Yang Megah Nan Gratis :D … Natural History Museum London

Bete, bosan, monoton. Begitu biasanya ya pikiran kita kalau dengar kata “museum” :D. Tapi coba, deh, main-main ke Natural History Museum yang London punya. Beuh, tempatnya gede banget dan sangat atraktif. Bukan hanya untuk anak-anak, seluruh anggota keluarga juga bisa puas.

Gerbang masuk Natural Museum History
Gerbang masuk Natural History Museum

Sebenarnya di negara-negara Eropa umum nih yang namanya Natural History Museum. Di Bern (Swiss) kemaren juga sempat ke sana. Di Dublin juga ada :D. Tapi belum ketemu yang semegah dan sekeren yang di London :p. Hebatnya lagi, di London museumnya … gratis! *pakeToa* hahahaha.

Tidak 100% gratis. Untuk atraksi dan pameran tertentu yang sifatnya temporer tetap harus bayar. Kurang begitu ingat bayarnya berapa. Misalnya saat musim semi 2014 saya ke sana, ada pameran khusus Ice Age gitu. Aura-aura Mammoth dari pintu masuk sudah banyak brosurnya :D.

Alasan utama ke Natural History Museum London apalagi kalau bukan … dinosaurus! Hahaha. Anak-anak sudah kepalang cinta mati sama dinosaurus. Center Hall-nya yang legendaris yang memajang fosil dino yang segede gaban itu kan sering banget muncul di tipi atau di manalah.

Natural History Museum Center Hall
Center Hall – Natural History museum London

Tapi sebenarnya NHM-London isinya jauh lebih komplit. Namanya juga Natural History yak :D, tidak hanya meliputi hewan dan tumbuhan tapi juga segala sesuatu yang hidup di bumi sejak zaman baheula.

Masa Lalu Bumi dan Isinya 

Di pintu masuk yang berhadapan dengan Victoria-Albert Museum, begitu melewati pintu ada eskalator tinggi untuk ke atas yang akan melewati sebuah bola raksasa semacam bola dunia gitu. Di atasnya nanti ada ruang untuk menerangkan struktur bumi dan isinya dari dulu hingga sekarang. Lengkap dengan proses perubahannya. Duh, enggak banget ya dengernya hahahaha.

Natural History Museum London The Escalator
Penampakan si eskalator

Don’t worry, tata ruangnya cakep banget <3. Langit-langit yang tinggi, pencahayaan yang dibuat remang-remang, display barang-barang yang mengandalkan miniatur kecil yang bergerak dan simulatif, rak-rak kaca di mana-mana, bikin kita enggak bosan ngeliatnya ^_^. Coba dulu di sekolahan belajarnya pakai ala-ala kayak gini ya hahaha.

mama di NHM

Anak-anak tadinya bosan, dari luar mereka udah ribut, “Where’s the dino, where’s the dino…”

Tapi karena banyak alat peraga yang model simulasi dan bisa mereka utak atik sendiri akhirnya pada asyik sendiri :). Tayangan video juga banyak dan seru-seru. Film-film yang diputar pendek-pendek jadi gak perlu bete lihat lama-lama.

Pembentukan bumi segala macam gak lepas dari batu-batuan. Nah, ruangan ini cucok deh buat emak-emak yang doyan perhiasan! Hihihi. Jangan bayangin lahar-lahar panas dan batu-batuan sedimen kayak di buku-buku sekolah dulu ya :p. Soalnya di ruangan ini juga lengkap dengan batu-batu permata-permata yang sudah dibentuk cantik-cantik gitu.

Sayang nih gak punya foto lebih close up. Padahal ada juga rak-rak yang memajang perhiasan-perhiasan batu berharga yang pernah dikenakan oleh anggota-anggota Kerajaan Inggris. Seperti bros, anting-anting dan anak kalung :).

ruang permata

Dinosaurs-Stuff

Tapi anak-anak terus saja yeeeeee, “We want dino! Dino, dino, dino!” Jadi gak lama-lama di ruangan bumi dan tetek bengeknya tadi.  Lagian tempatnya gede bingits. Ada beberapa lantai pula. Banyak yang ke-skip.

Langsung deh kita nyari jalan menuju center hall, biar terpuaskan ini dahaga bocah-bocah hahaha.

central hall 1
Center Hall again, from another point of view ^_^

Nah, pintu masuk menuju ruang peraga fosil-fosil dinosaurus tuh dekat-dekat area Center Hall ini. Lumayan, ya, pengunjungnya. Padahal bukan hari libur, lho. London memang termasuk kota wisata dunia peringkat-peringkat teratas. Apalagi musim semi pula saat itu.

Pantas saja banyak tempat wisata gratisan di London. Dapat banyak support kali ya dari jumlah turis yang membludak di hampir sepanjang tahun.

Nih, suasana antrian sekitar jam 10 pagi mau masuk museum 😀

antrian masuk

Back to dino-dino-an hihihi.

Ruang peraga fosil dinosaurus ada 2 lantai. Awalnya dimulai dari lantai atas dulu. Fosilnya kan gede-gede. Jadi menjulang hampir menyentuh langit-langit. Ada semacam jembatan panjang untuk melintasi ruang peraga dari ujung ke ujung sebelum menuju lantai bawah.

Kalau dari atas kan cuma bisa lihat-lihat plus foto-foto saja. Jangan khawatir entar kalau sudah di lantai bawah bisa pegang-pegang dan lihat dari dekat, kok ;).

fosil dari atas

 

Di atas juga anak-anak sudah teriak-teriak kesenangan. Kiri kanan kan penuh fosil, tuh. Nampak udah gak tahan liat langsung dari bawah hahaha. Tapi jalannya gak bisa cepet-cepet, penuh, euy *ngelapKeringat*. Antriannya panjang.

lihat dino dari atas

Pas sudah di bawah, baru agak lowong. Karena yang lantai atas kan memang cuma jembatan satu arah gitu aja. Di bawah baru leluasa mau ke sisi yang mana. Karena ruang peraganya memang luas.

Paling lama lah menghabiskan waktu di ruangan ini. Padahal ruangan ini  mungkin cuma 10% nya dari Natural History Museum London secara keseluruhan. Masih buanyaaakkk ruang-ruang peraga hewan-hewan lainnya.

Ruang Peraga Hewan non-Dino(s)

Setelah sukses menggeret bocah-bocah untuk move on dari Dino-dino-an, kita menuju ruangan yang lebih edan lagi gedenya hahahaha. Ini nih tempat untuk melihat hewan-hewan lainnya.

Komplit. Hewan kecil yang tidak bertulang belakang macam segala kerang sampai jenis-jenis serangga yang ajegile banyaknya, sampai hewan bertulang belakang mulai dari burung, ikan, mamalia, amfibi dan reptil.

Ruangan-ruangannya disekat-sekat dibedakan jadi beberapa warna. Seperti binatang laut kayaknya ada “Blue Room”. Yang oranye dan hijau lupa buat yang mana hihihi. Gini nih, jalan-jalannya kapaaaannn, ditulisnya kapan-kapan hahaha.

abil fosil

Capek juga muterin ruangan-ruangannya. Banyak juga yang tidak sempat kami masuki. Ada juga yang hanya sekilas-sekilas lewat saja. Enggak akan keburu. Niatnya memang maksimal 4-5 jam saja di sana. Liburan ke London tempo hari kan cuma 4 hari saja. Ya mana cukup emang sih huhuhu.

Belum lagi anak-anak kan excited banget ya melihat yang seru-seru. Apalagi ada fosil segede ini nih misalnya. Ini jenis hewannya memang lengkap. Dari yang purba sampai yang modern. Ya suds, mari kita foto-foto ^_^.

fosil gede foto sama abil

 

Dari sini  memang kayaknya energi sudah loyo. Sudah telat juga untuk makan siang. Tadi kan nyampe sekitar jam 10. Keliling-keliling di bagian hewan-hewan-an segala macam ini sudah menjelang jam 2 siang.

Anak-anak juga sudah enggak konsen. Tapi tetap kita paksakan pengin ke ruangan yang memamerkan mamalia gede-gede itu. Ini kita udah survey di situs Natural History Museum London sebelum berangkat :D.  Kita sudah tahu tempatnya memang dahsyat luasnya jadi sudah dipilih-pilihin kira-kira sempatnya dan enaknya itu ke mana saja.

Apalagi anak saya yang nomor 2, umurnya waktu itu masih 3 tahun, belum begitu paham aneka macam hewan. Demen dinosaurus juga ikut-ikutan abangnya. Abangnya sih memang senang segala jenis. Lihat ini teriak “Wow, superrrr…”, lihat itu bisa menganga, “Isn’t it great?”

Si nomor 2 tahunya yang standar-standar saja. Macam gajah, ikan yang besar-besar, jerapah, pokoknya yang gitu-gitulah. Lihat macam-macam serangga juga lempeng aja mukanya hahahaha. Saya juga enggak demen, sih, sama serangga-serangga-an hihihi.

Nah, di ruangan ini dipajangin hewan-hewan ‘standar’ tadi dalam ukuran aslinya. Anak-anak ya pasti ber-wow-wow ria lagi :D.

other animals

And…that’s a wrap! ^_^

Memang, banyak yang belum sempat dijamah *halahhh*. Kayaknya seharian di sana juga enggak bakal bisa menjelajahi keseluruhan areal :D. Belum lagi kita sama sekali enggak ngintipin pameran-pameran temporernya. Abis bayar sih … hahahaha.

Enaknya  kalau tinggal di London. Mentok dikit ajak saja anak-anak muter di sini ;).

How to get to Natural History Museum London?

Lokasinya di Cromwell Road, London.

Umumnya, jalan-jalan di London enak juga kalau menggunakan fasilitas kereta bawah tanah yang namanya London Tube :D. Enak. Cepet enggak pakai macet.

Kalau sudah pernah ke Singapura ya model-modelnya mirip MRT gitu. Tapi di London LINE-nya jauh lebih banyak. Jelas, bakal lebih pusing. Perhatikan benar-benar ya LINE-nya. Walau banyak LINE yang juga berhenti di stasiun yang sama.

Untuk ke Natural History Museum London sendiri, silakan turun di stasiun South Kensington. LINE-nya bisa pilih dari 3 LINE berikut : Districts, Piccadilly, dan Circle.

Dari stasiun tinggal jalan kaki saja kok. Banyak banget itu petunjuknya, Ikutin saja. Rata-rata yang turun di sini memang banyakan turis dan tujuan utamanya ya ke museum :D. Museum di seputaran South Kensington ada beberapa.

Seperti yang saya sebut di awal, ada Victoria dan Albert Museum juga. Sebelah-sebelahan dengan Science Museum. Dua-duanya berhadapan dengan bangunan Natural History Museum London tadi.

Naik bus juga bisa. Silakan melalui bus dengan rute nomor 14, 49, 70, 74, 345, 360, 414, 430, dan C1. Setopnya dekat-dekat Museum semua.

Naik mobil kurang cucok karena parkiran terbatas banget di sana. Lagian kalau ada kendaraan umum selengkap itu ngapain lagi sih maksa naik mobil pribadi ;).

Informasi lebih lengkap soal how to get to the museum boleh di lihat di sini, ya.

Penampakan museum dari luar, dari arah belakang
Penampakan museum dari luar, dari arah belakang

***

Seru kan museumnya? :D.

Agak capek muter-muter yang penting semua hepi dan terhibur. Nih si muka-muka tengil yang habis keliling-keliling museum tadi hihihi.

abil sama narda

Biaya masuk  museumnya memang gratis. Masalahnya, ongkos dari tanah air ke London mang berape tiket dan akomodasinya? Hahhahahaha :p.

Saya sendiri juga bisa melipir ke London karena kebetulan lagi bermukim di Irlandia, tetangga dekat UK, si Negeri Kerajaan ini :D. Tiketnya murmer. Don’t worry, rezeki mah siapa yang tahu ;).

Kapan-kapan diceritain strategi akomodasi kita selama di sana :D. Juga  berbagai tempat lain yang dikunjungi yang mayoritasnya gratis (hahahaha) yang belum sempat ketulis padahal sudah setahun yang lalu ke sananya :p. Kejar-kejaran sama cerita jalan-jalan di Swiss :D.

Oke ya, yang terakhir dari Natural History Museum London, the one and only … the magnificent T-REX! 😀 😀 😀

Natural History Museum London T-Rex

Ini bukti lain bahwa bocah-bocah ini tergila-gila dengan hewan purba yang namanya ribet-ribet ini hihihihi. Enjoy their video :p

To Read More Pages

 

Abege 90 an biasanya familiar dengan acara Asia Bagus :D. Paling memorable kalau mendengar kontestan dari Jepang menyanyi. Kalau lirik dari bahasa lokal mereka ya tidak istimewa.

Tapi kalau menyanyikan lirik lagu bahasa Inggris? Saya sampai bengong. Itu beneran bahasa Inggris atau diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang sih? Hihhi.

Mereka punya aksen dengan logat patah-patah. Kalau berbicara mereka punya napas yang pendek. Saat berbahasa Inggris, apalagi kalau menyanyi, ngomong patah-patah tadi terus terbawa.

Gambar : youtube.com

Gedean dikit, masuk dunia kerja, harus banyak berurusan dengan regional support dari India. Waktu masih di Bern tempo hari, saya ngobrol panjang lebar dengan suami soal aksen Inggris orang India. Suami saya, sekarang juga di development center, harus banyak berurusan dengan developer yang regional supportnya lagi-lagi pakai IT-India :D.

Kita ngakak bareng-bareng berbagi kisah-kisah unik saat berkomunikasi dengan mereka.

Singapura dengan Sing-lish nya lebih cetar lagi bukan? Hahahhahahha.

Satu hal dari developer India ini. Segitu “gengges”nya bahasa internasional ala mereka, kemampuan mereka mendunia sungguh luar biasa! :).

IT Park, Bangalore-India (gambar : indiacatalog.com)
IT Park, Bangalore-India (gambar : indiacatalog.com)

 

Berapa banyak perusahaan besar di dunia selevel Unilever misalnya (consumer goods yang cukup popular di Asia), atau Ericsson (vendor telekomunikasi yang juga cukup oke), menggunakan IT-support asal India. Sebuah kota khusus di sana, Bangalore, sudah dikenal sebagai kota IT internasional :D.

Gin-gini mamak-mamak dasteran pernah juga lah mencicipi kehidupan kantoran yang rasanya keren aja gitu :p.

Tapi uniknya, pasca berhenti bekerja, “pergaulan internasional” justru baru saja dimulai. Ikut merantau ngintilin suami :D. Waktu masih di Jeddah, secara bahasa, tak ada tantangan lah. Wong mainnya sama sesama orang Indonesia terus :p.

kisah inspiratif islam

Nah, waktu di Irlandia jadi super minoritas di kota ini, mau enggak mau harus bergaul dengan bangsa lain. Dengan penduduk lokal Irlandia sendiri yang nyata-nyata berbahasa Inggris, saya dibuat pening dengan aksennya yang luar biasa.

Tapi dua tahun berlalu, lama-lama terbiasa. Nonton komentator Irlandia bahas bola saja rasanya sudah kayak makan kacang aja. Sombong kauuuuu hahahaha.

Bergaul dengan mamak-mamak India pun menjadi tak terhindarkan. Justru pendatang Polandia yang juga menjamur di sini banyak yang bahasa Inggrisnya memprihatinkan :D. So that you know, di seantero Eropa mungkin hanya 2 negara yang berbahasa Inggris secara nasional, UK dan Irlandia.

Baik UK dan Irlandia aksennya juga kurang familiar untuk umumnya orang Indonesia yang lebih terbiasa dengan aksen Inggris ala orang US :D. Waktu ke London tahun lalu, dengar mereka ngomong cepat-cepat saya sampai putus asa mau kepoin orang ngobrol di kereta.

Tiap hari di sekolah kalau nungguin anak juga ngobrol ngalor ngidur dengan mamah-mamah India/Pakistan. Lama-lama jadi terbiasa dengan logat mereka. Betapa dunia menjadi lebih berwarna, ya ^_^.

Pernah ramai membahas langgam mengaji :D.

Urusan mengaji, sebagai orang Bugis, dari kecil sudah biasa dengan langgam Arab yang pakem itu :D. Kalau melihat sejarahnya (sumber : buku Ulama dan Kekuasaan di Nusantara), penyebaran Islam di Sumatera dan Sulawesi memang didominasi oleh ulama-ulama yang langsung belajar di Mekkah :D.

Kain Sutra Bugis, gak nyambung banget gambar sama artikel hahahahha (gambar : klikhotel.com)
Kain Sutra Bugis, gak nyambung banget gambar sama artikel hahahahha (gambar : klikhotel.com)

 

Agak beda dengan Pulau Jawa yang pergaulannya lebih kompleks dengan pengaruh pedagang-pedagang India di sana yang juga membawa pengaruh Hindu yang besar.

Itulah mengapa banyak adat Bugis yang kebawa juga pengaruh Islam. Misalnya dalam tata cara akad nikah, sementara mempelai suami bertegang-tegang ria menjelang ijab kabul, mempelai perempuan diumpetin dulu di kamar. Keluarnya nanti setelah para saksi menjawab tegas, “SAH!”

Sementara suami dan salah satu kakak saya selaku wali nikah sibuk ngapalin ijab kabul, saya mah cekikikan sambil “selfie-selfie” sama kakak saya yang lain dalam kamar hahahahaha.

Pertama merantau pun lama tinggal di Jeddah. Mengajinya juga sama sesama ibu-ibu Indonesia. Guru dari Indonesia. Nyaris tidak ada “konflik”.

Di Irlandia sempat ikut pengajian antar bangsa. Mayoritas sih dari India-Pakistan. Sempat bengong mendengar ibu-ibu India/Pakistan ini kalau mengaji. Model alqurannya sendiri agak bingung lihatnya. Terjemahannya dalam bahasa Urdu. Hurufnya bukan Latin. Alquran mereka juga tidak disekat per juz seperti lazimnya di kita. Jika mengaji misalnya sudah sepakat per lembar atau per halaman, mereka kurang bisa ngikutin.

Jangankan tajwid, soal pengucapan huruf juga agak sulit di lidah mereka (India-Pakistan tadi). Padahal kalau mengaji di Jeddah, rasanya jarang ketemu ibu-ibu yang enggak lancar mengajinya. Ada juga mayoritas teman-teman pengajian Indonesia di Saudi sudah pandai melagu yang indah-indah, ala telinga Indonesia kita yaaaa :). Tapi guru mengaji kami yang asal Mesir santai saja.

Orang India-Pakistan kalau mengaji cepat sesuai cara bicara mereka tapi panjang pendeknya jadi enggak keruan. Sekilas kalau bukan di pengajian mungkin saya enggak nyadar kalau mereka lagi mengaji hehehehe.

Don’t worry, cara mengaji orang Indonesia-Malaysia selalu disambut dengan ucapan “Mumtaaz” dari ibu guru hehehehe *benerinKerudung*.

Urdu vs arabic , sekilas agak nyaru kan? :D (gambar : urduplanet.com)
Urdu vs arabic , sekilas agak nyaru kan? 😀 (gambar : urduplanet.com)

 

Ada satu yang berasal dari Afrika. Wah, yang ini benar-benar belum bisa  mengaji. Sementara emak-emak dari Sudan yang memang sehari-harinya berbahasa Arab juga suka ngikutin ngajarin. Problem is, sering saya menangkap ada perbedaan aksen antara si ibu guru Mesir dengan emak-emak Sudan tadi. Jadilah yang dari Sudan suka bisik-bisik nyinyirin “Ih, dasar orang Mesir. Padahal kan tuh bacanya harusnya gini, gini, gini.”

Tak paham sih saya logat-logat Arab. Yang jelas, antara Mesir dan Saudi memang beda :D. Apalagi di Saudi dulu dikenal “bahasa Arab ngasal” alias Arab abal-abal yang dipopulerkan oleh para pendatang :p.

Macam swayya-swayya dan mafi mushkilah secara grammar itu kan parah total hahahahaha.

Terus terang, ada rasa jumawa menyelinap dalam hati mendengar cara mengaji umumnya emak-emak non Arab (selain Indonesia Malaysia). Semacam ada kesombongan dalam hati, “Ih, ancur banget deh ngajinya. Mendingan gue deh ke mana-mana!”

Soalnya ya, dalam lingkungan mereka, hal itu tidak dianggap sebuah ketidaklancaran membaca alquran. Ya memang bacanya begitu untuk keseharian mereka.

Di Indonesia umumnya, tak perlu jadi ustaz besar kalau hanya untuk menguasai cara baca alquran. Apalagi dari kecil pakai pakem Arab yang standar itu.

kisah inspiratif islam
Anak-anak belajar mengaji (gambar : joss.today)

 

Makanya orang Arab itu suka terpesona dengan orang-orang Indonesia-Malaysia yang jagoan baca alquran tapi sama sekali tidak mengerti bahasa Arab! Buat mereka itu sesuatu hal yang luar biasa.

Ini terbukti waktu naik haji dimana satu tenda orang Mesir semua. Mereka takjub saya bisa baca alquran tapi gak bisa bercakap-cakap dalam bahasa Arab. Biasa kaleeeeee di Indonesia mah hahahaha.

Dari ilmu kognitif sendiri, mencoba ingat-ingat mata kuliah Psikologi zaman kuliah dulu, menghafal lebih mudah jika kita aktif menggunakan otak untuk menyimpan data dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah-sudah. Termasuk mencocokkan makna dan pemahaman arti.

Pasti lebih mudah menghafalkan teks dalam bahasa Inggris ketimbang teks bahasa Perancis. Jangan ngotot kalau bahasa Perancis itu lebih susah. Lebih susah untuk kita. Buat orang Perancis jelas lebih gampang bahasa Perancis daripada bahasa Inggris sekali pun hehehehe.

The thing is, perbedaan itu mendewasakan :).

Waktu kecil nonton Asia Bagus mana paham saya walau logatnya amburadul, Jepang adalah salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Sebelum benar-benar merantau ke mana-mana dan bertemu mereka di mana-mana, mana mengerti saya walau aksennya gengges, pamor India di mata internasional jauuuhhh lebih tokcer daripada Indonesia. Jangan sakit hati kalau dunia internasional masih mengernyitkan kening mendengar kata Indonesia tapi ngangguk-ngangguk cepat kalau ditanyakan soal India ;).

Bahkan yang kayak Filipina pun yang sering kita pandang sebelah mata, tenaga medisnya menjamur ke seluruh pelosok dunia. Bangsa Tiongkok apalagi. Sudahlah jangan ditanya hehehe. Etos kerja, kedisiplinan, dan kecerdasan mereka sudah jadi buah bibir di hampir semua benua.

Singlish ala SIngapura boleh membuat kita terpingkal-pingkal. Tapi ingat, negara mini ini sangat superior di level internasonal sekali pun ;).

Traveling itu tidak hanya hanya tentang tempat-tempat wisata dan selfie-selfie depan landmark kota dong, ya ;).

It’s about knowing each other. Memperluas cakrawala berpikir, melonggarkan hati bukan malah memperkecil wawasan, mempersempit perasaan.

Bergaul dengan rupa-rupa manusia mungkin seperti mengajarkan kita jika selama ini kita yakinnya, “Bangunan datar sisi empat itu kalau enggak persegi panjang ya bujur sangkar.”

Tapi seiring dengan wawasan yang bertambah kita jadi tahu, “Oooohhh, jajaran genjang itu juga punya 4 sisi. Trapesium juga. Diamond juga segi empat. Ada lagi model layang-layang.”

Semuanya punya 4 sisi. Tapi kita enggak familiar dengan modelnya. Secara simbol beda tapi makna kan sama-sama 4 sisi ^_^.

Terjemahan Al Hujurat ayat 11 hingga 13 menerangkan hal ini dengan sangat indah :).

49:11. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) …

49:12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain …

49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Gambar : pixabay.com

 

Seindah itu lho alquran meminta kita untuk tidak mengolok, menjauhi prasangka, instead … menyarankan kita untuk “bergaul” biar saling mengenal.

The world is a book, and those who do not travel read only a page.
– Saint Augustine

Let’s read more pages, shall we? 🙂

***

Yanbu Badar, dari Pantai ke Padang Pasir

(tulisan jalan-jalan dimuat di Femina, Juli 2012)

***

(Jihan Davincka)

Bermukim dua tahun di kota Jeddah, memperkenalkan saya kepada  tempat-tempat menarik di Saudi. Ternyata ada pesona lain dari kota-kota di sekitar Jeddah. Selain magnet dari dua kota suci umat muslim, Mekkah dan Madinah.

Harga bensin yang sangat murah seolah ikut memberi dukungan untuk melancong ke luar kota setiap akhir pekan atau liburan menghampiri.

Suasana lebaran di kota Jeddah jauh berbeda dengan perayaan di tanah air. Sepi sekali suasana kota menjelang dan saat hari raya tiba. Jadilah, liburan hari raya idul fitri tahun lalu, kami sekeluarga liburan ke kota Yanbu dan Badar.

Yanbu : Kota Industri, Kota Pantai

Kota Yanbu terletak sekitar 300 km di sebelah utara kota Jeddah. Dengan infrastruktur jalanan antar kota di negara Saudi, yang umumnya didominasi oleh jalan raya lebar nan mulus, jarak ini bisa ditempuh dalam tempo kurang dari 3 jam saja.

Yanbu 1

Hati-hati jangan terbius untuk ngebut. Ada kamera pengintai kecepatan yang siap menangkap basah pengemudi yang nakal dan menjeratnya dengan denda ratusan riyal.

Di sepanjang perjalanan, gunung-gunung batu yang berdiri megah, peternakan unta di beberapa sudut gurun, beserta hamparan padang pasir maha luas, menghiasi kiri kanan jalan.

Memasuki kota Yanbu, dengan menyusuri jalanan utama King Abdul Azis road, suguhan pertama adalah banyaknya kilang-kilang minyak. Diselingi bangunan berbahan seng berbentuk kotak alias gudang, atau dikenal dengan istilah warehouse.

Jadi, di Yanbu inilah terdapat pengilangan minyak kepunyaan Saudi Aramco, perusahaan minyak asal negeri Paman Sam. Sejak tahun 1970 an, sebagian wilayah kota Yanbu ini disulap menjadi kota industri oleh pemerintah Saudi.

Pemandangan ala daerah industri dari berbagai perusahaan internasional ini bisa dinikmati sekitar 30-40 km. Setelah itu, berganti dengan taman-taman beserta playground yang tertata rapi dengan bunga warna warni.

Wah, suasananya berbeda dengan kontur umum di Saudi sebagai negara tandus. Sepertinya bagian kota yang ini memang ikut ‘disulap’ menjadi keren untuk kepentingan para warga Yanbu yang menghuni wilayah perumahan di sekitar pabrik-pabrik tadi. Mereka rata-rata pekerja asing. Mungkin agar mereka betah tinggal di kota kecil nan sunyi ini.

Kalau berbelok di kiri-kanan jalan utama yang bertaburan taman tadi, kita akan melihat jajaran compound. Baik yang masih dalam proses pembangunan, maupun yang berdiri kokoh lengkap dengan pos penjaga beserta satpam penjaganya.

Compound? Tempat ini semacam kompleks perumahan yang biasanya dikelilingi oleh tembok yang tinggi. Siapa pun yang berada dalam compound terbebas dari aturan-aturan khas Saudi, misalnya : kewajiban berabaya untuk wanita dewasa, perempuan tidak boleh menyetir, dsb.

Compound merupakan pemukiman yang umum ditemukan di banyak kota di berbagai wilayah Saudi. Modelnya macam-macam. Dari yang hanya berupa susunan rumah mungil yang tak menyediakan lahan untuk kendaraan. Hingga yang berukuran sangat luas, lengkap dengan berbagai fasilitas olahraga dan supermarket.

Selain barisan compound, ada juga rumah-rumah kecil atau gedung-gedung apartemen kecil yang tertata apik di sepanjang jalan. Ada minimarket yang tersebar di beberapa tempat. Komplit dengan pohon-pohon yang ditanam rapi di pinggiran jalan. Bersih dan teduh.

Balik lagi ke jalan utama, King Abdul Azis Road, dan teruslah mengikuti jalan ke arah utara. Maka perlahan-lahan kita akan memasuki bagian kota yang belum tersentuh efek modernisasi. Bagian kota yang ini jalan-jalannya mulai mengecil. Bangunan-bangunan apartemennya berukuran kecil dan banyak yang sudah kusam.

Pantai Yanbu Arab Saudi
Pesisir Pantai Yanbu

Dan lama-kelamaan, masih menyusuri King Abdul Azis ini, kita akan bertemu dengan pesisir pantainya, pesisir pantai Laut Merah. Di sekitar sinilah, banyak ditemui tempat-tempat penginapan berupa hotel dan resort.

Pesisir pantai kota Yanbu tergolong bersih. Dari kejauhan warna airnya berkilau kehijauan. Mendekatlah ke bibir pantai. Lalu jejakkan kaki ke dalam airnya hingga tenggelam, bayangan kaki kita tetap akan tetap terlihat jelas. Airnya bening sekali.

Pesisir pantai Yanbu cukup panjang. Kami mencoba menyusuri pesisirnya searah dari satu ujung ke ujung yang lain dengan menyetir santai. Tapi karena sudah sejam belum tampak ujungnya, kami pun memutar balik.

Pesisir Yanbu Arab Saudi
Pantai Yanbu (lagi) 😀

Kami berhenti di beberapa tempat untuk mengambil foto. Ada beberapa tempat di pesisirnya yang sekilas mirip dengan suasana di Pantai Anyer dan Pangadaran.

Sebagian wilayah pesisirnya ditutup untuk umum. Disekat dengan pagar tinggi atau tembok semen. Ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut tergolong ‘private beach‘. Untuk melongok ke dalam, perlu merogoh kantong. Tempat-tempat seperti ini juga dilengkapi dengan resort. Mulai dari yang biasa-biasa saja hingga yang menawarkan fasilitas bintang lima.

Yanbu Arab Saudi
Mirip dengan Pangandaran kan? Hehehe

Pada umumnya daerah pantai di Saudi ini hanya ramai bila malam telah menjelang. Saat itu, barulah orang-orang Arab berbondong-bondong duduk bersantai menggelar tikar di sepanjang pesisir pantai. Tak lupa memboyong termos minuman hangat dan cemilan. Tidak seperti di Indonesia, disini jarang ditemukan pedagang makanan kaki lima.

Puas mengelilingi sebagian wilayah kota, hari pun beranjak senja, kami menepi sebentar. Setelah puas menikmati langit kuning kemerahan, kami memutuskan untuk mencari penginapan di Yanbu.

Foto Yanbu Arab Saudi
Anak ke-2 masih bayi hehehehe 😀

Akomodasi di Yanbu

Untuk penginapan tak perlu khawatir. Ada beberapa hotel berbintang beserta resort yang berdiri megah di kota ini, sebagian besar dibangun di sekitar pesisir pantai Yanbu. Bisa dibooking secara online juga. Diantaranya :

– Movenpick Hotel & Resort

– Tulip Inn Hotel, yang hanya berjarak ratusan meter dari bibir pantai yang tempatnya rindang dan dilengkapi dengan playground untuk anak-anak.

– Radisson Blu Hotel

– Dolphin Beach Resort, ini salah satu resort yang terletak dalam wilayah private beach.

Kami sendiri menginap di sebuah full service apartment. Letaknya di tengah kota, sekitar 15 menit berkendara dari kawasan bibir pantai.

Penginapan macam ini juga ada. Tersebar di beberapa jalanan utama kota. Tempatnya bersih, dilengkapi dengan dapur mini, seharga 170SR per malam.

Untuk makanan juga tidak perlu risau. Meskipun tergolong kota kecil, di Yanbu ada gerai-gerai makanan internasional seperti Pizza Hut. Ada juga gerai Al Baik, ayam goreng tepung khas asal Saudi yang cukup terkenal, bahkan untuk para pendatang.

Kita juga bisa menikmati santapan makanan dari food court yang ada di Dana Mall. Mulai dari menu khas Arab, India-Pakistan hingga menu Asia, lengkap disini. Dana Mall ini mal yang cukup besar. Mal-mal di Saudi, walaupun jarang yang bertingkat, rata-rata berukuran sangat luas. Gerai-gerai pakaian ternama seperti : Zara, Mango, Guess, dll, juga ada disini. Bisa sekalian window shopping.

Tentang yanbu arab saudi
Playground di Pantai Yanbu

Berpetualang ke Padang Badar dan Mengunjungi Makam Syuhada Badar

Setelah menjelajahi kota Yanbu dan mencicipi senja di pesisir pantainya, besok paginya kami berpetualang ke Badar. Tujuan utamanya adalah menikmati bukit pasir halus di Padang Badar.

Badar, kota kecil yang berjarak sekitar 90 km dari Yanbu. Tak susah menemukan jalan menuju kota ini dari Yanbu. Ada banyak petunjuk bertebaran di sepanjang jalan. Tapi tidak ada salahnya meminta bantuan melalui GPS.

Tidak sampai sejam perjalanan, kami sudah memarkir mobil di salah satu sisi bukit pasir yang terhampar di sebagian besar wilayah kota ini. Pilihlah bukit pasir yang halus tanpa kerikil.

Bilbil bdr complete

Saat itu musim dingin sudah menjelang namun suhu belum terlalu rendah. Suhu gurun pagi itu mencapai 37 derajat celcius. Konon di puncak musim dingin, suhu sore hari di padang ini bisa berada di bawah 10 derajat celcius. Brrrr

Kalau membawa anak bayi memang sebaiknya berkunjung di pagi hari. Biarpun sore haji lebih sejuk, namun anginnya cukup kencang. Pasirnya beterbangan kemana-mana.

Anak sulung kami bebas berlarian di padang pasir maha luas itu. Sambil sesekali mendaki. Pasirnya tidak terasa panas di kulit. Tanpa angin, pasirnya hanya berhamburan bila terinjak kaki. Hawanya pun tidak gerah. Anak kedua saya yang saat itu masih berusia 5 bulan tidak rewel sama sekali.

Setelah mendaki bukit pasir yang agak tinggi, akan terlihat hamparan gurun pasir yang sangat luas. Terlihat juga jalan-jalan raya berliku yang membelah gurun. Datarannya sangat empuk seolah akan menghisap kaki-kaki kita. Benar-benar tumpukan pasir membentuk bukit. Bukan bukit batu beralas pasir. Lepaskan alas kaki bila tidak ingin langkah memberat akibat butiran- butiran pasir yang menyusup masuk.

Kota Badar juga merupakan salah satu saksi penting dalam sejarah awal umat muslim di masa penyebaran Islam. Badar inilah tempat peperangan besar pertama umat muslim sejak hijrah ke Madinah. Pasukan muslim yang berjumlah jauh lebih sedikit berhasil memukul mundur musuh.

Beberapa sahabat Nabi gugur dalam pertempuran ini. Mereka dimakamkan di salah satu tempat di kota Badar ini. Liburan kala itu tidak menyempatkan kami mengunjungi makam para Syuhada Badar.

Tapi beberapa waktu lalu, saat Ibu Mertua mengunjungi kami sekaligus beribadah umrah, kami bertandang sekali lagi ke kota Badar ini. Dan sekali ini berniat sekalian ziarah ke makam tersebut.

Tempatnya mudah dijangkau. Dan jangan khawatir, semua orang mengerti jika kita bertanya. Bilang saja “Makam Badar?” orang-orang sudah paham. Makam ini terletak di tengah kota Badar. Sangat mudah menemukannya. Ada di sisi salah satu jalan utama di kota ini. Kotanya lebih kecil lagi daripada Yanbu.

Di jalan tersebut juga dibangun semacam tugu dan monumen Perang Badar. Monumen tersebut juga memuat nama keempat belas sahabat Nabi yang mati syahid dalam peperangan ini.

***

Demikianlah kisah jalan-jalan kami selama dua hari penuh. Menikmati kota Yanbu dengan suasana kota yang berbeda dengan hiruk pikuk di Jeddah, sekaligus menjajal pesisir pantainya yang jernih. Tak lupa mampir ke kota Badar, bermain-main di padang pasirnya dan berziarah ke salah satu tempat bersejarah di sana.

***

Tulisan jalan-jalan ke Femina dikirim ke kontak at femina dot co dot id, ya ^_^. Panjang sekitar 1500 kata dilengkapi foto-foto high-resolution yang bagus, minimal 2 MB per foto.

Oiya, Femina juga menerima cerpen dari penulis luar, lho :). Cek syarat-syarat pengiriman cerpen ke Femina – Kartini beserta contoh-contoh cerpennya di sini.

Selain ke Femina, mengirim tulisan jalan-jalan juga bisa ke Leisure – Republika. Syarat pengiriman ke Leisure Republika bisa dilihat di sini.

Badar Arab Saudi

 

Courage Doesn’t Always Roar

Dulu bingung kalau menonton video klip lagu “Anything” dari 3T. Yuhuuu, abege 90an masa iya enggak tahu 3T? 3T itu lhooooo, ponakan-ponakannya Om Jacko yang kece-kece itu. Kece di masanya tentu saja :D.

Saya pikir mungkin mereka berhemat jadinya hanya menggunakan satu model perempuan. 

Di video klipnya, model ceweknya hanya satu. Sementara kan lagunya macam lagu cowo-cowo patah hati gitu. Tapi tiga-tiganya patah hatinya sama SATU perempuan gitu? Sudah semacam curiga ini simbol apa kali ya hanya make satu model doang? 

Kalau dulu susah kepo karena internet belum hits, sekaranglah baru segala misteri itu terjawab sudah! 😀

Saat lagi rekaman album itu, di tahun 1994, ternyata ibunda mereka tercinta, Delores “Dee Dee’, meninggal karena kecelakaan di kolam renang.

Personel 3T sangat terpukul. Konon mereka memaksa ayah mereka, Tito Jackson, untuk habis-habisan menuntut si tersangka yang merupakan pasangan baru dari Delores tadi, “Don’t let him get away, Dad!”

Jadilah katanya lagu “Anything” ini dipersembahkan untuk mengenang ibunda Delores tercinta :’). Bertahun-tahun menyimpan kecurigaan nan berburuk sangka sekarang nangis deh pas tahu backgroundnya huhuhuhu.

That girl in that video, yang mereka “ratap-ratapin” itu, adalah personifikasi dari almarhumah ibunda Delores “Dee Dee” yang keburu meninggal sekitar setahun sebelum album mereka rilis secara resmi.

Yang menarik juga adalah fakta bahwa Delores dan Tito Jackson sebenarnya sudah cerai sejak tahun 1990. Delores malah sudah punya cem-ceman baru lagi. But the boys still love her as much as before :’).

Kurang tahu cerainya karena apa, yang jelas 3T tetap sayang banget sama si Papa dan Mama. Apa karena udah pada gede-gede ya? :). They seemed completely understand about their parent’s situation.

Kalau menurut saya pribadi, dalam kehidupan pernikahan apalagi dalam urusan anak, beban terbesar terlalu sering diletakkan kepada sang Ibu :(. Sebenarnya senang juga mendengar istilah, “Ibu adalah madrasah utama untuk anak-anaknya.” Pokoknya ibu, ibu, ibu.

Bangga gitu ya :). But, but, but … bagaimana kalau seringkali kenyataannya tidak seindah itu?

As a mother, terasa tidak sih, selain beban bahwa “Anak gagal berarti ibunya yang gak beres!”, mamah-mamah kayak kita pun sering dirundung ketakutan apakah anak-anak akan menggambarkan kita sebaik yang kita inginkan?

Misalnya saya 7 bersaudara. Gedenya ternyata beda-beda. Nah itu gimana itung-itungannya hihihi. Kami dibesarkan oleh orang tua yang sama tapi kok ya ujung-ujungnya bisa beda-beda nasib gini. Berarti faktornya kadang tidak sesederhana itu dong ya :).

Lalu, saya jadi terkenang dengan sebuah film hollywood, duh lupa judulnya. Cuma film asal lewat gitu. Diputar di TVRI. Tentang anak perempuan umur 6 tahun yang setengah mati dibujuk oleh dinas sosial agar mau meninggalkan ibunya yang janda yang kecanduan minuman keras dan jadi pelacur gara-gara dipecat dari tempat kerjanya.

Ibunya sendiri pas diwawancara oleh dinas sosial ya pasrah-pasrah saja. Umumnya, di negara-negara maju, negara bertanggung jawab pada anak-anak yang terlantar. Negara berhak mengambil alih pengasuhan anak jika orang tua dianggap tidak mampu.

Ilustrasi aja ya, gak ada hubungan ama filmnya hehe (gambar : kadinsalmevzular.com)
Ilustrasi aja ya, gak ada hubungan ama filmnya hehe (gambar : kadinsalmevzular.com)

Sang Ibu dikirim ke pusat rehabilitasi. Ibunya oke saja. Tapi anaknya yang ngamuk-ngamuk, she was screaming, “You don’t know that she’s the only person that love me that much!”

Yang ada di memori si anak wedok itu adalah ibunya menyisir rambutnya tiap hari. Memasak makanan kesukaannya tiap hari. Pernah sekali diingatnya, ibunya tidak jadi beli lipstik gara-gara dia mengamuk minta es krim dan balon-balon waktu jalan-jalan ke toko something.

Waktu dikonfrontasi oleh Pak Polisi kalau ibunya sering mukulin dia, anak kecil itu tetap bertahan, “It’s because I’m not listening when she asked me to do something. But she hugs me after that. You know nothing! You know nothing!”

Itu adegan paling nyesek. Karena ibunya ada di ruangan sebelah.

Sebelumnya si ibu sudah menyatakan penyesalan dan bersedia menjalani hukuman apa pun. Dia mengaku stres. Standarlah. Suami kabur sama perempuan lain. Dia tidak punya apa-apa. Hanya sanggup ngontrak di flat sempit. Suaminya juga membebaninya dengan banyak utang.

Dia bahkan ingin meminta maaf pada anaknya tadi. Dia bilang dia pasrah kalau anaknya sampai dewasa nanti tidak akan kembali lagi padanya, “I deserved to be abandoned.”

Mendengar anaknya malah ngomong gitu, ibunya makin mewek lah ya pastinya. Berkali-kali dia bergumam, “Oh God, after all this time, she still thought that I’m her angel.”

Si anak kecil meronta kayak banteng saat melihat ibunya dibawa oleh Pak Polisi.

Akhirnya, sang Ibu yang tadinya ogah-ogahan menerima prosedur pengobatan, pas mau disuntik apa gitu. Dia maunya langsung masuk penjara aja.

Kemaren-kemaren dia meronta-ronta, habis dengar anaknya ngomong gitu, sang Ibu malah meminta prosedur pengobatannya dipercepat dan dia bersedia kooperatif asalkan cepat sembuh. Kalau gak salah ibu itu sempat bilang, “My girl needs me.”

Memorable banget flmnya hehehehe.

Ada satu video lagi yang lebih kekinian.

https://www.youtube.com/watch?v=T3WC58czpRc

Sejumlah ibu-ibu dikumpulkan. Diminta untuk, “Describe yourself as a mother”. Keluarlah semua curcol. Emak-emak gitu lho hahahaha.

Kebanyakan grogi dan malah menyesalkan banyak hal. Berharap menjadi ibu yang lebih sabar, kepengin menjadi ibu yang lebih bisa mengendalikan diri. Intinya, rata-rata merasa mereka kurang capable dan merasa ada yang harus diubah.

But guess what, beberapa hari kemudian giliran anak-anak mereka yang dpanggil dan ditanyain tentang ibunya. Para unyu-unyu ini menjawab dengan mata bersinar-sinar, “My Mom was totally awesome” atau “She does cook a lot of food for me” atau “She’s just unique that’s why I love her so much”.

Ibu-ibunya diberi kesempatan menonton rekaman masing-masing anak mereka. Tentu saja, mewek lagi, mewek lagi lah mereka melihat ternyata beda banget persepsi anak vs semua kekhawatiran mereka :).

Ini maksudnya apa sih? Is it oke to be a monster Mom gitu? Boleh gitu jadi mamak-mamak tukang marah-marah? Sah-sah saja mamah-mamah jadi pencandu miras? Hehehehe.

Pesannya sih bukan begitu. Sepenangkapnya saya yaaaa, yang jelas-jelas bukan pemerhati anak-anak, bukan ahli parenting dalam bidang apa pun, background pendidikan juga banyaknya gaul ama mesin hhihihi ….

Bern zendermatelli 1

Menurut saya, as a mother, many times we need to stand back for a while :). Sekadar untuk mengingatkan diri sendiri untuk tidak terbebani dengan macam-macam slogan seperti yang saya sebutkan di awal tadi. Sadarilah, dengan menjadi seorang Ibu pun, kita itu TETAP MANUSIA BIASA.

Walau tentu, harapan kita pastilah ingin menjadi BIDADARI TERBAIK untuk suami dan anak-anak *benerinSayap*.

But you know… sometimes things did not go as we wanted them to be :). Sering juga lepas kendali. Kalau baca buku parenting kalau ibu harus begini, harus lembut tidak boleh marah-marah, bahkan katanya bilang jangan saja enggak boleh harus diganti dengan kata-kata lebih lunak bla bla bla.

Menghadapi sekian banyak pekerjaan tiap hari, apa mungkin tone suara kita bisa stabil sepanjang hari, sepanjang tahun gitu? :v :v :v.

Tidak nyari pembenaran apa-apa lho hehehe. Mengingat saya ini memang bukan tipe ibu bijak nan lembut penuh kasih sayang huhuhu. Enggak teriak-teriak sehari saja kayaknya sudah rekor tuh hahahahaha *tutupMuka*, minimal tiap pagi harus merepet ke sana kemari sembari nyiapin anak-anak buat sekolah 😀 *ngumpetDiBalikPanci*.

Tapi…janganlah hal ini membuat semangat ke-IBU-an kita perlahan memudar.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya. Selalu belajar memaafkan diri sendiri. Harus berani menerima kekurangan, tentunya ada usaha perbaikan diri juga hehehe. Diskusikan dengan suami, curhat di forum emak-emak, ya banyaklah caranya untuk bisa terus belajar dan mengasah diri lah ya :D.

Dan mungkin…waktu yang dibutuhkan juga beda-beda. Take your time. As long as kesadaran itu selalu ada kan ya? :).

Tidak hanya berani menghadapi macam-macam masalah tapi juga berani memasrahkan apa yang sudah terjadi. Mana sangguplah kita membeli waktu atau memintanya berputar ulang? ;).

Jangan juga kebanyakan drama mikirin apa kata pakar-pakar parenting something. Habisnya kadang kita kayak ditakut-takutin gitu gak sih. Belum lagi banyaknya label macam-macam. Baru ngeh pas dikasih tahu teman, “Ada lho sekarang label Ibu Profesional. Berarti ada Ibu Amatir gitu kali ya.” Hahahahahaha.

Bern gutern

Many times, kita terlalu dikuasai ketakutan yang tidak perlu. Tuh sudah ada buktinya. Seringkali anak-anak memandang kita jauh berbeda dengan apa yang kita galaukan :). Anak-anak lebih “murni” lho pikirannya, tidak macam orang dewasa yang sudah kena virus dan bakteri macam-macam :p.

Jadi perempuan apalagi sudah menyandang status “ibu”, pressure-nya kan memang tidak ringan. Apalagi peer pressurenya itu lho. Persaingan ketat sesama ibu-ibu hahahahaha.

Terima saja faktanya. Mari coba kita imbangi terus dengan cara … learn to love yourself. As well as learn to forgive yourself… all the time.

Jangan takut untuk memulainya dari awal lagi, berjanji kembali, dan tetap semangat menghadapi hari-hari ke depan walau dirasa kok ya kemaren-kemaren banyak errornya ini hehehehhe.

Pokoknya tiap bangun pagi kudu, “Cemungud eaaaaaa…”

“Courage doesn’t always roar. Sometimes courage is the little voice at the end of the day that says I’ll try again tomorrow.”
― Mary Anne Radmacher

Never lose that courage, Moms! ^_^

***

Menyusuri Jantung Kota Dublin Irlandia

Kisah tentang negara beribukota dublin … Republik Irlandia!

(dimuat di Leisure Jalan-jalan Republika, Desember 2013)

Oleh : Jihan Davincka

***

Kota Dublin terletak di Republik Irlandia yang bersebelahan dengan salah satu negara di Eropa yang cukup popular, Kerajaan Inggris Raya. Republik Irlandia juga berbagi daratan yang sama dengan salah satu wilayah Kerajaan Inggris, Irlandia Utara.

Republik Irlandia tidak setenar Inggris. Menguasai sekitar 80% daratan di pulau Irlandia bagian selatan, Irlandia memang tidak sebesar dan sepadat Inggris. Wilayahnya didominasi oleh padang rumput yang digunakan sebagai wilayah pertanian dan daerah peternakan.

Tapi jangan salah, kota Dublin Irlandia, memiliki wajah yang jauh lebih gemerlap daripada wilayah lain di seantero Irlandia. Dublin, tidak hanya berfungsi sebagai ibukota. Dublin juga merupakan kota terpadat dan terbesar di Republik Irlandia.

Bank of Ireland di Jantung Kota Dublin
Bank of Ireland di Jantung Kota Dublin

City Center, Jantung Kota Dublin

Tempat pertama yang harus disambangi kala melancong ke kota asal Westlife, grup vokal yang pernah merajai dunia musik di akhir tahun 90 an, adalah City Center. Sesuai namanya, lokasi City Center berada di tengah-tengah kota, di sisi kiri dan kanan Sungai Liffey yang melintasi dan membelah wilayah kota Dublin Irlandia menjadi 2.

Lokasinya sangat strategis. Makanya, City Center bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun kereta “Heuston” maupun dari terminal bis “Busaras”.

Sungai Liffey
Sungai Liffey

Untuk mengitari wilayah-wilayah di seputaran City Center sendiri tidak perlu menggunakan kendaraan bermotor. Jalan kaki adalah pilihan yang paling tepat. Jalanan di wilayah ini dibuat senyaman mungkin untuk para pejalan kaki. Dari pagi hingga petang, tempatnya selalu ramai baik oleh penduduk kota maupun oleh turis asing.

Tapi jika tak kuat berjalan kaki, sewa saja sebuah sepeda yang bisa digunakan untuk berkeliling di City Center. Biayanya sekitar 10 euro untuk dipakai seharian. Ada tempat penyewaan sepeda di beberapa tempat. Serba otomatis dan praktis. Tinggal bayar, ambil dan pakai.

Tempat Penyewaan Sepeda
Tempat Penyewaan Sepeda

O’Connell Street, City Center

Ruas jalan utama di City Centar adalah O’Connell Street. Trotoar untuk pejalan kaki lebih lebar daripada jalanan untuk kendaraan bermotor. Tak akan lelah, deh, menyusuri O’Connell saking ramainya dikunjungi orang-orang dari pagi hingga malam.

Sebuah bangunan yang terasnya memiliki pilar-pilar tinggi seperti bangunan Yunani zaman kuno langsung menarik perhatian. Saya pikir museum atau semacamnya. Ternyata, bangunan tersebut sekarang digunakan sebagai kantor pos pusat (General Post Office). Walau di masa lalu, bangunan tersebut memang menyimpan sejarah kemerdekaan Irlandia dari penjajahan Inggris.

O'Connell Street negara beribukota dublin
O’Connell Street

Sepanjang jalan O’Connell, di tengah-tengahnya, bertabur patung-patung dan monumen bersejarah dari tokoh-tokoh penting Irlandia. O’Connell sendiri diambil dari nama salah seorang tokoh nasional Irlandia, Daniel O’Connell. Monumen O’Connell berdiri paling megah dan besar sebelum memasuki O’Connell Street di dekat tepian Sungai Liffey.

Tak cuma patung /monumen dari tokoh-tokoh nasional dari republik yang pernah dijajah Kerajaan Inggris selama 8 abad ini, ada juga sebuah monumen seni yang cukup terkenal. Namanya The Spire of Dublin. Sebuah tiang besi tunggal yang menjulang ke atas setinggi 120 m. Kalau memandang ke atas, seolah tiang tersebut menembus hingga ke awan.

Henry Street - dengan latar belakang The Spike negara beribukota dublin
Henry Street – dengan latar belakang The Spire

Nah, di sisi kiri dan kanan bangunan The Spire ini, kita bisa berbelok ke jalanan kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Berbelok ke arah Henry Street tepat di sebelah kiri The Spire (dari arah Sungai Liffey), jalanannya akan menyajikan deretan toko-toko yang menjual brand-brand kenamaan seperti Zara, Mango, Coach dsb.

Sedangkan jalanan berbelok di sisi kiri The Spire, kita akan masuk ke Earl Street North. Jalanan ini didominasi oleh restoran dan kafe-kafe kecil. Juga ada waralaba khas eropa seperti Tesco dan Dunnes Store yang menjual rupa-rupa barang, dari baju hingga makanan dan minuman. Buat yang muslim, jangan khawatir. Kedai-kedai makan Timur Tengah yang halal mudah ditemukan di ruas jalan yang sama.

Rumah Makan Halal (Turkish Food) negara beribukota dublin
Rumah Makan Halal (Turkish Food)

Setahu saya, ada 2 gerai halal di Earl Street North. Keduanya ala-ala Turki. Bisa ditebak, makanannya mirip dengan masakan khas Timur Tengah. Aneka kebabnya secara umum cocok dengan lidah Asia kita. Nasi-nasi berbumbu juga sudah umum dikenal di tanah air, misalnya Nasi Kebuli. Ada macam-macam pizza juga. Harganya berkisar dari 4-12 euro per porsi.

Temple Bar

Tempat lain yang terkenal di City Center adalah Temple Bar. Awalnya, Temple Bar ini adalah nama sebuah bar yang sangat popular di Dublin. Irlandia memang tersohor sebagai negeri asal Guinness, salah satu merek bir paling terkenal di dunia. Jangan heran, yang namanya bangunan bar, mudah ditemukan di berbagai wilayah Irlandia. Di kota kecil sekali pun.

Kini, nama Temple Bar tidak hanya untuk bangunan bar berwarna merah menyala itu, tapi digunakan untuk keseluruhan daerah di sekitar bar tersebut. Sambil menyusuri wilayah Temple Bar, sesekali mampir menonton pertunjukan-pertunjukan seni jalanan. Misalnya pengamen dalam formasi band komplit, ada vokalis-gitaris-drummer segala, lho.

Temple Bar negara beribukota dublin
Temple Bar

Temple Bar lokasinya berseberangan dengan O’Connell. Kedua areal ini dipisahkan oleh Sungai Liffey.

Market Arcade di George Street

Tempat seru lain untuk berbelanja adalah Market Arcade di George Street. Masih masuk dalam areal City Centre. Lokasinya sejajar dengan Temple Bar, berarti berseberangan dengan O’Connell Street.

Di Market Arcade ini, menjual banyak barang-barang vintage. Semacam barang-barang bekas pakai yang masih bagus. Harganya tentu tidak mahal. Selain itu, ada toko-toko kecil yang menjual suvenir-suvenir. Toko-toko buku yang menjajakan buku-buku bekas, walau toko yang sama juga menyediakan koleksi buku baru.

Tempatnya tidak terlalu lebar tapi panjang. Ada salon dan rumah makan segala di dalamnya. Beberapa kios juga menjual baju-baju khas karnaval. Ada kostum-kostum tema binatang, badut dan baju-baju klasik ala-ala raja dan ratu Inggris zaman dulu.

Market Arcade
Market Arcade

Tempat ini tidak hanya ramai didatangi oleh turis asing. Tapi, warga lokal juga sering terlihat wara wiri di sana. Segerombolan mahasiswa juga hilir mudik di tempat ini.

Bangunan dan Hal Unik Lainnya

Tadinya, saya mengira bahwa sebuah bangunan besar di wilayah City Center dengan desain khas arsitektur eropa ini adalah sebuah gereja. Ternyata bukan. Bangunan tersebut ternyata milik Bank of Ireland, salah satu bank komersial paling besar di Irlandia.

Bangunannya tinggi, mirip dengan The General Post Office di O’Connell Street tadi. Yang unik, banyak kotak-kotak semacam jendela di sekujur dinding bangunan. Tapi semua jendela tersebut tertutup oleh batu alias tidak ada kacanya. Buat apa, ya, kira-kira?

Kita juga akan beberapa kali menemui kuda-kuda yang menarik gerobak yang penuh berisi barang. Penjual asongan? Bukan. Inilah salah satu cara bar-bar yang berada di City Center, Dublin, mempromosikan tempat mereka. Kuda tersebut akan dibawa berkeliling oleh seorang kusir untuk menarik perhatian orang-orang.

Kuda untuk Promosi
Kuda untuk Promosi

Di beberapa tempat di pinggir sungai Liffey juga ada bar terapung. Kapal-kapal kecil yang disulap menjadi bangunan bar.

Berburu Oleh-oleh Khas Irlandia

Salah satu pernak pernik khas Irlandia adalah kostum Leprechaun. Leprechaun adalah peri laki-laki tua yang suka mengenakan topi besar dan panjang berwarna hijau. Aksesoris lengkap dari sang Leprechaun banyak terdapat di toko-toko cendera mata yang tersebar di berbagai pelosok City Center, Dublin.

Carrolls - Irish Gift Shop
Carrolls – Irish Gift Shop

Ada toko khusus yang menjual aneka suvenir dalam bentuk waralaba yang membuka banyak gerai di berbagai tempat di City Center. Namanya Carrolls. Bangunannya khas didominasi warna hijau. Tak sulit ditemukan, mungkin di sepanjang O’Connell Street, gerainya ada 2-3 toko.

Setelah puas menikmati City Center, Dublin, silakan memilih-milih suvenir di gerai-gerai Carrolls.

Naik Apa dan Menginap di mana?

Di Athlone, banyak terdapat hotel-hotel berbintang seperti Sheraton dan Radisson. Radisson ini direkomendasikan karena letaknya yang tepat di salah satu pesisir Sungai Shannon. Pemandangan dari teras kamar yang menghadap ke Sungai Shannon dijamin cantik.

Selain hotel, ada juga penginapan yang modelnya Bed & Breakfast (B&B). Keduanya, hotel maupun B&B bisa dibooking melalui berbagai situs-situs online.

Penerbangan dari tanah air ke Irlandia juga ada beberapa alternatif. Bisa melalui maskapai-maskapai eropa atau melalui maskapai timur tengah seperti Emirates dan Etihad. Harga tiket tergantung musim. Biasanya, di musim semi hingga musim panas (kira-kira di bulan maret – september), harga tiket bisa melambung tinggi.

Untuk memasuki wilayah Irlandia, diperlukan visa khusus. Walau termasuk anggota Uni Eropa, Irlandia tidak termasuk wilayah Schengen. Untuk pemegang paspor Indonesia, biaya pembuatan visa gratis. Cuma bila diproses melalui tanah air, ada biaya tambahan.

Di Indonesia, tidak ada kedutaan besar Irlandia. Adanya Honorary Consulate yang berada di Jakarta Stock Exchange Building Tower 1, lantai 12, Jl. Jenderal Sudirman kav 52-53. Biaya tambahan tadi diperlukan karena proses pembuatan visa harus melalui Kedutaan Irlandia terdekat yang berada di Singapura.

Wilayah Temple Bar Streets

***