Kenangan Masa Kecil : For a Better Ending :)

Salah satu kenangan masa kecil kan rumah saya ada 3 lantai, tuh. Horang kayah dong ya rumah ampe bertingkat-tingkat hihihi. Mengapa sampai 3 lantai segala? Soalnya tanahnya super mungil sementara bokap menentang KB modern jadilah itu nyokap melahirkan sampai 8 kali! 😛

kenangan masa kecil
Banyak anak banyak rezeki ^_^ Gambar : majalahtim.com



Biar muat dengan bocah-bocah segambreng, diakalin dengan membuat rumahnya bertingkat. 

Saya enggak bakal bohonglah. Lingkungan sekitar rumah itu khas pemukiman dekat pasar. Jarak Pasar Sentral dari rumah mungkin hanya sekitar 100 m. Jalan kaki ke pasar juga bisa banget.
read more

Lihatlah Warna pada Cahaya

Waktu kuliah dulu saya belum kepikiran lagi soal menulis. Pokoknya fokus gimana biar cepat lulus, dapat kerja dan cari suami! Hahahaha 😀.

Tapi, dari dulu saya sudah ngefans dengan tulisan-tulisan salah satu teman kuliah dulu, si Miftahul Huda ini 😀. Cerpen iseng-isengnya atau opini-opini ringannya memang suka bikin jantung kelojotan hehehe. Dasar penulis berbakat, yang iseng-iseng dan ringan-ringan itu selalu sarat pesan-pesan yang bagus .

Saya selalu setuju jika sejarah harus dicermati dari berbagai sisi. Seperti saya meyakini, read as much as you can, but remember, you don’t have to believe them all. read more

Not All Those Who Wander are Lost

Salah satu daya tarik Irlandia di mata saya sebelum pindah ke sini adalah fakta bahwa Irlandia tetanggaan sama Inggris Raya hihihi. Harapannya, gampang mau nemplok ke sono. Idiiiiih, ternyata paspor hijau tua tetaplah paspor hijau tua *langsungLemes* hahahaha.

kata anak rantau
O’Connell Street, Dublin

Baik Inggris Raya maupun Irlandia, keduanya tidak masuk wilayah Schengen. Ho-oh, untuk ke Schengen pun, kudu adu urat di imigrasi ngurus visa dengan harga visa yang enggak murah. Inilah ribetnya kedua negara yang berada di ujung barat Benua Putih ini. read more

Life Goes On Without You

“Ngapain sih ya pakai baju seksi-seksi, suaranya kan sudah bagus banget gini … ” Kata saya waktu menonton seorang penyanyi perempuan asal Indonesia yang memang terkenal dengan gelar diva-nya.

Sang penyanyi memakai gaun panjang tapi kepotong sampai bokong . Lengan panjang tapi bahunya bolong. Belahan dadanya … beuh! Bisa bikin keramaslah pokoknya, hahaha 😀.

Waktu itu saya duduk depan TV berdua dengan kakak laki-laki saya. Kebetulan si kakak yang ini kerjanya jadi fashion stylist dan menjadi salah satu ‘petinggi wardrobe’ di salah satu televisi swasta di Jakarta. read more

Make That Change … YOU!

“Duh, supirnya suka ngetem. Ogah naik angkot. Mending nyetir sendiri,” respons seorang mahasiswi kece berambut panjang saat ditanya, mengapa enggan menggunakan fasilitas angkutan umum.

“Kan macet, Teh.”

“Biarin aja. Kan enak ada AC, bisa sambil dengerin lagu. Naik angkot juga macet.”

“Jadi?”

“Ya kalo enggak ngetem ya saya mah mau-mau aja. Lumayan hemat dan enggak telat nyampe kampus.”

Giliran supir angkot angkat bicara, “Ya harus ngetem atuh. Nyari penumpang. Kan ada setoran tiap hari.” read more