Keep Swimming, Keep Swimming ^_^

Rasanya belum lama saya dibuat geleng-geleng kepala dengan ide kampanye salah satu cagub DKI untuk Pilkada 2017 nanti. Melompat dari panggung boooo, hahahaha. Untuk apa, pikir saya.

Untul lebih jelasnya kita berikan nama-nama julukan ya buat para cagub hehehe :

Cagub urut 1 : si Ganteng
Cagub urut 2 : si Berprestasi/petahana
Cagub urut 3 : si Pintar

Saat awal pencalonan, si Calon Ganteng menjadi bahan “bully-an” dan hanya dianggap penggembira. Baru 2 bulan berlalu, hasil survey elektabilitas membalikkan semua fakta : si Ganteng merajai di hampir semua survey.

Pendukung Ahok tidak usah denial hahahaha. Memang iya begitu kok hasilnya .

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Karena logika sederhana saya begini, si Berprestasi memang berkutat di isu yang sangat berat. Isu agama *ngelapKeringat*.

Tapi jika memang si Berprestasi kepopulerannya menurun, harusnya yang berjaya adalah si Pintar. Tet toooot… si Pintar melorot ke paling buncit. Sedangkan si Berprestasi selisih sedikit dengan si Ganteng.

Apa sih yang terjadi?

Then I have a super long discussion with my husband hahahaha. Maaf ya Bang. Sebenarnya suami saya bukan Ahoker cuma mungkin karena saya Ahoker banget jadinya dia kebawa-bawa hihihi.

Makanya saya senang berdiskusi soal Pilkada ke suami. Biar saya tidak terlalu gila sendiri hahaha. Ada penyeimbang.

Suami saya memberikan sudut pandang lain yang selama ini tidak terlalu saya pikirkan. Saya terlalu geer bahwa mayoritas pemegang KTP DKI ini terlalu rasional untuk diguncang dengan kampanye unyu-unyu hahaha.

Kalau isu agama ya bisa lah kita pahami ya . Tapi yang bikin bingung kenapa malah si Pintar tidak otomatis menyodok?

Ini dari sisi si Pintar dulu :

1. Si Pintar sepertinya menyasar kalangan pemilih yang mirip-mirip dengan si Berprestasi. Tet tot banget. Karena yang model-model “rasional” yang berpegangan pada prestasi kerja ya sudah pasti mayoritas akan lari ke si Berprestasi. Easy to see.

2. Bikin program-programnya mirip-mirip dengan si Berprestasi. Nothing really new. Kalau mengandalkan hal-hal seperti ini, sudah jelas si Berprestasi sudah “megang” banget. Prestasinya terang benderang. Terbukti dengan tingkat kepuasan masyarakat yang sangat tinggi.

Menjadi satu dilema baru, kepuasan masyarakat tinggi tapi elektabilitas melorot. Sungguh ujian rasionalitas yang luar biasa, ya, hehehe .

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

“Influencer” utamanya juga dari kalangan yang “sama”. Saya ingat postingan PP soal si Pintar yang justru komentarnya kebanyakan datang dari lingkaran pertemanannya yang pro si Berprestasi! Hahahaha :p.

Orang-orang yang berkomentar dengan “santun” dan bahasanya enak dengan tingkat pendidikan mumpuni, mirip dengan karakter PP juga. Komentar saya sampai ngegantung sampai sekarang karena PP memutuskan menutup kolom komentar di postingan yang itu hihihi.

Satunya lagi juga ada di FB. Bang FR. Saya pernah lihat beliau sewot karena jumlah like yang didapatkan oleh komentar pro si Berprestasi lebih banyak padahal dia lagi promo si Pintar hahaha.

PP dan FR sama-sama BUKAN “anti Ahok” dan itu makin membuat mereka sulit mencari celah 🙂. Bahkan FR malah ngefans juga dulu sama Ahok hehehe.

3. Tidak sinkron dengan wakilnya. Ini lumayan terlihat. Ya ini kan jawabannya gampang hehehe. Sebenarnya yang ngotot jadi cagub kan memang si wakil :p. Tapi karena elektabilitas mandek, dicarilah nama baru biar enggak mangkrak-mangkrak amat hahaha.

Mungkin juga dalam hatinya tidak rela-rela banget tapi ya gimana demi “kemenangan” ya mengalah dikit dululah. Sayangnya, mungkin dalam implementasi si wakil seringnya tidak kuasa menyembunyikan “siapa sebenarnya yang punya kuasa” 😉.

4. Ini juga banyak desas desus soal dana kampanye. Pendukung si Pintar dananya tidak secetar dua calon lainnya. CMIIW.

5. Somehow, si Pintar juga PERNAH menjadi bagian dari pemenang Pilpres 2014.

Jangan lupa ya, mereka yang mati-matian berkonfrontasi dengan si Berprestasi ada juga yang memang sudah dendam kesumat sejak lama hehehe. Walau tidak ada kasus Pulau Seribu, bisa dipastikan mereka juga bakal bersikap sama seperti sekarang 🙂.

6. Teman-teman yang mendukung si Pintar juga sepertinya mulai “lelah” dan lebih banyak menunjukkan sikap “asal bukan Ahok” dan lebih gencar berkampanye menentang petahana. Membuat si Pintar jarang disebut-sebut bahkan oleh pendukungnya sendiri.

Gambar : play.google.com
Gambar : play.google.com

***

Yang patut diacungi jempol adalah timses si Ganteng yang sungguh lihai mencari peluang (y).

1. Dana kampanye lebih besar daripada si Pintar hahaha . Jelas ini sih .

2. Berani tampil beda. As silly as it looks, harus diakui ya kampanye mereka sukses menarik perhatian . Timses dengan sadar diri menjauh dari jargon HASIL KERJA-KINERJA-REKAM JEJAK.

Sia-sia “melawan” dari sisi itu. Tingkat kepuasan masyarakat Jakarta stabil, hampir 70% puas dengan hasil kerja petahana.

Maka dipilihlah kampanye unik-unik macam tahu-tahu loncat dari panggung, tetiba berenang ke Pulau Anu sebelum mulai kampanye dst. Mungkin next time bisa menyanyi sambil bawa ular di panggung? Eh, menyanyinya udah deng hahaha.

Mungkin saya itu terlalu over-estimated dengan penduduk Indonesia termasuk DKI hahaha. Lupa kalau penampilan fisik dan tampilan gagah berani bak militer memang masih sanggup menarik perhatian masyarakat .

Samar-samar masih teringat kritikan beberapa teman di “kubu seberang” saat kampanye Pilpres 2014 silam, “Memangnya mau punya presiden yang badannya kurus, mukanya ngenes? Malu dong! Pemimpin tuh minimal gagah, syukur-syukur good looking.”

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Hebatnya, 2 calon lain sama sekali tidak bisa menyaingi si Ganteng dalam hal ini. Selain usia muda dan wajah menarik, si Ganteng memang alumni AKABRI hehehe.

3. Menyasar “komunitas alay”. Jangan lupa, pemilih muda di DKI juga ada. Mereka yang mungkin 4-5 tahun lalu masih berusia 12-13 tahun kini juga punya hak pilih.

Saya intip-intip instagram si Ganteng + bininya. Komentar yang lumayan cetar –> “Orang tua hebat membesarkan anak-anak yang hebat. Salam hormat buat Pepo dan Memo.”

Ganteng + cantik = anak-anak yang hebat .

Jangan ketawa. Lihat ulasan di poin nomor 1. Kalian mungkin sama seperti saya, mengira rakyat DKI sudah lepas dari hal-hal “kosmetik” semacam ini .

Mereka, yang belum terlalu ngeh politik tapi sukses disuguhkan dengan pasangan ala-ala sinetron yang mungkin tontonan sehari-hari mereka sejak kecil hihihihi. Ganteng-cantik, sama-sama berasal dari keluarga tajir. Punya banyak kelebihan dan terkenal santun dan tidak pernah macam-macam .

Walau rekam jejaknya bisa dibilang NOL, justru keuntungan khusus buat si Ganteng. Susah dicari salahnya hahaha.

4. Keuntungan fisik juga membuat publik tertarik membicarakan mereka. Jangan dikira yang ibu-ibu aja yang terlena hahahaha. Ibu-ibu sih wajar .

Persetan lah sama politik apalagi pening mikirin hasil kerja bla bla bla. Toh semua bisa sirna manakala duduk manis depan tivi nonton orang ganteng dan orang cantik di sinetron-sinetron korea .

Istri si Ganteng yang notabene mantan model masih kece sampai sekarang .

Siapalah yang peduli bapaknya dulu adalah terpidana korupsi .

***

Tapi memang faktor terbesar masih dipegang oleh isu “Asal Bukan Ahok” hehehe.

Musim kampanye yang cukup unik. Karena sering melihat pendukung si Pintar membela si Ganteng yang dibully oleh pendukung si Berprestasi. Sebaliknya pun, pendukung si Ganteng membela si Pintar di situasi yang sama :p.

Jelas kan, buat mereka, mana-mana ajalah, yang penting jangan si ITU hehehe 😉.

Yang lebih banyak wara-wiri justru pendukung si Berprestasi vs pembenci si Berprestasi. Dari sini anomali yang sudah saya sebut tadi muncul, “Rakyat sangat puas dengan kinerja tapi ogah buat memilih.” Rasionalitas entah ke mana .

Memprihatinkan. Karena dua calon lainnya tidak punya rekam jejakk yang cukup untuk dipersandingkan dengan petahana. Jangankan setengahnya, seperempatnya saja tidak ada mungkin .

Banyak argumen, “Berikan kesempatan.” Kalau mau kesempatan ya coba dulu dong dari wilayah-wilayah yang lebih kecil. Masa ujug-ujug mau jadi pemimpin daerah di jantung negeri di ibukota -_-.

Ibarat fresh grad yang apply jadi direktur tertinggi. Jika sungguh ingin mengabdi, ya coba dulu dari daerah . Buktikan di sana lalu silakan datang kembali menguji diri di ibukota .

Basuki Tjahya Purnama (Ahok), gambar : id.wikipedia.org
Basuki Tjahya Purnama (Ahok), gambar : id.wikipedia.org

Makanya, timses si Berprestasi mungkin saatnya mengubah metode kampanye. Saya pun dulu berpikir begitu. Sederhana. Sodorkan prestasi kerja yang memang nyata memberikan hasil.

Tingkat kepuasan tidak menurun. Tapi elektabilitas terus tergerus jatuh .

Mungkin memang perubahan itu belum setajam yang kita perkirakan. Kita sering mengira, heloooo ini DKI lho yang masyarakatnya mungkin sudah didominasi oleh orang-orang rasional yang percaya kepada hasil kerja dan semacamnya. Ternyata mungkin belum .

Mungkin juga ini jawaban mengapa politik dinasti masih sangat sulit diberantas di Indonesia . Saya baru ngeh kalau di Tangsel, ibu walikota cantik yang suaminya terjerat kasus korupsi yang juga merupakan bagian terdekat dari dinasti korup di provinsi Banten masih terpilih di Pilkada terakhir.

Kata teman di sana, ya pilihannya memang ribet. Calon penantang juga enggak jelas. Kita selalu mengira kalau di daerah ya wajar, masyarakatnya masih gampang “dikatrol”. Jakarta beda, dong.

Ternyata … hasil survey terakhir tidak menunjukkan bahwa rakyat DKI Jakarta sudah naik kelas dibanding daerah lain .

Di Sulawesi Selatan, daerah asal saya juga seru. Keluarga-keluarga dekat orang nomor satu di sana juga tidak sedikit yang menjadi kepala-kepala daerah walau usia sangat muda dan tidak pernah kedengeran hasil kerjanya .

Kecewa dengan hasil survey? Jangan dong. Jadikan bahan introspeksi .

Terima kenyataan bahwa mungkin memang masyarakat ya memang masih begitu hehehe. Gencar melawan tayangan sinetron lokal tapi diam-diam terhibur dengan drama jenis sama versi impor dari negara lain hahaha.

Kondisi sehari-hari dalam sosial-ekonomi-budaya tentu punya pengaruh besar dalam sikap mereka dalam berpolitik . Itu faktanya.

Kelamaan tinggal di luar negeri, saya mungkin tidak sadar memasang standar terlalu tinggi bagi rasionalitas penduduk DKI. Jangan-jangan timses si petahana juga begitu. Nah, itu yang bahaya . Semoga cepat-cepat diubah metode kampanyenya ya .

Tidak berarti saya menuduh masyarakat masyarakat DKI “rendah” atau semacamnya. No, no. Sungkem dulu hehehe.

Cuma mungkin di mata mayoritas masyarakat Indonesia, kemajuan pembangunan belum sepenuhnya terfokus kepada disiplin dan kecakapan penguasa.

Masih dibayang-bayangi faktor lain yang memang sering menjadi khas negara berkembang : agama, penampilan, kondisi fisik, kesantunan (yang sudah sering berbanding terbalik dengan hasil kerja hehehe), etnis, isu mayoritas minoritas dan sebagainya.

Hasil survey jangan malah dijadikan pelemah semangat atau khawatir berlebihan. I always say, “Mengkhawatirkan masa depan sama sia-sianya dengan menyesali masa lalu.”

Jadikan bahan berkaca buat kita. Mencari cara untuk terus menjadi bagian dari perubahan dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada. Bukannya takluk dan malah menyalahkan lingkungan. Salah banget itu . Jangan malah menghina mereka yang berbeda dengan kita apalagi jika mereka mayoritas.

Bahkan kalau justru mereka yang menghina kita, you don’t do the same!!!!

Saya sudah puas deh nerima curhat dikata-katain “munafik” karena dukung si Berprestasi hahaha. Sabaaaaaaarrrrr . Ingat ya teman-teman, darkness cannot drive out darkness. Only LIGHT can do that . Pertemanan tetap nomor satu, gubernurnya nomor 2 ajah #eh hahaha.

Soal berhasil atau tidak ya itu urusan nanti dong, ya.

Seperti pesan Bunda Theresa, “God never requires us to succeed, He only requires that WE TRY.”

Try, try, try. Try first. Garis finish masih jauh, cemen amat sudah mau gantungn sepatu hahahaha.

Nonton Finding Nemo dan Finding Dory kan. Ingat jargon, “Keep swimming, keep swimming.”

Exactly. Buat teman-teman pendukung si Berprestasi, itu yang harus kalian lakukan. Keep Swimming . Tapi sadari, mungkin kini kita harus mencoba gaya berenang yang lain dengan mempelajari taktik lawan-lawan hehehe .

Yuk yaaa, senyumnya manaaaaaa .

Terus berbenah Jakarta-ku .

#tetapAhok

Gambar : temanahok.com
Gambar : temanahok.com

Fokus!

“Dulu petugas kebersihan juga sama. Kalau ketemu sampah, ngaaakunya banyak. Katanya tidak ada orang. Padahal orangnya ada belasan ribu … digaji.

Lalu saya mulai membentuk pembayaran gaji dengan transfer langsung. Supaya tidak terjadi yang fiktif. Termasuk juga pegawai taman, termasuk tata air PU.

Tapi apa yang terjadi? Betul-betul fiktif.

Bahkan ada yang nekat minjem nama orang. Sudah ditransfer, betul. Tapi tidak kerja. Jadi ditransfer ini uangnya. Namanya.

Jadi misalnya gini, dia paham aja yang mana orang yang tidak kerja pengangguran, daftarin nama, tahun lalu 2.7 juta, anda kan tidak kerja terima saja 500 ribu, sisanya dia yang kantongin. ATMnya dia yang narik.

Padahal ATMnya ke CCTV kita bisa lihat. Satu orang bisa menarik 400 ATM.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Lalu sekarang ada model baru lagi. Tetap yang bersangkutan yang narik tapi dimintain setelah keluar. Dipinjemin.

Beberapa sudah kita bawa ke Polda untuk diproses pidana. Dan pemberhentian sebagai PNS tanpa hormat.

Lalu kita mulai membentuk yang namanya PPSU. PPSU adalah Para Pekerja Prasarana dan Sarana Umum. PPSU inilah yang sekarang ditempatkan di tiap kelurahan ….. ”

-Ahok, Februari 2016-

Saya mengambil kutipan di atas dari pidato Ahok di depan Pegawai Baru PKWT Dishubtrans DKI Jakarta.

Di awal video, terang-terangan Ahok mengkritik keras jajaran Dishubtrans yang sebenarnya punya keterampilan dan kepiawaian yang tidak diragukan lagi. Masalahnya, mereka takluk pada setoran dari operator. Ya itu-itu juga masalah utamanya, MENTAL KORUP!

Apa? Kalian tidak tahu ada video ini? Padahal viral juga lho tempo hari . Jangan ngandelin video di Kepulauan Seribu melulu dong hehehe. Itu juga yang diulang-ulang yang bagian 3 menit itu .

Ini linknya, nonton yang lengkap yaaaaaaa sebelum terburu nafsu mau komentar  https://www.youtube.com/watch?v=ZdqLbNG51kQ

Praktik yang diceritakan Ahok di atas apakah metode baru dalam praktik korupsi di ibukota (dan mungkin di daerah lain juga)?

Bukan lah. Biasaaaaa mah yang begini. Yang tidak biasa adalah ada Gubernur yang berani terang-terangan memberikan perlawanan dan merombak sistem tanpa basa basi.

Belum tentu juga Gubernur DKI di masa lalu itu jahat-jahat dan korup semua. Belum tentu. Pun dengan para PNS. Belum tentu mereka dari awal sudah niat mau “ambil kesempatan”.

Lingkungan yang mungkin memaksa mereka harus terjerat dalam sistem seperti itu .

Loh, gubernur kan posisinya di atas? Koordinator.

Jangan lupa eksekutif kadang harus berhadapan dengan legislatif. Legislatif ini kumpulan semua partai. Jadi ya memang seperti lingkaran setan saja jadinya.

Ahok kok bisa? Ya karena dia pan sudah lama ditendang dari Gerindra hahaha.

Jangan lupa, perubahan di Jakarta tidak bisa lepas dari Ahok secara personal . Ada teman yang sudah putus asa terkait urusan surat-surat tanah, karena kesal, dia pun mengancam, “Ah, udah deh. Saya mau lapor Ahok saja!”

Sim salabim, setelah itu urusan lancaaaaaar. Hahahaha.

Menghadapi susunan anggaran yang isinya anggaran siluman dengan angka trilyunan, memangnya cukup ya dihadapi dengan senyum manis nan bijaksana, “Ayo yaaaa, jangan nakal. Jangan korupsi. Korupsi dosa lho. Ayo kita semua sadar bersama-sama.”

Ini Jakarta, Bung! Bukan pertunjukan opera sabun .

Pembangunan MRT di Jakarta (gambar : www.tempo.co)
Pembangunan MRT di Jakarta (gambar : www.tempo.co)

Mereka, para pejabat negara itu tiap sumpah jabatan memangnya kalian kira mereka bersumpah atas nama siapa. Atas nama lo, atas nama nenek moyang lo?

Bukaaaaaaan. Mereka bersumpah janji dengan kitab suci kepercayaannya masing-masing.

Dengan sumpah itu, mungkin bisa seenak jidat memasang harga jutaan untuk pengadaan tempat sampah. Per biji. Pengadaan scanner, pasang harga 350 juta. Yaela jangankan urusan yang kata kalian “hanya” urusan duniawi itu, dana haji saja bisa dipermainkan.

Kalian sebut apa orang-orang yang mungkin tiap hari membaca ayat suci tapi perilakunya sama sekali jauh dari yang mereka ucapkan? Apa itu namanya, teman-teman? .

APBD juga menjangkau masalah fasilitas umum termasuk kualitas pendidikan yang seharusnya menjangkau seluruh rakyat. Pendidikan ini hal mendasar karena pendidikan, like I always said, bisa menjadi salah satu pemutus mata rantai ketidakberdayaan dalam hal apa pun .

APBD juga kalau dimanfaatkan seoptimal mungkin ya itu hasilnya … sungai-sungai yang dulu kita sudah pasrah dan hanya mimpi-mimpi, “Kapan Jakarta bisa begini bisa begitu”

Sekarang sungai-sungainya bersih karena PEMBENAHAN habis-habisan yang dilakukan Ahok dan jajaran Pemrov DKI. Kalian kira itu otomatis ya? Kalau otomatis kenapa baru bisa di era Ahok? Dulu-dulu masalahnya apa?

Gambar : Facebook Fanpage "Dinas Kebersihan DKI Jakarta"
Gambar : Facebook Fanpage “Dinas Kebersihan DKI Jakarta”

Belum lama berlalu viral berita soal Ahok mengamuk kenapa tanah kuburan saja bisa dijadikan bahan bancakan cobak? *pijetKening*.

Unfortunately, yang diperjuangkan Ahok itu belum “full tank”. Seperti saya bilang, masih pemanasan. Tidak mungkin bisa mengubah perilaku puluhan tahun hanya dengan dua tahun kepemimpinan. Tugas Ahok belum selesai .

Dan sekarang, calon-calon lain mengklaim MAU MELANJUTKAN program-program Ahok. Kasih senyum manis saja deh .

Ahok juga hebat dalam masalah pengawasan. Dia itu bisa lho ngamuk-ngamuk sambil menyebutkan undang-undang terkait dengan sangat lancar. Jadi, memang repot. Galak + cerdas. Perpaduan yang “ngeri”.

Benar-benar tipe eksekutor. Pemrov DKI diubek-ubeknya. Yang namanya rotasi dan pergantian posisi berlangsung secara disiplin dengan memperhitungkan KINERJA.

Tentu ada korbannya. PNS yang sudah berumur dan sudah “nyaman” dengan sistem yang dulu-dulu tentu terhempas satu persatu. Makanya, resistensi pun tinggi. Memangnya enak kalau sudah biasa ongkang-ongkang kaki sekarang kena pecut melulu .

Jadi, kalian jangan kira kerjaan PNS itu santai-santai dan tukang ketik doang. Setidaknya untuk PNS di Pemrov DKI, hal itu sama sekali tidak berlaku lagi.

Jangan suka nyinyirin PNS. Kalau mereka kerjanya bener kan kita juga yang mendapat manfaat .

Beberapa teman di Pemrov DKI mengeluh betapa beratnya kerja mereka sekarang, ya mari kita hibur mereka dan ngasih semangat yuk sama-sama, “Terima kasih ya teman-teman Pemrov DKI atas kerja kerasnya. Usaha tidak akan mengkhianati hasil (y). Jakarta kini adalah Jakarta yang sungguh berbeda.”

Berbeda dalam arti yang positif dong ya tentunya .

“Serangan” terhadap Ahok terkait isu sensitif tertentu ya harap dimaklumi saja.

Dari tahun 2012, 5 tahun yang lalu, isu yang diangkat juga sama kok.

Ya kita bisa apa. Hampir tidak ada celah untuk menjatuhkan Ahok secara rasional. Terpaksa ya mau tak mau lagi-lagi harus berlindung di balik isu sensitif.

gambar : www.merdeka.com
gambar : www.merdeka.com

Lima tahun berlalu sama sekali tidak ada peningkatan . Tidak ada *thumbsDown*.

Ya itu kan mereka.

Kalau kita mah… fokus saja. Fokus!

Kalian rela, semua perubahan yang sungguh nyata di depan mata ini akhirnya berlalu begitu saja? Yakin kalau diganti akan sanggup menerabas sistem birokrasi secemerlang Ahok?

Modalnya apa, rekam jejaknya apa? Think about it .

Kan saya sudah bilang deh ya, soal Ahok adalah standar baru. Yes! Kinerjanya benar-benar bikin deg-degan. Standarnya tinggi. Keberaniannya bikin jiper. Diskotik tenar yang sudah meresahkan sekian lama saja bisa dibubarkan tanpa banyak drama.

Kalau sampai nanti gagal memenangkan Pilkada dengan prestasi segitu kinclongnya, di daerah-daerah lain jadi terpengaruh, “Ah, si Ahok saja yang capek-capek gini gitu kalah kok. Berarti enggak perlulah tonjolin kinerja. Cukup senyum manis nan bijaksana melambai ke kamera seperti biasa, seperti pejabat dulu-dulu. Tidak ada yang perlu diubah.”

Jangan sampai fokus kalian terpecah atas isu-isu yang itu-ituuuuu saja dibesar-besarkan, digoreng-goreng sampai gosong, ditiup-tiup sekuat tenaga. Jangan terpengaruh .

Tetap tonjolkan kinerja-hasil nyata-rekam jejak (y).

Boleh dong kampanye kalau positif ya . Jangan malah menarik diri dari kampanye apa pun . Kalau kita tebar sisi positif terus mereka sakit hati ya salah siapa dong? hehehe.

Ikuti fanpage-fanpage berikut ini kalau tetap gatal pengin share ini itu, ingin memantau hasil kerja Ahok dan Pemrov DKI, serta ingin terhindar dari debat kusir tiada makna :

Pemprov DKI Jakarta
Dinas Kebersihan DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama
Jakarta Smart City

Jangan takut menunjukkan keberpihakan . Jangan ikut-ikutan kayak mau perang gitu ah kelakuannya. Ingat, tidak ada yang bisa kalian lakukan untuk menurunkan ketegangan mereka. TIDAK ADA. It’s their problem. Not yours .

Jakarta sudah berbenah sekian jauh. We’ve come so far, don’t throw it away .

Yang matanya sipit tapi nyalinya lebar jangan sampai lepas!

Fokus, fokus, fokus

Tingkat Korupsi di Indonesia : Perspektif

Asma, lahir di Rumah Bordil Kandapara di Tangail. Asma berhenti sekolah saat teman-temannya mengejek dan melecehkannya karena ibunya bekerja sebagai PSK di Kandapara.

Asma mengikuti jejak ibunya saat menginjak usia 14 tahun. Sebelumnya, Asma disuruh menari di depan para pelanggan dan tamu.

Kajol, melahirkan bayi Mehedi yang kini berusia 6 bulan. Hasil berhubungan dengan para pelanggan di Kandapara. Kajol menikah di usia 9 tahun. Tantenya lalu menjualnya ke Kandapara.

Dua minggu setelah melahirkan, Kajol sudah harus melayani tamu-tamu. Tapi “bisnis”nya menjadi terganggu karena Kajol juga harus mengasuh Mehedi.

Kandapara Brothel, gambar : ilovesiliguri.com
Kandapara Brothel, gambar : ilovesiliguri.com

Pakhi, 15 tahun. Sudah tinggal di lokalisasi Kandapara sejak usia 14. Dia menikah di usia 12 tahun dan kabur tak lama setelahnya. Seorang laki-laki memungutnya di jalan da menjualnya ke rumah bordil.

Meghia bekerja di pabrik tekstil saat berusia 12 tahun. Dia bertemu lelaki yang menjanjikan pekerjaan lebih baik yang kemudian menjualnya ke rumah bordil.

Bonna diperkosa oleh ayah tirinya di usia 7 tahun. Dia melarikan diri dari rumah di usia 10 tahun. Seorang laki-laki mengajaknya berkenalan di jalan untuk kemudian lagi-lagi…menjual anak perempuan ini ke rumah bordil.

Bonna kini berusia 27 tahun. Sebagai “senior”, dia mengaku bisa mendapatkan maksimal 19 dolar (USD) per hari.

19 dolar. Maksimal. Per hari!

What kind of world are we living in? .

Bahkan di Irlandia sini, pegawai supermarket digaji 8-12 euro per jam. Per jam!

Kandapara, salah satu bagian tergelap dari dunia prostitusi dan potret buruk perlindungan terhadap kaum perempuan di Bangladesh.

Bangladesh Symbol, gambar : pixabay.com
Bangladesh Symbol, gambar : pixabay.com

Tahun 2015, penelitian mengenai indeks korupsi negara-negara dunia menempatkan Bangladesh sebagai satu diantara 114 negara yang memiliki Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di bawah 50. 0 – 100, makin tinggi berarti korupsi makin kecil.

Kisah di atas hanya satu diantara sekian banyak efek korupsi kepada lumpuhnya kehidupan sosial-ekonomi suatu negara . Rendahnya tingkat pendidikan, terorisme, lingkungan tidak layak, adalah sebagian diantaranya.

10 Besar Negara Paling TIDAK Korup didominasi oleh Eropa Barat
Skandinavia menguasai 5 besar. Sapu bersih .

Perspektif Dukung Ahok
Skandinavia Map, gambar : pixabay.com

Apakah ada hubungannya dengan wilayah? Tidak juga. Karena Asia punya Singapura menempati urutan ke 8! Ada Hongkong dan Jepang yang menemani Irlandia sama-sama di urutan 18.

Di Afrika ada Botswana dengan IPK 63.

Apakah agama?

Tet toooottt!

Negara mayoritas muslim menempatkan Qatar sebagai IPK tertinggi (71) dan menempati nomor 22 dalam daftar negara yang pemerintahannya bersih dari korupsi.

Juga ada Arab Saudi dengan IPK 52 dan Uni Emirat Arab IPK 70.

Ah, itu kan karena mereka minyaknya banyak. O ya? Yuk, tengok Venezuela. Negara ini mungkin salah satu negara dengan cadangan minyak cukup dahsyat. IPKnya? 17 sajah .

Jumlah penduduk pengaruh?

China dan India, yang penduduknya kejar-kejaran di angka 1.3 dan 1.5 milyar, IPKnya enggak rendah-rendah amat, 37!

Haiti yang penduduknya cuma 10 juta, enggak nyampe seperseratus China atau India, IPKnya 17.

Sudahlah korupsi merajalela di sini, kalian tahu tidak, beberapa hari yang lalu bencana alam angin topan menghajar sebagian wilayah Haiti yang sudah menewaskan lebih dari 1000 orang .

5 negara paling korup berturut-turut : Somalia, Korea Utara, Afghanistan, Sudan, South Sudan.

Compared to Indonesia, pendapatan perkapita Bangladesh sangat kecil. Kurang dari sepertiganya. Manalagi jumlah penduduknya lebih kecil, sehingga GDP Indonesia jauh di atas Bangladesh.

Selama di Irlandia sini, memang bertemu beberapa orang-orang Bangladesh. Ya sudah pahamlah mengapa mereka pasti akan mati-matian bertahan walau kadang pekerjaan yang didapat bukan pekerjaan tetap dengan gaji pas-pasan. Ya minimal sekolah gratis dan sistem kesehatan mumpuni (y).

Satu yang saya kenal, profesinya koki di sini. Koki pekerja lepas bukan permanen. Tiap hari ketemu antar jemput anak di sekolah. Beliau sekeluarga sudah memegang paspor Irlandia.

Korupsi memang cetaaarrrr 🙁. Efeknya berpengaruh ke banyak hal. Indeks korupsi juga berhubungan erat dengan kondisi negara secara umum. Kalau korup biasanya otomatis berpengaruh kepada kondisi sebuah negara secara keseluruhan.

Angola, IPK 15, sekaligus menjadi salah satu negara yang paling menyedihkan buat anak-anak. 1 diantara 6 anak meninggal di usia balita .

Di Afghanistan, 80% dana rekonstruksi dan pembangunan ditilep! . Sedihnya, saya kutip ya dari artikel di Aljazeera,

“Regrettably, corruption is no longer considered taboo in Afghan society; it has been ingrained in the culture as an accepted norm.”

Accepted norm. Dianggap biasa-biasa saja. Sebenarnya iya juga, kan?

Di Indonesia sendiri, korupsi juga bukan yang gimana-gimana banget . Malah kita sebagai masyarakat lama-lama sudah mati rasa. Dianggap bagian dari kehidupan sehari-hari.

tingkat korupsi di Indonesia
Lobbying – Corruption, gambar : pixabay.com

Ini memang perkara sistem, sih. Sudah terlalu mengakar dan turun temurun.

Saya kok percaya ya, misalnya nih, seorang PNS muda belia yang baru masuk kerja pasti ada ghirah (ceile, ghirah hihihi) untuk mengabdi bagi nusa dan bangsa.

Dengan gagah berani dia memikirkan solusi buat masyarakat. Datanglah dia kepada bos-nya, “Pak saya ada ide buat mobil kebakaran biar bisa cepat pelayanannya kepada masyarakat. Beli saja mobil kecil-kecil biar bebas keluar masuk kampung yang jalanannya kecil-kecil.”

Bosnya bilang apa? “Gile lo! Kalo mobilnya kecil, sabetannya kecil, dong! Sudahlah. Di proposal tetap tulis kayak biasa saja. Harga dan jenis jangan diutak atik! Paham?”

Ya pasti si PNS bau kencur ini takut dan langsung lunglai. Terbawalah dia ke dalam sistem. Tadinya mungkin dia tidak terpikir tapi ya gimana, lingkungan begitu.

Jangan diejek suruh resign. Situ mau ngasih makan keluarganya seandainya dia adalah satu-satunya tulang punggung keluarga? Lagian kalian pikir jumlah yang model begini sedikit? Belum tentuuuuuu. Bagaimana kalau banyak? Situ sanggup ngasih kerjaan lain?

Sistem tidak akan berjalan tanpa dukungan orang yang berada di dalamnya. Kasus di atas itu terinspirasi kisah nyata lho .

Makanya teman-teman, berapa sih pemimpin-pemimpin daerah yang bisa fenomenal melawan praktik-praktik seperti ini? .

Ahok is definitely one of them.

Tingkat korupsi di Indonesia
Basuki Tjahya Purnama (Ahok), gambar : id.wikipedia.org

Awal dulu Pemrov DKI melakukan transparansi termasuk kepada rapat-rapat kerja Ahok, sempat sering heboh kan? “Scanning file” saja butuh anggaran 350 juta! Printer 40 juta. Pengadaan tempat sampah ratusan juta, dsb, dsb.

Belum lagi waktu berantem APBD yang skandal UPS dan berbagai temuan lainnya karena akhirnya datanya dibuka dan kita bisa geleng-geleng kepala melihat berbagai angka-angka ajaib di dalamnya. Berapa lama tuh Ahok berantem sama DPRD hahaha.

Sampai peristiwa, “Pemahaman Nenek lo!” Masih inget gak? Hihihi.

Tapi kalian lebih fokus kepada marah-marahnya Ahok. Mbok ya kalau nonton video tuh yang komplit jangan dipotong-potong . Itu video rapat Ahok di Pemrov DKI masih rutin di-upload lho sampai sekarang .

There are lots and lots of thing we can do kalau dananya benar-benar dipakai untuk rakyat. Yah, enggak usahlah 100%. Tapi mbok ya jangan 80% banget kaleeeee yang dikorupsi huhuhu.

Birokrasi DKI Jakarta sungguh memberikan perubahan nyata. Kelurahan sampai ada satpam yang bukain pintu sampai senyum manis, “Silakan duduk Ibu. Ambil nomor antrian dulu, ya.”

Tahun 2012 saya ke Kelurahan yang sama celingak celinguk kagak ada orang sama sekali! Hahaha. Sampai “assalamu alaikum” berkali-kali setengah berteriak soalnya bingung harus ngomong sama siapa.

Ya dulu sih enggak dirasa gimana-gimana. Pasrah saja. Kalau ketemu petugas ya syukur kalau enggak ya enggak kenapa-kenapa.

Membentuk Pasukan Oranye dan warna-warna lainnya juga bukan tanpa perjuangan lho. Karena sesuai kebiasaan birokrasi “tradisional”, tilep menilep honor petugas kebersihan teruuuuus saja kejadian.

Makanya, Ahok mungkin sudah muak banget. But … don’t we all? .

Belum lagi insiden kuburan dan cobalah ubek-ubek video di Pemrov DKI itu. Banyak hal-hal lain yang belum sempat diviralkan . But again, jangan dipotong-potong mau nontonnya pas beliau ngamuk saja .

Kebersihan di ibukota juga mendapat sorotan yang cukup besar .

Gambar : Facebook Fanpage "Dinas Kebersihan DKI Jakarta"
Gambar : Facebook Fanpage “Dinas Kebersihan DKI Jakarta”

KJP sekarang jangkauannya sudah luas dan terus ditingkatkan. Uang masuk sekolah level SMA/SMU/SLTA di Jakarta sudah gratis.

Ahok juga menyeluruh sampai ke pengawasan. Makanya, tidak heran, ‘kenyamanan’ beberapa pihak pastilah bergeser. Resistensinya pun tidak sedikit.

Ibukota DKI kini tengah disorot. Bukan hanya oleh para pemilih di Jakarta dan di luar Jakarta yang kadang lebih ribet sendiri hahaha. Pemimpin dan calon pemimpin daerah lain juga mengikuti perkembangan di DKI .

Ahok sudah terlanjur memberikan “wajah baru” bagi standar kepemimpinan daerah. Standarnya tinggi boooo . Dari sini, daerah-daerah lain pasti sedang menunggu-nunggu apakah masyarakat sudah siap dengan “perubahan” seperti ini.

Kemenangan Ahok tentu menjadi sinyal baru bahwa tidak ada cara lain memenangkan “pertempuran” selain kinerja-hasil nyata-rekam jejak (y). Prioritas itulah yang mungkin digunakan masyarakat untuk menilai.

Ya mungkin tidak sedrastis itu perubahannya. Soalnya di Sulsel sendiri, daerah asal saya, kabupaten-kabupaten “inti”masih dikuasai KKN . Mirip Banten lah. Si Bapak jadi gubernur, ponakan jadi bupati di sini, adek jadi bupati di sono, dst, dsb. Iyamato, iyamato .

Still…long way to go. Tapi kan sudah ada perubahan signifikan di ibukota. Kalau menang di Pilkada 2017, Ahok akan menjadi standar baru. Ada harapan nyata untuk perlawanan terhadap korupsi.

Percaya deh, percuma saja Pak Jokowi wara wiri ke sana kemari bangun ini itu kalau tidak ditopang oleh pemimpin-pemimpin daerah di wilayah masing-masing. Harus saling bantu membantu .

Kalau gaya komunikasi yang dipermasalahkan, ya gimana ya. Pemimpin model begitu sudah sering lihat, euy, di Indonesia . Banyak kok yang ngomongnya enak, tidak sedikit juga yang pinter masang kancing jasnya (hahaha), yang wajahnya ganteng juga sudah ada (dadah-dadah ke Bang Zumi Zola :p).

Karena itulah, saya memberikan dukungan penuh saya kepada Ahok untuk terpilih kembali di Pilkada 2017 nanti .

Perspektif Dukung Ahok
Gambar : pixabay.com

Kalian tahu efek yang paling menyedihkan dari korupsi ini. Balik ke Angola tadi, 150 ribu anak-anak meninggal dunia setiap tahunnya. Masyarakat sangat menderita. Tapi TIDAK SEMUANYA. Ada segelintir kecil yang tetap hidup nyaman .

Ya jangan lebay juga. Jangan harapkan perubahan radikal yang gimana gitu. Slowly but sure juga oke dong ya .

We really hope that something better is about to happen for Indonesia . Let’s do our best to be a part of it. I’m doing mine now, sesuai kemampuan masing-masing ya hehe #setrikaDaster.

Ngomong-ngomong, IPK Indonesia terus membaik lho . Tahun 2012 dan 2013 kita berada di angka 32. Tahun 2014 naik ke 34. Dan tahun 2015 menjadi 36.

Tentu saja, terkait hal ini, kalian boleh punya pendapat yang berbeda. Ini kan saya tawarkan sudut pandang lain di luar yang diributkan belakangan ini.

Makanya, tulisan ini saya beri judul “Perspektif” bukan “Pemaksaan” .

“Corruption can be beaten if we work together. To stamp out the abuse of power, bribery and shed light on secret deals, citizens must together tell their governments they have had enough.”
-José Ugaz, Chair, Transparency International-

I have had enough. You?

Jalan-jalan ke Taman Burung TMII Jakarta

Taman Burung hanya satu dari sekian banyak tempat/wahana yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Paling favorit deh TMII ini :D. Rasanya enggak kelar-kelar hahaha.

Mudik tahun 2014 ke sana juga. Ke Istana Boneka + naik cable car + Taman Reptil. Nah, tahun ini ke Taman Burung plus ke Taman Dinosaurus. Biar banyak ditulis satu-satu saja.

Yang tahun 2014 aja belom ditulis cobak -_-.

Lokasi Taman Burung agak ke belakang ya kalau enggak salah. Maklum sih ke mana-mana numpang duduk doang jadi tahu-tahu udah nyampe aja hahaha :p.

Ini nih pemandangan pertama setelah melewati pintu masuk.

Taman Burung TMII Jakarta

 

Aduh, kalau saya sih lihat kucing aja merinding, apalagi melihat burung Elang hihihi. Anak-anak juga rada takut-takut pas ditawarin jadi tempat nangkringnya si Elang.

Akhirnya Papa aja yang foto bareng si burung pemangsa satu ini. Sengaja disebutin pemangsa-nya sebagai justifikasi kenapa eike takut hahahaha :p.

Taman Burung TMII Jakarta

Foto model begini bayarnya goceng sajah *tepukTangan*.

Terus jalan ke dalam. Sejujurnya enggak gitu paham sih ini lihat apa saja di dalam hihihi. Anak-anak juga banyakan lari-larian gitu. Apa enggak terlalu doyan lihat burung-burung gitu ya? Kebiasaan ngeliat dinosaurus sih hahaha.

Habis selfie dengan Elang dkk (iya ada jenis burung lain selain Elang kok buat teman foto dekat pintu masuk :D), kita jalan-jalan ke dalam.

Tentu saja, sembari jalan ya sambil apaaaaaaaaa … ya foto-foto! *benerinBuluMata*

Tiket masuk TMII

Abis foto, terus jalan lagi. Terus … ya foto lagi hahaha.

Lihat deh si adek bayi, asoyyy bener tuh nyeker enggak pakai sepatu, no kaos kaki. Mumpung cuaca mendukung ya Dek :D.

Taman Burung TMII Jakarta

Terus … manaaaaaaa burung-burungnya? -_-.

Dalam Taman Burung ini, ada 2 kubah besar tempat di mana mayoritas burung-burung ini beredar. Namanya : Kubah Barat dan Kubah Timur.

Kubah Barat untuk burung-burung khas yang ada dari belahan barat Nusantara seperti : Sumatera, Jawa, Kalimantan dll.

Kubah Timur untuk unggas yang bisa terbang dari sisi timur Indonesia, seperti : Sulawesi, Irian dll. Konon ada hampir 200 jenis burung yang ada dalam Taman Burung ini. Klaimnya yang paling lengkap di Indonesia.

Nah, kayaknya foto-foto dalam Kubah belum selesai proses editingnya sama suami hihihi. Kalau sudah ada, saya edit lagi deh tulisan ini :D. Kalau sudah terlanjur baca, nggg…anu, nanti balik lagi yaaaaaa hahaha :p.

Kenapa pakai bangunan  berbentuk Kubah? Ya biar burung-burungnya enggak ngacir ke mana-mana. Masa kita datang, tahu-tahu Taman Burungnya kosong gitu hihihi.

Etapi, bukankah burung-burung sudah seharusnya dibiarkan bebas di angkasa? Kalau mau bahas perdebatan soal ini, bisa satu tulisan sendiri kayaknya :p.

Selain area dalam Kubah, di dalam Taman  Burung juga ada beberapa kolam yang bisa dipakai buat intip-intip berbagai jenis Unggas. Ya bisa main bareng juga kali, ya. Beberapa anak kelihatan lempar-lemparin remah roti ke dalam kolam.

Sebenarnya enggak boleh ngasih hewan sembarang makanan sih. Kalau mau, ada kok yang jualan makanan ikan. Salah satunya di kafetaria tempat kita mampir pas mau nyari toilet.

Tempatnya kayak dalam terowongan gitu. Di dalam ada kafetaria dan tempat nongkrong depannya. Saelah, tempat nongkrong hihihi.

Di sini juga ada tempat buat foto-foto sama burung. Anak-anak lebih rileks soalnya burungnya lebih ‘ramah’ dan warna warni :p. Kalau mamanya sih tetap memilih ngawasin aja hahaha #penakutMaksimal -_-.

Ni dia, dua bujang kita yang mencoba eksis dengan si burung warna warni tadi ;).

Tiket masuk TMII

abil-burung-narda

Pas ketemu kafetaria ya sekalian jajan. Beli es krim secara panasnya ya booooo huhuhu.

Sekalian numpang salat juga. Kalau enggak salah ada mushalla ‘resmi’ kok di sini. Yang kami tumpangi mushalla pribadi yang punya kantin. Terima kasih ya Pak Bu :D. Sekalian soalnya. Daripada nyari-nyari lagi.

Anak-anak sempat beli-beli makanan ikan dan main-main dekat kolam situ.

Tentu tak lupa … foto  bareng-bareng jugaaaaaaaa :D. Eksis terooossss hihihi.

Tiket masuk TMII

Ya begitu aja sih kegiatannya.

Enggak terlalu lama emang. Selain anak-anak kurang antusias, kite-kite juga rada-rada bosan gitu sih ya :p *tutupMuka*.

Nah, dari sini kita keluar cari makan siang. Habis makan siang baru deh keliling-keliling TMII nyari tempat mampir yang lain. Karena memang tidak punya itinerary khusus di hari itu.

Ealah, enggak sengaja lihat plang “Taman Dinosaurus”. Pastilah para fans garis keras hewan purba ini (si bocah baju biru dan ijo itu tuuuuhhh hihihi) langsung teriak-teriak pengin ke sana.

Acara jalan-jalan pun lanjut ke Taman Dinosaurus yang ternyata berada dalam area Taman Legenda Keong Emas. Ceritanya? Tunggu di postingan berikutnya #eaaaaaa hahaha :p.

Kan udah dibilang, dipisah-pisah ceritanya biar banyaaaaaak :D.

UPdated : tulisan tentang Petualangan Dinosaurus bisa dicek langsung di link berikut, ya.

Atau bisa lihat vlognya di sini ;).

 

Reflect Your Hope, Not Your Fear (2)

Beberapa waktu lalu, seorang teman memprediksi isu agama akan mulai ditinggalkan dalam kampanye Pilkada DKI kali ini.

Pilkada DKI memang spesial 😉.

Sudah berasa mau milih Gubernur Republik Indonesia seperti kata Bang Tomi Lebang hihihi. Yang ikut ribut bisa dari Sabang sampai Merauke sampai yang di luar negeri hahaha #eh :p.

Ramalan teman saya nampaknya salah tuh. Setidaknya sampai tadi iseng blusukan di news feed, wow, yang lebih seru ternyata perdebatan seputar agama ini :p. Tulisan bagus ala-ala “aroma aktivis” malah komentarnya serius-serius semua 😀.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Saya memilih untuk menyalahkan…pendukung Ahok! Pendukung Ahok yang beragama Islam. Ya macam saya inilah hehe.

Seharusnya sih pendukung Ahok yang beragama Islam yang harus mengerti soal perbedaan ini. Buat beberapa kalangan, “larangan” memilih pemimpin non muslim ini memang penting. Menurut mereka, urusannya sudah level akidah.

Mengapa sulit sekali memahami mereka?

Kalau hanya sebatas diingatkan ya kenapa harus marah-marah? Bilang saja iya dan terima kasih sudah diingatkan tapi kita punya penafsiran berbeda. Beres kan urusan?

Kalau mereka masih memperpanjang masalah ini dan masih ngotot ya mengalah saja kenapa siiiiiih? Dituduh liberal aja baper :p #uhuk#benerinPoni.

Harus dipahami juga satu fakta penting. Bahwa tidak semua yang meyakini larangan ini otomatis anti Ahok. Nope! Ada juga yang memang sebatas menjalankan perintah agama (versi mereka). Kalangan ini tidak ikut menjelek-jelekkan Ahok bahkan tidak segan-segan memuji hasil kerja yang mereka rasa oke.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Memang ada sih yang terjebak untuk menjelek-jelekkan tapi ya memang kalian bisa apa?

Kalian kesal kan kalau dianggap menistakan agama bla bla bla lah terus kenapa dibalas dengan hal yang sama? -_-.

People with bad behavior only exists to remind us to NOT to do the same, yes? 😉.

Susah? Ya susah bangeeeeettttt hahaha.

Makanyaaaa, jangan ikut-ikutan bahas agama kelesssss :p.

Biarkanlah mereka ngotot. Soalnya mereka merasa berkewajiban untuk menyampaikan hal ini. Yes, mereka wajib menyampaikan tapi kalian tidak harus sepakat. Tapi tidak sepakat tidak selalu berarti berantem kan yaaaaaaaaaaa.

Merasa benar vs merasa benar sendiri itu 2 hal yang berbeda-nya pakai banget

Susah? Pastinyaaaaaaa hahaha.

Makanyaaaaa, bahas yang lain sajalah.

Kalian sendiri kenapa memutuskan berkampanye untuk Ahok? Hayo ooo kenapa hayooooo :p.

Kalian sama tidak seperti saya?

I simply see … a hope 🙂. Terus terang, dulu-dulu sih tidak terlalu ngikutin masalah politik. Malas ah hahaha. Enggak paham dan kayaknya enggak ada gunanya juga.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Apalagi untuk selevel Jakarta. Yah, maksud saya, mereka tidak korupsi habis-habisan saja kayaknya sudah cukup, ya, hehehe. Berat lah mau gimana-gimana karena dukungan partai lebih dominan 🙂. Ada gitu yang berani mendobrak tradisi ini?

Ternyata ada!

Menurut saya lho iniiiiiii 😀.

Saya tuh kalau mengurus hal-hal seputar birokrasi juga sudah enggak pernah mikirin bakal gimana-gimana. Mau marah juga kayaknya ngabisin tenaga. Ya sudah, siapkan saja uang calo dan semacamnya. Malas pusing. Enggak ngaruh juga rasanya.

Kemarin ramai isu tanah kuburan pun menjadi “mainan” buat ladang duit di kalangan birokrasi. Ah, apa istimewanya sih? Dana haji saja bisa kena masalah kok ya hehehe. Ya memang gituuuuu. Apa-apa harus bayar, harus lewat calo, harus begini harus begitu. Terima saja.

Itu juga tuh, yang isu tempat sampah bisa sampai 100 juta di anggaran dana. Printer harga puluhan juga. Pokoknya banyaklah mark-up anggaran hal-hal aneh yang sebenarnya kita juga sudah tahu dari dulu. Tapi terus mau apa selain gigit jari dan mengutuk dalam hati?

Sekarang, saya merasa ada perubahan. Tapi bisa saja perasaan saya salah dong ya hehehe –>takut dibully ni yeeee hahaha.

Di Pemrov DKI juga ternyata beneran ada “perubahan besar”. Lagi-lagi ini informasi dari orang dekat saya. Ya kalian boleh tidak percaya 😉.

Tekanan Ahok kepada pejabat eselon tertinggi membuat tekanan itu terus berlanjut ke bawah. Makanya, sekarang tuh kalau enggak kerja ya kena mutasi.

Stereotip “PNS kerjanya santai” kayaknya sudah tidak berlaku untuk Pemrov DKI hihihi. Tetap semangat ya teman-teman di Pemrov DKI 😉. Proud of you all (y).

Perubahan secara sistem juga ada.

Misalnya nih, soal pasukan oranye. Saya takjub ya, ketemu mereka di jalanan kompleks depan rumah lagi sepi begitu kok ya tetap kerja dengan rajin, sih? Ya duduk-duduk saja santai-santai kan sepi ini.

Ternyata, ada aplikasi online yang bisa diakses masyarakat dan dipakai untuk “melapor”. Dan itu yaaaa, lurah terkait juga bisa dinyinyirin sama Ahok kalau sampai ada pengaduan.

Jangan share broadcast message
Gambar : pixabay.com

Iyah, partisipasi masyarakat bagian dari sistem yang coba dibuat berkesinambungan ini.

Lah memangnya dulu kita enggak bisa ngomel-ngomel? Ya bisaaaaaaaaa.

Tapi dulu ditanggepin gak? 😉.

Masalah pendidikan dan kesehatan secara umum juga terlihat jelas perkembangannya. Kalian lebih tahulah daripada saya 😉.

Tentu saja selalu ada celah untuk menjatuhkan. Pastilah hehehe.

Makanya berikanlah celah itu pada “toko sebelah” :p. Kalian fokus ke hasil kerja dan kinerja Ahok yang ada. Kalau bisa yang kalian rasakan sendiri.

Jangan ikut-ikutan ngeributin reklamasi dengan mengandalkan info-info cupu. Malu taukkkk :p. Memang harus ada penyeimbang dalam persoalan seperti ini. Lagian kenapa sih yang anti reklamasi atau anti gusur-gusuran selalu dituding anti Ahok?

Ya siapa pun gubernurnya, kalangan aktivis akan selalu memperjuangkan hal yang sama. Pahami lah. Enggak semua urusan terkait Jakarta harus melulu soal Ahoker vs Anti Ahok.

Pada intinya kita semua ingin ibukota terus berbenah ke hal yang lebih baik. Karena itu kan kalian ingin Ahok melanjutkan kepemimpinannya untuk 5 tahun ke depan? Bukan karena tidak suka dengan calon lainnya kan?

Ya makanya bahas Ahoknya sajaaaaa 😀.

Hati-hatilah, situasi kayak begini bikin media berpesta pora seenak jidat menyiram bensin dengan berita-berita menghasut.

Kayak kemarin tuh, Pak Anies bilang apa, sama media dipelantar pelintir. Dibikin berantem dan kebawa-bawa nama Foke hehehe. Padahal mah, yang dibilang Pak Anies tidak salah.

Buat saya sih, Pak Anies Baswedan bukan tokoh tercela. Saya join relawan Turun Tangan sejak tahun 2014 itu karena terpukau dengan beliau. Terbakar euy mendengar ceramah-ceramahnya yang menyejukkan ^_^.

Hanya saja, saya yakin Ahok adalah eksekutor yang lebih baik, bahkan jauh lebih baik, untuk level DKI Jakarta. I really want him to win 🙂.

Untuk Mas Agus, ya no komenlah. Selain urusan fisik, kayaknya belum ada gebrakan yang gimana gitu dari sana hehehe. Katanya badannya tinggi, ganteng pula. Aduh gimana ya, suami saya juga tinggi dan ganteng nyahahaha –> dilempar granat!

Jadi, jangan terpancing dengan isu-isu yang mengeksploitasi ketakutan dari toko sebelah hehehe. Biarkanlah. Memangnya kita bisa apa.

Tapi gatel pengin kampanye tapi kadang bingung mau share apaan? Ya coba saja sodorkan bukti kerja dan harapan versi kalian sendiri?

Atau mungkin bisa dicoba menelisik hasil kerja Pemrov DKI di bawah kepemimpinan Ahok via fanpage-fanpage berikut ini :

Dinas Kebersihan DKI Jakarta
Pemprov DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama

Yuk yaaaaa, putuskan lingkaran setannya. Sampai kapan ini saban ada kampanye berantem meluluuuuuuu :p.

Kita memilih atau mendukung dengan harapan agar DKI Jakarta bisa dibawa ke arah yang lebih baik. Bukan karena takut sama ini itu, yes? ^_^.

“May your choices reflect your hopes, not your fears.”
― Nelson Mandela

Itu.