Bersenang-senang di Irlandia

(dimuat di Majalah Parenting Indonesia, edisi Februari 2014). Tema tulisannya liburan anak di Irlandia.

Bersenang-senang di Irlandia

Oleh Jihan Davincka

Ternyata, negara yang lahan hijaunya banyak ini seru juga dijelajahi oleh keluarga. Ada apa saja, sih?

Ring of Kerry Ireland by Dani Rosyadi
Irlandia, pic by : Dani Rosyadi

Republik Irlandia menguasai bagian selatan dari Pulau Irlandia. Jangan salah, tidak semua daratan pulau ini berada di bawah kedaulatan Republik Irlandia, lho. Irlandia Utara justru merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Inggris Raya.

Dan, tak hanya ibukota Dublin yang bisa dijadikan tujuan utama para turis asing. Wilayah di kota-kota kecil dan pedesaan Irlandia juga banyak menarik perhatian. Ya, lahan hijau negara ini banyak digunakan penduduk untuk pertanian dan peternakan. Selain itu, dataran Irlandia juga bertabur danau dan sungai-sungai.

Wilayah daratan tengah Irlandia, dikenal sebagai midland region, punya banyak kota-kota seru untuk disinggahi. Misalnya, Athlone, kota terbesar di midland, yang dilewati oleh sungai terpanjang di Irlandia, yakni Sungai Shannon.

Saat menjelajahi midland Irlandia ini, sebagian besar kiri dan kanan jalan disuguhi oleh pemandangan cantik khas pedalaman Eropa. Padang rumput warna warni lengkap dengan peternakan sapi dan dombanya. Asyik sekali, ya? Sesekali diselingi bangunan-bangunan, berupa rumah kecil bercerobong asap yang dicat warna-warna pastel yang cerah. Kebayang, kan, betapa indahnya. Yang pasti, banyak tempat-tempat seru yang bisa dikunjungi bersama anak-anak.

Glendeer Pet Farm 

Lokasi: Athlone, Co.Westmeath

No. Telp./Website: +353 (0)90 6437147 / www.glendeerpetfarm.ie

Jam Buka: Di hari Senin hingga Sabtu, peternakan dibuka untuk umum dari pukul 11 siang hingga pukul 6 sore.Di hari Minggu, dibuka dari pukul 12 siang hingga pukul 6 sore.

Harga Tiket: 8 euro per orang, termasuk dewasa dan anak-anak. Note: 1 euro = Rp16.500. Anak-anak di bawah usia 18 bulan tidak perlu membayar.

Glendeer lihat llama

Berkendara dengan mobil selama 15 menit dari jantung kota Athlone, tibalah kami di Glendeer Pet Farm. Peternakan ini khusus dibuka untuk umum. Biasanya, menjadi langganan wajib untuk kegiatan study tour bagi siswa-siswi sekolah dasar di sekitar wilayah Midland.

Begitu turun dari mobil, anak-anak, Nabil (5) dan Narda (2), sudah menghambur turun, tidak sabar ingin masuk ke dalam. Padahal, kami sengaja tidak memberitahu mereka kalau akan membawa mereka ke peternakan. Tapi, dari luar sudah banyak gambar-gambar hewan khas peternakan yang dipasang memenuhi dinding bangunan untuk mengucapkan “Selamat Datang”. Bahkan, sebuah replika sapi seukuran seekor sapi besar di pojok pekarangan sempat membuat si sulung grogi. Setelah ditunggu beberapa lama, patung tersebut tidak bergerak. Barulah dia sadar kalau itu cuma patung. Hahaha… Replika sapi ini benar-benar mirip, lho, dengan aslinya.

Pintu utama akan langsung membawa kami masuk ke dalam kafetaria. Ternyata, loket ada di kasir kafe tersebut. Setelah membayar, anak-anak dibekali 2 kantong kertas yang berisi makanan burung. “You can feed them inside using your own hands,” kata kasir sambil mengedipkan matanya pada anak-anak.

Deretan burung dalam kandang di sisi kiri dan kawanan anak-anak sapi, domba, dan kambing di sebelah kanan adalah pemandangan pertama yang ditemui saat memasuki areal peternakan. Burung unta langsung menarik perhatian si kecil. Burung besar yang tidak bisa terbang ini sepertinya sudah hafal, bila melihat pengunjung datang. Ya, artinya … saatnya makan! Ukurannya yang besar dengan paruh yang tidak kecil membuat anak-anak saya malah enggan mendekat.

“It’s too big…” Kata Nabil.

Narda ikut berceloteh, “Big, big biiiid…” Maksudnya, big bird.

Suami saya (Dani) akhirnya maju dan memberi makan si burung unta yang sedari tadi berusaha menarik perhatian kami dengan suaranya yang berisik.

glen dikejar anak domba

Tak lama kemudian, anak-anak sudah berlarian menuju pagar pembatas kandang sapi, domba, dan kambing. Seekor domba kecil berhasil menyusupkan badannya ke luar kandang dan mengejar-ngejar si bungsu. Si kecil tadinya senang dan berusaha melemparkan makanan ke arahnya.Tapi, begitu ia mulai bosan, si domba kecil terus saja mengikutinya. Lama-lama Narda jadi takut dan menjerit-jerit.

“Go, go, waway…” Maksudnya, go away.

Untunglah, di hadapan kami sudah terbentang padang rumput. Beberapa ekor Llama nampak berkeliaran di sana. Beberapa di antaranya malah duduk bermalas-malasan. Anak-anak langsung lupa, deh, dengan hebohnya dikejar-kejar anak domba yang minta makan. Sayangnya, Llama seperti ogah-ogahan berinteraksi dengan anak-anak, sehingga kami lebih tertarik pada bangunan kayu besar di samping padang tersebut. Ternyata, sebuah kandang tertutup.

Di sisi kiri pintu masuk, ruang pertama yang kami temui disekat-sekat menjadi kandang kecil-kecil tanpa atap. Hanya ada pagar kayu pembatas agar pengunjung tidak mendekat terlalu jauh. Ada bayi-bayi sapi di kandang pertama. Lalu, berturut-turut ada babi-babi  kecil yang sedang menyusu pada induknya yang sepertinya sedang tertidur. Anak-anak anjing nampak dikerubutin pengunjung lain. Malah seorang anak perempuan masuk ke sana dan bermain bersama seekor anjing kecil.

Nabil ikut menonton dari pinggir kandang sambil melambai-lambaikan tangannya, “Hai, Puppy.”

Ternyata, bangunan tersebut memiliki 2 ruangan. Sebuah pintu memperlihatkan isi ruangan satunya. Wah, sebuah playground dalam ruangan. Perosotannya tinggi dan melingkar. Di sana juga ada kotak pasir yang ukurannya cukup untuk memuat belasan anak yang ingin bermain pasir. Beberapa peralatan disediakan, seperti sekop, gerobak kecil, ember-ember dsb. Sampai butuh waktu cukup lama untuk membujuk anak-anak meninggalkan arena bermain tersebut. Bukan apa-apa. Masih banyak areal peternakan yang belum kami datangi.

glendeer kandang tutup

Akhirnya, kami berjalan ke tempat para bebek dan angsa. Mereka dikumpulkan dalam sebuah kandang khusus yang diberi pagar yang tidak terlalu tinggi. Melalui pagar itulah, anak-anak sibuk melemparkan makanan ke dalam. Ribut betul para bebek ‘berteriak’ yang membuat anak-anak malah senang dan makin bersemangat memberi makan. Di depan kandang bebek yang bentuknya memanjang tadi, kembali sebuah padang rumput terbentang luas. Bedanya, yang ini jauh lebih luas daripada yang tadi. Kawanan sapi dewasa dan kuda-kuda nampak merumput di sana. Di ujung areal peternakan, ada kandang ayam. Dua bungkus biji-bijian yang tadi diberikan petugas di kasir sudah habis. Jadi, kami tak berlama-lama bermain di kandang ayam. Melangkah lebih jauh, ada kandang kerbau dan sapi yang juga dipagari.

Walau disekat dalam pagar, Nabil agak enggan dekat-dekat. “They’re very big. They’ll chease us.”

Saya tertawa, “No, they won’t. Sapi sama kerbaunya lagi asyik makan rumput, tuh. Look, they’re not even look at you.”

Ternyata, ada fasilitas taman bermain di areal terbuka. Langsung, deh, anak-anak berlarian ke sana. Beberapa ekor Llama juga berkeliaran di taman bermain. Mulai dari perosotan, ayunan, sampai permainan semacam flying fox juga ada. Flying fox-nya tidak begitu tinggi, sehingga Narda berani meluncur sendiri tanpa dipegangi. Lagi-lagi butuh usaha ekstra untuk membawa mereka pergi dari taman bermain ini. Akhirnya, mungkin karena lapar juga, mereka mau diajak pergi. Kami pun kembali ke areal kafetaria dan menikmati makan siang yang sudah disiapkan dari rumah. Tempo hari, kami berbekal nasi, ayam goreng dan sayur capcay. Khas Indonesia sekali, ya.

Sebenarnya, kafetaria menyediakan aneka roti, muffin, dan kue-kue kecil lainnya. Ada pula kopi dan teh hangat. Roti dan muffin biasanya seharga 1-3 euro per buah. Sedangkan segelas kopi bisa dinikmati dengan harga 1.5 euro. Teh hangat lebih murah, 1 euro saja. Penganan khas di Irlandia mirip dengan negara-negara barat lainnya, aneka muffin yang ditemani dengan secangkir kopi atau teh. Kami membawa sendiri nasi dan lauk pauknya. Maklumlah, perut tanah air sudah terbiasa diisi nasi 3 kali sehari. Catatan: Untuk menjelajahi seluruh wilayah peternakan biasanya  butuh sekitar 3 – 4 jam.

Cantiknya Padang Rumput Clonmacnoise 

Lokasi: ShannonBridge, Co. Offaly

No. Telp./Website: https://www.heritageireland.ie/en/midlandseastcoast/clonmacnoise/

Jam Buka: 10.00-18.00

Harga Tiket: Gratis

clon reruntuhan

Clonmacnoise adalah salah satu situs monastik umat Katolik yang paling terkenal di Irlandia. Letaknya cukup dekat, sekitar 30 menit dari pusat kota Athlone dan di salah satu pesisir Sungai Shannon.

Setelah memasuki pintu utama di situs wisata ini, ada sebuah bangunan yang saya pikir hanya tempat resepsionis saja. Namanya ‘Visitor’s Center’. Ternyata, dalam bangunan tersebut, selain ada kafetaria, kamar kecil, dan juga ruang museum.

clon kuburan

Di sana, kami bisa mendapat banyak sekali keterangan mengenai Clonmacnoise. Tidak hanya tulisan, tapi dilengkapi berbagai miniatur tentang kegiatan dan bangunan masa lalu di kompleks biara tersebut. Benar-benar, jauh dari rasa bosan dalam menikmati sejarah tempat ini. Anak-anak juga patuh dan ikut memandangi properti dalam museum dengan seksama tanpa terlihat bosan.

“Take me higher, I wanna see, I wanna see…” Nabil sempat merengek minta digendong saat melihat salib batu berukuran besar di tengah-tengah ruangan.

museum dalam clonmacnoise

Narda juga sempat mengira patung-patung orang yang menggambarkan situasi biara di masa lalu itu benar-benar hidup. “Heyo, heyo…” (Helo, helo) Katanya sambil senyum-senyum di depan salah satu perangkat miniatur tadi.

Keluar dari museum, barulah terlihat bangunan-bangunan biara zaman dulu yang  hanya berupa puing-puing saja. Termasuk sebuah katedral yang sudah tidak menyisakan atap sama sekali. Di samping katedral yang dibangun di awal abad ke-10 tersebut, terdapat beberapa reruntuhan kuil-kuil yang ukurannya tidak terlalu besar. Konon, dulunya di sinilah dimakamkan Santa Ciaran, orang yang pertama kali menemukan dan  membangun kuil di wilayah Clonmacnoise ini.

Clon anak-anak

Selain reruntuhan kuil dan makam, pemandangan serba hijau yang berpadu dengan birunya air sungai Shannon adalah obyek utama dari tempat ini. Anak-anak sampai berguling-guling di atas padang rumputnya.

Saking lapangnya padang rumput di sana dan serunya bermain bersama adiknya, belum apa-apa Nabil sudah setengah mengancam, “I don’t wanna go home. We wanna play until looooong..”

Oh ya, situs ini bisa dinikmati dengan gratis.

Jangan Lupa Museum Barang Antik 

Lokasi: Curraghboy, Roscommon

No. Telp./Website: https://www.derrygladfolkmuseum.com/

Jam Buka: Senin-Sabtu, 10.00 – 18.00

Harga Tiket: 5 euro per orang. Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak perlu membayar.

Kalau mengunjungi midland, belum lengkap tanpa menyambangi museum antik yang satu ini. Namanya Derryglad Folk Museum. Museum ini sebenarnya berada di kota kecil yang bernama Curraghboy. Tapi jaraknya dekat sekali dari Athlone. Hanya sekitar 14 km, yang bila ditempuh dengan naik mobil sekitar 15 menit saja.

Museum ini menyimpan banyak sekali benda-benda kuno khas penduduk Irlandia yang berasal dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Macam-macam barang yang ada di sana. Mulai dari kamera-kamera antik, alat-alat pertukangan dan pertanian, mesin cuci tempo dulu, keramik-keramik peralatan dapur hingga miniatur tempat-tempat umum Irlandia di masa lalu.

museum plang

Ada 2 bangunan utama di museum ini. Yang sebelah kiri dan berukuran lebih kecil namanya MacCormacs Photography Room. Isinya adalah peralatan-peralatan sebuah studio foto dari tahun 1948, sebelum era digital. Selain itu, terdapat juga peralatan mencuci cetak foto. Apa lagi? Ada foto-foto klasik dari orang-orang terkenal yang pernah datang ke Irlandia dan diabadikan di studio foto MacCormacs yang memang pernah berdiri di kota Athlone dari tahun 1948 hingga tahun 2002.

Ruangan kedua, arealnya lebih luas. Meja-meja besar ditata di tengah-tengah ruangan. Semuanya dijejali barang-barang. Keseluruhan dinding juga sarat dengan benda-benda kuno. Ada yang digantung, ada juga yang ditaruh di atas rak-rak yang menempel di tembok ruangan. Tembok dekat pintu penuh dengan keramik-keramik peralatan makan dan minum. Mulai dari teko-teko antik, gelas-gelas kaca yang berukir atau bergambar, gelas-gelas besi sampai piring-piring serta mangkok makan model klasik.

museum depan inside

Harus ekstra repot kalau membawa para balita ke sini. Mereka, sih, senang. Tapi rasa penasaran membuat mereka ingin menyentuh macam-macam barang.

“I like that red glass, Mommie. Can we have it?” Tangan Nabil berusaha menggapai-gapai di depan rak lemari yang dijejali aneka peralatan dapur yang sebagian besar tergolong pecah belah.

Saya paling tertarik dengan mesin cuci yang berasal dari abad ke-19. Di atasnya tertulis ’from 1870’. Katanya, mesin bekerja dengan cara memutar sebuah bulatan hitam di atas wadah kayu besar atau dengan memompa tuas yang juga terpasang di atasnya. Seru, kan? Ada rupa-rupa setrika uap, alat-alat pertukangan, berkebun dan pertanian di masa lalu yang juga melengkapi isi museum.

Melihat alat pertanian juga anak-anak heboh. Ada semacam alat untuk membajak yang mungkin bagi mereka terlihat seperti mobil-mobilan. Alat cangkul yang ukurannya besar disangka pedang, “Wow, a big sword,” gumam Nabil.

Di pojok belakang ruangan ada semacam tempat yang ditata seperti sebuah warung kecil. Di rak-raknya tersusun macam-macam benda dari masa lalu. Sebagian merek yang ada masih dijual hingga kini tapi dalam kemasan modern. Misalnya merek teh, biskuit, kopi, rokok, tepung dan botol-botol saos. (Mbak, ini maksudnya yang di museum enggak dijual. Kemasan moderennya dijual di toko-toko biasa hehe. Yang ada di museum yang kemasan jadulnya walaupun merek masih beredar hingga sekarang :D).

museum miniatur kelas

Tak ketinggalan hadirnya miniatur ruangan dan bangunan masyarakat Irlandia di abad-abad lalu. Ada miniatur sebuah ruangan kelas yang tak hanya menampilkan papan tulis kayu dan kursi-kursi kayu yang umum digunakan dulu, tapi juga dihuni patung anak laki-laki kecil bertopi dan seorang ibu guru yang duduk di depan kelas.

Di sini, Narda yang tadinya sudah mulai bosan, kembali bersemangat. Dia berlarian dalam miniature ruang kelas itu. Sembari mengajak patung anak laki-laki kecil yang dibuat seukuran badan Narda. Seperti biasa, dia tertawa dan menyapa, “Heyo, heyo, let’s peyyy…” (Helo, helo, let’s play)

Abangnya tidak mengerti kalau Narda belum bisa membedakan patung dan orang, setengah menghardik, “It’s just a statue. He can not talk!”

Splash!

Setiap ruas jalan di wilayah Republik Irlandia dilengkapi petunjuk-petunjuk jalan yang komplit, termasuk petunjuk tentang rute dan nama-nama tujuan wisata yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

museum toko antik

Bagaimana di Sana?

  • Di Athlone, banyak terdapat hotel-hotel berbintang seperti Sheraton dan Radisson. Radisson ini direkomendasikan karena letaknya yang tepat di salah satu pesisir Sungai Shannon. Pemandangan dari teras kamar yang menghadap ke sungai bagus sekali. Selain hotel, ada juga penginapan yang modelnya Bed & Breakfast (B&B). Baik hotel maupun B&B bisa dibooking melalui situs-situs online.

Sheraton Athlone à www.sheratonathlonehotel.com

Radisson Blu Athloneà www.radissonblu.ie/athlone

Rate per malam untuk kamar di Sheraton dan Radisson yang berukuran double berkisar antara 100-200 euro per malam. Kalau dibooking jauh-jauh hari, tarifnya bisa jauh lebih murah, lho.

Sedangkan B&B di Athlone bisa disambangi informasinya di www.booking.com, tarifnya lebih bersahabat di kantong. Berkisar 30-100 euro per malam.

  • Penerbangan dari tanah air ke Irlandia juga ada beberapa alternatif. Bisa melalui maskapai-maskapai Eropa atau melalui maskapai Timur Tengah, seperti Emirates dan Etihad. Harga tiket tergantung musim. Biasanya, di musim semi hingga musim panas (kira-kira Maret – September), harga tiket melambung tinggi.
  • Untuk memasuki wilayah Irlandia, diperlukan visa khusus. Walau termasuk anggota Uni Eropa, Irlandia tidak termasuk wilayah Schengen. Untuk pemegang paspor Indonesia, biaya pembuatan visa gratis. Cuma, bila diproses melalui tanah air, ada biaya tambahan, karena kedutaan Irlandia adanya di Singapura.
  • Di kota-kota yang tidak terlalu besar seperti Dublin, sebaiknya menyewa mobil sendiri. Bus angkutan umum cukup terbatas. Rental mobil mudah ditemukan di Kota Athlone. Harganya berkisar 10-30 euro per hari. Tergantung musim. Musim panas tentu akan lebih mahal daripada musim dingin misalnya. Salah satu situs penyewaan mobil bisa dilihat di sini ebookers.ie/Car
  • Rute jalan tidak sulit, kok. Papan penunjuk banyak dan memudahkan. Salah satu situs yang bisa membantu adalah athlone.ie/getting-here
  • Membeli makanan dan minuman di Kota Athlone juga tidak sulit. Gerai-gerai yang sudah umum dikenal di tanah air seperti Burger King dan McDonald serta KFC ada di kota ini. Harganya berkisar antara 1-10 euro per porsi, tergantung jenis makanannya. Makanan khas di sini tidak ada yang tergolong unik. Biasanya makanan utama mereka adalah aneka daging steak yang dinikmati dengan mash potatoes. Restoran halal juga ada, lho, di Kota Athlone. Misalnya rumah makan bernuansa Timur Tengah, Charcoal Grill, charcoalgrill.ie. Sajiannya sangat bervariasi. Menu-menu nasinya juga lengkap, lho. Andalannya apalagi kalau bukan aneka kebab. Harga menu berkisar 4-15 euro per porsi.
  • Situs resmi utk Irlandiaà https://www.discoverireland.ie/

Klik di sini infonya jika tertarik ingin menulis kisah jalan-jalan bersama keluarga ke Majalah Parenting Indonesia.

***

Gurten at Bern Switzerland picture by Dani Rosyadi

Memandang Alam dari Atas Bukit Gurten

“No more adventure …” Begitu keluhan anak kedua saya begitu kami menempuh jalan setapak yang memang agak menanjak dari stasiun tram “GurtenBahn”, menuju stasiun funicular benaran-nya si “GurtenBahn”. Hihihi, dese ngambek soalnya sekarang sudah enggak boleh stroller-an ke mana-mana. Biar latihan. Entar kalau insya Allah dedek sudah lahir, yang pake buggy cuma si bebi aja hehe.

Wisata ke Swiss Gurten Bern fotografer Dani Rosyadi
Gurten Bern, fotografer Dani Rosyadi

Nah, kami menghiburnya dengan iming-iming, “We’re going to have a great adventure!”

Tapi kalau ketemu jalan menanjak, ya gitu, si nomor dua ini langsung ribet sendiri hahaha.

Kali ini mau cerita soal satu tempat multi fungsi di kota Bern yang sempat kami datangi 2x. Soalnya dekat banget dari lokasi apartemen kami. Lagian Kota Bern juga enggak gede-gede amat, sih. Dari  mana saja juga itugannya enggak jauh ini. Itu alasan nomor dua. Alasan nomor satu ya tentu saja karena … GRATIS! Hahaha.

Dari apartemen kami yang waktu itu dekat-dekat wilayah Sulgenau, kami naik tram nomor 9 dari stasiun Wander. Hanya melewati 2-3 stasiun kalau enggak salah. Dekat, kurang dari 10 menit kali udah nyampe di GurtenBahn.

Nama tempatnya Gurten. Terletak di atas perbukitan. Bisa dibilang area bukit Gurten Swiss ini termasuk salah satu dataran paling tinggi di Kota Bern. Bern termasuk kota di Swiss yang konturnya turun naik alias berbukit-bukit parah. Walau kecuramannya tidak seheboh di Kota Lausanne :D.

pic by Dani Rosyadi at Gurten Swiss Bern
The boys ^_^

Karena posisinya menjulangnya ini, patut banget kita nyanyiin :

Memandang alam dari atas bukit,
Sejauh pandang kulepaskan
Sungai nampak berliku
Bagai permadani di kaki langit
Gunung menjulang,
berpayung awan,
Oh.. indah pemandangan

(Skip satu biar benar-benar pas, hayoooo yang mana :p).

View from Gurten Swiss pic by Dani Rosyadi
Cantiknya Bern dari atas Bukit Gurten Swiss

Yoi banget, dari Gurten, kita leluasa memandang ke hampir semua penjuru dari atas :). Sungai Aare terlihat seperti segaris berwarna coklat kehijauan. Awal kita datang, masih dingin banget walau sudah masuk musim semi. Pohon-pohon masih botak dan dominasi warna coklat dari dahan dan batang yang kelihatan. Tetap kelihatan cantik.

Saat datang kedua kali, cuaca sudah lebih terik dan pepohonan sudah mulai rimbun kehijauan. Kecenya beda lagi. Kalau awan jangan ditanya. Curah hujan cukup tinggi di Swiss walau tidak selabil di Irlandia. Di Irlandia, hujannya lebih sulit diprediksi karena akrab menyapa di semua musim. Awan menggumpal-gumpal mulai dari corak putih bersih sampai keabu-abuan di hamparan langit biru yang bersih.

Sering hujan membuat awan sering berarak di langit. Makanya waktu di Saudi dulu, sulit menangkap momen awan, soalnya langitnya bersih karena hujan sekali setahun saja belum tentu. Saudi ya keren juga. Tapi kelebihannya beda lagi ;).

On top of Gurten Swiss pic by Dani Rosyadi
Dari atas Bukit Gurten Swiss, fotografer Dani Rosyadi

Karena letaknya di atas, menuju lokasi harus naik funicular, kereta listrik yang biasanya dibangun di sisi perbukitan buat moda transportasi turun naik. Biayanya sekitar 10 frank bolak balik. Ongkos “ngangkot” di Swiss mah jangan ditanya deh mihilnya hihihi :p.

Kalau pakai libero, semacam tiket terusan untuk naik semua moda transportasi di Canton Bern, naik funicular via GurtenBahn SUDAH termasuk. Canton ini semacam provinsi gitu.

Menuju ke atas, paling sekitar 5 menit. Dekat, kok. Kami biasanya naik paling depan biar gampang kalau mau pecicilan sambil foto-foto lihat pemandangan dari dalam funicular.

Wisata ke Swiss funicular Gurten Swiss
Eksis dalam funicular hihihi, kedatangan pertama nih, masih pakai jaket bulu-bulu plus kaos tangan :p

Bisa ngapain saja di area bukit Gutern Swiss ini? Buanyaaaakkkkk :D.

Dari bawah saja sudah banyak orang-orang nenteng sepeda. Mereka mau sepedaan di atas. Kalau nanjak mungkin lumayan juga gowesnya. Jadi umumnya, pas naik, para biker ini numpang funicular, beli tiket one way saja. Nanti turunnya kan tinggal meluncur pakai sepeda hehe.

Area hiking  memang terbentang luas di Gurten. Kami saja 2x ke sana, enggak sanggup mengelilingi semua areanya. Selalu nempel di area playground saja hihihi. Kedatangan pertama memang saya tidak berkutik. Dingin, boooo, huhuhu. Anginnya itu lho soalnya di atas bukit. Pas kedua kali walau terik tetap jaketan, walau sudah ganti dengan yang lebih tipis, karena anginnya tetap rempong.

The GurtenBahn at Gurten Swiss pic by Dani Rosyadi
Stasiun GurtenBahn yang di atas bukit Gurten Swiss

Kedatangan ke-2 inilah yang dilewatkan dengan lebih banyak hiking di area-area semacam hutan dan tebing-tebingnya. Tebingnya sih landai banget. Terus banyak pepohonan juga.

Anak-anak biasanya pas datang langsung menyerbu ke playground. Playgroundnya gede. Sayang nih enggak punya foto-foto di playground. Sama-sama sibuk ngangon anak kalau di sini. Soalnya sempat lho, anak no.2 hilang dari pandangan. Duh, udah mau nangis. Tempatnya kan luas gitu.

Ini karena kita lagi makan siang di kursi taman sambil lihat pemandangan. Anak-anak udah kelar duluan dan langsung ke playground. Karena ada si abangnya, ya saya biarkan saja. Eh, abangnya tahu-tahu mau ke kamar kecil dan ninggalin adiknya. Saya sudah nangis lho hahahaha. Takut dimarahin suami juga. Eh, ujug-ujug anaknya datang sendiri sambil lari-lari. Cukup sekali itu, deh, ya. Pelajaran banget buat saya ini *tutupMuka*.

Hikingnya sendiri rutenya ya turun naik. Biar anak-anak enggak rewel, ya ajakin main. Mereka lagi demen Star Wars. Terus suka pura-pura mungut ranting pohon pura-puranya jadi lightsaber gitu hihi. Mereka ala-ala Star Wars, saya malah ngangkat-ngangkat rantingnya sambil berseru, “Wingardium Leviosa!” Beda zaman, beda selera :p. Yang bareng ya wisata ke swiss nya ini hihihi.

Wisata ke Swiss Hiking at Gurten Swiss pic by Dani Rosyadi
“Wingardium Leviosa!” 😀

Kalau mau santai-santai juga bisa. Padang rumput di mana-mana. Tinggal gelar tikar kalau mau. Ish, ‘serem’ juga kalau menjelang summer, ya. Tahu-tahu pas nyeberang padang rumput yang ditengah-tengahnya ada satu-dua orang-orang goler-goleran, ada pemandangan ‘syur’ hihihihi. Cipok-cipokan plus peluk-pelukan sudah setengah tindih-tindihan dengan kostum “seadanya”. Uhuuuyyyyy :p *tutupMataAnakAnak*.

Sori yeee, enggak ada pic-nya la yaooowww hahaha.

Di Swiss memang lebih ‘bebas’ nampaknya, ya. Di Irlandia jauh lebh ‘sopan’. Apa karena di Irlandia saya tinggalnya di kota kecil ya? :D.

Wisata ke Swiss saat ke Gurten ini nawarin banyak alternatif : yang mau sepedaan lahan segede gaban, yang tikeran banyak tempat nyaman, yang mau ke playground monggo saja, kalau mau pipis? Ke kafe saja! Hihihihi. Iya lho, saya sering numpang pipis di kafe-nya :D. Mungkin ada toilet umum tapi malas nyarinya :p.

Di sini orang doyan nge-teh atau ngopi sambil ngemil-ngemil gitu. Jadinya kafe lumayan rame. Tapi kalau di Indonesia mungkin sudah buka beberapa lapak sekaligus, ya. Nah, di bukit Gurten segede itu, kafenya cuma ada satu! Tapi tempatnya 2 lantai dan luar-dalam. Jadi enggak pernah sampai ngantri-ngantri banget.

Nih bangunan kafenya aja caem begini ^_^. Kamar mandinya jangan ditanyalah. Bersih dan wangi ;).

Cafetaria at Gurten Bern Swiss. Pic by Dani Rosyadi
Kafe di Gurten Swiss. Lumayan buat jajan plus… pipis! Hihihi

Sempat ngemil buah di sana pas sore-sore. Suami beli cappucino segelas tapi diminum rame-rame. Sadis nih ongkos jajan di Swiss soalnya hahahaha :p. Ingat, ngirit itu pilihan! #eaaaaaa. Dalam kafenya juga ada indoor playground. Pas lagi dingin-dinginnya, lumayan ngadem di kafe sampai sejam lebih. Ngobrol sama suami, anak-anak hepi-hepi di playground-nya :D.

Tapi pas lagi terik, counter es krim-nya dibuka. Lokasinya lebih dekat ke playground. Ikutan deh, ngantri beli es krim aneka rasa. 3.5 frank per biji, itu juga single scoop dan conenya paling kecil :p. Iya sih kalau lagi di yurop jangan terlalu sering convert ke rupiah :p.

Es krimnya beli 2 aja buat anak-anak. Emaknya nunggu hoki aja kali ada yang makannya nyisa hahaha.

Ice cream at Gurten Bern Swiss pic by Dani Rosyadi
Ngemil es krim pas lagi cuaca anget ^-^

Ya begitulah seputar hura-hura murah meriah yang bisa dilakukan saat piknik ke bukit Gutern Swiss. Mungkin yang tinggal di Bern sudah berapa kali nih bolak balik ke sini. Kayaknya enggak bakal bosan, ya ^_^. Apalagi tempatnya memang cocok buat semua anggota keluarga.

Papahnya bisa motret-motret. Secara pemandangan alamnya benar-benar unbelievable. Mau sepedaan dengan medan-medan yang panjang dan menantang juga bisa banget :D. Anak-anak bisa guling-gulingan sepuas hati. Emaknya ya tinggal ngikut aja kan? hihihi.

Gurten Swiss in Bern pic by Dani Rosyadi
Bareng anak pertama 😀

Arena yang ‘ramah’ keluarga macam gini yang kita idam-idamkan bersama, ya :D. Cuma mungkin agak challenging untuk di tanah air. Pengaruh cuaca misalnya. Di mayoritas daratan Eropa, rata-rata negara 4 musim dengan kelembaban udara yang rendah. Enggak gampang keringetan, Cyin, walau matahari seganas apa juga.

Lah, kalau di Indonesia, hujan saja kita tetap kegerahan, ya, hehehe. Jadi, jangan buru-buru menyalahkan ini itu lho yaaaa. Bentang alam juga beda. Miara rumput di tanah air lebih susah. Karena tumbuhnya bisa sampai panjang-panjang gitu. Di Eropa kan begitu musim dingin, mampet sendiri pertumbuhannya hehehe.

Biaya pemeliharaan dan pengawasan fasilitas umum juga penting. Di tanah air, sebagian masyarakat mau makan saja masih susah :(. Sementara kebutuhan seperti ini termasuk kebutuhan tersier alias nomor kesekian.

Wisata ke Swiss Gurten Swiss Bern pic by Dani Rosyadi
Bareng anak ke-2 ^_^

Saya tulis begini akhir-akhirnya, karena biasanya ada saja yang langsung  mengutuk negeri sendiri kenapa tidak bisa sebagus negara lain? Hehehe. Long way to go tapi kan harapan tidak pernah pupus. Makanya, doakan selalu dong untuk perbaikan ke arah yang lebih baik untuk negeri kita tercinta ;).

Kelebihan negara kita dibanding Swiss juga ada. Tapi mungkin tidak cucok dibahas di postingan ini :p.

Pokoknya banyak jalan-jalan ke tempat lain enggak boleh bikin songong yeeeee. Apalagi sampai mematahkan asa untuk tanah kelahiran ^_^. Mari belajar yang positif tapi cintanya tetap untuk ibu pertiwi.

“When we love, we always strive to become better than we are. When we strive to become better than we are, everything around us becomes better too.”  -Paulo Coelho-

Busyet, berasa salah arah gini postingannya hahahahaha. Baiklah, sebelum mamak Poni ceramah lebih enggak penting lagi, kita akhiri sampai di sini. Siapa mau ngikut ke Gurten? Yuk, yuk ^_^.

Wisata ke Swiss Hiking at Gurten Bern pic by Dani Rosyadi
Follow me! 😀

 

 

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi

Food Combining Susu Haram?

Definisi haram di sini maksudnya sama sekali tidak boleh dikonsumsi. Beberapa pekan kemarin sempat ramai ya kontroversi susu hewan ini :D. Widih, sampai bawa-bawa ayat alquran segala. Tapi benar lho, memang ada ayat yang mengatakan secara eksplisit bahwa susu hewan boleh dikonsumsi oleh manusia. BOLEH! :D.

Lah, tapi katanya dalam pola makan food combining susu haram? Nah itu diaaaa, kata siapa sih haram? :p.

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi
Sapi di Swiss :D, pics by : Dani Rosyadi

Dalam Food Combining, susu hewan dikategorikan sebagai makanan ‘rekreasional’. Tidak untuk dikonsumsi rutin sehari-hari. Sementara kita sudah terlanjur menganggap susu ini sebagai “makanan level dewa” hehehe. Kayaknya enggak klop deh kalau enggak minum susu sehari.

Apalagi konsumsi susu buat anak-anak. Kadang lebih penting masukin susu ke perutnya ketimbang makanan lain –> saya juga dulu gini *tutupMuka*. Kalau lagi buru-buru, cekokin susu saja, makannya bisa entar-entar.

Ya enggak apa-apa. Hidup kan berproses, ya. Ilmu pengetahuan pun terus berkembang. Memang, yang namanya belajar itu enggak mengenal batas waktu ^_^.

 

Inilah info-info seputar susu  hewan ala-ala saya hehehe. Dikaitkan juga dengan pola makan Food Combining yang saya yakini sebagai dasar memilih  menu makanan tiap harinya. Walau jujur, akhir-akhir ini sudah tidak sedisiplin dulu. Tapi, tetap semangat untuk berusaha optimal. CMIIW, ya, kalau ada yang dirasa kurang tepat :).

1. Dalam Food Combining, yang membuat susu hewan dikategorikan sebagai BUKAN zat gizi utama dalam nutrisi harian kita adalah zat yang terkandung di dalamnya. Susu hewan mengandung protein dan karbohidrat dalam jumlah yang tinggi. Sementara dalam Food Combining,  protein hewani seharusnya dikonsumsi terpisah dengan karbohidrat.

Ini terkait dengan optimalisasi kerja enzim pencernaan. Diyakini enzim penyerapan karbo dan enzim penyerapan protein hewani kerjanya malah bertolak belakang. Sebisa mungkin jangan sampai bareng, minimalkan salah satu sebisa mungkin. Aduh, bahasa saya bener gak ya? Hihihi. Pokoknya semacam itulah. Kapan-kapan dijelaskan lebih detail, ya :).

Tapi ingat ya, sifatnya rekreasional. Apakah sama sekali tidak boleh? Ya bolehlah tapi sekali-sekali saja. Dihindari lebih baik. Ini berlaku untuk susu hewan dan semua turunannya termasuk keju dkk.

Susu (gambar : gudangkesehatan.com)
Susu (gambar : gudangkesehatan.com)

Diyakini dalam Food Combining, sistem pencernaan dalam tubuh kita juga punya toleransi terhadap makanan non ideal (secara FC) yang masuk ke dalam tubuh kita. Tapi toleransi ada batasnya. Kalau tiap hari digempur dengan makanan non ideal ya bisa keok juga, kan? Apalagi kalau konsumsinya lebih dari sekali bahkan beberapa kali sehari.

Bedakan dengan ASI. ASI mengandung karbohidrat tinggi. Kandungan protein hewaninya jauh lebih minimalis ketimbang karbohidratnya.

Oiya ini berlaku untuk protein hewani saja. Kalau protein nabati seperti tahu, tempe, jamur, bisa disandingkan baik dengan protein hewani maupun karbohidrat.

2. Soal ayat suci tentang susu hewan yang boleh dikonsumsi manusia dan hadis yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW juga meminum susu hewan juga rasanya tidak kontroversi ah dengan Food Combining ^_^. Ini concern khusus buat umat muslim :D.

Apa iya Rasulullah minum susunya saban hari? Pagi siang sore malam? Kayaknya enggak ada keterangan kayak gitu juga kan? ;). Alquran juga tidak merinci sedetail itu. Masih ada ruang diskusi berarti :).

Terus, jenis susu yang diminum Rasulullah itu kan susu segar yang benar-benar langsung dari hewannya. Bukan susu pabrikan apalagi susu dalam bentuk bubuk yang sudah umum beredar di tanah air ;). Itu jelas berpengaruh. Susu pabrikan atau susu yang sudah diolah sudah melewati beberapa macam proses yang malah seringnya ‘merusak’ kandungan gizi susu yang tadinya optimal.

Gambar : merdeka.com
Gambar : merdeka.com

3. Yang kontra terhadap aturan susu hewan dalam Food Combining juga mempermasalahkan soal maraknya minum susu di negara-negara maju. Ini faktornya padahal banyak banget, lho :D.

a. Masalah perawatan hewan ternak di Indonesia vs luar negeri. Saya sendiri kebetulan tinggalnya di Irlandia yang konon katanya banyakan sapi-domba nya ketimbang jumlah orangnya hahaha. Perawatan sapi dan hewan ternak di sini itu memang beda banget. Udaranya pun jauh lebih bersih dan segar.

Umumnya hewan-hewan ternak dilepas di alam terbuka dan makanannya juga benar-benar alami karena padang rumput itu memang bentang alam ciri khas negara-negara Eropa Barat dan Australia yang terkenal dengan produksi sapi dll nya itu ;).

Kondisi lingkungannya ya jelas punya pengaruh besar terhadap susu-susu segar yang dihasilkan di tempat-tempat ini. Kalau kita menikmatinya kebanyakan impor. Itu juga impor pabrikan seringnya hehe.

Padang rumput Irlandia fotografer Dani Rosyadi
Padang rumput Clonmacnoise di Irlandia (foto : Dani Rosyadi)

b. Walau rutin mengkonsumsi susu, umumnya orang-orang di negara maju terutama di Eropa dan Australia, mereka jenis makanannya relatif lebih sehat, lho. Sering banget ketemu orang yang makan siang hanya pakai semangkuk salad gede plus ikan segar. Udah gitu doang. Terus dari kecil sudah terbiasa anak-anak di sana ngemil pakai buah-buahan.

c. Kegetolan mereka minum susu juga mungkin dipicu dengan kondisi cuaca. Sinar matahari itu termasuk barang langka di negara-negara 4 musim. Apalagi di Skandinavia. Pelit banget sinar mataharinya. Pasokan vitamin D yang terbatas dari sinar matahari digantikan oleh susu segar.

Kalau kata teman saya, tinggal di negara 4 musim yang cukup ekstrim, musim dinginnya tuh sebenarnya bisa sampai 6 bulan. 6 bulan sisanya dibagi-bagi antara summer-autumn-spring hahaha. Jadi ya, intinya jarang-jarang bisa ketemu sinar matahari :(.

Kalau kita di wilayah khatulistiwa tidak punya isu-isu model  begini, kan? ;).

d. Susu-susu yang dikonsumsi juga bukan susu bubuk. Rasanya di Irlandia sini hampir enggak pernah lihat susu kalengan dalam bentuk bubuk. Umumnya susu segar. Masa expirednya cepat banget. Kalau susu UHT kan bisa agak lama, ya. Susu segar, apalagi kalau sudah dibuka kemasannya, kurang dari seminggu sudah basi. Tempo hari tuh, malah 2 hari sudah basi!

Saya beli karena lagi diskon hahaha. Buat campuran puding agar :D. Bukan buat diminum begitu aja.

e. Soal postur tubuh yang sering dikait-kaitkan dengan kebiasaan minum susu mereka menurut saya juga absurd banget hehehe. Orang Asia yang umumnya memang berpostur lebih kecil mau dikasih minum susu dua drum tiap hari juga ya enggak akan lah bisa segede-gede orang di Belanda misalnya hihihi.

Orang Afrika itu  juga punya kecenderungan postur yang tinggi. Tuh lihat, umumnya negara Afrika banyak yang terbelakang apalagi soal gizi. Tapi karena secara genetik memang punya postur relatif ‘besar’ ya gizi pas-pasan pun bisa punya bodi yang ‘oke’ ;).

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi
Gambar sapi lagi. Ini juga di Swiss 😀 (foto : Dani Rosyadi)

4. Kalau yang diributkan adalah soal kalsium ya lebih gampang lagi membantahnya :D. Jumlah kalsium yang dibutuhkan manusia tiap hari jumlahnya tidak segitu besarnya seperti propaganda iklan susu-susu itu :D. Kandungan kalsium juga banyak terdapat dalam berbagai jenis sayur-sayuran.

Ingat, lho, ya … dalam pola makan Food Combining, mengkonsumsi aneka jenis sayur adalah hal wajib yang harus rutin dilakukan saat makan siang dan makan malam ;). Jadi, tanpa susu hewan pun, enggak ada hambatan berarti soal  pemenuhan kalsium tubuh ^_^.

kalsium sayur

5.  Untuk saya pribadi memang tidak begitu sulit mencerna teori soal #kibulanSusu yang menjadi trademark salah satu aktivis FC yang cukup terkenal dan tergolong ‘garis keras’. Sungkem dulu sama Mas Erikar Lebang hehehe. Nyaris tidak ada kontroversi lah :D.

Soalnya, saya sendiri dan saudara-saudara kandung saya (total 7 orang :D) selepas ASI sampai usia 2 tahunan, kami tumbuh besar tanpa rutinitas meminum susu hewan :D. BUkan karena orang tua saya adalah penganut pola makan Food Combining. Lebih karena masalah biaya, sih, hahahaha. Tempo dulu, minum susu (baik kalengan maupun kotakan) masih tergolong “mahal”.

Minum susu hewan, dalam bentuk apa pun, adalah kemewahan buat keluarga kami yang memang pas-pasan gitulah :p. Buktinya, kami ber-7 tumbuhnya juga normal-normal saja :D. Tidak ada yang aneh-aneh, alhamdulillah.

Saya doyan minum susu, susu coklat tepatnya, pas sudah agak gedean. Itu  juga enggak rutin hihihi. Rutinnya pernah pas lagi hamil anak pertama. Tiap hari kali minum susu kotak rasa coklat itu :D.

Hal lainnya adalah masalah marketing dan “kapitalisasi” dari manfaat susu. Apalagi di negara-negara Asia padat penduduk yang menjadi incaran pasar konsumsi bagi perusahaan-perusahaan besar. Coba yaaaa, sampai ada segala jenis susu mulai dari susu hamil, susu kanker, susu tulang dll :D.

Saya waktu hamil pertama iya sih minum susu hamil juga :p. Pas anak kedua, hamil di Jeddah, dokter saya kebingungan waktu saya tanyakan soal susu hamil. Ternyata, di Arab Saudi enggak kenal yang namanya susu hamil, tuh :p. Di Eropa sini apalagi. Mana ada susu macam-macam khasiat macam gencarnya iklan susu di tanah air hehehe.

Ya apa pun itu, intinya dalam FC, susu hewan dan semua turunannya (keju, yoghurt dll) hanya boleh dikonsumsi sesekali saja. Jangan dijadikan rutinitas. Apalagi sampai diminum tiap hari :D.

1. Cari sumber kalsium dari sayur-sayuran segar.

2. Jangan malas-malasan di rumah saja, ayo rutin olahraga di alam terbuka biar bisa mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup ^_^.

Itu saja sih, ya. Semoga bisa menjelaskan soal si susu hewan dan si sapi yang kasihan ini sudah kena fitnah macam-macam hihihihi.

Kalau dirasa cocok monggo dipraktikkan. Mudah-mudahan bisa memberi efek yang sama positifnya. Kalau kurang berkenan ya salam damai aja dong yaaaaaaaaa ^_^. Semoga sehat-sehat terus untuk kita semua, baik yang mempraktikkan FC maupun yang masih kurang sreg <3.

Ampun ya Kakaaaa. Ampuuunnnn *salaman* :D.

Gambar : madinaonline.com
Gambar : madinaonline.com

***

 

Menu udang di Al Baik Mekkah

Memori Ayam Goreng Tepung Al Baik Makkah

Ingat tanah suci, ingat Ka’bah, juga ingat … ayam goreng tepung Al Baik Makkah! :D. Padahal dijualnya bukan di Kota Makkah saja kok :D.

al baik

Al Baik, si ayam goreng tepung, tenar abis di Kota Jeddah. Sebelum saya menginjakkan kaki di kota Jeddah, suami saya sudah sering banget mengelu-elukan si ayam goreng tepung yang satu ini. Padahal biasanya suami kurang suka dengan segala menu-menu an yang berupa ayam. Ini pasti ada apa-apanya nihhhh *memicingkanMata*.

Jadilah baru 2 hari menghirup udara Jeddah, di suatu malam, diajaklah saya ke Serafi Mall, khusus buat icip-icip si Al Baik ini. Pas di food court, melihat antriannya yang panjang, saya cukup optimis saya bakal suka ama Al Baik ini. Tapi setelah nyobain …eng ing eng…. enggak ngerti enaknya dimana, mungkin selera saya yang kurang pasaran :D.

Sumpah boooo, masih lebih enak KFC :p.

Al Baik ini sendiri adalah sejenis fast food seperti KFC / McDonalds itulah. Tidak semua kota di Saudi menyajikan si AL Baik ini. Hanya ada di Makah, Jeddah, Madinah, Yanbu, dan Thaif. Di kota Jeddah ini, saking tenarnya, cabangnya ada sekitar 20 an. Tersebar di berbagai mal dan gerai yang stand alone.

Di Saudi wilayah lain tidak ada. Di ibukota Saudi, Riyadh, juga tidak ada. Pernah ada selentingan kabar, Al Baik dilarang buka cabang di luar pesisir barat Saudi. Katanya sih, ada keluarga kerajaan yang hendak membeli kepemilikan Al Baik tapi ditolak. Jadinya Al Baik hanya boleh jualan di Jeddah dan sekitarnya. Gosip nih yeeeee hihihi.

Al Baik Makkah ayam goreng tepung arab
Salah satu gerai Al Baik di Mekkah, gambar : kabarMakkah.com

Soalnya curiga kan, tenar begitu kok tidak buka cabang di kota-kota lain seperti Dhammam, Riyadh, Al Khobar dan sebagainya?

Menunya seputar ayam, udang, dan ikan.  Ya ayam goreng tepung, ikan goreng tepung, dan udang goreng tepung, plus nugget masing-masing. Menu sampingan juga ada misalnya : jagung-jagungan dan es krim.

Menu ayam, gambar : www.albaik.com al baik makkah
Menu ayam, gambar : www.albaik.com

Apanya yang khas? Rasa memang sedikit beda dibanding sesamanya. Selain saos tomat, makannya juga bisa dicocolin ke saos bawang putih (garlic sauce) yang emang enak.

Saya sendiri memang kurang suka ayam goreng tepung nya, instead, suka banget ama nuggetnya. Udang sih diapain aja pasti enak yah, harganya yg gak pernah enak hahahahaha… Tapi overall, harganya dibawah rata-rata untuk segala jenis menu dibanding fast food lain yang sejenis. Terkuaklah misteri kenapa sang suami doyan banget dengan si AL Baik ini hahahahahaha…. Apa karena ini juga orang-orang pada suka sama AL Baik? Hampir semua temen saya terkesan dengan ayam goreng satu ini.

Menu udang di Al Baik Makkah
Menu udang, gambar : www.albaik.com

FYI, porsi di Saudi ini cukup mengenyangkan.  Jadi misalnya paket menu ayam goreng itu disini yang reguler isinya : 4 potong ayam, kentang goreng, 1 roti, 1 soft drink.Makanya sisi positif nya bisa beli 1 paket aja trus dibawa pulang ke rumah buat dimakan rame-rame. Irit :P.

Seriusan, cukup banget lho itu. Makanya karena ini juga pada doyan makan di Al Baik kali, ya. Porsi jumbo *elusElusPerut*.

Kalau naik haji, Al Baik Makkah juga buka gerai dekat tenda jamaah. Antriannya gila, deh.  Begitu pula kalau bulan Ramadan jelang buka puasa. Ampuuuuuun, bisa kering nunggu suami lagi ngantri. Padahal nunggunya sambil duduk manis dalam mobil hahaha.

Alasan lain kenapa saya lebih suka makan di rumah, karena kalo makan di  mal atau di gerai nya, tidak disediakan nasi! lidah masih asli kampung, makan mesti pake nasi :D.

Walau tidak begitu suka, kalau suami beli, ya ikut makan juga ^_^, Sekarang juga  masih terkenang-kenang walau tidak segitu kepenginnya makan lagi. Atas nama  nostalgia sajalah. Apalagi pas naik haji kemaren, di tenda Mina pas pulang wukuf lagi capek-capek dan laparnya itu, hidangannya ternyata … Al Baik! Yang versi nuggetnya pula, paling favorit buat saya. Hajar, bleh! Hahaha.

Menu nugget di Al Baik Makkah
Menu nugget, gambar : www.albaik.com

 

Kalau mudik dari Jeddah, teman saya banyak yang memborong paket ayam goreng tepung Al Baik Makkah dan dipaketin khusus buat naik dibawa terbang. Iya lho, sudah umum Al Baik ini dijadikan oleh-oleh buat sanak saudara/teman/kerabat di tanah air. Para jemaah dari tanah air kalau sudah ke tanah suci, biasanya juga terhipnotis oleh si ayam goreng satu ini ;).

Gimana, kalian yang sudah pernah ke Mekkah-Madinah, sudah pernah ngerasain ayam goreng Al Baik Makkah nan hits ini belum? Suka ndak? :D.

Anyway rasa masakan lokal dari Menu Ayam khas nusantara yang kaya rempah juga banyak. Salah satunya Ayam Bakar Padang yang ini. Ceki-ceki video detail pembuatan Ayam Bakar Padang secara live nih di vlog resep ini :

 

Wisata di London : Upacara Changing Guard di Buckingham

Tempat wisata di London itu macam-macam banget selain mejeng di samping box telepon warna merah macam embak-embak norak ini … (hahaha)

london box telepeon tempat wisata london wisata di london

…belum sah ritual jalan-jalan di London kalau belum melihat upacara pergantian pengawal di Istana Buckingham :D. Changing Guard Ceremony, yang dilaksanakan tiap hari sekitar jam 11 an tiap pagi.  Umumnya sih pasti ada tiap hari. Apalagi musim panas. Kalau hujannya lumayan biasanya dibatalkan.

Pembatalan  mendadak karena cuaca buruk kami alami pas ke London tahun lalu. Iya sih sudah masuk Spring, tapi cuaca UK kan mirip-mirip Irlandia. Hujannya enggak pandang musim. Padahal sudah lari-lari lho itu keluar dari stasiun tube menuju Buckingham.

Memang agak telat. Begitu nyampe, sudah ramai banget. Dapat tempatnya juga sudah enggak jelas. Eh, tahu-tahu diumumkan kalau hari itu upacara changing guard Buckingham dibatalkan. Huhuhu.

Ada hikmahnya juga. Berarti besok harus berangkat lebih awal biar bisa dapat spot yang bagus buat eksis dan foto-foto hihihi :p. Nah, setelah kepo-kepo di Google katanya ada 3 tempat berdiri yang ‘oke’ jika ingin optimal menyaksikan iring-iringan pasukan berseragam khas merah ini saat datang :

1. Di area Victoria Monument

2. Di rel pembatas depan bangunan Buckingham Palace

3. Di Spur Road, tempat rombongan serdadu baju  merah topi hitam tinggi berbulu ini datang menuju istana.

Besoknya, cuaca cerah. Memang, moody banget deh cuaca di UK/Irlandia itu :D. Kami datang lebih awal. Dan sukses mengamankan posisi di area Victoria Monument, tepat depan Istana Buckingham ^_^.

Victoria Monument Buckingham Palace
Victoria Monument

Walau diadakan tiap hari, terlihat betul hegemoni London sebagai salah satu kota turis utama di dunia. Tempat wisata di London kan rupa-rupa, ya. Upacara Changing Guard di Buckingham ini selaluuu saja dirubung turis. Sejak jam 9 an pagi, orang-orang sudah ngumpul di depan Buckingham.

Buckingham Palace London wisata di london
Kerumunan orang menunggu dimulainya Upacara Changing Guard di Buckingham – London

Kami lumayan awal datangnya. Jadi bisa foto-foto dulu hihihi. Penginnya sih jangan terlalu pecicilan biar tempatnya enggak diambil orang. Tapi dasar anak-anak yaaaa, zzzzz -_-. Pelataran Victoria Monument kan lumayan luas, tuh. Tentu saja mereka lari-larian ke sana kemari.

Sempat ketemu dengan keluarga Asia gitu. Pakai jilbab juga emaknya. Saya sih sudah feeling banget ini pasti orang Malaysia :D. Emang iya hehe. Awalnya sering geer kalau ketemu mamak-mamak pakai jilbab dengan tampang Melayu. Disangka turis Indonesia. Tapi suami yang sering ngingetin, “Itu orang Malaysia kaleeeeee…”

Ya enggak apa-apa dong, ya. Anggap saja doa :D. Semoga beneran nanti turis Indonesia bisa mengimbangi turis asal Malaysia ^_^. Aamiin.

Malaysia, selain kekuatan ekonominya secara umum memang jauh di atas Indonesia, juga diuntungkan dengan aturan bebas visa untuk masuk Inggris dan seluruh wilayah Schengen. Republik Irlandia juga. Tidak semata-mata karena mereka masuk dalam negara persemakmuran. Soalnya India juga termasuk persemakmuran, nasib paspornya 11-12 tuh sama Indonesia hihihi :p.

Victoria Monument London
Tampak samping Victoria Monument

Ya, makanya, mari mencoba mengambil hikmah apa kira-kira yang bisa kita pelajari dari majunya Sang Negeri Jiran. Bukannya malah nyinyir-nyinyiran ;).

Aish, malah ceramah si embak hahaha. Yuk ah, balik ke upacara Changing Guard Buckingham lagi.

Walau lokasi-lokasi strategis sudah diserbu pengunjung sejak pagi, acaranya mulai sekitar jam 11 an. Sebelumnya, ada beberapa polisi penjaga yang datang pakai kuda. Ada aja gitu yang tepuk tangan hahaha. Disangka mereka bagian dari prosesi upacara Changing Guardnya :p. Padahal cuma polisi biasa sih kayaknya.

Polisi penjaga berkuda
Polisi penjaga berkuda

Enggak lama, jalanan ‘dibersihkan’, suasana mulai hening. Padahal rasanya enggak ada aba-aba apa-apa. Sibuk foto-foto kali ya eike jadi enggak ngeh hahahaha :p.

Tak lama, suara musik marching band kedengeran. Huaaaaa … mantan anak marching band langsung sok-sok-an nostalgia :D. Laki-laki berbaris rapi dari kejauhan, berjalan teratur diiringi dentuman lagu-lagu mars. Baju merah, celana hitam, topi hitam berbulu, pertanda bahwa benar … pasukan tersebut berasal dari Inggris!

Seragam merah-hitam ini  kan trademark-nya Inggris banget ^_^. Yayyyy, sudah sah jalan-jalan  Londonnya hahahaha *tepukTangan*.

Suara marching band benar-benar mengingatkan saya pada perhelatan Parade Senja di Istana Negara setiap bulan tanggal 17 dulu. Sekarang masih ada enggak, ya? Parade Senja juga rutin diadakan di level Kantor Gubernur.

Rundown Upacara Changing Guard di Buckingham jauh lebih sederhana daripada Parade Senja di istana. Satu regu pasukan datang dengan iringan marching band. Lalu pintu gerbang istana dibuka. Mereka masuk. Di dalam ada seremoni kecil-kecilan semacam serah terima tugas. Satu regu yang bertugas sebelumnya pun berbaris keluar. Sudah gitu doang :D.

drum band
Iringan Marching Band
Pintu gerbang istana terbuka
Pintu gerbang istana terbuka

Tapi packagingnya kali ya yang menarik. Dan juga nama besar “LONDON” dan UK sebagai tempat wisata bergengsi di dunia :D. Semacam kalau sudah di London tuh pengin teriak, “Maaaakkk, aku di London! Aku di London!” sambil sujud syukur –> lo doang kaleeeeee hahahaha.

pasukan depan istana tempat wisata di london

Marketing dan packaging. Sementara Indonesia masalahnya masih berendeng sebelum memikirkan lebih jauh soal marketing pariwisata. Terus berbenah ya, Nusantara tercinta :).

Ah, dulu enggak foto-foto nih waktu ikut Parade Senja :D. Kan lumayan buat bahan nostalgia. Dulu aja udah segitu noraknya bisa masuk Istana Negara. Saya ikut Parade Senja via tim Gema Patra Makassar Marching Band, besutan Pertamina di kota saya :D. Kami tampil di halaman istana di sore hari tanggal 17 Februari 1994 silam. What a memory :).

Sebelum mellow enggak jelas, lanjut lagi info soal upacara Changing Guard di Buckingham ini.

Kalau mau ke sana, transportasinya bisa melalui berbagai jalur. Kami sendiri sih pastinya via tube stations, kereta bawah tanah di London.

1. Turun di Stasiun Victoria, bisa dijangkau melalui District Line, Circle Line atau Victoria Line.  Dari sini jalan kaki 10-15 menit.

2. Turun di stasiun Green Park, melalui Piccadilly Line, Victoria Line atau Jubilee Line. Jalan kakinya lebih dekat ini. Kurang dari 10 menit juga bisa.

3. Turun di Stasiun St James’s Park, melalui District Line atau Circle Line. Nah, kami lewat sini nih kemarin. Kayaknya juga jalan kaki normal tuh 10 menit. Cuma biasa yaaaaa, mata suka jelalatan lihat-lihat sana sini hihihihi.

serdadu berkuda wisata di london

Terus bisa juga lewati Stasiun Kereta. Beda lho ya antara tube sama definisi kereta di sini. Tube itu ukurannya lebih kecil dan jalurnya beda. Walau nama stasiun kadang sama dan lokasi deketan.

Via stasiun kereta, turun di London Victoria, jalan kaki sekitar 15-20 menit dari sini.

Melalui bus, bisa menaiki nomor-nomor berikut : 11 , 211 , 239 , C1 , C10. Berhentinya di halte Buckingham Palace Road.

Melalui mobil pribadi sangat tidak disarankan. Parkiran jelas susah dan pastinya…mahal! :D.

rel depan buckingham tempat wisata di london

Yang memorable dari acara jalan-jalan yang ini … sepatu anak saya yang nomor 2 … ilang melulu sebelahnya, zzzzz -_-. Beberapa hari sebelum ke Buckingham, sudah jatuh sebelah sepatunya di stasiun kereta di Harlow. Kita buru-buru mau naik, eh sebelah sepatu lepas sebelum dia naik.

Ribet kan, enggak ada sepatu. Sementara kadang juga dia harus jalan kaki di saat-saat tertentu. Untung ada Primark, idola mamak-mamak penggemar barang murah. Sungguh keajaiban memang kehadiran Primark di London yang termasuk kota mihil ini :p. Dibelikanlah sepatu baru, 2.5 pound saja sepasang *kibasDompet*.

Pas pulang dari Buckingham, kita menyusuri St.James’s Park buat ke Westminster Abbey, dia capek dan ketiduran di stroller. Enggak lama dicek, sepatunya ilang lagi sebelah. Onde mandeeeeee huhuhu. Jadi deh, hari itu juga, sehabis dari Westminster Abbey, kita ngibrit ke Primark lagi.

Cukup 2x saja ya Nak :D.

tempat wisata london istana buckingham

Lumayan mengganggu rute jalan-jalan kalau harus nyari-nyari toko Primark. Walaupun gerai Primark enggak terlalu susah ditemukan.

Oh well, namanya juga anak-anak. Untung bisa beli sepatu murmer hehe. Baiklah. Demikian liputan acara jalan-jalan di London edisi Buckingham kali ini :D.

Sebenarnya bisa juga lho masuk ke dalam istana pakai tur khusus gitu. Ongkosnya tapi malesin banget. Sekitar 150 pound per orang. Ngeri kan? Hahaha :p. Itu juga ada waktu-waktu khusus. Di musim panas doang deh kayaknya.

Enggak apa-apalah. Kita mah nyarinya memang yang gratis-gratis saja hihihihi :p. Walau enggak sempat sungkem sama Ibunda Ratu dan para sepupu di Buckingham, bolehlah numpang mengambil gambar diri di depan bangunan istana. Until we meet again, Buckingham ^_^. Numpang narsis di satu foto ini ya Kakaaaaaaa :p.

wisata di london istana buckingham