Museum Titanic : Did The Captain of The Titanic Cry?

Museum Titanic : Hari itu, 14 April 1912, sebanyak 4x peringatan akan bahaya gunung es di sepanjang jalur yang mungkin akan dilewati diterima oleh Titanic. Peringatan terakhir datang di pukul 22.30.

Namun, segala peringatan belum sanggup menghentikan takdir Titanic di malam itu. Pukul 23.40, Titanic menabrak bongkahan gunung es.

Sesaat setelah tubrukan terjadi, kapten kapal, Edward J Smith bergegas menuju anjungan ke Ruang Kemudi Utama. Berdiskusi bersama awak kapal, hadir pula Thomas Andrews, sang arsitektur kapal.

Setelah mengecek kondisi kapal, mereka berdua langsung paham, “Kapal akan tenggelam.”

Kapten Smith juga tahu bahwa jumlah kapal penyelamat hanya cukup untuk setengah jumlah penumpang. Diinstruksikan agar awak kapal sebisa mungkin tidak membuat penumpang panik.

Kapten Edward John Smith, pelaut senior yang sudah berkali-kali menahkodai kapal-kapal besar milik White Star Line, perusahaan besar yang mengawali kehadiran RMS Titanic.

Di usia 62 tahun, sang kapten dipercaya untuk memimpin Titanic menjalani pelayaran perdananya dari Southampton menuju New York di tanggal 10 April 1912.

Secara personal, kapten menyapa seluruh penumpang kelas 1 di pelayaran pertama Titanic. Kemampuannya yang mumpuni sudah dikenal luas oleh hampir seluruh penumpang kelas 1.

Gelarnya sebagai “Safe Captain” tidak mampu mengelakkan Titanic dari musibah besar di malam itu. Pesan terakhir yang diterima dari RMS TItanic datang di pukul 01.45 dinihari, satu pesan singkat “CQD ….”

Kapal lain ada yang merespons, sekitar pukul 2 dinihari, “Are you still there, Titanic?”

Tapi tidak ada pesan apa-apa lagi.

museum titanic
Gambar : pixabay

Pukul 02.20 malam, Titanic, yang dibuat dengan mengerahkan belasan ribu pekerja dan memakan waktu 26 bulan hingga selesai, tenggelam ke dalam Laut Atlantik tak bersisa. Bersamanya, lebih dari 1500 penumpang kapal ikut pergi termasuk Kapten Smith dan sang arsitek Thomas Andrews.

Dari saksi mata terakhir, Kapten Smith terlihat menuju Ruang Kemudi Utama di detik-detik tenggelamnya Titanic dan tidak pernah terlihat keluar dari sana. Hingga kini, jasadnya tidak pernah ditemukan.

Entah apa yang dilakukan beliau di sana. Mungkin mengerahkan sisa-sisa kemampuan terakhirnya untuk mempertahankan agar kapal tetap berada di atas permukaan air. Atau mungkin menumpahkan kesedihannya karena tidak kuasa menyelamatkan seluruh penumpang hidup-hidup.

Mungkin hal ini yang memberikan inspirasi kepada sebuah grup musik untuk mengabadikan hal ini dalam sepenggal lirik lagu,

“Whatever happened to Amelia Earhart?
Who holds the stars up in the sky?
Is true love just once in a lifetime?
Did the captain of the Titanic cry?”

Hasil investigasi hanya berdasar kepada bukti-bukti yang berhasil ditemukan. HIngga kini, para ilmuwan terus mencari tahu apa yang seebenarnya terjadi di malam itu.

Walau begitu, nama sang kapten ikut disebut-sebut sebagai penanggung jawab musibah. Ya resiko menjadi pemimpin ya .

Sang kapten dianggap lalai karena membiarkan Kapal Titanic berlayar di kecepatan hampir maksimum di malam itu. Itulah salah satu alasan mengapa kapal tidak sempat menghindari gunung es walau sudah mati-matian banting setir saat salah satu awak melihat penampakan gunung es tadi.

Kabar tenggelamnya Kapal Titanic menggemparkan dunia beberapa hari kemudian. Termasuk di kota kelahiranya, Kota Belfast di Irlandia Utara.

Seluruh pengerjaan Kapal Titanic memang bertempat di Belfast hingga selesai di tanggal 31 Maret 1912.

Di tahun 2005, sebuah museum yang didedikasikan kepada salah satu kapal terbesar di masanya ini dibangun di Belfast. Museum yang kemudian diberi nama Titanic-Belfast dibuka secara resmi di tanggal 31 Maret 2012 untuk mengenang 100 tahun RMS Titanic.

Ke sanalah kami sekeluarga di liburan akhir tahun 2016 kemarin.

Sayang sekali ya dalam museum Titanic sebenarnya tidak boleh merekam video. Hanya boleh foto-foto huhuhu. Makanya rekaman dalam museum Titanic agak-agak gimana gitu hihihihi. Merekam seadanya saja, sedapatnya, karena banyak petugas mondar-mandir .

Buat penggemar sejarah pasti seneng deh muter-muter Museum Titanic Belfast Irlandia ini ^_^. Tidak hanya bercerita tentang tenggelamnya kapal fenomenal ini. Museum Titanic juga berkisah tentang masa lalu Irlandia sebagai salah satu pusat industri di Eropa di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Replika Titanic lengkap dengan ruangan-ruangannya juga ada dalam museum Titanic ini. Potret kesenjangan kaya vs miskin di awal abad ke-20 di Eropa. Siapa sangka ya, Eropa Barat yang kini kayaknya paling adil sejahtera dulunya juga menyimpan banyak keperihan *tsaaaaah* . Bentar lagi bikin puisi .

Di masa itu, Amerika Serikat adalah “harapan baru” bagi sebagian mereka yang kurang beruntung di wilayah Eropa dan sekitarnya. Berbondong-bondong orang datang untuk menumpang Titanic menuju tanah baru tempat mereka ingin menambatkan mimpi akan kehidupan yang lebih baik.

Juga memotret pedihnya kehidupan buruh di masa-masa itu . Gaji yang sangat minim, jam terbang sangat tinggi, beban kerja berat dan sistem keamanan yang sangat rentan . Mereka bahkan tidak boleh sekadar bersantai meminum teh hangat saat jeda bekerja.

Museum Titanic Proses pembuatan Kapal Titanic
Proses pembuatan Kapal Titanic

Kalian perlu banget belajar tentang kehidupan buruh saat itu, karena atas nama peningkatan taraf hidup merekalah, Karl Marx menulis buku-buku tentang Marxisme . Bukan untuk menghancurkan Islam atau agama apa pun keleeeees hahahaha .

Karl Marx mengkritik kapitalisme. Jadi, sebenarnya komunis itu lawannya kapitalis.

Nah, paham marxisme inilah yang menyulut semangat patriotik beberapa tokoh dunia untuk mempraktikkan cita-cita Karl Marx. Komunisme itu praktik politik yang banyak mengadopsi paham Marxisme . Jadi tolong bedakan atheisme vs komunisme .

Semoga bermanfaat infonya ya teman-teman. Kalau masih ada waktu senggang dan ada kuota, bolehlah sekalian diceki-ceki videonya hehehe . Yang link di atas itu tuh, Museum Titanic Belfast Irlandia

Selamat pagi teman-teman di Indonesia . Have a nice tuesday .

Kabar-kabari dari Texasnya entar dulu yaaaa, pucing liyat kelakuan Pak Presiden baru nih hhahahaha . Sudah pengin nulis  banyak tentang Texas. Tapi kondisinya kayak gini ya gimana ya. Takut salah nulis :(.

Objek Wisata di Swiss : Museum Olimpiade Lausanne Swiss

Salah satu Objek Wisata di Swiss selain pemandangan alam, nih : Museum Olimpiade Lausanne Swiss. Kami kunjungi di pertengahan musim semi tahun 2015. Masih agak dingin waktu itu, sih :D. Sekitar bulan April.

Vlognya pun sudah ada lhoooo *uhuk* :p.

https://www.youtube.com/watch?v=W2iS4F7QT2Y

Olimpiade modern pertama kali dilangsungkan pada tahun 1896. Sesuai salah satu makna kata Olympiad, perhelatan ini diadakan setiap 4 tahun. Sejak tahun 1924, pelaksanaannya terbagi 2 : Olimpiade Musim Panas dan Olimpiade Musim Dingin.

Awalnya, kedua olimpiade ini selalu berlangsung di tahun yang sama. Dimulai tahun 1994, pelaksanaannya dipisah per 2 tahun. Jadi tahun 1994 adalah pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di Norwegia, tahun 1996 Olimpiade Musim Panas di Amerika Serikat … dan begitu seterusnya hingga kini.

Sebanyak 3x even olimpiade dibatalkan karena Perang Dunia pertama dan Perang Dunia Kedua.

Menjadi tuan rumah Olimpiade bisa mendatangkan banyak keuntungan bagi negara penyelenggara. Misalnya dari segi bisnis-ekonomi serta pariwisata.

Sayangnya, dari wilayah Asia hanya Jepang-China-Korea Selatan yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade. Benua Afrika belum pernah sama sekali.

London dan Athena menjadi negara yang paling sering menjadi tuan rumah.

Per tahun 2022 nanti, Beijing akan menjadi kota pertama yang menjadi tuan rumah olimpiade musim panas dan olimpiade musim dingin.

Museum Olimpiade ini sendiri berdiri sejak tahun 1993.

Memiliki 2 bagian utama : Taman Olimpiade yang didominasi rerumputan hijau dan pahatan patung-patung tema olimpiade dari para pemahat profesional di berbagai negara.

Olympic Museum Park, Lausanne Swiss , objek wisata di swiss
Olympic Museum Park, Lausanne

Satunya lagi, bangunan museum yang menyimpan video, memorabilia, daftar biografi dari atlet-atlet yang berlaga di olimpiade dan kisah-kisah dari berbagai peristiwa dalam olimpiade yang pernah berlangsung.

Untuk masuk ke area di lantai 2 yang bagian museum memorabilia kita harus membayar. Ada beberapa paket yang tersedia. Karena tur keliling museum kayaknya membutuhkan waktu agak lama ada paket yang beserta makan siang + snack segala.

Untuk paket dasar bayarnya sekitar 26 frank/chf per orang. Kalau ada plus-plus makan dan guide segala macam paketnya bisa sampai 50 frank/chf per orang :D.

Wah, horor amat yaaaaaa hahahaha *gembokDompet*.

Tenaaaaang, sodara-sodarah. Kalau cuma jalan-jalan santai menikmati Taman Olimpiade dan beberapa bagian dalam museum itu gratis kok ;). Lumayan banyak juga dapatnya. Nah itu yang dalam video, itu semuanya gratisan aja :D.

Kami datang sudah kesorean. Jam 5 kalau gak salah. Sementara museumnya tutup jam 6 sore. Sayang lah kalau bayar karena untuk keliling seluruh ruangan dalam museum butuh lebih dari satu jam.

objek wisata di swiss museum olimpiade lausanne swiss
Berpose di salah satu sudut gratisan dalam Museum 😀

Semoga negara kita terus berbenah ya. Ibukota DKI Jakarta siapa tahu  menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah Olimpiade. Aamiin :D.

Nama negara bisa terdongkrak habis-habisan tuh. Seperti Sarajevo, kota kecil di Eropa Timur yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin tahun 1984. Membantu banget bagi negara kecil ini untuk bangkit dan menjadi dikenal namanya oleh dunia.

Apalagi Indonesia, nih. Penduduknya segabruk-gabruk tapi diaspora asal Indonesia masih suka salah dikenali sebagai orang Malaysia/Filipina atau Thailand hehehe. Enggak usah baper :p.

Kota Lausanne sendiri punya beberapa tempat wisata lain yang tidak kalah serunya. Sebenarnya secara umum sudah nulis tentang Kota Lausanne ini.

objek wisata di swiss kota lausanne swiss
One of the best View of Lausanne (Switzerland), taken from Hermitage (objek wisata di Swiss)

 

Ternyata rekamannya lumayan lengkap tentang Kota Lausanne jadi deh pengin bikin vlognya jadi beberapa :D. Ditulis lagi ya biar ada alasan share vlognya kan, kan, kan hihihihi :p.

Btw, kemarin mengobrol dengan teman yang tinggal di Jeddah. Kita ketemuan tuh di Luzern Swiss tahun 2015 kemarin. Dan kita sama-sama tergila-gila sama Swiss. The best country of the world ya kayaknya hehehe. Objek wisata di Swiss emang terhitung banyak, apalagi dari segi pemandangan alam.

Sementara mungkin, orang-orang non Asia kalau jalan-jalan ke Bali atau Pattaya heboh juga dengan eksotisnya Asia dan merasa Asia itulah yang surga dunia :p. Ya begitulah, rumput tetangga selalu lebih keren :p.

 

 

 

Gimbal Handheld GoPro Untuk Rekaman Video yang Lebih ‘Stabil’

Sebenarnya kurang tepat lho asumsi orang-orang yang mengatakan bahwa dengan menggunakan GoPro, dipastikan hasil video lebih stabil tanpa goyangan. Kalau alasan pakai GoPro adalah kepraktisan ya kayaknya lebih bener (y).

GoPro  bentuknya imut-imut. Mudah dibawa ke mana-mana apalagi buat yang sering traveling. Enggak makan tempat ya boooo hehehe.

Kalau misalnya kita ngerekamnya pakai kamera biasa pun kalau pakai tripod dan kita yang ngambil videonya enggak bergerak ya gambar pasti stabil :p. Masalahnya kalau kita ngerekam sambil jalan-jalan gitu gimana?

Ini nih contoh video yang diambil via kamera DSLR yang dipegang pakai tangan doang :p. Mana berat pulak hahaha. Ini video jalan-jalan pas ke Swiss tahun 2015 kemarin.

https://www.youtube.com/watch?v=qHw-M90t5Ok

Setelah pakai GoPro pun, yang menentukan kualitas gambar video (apakah stabil atau malah bikin pening) adalah penggunaan alat tambahan yang disebut Handheld Gimbal.

Ada yang namanya Handheld Gimbal for GoPro, misalnya yang kayak gini nih :

handheld gimbal gopro

Nah, si Gimbal inilah yang bikin video yang kita hasilkan tetap “stabil” gak goyang-goyang walau kita pakainya sambil jalan-jalan sekali pun. Malah katanya sambil lari pun bakal tetep kece hasilnya.

Awalnya saya juga tidak terlalu ngeh sih, ya. Tapi setelah membandingkan hasil setelah pakai GoPro + Gimbal vs video-video “jahiliyah” pra-GoPro (hahaha), hasilnya memang bedaaaaa :D.

Coba lihat bedanya di video yang ini (pakai GoPro + handheld Gimbal) :

Gimbal ini semacam alat untuk terus-menerus menyeimbangkan suatu benda tanpa terpengaruh dengan pergerakan sekitarnya, bahkan pergerakan tempat benda tersebut bertumpu. “Keseimbangan” ini maksudnya membuat bendanya tetap dalam posisi yang sama / sumbu tunggal.

Duh, beribet neranginnya hahaha. Bener gak ya itu maksudnya begitu :p.

Jadi gini, gini, kalau punya GoPro pun tapi kita hanya mengandalkan stik biasa untuk dudukan GoPro dan merekamnya sambil bergerak (misalnya sambil jalan), posisi GoPro nya kan goyang-goyang terus, ya. Jadi hasilnya kayak berguncang-guncang gitu. Walau pun konon katanya kalau yang kualitasnya di bawah GoPro, guncangannya lebih terasa di hasil video.

Nah, kalau pakai handheld Gimbal tadi, GoPronya tetap di sumbu yang sama walaupun kita berjalan ke sana kemari. Posisi GoPro memang dinamis gitu. Misalnya tangan kita dari vertikal ke horisontal, Gimbal akan otomatis menyeimbangkan posisi si GoPro nya.

Jadi gak usah pusing-pusing mikirin posisi kamera/GoPro. Kita bisa leluasa mengarahkan si handheld GoPro ini, kiri kanan, atas bawah dan sebagainya. Tapi ada batas tertentu guncangan maksimal yang bisa distabilkan oleh handheld Gimbal ini.

Ya kalau kita cuma vlogger hura-hura yang kegiatannya tidak ekstrim ya okelah ya hihihi. Paling kan cuma jalan-jalan syantik sambil shoot kiri kanan dan seterusnya :p.

Satu lagi nih contoh video pasca pakai GoPro + handheld Gimbal nan hits itu :D.

Harga handheld Gimbal model di atas itu memang tidak murah, sih. Harganya melebihi setengah harga GoPronya sendiri hehehe. Saya pakai GoPro Hero4. Harganya sekitar 360 USD, Gimbal-nya 250 USD eh apa 200 ya, lupa :D.

Belinya nitip suami pas assignment ke Texas tempo hari. Konon, barang-barang elektronik di sana lebih murah daripada di Eropa sini. Beli sekitar bulan Juni 216 kemarin.

Kalau memang serius mau bikin video-video dengan kualitas yang lebih bagus anggap saja investasi ya :). Makanya kalau sudah beli, jangan malaaasss ngedit videonya –> pecut diri sendiri! #cambukDulu :p.

Kurang tahu juga sih ada perkembangan apa setelah GoPro Hero5 keluar. Jangan-jangan sudah dilengkapi dengan gimbal ya. Bentuknya sudah lebih canggih lagi hehehe.

Semoga informasinya bermanfaat ya ^_^.

Alasan aja sih nulis ini, sebenarnya memang mau nyari trepik buat vlog-vlog akyuh yang viewnya masih memprihatinkan itu hahahahaha :p.

Yaelaaaaa, belum juga sebulan berikrar menjadi vlogger, sudah haus view begini hahahaha. Videonya saja belum ada 10 yang baru :p.

Beklah, beklah, tetap cemunguuuuddd eaaaaaaa ^_^.

 

Masjid Sultan Ahmed (Masjid Biru) di Istanbul Turki

Konon, di malam hari, cahaya biru akan berpendar dari 5 kubah utama – 6 menara – dan 8 kubah tambahan dari dalam bangunan Masjid Sultan Ahmed ini.

Salah satu interior utama dinding di dalam masjid adalah keramik biru yang ukirannya dikerjakan dengan tangan manusia. Dari dinding-dinding inilah, cahaya biru tadi memancar. Karena itulah bangunan yang aslinya bernama Masjid Sultan Ahmed ini juga dikenal dengan nama Masjid Biru.

Masjid Sultan Ahmed Blue Mosque (pic by Dani Rosyadi)
Blue Mosque (pic by Dani Rosyadi)

Makanya, saya sempat bingung juga awalnya, kok bisa jadi Masjib Biru? Padahal bangunan luarnya berwarna abu-abu kecoklatan. Sama sekali tidak ada tanda kebiru-biruan hehehe. Kirain dulu dicat biru terus dicat ulang :p.

Ruangan dalam masjid Sultan Ahmed sendiri kini lebih didominasi warna merah dari hamparan karpet dan warna kuning dari bola-bola lampu yang menggantung di tengah-tengah ruangan. Karpet cantik ini diganti secara reguler untuk kenyamanan pengguna masjid.

Maklum ya, Masjid Biru ini salah satu tujuan utama turis di kawasan wisata Sultanahmet Istanbul Turki. Selain memasuki ruangan masjid untuk lihat-lihat dan foto-foto (hihihi), tak jarang pengunjung juga ikut salat bersama :). Berapa banyak tuh pengunjungnya tiap hari. Mengingat Istanbul juga terkenal sebagai salah satu pusat wisata dunia.

Masjid Sultan Ahmed depan masjid biru

Ada 6 minaret yang mengepung bangunan Masjid Sultan Ahmed. Minaret, menara masjid, yang dahulu digunakan sebagai tempat mengumandangkan azan oleh para muadzin.

Ada kisah tentang mengapa jumlah minaretnya ada 6. Katanya sih, sempat salah komunikasi antara arsitek sama keinginan Sultan. Masjid Sultan Ahmed ini dibangun di awal abad ke-17 di masa pemerintahan Sultan Ahmed I.

Sultan penginnya dibikinin Menara Emas, tapi arsitektur dengernya Enam Menara. Nah, dalam bahasa Turki memang mirip-mirip kata-katanya. Lebih lengkap bisa dibaca di sini wikipedia langsung nih :).

Ada banyak cerita mengenai asal mula minaret sebagai bagian khas dari arsitektur masjid di masa lalu. Salah satunya, untuk mengimbangi gereja yang memiliki menara-menara lonceng.

Vlog-nya juga udah ada lho hihihi :

Kami ke Istanbul saat puncak  musim panas. Puanaaaaassss huhuhu. Kayaknya saat terbaik mengunjungi Istanbul adalah musim semi, sekitar bulan April-Mei. Masuk Juni sudah mulai membara, euy.

Kalau bawa anak-anak jadi gampang cranky kalau kepanasan. Enggak konsen juga kalau mau foto #eaaaaa. Tapi enaknya musim panas, siangnya kan panjang. Sebagai negara 4 musim, pas musim panas di Turki, matahari baru menghilang jam 9-10 malam. Jalan-jalannya bisa lamaaaaaa :D.

Sebaliknya dekat-dekat musim dingin, siangnya lebih pendek. Jam 6 an sudah mulai gelap.

Masjid Sultan Ahmed

Tidak sedikit juga paket-paket umrah dari tanah air yang menjadikan Istanbul sebagai salah satu tempat transit. Transitnya ya 2-3 hari gitu sekalian jalan-jalan. Ada yang ke Istanbulnya setelah umrah ke Makkah-Madinah (Arab Saudi) ada yang sebelumnya malah. Seru juga ya, umrah sambil jalan-jalan.

Salah satu sahabat saya juga jadinya jalan-jalan ke Istanbul karena ikut umrah model begitu :D.

Biasanya, para turis numplek nih di kawasan Sultanahmet karena ada Hagia Sophia segala. Tapi pas kami ke sana relatif sepi. Mungkin ada pengaruh musim panas dan lagi bulan puasa juga. Selain itu, pas malam kedatangan kami, bandara Istanbul kena bom :'(.

Dua jam setelah kami meninggalkan bandara tepatnya. Terbayang kan lemesnya lutut. Besoknya saya sudah gemeteran enggak pengin ke mana-mana. Maunya langsung balik Jakarta saja huhuhu. Tapi suami meyakinkan saya bahwa insya Allah enggak apa-apa.

ALhamdulillah memang lancar-lancar saja jalan-jalan kami waktu itu. Banyak polisi di mana-mana. Enggak rame-rame amat jadi yang biasanya antri-antri gitu (kata suami yang pernah ke Istanbul musim semi 2013). Serba lancar :D.

Masjid Sultan Ahmed

Hingga kini Masjid Biru masih menjadi pesona utama bagi para turis di wilayah Istanbul. Letaknya berhadap-hadapan dengan Hagia Sophia yang saya sebut tadi, tempat yang tidak kalah serunya untuk daya tarik wisatawan.

Dari Masjid Biru ke Hagia Sophia sih tinggal jalan lurus saja. Kita melewati taman cantik yang berada diantara kedua tempat bersejarah ini. Lihat kan ya tadi di vlognya. Fotonya enggak gitu banyak. Sibuk sama adek bayi nih hihihi.

Tapi sempat juga kita bergaya depan Hagia Sophia :D.

depan hagia

Dalam satu hari bisalah kita menghabiskan waktu mengelilingi baik Masjid Biru (Masjid Sultan Ahmed) dan Hagia Sophia. Akan lebih banyak waktu sih yang kepakai di Hagia Sophia karena bentuknya memang museum, 2 lantai pula.

Cerita si Hagia Sophia nanti ditulis deh kapan-kapan, nanti tengok ke sini  lagi yaaaaa. Sekalian sama vlog tentunya ;).

Stay tune! 😀

I Did It My Way

Huaaaaaaa…ternyata Billy Gilman kalah ya di The Voice huhuhu. But wait, yang menang Sundance Head. Dia memang keren juga kok (y).

Di Finale, Billy menyanyikan lagu “My Way”, megahit yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra. Dengan gayanya sendiri, lagunya jadi lebih kekinian oleh Billy. Mungkin juga karena “kisah hidup”nya Billy sendiri juga ada drama-drama “My Way”nya, ya.

Lihat kan closingnya, kirain bakal teriak habis-habisan, Billy malah berbisik doang, “Yes it was … my way.”. Tapi bisikannya bikin kita makin merinding.

Gambar : justjared.com
Gambar : justjared.com

Anyway, apa sih iniiiii malah gosipin The Voice. Bukaaaaan. Sesuai judul di atas dan profesi (tsaelah profesi hahhahaha) sebagai blogger, tiap awal tahun kan suka ikut-ikutan gitu melihat-lihat ke belakang what I’ve done so far.

Sudah lebih dari 10 tahun tapi kok kayaknya gini-gini aja hihihi. Dulu sempat semangat karena ada adsense, tapi setelah belajar SEO dan menemukan fakta betapa cara saya memilih judul artikel – topik yang saya senangi – bla bla bla, ternyata bertolak belakang banget dengan tips-tips SEO hahaha.

Dulu sempat diskusi dengan suami dan kita jadinya tahu soal keyword-analytics endebre-endebre itu. Memang hopeless sih hahaha.

Tapi kan suami jadi menegur karena saya kok jadi jalan di tempat. Bikin apaan kek hehehe. Bukan memaksa atau gimana-gimana ya. Ya benar kan, hidup mah harusnya dibikin maju. Dikit-dikit juga yang penting maju.

Sekarang ini juga media sosial digempur sama berita-berita hoax. Sungguh menyakitkan ya, melihat fanpage yang isinya kombinasi dari postingan-postingan “terekdungces” + hoax + provokasi, likernya bisa puluhan ribu. Kadang cuma satu meme gak jelas isi satu atau 2 kalimat provokatif luar biasa dishare sampai ratusan ribu.

Gambar : forum.kompas.com
Gambar : forum.kompas.com

Apa kabar kita yang capek-capek, kadang gegayaan ngumpulin sumber sana sini, bisa semingguan baru satu tulisan kelar. Tulisan ringan begini pun, kadang ribet juga nyeleseinnya hihihi.

Tentu saja, walau kita tahu berita hoax provokatif jaminan traffic tinggi, tapi pantang dong ya ikut-ikutan gila hehehe ;). Pasti ada cara lain yang lebih barokah *benerinKudung*.

Jadilah sekitar sebulan lalu saya iseng nge-track masalah traffic dari blog teman-teman yang saya kenal. Mencoba melakukan penelitian mentah asal-asalan (hahaha) soal top posts mereka itu biasanya tentang apa, sih.

Ya hasilnya kembali menggampar saya. Ternyata, yang lagi hits dan sepertinya akan makin cerah di tahun 2017 ini adalah…topik-topik seputar kecantikan. Hidup Beauty Blogger! :D.

Warbyasak ya. Dari beberapa teman saya yang jelas-jelas genre blognya BUKAN tentang dunia make up dkk begini, top postsnya kalau enggak review bedak ya review lipstik gitu-gitu lah hihihi.

Halamakjang…lipstik sepotong pun tidak punya. Eh wait, dulu pernah beli deng waktu lagi diskon barengan mau beli bedak. Itu juga karena kasihan sama penjaga tokonya. Maklum ya, kota kecil begini, pembeli sulit bahkan counter make up sekali pun :D. Sudah pasang diskon heboh, ealah, yang datang cuma gue. Itu juga beneran cuma mau beli bedak tok :p.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Jadi katanya, kalau beli apaan gitu, nanti bisa beli item ke-2 setengah harga. Duh, salting abis harus beli apa. Tadinya ditawarin bulu mata palsu soalnya ada yang murah gitu. Walah, kapan dipakainya -_-. Jadilah pilih lipstik saja soalnya harga relatif murah jugak hahaha.

Kini, lipstik itu pun entah ada di mana :p. Kalau ketemu pasti lumayan buat satu postingan ya hahaha. Makanya teman-teman blogger, punya satu biji lipen pun, buruan bikin reviewnya di blog :D. Punya 3 biji lipen, berarti 3 blog post tuh! :D.

Saya tipe pemalas yang kalau sudah pakai satu produk itu bisa belasan tahun. Kalau sudah merasa cocok, ya kayak sekarang ini pakai produk TBS sudah lebih dari 10 tahun. Bukan karena setia, lebih karena malas saja ganti/bandingin/coba-coba merek lain :D.

Dari TBS, produk skin care vitamin C nya, saya pakai 2 item dari total 6 item. Bukan endorse ya iniiiiiiiii :D.

Saya kepikiran bikin review tapi terus saya bingung kalau bikin review gini-ginian itu harusnya gimana hahaha. Masa mau nulis, “Eh, saya jadi cantik lho pakai produk ini.” Gimana gitu ya, sebenarnya tanpa gitu-gituan pun saya selalu merasa cantik –> dilempar granat! Hahaha.

Sudah terbayanglah kegagalan besar-besaran kalau nekat sok-sok an meretas jalan menjadi biuti bloher :p. I believe that beauty has nothing to do with the “mask” –> sok bijak lu! Padahal dirinya sendiri lebih baik bunuh diri daripada keluar rumah tanpa bedak! >_<

Wah, apa review bedak saja? Muhahahahahaha.

Kemarin-kemarin juga ada banyak sekali tips soal meningkatkan kualitas tulisan untuk memancing traffic yang pakai angka-angka itu lho. Misalnya “10 cewek paling imut di dunia ini pasti bikin kamu panas dingin”, deh. Ada sih beberapa artikel saya yang dibuat gitu-gituan. But again, kurang cucok buat karakter blog saya –> jadi maunya appaaaaaaahhh hahaha.

Tapi balik lagi yaaaaa. Dunia ini memang tidak seragam. Tantangan buat kita ya itu bagaimana caranya menciptakan tren bukan malah terbawa arus sampai jauh. Eh, maksud saya, kalau memang doyan make up ya tidak apa-apa banget lho menuangkan hobi ke dalam tulisan di blog. Malah bagus.

Maksudnya jangan sampai yang kayak saya yang jelas-jelas bedain blush on sama eye shadow saja tergagap-gagap mendadak pengin ikut merusuh jadi beauty blogger demi trepik hahahaha :p.

Yang terbaik itu mungkin bersaing dengan diri sendiri dulu. Coba yaaaaa, itu tahun lalu jangan-jangan banyakan fesbukannya *jeweeeeerrrr*. Duh gimana nih, jelang Pilkada bouw. Membahas politik itu penting buat saya :D. Bukan sekadar buat nyari beranteman doang huhuhu.

Gambar : koran-indonesia
Gambar : koran-indonesia

Dari sekian banyak tips ngeblog, saya pun rajin bacanya. Semuanya saya baca kalau sempat :D. Tapi tidak semua saya ikutin. Dilihat-lihat saja yang mana kira-kira cocok.

Yang penting mungkin tahun ini jadi nambah satu topik regular di blog pribadi ini. Sembari tetap semangat ngurusin blog dapur, dan meretas jalan menjadi vlogger hihihi. Terus melakukan hal-hal yang memang kita senangi dan beneran bikin kita hepi.

Tentu, saya tetap semangat meningkatkan traffic segala macam, tapi seperti kata Om Sinatra tadi, “I did it my way” <3.

Kita enggak boleh keras kepala dan ngotot melakukan hal-hal sia-sia yang tidak menunjukkan kemajuan. Tapi enggak boleh juga melepaskan prinsip-prinsip utama hanya demi tujuan yang seharusnya tidak menjadi tujuan primer *mbuletYaaaaa* :p.

Boleh dong bercita-cita mendapat keduanya ;). Tetap dengan cara yang kita merasa nyaman dengannya tapi hasilnya juga cetaaaarrrr :D. Gimana caranya? Nah itu, gimana ya caranyaaaaaa hahahaha.

Perhaps, let’s just try our best, tetap menjadi diri sendiri, sambil menyesuaikan diri dengan tantangan era digital yang super dinamis ini :

“You have to take the tradition and decorate it your way.” -Carrie Bradshaw, Sex and The City-

You did it … your way ;).

Btw, ya Allah, itu lipstik gue tarok mana yaaaaaaaaaaa >_<.

***