Ini salah satu kuliner khas atau masakan Sulawesi –> Sanggara Balanda (bahasa Bugis) artinya Pisang Goreng Belanda :D. Kok bisa kayak gitu ya namanya? Hihihi.
Konon, menurut mama saya nih ya, pisang goreng ini kan menggunakan mentega dan keju. Di masa lalu, kedua jenis makanan ini identik dengan makanan orang Belanda. Zaman dulu pan, banyak lho orang Belanda di berbagai wilayah Indonesia. Katanya sih mereka yang memperkenalkan keju, mentega dkk ini ke orang pribumi di Indonesia.
Jadi, resep ini sudah resep turun temurun untuk orang Bugis. Bukan resep bikinan orang Belanda! :p.
Btw untuk yang Food Combiner, ini hanya untuk “menu cheating” saja yaaaa :D. Buat cemilan sore-sore. Sanggara Balanda sendiri tidak diperjualbelikan secara umum seperti umumnya penganan khas Bugis yang lain. Kue basah model begini mungkin tidak tahan lama, ya. Begitu dibikin harus langsung disantap ^_^.
Cara bikin dan bahan-bahannya? Gampang lah pokoknya. Makanya, yang agak-agak kuper di dapur kayak saya semangat bikinnya :D. Ya cemilan favorit juga sih ya makanya dibela-belain sharing resepnya ;).
Masakan Sulawesi : Resep Kue Sanggara Balanda
Bahan-bahan :
Pisang raja atau pisang tanduk yang sudah masak betul (saya menggunakan pisang tanduk sekitar 4 buah). Jangan yang mengkal.
Satu butir telur kocok lepas.
Dua genggam kacang tanah kulit, digoreng, lalu dikuliti sampai bersih. Lalu dicincang kecil-kecil. Kalau ajaran dari mama saya nih, digiling saja pakai rolling pin, yang biasanya dipakai menggilas adonan itu. Atau bisa pakai botol (kaca) bekas yang model panjang.
3 sendok makan mentega
Keju diserut, jumlahnya terserah saja sih ya :D. Saya pakainya tidak banyak karena tidak terlalu suka keju.
Gula pasir sekitar 6-8 sendok makan
Cara Membuat :
Foto : Dani Rosyadi
Ini untuk isiannya dulu. Campurkan kacang goreng cincang + mentega + keju + gula pasir dalam satu wadah / mangkok. Aduk sampai merata. Sisihkan.
Pisang yang sudah dipotong digosok-gosok permukaannya dengan kulit pisang bagian dalam biar permukaannya licin dan halus. Setelah itu pisang dipotong 2. Dipotong ya bukan dibelah hehehe. Pisang yang saya gunakan ukurannya besar-besar, jadi saya bagi 4, total dapat 16 potong.
Pisang digoreng sampai kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
Satu persatu pisang dicelupkan ke dalam kocokan telur dan digoreng kembali. Asal kena minyak. Jangan lama-lama.
Tiap potongan pisang dibelah tengahnya (memanjang). Jangan sampai pisangnya terbelah. Belah setengah saja asal bisa diisi. Dalam kondisi panas-panas, masukkan bahan isian ke tengahnya.
Kue Sanggara’ Balanda umumnya dijadikan salah satu sajian dalam acara-acara adat Bugis-Makassar. Acara pernikahan termasuk diantaranya. Biasanya kan ada jajaran bosara’ ditaruh bersusun-susun untuk hidangan para tamu. Bosara’ ini isinya 12 jenis kue. Sanggara’ Balanda termasuk diantaranya ^_^.
Waktu akad nikah saya dulu juga menggunakan adat Bugis. Cuma numpang sih di rumah saudara dan agak ribet jadi enggak sempat ngumpulin dokumentasi. Boro-boro dah mau foto-foto bosara’ dkk, dramanya panjaaaaaang hahahaha.
Ini nih yang namanya bosara’ :D. Pernah lihat? 😉
Deretan Bosara’ di acara adat Bugis-Makassar (gambar : id.pricetag.org)
Kapan-kapan saya share lagi resep kuliner khas Bugis-Makassar. Kalau enggak malas hahaha. Enggak doyan masak, sih. Itu juga kalau kebetulan masak, penampakan suka ngaco jadi malas foto-in nya :p.
Dipraktekin resepnya ya Kakaaaaaaa ^_^.
Oiya ada juga loh penganan tradisional dari pisang yang tidak kalah enaknya. Kali ini dari pisang kepok : “Sarikaya Pisang Kepok”, ini nih sudah ada vlog cara membuatnya ^_^
Nah ini juga masih berhubungan dengan Sulawesi Selatan. Baju bodo modern khas sana, barangkali bisa diintip juga vlognya. Saya bersama saudara-saudara lain menjadi muse buat baju bodo modern rancangan salah satu kakak saya yang punya label busana “Dada Gaya”.
Updated : sekarang saya lagi rajin nih bikin vlog resep, ini playlist dari resep-resep Dapur Davincka yang sudah sempat direkam-rekam iseng hehehehe. Hope they help, yak ;). Sudah ada beberapa resep nih :D.
On February 15, 2003, anti-war rallies took place across the globe – the largest occurring in Rome, Italy, where a crowd of 3 million gathered to protest against the USA’s threat to invade Iraq. Police figures report that millions more demonstrated in nearly 600 cities worldwide: on the same day, 1.3 million rallied in Barcelona, Spain, 1 million participated in a peace march through the streets of London, UK, and 500,00 people in Melbourne and Sydney, Australia, joined the biggest marches since the Vietnam War peace protests.”
Dari situ juga kelihatan, ada demo anti perang lainnya dari wilayah lain di Eropa :).
2. Dunia tidak peduli pada Palestina?
Wah, ini yang paling banyak linknya hehehe. Perwakilan saja ya saya sertakan di sini. Sila dicari lebih lengkap kalau mau :).
Kasusnya bahkan dibawa ke pengadilan internasional dan diadili sebagai kejahatan perang –> War Cries Chamber in Bosnia
4. Dunia tidak peduli pada Afghanistan?
Ini daftar lengkapnya, sumbernya juga banyak tuh di bagian bawahnya. Monggo disikat satu persatu ^_^.
5. Dunia tidak peduli pada Suriah?
Jangankan negara-negara mainstream, di sebuah kota kecil di Republik Irlandia, salah satu negara Eropa yang paling tidak tenar (hihihi), sebuah sekolah Katolik beberapa kali menggalang dana + baju-baju/selimut untuk Suriah :). Sekolah itu… sekolah anak saya :’).
Bantuan dikumpulkan via organisasi di gereja sekolah untuk disatukan dengan bantuan lain dari seluruh penjuru Irlandia. Itu sudah dilakukan sejak tahun 2014.
6 … dan seterusnya. Ini masih perlu dilanjutkan kah? Fungsi kalian terkoneksi ke internet itu seharusnya bikin “kalian” lebih aware dengan situasi di tempat lain kan ya? Biar lebih tahu dan tidak terus-terusan hidup bagai katak dalam tempurung? Sumber berita itu bukan cuma FACEBOOK! Bukan juga media sosial lainnya :p.
***
See my dear friends, humanity beyond our differences, including religion :).
Kita seharusnya bekerja lebih keras untuk menyiarkan kedamaian. Memperlihatkan bahwa kita itu bisa lho hidup damai dalam perbedaan. Menunjukkan kalau ada tempat-tempat di dunia ini di mana kalian bisa berjalan bebas tanpa mesti menyembunyikan identitas agama kalian dan kalian tetap mendapat kedamaian dan penghormatan dari orang lain.
Setidaknya itu yang saya rasakan sebagai muslimah berjilbab di negara mayoritas Katolik di sini :).
Juga menyadarkan bahwa kadang persamaan tidak lantas membuat kita dijunjung tinggi oleh orang lain. Dan itu kadang-kadang tidak berhubungan dengan agama :). Ada hal lainnya lagi. Jangan heran kalau seringkali di beberapa kesempatan di Timur Tengah, kita, orang Asia Tenggara/Selatan dipandang sebelah mata oleh saudara-saudara sesama muslim kita yang beda ras :). Itu masalah ekonomi semata. Bahwa mengapa agama tidak sanggup mematahkan hal ini itu adalah peer kita semua bukan? :).
Makanya teman-teman, kita harus terus menghidupkan harapan tentang “dunia yang damai” itu ADA dan insya Allah bisa kita perjuangkan.
Mungkin karena itulah, jika ada gejolak yang menimpa wilayah-wilayah yang kita tahu di sana harapan kita ada (di Paris misalnya), kita terkejut! Lebih terasa efeknya!
Karena separuh hati kita terasa limbung dan was-was nan khawatir, “Apakah sudah tidak ada tempat di mana kita bisa menaruh harapan bahwa perbedaan itu benar adalah rahmat :). Bahwa kita bisa lho hidup damai dalam perbedaan. ”
Gambar : misacor.org
Setop adu domba, yuk! ^_^. Setop menyebarkan kebencian untuk hal-hal yang bahkan kita sendiri tidak tahu :).
49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku SUPAYA KAMU SALING KENAL MENGENAL. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Abad 21, abad terkini, ternyata belum mampu melepaskan dunia dari berbagai perselisihan dan pertikaian seperti di masa lalu. Seperti aksi teroris dunia yang makin marak. Dari tahun 2000 hingga kini, ada saja tindakan terorisme yang mampu menggugat perhatian dunia.
Berikut 10 serangan teroris dunia di kota-kota besar di berbagai benua di abad terkini :
Gambar : www. acontrarioicl.com
1 – Paris (Perancis) 2015
Masih hangat dalam pemberitaan terkini, sekitar 150 orang korban mati dalam sebuah serangan teroris di Paris. Ada beberapa titik penyerangan. Titik serangan di Balai Konser Bataclan yang paling banyak menelan korban, 100 orang tewas dan belasan korban luka-luka.
Titik lainnya, penyerangan di restoran Kamboja, Le Petit Cambodge, Rue Bichatat. Serangan bom bunuh diri di State de France, tepatnya di sebuah bar yang sedang menggelar nonton bareng sebuah laga sepak bola. Daerah Rue Charonne juga tidak luput dan menelan korban belasan jiwa. Ledakan bom di Avenue de La Republique. Terakhir, juga ledakan di Rue Beaumarchais.
Total ada 6 tempat yang menjadi lokasi berdarah. Adapun pelaku masih terus diinvestigasi.
Gambar : www.wbur.org
2 – Beirut (Lebanon) 2015
Sehari sebelum penyerangan di Paris, Beirut sudah lebih dahulu berguncang. Serangan dua bom terjadi di wilayah selatan Kota Beirut. Serangan pertama dekat sebuah masjid. Beberapa menit kemudian kembali meledak di sebuah pusat perbelanjaan. Sekitar 43 orang terbunuh dalam serangan ini. Ditambah ratusan lainnya yang luka-luka. Sebuah kelompok bersenjata (mengklaim diri mereka sebagai ISIS) mengaku bertanggung jawab.
Serangan bom di Bangkok juga belum lagi lepas dari ingatan. Terjadi hanya dalam selang kurang dari 3 bulan lalu. Tanggal 17 Agustus pengeboman terjadi dalam sebuah kuil “Erawan Shrine” di Ratchaprasong intersection, Bangkok. Peristiwa ini merenggut 20 nyawa dan melukai 125 lainnya.
Ada dugaan pengeboman dilakukan karena sentimen ekonomi, untuk melemahkan pesona wisata Bangkok. Tidak hanya orang lokal yang menjadi korban, sejumlah turis dari negara lain turut menjadi sasaran pengeboman.
Salah satu pelaku yang dicurigai terlibat adalah sebuah organisasi bernama Grey Wolves.
4 – Garissa (Kenya) 2015
Tanggal 2 April 2015, pukul setengah 6 pagi waktu lokal, 5 orang bersenjata memasuki kawasan asrama di Universitas Garissa di Kota Garissa, Kenya. Mereka mengumpulkan ratusan orang-orang dan menawan mereka di sebuah lokasi tertentu di sana. Kemudian menembaki para tawanan hingga akhirnya menewaskan 147 orang, sekitar 79 lainnya mengalami luka-luka.
Sebuah organisasi, Al Shabaab, memberi pernyataan yang mengklaim kalau mereka bertanggung jawab atas serangan ini. Organisasi ini berasal dari Somalia.
Sebenarnya, negara Kenya sudah beberapa kali mengalami serangan teroris yang cukup memakan banyak korban. Salah satunya di tahun 2013, di mana serangan bersenjata dilakukan di sebuah mal di Nairobi dan menewaskan 67 orang, sementara sekitar 200 orang terluka.
Gambar : blogs.wsj.com
5 – Kunming (China) 2014
Sebanyak 33 orang meninggal dan 143 orang luka-luka dalam sebuah serangan terorisme di Kunming, China, 1 Maret 2014 silam. Korban meninggal termasuk 4 tersangka pelakunya. Yang unik dalam peristiwa ini, serangan dilakukan dengan senjata pisau besar/pedang.
Sebanyak 8 orang terlihat datang membawa pisau berukuran besar dan menyerang orang-orang di Kunming Railway Station sekitar pukul setengah 10 malam waktu setempat.
Pelaku diduga berasal dari sebuah organisasi yang berafiliasi dengan wilayah yang hendak memerdekakan diri dari Persatuan Republik China.
6 – Peshawar (Pakistan) 2014
Di penghujung tahun 2014, giliran Pakistan yang berduka akibat serangan terorisme yang kali ini meminta nyawa anak-anak usia sekolah. Peristiwa ini dikenal dengan “Peshawar School Massacre”. Beberapa orang bersenjata menyerang sebuah sekolah di Peshawar (Army Public School) dengan tembakan membabi buta pada tanggal 16 Desember 2014 saat pelajaran masih tengah berlangsung di kelas-kelas.
Gambar : rt.com
Lebih dari 140 orang meninggal, mayoritas anak-anak sekolah. Sementara 114 lainnya luka-luka. Sebuah organisasi bersenjatan Taliban mengakui sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.
Musim panas tahun 2011, Norwegia pun pernah membuat dunia terperanjat. Di tanggal 22 Juli 2011, serangan terjadi secara beruntun di 2 tempat berbeda. Diawali dengan ledakan bom mobil di Regjeringskvartalet, salah satu pusat pemerintahan di Oslo. Bom ini menewaskan 8 orang dan lebih dari 200 orang terluka.
Tidak sampai 2 jam kemudian, pelaku yang sama datang ke sebuah perkemahan musim panas di Pulau Utoya, Tyrifjorden, Buskerud. Pelaku melepaskan tembakan terbuka secara membabi buta dan menewaskan 69 orang dan 110 lainnya luka-luka.
Penyerangan ini dilakukan secara tunggal oleh seorang yang bernama Anders Behring Breivik.
Gambar : www.boston.com
8 – London (Kerajaan Inggris Raya) 2005
Empat pelaku meledakkan 3 bom di London Underground Train pada tanggal 7 Juli 2005 sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Kurang dari satu menit, 3 bom ini meledak di 3 tempat berbeda : London Underground Stock Circle Line antara stasiun Liverpool Street dan Aldgate, Edgware Road, dan di sebuah tempat diantara King’s Cross St. Pancras and Russell Square.
Bom keempat meledak tidak sampai satu jam setelahnya. Kali ini terjadi di sebuah Double-Decker Bus yang sedang melintas dari Marble Arch menuju Hackney Wick.
Sebanyak 57 orang meninggal dunia dan melukai sekitar 700 orang lainnya.
Korban meninggal termasuk 4 tersangka pelaku pengeboman : Hasib Hussain, Mohammad Sidique Khan, Germaine Lindsay dan Shehzad Tanweer.
9 – Denpasar (Indonesia) 2002
Tanah air kita sendiri juga pernah mencatat serangan terorisme yang meminta korban hingga lebih dari 202 meninggal dan 209 terluka. Kejadiannya di Denpasar, Bali, Indonesia. Bertempat di sebuah klub malam bernama Paddy’s Pub, sebuah bom meledak, tanggal 12 Oktober 2002. Berselang 20 detik kemudian, sebuah mobil yang terparkir di depan Sari Club dengan kekuatan lebih besar, juga ikut meledak. Ledakan bom mobil inilah yang memakan korban terbesar. Lokasi Sari Club berada di seberang Paddy’s Pub. Keduanya berada di wilayah Pantai Kuta, Denpasar, Bali.
Sebuah kelompok (Jamaah Islamiyah) diadili sebagai pihak yang bertanggung jawab. Tiga orang dijatuhi hukuman mati : Imam Samudra, dan Amrozi, Huda bin Abdul Haq.
Tahun-tahun setelahnya, Indonesia kembali berduka atas serangan bom di Hotel JW Marriot di ibukota Jakarta. Tepatnya pada tanggal 5 Agustus 2003, menewaskan 12 orang dan melukai 150 orang lainnya. Tanggal 9 September 2004, bom mobil meledak di dekat kedutaan Australia, Jakarta. Menewaskan 9 orang dan lebih dari 150 orang terluka.
Bali Memorial (gambar : en. wikipedia.org)
10 – Manhattan, New York City (Amerika Serikat) 2001
Tanggal 11 September 2001, serangan teroris yang memakan korban terbanyak dari peristiwa yang disebut di atas terjadi di Manhattan, New York City, Amerika Serikat. Hampir 3000 orang meninggal dunia dengan korban luka-luka lebih dari 6000 orang.
Dalam waktu 15 menit, ada 2 pesawat komersial menabrakkan diri ke gedung World Trade Center, Manhattan, pukul 8.40 pagi waktu setempat. Pesawat ini sudah dibajak terlebih dahulu oleh kelompok teroris yang hingga kini belum benar-benar terkuak pelakunya dan banyak dillingkupi teori konspirasi. Apakah ini bagian dari teroris dunia ??
Ada pun organisasi Al Qaeda yang dituding bertanggung jawab atas peristiwa ini. Al Qaeda tidak menampik tuduhan ini.
(dimuat di Leisure Jalan-jalan Republika, edisi Februari 2015)
Oleh : Jihan Davincka
***
Tepian sungai yang di beberapa sudutnya dihiasi dermaga-dermaga kayu dengan beberapa perahu kecil yang sedang bersandar adalah salah satu pemandangan khas di Sungai Shannon. Shannon, sungai terpanjang yang mengalir dari belahan utara ke belahan selatan Republik Irlandia. Melewati banyak kota-kota di sepanjang alirannya, termasuk Athlone, kota terbesar di wilayah midland, Republik Irlandia.
Athlone, foto : Dani Rosyadi
Athlone, kota yang juga dijuluki sebagai jantung hati negara Irlandia. Karena letaknya tepat di tengah-tengah daratan sang Negeri Leprechaun ini. Kota Athlone kerap menjadi tempat transit karena keunggulan posisinya.
Tidak hanya keberuntungan letak strategisnya, Athlone juga punya banyak tempat jalan-jalan yang khas dan menyenangkan.
Peninggalan Masa Lalu Irlandia di Derryglad Folk Museum
Sebuah perkakas kayu bundar setinggi kira-kira satu meter yang ditopang oleh 4 batang kayu, dengan tulisan “Washing Machine” yang menempel di depannya, langsung menarik perhatian saya begitu memasuki museum Derryglad Folk. Wah, rupanya mesin cuci ini berasal dari abad ke-19. Berbeda sekali dengan mesin cuci elektronik yang kita kenal sekarang. Kira-kira bagaimana, ya, cara kerjanya?
Mesin Cuci Antik, foto : Jihan Davincka
Museum ini memang khusus untuk menyimpan benda-benda antik dari kehidupan masa lalu masyarakat Irlandia dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Benda-benda kunonya ada juga yang membuat saya, yang tidak lahir dan besar di Irlandia, ikut bernostalgia ke masa lalu. Misalnya sebuah mesin jahit manual yang saya ingat dulu sering digunakan nenek di rumah dulu.
Tak hanya mesin cuci antik, ada juga kamera-kamera tempo dulu, alat-alat pertukangan dan pertanian, keramik-keramik peralatan dapur hingga miniatur tempat-tempat umum Irlandia di masa lalu.
Perkakas dapur antik
Museum ini sebenarnya berada di Kota Curraghboy. Namun, bisa ditempuh hanya dalam waktu 15 menit saja dari Kota Athlone. Derryglad Folk Museum disebut-sebut sebagai tempat wisata utama di wilayah midland, Republik Irlandia.
Memasuki pintu gerbang, kita akan disambut oleh sebuah traktor besar di tengah-tengah rerumputan hijau yang mendominasi halaman museum.
Bangunan utamanya terbagi 2.
Bangunan pertama sebelah kiri tidak terlalu luas. Nama aslinya, “MacCormacs Photography Room.” Berisi peralatan-peralatan sebuah studio foto dari tahun 1948. Sebelum era digital, kamera-kamera pengambil gambar terus berinovasi dari zaman ke zaman. Tak hanya dihiasi kamera-kamera zaman dulu yang memiliki lampu besar dengan lensa yang juga berukuran tidak kecil. Di dinding ruangan ada foto-foto klasik yang didominasi oleh tokoh-tokoh dunia yang diabadikan sangat mengunjungi Irlandia. Sebuah lemari kaca di sudut ruangan juga berisi koran-koran terbitan tahun 1950-1990.
Bangunan kedua lebih besar. Meja-meja besar berjajar di tengah-tengah ruangan. Semuanya dijejali barang. Di sela-sela meja yang beberapa diantaranya dipasangi rak, diberi jarak agar kita bisa leluasa melangkah dan melihat-lihat barang pajangan dari jarak dekat.
2 Bangunan Museum, foto : Dani Rosyadi
Dinding-dinding ruangan juga sarat dengan benda-benda kuno. Ada yang digantung, ada juga yang ditaruh di atas rak-rak yang menempel di tembok ruangan.
Tembok dekat pintu dipenuhi keramik-keramik peralatan makan dan minum. Mulai dari teko-teko antik, gelas-gelas kaca yang berukir atau bergambar, gelas-gelas besi sampai piring-piring serta mangkok makan model klasik. Beberapa peralatan dapur seperti panci, wajan, peralatan membuat kue dsb, juga ikut berbagi tempat di sana.
Dari bangunan ke-2, ada pintu masuk ke bagian belakang museum. Nah, di sini ada ruangan lagi. Ada miniatur ruangan dan bangunan masyarakat Irlandia di abad-abad lalu. Misalnya miniatur sebuah ruangan kelas, lengkap dengan papan tulis kayu dan kursi-kursi kayu yang umum digunakan dahulu. Tak ketinggalan sebuah patung anak laki-laki kecil bertopi dan seorang ibu guru yang duduk di depan kelas. Para turis boleh ikut duduk di sana dan berfoto seolah-olah menjadi murid di kelas. Seru, juga, ya.
Di sampingnya ada miniatur apotik tempo dulu. Sekumpulan sepeda antik dan kereta bayi disekat dalam areal yang berbeda, masih dalam ruangan yang sama.
Dengan membayar 5 euro per 1 orang dewasa (gratis untuk anak-anak), kita bisa menghabiskan sekitar satu jam mengitari seluruh bangunan dan ruangan museum. Termasuk jalan-jalan di halaman museum yang juga sarat dengan benda-benda antik yang tidak kalah menariknya.
Kastil di Kota Tua
Sungai Shannon membelah Kota Athlone menjadi 2 bagian. Keduanya dihubungkan oleh sebuah jembatan beton. Wilayah sebelah barat dikenal sebagai “Kawasan Kota Tua”, The Old Town. Inilah wajah asli kota Athlone di awal masanya dulu. Karena perkembangannya yang cukup pesat, kota kecil ini terus diperluas dan pusat kota berpindah ke wilayah yang sudah didominasi oleh bangunan-bangunan baru.
Kawasan Kota Tua tidak memiliki bangunan pertokoan besar. Seperti misalnya Golden Island Mal dan Athlone Town Center yang keduanya berada di pusat kota. Tapi kawasan ini punya pesonanya tersendiri.
Di Pesisir Sungai Shannon
Persis di ujung jembatan yang menjadi pintu masuk menuju Kota Tua, ada 2 bangunan besar yang masih bediri tegak dengan arsitektur kuno yang melekat kuat. Sebelah kiri ada kastil. Sebelah kanan jembatan ada sebuah gereja tua.
Kastilnya tidak terlalu besar. Bangunannya direnovasi dari peninggalan kastil yang dibangun di abad ke-13. Dulunya kastil-kastil banyak dibangun sebagai tempat perlindungan dari banyaknya penyerangan antar wilayah saat itu.
Kastil di Athlone, foto : Dani Rosyadi
Di dalam kastil ada museum. Akses ke museumnya harus membayar 8 euro per orang. Kami tidak sempat masuk ke sana. Untuk berkeliling-keliling di luar area museum tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun.
Ada satu ruangan yang berkesan untuk saya. Letaknya di bagian belakang. Tempatnya gelap dan dipasangi jeruji besi. Di dalamnya ada miniatur-miniatur orang-orang yang nampak murung, tertunduk dan ada yang terkapar di tanah. Hal ini menggambarkan masa-masa pahit di Irlandia saat kegagalan panen besar-besaran di seluruh negeri di pertengahan abad ke-19 menyebabkan Irlandia dilanda musibah kelaparan di mana-mana. Tidak sedikit korban jiwa yang melayang.
Kastil di Athlone, bagian dalam, foto : Dani Rosyadi
Kalau bangunan gerejanya hanya bisa dilihat dari luar saja. Gereja ditutup kecuali untuk misa rutin hari minggu dan hari-hari besar lainnya atau sudah dibooking untuk acara-acara khusus seperti acara perkawinan dll.
Sebagian besar bangunan gereja di Irlandia memiliki 2 menara selayaknya gereja Katolik pada umumnya. Mayoritas agama yang dipeluk oleh penduduk di sana adalah Katolik.
Jangan lupa juga mengitari sudut-sudut lain di kawasan Kota Tua. Perumahan dan toko-toko yang ada di sana umumnya memiliki bangunan yang berwarna-warni. Rumah bercat hijau muda beratap oranye bersebelahan dengan toko yang dindingnya berwarna merah muda misalnya.
Kawasan Kota Tua, foto : Dani Rosyadi
Biara Kuno di atas Padang Rumput Clonmacnoise
Situs ini adalah situs monastik khas umat Katolik. Letaknya juga di tepian Sungai Shannon. Tempatnya bisa ditempuh dengan menyetir mobil selama sekitar setengah jam dari pusat kota Athlone.
Tempat ini juga yang paling sering disambangi oleh para turis asing. Di awal kedatangan, silakan memasuki bangunan Visitor’s Center terlebih dahulu. Di sini ada museum yang isinya menjelaskan mengenai kehidupan di Clonmacnoise saat biara-biara di sana baru dibangun dan sedang berkembang. Selain museum, di gedung yang ini juga ada fasilitas umum seperti kafetaria dan kamar kecil.
Museumnya menarik, lho. Tidak hanya berisi keterangan dalam bentuk tulisan. Juga ada miniatur-miniaturnya. Jadi, anak-anak lumayan menikmati suasana dalam museum.
Museum di Clonmacnoise, Irlandia. Foto : Dani Rosyadi
Pesona utama dari Clonmacnoise adalah reruntuhan kastil-kastil yang pernah berdiri megah di tempat ini. Dulunya, Clonmacnoise menjadi salah satu pusat penyebaran agama Katolik utama di kawasan Irlandia.
Di sekitar abad ke-10, ada kompleks biara Katolik yang dibangun di sini. Yang tersisa sekarang hanya tinggal puing-puingnya saja. Ada reruntuhan katedral yang berukuran paling besar diantara sisa-sisa bangunan kuil lainnya.
Diantara sisa-sisa bangunan biara, ada areal pemakaman dari masa lampau. Makam orang-orang penting dari masa itu seperti raja-raja yang pernah memerintah atau para kepala biara. Nisannya tidak berbentuk tiang tapi melekat di tanah. Cukup repot menjaga anak-anak agar tidak sampai berlari-lari melintasi jajaran nisan tersebut.
Kuburan di Clonmacnoise, Irlandia, foto : Dani Rosyadi
Menariknya, situs ini berada di atas sebuah padang rumput hijau yang luas. Jadi, kita bisa sekaligus menikmati pemandangan alam khas Irlandia yang memang terkenal dengan wisata alam bebasnya. Di sekitar reruntuhan bangunan bekas kuil ini, terlihat banyak hewan ternak yang dibiarkan merumput bebas. Hijaunya rumput beradu dengan birunya air Sungai Shannon, warna alami alam yang cantik.
Bersenang-senang di Peternakan Glendeer Pet Farm
Peternakan tidak hanya bisa dinikmati oleh anak-anak saja. Saya dan suami juga ikut senang saat melihat dan bersentuhan langsung dengan kawanan hewan ternak saat mengunjungi Gleender Pet Farm yang berjarak hanya sekitar 10 km dari pusat kota Athlone.
Kita bisa memasuki peternakan setelah terlebih dahulu membayar uang masuk sebesar 8 euro per orang. Petugasnya juga memberikan 2 kantong kertas yang berisi makanan hewan yang bisa kita berikan langsung di dalam nanti.
Glendeer Pet Farm, Foto : Dani Rosyadi
Kawanan burung yang berada di kandang-kandang yang disusun di sisi kiri dan kanan jalan adalah hal pertama yang akan kita jumpai. Burung Unta yang langsung menarik perhatian karena suaranya yang khas dan keras serta ukurannya yang besar. Anak-anak tidak berani mendekat. Jadi, suami saya yang memberi makan si Burung Unta yang sudah terlanjur ribut menyambut kedatangan kami, seolah mengharap mendapat sedikit kudapan.
Setelahnya, ada kandang domba dan kambing. Seekor anak kambing kecil sempat melepaskan diri dari kandang dan berlari mengikuti dari belakang saat kami sudah beranjak pergi. Tampaknya dia lapar dan kalah bersaing dengan para domba dan kambing besar saat merebutkan makanan yang kami taburkan ke dalam kandang tadi.
Area selanjutnya berupa padang rumput luas. Sekelompok Llama berkeliaran bebas di sana. Ada yang duduk santai, ada yang jalan-jalan. Tapi anak-anak sudah terlanjur melihat playground di kejauhan. Cuma sebentar kami menyapa para Llama dan beberapa ekor sapi yang sedang merumput.
Lihat anak anjing di kandang,
Sebelum mencapai playground, ada sebuah kandang besar beratap dalam ruangan tertutup yang luas. Di dalamnya ada sekat-sekat. Di tiap sekat ada beberapa anak anjing yang masih sangat kecil, anak-anak babi yang benar-benar baru lahir, anak-anak sapi yang baru belajar berjalan dan anak-anak ayam yang ditutupi dalam ruang kaca. Pantas saja mereka ditaruh dalam kandang tertutup. Mungkin masih dianggap terlalu kecil untuk dilepas bebas di peternakan.
Setelah puas bermain di playground yang juga diisi dengan kawanan Llama dan domba yang sibuk lalu lalang, kami beranjak ke area selanjutnya. Kali ini, ada kandang bebek dan kandang ayam yang dibatasi pagar-pagar setinggi pinggang orang dewasa. Begitu kami melempar makanan ke dalam, para bebek dan ayam langsung ribut berkotek dan merubung ke arah pagar seolah berkata, “Lagi, lagi, lagi”.
Di sana juga ada kawanan kuda yang sayangnya lagi ogah-ogahan dan duduk-duduk saja di atas rumput saat kami hampiri. Beberapa ekor kerbau berukuran besar bisa dilihat dari luar kandang. Ukurannya memang jauh lebih besar daripada ukuran kerbau pada umumnya di tanah air.
***
Acara jalan-jalan di Irlandia dikenal dengan didominasi oleh pemandangan alam bebasnya yang masih belum banyak terjamah manusia. Tak heran, Negeri Irlandia juga dijuluki Sang Negeri Zamrud. Tertarik ikut menjelajahi alam di Negeri Zamrud yang ini?
Naik Apa dan Habis Berapa ke Irlandia
Selain penerbangan via maskapai Eropa, menuju Irlandia juga bisa melalui maskapai Timur Tengah. Harga tiketnya berkisar 6-7 juta rupiah per orang.
Penginapan di Athlone bisa memilih hotel-hotel berbintang seperti misalnya Radisson Hotel yang terletak persis di tepian Sungai Shannon. Di samping jembatan penghubung kawasan kota baru dan kawasan kota tua. Selain hotel, ada banyak penginapan kecil atau motel. Istilahnya B&B (Bed & Breakfast). Rate per malam tergantung musim. Musim panas biasanya menawarkan harga yang lebih tinggi karena saat yang paling tepat mengunjungi wilayah-wilayah Eropa jatuhnya di musim ini.
Booking hotel atau B&B bisa dilakukan via internet secara online.
Corniche Jeddah, punya banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Seru deh, makanya bisa nulis banyak kisah traveling tentang Corniche Jeddah dan masuk media cetak :D. Buat nambah-nambah uang jajan tentunyaaaa *tepukTangan*.
(dimuat di rubrik Jalan-jalan Republika, tapi lupa edisi yang mana hehehe :D)
Oleh : Jihan Davincka
***
Kota Jeddah kerap dijuluki “Pengantin Laut Merah.” Berbatasan langsung dengan tepian laut Merah membuat kota Jeddah memiliki pesisir pantai yang disebut “Corniche Road.” Pesona dari Corniche Road – Jeddah bukan hanya milik Mesjid Apung, yang menjadi tempat wisata kegemaran para jemaah haji dan umrah asal tanah air.
North Corniche, Jeddah (foto : Dani Rosyadi)
Di akhir tahun 2012 lalu, proses pembangunan sebagian wilayah utara dari Corniche Jeddah baru saja dirampungkan. Hasil pemugaran sekitar beberapa kilometer dari wilayah ini menghasilkan sebuah tempat rekreasi baru yang sarat fasilitas modern dengan wajah barunya nan bersih.
“North Corniche Jeddah”, Rekreasi Seru bagi Seluruh Anggota Keluarga
Jadilah di pagi hari di sebuah akhir pekan, saya mengajak suami menyambangi lokasi “North Corniche” tadi. Setelah berbulan-bulan akses ke lokasi tersebut ditutup untuk umum, dinding-dinding penyekatnya pun akhirnya dibuka juga.
Tempat-tempat parkir disediakan cukup banyak. Tersebar di beberapa titik, tidak menyatu di satu pelataran khusus. Dari kejauhan, anak-anak sudah menempelkan kepalanya ke kaca mobil dan meributkan taman bermain yang langsung menarik perhatian mereka. Suami pun akhirnya memarkir mobil persis di pelataran parkir di samping lokasi taman bermain tersebut.
Playground di Corniche Jeddah (foto : Dani Rosyadi)
Anak-anak langsung berhamburan ke luar begitu mesin mobil dimatikan. Suasana pagi itu belum begitu ramai. Jadi, anak-anak bebas berkeliaran menyerbu berbagai macam arena permainan yang ada di sana.
Saya memutuskan jalan-jalan sendiri menyisir sisi pantai yang lain. Ternyata perubahannya cukup banyak. Sisi-sisi pantai yang berbatasan dengan jalan diberi pagar-pagar. Disiapkan jogging track segala. Beberapa orang sibuk memancing di bibir pantai. Terlihat pula beberapa orang bersepeda lalu lalang di samping jogging track tadi.
Corniche, Jeddah (foto : Dani Rosyadi)
“North Corniche Jeddah” juga jauh lebih bersih daripada kondisi sebelum pemugaran. Tempat-tempat sampah disediakan di berbagai penjuru. Tempat ini menjelma menjadi tempat rekreasi multifungsi yang dapat dinikmati optimal oleh seluruh anggota keluarga.
Kuliner Nusantara di Distrik Sharafiyah
Salah satu keluhan warga asal tanah air kala harus merantau ke negeri lain adalah masalah perut. Untuk urusan makanan, pemukim asal Indonesia yang tinggal di Jeddah harus banyak-banyak bersyukur. Makanan cita rasa nusantara tak sulit ditemukan di kota terbesar kedua di Arab Saudi ini. Selain mudah ditemukan, harganya pun tidak terlampau mahal.
Salah satu daerah yang memiliki banyak rumah makan yang menyediakan aneka rupa masakan asal tanah air adalah distrik Sharafiyah. Selain distrik Bagdadiyah, Sharafiyah merupakan distrik favorit pemukim asal tanah air. Di kedua distrik inilah, banyak ditemukan keluarga-keluarga asal Indonesia yang sekadar tinggal atau sekaligus membuka usaha. Makanya jangan heran, distrik sharafiyah merupakan pusatnya toko-toko yang menjual barang-barang kebutuhan khas pemukim dari Indonesia.
Rumah Makan “Putri Sriwijaya”, Jeddah (foto : Dani Rosyadi)
Jenis rumah makan Indonesia di Sharafiyah bermacam-macam. Ada yang selevel restoran menengah ke atas, adapula yang berupa warung-warung makan sederhana yang bisa diistilahkan dengan warteg. Untuk kenyamanan anak-anak sebaiknya memilih tempat makan yang cukup bersih dan luas. Misalnya saja tempat yang kami sambangi selepas lelah menghabiskan pagi yang sibuk di “North Corniche” tadi.
Setelah meninggalkan pelataran parkir di Corniche Jeddah, suami mengarahkan mobil menuju sebuah lokasi rumah makan Indonesia di jalan Khalid bin Walid. Jalanan ini merupakan salah satu jalan terbesar dan akses utama menuju distrik Sharafiyah. Restorannya bernama “Putri Sriwijaya.”
Interior dalam RM Putri Sriwijaya, Jeddah (foto : Dani Rosyadi)
Menilik namanya, kita akan mengira rumah makan ini khusus menyajikan sajian khas dari Sumatera saja. Jangan khawatir, selain menyediakan berbagai menu andalan asal pulau di bagian barat nusantara itu, “Putri Sriwijaya” mencantumkan masakan khas nusantara lain dalam daftar menunya. Sebut saja, ada soto ayam, sate Madura, nasi goreng, macam-macam sup, gado-gado, berbagai macam menu ikan bakar, ayam panggang dsb.
Sate padang merupakan salah satu pesanan wajib para pengunjung di rumah makan ini. Saya dan suami pun penggemar makanan khas Tanah Minang tersebut.
Selain sate padang, meja kami juga dijejali oleh sate ayam dan soto Madura. Rasanya tidak kalah lezatnya dengan masakan yang sama yang disajikan di tanah air. Maklum saja, bukan hanya kasir dan para pelayannya, tukang masak di restoran ini kebanyakan orang-orang Indonesia asli, lho.
Hidangan di RM Putri Sriwijaya, Jeddah (foto : Dani Rosyadi)
Selain makanan utama, minuman yang disajikan juga bermacam-macam. Mulai dari bermacam-macam jus hingga teh manis, kadang-kadang juga ada es kelapa muda katanya. Sayang sekali, saat ke sana, kata pelayannya stok minuman segar satu ini sedang habis.
Harga satu porsi makanan utama bervariasi dari kisaran 15 riyal hingga 30 riyal (1 riyal = 2500 rupiah). Porsinya cukup banyak dan berlebih jika dinikmati untuk seorang diri saja. Minumannya sendiri seharga 2-8 riyal per gelas.
Tempatnya bagus dan bersih. Sesuai kebiasaan umum di rumah-rumah makan di Saudi, tiap meja disekat khusus. Orang Arab sangat menjaga privasi. Apalagi hijab antara perempuan dan laki-laki di tempat umum sangat diperhatikan. Jadi, tiap keluarga bisa menikmati santapan masing-masing tanpa dalam ruang tertutup. Kaum wanita bisa melepas tutup muka / cadar atau bahkan membuka abayanya tanpa khawatir ada orang lain yang memperhatikan.
Selain “Putri Sriwijaya”, ada juga restoran lain sejenis dengan menu dan harga yang mirip yaitu rumah makan “Sumatera.” Lokasinya juga di sekitar jalan Khalid bin Walid, tak jauh dari tempat “Putri Sriwijaya” berada.
Untuk sajian khas soto betawi, pepes ikan dan mie bakso, silakan menyambangi “Restoran Betawi.” Lokasinya lagi-lagi berada di seputaran Khalid bin Walid. Setelah melewati perempatan besar pertama di Khalid bin Walid, gedung restorannya bisa dicapai dengan membelokkan mobil ke arah kiri.
Menikmati Senja dan Makan Malam di Tengah Gurun
Setelah berpuas-puas di pantai dan menyambangi salah satu rumah makan Indonesia di distrik Sharafiyah, kami diajak oleh teman-teman menghabiskan sore dan malam hari ke Bahrah. Wilayah Bahrah memiliki areal padang pasir yang tak jarang dikunjungi oleh pemilik mobil-mobil besar untuk kegiatan off-road.
Kami berangkat menuju Bahrah dengan konvoi. Ada sekitar 9 keluarga yang ikut serta dengan membawa lengkap anggota keluarga masing-masing termasuk anak-anak.
Menuju Padang Bahrah (foto : Dani Rosyadi)
Setelah menyusuri jalanan tol, searah jalan menuju Mekkah, dalam tempo sekitar satu jam tibalah iring-iringan mobil kami di gurun pasir Bahrah. Beberapa mobil yang kondisinya tidak memungkinkan untuk menembus jalanan berpasir di gurun dibiarkan terparkir di sisi jalan yang masih beraspal. Penumpangnya berpindah ke mobil-mobil besar yang sedianya memang akan digunakan oleh bapak-bapak untuk membedah gurun melalui kegiatan off-road.
Susah payah menyetir membawa penumpang penuh dan barang-barang lainnya, sekitar 15 menit kemudian tiba juga rombongan di tengah-tengah gurun. Ibu-ibu bergegas turun, membentangkan tikar dan karpet dan menata bahan makanan. Anak-anak tidak ketinggalan. Tanpa dikomando, mereka kompak berlarian ke sana kemari, naik turun beramai-rami di gundukan-gundukan pasir yang mendominasi wilayah gurun tempat kami berhenti.
Anak-anak di Padang Bahrah (foto : Dani ROsyadi)
Sementara para Ibu sibuk mempersiapkan makan malam, bapak-bapak beramai-ramai menjajal mobil yang ada untuk mengasah keterampilan mengemudi di hamparan padang pasir. Anak-anak kami biarkan saja berkeliaran semaunya. Beberapa ibu ditugaskan untuk menjaga anak-anak. Tidak ikut berlarian bersama mereka, tapi sekadar menjaga agar anak-anak tetap berada dalam jangkauan pandangan mata kami.
Tak terasa, senja pun hampir habis. Tak lama, sayup-sayup terdengar azan magrib dari kejauhan. Nun jauh di tengah-tengah gurun, ibadah shalat pun tetap menjadi kewajiban mutlak. Bapak-bapak menjalankan shalat berjamaah lebih dahulu. Disusul oleh para ibu.
Salat Magrih di Bahrah (foto : Dani Rosyadi)
Saat gelap mulai menjelang, bapak-bapak bersiap-siap membakar sate ayam, salah satu menu makan malam kami saat itu. Aroma bakso pun mulai tercium dari panci besar yang sejak sejam yang lalu disiapkan dan direbus di atas kompor kecil oleh para ibu-ibu.
Ritual makan malam pun berlangsung dengan penerangan dari cahaya lampu mobil yang sengaja dinyalakan sejak cahaya mentari sudah menghilang sepenuhnya di langit malam. Sambil menyuapi anak-anak, ibu-ibu juga ikut makan sambil mengobrol. Bapak-bapak berkumpul menikmati hidangan malamnya sambil menjaga di samping perapian tempat membakar daging sate tadi.
The Mommies ^_^ (foto : Dani Rosyadi)
Setelah kenyang dan puas berbagi cerita, kami segera berbenah sebelum malam bertambah pekat. Kami pun kembali ke tempat dimana sebagian mobil diparkirkan tadi. Para penumpang kembali ke mobil masing-masing. Usai saling berpamitan, masing-masing mobil berangkat sendiri-sendiri menyisir jalan tol menembus malam dengan membawa kenangan indah dalam hati masing-masing.