasiun Cikini yang memang super hits itu :D. Itu juga karena ikut-ikutan temen hehehe.

Tidak termasuk makanan favorit. Gara-gara hamil anak ketiga aja nih, macam-macam ngidamnya. Terpaksa lah hunting resep cara membuat siomay 😀
Dari tanya-tanya di FB, dapat petuah dari para masterchef di Jeddah. Dari Neng Niera sama Ibun Dian :D. Terus pernah dapat video cara membuat siomay dari channel youtube Rasamasa juga. Juga ada pencerahan dari blog da mastah, the one and only, Mbak Diah Didi :D.
Nah, mungkin karena kebanyakan resep itulah, pas mau bikin, bingung mau nyontek yang mana hahaha. Kok ya rasanya resep A lebih enak tapi kok pengin nambahin anu-anu kayak di resep B. Kepengin bikin resep B tapi bahan-bahannya banyak amat, ya.
Pokoknya mulai keluar sotoy-nya dah hahahaha.
Akhirnya, saya comot sana comot sini. Dan jadilah resep cara membuat siomay yang ini. Menurut saya, citarasanya lebih cocok disantap dengan cocolan yang asem pedas manis (sambelnya merah) –> bilang aja malas bikin bumbu kacang! Hahaha :p. Di youtube channel Rasamasa, siomaynya juga pakai resep saos merah yang saya maksud. Tapi saya mah, beli saos botolan Thailand saja di Toko Asia. Tinggal tuang –> pemalas to the max! :p.
Nama saosnya, Mae Plo. Rasanya manis-manis asem asin nyaris enggak ada pedasnya. Dicocol pakai sambal ABC yang pedas juga oke saja sih.
Pas Mama di sini, saya bikinin siomay ini, mama bilang, “Ini ya yang namanya dimsum?” Hahahahaha, zzzzz -_-. Kok bisa sih siomay jadi dimsum :D. Mama nih yang doyan makannya pakai sambal ABC botolan.
(Baca juga : Resep Ayam Suwir Bumbu Bali)
Untuk kulit, suka-suka saja, ya. Paling enak pakai wonton lah. Tempo hari saya bikin pakai kulit wonton, jauuuhhh lebih kriuk. Pokoknya mantap. Tapi di foto di postingan ini kebetulan bikinnya pakai sisa kulit lumpia hihihi. Sayang, ya, kalau gak kepake. Jadi dibungkusin ke siomay ajah.
Kulit wonton gak usah ribet. Beli di Toko Asia saja :p. Memang gak punya jiwa Sparta nih di dapur. Kalau para masterchef kan sudah pasti bela-belain membuat sampai ke kulit-kulitnya. Harap maklum, ya. Terjun ke dapur tak lebih hanya karena keadaan yang memaksa *kibasCelemek*.
Bahan :

Cara Membuat :
Penampakan yang digoreng di 2 foto yang sebelumnya (di atas itu tuh). Itu foto-foto siomay yang digoreng pakai kulit lumpia. Tapi sekali lagi, enakan pakai kulit wonton ;). Ini pas bikin pakai wonton enggak pernah kefoto aja hahahaha.
Sedangkan yang versi kukus, ini dia hasilnya :

Btw, sekitar 2 minggu kemarin, dikirimin siomay dan bakso sama tetangga kesayangan di Woodville sana *ciyuuuum*. Dadah-dadah ke Bunda Maya (versi Athlone) hihihihi :p. Enaaaakkkk, apalagi juga dikirimin komplit sama bumbu kacang dan kuah + mie + perintilannya buat yang bakso sapi :D.
Katanya, si Maya ngambil resepnya dari cookpad. Bolehlah kapan-kapan nyobain siomay versi cookpad. Enak juga boooo. Ah, saya mah gitu orangnya. Makan apa saja tuh biasanya pasti enak hahahaha.
Ini kok jadi panjang sharing resep doang -_-. Baiklah, sampai jumpa lagi di edisi resep ala-ala berikutnya :p. Semoga resep siomay yang ini bisa menambah khasanah per-siomay-an di tanah air! Wohahahahaha… *minta dilemparin telor*. Dicobain yaaa resep cara membuat siomay nya ^_^.
(Baca juga : Resep Daging Empal Gepuk)
Dan ini channel youtube saya yang isinya vlog resep :D. Monggo dilihat listnya, mana tahu ada resep yang cocok dan bisa dipraktikkan di rumah, yes? 😉