Soalnya buat lidah Indonesia kita, protein non hewani paling gampang itu ya kalau enggak tahu ya tempe :p. Tapi makannya jangan sampai lebay gitu, ya.
Aturan sederhana, apa pun yang berlebihan ya pasti enggak bagus :D. Selang seling sama jamur-jamuran juga. Katanya sih, jamur juga tergolong sumber protein non hewani (y).
Resep Tahu Kuah Pecak adaptasi dari Resep Ikan Kuah Pecak dari blognya Mbak Endang yang hits itu. Eh, pada ngeh gak siapa Mbak Endang? Hehehe. Tapi kalau brand “Just Try and Taste” pada tahu dong, ya :p.
Nah Kuah Pecaknya mirip sama resep dari Mbak Endang. Ya paling menyesuaikan dikit dengan seada-adanya bumbu di sini.
Yang penting terasinya harus ekstra hihihi. Wah, sungkem dulu sama tetangga kalau ada bau aneh-aneh ya :p.
Cara Membuat Tahu Kuah Pecak
Bahan :
500 gr tahu putih, potong-potong kotak atau sesuai selera. Direndam dengan sedikit air, garam + gula secukupnya, lada bubuk, bawang putih (dihaluskan atau yang dalam bentuk bubuk). Sisihkan.
Bahan Pecak (bumbu tidak perlu ditumbuk terlalu halus) :
4 buah cabe merah besar
2 cabe rawit
8 siung bawang merah, kalau saya pakai bombay sih hehehe. Untuk bombay ukuran besar (sekepal tangan orang dewasa), pakai setengahnya saja.
5 siung bawang putih
2 ruas jahe
2 sereh
1/4 sdt kunyit bubuk
1 sdm terasi bakar, atau 1.5 sdt terasi bakar
Bahan Pecak lainnya :
2 ruas lengkuas, geprek
3 lembar daun jeruk
3 lembar daun salam
1 gelas belimbing air matang, sekitar 200 cc atau disesuaikan dengan tingkat kekentalan yang diinginkan.
1/2 sdt merica bubuk
Garam secukupnya
1 sdm gula merah, disisir
2 sdm air asam jawa
1 buah tomat diiris tipis
Minyak secukupnya untuk menumis
Kaldu bubuk secukupnya kalau mau. Ini dari resep aslinya pakai kaldu tapi sebenarnya enggak terlalu perlu sih. Tanpa penguat rasa juga sudah enak banget. Terasi gitu lho hihihihi :p.
Cara Membuat :
Goreng tahu yang sudah dibumbui dan didiamkan tadi. Sisihkan.
Tumis bumbu halus + lengkuas + daun jeruk + daun salam hingga harum.
Tambahkan air matang dan rebus sampai mendidih.
Masukkan merica, gula merah, air asam jawa, dan garam. Aduk rata. Masak sampai kuah mengental.
Tuangkan kuah pecak ke atas potongan-potongan tahu. Atau bisa juga tahu-tahunya yang dicemplungin yang ke kuah pecaknya lalu diaduk sampai tercampur rata bumbunya.
Selesai, deh! ^_^
Relatif gampang lah ya. Karena tinggal tumis dan cemplung-cemplungin. Karena porsi terasinya agak banyak, buat yang doyan terasi (kayak saya! Hahaha) pasti makannya sampai nambah-nambah.
Bukan hanya Tahu yang bisa dibikin Kuah Pecak. Tempe juga bisa. Ayam kek atau apalah hihi. Tapi kalau tempe saya kurang doyan, kenapa ya. Kurang pas aja gitu.
Anak saya yang sulung tentu doyan hasil dari Resep Cara Membuat Tahu Kuah Pecak ini. Dese kan emang pedes-pedes mania. Yang nomor 2 ya so-so lah. Makannya sambil bete gitu hahaha.
Suami ya jangan ditanya hihihi. Pedes doyan sama terasi juga enggak anti :D. Ya pokoknya seisi rumah hepi lah *tepukTangan*.
Btw, tempo hari juga sempat masak Nasi Liwet. Pas lah disantap bareng dengan Tahu Kuah Pecak nya hehe. Nasi Liwetnya isinya enggak macam-macam kok. Hanya teri-terian seadanya saja.
Dulu saya sempat sotoy ngotot kalau Nasi Liwet harus ada santannya hahaha *getokKepalaSendiri* :p. Ternyata nasi liwet ya enggak pakai santan kayak nasi uduk. Tapi hasilnya enak jugaaaaaa ^_^.
Semoga di 2017 ini ada semangat baru, cita-cita baru yang enggak bakal bosan kita mengejarnya biar enggak mentok sampai sebatas mimpi saja ;).
Sambil mikirin resolusi tahun baru ya dipraktik -in Cara Membuat Tahu Kuah Pecak nya di rumah masing-masing. Emang apa hubungannya? Ya enggak ada sih hahaha.
Resep Terong dicabein alias Terong Balado (Tanpa Digoreng nih ceritanya) nunjukin betapa ribetnya kita untuk benar-benar move on dari bangsa goreng-gorengan hihi. Iya sih, terongnya enggak digoreng, tapi sambalnya tetap ditumis hihihi.
Bisa sih sambal katanya hanya direbus pakai air tanpa minyak. Tapi gimana gitu ya hahaha #belumIkhlas :p.
Tetap ngotot pengin makan yang pedes tapi tetap endes-endes, jadilah Terong Baladonya dimodifikasi dikit. Walau tetap judulnya terong dicabein, masih harus berurusan dengan minyak-minyak an :(.
Terong Balado ini idola saya dan suami. Ya kita berdua berdua memang hobi yang pedas-pedas. Mana-mana aja dibalado, deh, hahaha. Mulai dari telur, tempe, tahu, segala daging hewan, kacang-kacangan dan seterusnya :D.
Kebiasaan sehari-hari saya dan keluarga, termasuk anak-anak ;), adalah mengkonsumsi sayur dalam kondisi segar. Sayurnya hanya dicuci bersih dan dipotong-potong dan langsung cemplungin ke piring kemudian hap-hap-hap. Praktis, kan?
Lebih sehat tentunya ;).
Konsumsi sayuran dalam kondisi segar memungkinkan kita memperoleh manfaat gizi sayur seoptimal mungkin. Baik enzim, vitamin maupun mineralnya. Karena konon kalau sudah dipanaskan dalam suhu tertentu dalam waktu yang lama pula, banyak enzim dan zat gizi lainnya yang akan “hilang” :(. Sayang, euy ;).
Selain bisa optimal mendapatkan zat gizi terkandung, konsumsi sayuran dalam kondisi segar juga menghemat waktu banget. Hemat tenaga, terus hemat listrik/gas dan ujung-ujungnya ya hemat duit lah yaow :p. Emak-emak mana suaranya hahaha :p.
Tapi ya balik lagi, untuk masakan terong nih, sudah terbiasa banget makan terong bareng sambelnya. Apalah arti hidup ini kalau harus makan terong tanpa dibalado? #eaaaa :p.
Ah ya, soal nama bulenya si terong ini. Ternyata, istilahnya bisa beda-beda juga, lho.
Di wilayah Eropa sini terong (yang biasanya berkulit ungu itu) dikenal dengan nama Aubergine. Sementara sebelumnya saya tahunya terong itu Eggplant :D. Penampakan juga lumayan berbeda.
Di Irlandia sini, aubergine-nya semok-semok hehehe. Kalau di Indonesia kan memanjang dan langsing gitu ya. Gini kira-kira penampakan terong gendut itu hehe :
Gambar : whitmuirtheorganicplac.co.uk
Beda kan yaaaaaaa hehehe.
Untuk sambal baladonya ya terserah saja kalian terbiasanya pakai bumbu apa. Yang dipake sehari-hari saja. Saya sendiri kadang pakai terasi kadang juga enggak.
1 buah terong, potong-potong sesuai keinginan. Cuci bersih.
4-6 buah cabe merah besar. Di sini enggak ada cabe merah keriting. Sebenarnya enakan pakai cabe merah keriting kali, ya.
1/2 butir bawang bombay. Biasanya sih bawang merah hehe. Tapi di sini adanya bombay. Enak juga ^_^.
1 buah tomat, cincang kasar
1 sendok makan air asam jawa
1/4 sdt terasi
Garam gula secukupnya
1-2 sdm minyak goreng untuk menumis
Cara Membuat :
Rendam potongan terong dalam air garam maksimal 1 menit lah ya. Tiriskan.
Haluskan cabe merah + bawang bombay + terasi
Tumis bumbu halus sampai wangi
Masukkan tomat + air asam jawa. Aduk rata.
Masukkan garam dan gula. Aduk lagi. Koreksi rata
Kalau rasanya sudah oke, masukkan potongan terong.
Aduk-aduk potongan terong sampai bumbu tercampur merata.
Selesai deh, matikan kompor ;).
Kalau saya paling doyan makan terong baladonya dengan masakan tempe atau tahu plus nasi panas dong tentunya. Satu lagi, dengan beberapa sayuran segar tambahan. Kalau terong doang kurang aja gitu rasanya hehehe.
Sebaiknya memang mengkonsumsi beberapa jenis sayur berbeda tiap satu kali waktu makan :).
Biasanya ditambahkan sayuran segar lainnya seperti potongan timun + tomat :D. Etapi di fotonya si tomat belum sempat ditambahkan. Sesuai selera masing-masing saja, ya. Sayuran kan banyak ragamnya. Usahakan mengkonsumsi ragam jenis variasi sayuran di waktu makan berbeda-beda ;).
Buat yang ngikutin pola makan ala Food Combining, kalau terongnya mau dimakan pakai protein hewani (ikan, ayam, sapi dll), nasi putihnya digeser dulu yaaaaaaa :D.
Dalam pola makan Food Combining, sebaiknya tidak mencampur karbohidrat dengan protein hewani.
Rasanya tetap enak kok. Lebih juicy malah kalau menurut saya. Kalau digoreng terongnya malah jadi letoy gitu gak sih? Udah gak jelas lagi apanya yang mau dimakan hehehe.
Daripada dibayang-bayangin, praktik-in sendiri aja si terong dicabein atau Resep Terong Balado Tanpa Digoreng -nya, yes? ;).
Di channel youtube saya juga ada beberapa vlog resep ya misalnya nih empal daging sapi. Bikinnya mudah dan empuuuukkk.
Resep MPASI Puree Buah Pear dapat diberikan sejak adek bayi berusia 4-6 bulan. Di Irlandia sini, rekomendasi pemberian makanan padat dimulai di usia 6 bulan. Saya juga menggunakan standar yang sama sejak anak pertama.
Ya enggak benar-benar 6 bulan sih. Seringnya 6 bulan kurang dikiiiiiit. Kurang seminggu lah ya rata-ratanya.
Tapi tidak sedikit juga referensi yang membolehkan pemberian makanan padat pertama sejak usia 4 bulan. Silakan dikonsultasikan dengan dokter anak masing-masing ya :).
Hasil Puree Buah Pear -nya agak kecoklatan karena dihaluskan dengan kulitnya sekalian hehehe. Mayoritas buah-buahan memang sebaiknya dikonsumsi dengan kulitnya. Tapi memang tidak semuanya. Ya kali mau makan duren sama kulitnya hahaha :p.
Itu yang dalam mangkok agak lebih coklat tua karena pengaruh cahaya, ya. Warna aslinya sih lebih mirip dengan warna yang ada dalam wadah-wadah plasti yang ada tutupnya itu. Yang wadah plastik buat ditaruh dalam freezer buat nyetok :D.
Di awal pemberian, sebaiknya buah-buahan dikenalkan satu persatu dulu jangan langsung dicampur. Untuk mengetes alergi dsb. Ingat kan rule 3-hari untuk jenis makanan yang sama. Berlaku juga untuk MPASI tipe lain selain buah, yaitu sayur misalnya.
Tapi apel dan pear seharusnya buah yang tergolong resiko alergi paling kecil. Makanya direkomendasikan untuk dikenalkan di awal pemberian makanan padat pada bayi.
Nah, ada sedikit kesalahan teknis pas pertama kali bikin Puree Buah Pear ini. Salah beli jenis pear hihihi. Belinya yang pear yang bentuknya agak bulat. Saya lupa nama tipenya. Tapi memang pear model begini rasanya agak asem.
Jadi deh adik bayi makannya sampai bergidik gitu hahaha. Acem ya Deeeeeek :p.
Selanjutnya ya selalu beli Pear yang namanya Conference Pear. Pear jenis ini dijamin maniiiiiissss … kayak mamanya adek bayi #eaaaa hahaha.
Ini lho penampakan si Conference Pear yang dimaksud :
Di sini memang ada beberapa jenis pear. Bisa dbilang buah pear juga ada di sepanjang tahun. Mau musim apa juga buah pear selalu gampang ditemukan di swalayan dan toko buah ^_^. Termasuk si Conference Pear ini ;).
Jangan terpengaruh dengan warna kulitnya yang kurang caem, ya. Cuci bersih saja, JANGAN dikupas.
Okelah, ini dia Resep MPASI Puree Buah Pear
Resep MPASI Puree Buah Pear
Bahan :
2-3 buah pear, tergantung mau bikin untuk berapa porsi. Porsinya pun disesuaikan dengan umur adek bayinya, ya :). Cuci bersih dan sekali lagi, kulitnya tidak perlu dikupas.
ASI/sufor/air putih matang untuk mengencerkan saat diblender
Sebaiknya pakai yang jenis Conference Pear yang rasanya benar-benar manis :).
Cara Membuat :
Potong-potong buah pear agar cepat matang saat dikukus. Ukuran dan bentuk terserah saja. Toh nanti juga bakal diblender hehehe.
Tekstur pear kan sebenarnya sudah cukup lembut jadi tidak perlu lama-lama mengukusnya. Maksimal 3-4 menit saja.
Blender/haluskan pear yang sudah dikukus bersama ASI/sufor/air putih matang sampai lembut. Apalagi buat yang baru belajar makan ya, takut keselek kalau masih ada yang gerindil-gerindil.
Jadi deh Puree Buah Pear -nya ;).
Hasilnya cukup untuk lebih dari sekali makan. Untuk konsumsi selanjutnya, taruh dalam wadah kecil-kecil (satu wadah untuk satu kali makan) dan simpan dalam freezer.
Jika ditaruh dalam freezer bisa tahan lebih dari sebulan. Sebaiknya sih kalau tidak darurat banget, bikinnya enggak usah buat setok sebulan lah ya hihihi. Kalau saya paling buat 2-3 x makan saja.
Buah termasuk yang dianjurkan untuk diperkenalkan pertama kali. Khususnya alpukat, apel dan pear karena resiko alerginya relatif rendah. Buah juga ramah terhadap pencernaan ampuh untuk mencegah sembelit untuk bayi yang baru berkenalan dengan makanan padat.
Untuk Resep MPASI Puree Buah Apel ya caranya sama juga kok dengan resep ini. Ganti saja pear nya dengan apel.
Selain buah-buahan, oatmeal juga pilihan yang paling baik untuk kategori serealia untuk mencegah sembelit di awal.
Yup, ini dia menu makanan bayi 6 bulan versi adek bayi. Ampuuun, anak ketiga masih ikutan drama daftar menu MPASI Bayi aja nih, Buk? Hahaha. Husss, ini bukan mau drama-dramaan dong ah. Sharing iniiiii, sharing ceritanyaaaaaa :p.
Waktu anak pertama dan kedua, proses MPASInya ya gitu deh. Suka-suka hati saja. Random. Pokoknya ngikut sana ngikut sana. Misalnya satu teman bilang gini ya ngikut. Disaranin gono ya ngikut.
Gambar : pixabay.com
Juga tergiur dengan menu-menu MPASI lucu-lucu. Dengan harapan anaknya semangat makan. Betapa kita sering mengira begitu bayi mulai makan makanan padat seleranya mendadak sama dengan orang gede hehehe :p.
Tahu teori-teori MPASI, misalnya situs wholesomebabyfood juga sudah lama. Tapi ya begitulah. Habis nama-nama sayurannya suka gak mudeng, ya. Eh, padahal dicari-cari di supermarket lokal juga ada. Tapi dulu ikut-ikutan suka belanja di toko tertentu yang konon jual sayur-sayuran “bule” yang cucok buat bayi-bayi hihihi.
Kayak sayur Zukini (zucchini), sayur apaan tuh? Hahaha. Ealah, kemarin pas mudik di toko lokal ternyata juga ada hehehe. Eh, apa baru-barusan saja ya jenis sayur ini sudah masuk toko lokal. Entah juga. Soalnya pas anak pertama (sekitar 7-8 tahun lalu), saya belinya ya di toko “khusus” tadi. Ngikut teman saja :D.
Begitu anak ke-3. Saya familiar banget dengan nama-nama makanan yang direkomendasikan oleh wholesomebabyfood. Yaiyalah, pan tinggalnya di kawasan yang ‘sejalan’ dengan daerah asal yang nulis situs :p –> tempat tinggal orang bule :p.
Sebagai orang Asia, kita sudah terbiasa dengan makanan kaya bumbu. Jadi seolah anak bayi juga pasti doyan sama selera kita hahahaha. Makanya saya agak skeptis lihat resep-resep di situs tadi. Ini bener gak si adek bayi bakal doyan?
Kita lupa, di usia 4-6 bulan, adek bayi pan baru belajar makan. Ya kali langsung mau ditawarin sate padang atau siomay? Hahaha :p.
Step by step, Mommie ;).
Gambar : pixabay.com
Adapun si #baby3 ini awalnya juga kurang bergairah. Saya pasrah deh. Soalnya kedua abangnya juga gitu hihihi. Tapi saya tetap disiplin dengan “aturan pengenalan 3 hari” dan sebagainya. Tetap saya berikan makanan yang sama kalau indikasinya hanya “enggak doyan”. Kalau sampai alergi atau sembelit ya tentu diganti dong yaooowww ;).
Wah, ternyata beda! Makin ke sini, makannya makin semangat ^_^ *tepukTangan*.
Di masa anak ketiga ini saya ngerasain anak tuh yang mengamuk minta disendokin kalau kebetulan emaknya iseng ngasih makan sambil whatsap-an hahaha *jitakEmaknya*. Kan nyendokinnya jadi tersendat-sendat :p.
Hampir semua jenis makanan yang saya berikan, anak ketiga ini doyan! Bahkan tepung beras coklat yang awalnya bikin dia sembelit tetap rakus makannya.
Tapi saya selalu bilang, bisa saja ini hanya HOKI semata hahaha. Mungkin Tuhan kasihan ya, duh ini embaknya masa udah anak ke-3 masa dramanya masih itu-itu juga sih? :p. Terima kasih ya Tuhan <3.
Tapi tentu bisa jadi juga, ini karena efek “disiplin” dan keseriusan dalam memilih jenis makanan dan patuh pada aturan no gula garam sebelum 1 tahun. Booo, anak 1 & 2 dulu, saya sejak awal sudah pakai garam + gula hihihi. Abis ya balik lagi, selalu mikir mereka kayak orang gede, ogah makan kalau makanannya tanpa rasa :p.
Yuk ah, ini dia susunan menu MPASI makanan Bayi 6 bulan. Buat bayi yang ASI ekslusif, jangan tunda pemberian protein ya kepada bayi kita :). Karena kandungan utama ASI itu adalah karbohidrat. Protein dan lemaknya lebih minimal.
Tentu saja, tetap mengacu pada aturan dasar : first thing first, pengenalan per jenis makanan 3-4 hari, no garam dan gula. Lagian jangan suka lebay duluan, ya. Masak buat anak bayi itu mah gampaaaaaang :D. Cuma kukus terus dihalusin doang. Gak pake bumbu macam-macam. Apalagi masih umur 6 bulan ;). Disaring boleh kalau punya banyak waktu. Diblender atau pakai food processor juga gak masalah.
Again, senyamannya ibu saja :).
Gambar : pixabay.com
Untuk awal MPASI makanan bayi 6 bulan, di satu hari kenalkan 1 jenis makanan saja. Ya biar kelihatan misalnya kalau alergi, alerginya sama makanan yang mana. Kalau dalam sehari langsung cusss 2-3 jenis makanan, kan jadinya bingung toh yaaaa ;).
Daftar Menu MPASI Makanan Bayi 6 Bulan
Hari 1 : Pisang kerok
Sebaiknya dimulai dengan buah-buahan. Karena karbohidrat seperti tepung beras itu cenderung bikin sembelit. Walau tidak terjadi pada semua bayi. Amannya pisang kerok ajah. Indonesia banget kan hahaha. Konon katanya pisang juga anti sembelit dan jarang menyebabkan alergi.
Jenis pisangnya bisa Pisang Ambon atau Pisang Cavendis (bener gak ini nulisnya? Hehe).
Saran pemberian biar tidak terlalu kental tambahkan dengan ASI/susu formula secukupnya.
Diberikan sekitar pukul 8 atau 9 pagi. Senyamannya si ibu saja :). Satu kali sehari dulu sudah cukup. Ingat, ingat, ini baru hari pertama ;).
Soal porsi disesuaikan dengan anak masing-masing ya. Tentunya karena ini baru hari pertama ya kasih porsi wajar saja. Kalau pun tidak habis jangan panik atau buru-buru ke dokter hahaha :p.
Hari 2 : Pisang kerok
Ingat aturan pengenalan 3 hari untuk satu jenis makanan. Santai sih, anak bayi lho iniiiiiiii :D. Jadwal kalau bisa tetap sama di pukul 8 atau 9 pagi, sesuai kesediaan ibu saja :). Atau embak/simbok :p. Kalau anak terlihat doyan, bisalah porsinya ditambah.
Hari 3 : Ya pisang kerok lagiiiiiii hahahaha. Jadwal sama. Porsi bisa ditambah kalau adek bayi kayaknya makin getol ;).
Hari 4 : Alpukat. Pilih yang matang. Dikerok juga seperti pisang. Nanti dihaluskan dengan sendok juga bisa. Campurkan dengan ASI/susu formula secukupnya juga. Jangan tambahkan gula sih pastinya ;). Waktu makannya samakan saja ya, pukul 8 -9 pagi.
Hari 5 : Alpukat lagiiiii :D. Penyajiannya sama. Pengenalan alpukat hari ke-2 nih. Waktu pemberian sama.
Hari 6 : Alpukat dengan penyajian dan waktu pemberian yang sama. Porsi mungkin bisa berubah :). Buah-buahan ditaruh di awal untuk mencegah sembelit. Maklum dong ya, biasanya cuma nenen atau minum sufor, ini langkah pengenalan terhadap makanan padat. Potensi sembelit cukup risky.
Hari 7 : Sudah bisa dimulai dengan 2x makan. Sekalian pengenalan karbohidrat pertama.
Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12 – 13 siang : berikan bubur oatmeal. Resep bubur oatmeal bisa dilihat di sini, ya. Porsinya disesuaikan saja dengan si adek bayi. Pokoknya kalau baru awal-awal begini ya santaiiiiiii :D.
Oiya, ASI dan susu formula juga lanjut terus ya sesuai permintaan si adek bayi ;). Di sela-sela makan kalau minta juga ya tetap diberi :).
Hari 8 :
Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat biar selang seling dengan pisang karena pengenalan 3 harinya sudah selesai :). Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal. Ini adalah hari ke-2 pengenalan oatmeal jangan diganti dulu.
Hari 9 :
Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Jangan bosan yaaaa. Menu makanan bayi 6 bulan ya begini ini :p. Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal. Bubur oatmeal sudah 3 hari berturut-turut berarti selesai sudah *yayyyy* ^_^. Saatnya ganti menu tuh.
Hari 10 :
Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : bubur tepung beras coklat. Lihat resepnya di sini :).
Hari 11 :
Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : bubur tepung beras coklat. Porsinya mungkin sudah bisa ditambah bila adek bayi dirasa siap atau terlihat makin lahap makannya.
Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal + puree zukini. Pengenalan makanan baru lagi nih ;). Resep puree zukini bisa dilihat di sini.
Hari 14 :
Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : tepung beras coklat + puree zukini. Bisa mulai divariasikan.
Hari 15 :
Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal + puree zukini. Hari ini pengenalan zukini selesai :D. Mulai terasa variasinya menu makanan bayi 6 bulan gak? 😀
Pukul 8-9 pagi, coba balik ke pisang kerok lagi ;). Pukul 12-13 : tepung beras coklat + puree wortel + puree tofu. Pukul 18-19 malam : oatmeal + puree wortel + puree tofu.
Hari 23 :
Di hari ini mulai kombinasikan sayurnya kalau mau. Jangan risau soal masaknya. Masak satu-satu saja di tempat-tempat sendiri yang kecil-kecil itu taruh dalam freezer. Kalau mau makan baru dikeluarin dan dicampur di mangkoknya ;).
Pukul 8-9 pagi, berikan apel kukus. Pukul 12-13 : puree zukini-ayam. Resepnya sih mirip dengan wortel-ayam, tinggal ganti zukini dengan wortel hehe. Pukul 18-19 : oatmeal + puree wortel-ayam.
Hari 27
Pukul 8-9 pagi, berikan alpukat. Pukul 12-13 : oatmeal + puree wortel-ayam. Pukul 18-19 : puree zukini-ayam. Saya kadang ngikut menu ideal food combining yang tidak mencampur protein hewani dengan karbohidrat. Kadang-kadang saja sih. Karena suami masih belum benar-benar sreg kalau diterapin ke anak-anak :).
Pukul 8-9 pagi, berikan alpukat. Pukul 12-13 : oatmeal + puree wortel-parsnip-ayam. Tinggal dicampur tiga-tiganya dengan cara yang sama dengan resep-resep sebelumnya. Pukul 18-19 : puree parsnip-zukini-ayam. Selesai sudah 30 hari menu makanan bayi 6 bulan nyaaaaa *tepukTangan*.
Beres deh!
10 jenis makanan sudah diperkenalkan kepada adek bayi sebagai makanan bayi 6 bulan di awal ini dengan kombinasinya masing-masing :
Buah-buahan : pisang, alpukat, apel
Sayuran : zukini, wortel, parsnip
Karbohidrat : oatmeal dan tepung beras coklat
Protein : tahu dan ayam.
Tinggal dilanjut ke MPASI bulan berikutnya dengan tambahan pengenalan jenis makanan baru dan kombinasi yang lebih banyak tentunya ;). Semoga membantu ya contoh menu makanan bayi 6 bulan ini ;).
Resep Gulai Tahu : “Kenapa malah rajin beli tahu-tempe kalau harga daging malah lebih murah? Bengngo pa…” Bengngo pa, bahasa Bugis, yang artinya kira-kira, “bego amat” hahaha :p.
Ini yang ngomong Mama saya tempo hari pas diutus nemenin saya lahiran di sini. Sebulan lebih di sini, Mama jadi tahu pola makan saya sekeluarga. Kata “bego amat” itu jangan dibikin baper yaaaa :D. Mama saya kan dibesarkan di kampung dan puluhan tahun menghabiskan hidup di Sulawesi Selatan.
Kami, orang Sulsel, memang kurang familiar dengan makanan tahu-tempe ini hehe. Orang Sulawesi mah makannya ikan dan aneka seafood lainnya :D. Sesekali makan daging ayam atau daging sapi/kambing. Kami di Sulawesi isunya memang bukan soal makanan, kok ;). Makanan sih insya Allah tercukupi banget.
Yes, harga tahu dan tempe di Irlandia sudah pasti mahal karena jarang dan impor pula. Mungkin karena demand kurang wajar kalau produksi tidak digenjot. Harga ikan juga mahal. Yang murah ya daging ayam atau daging sapi/kambing.
Gulai Tahu
Saya saja, yang beli dagingnya so pasti di Toko Daging Halal ;), harga daging sapinya paling cuma 8-9 euro per kg. Kalau beli di daging non halal bisa lebih murah lagi :D. Ayam lebih sadis. Satu ekor ukuran kecil cuma 3.5 euro saja. Itu juga ukurannya udah gede menurut saya hehe.
Kalau beli di supermarket lokal, sayang enggak ada daging halalnya huhuhu, saya pernah lihat kalkun segede gaban harganya cuma 4 euro!
Tetap saja, saya tetap lebih prefer ikan-tahu-tempe. Suami dulu suka cemberut tapi masalahnya dia yang punya masalah dengan kolesterol jadi harusnya dia dong yang kudu sadar diri ;).
Akhirnya manut, saya minta beliin ikan dan tahu dia gak ngeyel lagi hahaha. Kalau tempe memang berat, karena di kota kami tidak ada. Adanya di Dublin atau Galway. Ya kali mau nyetir 1-2 jam buat beli tempe doang hahaha :p.
Kalau Tahu banyaaaaak di sini. Di Toko Asia bisa didapatkan dengan mudah, di supermarket dekat rumah saya juga stoknya selalu ada ;).
Saya sih tidak akan mengkompromikan urusan kesehatan dengan uang :). Kita toh sepakat bahwa kesehatan adalah salah satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Anggap saja investasi sejak dini ;). Uang bisa dicari, kalau jantung bermasalah, organ tubuh kena penyakit, mau dibeli pakai apa? Ganti pakai baterai bisa? :p.
Cuma untuk Mama yang sudah tua ya mau bilang apa. Orang tua kan sudah sulit kita ubah persepsinya. Mama memang kalau makan minimal pakai telur hehe. Pokoknya harus ada protein hewani :D. Kalau enggak ada kesannya gimanaaaaa gitu :D. Ya udah, yang penting sudah usaha mengubah pola makan pas di sini. Sisanya cukup doanya saja buat kesehatan orang tua ya :).
Insya Allah sehat terus ya Mamaku sayang <3. Moga-moga tetap rajin makan buah dan sayuran segar hasil doktrin di sini selama hampir 2 bulan hihihi. Aamiin.
Terkait dengan polemik harga sapi yang melambung. Ya tiap bulan puasa memang harganya pasti gitu ya. Cuma tahun ini, Pak Presiden kakehan ngomong pakai target kalau daging sapi tidak bakal naik harganya hahaha. Yaela Pak, cebong garis keras pun cuma bisa pasrah dikau menjadi sasaran bully para hater karena blunder itu :p.
Semua juga tahu, pas bulan Ramadan, permintaan daging sapi ya so pasti melejit. Harga makin naik, omelan makin panjang, ya tetap saja pada ngantri di tukang daging :p.
Hukum ekonomi sederhana lah ya, demand naik ya harga pasti nukik ;). Kecuali pasokan banyak. Tapi menjaga pasokan ya pasti harus digempur pakai daging impor karena demand memang tinggi banget, produksi lokal tidak akan bisa mengatasi :).
Tapi, tapi, tapi kalau impor besar-besaran ya jadi bahan cemooh hater juga hahaha. Jadi, sabar ya Pakde :p. Keep doing your best ^_^. Ini saja keran impor akhirnya dibuka sudah mulai sinis. Maju kena mundur kena.
Pakde, tetap semangaaaaaaaat *nariHulaHulaCebong*
Sebenarnya sederhana, harga daging sapi naik ya jangan beli daging :p. Bulan puasa pula, harusnya asupan makanan dikurangi. Tapi ya begitulah :D. Tradisi sejak dulu, susah mengubahnya.
Sudah tahu sebenarnya di usia makin tua konsumsi daging hewani sudah kudu dikurangi, apalagi daging merah tuh ya. Tapi apa mau dikata. Walau sistem pencernaan jerit-jerit dihajar protein hewani melulu, urusan lidah tetap menang :D.
Pernah suami saya ngomel, “Ya aku kan sudah biasa makan masakan padang dari kecil. Ya namanya masakan padang ya gulai-gulaian atau rendang. Bumbunya itu lhoooo, sedep banget.”
Ya jangan ribet. Saya bikinkan saja Gulai Tahu ^_^. Tempe juga bisa digulai hihihi. Tempe direndang juga enak lho ;). Tahu belum pernah saya rendang :D.
Ini dia Resep Gulai Tahu -nya ;). Benar-benar adaptasi dari gulai hewan-hewanan hihihi.
Resep Gulai Tahu
Bahan utama :
400 gr tahu. Dipotong sesuai selera lalu dikukus. Tekstur tahu di sini kalau dikukus malah jadi lebih “kokoh” lho. Sama gak ya dengan tahu di tanah air? Kalau digoreng ya bisa juga. Tapi sebaiknya jangan lah. Sudahlah digulai, digoreng pulak. Dobel dah dosanya hahaha :p.
Bahan dihaluskan :
2 buah cabe merah besar
6 siung bawang merah. Kalau pakai yang besar-besar atau bombay disesuaikan ya takarannya.
2 siung bawang putih
1/2 sdt kunyit bubuk
3 butir kemiri, sangrai
1/4 sdt Jintan bubuk. Ini kira-kira sih ya, kayaknya pakai lebih sedikit. Jintan ini perlunya buat aromanya itu lho :D.
1 cm jahe
1 sdt ketumbar bubuk
1/2 sdt merica bubuk
Bahan pelengkap :
1/2 sdt lengkuas bubuk
1 batang sereh, geprek
2 lembar daun jeruk
Gula merah secukupnya
Air asam jawa
500 ml santan, pakai yang encer saja
Garam secukupnya
Cara Membuat :
Tumis bumbu halus bersama lengkuas, sereh, daun jeruk.
Masukkan tahu goreng/tahu kukus. Aduk sebentar hingga bumbu tercampur rata.
Masukkan santan dan sisa bumbu lain. Didihkan. Kalau dirasa kurang tambahkan air atau santan encer lagi secukupnya.
Koreksi rasa. Siap dihidangkan ^_^.
Soal rasa ya pasti bedalah Resep Gulai Tahu ini dengan Gulai Ayam atau Gulai Kambing hahaha. Tapi tetap enak lho menurut saya. Lumayan kan buat variasi masakan tahu.
Silakan dinikmati Resep Gulai Tahu -nya dengan sepiring nasi putih plus … sayuran segar pastinyaaaaaa hehehe. Makan pakai potongan timur + tahu segar juga mantap banget tuh ;).
Yang masih peer tuh gimana cara bikin Sup Tahu yang enak, ya. Yang dari tofu itu lho. Saya pernah makan, tepatnya ditraktir hahahaha, di sebuah rumah makan oriental gitu. Menunya Sup Tofu begitu-begitu deh. Menurut saya sih enggak enak hahaha. Harganya booo, kalau gak salah di atas 50 ribu satu mangkok isinya buat makan sendiri aja kali. Untung ditraktir ya :p.
Ya next time dicari-cari deh ramuan yang pas-nya. Atau mungkin lidah saya yang tidak terbiasa ya dengan tofu. Sukanya Tahu Bandung dan tahu-tahu khas Indonesia lainnya. Lidah kampong! -_-. Semoga Resep Gulai Tahu nya bisa jadi alternatif buat masak-masak di dapur ya ^_^.