Reflect Your HOPE, NOT Your FEAR (3)

Yak, kondisi terkini di dunia maya mengulang keseruan 5 tahun lalu jelang Pilpres 2014. Keseruan? Ketegangan jangan-jangan kata yang lebih tepat huhuhu.

Unfortunately, pasca isu Cambridge Analytica, kita tak bisa lagi meremehkan hal-hal yang terjadi di dunia maya. Dunia nyata pun bisa terseret secara signifikan.

Acara CFD di DKI Jakarta yang terkini misalnya. Acara yang setahu saya memang ajang kumpul-kumpul sekeluarga, jalan-jalan santai, sambil jajan-jajan, sudah lazim bawa anak-anak. Mengapa menjadi ajang bully-bully an?

Sebenarnya ada juga foto-foto atau BUKTI yang menunjukkan bahwa perselisihan 2 kelompok tersebut TIDAK mewarnai sepanjang acara. Tidak bisa dikatakan sebagai penggambaran KESELURUHAN ACARA CFD di hari itu.

Ada juga tuh foto yang menampilkan kedua pihak jalan bersama sambil cengar-cengir enggak saling ngapa-ngapain.

CFD 29 April juga berlangsung damai (sumber : akun Facebook Zulfan Syahnsyah)

 

Beberapa teman yang sepandangan politik dengan saya mempertanyakan, “Itu kok yang kubu sono bisa sampai segitunya ya? Udah kayak mau perang beneran?”

Nah iniiiiiiii. Pahami juga psikologi / alasan tiap kelompok. Dari kedua belah pihak.

Yang hampir selalu saya temui, pendukung kelompok “Ganti Presiden” ini sedang merasa “membela agama”. Ini “perang” mereka terhadap “kezaliman” atau apalah itu yang bertentangan dengan ajaran agama.

Makanya sering membawa-bawa istilah Firaun segala. Tahu kan ya meme-memenya pan udah banyak ituh. Kenapa Firaun? Bukan yang lain? Karena Firaun ini digambarkan langsung dalam kitab suci sebagai “musuh agama”.

Bayangkanlah kondisi psikologis mereka yang turun ke jalan buat kampanye dengan semangat seperti itu.

Tentu lebih gegap gempita karena hal ini SEOLAH titah langsung dari TUHAN. Mereka (merasa) sedang menjalankan amanah dari TUHAN yang maha penting melawan SI LAKNATULLAH FIRAUN …. bersama segenap pengikutnya atau pendukungnya! 

Gambar : pixabay.com

 

Sementara yang kubu “Tetap Pakde”, ya paling banter alasannya karena hasil kerjanya bagus misalnya. Atau tidak menemukan calon lain yang lebih baik dibandingkan beliau. Hanya memandang persoalan ini sekadar Pilpres. Tidak merujuk ke urusan surga sama neraka misalnya.

Makanya itu para Jokower atau Cebonger BERHENTILAH berusaha melakukan perlawanan dengan cara-cara model beginian. Sana bikin kaos, situ ribut juga bikin kaos. Okelah bikin kaos mah FUN, yak.

Tapi jelas kelian akan kalah dalam urusan “mengobarkan semangat juang” di area publik.

Yang di “sana” SEOLAH “MAJU PERANG” demi pengabdian terhadap TUHAN. Yah situ mungkin sekadar pengin negeri kita menjadi lebih baik pembangunannya di tangan Pak Jokowi. Ya jelas KALAH! Hahaha.

On the other hand, pihak Jokower pun ada yang sering menyebarkan ketakutan-ketakutan instead of HARAPAN. Kalau yang “sana” ya sudahlah ya. Kita juga bingung mereka mau menebarkan harapan apa karena dari awal slogannya adalah “ASAL BUKAN ANU”.

Pemicunya adalah KETIDAKSUKAAN pada ANU, bukan karena MENDUKUNG LAWANNYA ANU. Ke Ahok juga “mereka” begitu, ke Pak Jokowi pun sama.

Then why do we have to do the same thing? Pathetic itu mah kalau kalian juga sok-sok menebarkan ketakutan. Don’t!

Kalau yang sana suka mengancam-ancam dan menakuti-nakuti tentang PKI lah, serbuan tenaga kerja asing lah, China mau menguasai Indonesia lah, Islam mau dihancurkan, dan berbagai imajinasi-imajinasi liar yang sangat minim bukti .

Di kubu Jokower juga ada yang model begini. Sok-sok ngancem, Jakarta akan hancur kalau bukan Ahok yang menang! Set dah! Hahahaha. Heloooooo, santai aja maleeeeehhhh.

Buktinya sekarang fine-fine saja kan di Jakarta. Ya mungkin ada beberapa hal yang BERUBAH tapi lebay kali pun sampai bilang HANCUR yadda-yadda-yadda .

Percaya sama saya, orang Jekardah mah setrong! Saya ngalamin banjir besar tahun 2007 tuh. Meeting di customer di Tangerang, kena macet 5 jam ke Pancoran. Bareng teman saya yang lagi hamil muda. Kita ketawa-ketawa saja di mobil. And we STILL ALIVE years after that! Hahaha.

Kalau urusan Pilpres pada ngancem, katanya kalau bukan Pak Jokowi yang menang, nanti korupsi merajalela, pembangunan mangkrak dan seterusnya dan seterusnya!

Benar-benar pendukung stres semua dah hahaha.

Jangan begituuuuuuuu .

Walaupun mungkin sudah bosan dan ternyata kemarin pas di Ahok kita kalah sih (hahaha), KITA TETAP HARUS menebarkan HARAPAN instead of FEAR. Mengapa? Simply because it’s THE RIGHT THING TO DO! 

Jangan bosan share hasil kerja beliau. Jangan patah semangat menunjukkan bukti nyata di sekitar kalian yang membuat kalian tetap mendukung beliau. Jangan gentar terus menghujani timeline dengan hal-hal yang KITA anggap sebagai prestasi-prestasi positif beliau. Walau mungkin yang “sono” so pasti ngamuk dan tidak setuju hahaha.

Kalau sudah begitu mereka tetap baper, itu sudah bukan tanggung jawab kita lagi yes? Masa kita share kebaikan orang lain, mereka marah! Itu sih jatuhnya sudah DENGKI .

Tahu film Monster Inc. gak? Nah ini salah satu film animasi kesayangan saya.

Monster Inc (gambar : disney.wikia.com)

 

Saat akhirnya Sullivan mengambil alih Monster Incorporated dari tangan Waternoose, Waternoose sempat bilang, ““I hope you’re happy, Sullivan. You destroyed this company. Monsters Incorporated is dead! Where will everyone get their scream now? The energy crisis will only get worse, because of you!”

Monster Inc. mengambil energi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Negeri Monster dengan cara menakut-nakuti anak-anak manusia dalam mimpi-mimpi mereka di malam hari.

Somehow para monster punya akses untuk memasuki kamar anak-anak ini di malam hari untuk menakut-nakuti mereka. Makin menakutkan para monster, makin takut si anak-anak ini, dan makin kencang pula teriakannya, makin banyak energi yang terserap.

Anak-anak makin stres, energi makin cespleng.

Tapi Sullivan sudah menghancurkan metode ini. Namun, apa benar Monster Inc. remuk di tangan Sullivan?

Despite using the kid’s fear, Sullivan punya ide LAIN untuk meraup energi bagi Negeri Monster.

Mike – Sullivan – Boo (gambar : cinelinx.com)

 

Jika dulu para monster berusaha keras menakuti dan mengancam anak-anak, kini mereka bekerja giat memainkan berbagai macam lelucon, mengisahkan cerita-cerita kocak untuk membuat ANAK-ANAK TERTAWA.

Yup, instead of, memanfaatkan jeritan mereka sebagai sumber energi, Sullivan menemukan cara berbeda untuk mendapatkan energi yang 10 x lipat lebih besar. Para monster tetap memasuki pintu anak-anak secara rutin, tapi yang diincar kini bukan teriakan ketakutan mereka lagi. Tapi tawa mereka.

Hubungan monster dengan anak-anak malah harmonis. “Scare Floor” yang tadinya selalu bernuansa tegang dan ‘dingin’ kini hiruk pikuk penuh balon-balon dan tawa ceria para monster .

Pesan moralnya sangat INDAH, bukan? Did you get it?

Jeritan anak-anak itu identik dengan ketakutan, kebencian dan banyak hal negatif lainnya. Sementara tawa anak-anak selalu diasosiakan dengan kegembiraan, keceriaan dan banyak hal positif lainnya.

Sullivan mengajarkan kepada kita, “Kegembiraan itu efeknya 10 kali lipat lebih dahsyat daripada ketakutan.”

Sullivan and Boo (gambar : weheartit.com)

 

Menebar HARAPAN dan hal positif itu kekuatannya lebih besar daripada menghasut untuk membenci.

Dari kisah FIKSI pun kita bisa belajar banyak hal-hal untuk kebaikan kita di dunia yang NON FIKSI ini, yes? 

Seems like too good to be true, yak hehehehe. But I’m a believer! Aren’t you? 

Yuk yaaaaa, putuskan lingkaran setannya. Sampai kapan ini saban ada kampanye berantem meluluuuuuuu .

Kita memilih atau mendukung dengan harapan agar negeri kita tercinta, Negara Kesatuan Repuplik Indonesia bisa dibawa ke arah yang lebih baik di bawah kepemimpinan BAPAK JOKO WIDODO. Sudah kita cek hasil nyata-kinerja-rekam jejak beliau dibanding alternatif yang lainnya yang sudah ada. Entah kalau nanti ada kejutan ada calon lain ye kaaaannn .

Bukan karena takut sama ini itu .

So … “May your choices reflect your hopes, not your fears.” ― Nelson Mandela

Untuk prestasi-prestasi kerja Pak Jokowi jangan lupa LIKE dan SHARE (kalau mau) dari fanpage resmi beliau di Presiden Joko Widodo. Klik aja itu jangan sampai salah page, banyak yang abal-abal nan provokatif juga soalnya.

Insya Allah, dengan atau tanpa PAK JOKOWI, NKRI tidak akan hancur apalagi bubar . Karena doa-doa terbaik kita akan terus mengawal negeri ini, kan, kan, kaaaaaannn SIAPA PUN PRESIDENNYA .

Tapi jadi presiden memang berat sih, kamu belum tentu bisa. Pakde ajalah #dasarCebong ??????

Salam 2 periode! ✌️✌️

Gambar : foto resmi dari istana kepresidenan
liburan di Bandung dengan Traveloka

Bandung yang Selalu Menjadi Lautan Wisatawan dari Ibukota

Akhir tahun ini, saya dan keluarga ada rencana mudik dan menghabiskan liburan akhir tahun di tanah air. Tapi rencana mudiknya batal walau sudah terlanjur menyusun itinerary menyambut rentetan hari libur di akhir tahun. Enggak apa deh. Next time mudik, enggak perlu pusing mikirin mau ke mana dan gimana-gimananya lagi.

Where to Go? … Bandung lagi Bandung lagi !! 

Hahaha :p.

liburan di Bandung
Farmhouse Lembang Bandung, 2016

 

Bandung melulu? Selain karena lokasinya yang super dekat dari Jakarta, basis mudik kami tiap tahun, mupeng banget melihat perkembangan tempat wisata-wisata di Bandung yang enggak ada matinya 😉 –> anaknya gampang terhasut :p.

Selain tempatnya lucu-lucu, menarik buat seluruh anggota keluarga, tiket masuknya juga murah-murah, euy *tepukTangan*.

Seperti pas mudik 2016, bela-belain ke Farmhouse Lembang yang baru dibuka akhir 2015 kemarin. Sudah sempatin bikin vlog segala ^_^.

Alasan lain, sebisa mungkin pas mudik jangan jauh-jauh dari keluarga di Jakarta, sejauh-jauhnya pun pokoknya cari yang seputaran Pulau Jawa saja. Karena orang tua sudah berumur sudah sulit diajak jalan-jalan ke luar kota :(.

Kalau liburan ke luar Jawa pun sudah pasti kota kelahiran saya selalu menjadi prioritas utama … MAKASSAR! <3.

Sebagai manusia biasa *tsaaah*, pastilah maunya mencari fasilitas yang senyaman mungkin tapi semurah mungkin. Itu prinsip ekonomi yang utama, yes? *tepokDompet*. Selain tempat nyaman dan harga murah, kalau bisa enggak pakai repot. Rewel, ah hahaha.

Walau tempat-tempat liburan di Bandung terkenal seru dan murmer, kalau transportasi dan akomodasinya ngek ngok ya malas juga, kan? Belum lagi waktu yang dihabiskan buat ubek-ubek harga tiket pesawat dan hotel hehe.

Jakarta – Bandung naik pesawat? Kadang ogah terjebak macet karena mudik seringnya pas liburan anak sekolah. Saingan banyaaaaaaak. Rame-rame menyerbu Bandung.

Biarpun murah juga kalau harus seliweran ke berbagai situs, ngubek-ngubek harga tiket dan hotel, bisa sirna semangat liburannya huhuhu. Ya kaleeee cuti jauh-jauh dari negeri seberang harus menghabiskan banyak waktu browsing-browsing demi mengejar kebahagiaan dengan harga murah? Hahaha. Lebay kali pun :p.

Sebisa mungkin “one click away” ;). Padahal sudah diuntungkan dengan banyaknya proses yang bisa dilakukan secara online, ya? Masih bawel minta ini itu! Yah namanya bisnis harus terus berinovasi dong, dong, dong.

Ternyata harapannya bisa terjawab via situs Traveloka ^_^.

Tadinya saya pikir di Traveloka ya harus nyari-nyari tiket dan hotel secara terpisah. Mayan ribet, yes? Tapi selama ini yang dijalani ya begitu itu. Eh, klak klik klak klik, ternyata sudah bisa sepaket itu pemesanan tiket dan hotel.

liburan di bandung
Gambar dari situs traveloka.com

 

Sempat deg-degan takutnya kalau “dimudahkan” begini ya harganya lebih mahal. Voilaaa, enggak, lho! 😀

Pesan paket pesawat+hotel secara bersamaan JUSTRU LEBIH HEMAT ketimbang di-booking secara terpisah. Beneran bisa hemat 20% tanpa memasukkan kode-kode apa pun. Proses pembayaran juga mudah dan tersedia banyak metode pembayaran. What to worry now? None ;).

Serba otomatis, hemat waktu + hemat biaya, mamak-mamak mana suaranyaaaaaaa #tepokDompet :D.

Destinasi Bandung, silakan klik ke sini aja ya untuk paket pesawat hotel Traveloka.

Yang begini-begini bisa memangkas kepusingan printilan dan lebih fokus ke acara jalan-jalan dan makan-makan #eh hahaha. Ya iya dong, makin murah transportasi + hotel, jatah jajan bisa nambaaaaah :D.

Rencananya sih liburan akhir tahun (yang gagal ini! huhuhu) adalah menginap dan bersenang-senang di Dusun Bambu <3. Duile, itu foto-fotonya bikin mupeng sangat lah.

liburan di Bandung dengan Traveloka
Wisata Dusun Bambu (gambar : traveloka.com)

 

Rencananya mau beberapa hari di Dusun Bambu. Karena tempatnya memang sangat memungkinkan buat wisata ramai-ramai sekeluarga. Papa-mamah senang, anak-anak ikut hepi ^_^.

Malah tadinya mau mengajak teman-teman dan keluarganya yang lain. Pengin reuni banget dengan Geng Bunda of Arabia, geng madam-madam yang pernah tinggal bareng di Kota Jeddah, Arab Saudi. Kebayang serunya kan, kan, kan. Mudah-mudahan suatu hari bisa kesampaian, yak. Setelah bolak balik nyusun rencana kalau mudik bareng dan ambyaaarrrr semua hahaha.

Sebelum-sebelumnya kalau ke Bandung jarang lama-lama. Paling sehari  atau dua hari. Jalan ke tempat-tempat yang memang memungkinkan buat beberapa jam saja.

Enaknya memang ramai-ramai sih. Seperti waktu ke Ranch Lembang bareng kakak dan adik serta keluaga masing-masing. Anak-anak seneng bangeeeeettttt <3.

The Ranch Lembang Bandung

Mana pernah bosan sih orang-orang Jakarta membanjiri Bandung? Hahaha :p. Mudah-mudahan kesampaian deh itu hura-hura rame-rame di Dusun Bambu. Aamiin.

Kalian sendiri, sesama warga ibukotahhh, pasti sudah bolak balik ke Bandung, yak :D. Cobain deh liburan ke Bandung tanpa persiapan ribet ;). Monggo dijajal sendiri cara memesan pesawat+hotel yang bisa dilakukan dalam satu paket. Lebih mudah plus praktis, hemat waktu sekaligus doku hihihihi ;).

Selamat liburan teman-teman semuaaaaaaa ^_^.

 

Tempat Wisata di Subang : Yuk, Berendam di 4 Pemandian Air Panas Alam

Tempat wisata di Subang konon “dikuasai” oleh pemandian air panasnya. Subang, satu kabupaten di Jawa Barat, yang juga dijuluki Kota Nenas. Duh, jadi pengin nastar hahaha :p. 

 

Traveling ke Subang belum sahih kalau belum berendam di pemandian air panas. Pemandian air panasnya benar-benar alami, tentu beda sensasinya. Tidak heran kalau pengunjung gabrukannya ya lokasi-lokasi pemandian air panas ini, baik dari lokal maupun mancanegara. Setelah booking hotel di Ciater, coba cari tahu sendiri macam mana sensasi berendam di pemandian air panas alam yang dimaksud.

tempat wisata di subang

Source: commons.wikimedia.org

  1. Sari Ater Spa Spring Resort

Sari Ater Spa Spring Resort menjadi pemandian air panas alam yang paling terkenal di Subang. Malah kebanyakan orang hanya mengetahui Sari Ater Spa Spring Resort sebagai satu-satunya pemandian air panas alam di Subang. Padahal, di Subang masih ada beberapa pemandian air panas alam lain.

Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa Sari Ater Spa Spring Resort merupakan pemandian air panas alam pertama yang dikelola oleh Subang, jadi memang tempat ini sudah cukup lama eksis.

Reputasi positif tersebut tentunya juga didukung dengan fasilitas yang cukup lengkap. Menawarkan konsep bertema “one stop adventure”, Sari Ater Spa Spring Resort tak hanya menyediakan pemandian air panas alami, tetapi juga berbagai wahana petualangan seperti flying fox, paint ball, go kart, berkuda, off road, dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan berbagai jenis penginapan, mulai dari hotel di Ciater dengan fasilitas mewah hingga camping park.

2.Ciater Spa

Mengingat namanya yang cukup mirip dengan Sari Ater Spa, kamu benar kalau menebak bahwa dua pemandian air panas alam ini masih berhubungan. Bisa dikatakan kalau Ciater Spa merupakan “adik” dari Sari Ater Spa.

Bedanya ada di fasilitas yang dimiliki. Selain pemandian air panas alam, Ciater Spa juga menyediakan fasilitas terapi terpadu kesehatan dan kecantikan menggunakan air panas alami. Ada pula wahana favorit yang kerap dicoba pengunjung untuk menguji adrenalin, yaitu arung jeram.

Sungai yang diarungi untuk arung jeram tidaklah besar sehingga aktivitas ini relatif aman dilakukan oleh semua kalangan. Lelah mengarungi sungai, kamu bisa beristirahat di salah satu hotel di Ciater yang tersedia di sana.

Source: commons.wikimedia.org

3.Batu Kapur

Kalau beralih ke kawasan Sagalaherang, ada pemandian air panas alam bernama Batu Kapur, yang masih merupakan bagian dari Curug Agung. Konon, kandungan air panas yang ada di tempat ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit, misalnya seperti gatal-gatal.

Selain pemandian air panas alam, Batu Kapur juga menyediakan fasilitas lain berupa arena perkemahan, tempat pondokan, tempat rekreasi anak, dan rumah makan.

Nah, jika ingin mengunjungi Curug Agung sebelum atau setelah berendam air panas di Batu Kapur, kita harus siap-siap melewati rute menanjak. Jangan khawatir akan tersesat karena di sepanjang jalan sudah terdapat petunjuk mengenai arahnya.

Rasa lelah pasti akan terbayar setelah melihat pemandangan menyegarkan air terjun yang ada di Curug Agung. Untuk bisa masuk ke Curug Agung, ada tiket seharga Rp 10.000 per orang.

Gracia Spa

Dibandingkan dengan pemandian air panas alam yang lain, Gracia Spa terletak di lokasi paling selatan. Jika ingin berendam di tempat ini, kamu harus terlebih dulu melewati jalanan kampung sejauh 1,5 km. Tenang saja, di jalan raya Subang-Bandung, ada plang bertuliskan Gracia Spa, kok.

Dengan dikelilingi rimbunan pohon, Gracia Spa terasa lebih privat dibandingkan pemandian air panas alam lainnya. Kita juga bisa lebih leluasa karena ada tiga kolam pemandian berukuran besar di sini.

Bahkan Gracia Spa juga menyediakan kolam pemandian kecil khusus anak-anak. Tidak hanya itu, Gracia Spa juga dilengkapi dengan fasilitas restoran dan villa.

 Kecuali kalian hanya ingin melihat suasana pemandian air panas alam tanpa benar-benar berendam, rasanya tidak cukup hanya traveling menyambangi tempat wisata di Subang. Sebaiknya sih pesan hotel di Ciater atau lokasi lain di dekat pemandian air panas alam yang ingin didatangi.

Coba gunakan layanan online booking seperti Traveloka untuk memudahkan ^_^.

Diaspora Indonesia seniman perempuan indonesia ratu adil

Diaspora Indonesia : Tak Akan Lupa Kacang Pada Kulitnya ;)

Diaspora Indonesia : “Home is more than just a building. For me, home is more about the sense of comfort and the memories built together with the people we love,” begitu kira-kira kata sambutan dari pelukis perempuan asal Indonesia, Ratu Adil, saat membuka pameran tunggalnya di Mansfield, Texas.

Ratu Adil, asal Yogyakarta, sejak tahun 2009 tinggal di Amerika Serikat. Dari 4 anaknya, 2 lahir di Indonesia, 2 lainnya lahir di Amerika Serikat. Like I’ve said before, anaknya 4 tapi itu badan duh Gustiiiii, sumpah kalau lihat kita jadi takut makan nasi dah! Hahahahaha .

Diaspora Indonesia seniman perempuan Ratu Adil di Texas Amerika Serikat
Ratu Adil (paling kanan) bersama para model lukisannya.

 

Pameran ini terselenggara atas sponsor penuh dari Mansfield Commission for The Arts. Komisi ini adalah bagian dari program pemerintah Kota Mansfield untuk memajukan seni dan budaya di daerahnya.

Tidak sembarang seniman yang bisa mendapatkan kepercayaan untuk pameran tunggal seperti ini lho ;). Tentulah Ratu Adil dianggap punya prestasi dan kerja keras hingga layak diundang sebagai penampil tunggal *jempol*.

Karena terkenang pengalaman tinggal di Indonesia dan Amerika Serikat inilah yang membuat Ratu Adil terinspirasi untuk membuat tema pameran tunggal lukisannya, “Places I Call Home”.

Tuuuuuuh, sebagai sesama diaspora Indonesia di luar negeri, kita pun tidak boleh lupa kacang pada kulitnya, yes? .

Boleh banget lho merasa betah di luar negeri dan tak ingin kembali lagi #ehGimana (hahaha), tapi tidak berarti kudu jelek-jelekin negeri asal kan? .

Saya suka pening kalau ada teman-teman yang lagi mudik, duh ya, itu segala keluhan dan bermacam omelan tentang Indonesia bertebaran dalam media sosial mereka :(. Sayang atuh bayar tiket mudik mahal-mahal buat jelek-jelekin negeri asal doang hehehe.

Kalau mudik sih mending kangen-kangenan sama keluarga yang sudah lama ditinggalkan. Wisata kuliner sana sini karena yang namanya lidah tuh sukar menahan rasa rindu. Mumpung lagi di tanah air. Daripada mengeluh mending jajan-jajan dan kumpul-kumpul :D.

Semua tempat kita tinggal pasti ada kenangannya masing-masing. Apalagi tempat kita lahir dan besar selama belasan tahun. Masa hanya karena betah di tempat baru, tetiba merasa harus maki-maki negeri sendiri .

Hidup merantau seharusnya bikin kita lebih mampu melihat segalanya lebih dekat . Untuk hal simpel saja macam perbedaan-perbedaan mendasar antara negeri 4 musim vs negara 2 musim .

Baik Indonesia maupun Amerika Serikat, keduanya merupakan tempat berkesan buat Ratu Adil.

Jadi, hari sabtu 22 Juli kemarin, kami menghadiri Opening Reception dari pameran lukisan Ratu Adil di Mansfield ISD Center for the Performing Arts.

 

Acara pembukaannya seru juga. Selain kata-kata sambutan juga ada tari-tarian tradisional nusantara dan band lokal Indonesia di area Dallas Fort Worth sini . Mbak Tama, panggilannya Ratu Adil di sini, juga cerita kalau menurut penyelenggara ini nih acara pembukaan paling rame sejak mereka menggelar pameran-pameran sini.

Orang Indonesia gitu lhooooo hihihihi. Mangan ora mangan sing penting ngumpulllll :D. Hidup Diasporas Indonesia. Semoga kompak terus di mana pun berada :D.

Sebenarnya saya tidak ngerti-ngerti amat soal lukisan. Apalagi lukisan abstrak gitu ya. Tapi lukisan-lukisannya Ratu Adil punya obyek yang gampang banget dimengerti oleh awam kayak kita. Warna-warnanya cantiiiiik. Tadinya sempat khawatir duh entar kalau lukisannya ternyata aneh-aneh gitu harus gimana ya. Mau pura-pura ngerti kok ya malu hahahahaha.

Instead, bagus-bagus banget lukisannya. Banyak obyek-obyek perempuan :D. Topik-topik tentang perempuan juga banyak sekali menghiasi topik dalam tulisan-tulisan saya. Hidup perempuan! #eaaa :p. Pengamat seni di Mansfield juga memuji konsistensi Ratu Adil dalam menyelipkan simbol-simbol yang menunjukkan daerah asal sang pelukis, Indonesia.

Diaspora Indonesia seniman perempuan indonesia ratu adil
Salah satu lukisan Ratu Adil

 

Btw ini pameran tunggal pertama Ratu Adil di Amerika Serikat. More to come ya Mbak . Aamiin.

Congratulation ya Mbak Tama (Ratu Adil) .

Ini ada vlog dari rekapan acara pembukaan pameran kemarin. MOnggo diintip seru dan kompaknya komunitas Diaspora Indonesia ngumpul-ngumpul dan nari-nari dan tentunya … foto-fotooooooo hihihihi :D.

https://www.youtube.com/watch?v=7jPMkfOOb-s

Siapa Suruh Datang Jakarta?

Ini cerita tentang Jakarta :D.

Mungkin sama dengan sebagian perantau asal pulau lain, saya datang ke Jakarta karena awalnya karena sekolah. Selepas SMA, hasil UMPTN di tahun 1998 mengabulkan doa saya untuk bisa tinggal di ibukota! :D.

Tidak sedikit teman-teman SMA yang memimpikan kota lain seperti Bandung atau Surabaya, tapi saya sejak awal sudah keukeuh…it has to be Jakarta! *kencenginIkatKepala*.

Naik KRL Ekonomi pertama kali dari Kalibata menuju Stasiun UI. Di situ saya baru ngeh ternyata kampus saya adanya di Kota Depok, bukan bagian dari ibukota. Meleset sikit lah hahaha. Toh di Lagu “Genderang UI”, liriknya tetap ngotot, “Universitas Indonesia, Universitas kami, IBUKOTA negara, pusat ilmu budaya bangsa” *kibasJaketKuning*.

Siapa suruh datang Jakarta

Pertama kali naik kereta ya di Jakarta itu hihihi *ngikikNorak*. Pikir saya, penuh amat keretanya. Enggak bisa duduk. Padahal itu belum seberapa dengan kondisi KRL Ekonomi di jam-jam sibuk.

Saya mendaftar ulang ditemani salah satu kakak saya. Saya kebingungan nyari lokasi untuk mendaftar ulang, kakak saya malah pecicilan ke mana-mana, “Eh nanti ke sana ya, nanti ke sini yuk!” Dese malah sibuk mau mejeng hahaha.

“Cari balairung dulu! Harus daftar ulang nih!” Jawab saya kesal.

Ternyata, itu bukan perkenalan pertama dengan KRL Ekonomi. Selesai sidang terakhir, saya dapat kerja sekitar 2 minggu setelahnya. Lokasinya pas banget. Persis depan Stasiun Cikini. Asyiiiiik, bisa naik KRL Ekonomi. Saya dengar, karcis bulanan/abonemen KRL Ekonomi itu murah bangeeeetttt hahaha *ngakakKikir*.

Awal naik KRL Ekonomi tahun sekitar April-Mei 2002, abonemen cuma 10 ribu rupiah lho Kakak. Bisa naik KRL Ekonomi sepuasnya! 10 rebu tapi kondisinya ya gitu deh :p.

Ini lhooo yang namanya KRL Ekonomi hihihi

Hari pertama bekerja, wangi-wangi dari kosan naik ojek menuju Stasiun UI. Masih ngekos di tempat lama di Kukusan Kelurahan. Tidak terlalu ramai di stasiun. Saya optimis bisa tiba di kantor tepat waktu. Masih 15 menit menuju jam 7 pagi. Prediksi 40 menit dari Stasiun UI hingga Stasiun Cikini.

Begitu kereta datang, saya mau pingsan rasanya. Gilaaaaaaa, bukan cuma di pintu orang berjejalan, yang duduk di jendela juga banyak! Hahaha. Bahkan yang naik di atas atap juga ada. Astaganaga, gimana naiknya iniiiiiii?

Jadi saya melongo saja saking syoknya sampai kereta akhirnya berlalu.

Mungkin karena saya terlihat seperti orang bingung, ada mas-mas yang negor, “Mau ke mane, Neng?”

“Cikini, Mas.”

“Lah harusnya naik tadi. Kenapa gak naik? Mumpung keretanya agak lowong. Nanti abis ini biasanya lebih penuh lagi.”

APPAAAAA, AGAK LOWONG? Agak lowong aja segitu ya, duh Gusti, rasanya mau pingsan untuk kedua kalinya! Hahahaha.

Tiba di Stasiun Cikini, baju sudah kusut. Ada kali ngabisin waktu 10 menit kipas-kipas dulu di stasiun sebelum nekat masuk ke gedung kantor. Minimal biar keringat kering dulu ya, Cyin :D.

Setelah semingguan naik KRL Ekonomi, akhirnya jagoan juga #benerinPoni.

Jadiiiii, setelah mengamati embak-embak lain yang diduga juga penumpang tetap karena sering ketemu di jam yang sama, saya belajar sedikit-sedikit cara meloloskan diri masuk ke dalam kereta dalam kondisi sehoror itu hahaha.

Cukup berdiri manis bersama penumpang lain. Baca bismillah, lemaskan badan. Jangan ikut mendorong. Biarkan saja kita maju oleh penumpang lain di belakang. Badan pegel dikit tahan saja. Nanti lama-lama terbiasa. Makin kita ngotot makin sakit rasanya badan kena sikut dan kena dorong.

Nanti kalau sudah naik, pelan-pelan menyusup ke dalam. Biasanya yang dalam lumayan lowong lah. Yang penuh memang dekat pintu. Tapi jangan bayangin lowong yang gimana-gimana. Minimal kedua kaki bisa napak sudah bagus itu itungannya hahaha. Syukur-syukur mepet jendela jadi kena AC, angin cepoi-cepoi hahahaha.

Dari pengalaman 4 tahun naik KRL Ekonomi, saya salut dengan para pedagang yang rata-rata berangkat dari Bogor atau Bojong. Ada ibu-ibu paruh baya yang sepanjang perjalanan menggendong sendiri keranjang belanjaannya. Umumnya sebagian besar turun di Stasiun Manggarai.

Sempat beberapa kali saya merasakan yang namanya telat ke kantor karena kereta ngadat hihihi. Entah mendadak mogok di tengah jalan atau tertahan di Manggarai sampai lebih dari sejam. Maklum angkutan paling rendah kastanya di atas rel kali ya hehe, jadi harus mengalah dengan kereta-kereta luar kota yang juga menggunakan jalur yang sama.

Malu lah mau mengeluh kalau lihat mereka *tutupMuka* :).

Pernah juga KRL tidak beroperasi dan diumumkan di stasiun. Padahal habis lembur di kantor, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Untung punya geng kereta yang sama-sama tinggal di Depok. Naik taksi deh rame-rame. Argonya bisa tembus 50 ribu rupiah. Untung cuma sekali-sekali :p.

Gambar : antaranews.com

Paling seru waktu Jakarta dilanda mati lampu massal. KRL Ekonomi mogok di tengah jalan. Yassalam. Mogoknya bukan dekat stasiun pula. Setelah menunggu 2 jam, para penumpang akhirnya memutuskan turun dan jalan kaki ke stasiun terdekat. Sudah kayak pasar malam. Sampai di stasiun rebutan naik angkot menuju Depok dan tujuan lainnya hahaha.

Rame banget karena bayangin itu isi beberapa KRL Ekonomi bergerbong-gerbong tumpah ke jalan semua :D.

Sebagai orang Bugis dari Sulsel, posisi saya selalu minoritas di hampir semua komunitas. Di kampus, di kosan, dan di kantor.

Pernah waktu masa orientasi di kampus diajak ngobrol sama mahasiswi asal Jakarta (kalau dengar logatnya), “Lo SMA mana?”

“Dari Ujung Pandang,” kata saya.

“Oooo Sulawesi ya. Ya ampun, seumur idup gue ini baru pertama kali lho gue ketemu sama orang Sulawesi.”

Ya Allah ini eike harus nangis apa ketawa hahaha.

Adaptasinya juga lumayan. Dari kendala bahasa sampai karakter. Sifat kami di Sulawesi kan umumnya meledak-ledak ya hihihi. Tak pandai menyembunyikan isi hati. Tak lihai berbasa basi. Terasa A ya keluarnya A. Ini lumayan banyak cerita lucunya. Dah sering saya tulis sih. Cari sendiri di blog hahaha.

Pekerjaan pertama saya adalah software developer/programmer di end user. Jadi akrab sama user karena tiap hari ketemu user yang sama di divisi yang itu-itu juga. Mereka suka menggoda, “Jee, bahasa Bugis dong, bahasa Bugis dong … ”

Kalau saya berbahasa  Bugis abis itu mereka tepuk tangan sambil ketawa-ketawa. Dikate topeng monyet hahahaha :p. Enggak apa-apa, anggap saja itu karma karena waktu di kantor saya dikenal sebagai anak yang bawel alias super cerewet, sering ngebully orang, dan gampang naik darah hahaha.

Saya suka iseng mengeluarkan umpatan dalam bahasa Bugis mumpung enggak ada yang paham :p. Sebaliknya teman-teman kantor yang waktu itu mayoritas Jawa membalas dengan bahasa Jawa hahaha.

Saya mengajarkan beberapa kata dalam bahasa Bugis kepada teman-teman kantor. Populer itu dulu kata-kata “Ceba” dan “Beleng”. Ceba = monyet, beleng = semacam gila-gila gitulah :p. Ngajarin yang kagak-kagak hahaha.

Setelah hampir 4 tahun di Cikini saya pindah kerja ke daerah Sudirman. Tetap naik KRL Ekonomi dong, dong, dong :p. Beda jurusan saja.

Kemudian saya pindah kosan ke Pancoran. Era baru dimulai. Habis KRL Ekonomi, terbitlah Metromini 604! Waduh, kompetisi naik angkot juga tergolong sulit. Belajar lagi dari awal hahaha.

Mau berangkat pagi pun, sulit mau dapat tempat duduk. Ribet berdiri di Metromini karena ada posisi kursinya gitu. APalagi macet bikin stres huhuhu. Ya sudahlah. Cemungud eaaaaaaa ^_^.

gambar : malesbanget.com ( JG Photo/Safir Makki)

Terus saya pindah kantor lagi ke Gatsu. Nah di Gatsu ini kantornya ternyata punya gym. Duh, saya dari gadis emang tergila-gila exercise saking takutnya gemuk hahahaha :p.

Di kantor ada gym gratis buat para karyawan. Lengkap dengan kamar mandi dan segala perintilannya termasuk sampo, sabun, handuk sampai jus dan teh buat disantap selepas nge gym. Ya iyalah, kerjanya di salah satu Consumer Goods yang cukup hits di tanah air.

Selepas salat Subuh, enggak usah mandi langsung melesat ke kantor. Jam setengah 6, Metromini alhamdulillah masih nyisa 2-3 kursi hihihi. Gym buka jam 6 pagi. Belum terlalu macet jam segitu. Jadi, nyampe kantor masih sempat ganti baju baru terus lari-lari di atas treadmill :D.

Kadang cuma sendiri di gym hingga jam 6.30 datang karyawan lain 2-3 orang. Tenang saja, ada personal trainer sama embak-embak yang jagain gym :D. Tetap bisa bergosip kitaaaaa hahaha.

Setelah menikah, suami yang nganterin ke kantor. Kasihan juga sih. Dese harus muter ke Widya Chandra buat ngedrop saya padahal kantornya di PIM hihihi. Waktu itu ke PIM dari arah Pejaten kondisinya masih sangat bersahabat ;).

Iya, iya, pasti pada ngomel, sudah tahu susah ngapain pada berbondong-bondong menyerbu ibukota.

Ah kamyu jangan nyinyir atuhlah, sudah pernah merasakan tinggal di Sulawesi-Kalimantan-Maluku-atau Papua? :p. Kalau belum ya sudahlah.

Terngiang salah satu lagu lawas yang sering didendangkan para pengamen di tengah penatnya dan sesaknya kondisi dalam KRL Ekonomi di pagi dan sore hari. Lirik lagu yang membuat beberapa dari penumpang senyum-senyum nyengir, termasuk saya :D.

“Siapa suruh datang Jakarta, siapa suruh datang Jakarta,

Sendiri suka, sendiri rasa. Edo’e Sayaaaang…”

Selamat ulang tahun Sang Ibukota!

Terus berbenah Jakarta-ku <3.

-Texas, 22 Juni 2017-