Akidah atau Akhlak?

Saat Rasulullah pertama kali menyiarkan Islam di masa awal dulu, tentangan terbesar adalah dalam masalah akidah. Orang-orang lebih banyak mengkhawatirkan zona nyaman mereka yang terganggu dengan ajaran Nabi Muhammad.

Nabi-nabi lain sebelum Nabi Muhammad juga begitu. Umat yang diberi tahu masalah tauhid umumnya menolak dari segi akidah.

Lebih dari 1500 tahun setelah Nabi Muhammad wafat, keutamaan akhlaknya terus dipuja-puja oleh ilmuwan barat sekali pun.

Beberapa tahun lalu saya membaca biografi “Sang Nabi” karangan Karen Armstrong yang jelas-jelas bukan seorang muslim. Armstrong menekankan sekali kesuksesan Rasulullah tidak lepas dari akhlaknya yang tak pernah meresahkan “siapa pun”, termasuk “pihak musuh”.

Salah satu yang dibahas yang sangat berkesan bagi saya adalah Perjanjian Hudaibiyah. Armstrong memuji ‘taktik’ Nabi Muhammad yang menurutnya tak akan lahir dari orang sembarangan.

Perjanjian Hudaibiyah (gambar: www.islam.ru)
Perjanjian Hudaibiyah (gambar: www.islam.ru)

Perjanjian Hudaibiyah yang sekilas terlihat sangat berat sebelah dan merugikan kaum muslim mendapat kecaman keras dari kalangan para sahabat. Nabi Muhammad bergeming. Tekanan para sahabat, kebimbangan banyak umat tidak membuatnya mengubah keputusan yang sudah diambil.

Perjanjian dalam tempo waktu 10 tahun tetap dilaksanakan. Salah satu intinya, orang Madinah yang berkunjung ke Mekkah tak boleh kembali ke Madinah. Sementara orang Mekkah yang datang ke Madinah boleh bolak balik sesuka hati Mekkah-Madinah.

Wah, wah, pantas saja para sahabat banyak yang resah. Rasanya kok merugikan umat muslim di Madinah?

Hasilnya? Sebelum 10 tahun, Islam telah berhasil mengubah peta kehidupan sosial masyarakat Mekkah . Begitulah awalnya peristiwa futuh Mekkah terjadi. Direbutnya Sang Kota Suci tanpa pertumpahan darah berarti. Istilah, dikuasai dengan damai. Damai, literally!

Apa sebab?

Masyarakat Madinah, walau pun heterogen hidup dalam naungan Islam dan berjalan dalam perangkat Syariah Islam yang memang terkenal dengan jargon “rahmatan lil aalamiin” nya . Jangan dikira di Madinah semua orang dipaksa untuk memeluk akidah Islam. No, no. Sistemnya Islam, tapi suka-suka situ mau ke sinagog atau ke gereja 😉.

Akhlak para penduduk Madinah berhasil mencuri hati mereka yang di Mekkah. Kalau sudah ke Mekkah, orang Madinah kan enggak boleh pulang lagi, harus bermukim dan berbaur di sana. Di Mekkah inilah, orang-orang Madinah hasil binaan Rasulullah menunjukkan cara bermasyarakat yang mereka anut di Madinah sana.

Gambar : www.albabuldiin.com
Gambar : www.albabuldiin.com

Perlahan dan pasti, penduduk Mekkah mulai melupakan kebencian pada kaum muslim yang dulu mereka anggap tengah berusaha menghancurkan kepercayaan nenek moyang. Mereka melihat saudara-saudara mereka yang dulu hijrah bersama Rasulullah tumbuh menjadi insan-insan saleh dan sama sekali tidak menakutkan seperti yang mereka sangkakan. Tak ada dengki tak ada paksaan. Kesejukan malah yang didapatkan.

Demikian pula orang-orang Mekkah yang datang ke Madinah, terpukau dengan sistem kemasyarakatan yang “islami” ini . Mereka pun kembali ke Mekkah dan menceritakan betapa asoynya kehidupan di Madinah.
Sungguh taktik yang luar biasa. Salawat dan puji-pujian bagi Allah dan rasulNya 🙂.

CMIIW, ya. Mohon dibetulin kalau ada yang salah. Siapa tahu referensi saya kurang tepat hehe.

Antara Madinah dan Mekkah di masa lampau sungguh kontras dengan kehidupan umat muslim di masa terkini.

muhammad karen armstrong

Yang pernah ramai adalah wawancara Bill Maher dan Sam Harris yang juga mengorbitkan nama Ben Affleck sebagai pembela muslim. But sorry to say, setelah lihat interviewnya…anu…Ben Affleck agak-agak gak nyambung sih emang hehehe. Raise your knowledge Ben, not your voice :p.

Fokus ke pendapat Sam Harris dulu, yuk. Keresahan Bill Maher dan Sam Harris justru pada kelakuan umat Islam ekstremis yang mereka klaim sebagai ‘kelakuan mayoritas’ umat muslim. Hm, saya enggak punya datanya. Jangan-jangan benar itu, tak sedikit dari kaum muslim yang diam-diam bersorak memberi semangat kepada kaum ekstrimis itu? 🙁.

Beberapa situs “islami” di Indonesia menobatkan beberapa pelaku pengeboman bunuh diri di tempat sipil sebagai “pahlawan”. Zzzzzzz -_-.

Tapi seorang narasumber satu lagi mementahkan anggapan itu dengan menuduh media-media internasional yang terlalu gencar memberitakan sisi negatif kaum muslim. Tapi kemudian ada sebuah komentar di videonya yang bikin dada sesak “…kalau mereka mengklaim itu hanya orang-orang tertentu yang ekstrimis lalu mengapa tak ada yang lantang menentangnya? Sisanya kok diam saja? Their silence is deafening.”

Ya gimana dong, kalau kita tentang kebrutalan mereka, kita pula yang dibilang liberal-sekular-anu-anu-anu :p.

Apakah kita tidak terganggu jika dulu Rasulullah memperjuangkan akidah sekarang malah siapa yang ngomongin akidah Islam? Karena aksi terorisme-nya bergema lebih kuat? Belum masuk ranah akidah, orang lain sudah dibikin takut dengan akhlak orang-orang yang (katanya) memperjuangkan akidah ini.

Katanya, Islam itu membunuhi siapa pun yang dianggap kafir. Memang benar lho. Ada yang menganggap kita harus berperang (literally, berperang) melawan fitnah. Fitnah terbesar = kemusyrikan, musyrik = bukan agama Islam. Pingsan gak lo? -_-.

Sebuah situs dengan lincah mengumpulkan ayat-ayat dalam alquran yang ditengarai sebagai perintah Tuhan bagi kaum muslim untuk bunuh-bunuh-bunuh. Sekitar 209 ayat. Padahal alquran terdiri dari 6 ribuan ayat.

Fokus pada ayat-ayat yang turun saat peperangan fisik terjadi lantas bagaimana dengan Al Mumtahanah (surah ke-60, juz 28)? Ayat 8 dan 9-nya sungguh sejuk dan sangat mudah dipahami.

Komentar-komentar di video juga bagus sebagai bahan kita berkaca, “Islam itu memang agama yang paling beda. Kita harus ikut mereka. Untuk masuk surga, kita harus membunuhi banyak-banyak orang kafir. Orang kafir ya orang yang enggak percaya sama ajaran agama mereka. Bayangkan, mereka hidup di dunia, mengejar surga dengan cara kekerasan. Dan mereka mengklaim agama mereka sebagai agama perdamaian. It’s really hard to understand that thing. Or is it just me?”

Ben Affleck, Bill Maher, Sam Harris (gambar : theguardian.com)
Ben Affleck, Bill Maher, Sam Harris (gambar : theguardian.com)

Susah mau membela diri kalau tahu ayat-ayat alquran saja kita tidak. Jika diberondong dengan ayat-ayat kekerasan, jangan-jangan sebagian dari kita juga bingung hihihihi. Iya ya, alquran nyuruhnya bunuh-bunuhin orang euy. Hehehe.

Insya Allah, alquran itu menyimpan banyak sejarah masa lampau untuk kita belajar dan berkaca bukan untuk menghakimi siapa pun. Mengurai keutamaan tauhid dan iman sekaligus menjabarkan keutamaan akhlak dan tingkah laku.

Perhatikan saja, banyak sekali ayat yang diterjemahkan sebagai… “Beriman dan berbuat kebaikan”, “beriman dan beramal baik”, “beriman dan menganjurkan untuk memberi makan kaum miskin” pokoknya iman selalu disertai dengan perbuatan baik.

Tak berarti iman dan tauhid nomor 2 atau tidak penting. Enggak gitu ya. Semuanya penting. Justru kita ini yang sering mengesampingkan urusan muamalah. Ah, ndak penting-penting amat lah itu. Sing penting syahadat-salat-zakat-puasa. Beres. Surga di tangan.

Apa kita tidak terusik jika makin ke sini umat muslim ditakuti justru karena tingkah lakunya? . Boro-boro mau menerangkan tauhid, makna zakat, qurban, berpuasa, kalau belum-belum mereka sudah merinding duluan melihat penampakan dan aksi-aksi kita?

Sama-sama kita buktikan bahwa kehadiran umat muslim seharusnya selalu membawa kesejukan, kedamaian, keadilan, kesejahteraan pada sekitarnya. Sesuai pakemnya, Islam … rahmatan lil aalamiin, rahmat bagi seluruh umat manusia. SELURUH. Bukan buat umat muslim doang toh ya ;).

 

Have We Seen Our Childhood?

Hari minggu, siang bolong. Matahari lagi terik-teriknya. Saya dan sekumpulan puluahn teman-teman malah dipanggang di bawah sinar matahari Karebosi.

Setelah selesai mempelajari not-not lagu, bermain di kelompok sendiri, lalu berkolaborasi dengan pemegang alat tiup lain. Lalu, alat tiup dan kelompok perkusi/percussion digabung.

Kalau kakak-kakak pelatih sudah enggak manyun lagi, berarti sudah lumayan oke, hahahaha. Barulah tim ColourGuard/penari akan ikut serta dalam alunan lagu.

Selesai? Beluuuuummmm :D.

Puncaknya digiring ke lapangan dan berlatih konfigurasi. Jadi, sebagai pemain marching band, skill-nya tidak hanya berhenti di kemampuan bermain alat musik atau menari bagi para ColourGuard. Tapi harus menghafalkan konfigurasi juga. Harus jalan ke mana berapa langkah di not yang mana. Pening? Jangan. Because for sure, it’s super fun! ^_^.

Contoh konfigurasi (gambar : huffingtonpost.com)
Contoh konfigurasi (gambar : huffingtonpost.com)

Waktu kecil paling ogah disuruh ikut pramuka. Seru katanya. Belajar mengenal alam. Aish, saya malas euy kalau disuruh berkemah segala macam hehehe. Enggak ada nikmat-nikmatnya kalau untuk saya.

Aslinya saya bukan traveler kok :p.

Saya traveling karena saya suka menulis. Sementara mungkin, banyaknya itu orang menulis karena suka traveling.

Waktu SD,  saya ingiiiiiiin sekali ikut ekstrakurikuler. Karate ya sudahlah ya, udah takut duluan denger orang teriak-teriak, “Ciyaat, ciyaaat, ciyaaat”.

Padahal ngefans sama film-film silat Cina yang pernah melegenda di tahun 80-an :D. Nonton mah doyan, kalau disuruh ciyat-ciyat sendiri, entar duluuuuuu hahaha.

Gambar : dreamstime.com
Gambar : dreamstime.com

Begitu ada pengumuman di sekolah bahwa SD saya akan membuka ekstrakurikuler drum band, langsung semangat mendaftar. Cheerleader saya nomor satu adalah … Mama! Ah, senangnya ^_^.

Mama memang agak-agak anti mainstream :D. Waktu lagi aktif-aktifnya drum band, banyak teman bersitegang dengan orang tua karena kegiatan ini dianggap mengganggu aktifitas belajar, saya tetap mendapat dukungan penuh dari Mama ;).

Tahu kata Mama saya? “Biarinlah, nilai sekolah terganggu dikit paling. Main drum band itu kan juga belajar.” My mom rocks!! Laaafffff

Umur 10 tahun, kelas 5 SD, resmi menjadi anggota tim inti Drum Band cilik pertama di sekolahan saya, Drum Band Athirah ^_^. Gratis lho. Gak pakai bayar-bayaran. Ini juga kali yang bikin emak eike semangat! Hahahaha.

Saya masuk tim alat tiup. Nama alat yang saya mainkan, flugelhorn. Sialnya, menjelang penampilan perdana kami, sang drum band cilik legendaris di Kota Daeng? lebay! (hahaha), saya kena cacar air!

Flugelhorn
Flugelhorn

Sudah pasrah batal tampil.

Ternyata, 2 hari sebelum manggung, saya sembuh. Karena saya sudah menguasai semua lagu, pas konfigurasi tinggal dibantu oleh 2 teman sesama peniup flugelhorn yang lain.

Lagu-lagu yang kami mainkan di penampilan perdana itu kalau gak salah, “Semut-semut Kecil”, “Abang Tukang Bakso” dan “Oleh-oleh Bandung”.

Duh, sepertinya ada 4, deh. Lupa satunya. Diary SD gak kebawa ke sini, jadi gak ada contekan :p.

Namanya anggota drum band, harus belajar lagu-lagu mars. Mars PDBI itu yang paling wajib. Disusul Mars Gagah Perwira, Mars Harapan Bangsa dan favorit saya… Mars Colonel Bogey! dst dst dst ^_^.

Umumnya, melodi lagu/suara 1 dimainkan oleh terompet/trumpet. Barisan alat tiup memang didominasi oleh pemain terompet.

Suara 2 biasanya oleh tim flugelhorn, suara 3 oleh cornet horn, dan suara 4 oleh tim “Albert”. Albert adalah istilah khusus untuk alat-alat tiup berat (albert = alat berat :p) seperti : baritone horn, trombone horn, tuba horn yang segede gaban :D.

Jangan salah, makin gede ukurannya, justru makin gampang lho meniupnya. Terompet kelihatan langsing, tapi meniupnya paling susah ;).

Baritone horn, sekali coba, biasanya langsung pada bisa, padahal gede lho.

Berat alat juga tidak tergantung volumenya. Terompet itu lumayan berat juga.

Jadi, pas lagu dimainkan, nanti suaranya sahut-sahutan. Itu yang bikin seru ^_^. Saat chorus/reffrain lagu, tim fluegelhorn juga sering banget kebagian memainkan suara 1 di banyak lagu ;).

Kalau tidak salah di lagu Mars PDBI, reffrain-nya adalah jatah pasukan Albert :D.

Proses latihan menghafal lagu, dipecah menjadi kelompok-kelompok kecil sesuai alat yang dimainkan. Nanti pelatihnya satu-satu. Setelah itu alat tiup digabung sama-sama untuk harmonisasi.

Tim Perkusi/alat pukul gabungnya belakangan. Mereka latihan sendiri juga terlebih dahulu. Perkusi terdiri dari snare drum, trio drum solo, quarto drum solo, bass drum, cymbal dan apalagi, ya.

Oiya di kelompok perkusi juga ada juga tim belira, xylophone dll. Belira ini juga macam-macam. Ada yang dipegang di tangan, ada yang dicantolin di bahu. Kalau xylophone berdiri sendiri. Pemainnya tinggal berdiri dan memainkan sticknya di atas xylophone.

trio drum solo

Pemain xylophone ya pastinya enggak ikut konfigurasi, cuma berdiri paling depan. Gak mungkin lah mau geret-geret alat seberat itu. Tapi berat lho sebenarnya memainkan xylophone ini. Kedua tangan harus super lincah.

Dari kegiatan drum band, saya pernah traveling sampai ke luar kota. Pertama, saat ikut lomba DB sekolah dasar di Jakarta tahun 1991. Pas liburan kenaikan sekolah. Beramai-ramai dengan teman-teman, naik kapal laut dari pelaburan Makassar :D.

Usai lomba, pulangnya kami tur keliling Jawa pakai bis. Mampir di Tangkuban Perahu, menginap di Malioboro Yogyakarta, jalan-jalan ke Candi Borobobudur hingga akhirnya transit di Surabaya menunggu kapal yang akan membawa kami pulang ke Kota Makassar :).

Bayangkan rempongnya kakak-kakak pelatih mengurus anak-anak SD yang jumlahnya sekitar 80 an orang itu hahahahaha. Belum dramanya, belum baku bombe’-bombe’nya, belum gosip-gosipnya hahahahaha. Tim pagosip mana tim pagosip? :p

Budaya basa basi orang Asia
Gambar : pixabay

Sebelum ke Jakarta, kami sudah terlebih dahulu mengikuti Training Center di wilayah Malino. Malino ini sudah masuk wilayah kabupaten Goa. Cukup jauh dari Makassar.

Kami menginap di suatu rumah yang cukup besar dan latihan intensif selama 10 hari di sana. Tanpa orang tua sama sekali. Orang dewasanya hanya ada kakak pelatih, tim konsumsi dan tim kesehatan saja.

Ruwetnya kalau diingat-ingat lagi hihihi. Gimana biar bisa bangun subuh-subuh, latihan sampai malam sambil ngantuk-ngantuk menahan dingin. Malino ini terkenal bersuhu sejuk cenderung dingin.

Timnya terdiri dari anak-anak kelas 3 sampai kelas 5 SD. Bayangkan ribetnya kalau malam-malam ada adik-adik kelas 3 yang mau pipis tapi takut hahahaha. Heboooohhhh.

10 hari yang tak terlupakan :).

Lulus SD, saya masuk sekolah negeri. Kelas 2 SMP, grup kakak pelatih pindah ke Pertamina. Sebagian kami diajak masuk tim sana. Saya ikut pastinya hihihihi. Banci drum band emang!

Di Pertamina, namanya Gema Patra Makassar Marching Band/ GPM. Pelatih lama tapi teman-temannya banyak yang baru.

Di Pertamina, kakak saya yang ke-4 juga ikut. Awalnya menjadi pemain baritone horn, lama-lama dia malah nyasar jadi pelatih ColourGuard. Selain tertarik pada dunia fashion, dari kecil, kakak yang ini juga suka menari :).

The Colour Guards :) (gambar : athletesarewarriors.com)
The Colour Guards 🙂 (gambar : athletesarewarriors.com)

Saya sih sampai pensiun dari dunia marching band, tetap setia pada flugelhorn :D.

Via GPM, sempat 2 x ikut ke luar kota. Ke Surabaya tahun 1993 dan manggung di Istana Negara Jakarta, Parade Senja Februari 1994.

Pertamina sih enaaaakk, duitnya kenceng. Uang saku terbilang lumayan waktu itu. Semua biaya akomodasi pastinya ditanggung 100%. Tinggal bawa badan sajah ;).

Di Surabaya, kami menginap di asrama haji. Di Jakarta menginap di Cibubur. Duh, macam-macam deh kejadian serunya. Sampai ada yang kemasukan segala. Hiiiiyyyy… *merinding*.

Tampil-tampil di acara lokal juga sering. Beberapa kali izin dari sekolah demi manggung bersama tim Marching Band hehehe.

Akhir-akhir ini ada tuduhan bahwa orang tua sering mengeksploitasi anak untuk aktif ini itu. Katanya, zaman dulu enggak gitu.

Ah, kata siapa? ;).

Saat menghadapi pertandingan, kami digojlok latihan tiap hari. Pulang sekolah kadang hanya sempat makan, kerjain peer, langsung cabut lagi ke tempat latihan.

Sabtu-minggu ya itu tadi, dipanggang di bawah sinar matahari Lapangan Karebosi.

Stres? Enggaklah. Soalnya kan enjoy. Memang keinginan saya pribadi untuk aktif di Marching Band. Kegiatan ini justru memacu untuk tetap memperoleh nilai bagus di sekolah ^_^.

Absen 2 minggu ke Surabaya di semester 3 pas SMP tidak membuat nilai saya mendadak anjlok di sekolah ;).

Alasan nilai saya menurun di semester 4 dan harus puas jadi rengking 2 dan merelakan gelar juara kelas kayaknya bukan semata-mata karena marching band aja, deh. Buktinya dari SD lancar-lancar saja :D. Ada faktor lain, malu ceritainnya hahaha.

Via kegiatan drum band/marching band, tidak hanya sekadar belajar musik. Pergaulan juga diasah. Menghadapi banyak teman, banyak sifat. Karena interaksi tidak hanya di tempat latihan.

Kalau lagi training center, harus umpel-umpelan dalam kamar selama berhari-hari tanpa kehadiran orang tua.

Apalagi kami beberapa kali harus ke luar kota. Lebih seru lagi, tuh hihihi. Belajar mandiri pastinya ^_^. Belajar mengelola emosi saat konflik. Karena namanya banyak manusia, pasti adaaaaa aja dramanya :p.

Sedari kecil, belajar hidup kan memang tidak hanya di rumah dan di sekolah saja. Saya rasa yang dulu aktif di Pramuka juga banyak kesan-kesannya, ya. Aktif di OSIS atau di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dari SD sampai SMA, sedikit banyak memberi sumbangsih yang tidak sedikit :).’

Dari kecil memang sebaiknya sudah diajari disiplin. Saya sendiri kurang sepaham dengan metode pendidikan yang terlalu ‘santai’ hehehehe. Sesiap-nya anak, kalau gak salah, apa ya.

Duh, anak kecil ya tahunya memang senang-senang hihihi. Justru karena itu mereka butuh pengarahan hehehe. Butuh kegiatan, butuh diayomi, butuh diajari, butuh ditunjukkan. Yang penting…jangan dipaksa! ^_^.

Gambar : www.os-trnsko-zg.skole.hr
Gambar : www.os-trnsko-zg.skole.hr

Teman saya cerita takut mengajari anaknya membaca dan menulis sebelum umur 5 tahun karena katanya anak bisa gila! Hahahhaahha. Ya kalau anaknya senang, anaknya tertarik, why not? Perkenalkan saja dulu ;). Respons selanjutnya ya terserah anaknya saja.

Ada yang mungkin lebih menikmati kesendirian dan terlihat enggak gaul ;). Tak berarti dia minder dan bodoh. Ada yang memang dari kecil gatal mau ini itu, hahahahaha. Memang enjoy tanpa perlu dipaksa-paksa. Tak berarti dia hiperaktif dan pasti hebat. Belum cencuuuuuu :p.

Ingat, kita tidak dilahirkan seragam ^_^.

Homeschooling is a good thing. Tapi pertimbangkan juga kalau anak-anaknya ternyata tipe yang memiliki kecerdasan interpersonal yang menonjol. Senang bergaul dan menikmati keberadaannya diantara banyak orang.

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they posses inside
(The Greatest Love of All, Whitney Houston)

Provide the options, optimize our support, but always … let them choose ^_^.

Ish, dah macam ortu yang paling keren aja kauuuuu? Hehehehe. Sharing pengalaman aja sih, ya. Untuk info penyeimbang :p.

***

Naik Haji, Antara Ibadah Horisontal dan Vertikal (Info Haji)

Sewaktu masih tinggal di Jeddah sempat ada kasak kusuk pro dan kontra mengenai beberapa rekan di sana yang naik haji saban tahun. Sebenarnya ada aturan di Saudi naik haji hanya boleh 5 tahun sekali. Tapi kan, kita-kita yang di Saudi punya satu keistimewaan khusus soal naik haji ini. Bisa haji koboi, Kakaaaaa 😉. Sekian sedikit info haji tentang hajian dari Jeddah :D.

Oh well, I’m against Haji Koboi actually . Definisi ‘haji koboi’ di sini adalah naik haji tanpa Tasrikh/surat izin resmi dari pemerintah Saudi untuk naik haji. Kalau haji backpacker tapi tetap dengan izin resmi monggo saja, asal bawa kantong plastik sampah sendiri pliiiiiiiisssssssssssssssss… -_-.

Gambar : news.liputan6.com

Apalagi jika dilakukan oleh orang-orang kalangan berada for the sake of the … challenge and seru-seruan! Hahhahahaha. Dikata liburan kali yeeee :p.

Kalau yang melakukannya dari kalangan kurang mampu pun sebenarnya kurang bisa ditolerir. Mengingat pemerintah Saudi sudah berusaha keras menyediakan macam-macam fasilitas naik haji bagi pemukim dengan biaya yang terjangkau .

Alasan lain para koboi ini ya karena itu tadi, pengin naik haji berkali-kali. Tiap tahun kalau bisa. Menjadi kebanggaan tersendiri kadang-kadang.

Salah satu rekan yang bertitel “alumni haji koboi” juga berkilah, “Salah pemerintah Saudi kenapa dibatasin? Emangnya tanah suci punya dia. Suka-suka umat muslim dong. Lagian tasrikh itu bukan rukun maupun syarat naik haji.”

Baiklah kalau begitu, tahun depan dan seterusnya, quota hajii enggak usah diberlakukan . Biarlah seluruh umat muslim dari seluruh penjuru dunia tumplek di Mina-Arafah saban tahun. Ngomong-ngomong berapa ya jumlah umat Islam di dunia? Hm, mungkin wilayah Mina itu seperti karet. Bisa melar otomatis kalau banyak yang datang hahaha . Dan mengecil kembali kalau jemaah sudah pulang. Bukan sulap bukan sihir ya Kakaaaaa 😀 😀 😀.

Sebagian teman yang kontra melihatnya dari berbagai sisi. Salah satunya dari sisi materi. Kalau saya pribadi, urusan materi gak masalah. Suka-suka orangnya saja, duit ya duit dia ya hehehe. Tugas sesama kan cuma memberitahu dan mengingatkan. Enggak ditanggapi? Stop sampai di situ. Itu sudah di luar kuasa kita ^_^.

Tapi saya pribadi, kalau ada rezeki dan kesempatan, pasti tak berpikir dua kali untuk memberikannya pada yang belum pernah (dan kalau bisa belum mampu secara materi). Insya Allah 🙂.

Concern saya memang lebih ke arah kapasitas Mina dan Arafah itu sendiri. Aturan “tasrikh naik haji” kalau gak salah merupakan peraturan baru. Baru berlaku di awal tahun 2000-an. Alhamdulillah ini tanda bahwa umat muslim makin berkembang sehingga saking banyaknya, pemerintah Saudi merasa perlu memberikan batasan bahkan kepada warga/pemukim Saudi sendiri 🙂.

100% saya sepakat dengan pemerintah Saudi . Lagian 5 tahun sekali ya cukuplah ya 😉.

Info Haji

Mina itu mau diperlebar sampai ke mana lagi? Daya tampungnya pasti terbatas. Walau sebagian teman menganggap itu kuasa Allah, seberapa banyak pun jemaah pasti cukup! Ya balik lagi, hapus sajalah quota kalau begitu.

Masjidil Haram di Mekkah pun memangnya mau sampai kapan mau diperluas dibikin bertingkat sampai berapa juga kalau tak ada kesadaran dari umat muslimnya sendiri untuk ‘berbagi’ ya enggak akan pernah terasa lapang . Memangnya kita berharap umat muslimnya yang akan berkurang?

Setuju dengan ide Doni Febriando, seharusnya program ONH Plus dihapus saja. Diganti dengan ONH Kemanusiaan. Pemerintah sebaiknya menggalang dana saja untuk memberangkatkan haji bagi mereka yang sudah berumur. Masa iya usia sudah 60 an harus mengantre sampai 10 tahun? Ajegileeee hahahaha. Ya makanya, naik haji dari muda dong. Ya situ kasih duitnya dong, bisa? .

Perketat pula jatah naik haji seperti di Saudi. Utamakan bagi yang belum pernah. Jangan malah instansi terkait dan oknum-oknum yang punya ‘kuasa’ malah sibuk menggunakan jatahnya untuk keuntungan pribadi.

Antara wilayah Mina dan Musdalifah sendiri sekarang ya sudah rancu. Makanya, ada juga teman-teman saya di sana yang kalau memilih biro haji mereka tanya dulu lokasi tendanya. Mereka termasuk yang disiplin dalam urusan batas wilayah. Ini memang pendapatnya terbagi-bagi.

Saya sendiri saat naik haji 2012 silam kebagian di wilayah ‘abu-abu’. Mina iya, musdalifah iya hihihi. Jadi, saat acara bermalam di Musdalifah dan Mina ya kita tetap dalam tenda saja enggak ke mana-mana. Ada juga rekan satu hamla yang disiplin. Mereka benar-benar pasang peta dan mencari batas wilayah Mina dan Musdalifah yang sah. Mereka gotong kantong tidur dan berpindah sesuai ketentuan apakah harus di Mina atau Musdalifah.

Tak masalah, ya. Kesepakatan ulama Saudi sendiri memang tidak satu suara 😉. Salam damai ^_^.

Kompleks jemaah haji di Mina
Kompleks jemaah haji di Mina

Urusan umrah juga begitu. Saat saya tahu tanah suci lagi padat-padatnya, saat masih di Jeddah dulu, saya memilih menahan diri untuk tidak ke wilayah Haram . Biarin dah dinyinyirin kenapa sudah tinggal di Jeddah kok enggak umrah sebulan sekali? Hehehe. Kalau suami tetap rajin, saya memilih di rumah saja sama anak-anak .

Sebagai pemukim Saudi, saya sungguh beruntung dianugerahi masa-masa di mana tanah haram lagi sunyi-sunyinya. Bisa menikmati tawaf 10 menit sambil bolak balik menyentuh Ka’bah, minum air zam-zam dengan tenang, Safa-Marwah sangat lengang, alhamdulillah .

Tawaf pagi-pagi, cari parkiran pun gampang. Sehabis tawaf masih bisa bersantai sejenak menunggu waktu Zuhur. Usai Zuhur, lunch deh di Shofwa Tower di gerai makanan Malaysia favorita kami . Gak pakai antre, duduk manis sambil mengobrol imut sama suami . Menjelang waktu Ashar, masuk lagi ke wilayah Haramain untuk salat. Serba santaiiiiiii. Kosong, Cyin .

Sebisa mungkin, saat banyak jemaah yang datang jauh-jauh dari seluruh penjuru dunia, kalau tak ada sesuatu yang kepepet, saya menghindari datang ke tanah suci (Mekkah dan Madinah). Kehadiran kita-kita pemukim Saudi yang sebenarnya bisa melaksanakan umrah di waktu-waktu ‘kosong’ tadi kan seharusnya tidak perlu merampas jatah lowong jemaah yang datang jauh-jauh dari belahan dunia lain untuk ikut menikmati syahdunya beribadah di tanah suci .

Malah ikut-ikutan bikin sesak di sana hehe.

Umrah berkali-kali (mungkin) memang bagus. Tapi ya, dalam Islam, ibadah vertikal dan horisontal sangat dianjurkan keseimbangannya .;) Menurut saya begitu, anda boleh beda 😀.

Suami saya juga beda, kok. Dia lebih suka rutin ke Masjidil Haram. Katanya lebih afdol salatnya. Wah, saya insya Allah di mana saja salat harus terasa afdol. Asal khusyuk. Di mana pun kita bersembahyang, bumi Allah sungguh luas ^_^.

Info Haji
Jalan Menuju Arafah dari Mina

Kalau menurut beberapa teman ya aji mumpung tinggal di Jeddah, ayooo ke Mekkah sering-sering. Justru karena saya tahu nikmatnya beribadah di tanah suci jika jemaah tidak terlalu sesak maka saya relakan jatah kemudahan saya ke tanah suci kapan saja agar yang datang dari jauh pun mudah-mudahan bisa merasakan hal yang sama .

Kalau ada rekan/teman/kerabat yang mampir Jeddah, baru kita jemput dan ajak keliling-keliling . Terus traktir makan deh .

But again, ini menurut pendapat pribadi enggak pakai dalil-dalilan hahahaha. Tentu, yang berpendapat berbeda tetap saya hargai .

Walau memang ujung-ujungnya ini hanya masalah takdir, katanya kan kalau Allah sudah berkehendak pasti akan kejadian. Betul itu.

Tapi jadi ingat dengan ayat satu ini, kalau tidak salah penolakan seorang kafir untuk memberi makan kepada orang miskin dengan alasan, “Mengapa saya harus memberi makan kepada orang dimana jika Tuhan berkehendak Tuhan bisa memberinya makan?”

Lantas, “Mengapa kita harus memikirkan jatah naik haji bagi yang belum kepada orang dimana jika Tuhan berkehendak Tuhan pasti memberangkatkannya untuk naik haji?”

Memang, kalau Tuhan mau, semua juga bisa naik haji tahun ini. Kalau Tuhan mau, Mina dibikin semacam magic, bisa melar dan menyempit lagi sesuai banyaknya jemaah hihihi. Kalau Tuhan mau, semua umat muslim kaya, tak ada mazhab yang bikin kita berantem, yang bikin kita pusing kenapa si anu jilbabnya sampai lutut kenapa si ana jilbabnya cuma sampai leher?

Disitulah rahasia Tuhan. Tuhan memberi kita pilihan. Tuhan menganugerahkan perbedaan. Lho kok anugerah? Iya dong, orang miskin memangnya maunya dia? Dalam tempo sedetik, Tuhan bisa membuat mereka kaya. Tapi Tuhan baik, dia memberi kesempatan pada mereka yang berpunya untuk berbuat kebaikan. Dan memberi kesempatan pada mereka yang diberi kesempitan untuk bersabar.

Tapi hikmah ini memang hanya untuk yang mau berpikir dan beramal saleh saja memang kata ayat-ayat dalam alquran hehehe. Semoga dimampukannya kita untuk termasuk dalam golongan ini, ya. Saya, anda, dan kita semua . Amin, amin, ya rabbal aalamiin.

Info Haji
Padang Arafah

Tapi, intinya Tuhan memberi keterbatasan dan kelebihan selalu ditujukan untuk kesabaran. Sabar menjalani dan sabar untuk tidak pamer/bermewah-mewah . Jangan salah, yang sering gagal itu justru yang dikasih lebih-lebih . Hukum alam. Yang harus kerja keras itu justru yang kelihatannya diberi kelebihan. Kelihatannya doang. Padahal, semua juga cobaan yak :D. Hehehe.

Percaya pada Tuhan, berarti tak menafikan kemanusiaan ;). Kalau dijalankan dengan benar, Islam itu memang solusi banget deh pokoknya hehehe.

Karena sejatinya, umat muslim itu beriman dan mengerjakan kebaikan :). Ingat dong, kata kuncinya … Islam, Rahmatan lil aalamiin. Rahmat bagi seluruh penjuru dunia yang isinya macam-macam ini. Tidak terbatas pada umat muslim saja. Kita adalah solusi bagi sekitar.

Jadi, mau naik haji berapa kali nih? Hahahhahaha. Santaiii…naik haji berapa kali pun, antara saya dan anda tak boleh terputus tali silaturahmi ;). Haram hukumnya memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan 😀 –> nasihati diri sendiri ini sih harusnya! Hahhaha :p *sodorinKaca*.

***

Tanggal 7 Dzulhijjah tahun ini. Sebagian besar biro haji lokal Saudi akan memberangkatkan jemaah serentak via bus menuju Mekkah. Masih teringat, tiba di Kudai pukul 10 malam saking macetnya dari Jeddah ke Mekkah. Saran saya, apa pun yang terjadi, usahakan langsung tawaf Qudum dan sa’i ya teman-teman. Kalau gak keburu tawaf Ifada, tinggal digabungkan ke tawaf Wada saja. Insya Allah, hukumnya boleh :).

INfo Haji
Tempat melontar jumrah

Selamat menunaikan ibadah haji untuk sahabat-sahabatku tercinta di Jeddah sana. Friendship never ends, ya, cantik-cantikku. Untuk Madam Anggie Mutia, Madam Nisa Ayu dan Mbak Yuli Karim …

Untuk teman di dunia maya, salah satu pahlawanku urusan resep walau sekarang site resepnya lagi maintenance melulu nih :D. Untuk Mbak Astri Merianti Nugraha + suami, yang berhaji dari Canberra.

Untuk teman di FB, Ibu dokter imut Sasqa Dyah, yang dari kemarin upload foto melulu bikin kangen deh awwwww hihihihi.

Untuk temen SMP, dan ternyata ketemu lagi di kampus yang sama, Aditya Hananto yang juga baru saja walimahan, nih :D. Apakah berumrah dengan nyonya sekalian? Masya Allah, bulan madu di tanah suci :D.

Semoga dilancarkan semuanya, sehat selalu lahir batin, untuk selanjutnya menundukkan diri di hadapan Allah, bersama jutaan jemaah dari segalal penjuru dunia, saat wukuf di Arafah 9 Zulhijjah esok nanti.

Labbaik Allahumma Labbaik, adalah kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah.
Labbaika la syarika laka labbaik, tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu.
Inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulka la syarika laka, sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.

Hajj mabruran, hajj mabruran, hajj mabruran untuk kalian semua … insya Allah, insya Allah :).

Selamat bertugas pula pada suami para Madam Telco yang kebagian ‘jaga kandang’ pas ‘peak season’ nanti. Eh, sudah mulai ya shift-shift-an nya hihihihi. Insya Allah, ada pahala khusus juga tuh. Ikut membantu kelancaran para jemaah berkomunikasi dengan handai taulan yang ditinggalkann di rumah masing-masing ^_^. Semoga lancar lemburannya ;).

Info Haji

 

Live With Honour

Saban tim sepakbola MU bertanding, siapa pun lawannya, berasa ada pertandingan juga di linimasa 😀. Apalagi kalau berhadapan dengan tim-tim yang juga punya fans kelas kakap macam Liverpool.

Nah, kalau tim andalan kalah, otomatis para fans harus ikut menanggung malu hahahahaha. Ngefans kok ama tim, ama orangnya dooooonggg. Cari yang ganteng, nanti di mana pun tim yang dia bela, kita siap mati untuk beliau!  Becanda yaow :p.

Brazil - Crying fans :D (gambar : www.huffingtonpost.com)
Brazil – Crying fans 😀 (gambar : www.huffingtonpost.com)

Yang saya bingung, misalnya MU kalah, fansnya sibuk bener cari pembenaran. Kalau diledek, biasanya galakan dia hihihi. Ya berlaku untuk fanboy-fanboy tim lain. Termasuk fangirl Jokowi yang satu ini nihhhh –> tunjuk diri sendiri 😀.

The thing is … kita tidak pernah harus bertanggung jawab atas kesalahan orang lain. Walaupun orang tersebut adalah idola kita atau siapa kita misalnya. Macam banyak orang sering menyangka kalau ada anak durhaka, nanti orang tuanya juga masuk neraka. Aturan dari maneeeeee :p.

Another thing is … semua manusia itu pasti punya salah. Suatu kali akan berbuat sesuatu yang tidak benar atau kurang tepat.

Apa suka ya kalau misalnya entar Jokowi ada apa-apa kita pula yang disuruh ikut tanggung jawab? Macam kalau saya ngefans sama penulis tertentu, terus tahu-tahu dia bikin buku yang isinya dikritik orang terus saya harus ikut merasa bersalah dan klarifikasi?  Believe me, ini pernah kejadian! 😀

Nah, begitu pula dengan sebaliknya. Dulu kan bete, ya, kalau pilih Ahok terus dibilang kafir? Vice versa dong, teman-teman. Utamanya bagi yang sekarang lagi gondok sama UU Pilkada via DPRD yang baru saja disahkan, ehhhh malah meributkan orang-orang yang dulu memilih partai/presiden dari koalisi yang pro UU Pilkada via DPRD ini.

Pakai nyuruh-nyuruh mereka menyesal segala? Hahhaahaha. Padahal sendirinya bete dulu ada lagu “Salam Gigit Jari” sebagai ledekan bagi fans Pakde yang juga dituntut harus menyesal. Menyesal-nya cepet amat, dilantik aja belon cobak :p.

Kalau kata Karen Armstrong, salah satu keutamaan Nabi Muhammad yang sangat digarisbawahinya adalah sifat COMPASSION. Tidak melakukan hal-hal kepada orang lain dimana kita tidak suka jika diperlakukan sama.

Gampang, ya. Gampang dibaca, penerapannya luar biasa ribet hihihi. Iya, saya juga sering merasa ribet. Ingatnya pas jadi korban, tapi begitu ada kesempatan membalas, langsung deh buyaaarrrrr hahaha.

But now, I remember 🙂. Saya sebal kalau Jokowi atau Ahok (katanya) melakukan blunder, eh kita-kita pula dipaksa mengaku menyesal. Therefore, when we have a chance to do the same…then DONT! 😉

Kalau kalian sama seperti saya, patah hati tiada terkira saat akhirnya UU Pilkada via DPRD benar-benar disahkan, jangan ngamuk dan memaki-maki tak tentu arah. Dear, kurang banyak itu dosa??? :p

Kecewa mah pasti, ya. Kesel apalagi. Tapi kan ternyata masih ada jalannya. Konon, Kang Emil dkk sudah berniat maju ke MK untuk peninjauan ulang terhadap undang-undang ini. Yang lebih penting kita lakukan adalah menyuarakan dukungan kita. Yang disuarakan dukungan kita kepada penolakan undang-undang tersebut. Bukan makian kita kepada yang ikut menyetujui apalagi lebih gak nyambung lagi, memaki-maki teman kita yang dulu memilih-milih partai ini.

Santai dong, ah, PDIP dan partai-partai lain yang mendukung‪#‎pilkadaLangsung‬ apakah suci tanpa dosa? Kebeneran aja sekarang mereka yang jadi ‘jagoan’nya di versi yang kita dukung.

Iya sih, kecewa juga dengan sikap SBY. Tapi tak berarti serta merta dia menjadi orang paling jahat seIndonesia kan, ya . Yes, he did a terribble thing according to that drama he created yesterday. Tapi kalau saban ada yang begini, disembur-sembur melulu, ya nanti kalau kita yang ada di posisinya piye dong? Siap ndak? Yang wajar-wajar sajalah. Secukupnya biar enggak over dosis.

Capek, ah, kalau balas-balasan memaki. Again…masih kurang banyakk itu dosa? hahaha

Mending ikutan saran yang ini nih ^_^

pilkada langsung

Saya kutip lagi petuah Dumbledore yang paling saya suka, “Apa pun yang terjadi pasti akan terjadi. Kita hanya harus menghadapinya.”

Tapi dihadapi dengan cara terhormat. Tunjukkan dong, kualitas terbaik kita di masa-masa penuh dengki macam sekarang. Orang macam apa kita dalam menghadapi hal-hal seperti ini. Tujuannya kan biar didengar dan pesannya sampai, toh, ya. Atau memang ada yang tujuannya melampiaskan benci doang?

Konon kata orang bijak, kebencian itu seperti api. Yang sanggup membakar habis segalanya 🙂.

Saya juga kurang tahu sih harus ngapain selain kepikiran untuk ikutan pakai twibbon macam di profile pic di berbagai media sosial barusan. Hihihihi. Nampak kali banci twibbonnya 😀.

direct side full

And i Know beberapa teman saya bosan banget saban diminta ikut tanda tangan petisi ini itu. Habis saya enggak tahu harus bagaimana menyatukan suara kita agar bisa lebih tepat sasaran .

“Ah, petisi gituan mana ngaruh.”

Memang mungkin tidak berpengaruh. But remember … again and again, God never requires us to succeed. He only requires that we try” .

So, let’s give it a try, jika berkenan, dukung #pilkadaLangsung via petisi ini . Tanda tangani dan sebarkan –>https://www.change.org/p/mahkamah-konstitusi-ri-membatalkan-uu-pilkada-oleh-dprd

Jangan marah-marah jangan ngamuk-ngamuk. Sumpah deh, gak guna . Yang dimaki kemungkinan besar tidak peduli dan kok ya kita jadi kelihatan gimanaaaa gitu . Live with honour, teman-teman. Always live with honour.

Apa pun hasilnya kan kita sudah berusaha optimal, ya. Kalau nanti pun tidak kejadian, ya mau gimana … just keep praying .

The best thing one can do when it’s raining is to let it rain.
-Henry Wadsworth Longfellow-

Tapi kalau masih mendung-mendung dan nampaknya masih ada kemungkinan enggak hujan sesuai lirik lagu “mendung tak berarti hujan”, tak ada salahnya berdoa biar hujannya enggak jadi aja kan? . Berdoa … bukan memaki 🙂.

praying hands oprah com

Daftar Presiden RI : Seribu Wajah Presiden Indonesia

Daftar Presiden RI : Akhir-akhir ini, entah hanya untuk sekadar mengolok-olok kepemimpinan Jokowi yang dianggap hanya sekadar boneka dan ‘lemah’ … atau memang mendadak pada ngefans sama Bung Karno –> banyak beredar tulisan-tulisan atau video-video yang menggambarkan sepak terjang presiden pertama Indonesia yang memang bikin semangat selalu sontak membuncah-buncah itu ^_^.

Lucu juga, sih, orang-orang yang dulu menyerang Bung Karno yang ‘tidak islami’, istrinya banyak bla bla bla, sekarang juga ikut-ikutan memuja hihihi. Apa pun demi menjatuhkan Jokowi la yawww :v :v :v. Kalau dulu menyerang dari sisi ‘keislaman’ sekarang ganti konsep lagi ni yeeee :p.

Daftar Presiden RI
Presiden RI ke-7 : Joko Widodo

For sure, i’m one of Bung Karno’s biggest fans. Ngefans sama Bung Karno, terpesona sama Pakde Jokowi dan tentu saja … Fendy Pradana adalah aktor idolaku sepanjang masa #eh hahahahhahahahaha :v :v :v. Inget Nyai Kembang nih gara-gara Mak Fardelyn posting-posting soal Sembara hihihihi :p.

Bung Karno memang bukan orang biasa. Entah sudah berapa buku biografinya yang pernah saya baca. Tapi makin dibaca kita jadi makin sadar, segitu besar keistimewaan beliau, toh Bung Karno itu juga manusia biasa ;).

Cara yang cukup tepat (menurut saya) untuk menunjukkan ‘kelemahan’ Bung Karno adalah dengan membaca lebih banyak soal Bung Hatta :). Mungkin terpikir dengan ‘mundur’nya Bung Hatta dari tampuk kekuasaan duet maut tokoh proklamator ini, otomatis menunjukkan Bung Karno lebih jawara daripada beliau :).

Untuk saya, lebih cocok jika dibilang … tiada satu yang melampaui yang lain. Bukan masalah siapa yang lebih keren siapa yang lebih bersifat ‘pemimpin’. Karena keduanya … BEDA! :). Baik Bung Karno dan Bung Hatta, sama-sama mencita-citakan kesejahteraan dan kemakmuran bagi bangsa yang mereka kawal sejak remaja, tampil berdua di podium di 17 Agustus 1945 hingga akhirnya terus memimpin bersama sampai akhir 50 an. Sebelum pecah kongsi hehehe :p.

Daftar Presiden RI
Presiden RI 1 : Soekarno

Justru kalau saya bilang, dengan tidak mengurangi kekaguman kepada Bung Karno, Bung Hatta juga mengajarkan hal yang tidak kalah pentingnya. Mengalah untuk kedamaian. Bung Hatta, yang belakangan sudah tidak merasa cocok dengan Bung Karno yang dari dulu memang rada-rada ‘narsis’ (perhatikan ada tanda kutipnya ya Kakaaaa :p), memilih untuk mundur dan berlalu begitu saja. Tidak berusaha menggalang kekuatan untuk melawan.

Di masa-masa pra kemerdekaan dan pergerakan era sebelum 1945, Bung Hatta tak pernah berusaha merecoki sepak terjang Bung Karno yang memang lebih suka “tampil sendiri”. Gaya orasinya yang bak singa mengaum di atas podium memang dirasa cocok untuk membakar semangat perjuangan kaum muda yang butuh disatukan untuk melawan penjajah.

Tapi apa yang terjadi setelah kemerdekaan sudah direbut? Bung Karno tidak berubah. Sementara Bung Hatta sudah mulai melihat ‘something was wrong’.

Bung Hatta lebih menginginkan agar kepemimpinan yang dibina bisa menularkan semangat yang sama hebatnya. Bisa menciptakan”Soekarno-soekarno” baru dan tidak terfokus pada satu orang. But again… Bung Karno tidak berubah :).

Melihat Bung Karno vs Bung Hatta seperti melihat dua sosok sanguinis-koleris vs melankolis-phlegmatis, gak, sih? Hehehe. Dimana secara psikologis, konon dunia tak akan mungkin berputar dengan sempurna tanpa kehadiran keempat tipe ini ;).

Pasca beberapa lama setelah merdeka, Bung Hatta sudah merasa ini saatnya mereka berpikir “Ayo kita lakukan ini bersama-sama” dan mengajak rakyat sebagai ‘rekan’. Kita, kita, kita. Bukan lagi mencocok hidung mereka dengan berdiri sendirian di garis terdepan. Sementara sepetinya Bung Karno tetap berpikir, “Saya sanggup melindungi kalian. Kalian aman bersama saya. Sayalah penyelamat kalian. Percayakan pada saya.” Saya, saya, saya.

Hmm…Sounds familiar, no? 😉

Untuk alasan yang sama dengan Bung Hatta (idih, siapa emang lo? nyama-nyamain diri sama bung Hatta, ngaca woi ngacaaaaaa hehehe), di Pilpres kemarin saya lebih condong kepada sosok Jokowi :).

Daftar Presiden RI
Gambar : fototokoh.com

Bung Karno masih terpikir soal harga diri bangsa di mata negara lain dengan sibuk nyinyirin Malaysia dan ribut-ribut menantang si Negeri Jantung Dunia, Bung Hatta lebih ingin agar pemerintahan terfokus dengan ekonomi kerakyatan via konsep Koperasi-nya :).

Kira-kira mungkin Bung Hatta bilang gini, “Rakyat lapar, No. Orang lapar kok disuruh nyolot, No. Kenyangin dulu perutnya, No. Kasihan pada enggak sekolah. Sekolahin yuk, No. Biar pinter. Biar nanti mereka bisa bantu kita.”

Sementara Bung Karno menampik, “Cuy, harga ini, Cuy. Harga diri! Buat apa mereka kenyang kalau mereka terjajah.”

“Lah, sekarang penjajahnya ada di dalam, No.”

“Nope. Pokoknya kita harus lawan Amerika!”

Bung Karno mungkin masih terbuai dengan cara-cara di masa-masa pergerakan sebelum kemerdekaan melawan penjajah dan siapa saja di luar sana. Tapi Bung Hatta sudah ingin berpusat pada kondisi di dalam negeri.

Saya kutipkan pengantar dari tulisan saya tentang Bung Hatta tempo hari,

Sebuah tulisan Bung Hatta di tahun 1962, hanya perlu dicetak ulang untuk menggambarkan situasi negeri ini sekarang :

“Dimana-mana orang merasa tidak puas. Pembangunan tak berjalan sebagaimana mestinya. Kemakmuran rakyat masih jauh dari cita-cita. Sementara nilai uang makin merosot.

Perkembangan demokrasi pun terlantar karena percekcokan politik. Pelaksanaan ekonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah. Tak banyak yang puas dengan jalannya pemerintahan di tangan partai-partai.”

Kita nyaris tak perlu mengubah satu kata pun :(.

—–

Benarlah bila salah satu buku biografi Bung Hatta itu berbunyi, “Hatta, Jejak Melampaui Zaman.” Daya analitisnya yang tajam dan mendalam sudah sanggup menembus problema masa depan :D. Jiaaaah, dah lama gak denger kata “Problema” hihihihi.

Sebenarnya ya, kalau membaca beberapa buku sejarah tentang akhir kepemimpinan Bung Karno, sang pemimpin pertama ini pun sudah ‘mencium’ gelagat tidak beres. Keputusan Bung Karno untuk menghapus Pileg justru untuk ‘membatasi’ ruang gerak PKI yang makin membesar.

Bung Karno sudah paham jika telah beliau terjebak diantara ‘cinta segitiga’ antara kepemimpinannya, rongrongan PKI, dan terjangan ‘Geng Motor’ eh ‘Geng Angkatan Darat’ maksudnya hihihi.  Nasakom yang diusung Bung Karno saat itu tengah menggali kuburannya sendiri.

Inilah bedanya orang Sanguinis sama Melankolis, ya. Sanguinis itu cenderung optimis. Mereka seolah selalu melihat jalan cerah di depan sana. Impulsif dan sering kurang pertimbangan. Sementara Melankolis seakan selalu bisa menemukan masalah di setiap tikungan yang diambil. Penuh pertimbangan dan biasanya sangat hati-hati dalam bersikap.

Bung Karno itu yakin sekali kepemimpinannya sanggup menjembatani kaum nasionalis, agama dan komunis. Cita-cita yang mulia. Sayang sekali, hingga tulisan ini dipublish, ketiganya hampir tak mungkin untuk hidup rukun bareng-bareng :(.

Soal ilmu agama, keduanya sama patennya. Jangan karena cap ‘genit’ yang  menempel padanya lantas kalian mengira Bung  Karno tak paham agama ;). Saya pribadi sangat kagum dengan buah pikiran Bung  Karno yang cocok dengan kesislaman yang saya tahu. Sebagian besar, tentu tak semuanya :D. Banyak yang sering mempertentangkan Buya Hamka dan Bung Karno. Padahal perselisihan mereka bukan di ranah akidah ;).

Walau hubungan politik Bung Karno tidak begitu harmonis dengan baik Bung Hatta maupun Buya Hamka, tapi personally … mereka selalu bersahabat karib :). Ibarat kata kalau dulu ada Facebook, mereka nyolot-nyolot-an di wall tapi enggak pernah sampai unfriend atau unfollow. Hahahahaha.

Sutan Syahrir pun, pasca dilumpuhkannya PRRI/Permesta, menolak untuk ikut bergosip soal Bung Karno dalam tahanan bersama petinggi-petinggi PSI yang lain saat dijebloskan ke penjara oleh Bung Karno. PSI ditengarai terlibat dalam pemberontakan. Sutan Syahrir tidak mau menjelek-jelekkan atau ikut mengkritisi Bung Karno. Mungkin sadar diri juga dan demi nostalgia masa lalu dimana mereka bersatu padu dalam perjuangan meraih kemerdekaan.

Daftar Presiden RI
Perdana menteri RI 1 : Sutan Syahrir

Kalau Bung Hatta yang asli Bukittingi, sih, dari kecil sudah dibesarkan dengan didikan keislaman yang kental khas Ranah Minang di daerah asalnya. Anak pesantren beneran hehehe. Bung Karno sendiri belajar agama dari buku-buku dan pergaulan luas dengan hampir semua kalangan agamis di masa itu :).

Dari Bung Karno kita belajar menumbuhkan harga diri bangsa di kancah internasional. Bung Hatta menyempurnakannya dengan menegaskan bahwa harga diri adalah sesuatu yang intrinsik. Dari dalam ke luar. You never shine if you don’t glow ;).

Kedua bapak bangsa ini punya ‘wajah’ masing-masing untuk  memperbaiki  bangsa. And so do the other Indonesian leaders :).

Soeharto menyadari kesalahan kepemimpinan Bung Karno dan berusaha memperbaikinya. Sayangnya, nafsu duniawi tak terelakkan. Bertahun-tahun berkuasa, pembangunan bertopang pada utang luar negeri yang mungkin sebagian masuk kantong sendiri :p. Asyik menumpuk utang mungkin dikiranya dolar bakal dua ribu perak terus hhihihi.

Daftar Presiden RI
Presiden RI 2 : Soeharto

Lalu duaaarrrr!!! Tahun 1998, pembangunan yang berdiri di atas pondasi yang rapuh lebur berkeping-keping tak kuasa melawan krisis ekonomi dunia. Ambruk begitu saja akibat beban utang yang membludak.

Dan kalian asyik saja menyalahkan pemerintahan Megawati yang jual sana sini :p. Apa tahu kondisi ekonomi Indonesia saat itu? :). Macam aset itu punya Megawati pribadi aje. Yuk ah, keputusan jual sana sini itu adalah keputusan bersama antara legislatif dan eksekutif demi mengatasi retaknya perekonomian di masa itu. Bisa saja memang itu bukan keputusan yang tepat. Tapi situ punya solusi apa emangnya? :p.

Presiden RI 5 : Megawati Soekarno Poetri

Begitu pun dengan almarhum Gus Dur yang begitu gigih mempertahankan kemajemukan bangsa dalam satu ikatan yang kuat. Tidak banyak negara di dunia yang punya keragaman budaya/agama seperti Indonesia dan tidak larut dalam perang saudara.

Myanmar saja yang keragaman sukunya cuma seuprit dengan 2 agama yang menonjol masih terus berkutat dalam urusan ginian. Berbangga hatilah jadi orang Indonesia 🙂.

Daftar Presiden RI
Presiden RI 4 : Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Pak Habibie yang berjuang sama ribetnya walau cuma punya waktu kurang dari setahun untuk mengembalikan dolar sempat ke angka 6500 perak ya waktu itu :). Tapi di akhir masanya, orang-orang malah lebih ingat soal Timor Timur yang akhirnya lepas pasca referendum di era Pak Habibie.

Tapi habis muncul di Mata Najwa di awal tahun 2014 ini, orang-orang ngefans lagi sama beliau. Labil amat sih jadi orang hihihi :p.

Daftar Presiden RI
Presiden RI 3 : BJ Habibie Gambar : tempo.co

And then here comes SBY dan JK. Salah satu duet terbaik mungkin pasca Soekarno-Hatta :). Walau di tahun 2009, SBY mentalak JK hehehe :p.

Di akhir kepemimpinan Pak SBY, jangan nyinyir aja kauuuu. 😀 Akuilah, perekonomian negara kita tidak lebih buruk dalam 10 tahun pemerintahan beliau ;). Mungkin, suatu hari pun kita bakal bikin kaos bergambar SBY lagi nyengir dengan tulisan “Piye kabare, sing penak jamanku toh?” Hahahahahahhaha.

Wakil Presiden RI (2x) : Jusuf Kalla

Macam meme gambar Soeharto yang beberapa tahun terakhir ini sedang hits dengan tulisan bernada sama :D. Padahal di tahun 1998, Pak Harto jadi musuh bersama gitu :p.

Siapa pun mereka, diantara sekian banyak pro dan kontra, pasti pernah terselip dalam hati masing-masing untuk memperjuangkan cita-cita yang sama, mimpi yang sama untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Mari berprasangka baik :D.

“Respect was invented to cover the empty place where love should be.”
― Leo Tolstoy

If it’s almost impossible to love them, at least … show some respect ;).

Jadi, terima kasih atas 10 tahun yang memang tidak indah-indah banget ini ya, Pak SBY. Semoga jasa-jasa Bapak bagi pembangunan bangsa ini bisa terus dikenang dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT :). Lebih dan kurangnya semoga bisa menjadi pembelajaran untuk presiden Indonesia berikutnya.

Walau tidak mengapa kalau  kita mengkritisi asal tujuannya memang untuk perbaikan.

Thanks for everything, ya, Pak SBY. Salah satu vote untuk Bapak di tahun 2009 itu datang dari saya yang bela-belain tetap nyoblos ke KBRI Tehran waktu itu :D.

Dengan penuh hormat, terima kasih ^_^.

Presiden RI 6 : Susilo Bambang Yudhoyono

***