Be The Man!

Saya pernah bilang ke suami, “Jadi kiper itu kasihan ya, Bang. Urusan ketenaran, pasti kalah daripada striker. Kalau menang pun, yang nge-gol in yang disebut-sebut. Kalau kalah, pasti kiper yang dimaki-maki.” Hehehehe.

Tapi ada juga beberapa kasus dimana kemenangan sebuah tim merekah di tangan seorang kiper. Bukan karena Casillas ganteng lho ya, makanya saya akan mengambil contoh final Piala Dunia 2010. Siapa yang masih ingat? .

Bukan main gelisahnya saya menonton final piala dunia yang itu. Baik Belanda maupun Spanyol akan mencetak sejarah yang sama, siapa pun yang menang, akan menjuarai piala dunia untuk pertama kalinya! Berkali-kali mengamuk-amuk depan televisi setiap kali pemain Belanda saya anggap bermain curang .

90 menit berakhir tanpa gol. Belanda lebih keki. Dua kali Casillas meruntuhkan harapan sporter Belanda ketika di depan gawang Spanyol, dalam kondisi one on one, Casillas mengubur impian Robben menjadi penentu kemenangan Belanda. Eike sampai berlari bersembunyi ke balik pintu kamar mandi di detik-detik Robben sudah menggiring bola tak terkawal menerjang sendirian ke arah Casillas. Dan menangis penuh emosi waktu balik ke depan TV dan menemukan skornya masih 0-0. Nonton bola aja mesti pakai bumbu DRAMA lho ini Mbak-nya ahahahahahahaha.

Akhirnya Iniesta membuat saya berteriak-teriak seperti orang gila ketika mencetak satu-satunya gol kemenangan saat perpanjangan waktu. Mungkin subuh itu tetangga-tetangga bete, “Gile nih ibu-ibu sebelah, sinting ditinggal suami ke Arab kali!” Ahahahahha.

Tak seorang pun mampu berkelit, di pertandingan dinihari itu, yang membawa Spanyol bertahta di dunia untuk pertama kalinya, selain Iniesta dan 9 orang ‘pelari’ lainnya, kita layak membungkuk penuh hormat untuk Casillas .

Gambar : www.macfamous.com
Gambar : www.macfamous.com

Tapi di sebagian besar pertandingan lain, para kiper ini jarang mendapat kehormatan seheboh para striker setelah mereka berhasil menusukkan bola ke jantung gawang. Biarpun begitu, apakah saat memasuki lapangan, dalam hati masing-masing kiper ini akan tertera rasa, “Anjrit, gaji gue enggak segede striker, ngapain gue capek-capek berdiri di bawah mistar.”

***

Barusan saya akui kalau saya melakukan kesalahan bodoh sekali. Kemarin saya add friend seorang kenalan dari kementrian luar negeri berharap bisa meluruskan hal-hal yang simpang siur yang menimpa sebagian besar TKI ilegal yang hendak memanfaatkan periode amnesti dari pemerintah Saudi.

Tololnya saya, terlampau memasang harapan terlalu tinggi. Belum lagi saya memaparkan pertanyaan saya, yang bersangkutan sudah memberikan penilaiannya dengan statusnya di wall. Ah, jawaban yang saya tunggu-tunggu persis seperti jawaban yang selama ini beredar di lapangan . Tak ada solusi. Hanya ada sebuah harga mati, “Kita sudah berbuat maksimal. Ini salah si A, ini masalahnya adalah si B.”

Belum komentar beberapa ‘teman’nya yang menyindir, “Ah, mau kerja kayak apa juga, kita pegawai pemerintah yang akan terus disalahkan.”

Atau, “Mbak, kritik itu emang lebih gampang. Lebih gampang jadi penonton emang. Daripada bekerja langsung di lapangan.”

Lho? Satu-satunya pihak yang BISA-MAMPU-PUNYA KUASA untuk mengurai kesimpangsiuran tersebut adalah pihak konsulat pemerintah Indonesia di Jeddah. Saya, dan teman-teman lain yang hanya ingin berbagi kepedulian terhadap sekitar 150 ribu TKI ilegal di sana, bisa apa?

Saya sudah 3 bulan hengkang dari Saudi. Sudah tidak ada urusan. Saya seharusnya tak perlu sibuk bertanya-tanya, berusaha mencocokkan kondisi di sana (tiap hari saya ikuti perkembangannya via berita-grup teman-teman di Jeddah, kirim message ke orang-orang yang kira-kira bisa membantu), saya dan keluarga sudah hidup TENANG nun jauh di Irlandia sini.

Lebih lucu lagi kalau ada yang mengeluhkan kecilnya gaji PNS kepada saya? Coba keluhkan kepada atasan kali, boo . Saya bisa bantu apa? Sibuk mencecar bahwa betapa capeknya mereka mengurusi puluhan ribu orang ini tapi tetap saja dimaki-maki.

Lantas, kepada siapa saya atau MEREKA harus mengadu? Kemarin di sebuah grup, yang belakangan postingannya dihapus oleh pemosting, ada yang meledek, “Tanyakan pada rumput yang bergoyang.”

Pihak konsulat adalah perpanjangan tangan pemerintah Indonesia di luar negeri. Tugas Anda memang bukan untuk menuai pujian atas tugas-tugas yang SUDAH SEHARUSNYA kalian laksanakan, kan? Dan menolak kritikan yang ada tanpa mampu menunjukkan kerja optimal? Masalahnya, konsulat dari negara lain seperti India dan Filipina, mampu menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik .

Saya dan teman-teman berusaha mengerti betapa capeknya staf KJRI Jeddah sekarang menghadapi serbuan lebih dari 100 ribu TKI ilegal. Tapi adanya pihak-pihak yang mengeluarkan seruan bahwa, “KJRI ketiban sial!” pun adalah sesuatu yang TIDAK PANTAS, kan? Mau berapa ratus ribu TKI yang mungkin di mata Anda “bodoh” “anarkis” “salah sendiri ke luar negeri cuma bisa planga plongo”, ITU TUGAS ANDA LHO YANG MELINDUNGI MEREKA DI SANA.

Paniknya para TKI ilegal antri berjejalan menjelang batas akhir sisa amnesti pemerintah Saudi.
Paniknya para TKI ilegal antri berjejalan menjelang batas akhir sisa amnesti pemerintah Saudi.

Tidak setuju? Merasa gaji tidak sepadan? Lantas, mengapa memutuskan jadi pegawai pemerintahan? .

Teman baruku di friend list, maafkan ya, eike sudah berkomentar panjang dan banyak di wallmu barusan . I just can’t get it. Kalian sudah terlambat memberikan respons, baru ribut-ribut setelah sisa amnesti hanya menyisakan waktu 2 minggu lagi? Sekarang meledek kami yang protes sebagai pihak yang “tidak tahu masalah hanya bisa memprotes.” Adakah hal lain yang mampu kami lakukan untuk membantu teman-teman TKI ilegal di sana?

Apa perlu penggalangan dana sementara yang mereka butuhkan adalah SURAT-SURAT dan kelengkapan dokumen yang hanya mampu dikeluarkan oleh pihak KONSULAT?????? Tersandung peraturan kah? Peraturan apa? Tak bisakah ada perhatian lebih dan perubahan yang dilakukan karena ini menyangkut nasib sekitar 150 RIBU ORANG WARGA INDONESIA yang sering disanjung-sanjung sebagai PAHLAWAN DEVISA?

Ah pemerintah, status ilegal mereka tak pernah menghalangi kalian menerima uang hasil kerja mereka? .

***

Seorang KIPER pasti sudah tahu konsekuensi posisi mereka. Setidak tenar apa pun mereka, sesedikit apapun sanjungan untuk mereka, bahkan setelah tim mengangkat tropi kejuaraan, mereka pasti akan melangkah memasuki lapangan dengan hati kuat, “Whatever it takes, I will go there and fight till the end.”

Kalau tidak suka, jadilah striker, ganti statuslah menjadi gelandang. Simpel kan?

Apa pun pilihan pekerjaan yang kita jalani, just BE THE MAN! Mau kaya? Jangan jadi pejabat pemerintahan! Logically, it’s a wrong position for catching more money (secara HALAL!).

Setiap keluhan yang gak nyambung yang Anda suarakan hanya akan makin menambah sakit hati mereka. Karena kalau boleh mereka pun akan BERTANYA, “Kalau kami ini bodoh dan kurang pendidikan, kalau kami ini pun terpaksa MENGEJAR REZEKI hingga ke luar negeri dengan posisi non formal seperti sekarang, ITU SALAH SIAPA????”

Answer that question!

Jabatan itu bukan masalah KEKUASAAN tapi PENGABDIAN. Atau memang sepenggal lirik lagu dari Iwan Fals tak bisa kita tampik lagi bahwa, “Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperbudak jabatan” (Lagu “Bongkar”).

Gambar : musiklib.org
Gambar : musiklib.org

***

Seorang Jokowi

Ya ampun, sebuah tulisan lama dari bulan Agustus 2012. Saat lagi gencar-gencarnya mendukung Pakde Jokowi di putaran ke-2 pilkada DKI :D. Lupa belum didokumentasikan dalam blog.

Untung Pakde beneran menang ya akhirnya. Jadi, tulisan ini akan menjadi nostalgia yang manis.

Here it is :).

***

Seorang Jokowi

***

“Pencitraan! Basi!” begitulah seringkali komentar yang disuarakan oleh orang-orang yang kurang suka dengan Pak De satu ini .

Mulailah bermunculan secara luas berita-berita tentang hal-hal yang dilakukannya untuk Kota Solo. Tolong diingat, Solo dan Jokowi adalah dua hal yang sudah sering berdengung jauh sebelum Pilkada DKI berlangsung .

Pencitraan? Mungkin saja . Tapi apa penting membahas itu ya, kalau faktanya memang ada di depan mata?

Seorang Amien Rais bisa saja mengumandangkan dirinya sebagai wong Solo yang merasa kinerja Jokowi ‘gak ada yang istimewa, tuh’. Bahkan Rhoma Irama bisa santai-santai saja setelah terbebas dari jeratan hukum karena semena-mena menuduh orang tua Pak De sebagai ‘non muslim’. “Saya lihat di internets’ kata Rhoma Irama. Internets? Mungkin lihatnya di berbagai macam situs jadi jamak menjadi internets hihihihihi.

Saran saya, jangan percaya 100% pada media. Masa sih, di sekian banyak orang yang Anda kenal, Anda tak punya akses yang terpercaya tentang kota Solo ini . Beruntungnya saya. Punya kawan yang cukup karib yang bersuamikan orang Solo asli. Maturnuwun ya, Mbak cantik:). Adik kandung saya pun bersuamikan orang Solo . Hampir tiap tahun ikut mudik ke Solo.

***

Saya mengutip kisah Columbus di bawah ini dari situs Salim A. Fillah (penulis favorit saya) :

Dia berkisah :

…

Suatu hari dalam perjamuan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, semua orang mencibir perjalanan Columbus menemukan dunia baru sebagai hal yang sebenarnya sangat mudah. Tinggal berlayar terus ke barat. Lalu ketemu.

Christopher Columbus tersenyum dari kursinya. Diambil dan ditimangnya sebutir telur rebus dari piring di depannya. “Tuan-tuan”, suaranya menggelegar memecah ricuh bebisikan. “Siapa di antara kalian yang mampu memberdirikan telur ini dengan tegak?”

“Christopher”, kata seorang tua di sana, “Itu adalah hal yang tidak mungkin!”

Semua mengangguk mengiyakan.

“Saya bisa”, kata Columbus. Dia menyeringai sejenak lalu memukulkan salah satu ujung telurnya sampai remuk. Lalu memberdirikannya.

“Oh.. Kalau begitu, kami juga bisa!”, kata seseorang. “Ya.. ya.. ya..”, seru yang lain. Dan senyum Columbus makin lebar. Katanya, “Itulah bedanya aku dan kalian Tuan-tuan! Aku memang hanya melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupan ini. Tetapi aku melakukannya di saat semua orang mengatakan bahwa hal mudah itu mustahil!”

…..

Memang tak ada yang istimewa dengan hal-hal yang sudah diukir Jokowi di Solo. Begitulah seharusnya seorang pemimpin daerah berbakti. Ironisnya, hal-hal tersebut menjadi hal mustahil di masa kepemimpinan di era terkini.

Pemindahan pasar tanpa intrik kekerasan? Memangnya hal yang luar biasa? Tidak, tuh! Tapi… berapa orang yang mau payah-payah menempun jalan ini? Memberi penghormatan begitu rupa pada orang-orang kecil. Cuma pedagang pasar tradisional. Ngapain repot-repot?

Mobil Esemka? Masih mencibir kalau itu bentuk kebohongan publik? Jangan menuduh orang lain naive, memangnya Cina dan Korea memulai kebangkitannya sebagai negara industri lewat cara apa? Ngintip-ngintip cara Jepang, bukan? . Rakitan seperti ini memang bukan cuma dominasi pelajar asal Solo. Tapi… berapa banyak yang mau susah-susah ikut membesarkan harapan generasi muda ini? Halah, mobil rakitan anak SMA. Dapat capeknya doang, duitnya gak ada .

Membuat tempat-tempat publik yang nyaman? Ah, mending bangun mal. Duit, duit, duit. Kesejahteraan orang banyak? ya, itu kan relatif. Mal kan juga bikin orang senang. Hehehhe.

Lihat kan bedanya Jokowi?

“Itulah bedanya Jokowi dan kalian Tuan-tuan! Dia memang hanya melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupan ini. Tetapi dia melakukannya di saat semua orang mengatakan bahwa hal mudah itu mustahil!”

***

Jadi… apa yang mustahil, warga DKI?

Gentar dengan banyaknya partai besar di belakang kubu lawan?

Was-was dengan maraknya isu SARA yang menerjang dari segala penjuru? Entah lewat mana lagi akan berhembus.

Khawatir akan banyaknya uang yang digelontorkan atas nama kepedulian bertopeng kampanye?

Justru dengan itu kita harus belajar dari Pak De . Percaya bahwa yang mustahil itu seringkali hanya hal mudah yang disusah-susahkan banyak orang .

Jangan terpancing, ya. Terus suarakan kampanye positif. Tentu saja kita tidak sedang membela Dewa atau Malaikat. Orang seperti beliau pun masih terlalu jauh dari kesempurnaan. Tapi beliau menjanjikan sesuatu. Pastilah pergantian selalu menghembuskan perubahan. Setidaknya ada kans 50% untuk ke arah lebih baik .

Tetap sebuah pilihan yang lebih tepat ketimbang kembali menyerahkan kepercayaan pada tangan yang sudah pernah membuktikan kegagalannya.

Untuk JAKARTA BARU, jangan berhenti berharap… Jokowi for DKI!!

Gambar : republika.co.id
Gambar : republika.co.id
Tinggal di Jeddah

Hari pertama Tinggal di Jeddah?

Hari pertama tinggal di Jeddah : Nyampe Jeddah landing jam 20.45 waktu setempat. Asiknya, penerbangan gw ini lebih banyak peserta umroh nya, dimana peserta umroh harus ngantri imigrasi di loket terpisah :). Jadinya gw antrinya bentar banget. Dan lancarrrrr :P. Walau sempat ada petugas meminta saya pindah antrian, tapi saya keukeuh saja.

Petugasnya bahasa Arab gw jawab bahasa Inggris. Entah kenapa, pergi aja gitu dia. Apa disangka TKW yak? Huhuhu. Untung juga bawa anak kecil ya. Abil nya kan gw gendong.

Nyampe apartemen jam 21.45. Jadi cuma butuh sejam untuk turun dari pesawat, ngantri imigrasi, ngambil bagasi, plus nyari taksi dan pulangggggg :D. Wooohoooo! ^_^

Abil langsung heboh berdua ama seniornya, ya udahlah. Gw sibuk nyari sikat gigi dan bongkar2in isi koper. Miss heboh enggak penting ;p. Terus minumin susu Abil. Baru deh kangen kangenan ama si Optimus Prime, tmasuk membahas “yaayyy Spanyol menang piala dunia” hahahahaha.

Suami gw enggak nonton pulak. Saking ribetnya ngurusin gw sama abil biar bisa ngumpul di Jeddah lagi ya hihihi. Akhirnya baru pada bobok semua jam 12 malam.

Jam 3 pagi gw udah kebangun. Laperrr :D, Efek jetlag? Jadi gw bangun dan ‘geledah’ dapur. Untungnya sang papa yang baik hati udah beliin ayam apa gitu semalem katanya. Kayak ayam bakar cuma tasteless gitu :(. Tapi menu ayamnya sudah pakai nasi pakistan yang mirip nasi kuning rasa jahe :D.

Abis makan? Masi belom mau bobok. Akhirnya beres2 dapur ama ngeberesin barang2 berantakan di luar. Ck ck ck… kalo ditinggalin bujang doang yah emang gag usah berharap banyak bakal rapi hehehehe.

Terus beresin isi koper, lipet lipet baju, masukin ke lemari. Stenga 5 pagi sholat shubuh. Jam stenga 6 abil + papa nya bangun. Gw bikinin rawon pake bumbu indofood itu loh. Nyuapin abil, terus cuci piring deh. Terus nerusin beresin isi lemari, lanjut nyapu + ngepel, minumin susu abil lagiii daaaaaan … mandi!

Aih,aih, pelajaran nih, jangan mandi diatas jam 8 pagi, airnya puanassssss benerrrrrr, gilak dah hahaha.

Seterusnya siap2 menghadapi kehidupan tanpa si embak :D. Ayooo kamu bisaaaaaaa :D.

Anw, selamat datang di kota Jeddah ^_^

Tinggal di Jeddah
Selamat datang di Jeddah ^_^

Believe in 6 Impossible Things Before Breakfast!

Oleh oleh dari another ‘me-time episode’ hari minggu kemaren. Gue datengnya nanggung, 15 menit sebelum film dimulai. Jadi langsung nyari kursi aja sambil leyeh leyeh ngemil Beng Beng + aqua botol (bawa dari rumah hahaha –> yang komen nuduh gw pelit kena gaplok! :p).

Ada ibu ibu yang duduk sebelah gue, ampun deh … bawa ampe 4 ato 5 kantong plastik gede isi cemilan cemilan buat krucilnya 2 orang. Memang sih, pada montok montok deh, lucuuuuuu :p.

 –> diam diam berharap kapan nih Abil bisa commo’ juga? Hehehe).

Karena gue cuma sendiri dan 2 kursi sebelah gue belum berpenghuni, jadi gue geser 1 bangku, biar si Ibu bisa menimbun bawaannya di satu kursi kosong :D.

Kemudiani terjadilah percakapan seperti ini :

Anak 1 : “Bun, minta lagi chitato nya …”
Bunda : “Aduh kakak, tadi kan udah. Nih tinggal 1 bungkus.”
Anak 1 : “Memangnya Bunda beli berapa sih dikit amat” (ngedumel).
Bunda : “Bunda belinya 6 bungkus yaaaaa… dari tadi cuma kamu aja yang makan!”

Anak 1 : “Ya bunda beli cuma 6.”
Bunda : (kayaknya ngomong ke anaknya yang satu) “Eh adek, itu buavitanya taro dulu. Kan udah minum 3 kotak. 3 kotaknya lagi nanti ya sambil nonton pilem.”

Busyeeeettt, dalam waktu 10 menit tekor berapa tuh si Bunda hahaha. Waaah ngeri juga yak punya anak yang subur subur >_< .

Oiya, gue juga ketemu tetangga depan rumah gue. Pasangan suami istri (dua dua nya dokter) yang nganterin anak anak cewenya nonton. Serunya nonton sekeluarga huhuh.

Dengan noraknya kita dadah dadah an selama beberapa menit , btw… gue emang deket dengan si Mama sekaligus anak anak nya :). Apalagi yang sulung, tiap kali ketemu gue, minta di download-in MP3 melulu hehehe.

Sabar yah Kakak, kamu belajar yang bener gih biar bisa masuk SMP negeri yang dicita-citakan ;).

Prolognya panjang sekali yaaaaaa, belum ketemu titik temunya dengan judul hihihi.

Nonton pilem Neng Elis ini memang sekedar buat refreshing saja. Jadi jangan berharap dapat kualitas akting yang super atau jalan cerita yang ribet ribet :). Jalur ceritanya sederhana sekali.

Tapi memang kata kata yang paling menohok yah “Believe in 6 Impossible Things Before Breakfast” itu :). Kebetulan saja cocok dengan keadaan si penulis yang konon sudah dihantui oleh ‘impossible dream’ nya selama sebulan terakhir ini :).

Si Neng Elis bikin penulis jadi terbakar lagi semangatnya. Pokonya sampai membara banget deh. Jadi semangat lagi googling-googling hehehe.

Hmm … first steps -nya memang belum ketemu but somehow cuma butuh percaya aja dulu :p. 

Soal nanti tercapai tidaknya, pikir nanti lagiiiii :D. Seperti pesan Bunda Theresa : God doesn’t require us to succeed, He only requires that we try. Yuk mareeeeee….

1. I believe Mr.X (whoever you are), a nicest guy from the agent, will issue that VISA sooooon. Saking lamanya gue nunggu, gue masukin jadi impossible list deh hahaha.


2. I believe Abil bakal jadi commo pada akhirnyaaaa :D. Semangat Mamaaaa, Thanks buat yang udah sharing info dari dr, Widodo :).


3. I believe I can forget all ‘gag penting’ things from now on. Gag penting tapi nyiksa, leave them behind!


4. I believe I did not have to follow any ridiculous rules just to be look normal. Memang eyke udah gag normal dari sananya kog hehehe.


5. I believe Spain will win the world cup this year!

6. I believe… for this last one : keep it for my self. Yeah, untuk ‘impossible dream’ itu hehehe. 

Kaleidoskop 2009

…judul postingan yg standar menjelang awal tahun hehehehe…

Gw bukan tipe orang yg mendewa-dewakan tahun baru sih, tapi bhubung ultah gw cuma selisih satu hari dengan tahun baru, jadinya gw excited aja setiap menjelang tahun baru :)…
Ini rekapan tahun 2009.

Januari.

Di kantor super hectic. ERP nya diganti ke SAP, tepat tanggal 1 januari 2009. Heboh abis. Di HO, di pabrik, di CDC, di MBAU… tanggal 31 desember masuk kantor full, 1 januari juga masuk, tanggal 2 juga masuk.

Inget, meres ASI di nursery room cuma sendirian, agak ngeri juga hihihihi… dan pertengahan januari, saat ternyata alhamdulillah proses perpindahan ke SAP di divisi gw cukup lancar, gw memberanikan diri ngajuin resign.

Pak Bos cukup kaget, tapi setelah gw jelaskan alasannya, dia cukup mendukung loh :). Udah gag tahan dia kali jadi bos gw hahahahahha… pemikiran resign nya sendiri sudah berjalan setahun lebih sih hehehehe… jadi gag spontan gitu :D.

Di akhir bulan ini, secara tak terduga si pops dapet inverview (lagi) dari Iran. Gw biasa aja. Sejak 3 bulan terakhir dia emang sibuk interview kemana2 soalnya hihihihi… Gw pikir : “ah paling juga gag lolos, secara dia kalu minta gaji suka gag kira2” hahahahahahha….

Februari.

Menikmati hari2 terakhir di kantor. Sibuk juga. Awal bulan pindah rumah ke rumah sendiri. Yippieeeee… senangnyaaaaa… terus ada acara family day di kantor, di waterbom. Tempatnya seru juga, walo pun abil blon bisa diceburin hehhehe…

3 hari terakhir di kantor, diisi dengan annual conf ke Bali. Acara tahunan yang dinanti2 hehehehe… Tahun ini nginepnya di Laguna Nusa Dua. Hotelnya masih lebih keren intercontinental yg tahun lalu menurut gw :P.

Annual conf tahun ini diisi dengan acara peras2 ASI hahahaha.. geng ASI cukup banyak loh di divisi gw :D.

Dan di akhir bulan inilah ada satu keputusan penting yang membuat tahun 2009 sangat berkesan buat kami sekeluarga : si pops memutuskan menerima tawaran kerja permanen di Tehran. What? padahal niat gw resign kan buat ngelanjutin kuliah S2 huhuhuhu….

Maret.

Awal maret si pops resign, tanggal 10 nya berangkat ke Tehran. Gw masi di jkt ama Abil. Sedih juga, pisah begini awalnya. Lama2 dibawa senang sajah… resmi menjadi IRT. Halah, cape ya booo hehehehehe…

April.

Si pops nampak mengalami masalah di Tehran. Dia kurang suka dengan perusahaannya yg terkesan ‘menipu’ dengan fasilitas yang ditawarkan. Tapi tetap bertahan. Gw dan abil masih di jkt, karena si pops masih ragu.

Mei.

Akhirnya pops gag tahan juga kali yah gag ketemu 2 makhluk imut ini hihihihi, jadinya begitu apartemen dll beres, kita berdua siap2 berangkat! yuuukkk… ternyata ngurusnya lama :(.

Malah di pertengahan bulan, Abil kena diare sampe harus diinfus 2 hari di RS… nelangsa banget rasanya anak dirawat di RS sementara suami nun jauh disana. But somehow we could manage it :). Sampe akhir bulan mei masih di jkt aja.

Juni.

Setelah hampir 3 bulan pisah :(., akhirnya tanggal 4 juni berangkat deh ke Tehran. Penerbangan terlama buat gw nih, jarang ke LN soalnya :P. Paling banter singapura :D. Sedikit deg2 an karena terbang cuma berdua sama si Abil, waktu itu dia masih 11 bulan, mana pake transit pula di dubai.

Alhamdulillah, lancar2 saja :). Terharu juga waktu di bandara ngeliat si pops dadahhh dengan heboh begitu liat abil hihihihi… ampir 3 bulan ya booooo…

Selanjutnya kita bertiga hidup penuh suka cita di Tehran hehehehe… I really love this city! Bersih, banyak taman yang bagus, hijau (niat banget pemerintahnya, padahal dasarnya padang pasir loh, 2 thumbs up!), cewe nya pake baju sopan2 pula hehehehhe…

Juli.

Masih di tehran. Belum bosen hehehe… Tapi si pops mulai resah. Menurutnya teknologi telco di Iran tertinggal jauh dari Indonesia. Dia takut jadi gag berkembang.

Mulai deh nyari2 lowongan kerja lagi. Secara tak terduga, ada lowongan di Jeddah. Interview, bla bla bla, nego gaji yg cukup alot hehehe, akhirnya dapet! alhamdulillah, di akhir bulan juli kembalilah kita bertiga ke Jakarta.

Biarpun gw cukup senang tinggal di Tehran, tapi kembali ke kampung halaman bener2 bikin hati berbunga2.

Agustus.

Lagi-lagi, si pops berangkat duluan ke Jeddah. Kami, duo makhluk imut ini, ditinggal lagi di jakarta huhuhuhu… Tapi yah, semoga ini yg terbaik :). Anggap aja ujian kesabaran.

Kembali deh berduaan ama cowo imut di rumah. Bulan puasa tahun ini tanpa suami, lumayan juga kangennya. Tapi kali ini lebih siap.

September.

Visa kerja yang dinanti tak kunjung tiba. Gw sempet bete. Tapi kepikiran lagi pengen kuliah. Jadinya instead of stres mikirin si visa kerja yg gag dateng2, gw siap2 dengan khayalan baru jadi anak kuliahan lagi hihihiiihhi…

Oktober.

Yaela, visa kerja blon jadi juga. Jadilah gw dan abil tetep sabar menanti di Jakarta. Kita mulai deket banget dengan beberapa anak2 kecil di komplek gw hihihihihi… Berita bahagianya, di akhir oktober ini, si pops pulang ke Jakarta! visanya abis, harus di perpanjang di Indo :P.

November.

Hampir sebulan pops di Jkt. Hip hip huraaaa… puas2 in deh maen bertiga. Kita juga jalan2 ke lembah hijau with my in-laws… ke bandung bertiga… kebanyakan waktu sih diisi bertigaan aja di rumah :D. Tapi di akhir november, pops balik lagi ke Jeddah, without us :(.

Akhir bulan november ini, gw ikut tes ujian masuk S2 UI.

Desember.

Here we are, duo imut, yg tetap setia menanti visa kerja hihihihihi….

Jadi, kesimpulannya tahun 2009 itu : WIND OF CHANGE!…. sedih juga, 6 bulan lebih di tahun 2009 ini, hidup terpisah dengan suami. Tapi yah, kalau dibawa senang juga, rasanya biasa2 aja :). Amin.

Semoga di 2010 kita bisa segera berkumpul lagi. Bertiga. Dan kalau bisa, anggota ke-empat sudah bisa dimulai proses produksinya… hahahahahahha….

Hepi nu yir, pops! baek2 ya disana…