Welcome to The Lone Star … Texas!

Yiiiihaaaa *benerinTopiKoboi*

“Howdy”, sapaan khas ala wilayah selatan Amerika Serikat ini sudah mulai kedengeran sejak turun dari pesawat via Bandara di Fort Worth.

Ya nasib, bela-belain gak jajan di Bandara JKF-NY karena yakin banget dapat makanan di pesawat. Ternyata di pesawat dikasih kacang doang *nangis*. Sampai susah tidur menahan lapar hahaha.

Dari bandara, masih harus geret koper ke luar, naik bus menuju Rental Car Center. Di Texas enggak bisa hidup lo kalau gak punya mobil sendiri . Amerika Serikat, secara umum, memang sangat bertolak belakang dalam urusan angkutan umum dengan Eropa.

Gambar : herb.co
Gambar : herb.co

Keluar dari parkiran, disapa dengan ramah oleh petugas di sana dengan aksen Texas yang khas. Suka nonton SpongeBob? Aksen Texas iu persis seperti karakter Sandy Cheeks :D. Beda banget sama New York yang dingin dan cuek . Pendatang kok baper hahaha.

Welcome to Texas!

Langsung menganga melihat fasilitas infrastruktur jalanan yang jalan layangnya bisa 10 layer kali ya. Di Ireland mah banyak jalan-jalan mungil yang kiri kanannya padang rumput hijau royo-royo. And it makes me love Europe even more .

#teamEuropeGarisKeras .

Fore Abbey - Ireland <3
Fore Abbey – Ireland <3

Karena terbiasa dengan etika menyetir yang super sopan ala Yurop, mau copot jantung saya pas di highway, dengan kecepatan tinggi, mobil-mobil salip menyalip baik dari kini dan kanan jalan. Berasa balik Arab Saudi lagi gak sih? Hahahha.

Mas dan embak, itu jalanannya lebar-lebar sudah sebanyak itu mau buru-buru ke mana ciiiiiihhhhh? Jangan salah, segini banyak jalanan melayang-layang, macet masih menjadi ciri khas Dallas dan sekitarnya di jam-jam sibuk saat weekdays *sayWhat*.

Texas, negara bagian di Amerika Serikat yang serba nomor 2 😀. Ekonomi terbesar ke-2, penduduk paling banyak peringkat 2, dan luas wilayahnya juga nomor 2. California adalah negara bagian yang paling makmur secara ekonomi dan terbanyak penduduknya. Negara bagian terluas adalah Alaska.

Iklimnya cukup unik. Februari begini kan biasana masih menggigil tuh kalau di Irlandia, di sini sudah mencapai rata-rata 20 dercel. Bedanya kalau pagi-pagi tuh dingiiiiiiinnn, di bawah 10 dercel. Jelang siang berangsur naik suhunya. Kebayang gak musim panasnya kayak apa.

Konon, bisa mencapai 40 dercel. Wow 40? Bakal tahan gak tuh? Ho ho ho, kite pan alumni gurun jugak . Di Arab Saudi pernah mencapai lebih dari 50 dercel, lho .

texas map

Sebelum bergabung dengan The Union, Texas lebih dahulu melepaskan diri dari Mexico dan resmi menjadi Republik Texas di tahun 1836. Hampir berbarengan dengan kemerdekaan Mexico dari Kerajaan Spanyol. Mexico terinspirasi oleh United States yang sukses melepaskan diri dari Kerajaan Inggris.

Resmi join Union, Union pun berantem dengan Mexico terkait wilayah perbatasan di Texas. Perang pun pecah. Hasil akhirnya, Union malah sukses merebut wilayah California dan New Mexico dengan membayar sejumlah uang kepada Mexico.

Texas, salah satu negara bagian US yang berbatasan darat secara langsung dengan Mexico di sebelah selatan. Di sebelah utaranya ada Oklahoma. Sebelah timur ada Arkansas dan Louisiana. Sebelah barat ada New Mexico.

Etnis Hispanik yang juga mayoritas di Mexico berjumlah sekitar 37% dari total penduduk Texas. Orang bulenya mah hanya 45% saja. Hampir 12% adalah ras Afrika/berkulit hitam. Sisanya etnis Asia dan lain sebagainya.

Texas memperoleh banyak kemajuan secara ekonomi sejak booming perminyakan dan industri-industri lainnya. Amerika Serikat memang punya cadangan minyak lumayan lho makanya di sini bensin jauh lebih murah ketimbang di Ireland .

Masalahnya, penduduknya segabruk-gabruk makanya ekspor tidak terlalu banyak. Bedakan dengan Saudi, yang penduduknya hanya sekitar sepersepuluh daripada US. Saudi banyak mengekspor karena supply jauh melampaui jumlah penduduk. Jadi bukan karena konspirasi kok yaaaaaaa .

Saat krisis melanda US di tahun 2007-2009 pun, Texas termasuk yang mampu bertahan .

Ada banyaaaaaakkk sekali kota-kota di Texas. Lima yang terbanyak penduduknya adalah : Houston, San Antonio, Dallas, Austin dan Forth Worth. Tebak yang mana ibukota Texas? . Bukan Houston bukan Dallas tapi … Austin .

Yup, setiap negara bagian di US memiliki ibukota masing-masing lengkap dengan benderanya bahkan aturan pajaknya pun beda-beda . Sementara Amerika Serikat -nya sendiri beribukota di Washington DC.

Jangan salah, Washington juga menjadi salah satu negara bagian di sebelah utara pantai barat US. Bedakan antara negara bagian Washington vs si ibukota Washington DC di belahan timur.

Bendera memiliki tiga warna : biru merah, dan putih. Dengan gambar bintang tunggal berwarna putih di sebelah kiri bendera yang backgroundnya berwarna biru. Karena inilah, bendera Texas juga dikenal dengan istilah “The Lone Star”. Ini ada hubungannya dengan The Lone Ranger gak sih? Hihihi.

texas lone star

Walau ekonominya termasuk “dahsyat”, biaya hidup di Texas relatif lebih murah ketimbang negara bagian lain. Pajak lokalnya juga lebih kecil. Tapi tetap sih harga-harga barang tidak seasoy di ALDI hahaha.

Eh, ada ALDI lhooooo di Texas *sujudSyukur*.

Tapi ALDI nya sepi banget hehehe. Ya iyalah, toko Eropa walau harga tergolong paling murah, barangnya dikit dan kantong plastiknya harus beli hahaha. Masukin barang saja sendiri. Kalau Walmart tuh, sudahlah bukanya 24 jam, plastik segabruk-gabruk gratis pula 😛, masukin barangnya pun oleh petugas.

Tinggal berdiri cantik nungguin barang dihitung dan terima beres dalam kantong plastik . Sama kayak di Jakarta dan di Jeddah .

Pendapatan perkapita Ireland dan US tidak terlalu jauh beda. Tapi Ireland penduduk cuma 5 jeti, sementara US di atas 300 juta orang hahaha . Perbedaan utamanya lagi adalah di kesenjangan penghasilan .

Yes, US menganut sistem ekonomi super liberal hahaha. Man-hour pekerjaan kerah biru jaraknya sangat jauh dengan pekerjaan formal gitu-gitulah. Karena itulah, jajan di rumah makan di US tuh enggak mahal . Kalau di Eropa, duuuuhh, jajan seminggu sekali aja udah syukur ya *curhatKak?* .

Makanya toko-toko tertentu bisa buka sampai 24 jam. Di Eropa barat, kebanyakan toko malah tutup full kalau hari Minggu hihihi. Kenapa? Enggak kuat bayar gaji karyawannya hahaha.

Kemarin main ke Dallas to see the other side of this “American Dream”. Banyak homeless . Sesuatu yang cukup jarang di banyak negara-negara maju di wilayah Eropa. Ada juga sih yang rawan homeless macam di Paris. Tapi di Swiss kayaknya jarang banget lihat pengemis gitu-gituan.

Kerja di Amerika
Gambar ; cnn.com

Orang berada dan orang pas-pasan hidupnya enggak nyampur di US . Makanya di wilayah tertentu kesannya orang kaya semua. Di wilayah lain sampai-sampai fasilitas umumnya bau pesing luar biasa .

Pas jalan-jalan di City Center Dallas, takjub melihat banyaknya gedung-gedung tinggi (minimal 50 lantai kali ya) khas kota-kota besar di US yang sering lihat di pilem-pilem hehehe. Tapi kemudian melewati wilayah yang banyak pengemis nongkrong bareng. It really breaks my heart .

Tapi kemudian diceramahi suami bahwa sebenarnya sistem “super liberal” ala Amerika Serikat ini juga ada sisi positifnya. Di mana tulisan ini sudah terlalu panjang kalau harus bahas itu ya hahahaha. Nanti di tulisan terpisah .

Seleb-seleb dunia dari berbagai bidang juga banyak yang berasal dari Texas. Sebut saja 4 presiden US yang base-nya dari Texas, George Bush senior dan junior, Eissenhower, dan Lyndon B Johnson.

Penyanyi terkenal Beyonce yang sudah menerima belasan penghargaan dari Grammy Awards juga kelahiran Houston .

Tapi kelebihan Texas itu adalah urusan sekolahan anak. Sekolahnya keren Cyin dibanding sekolah-sekolah di Eropa pada umumnya, ya. Bangunannya gede-gede dengan fasilitas jempolan. Bus antar jemput gratis pulang pergi. Uang sekolah gratis sampai ke buku-bukunya dan segala macam.

Sistem pendidikannya sudah hi-tech banget. Beda lah sama Irlandia hahahaha. Walau sama-sama gratis .

Belajarnya santai tapi najis deh ujiannya susah benerrrrr hahaha . Kok bisa gitu ya *garukIdung*.

Perpustakaan umumnya juga luar biasa banget dah . Ini padahal kota tinggal saya kan kota imut-imut gitu bukan kota besar bukan kota menengah . Maksimal buku yang bisa dipinjam konon 100 buah. Itu becanda apa gimana ya embak petugasnya di sana hehehe.

Pelayanan di perpustakaan umum tadi juga sudah mengandalkan teknologi banget. Petugas hanya untuk bantuin rapi-rapiin buku. Proses peminjaman dan pengembalian buku hanya mengandalkan sebuah mesin khusus oleh masing-masing peminjam.

Norak deh gue hahhahaha. Bahkan depan perpus pun kemarin ribut mau foto-fotoooo  .

Segitu dulu ya, hasil kepo-kepo tinggal di sini selama 24 hari terakhir ini. Detail menyusul. Juga nantikan selanjutnya vlog-vlog dari Texas . Jangan lupa subsribe dong di youtube channel saya dan like fanpage Facebook saya di The Davincka Code#pepetTerooooos hahaha.

Ini vlog terbaru saya di Youtube ;).

***

Tempat Wisata di Swiss : City Center Kota Luzern

Sepertinya sih semua wilayah di Swiss bisa dimasukin sebagai daftar tempat wisata di Swiss kan, kan, kan. Saking cakepnya negeri satu ini *love*. Tapi sekarang mau bahas salah satu kota yang paling sering menjadi tujuan wisata di Swiss.

Selamat datang di Kota Luzern, disebut juga Lucerne. Luzern, salah satu kota turis utama sebagai tempat wisata di Swiss.

Danau Luzern

Umumnya turis datang ke kota ini untuk ketemu salju di Mount Titlis. Tapi saya mah orangnya takut sama salju . Dulu padahal nafsu bener pengin lihat salju . Udahlah, salju emang serunya kalau dilihat di tipi doang hahaha.

City centernya yang sebagian didominasi wilayah kota tua juga seru kok buat jalan-jalan. Gratis pulak #eh hahaha . Mau skip langsung ke vlog nya juga boleh kok *uhuk*.

Swiss ini negara impian banget ya untuk bermukim . The best country I’ve ever been in. Sayang dulu cuma 2 bulan doang nemplok di sana . Suami saya memang pekerjaannya banyak traveling. Sekali traveling bisa sampai 3 bulan.

Saya jarang ikut sih. Nah pas ke Swiss ini karena lagi hamil muda jadi dibawa serta bareng anak-anak. Ya sekalian jalan-jalan juga sih hihihi. Swiss gitu lho, dekat juga kan dari Irlandia :D. Tapi  kalau assignment misalnya ke Chile atau China tempo hari saya enggak ikut. Anak-anak gimana keseringan bolos.

jajaran bus turis

Nah sekarang ini domisili sedang di Texas karena ada assignment jugak. Sekalian nerangin yaaa biar kesannya enggak pindah kerja mulu :p. Di Texas sekolah gratis dan kayaknya anak-anak gampang beradaptasi karena sama-sama berbahasa Inggris. Assignmentnya pun kemungkinan minimal 6 bulan.

Lumayan juga kan buat anak-anak mengenal banyak kesempatan bermukim di tempat lain :). Sekalian…jalan-jalan tentunya! Teuteeeeuuuppp hahahaha.

Eh, ini lagi ngomongin Swiss kok malah nyasar ke Texas. Back to the topic.

dari atas katedral pemandangan

Kelemahan Swiss adalah…mahalnya ampooooonnnn hihihi .

Tapi banyak juga spot-spot bagus yang bisa dinikmati sebagai tempat wisata di swiss versi gratisan . Termasuk di Luzern ini nih.

Kemarin pas ke Luzern juga sempat ketemu teman yang dulu bareng-bareng di Jeddah. Mereka sekeluarga masih di Jeddah. Gaya banget dah reuninya di Swiss .

foto rame2

Kegiatan jalan-jalan kami di Luzern kemarin diawali dengan Tur Kapal di Danau Lucerne. Nah, yang ini bagian muter-muter di City Centernya.

Beberapa tempat yang perlu didatangi di City Center Luzern itu :

1.- Chapel Bridge

Teman kami dari Jeddah, Mbak Ani dan keluarganya. Kami janjian di sekitaran CHapel Bridge ini. Mereka menginapnya memang di tepian sungai dekat area sana.

Chapel Bridge, jembatan beratap kayu yang keunikannya menjadi ciri khas Kota Luzern ini, terbentang secara diagonal di atas permukaan Danau Luzern. Ada lebih dari 100 lukisan dari abad ke-17 dipamerkan di sepanjang badan jembatan yang menunjukkan aktivitas kota Luzern di masa tersebut.

Dari ujung ke ujung, butuh waktu sekitar setengah jam menyusurinya. Itu sambil lihat-lihat + ngobrol ketawa-ketawa dan mampir di toko suvenir yang juga buka lapak di beberapa sudut di sepanjang jalan menyusuri jembatan.

Penting banget foto-foto di Chapel Bridge ini kalau ke Luzern . Salah satu landmark kota Luzern. Biasa lah ya, sekalian bukti kalau udah ke Luzern hihihi.

Tempat wisata di swiss chapel bridge luzern lucerne
The Chapel Bridge – Luzern

2. – Hofkirche

Geser dikit, kita memasuki wilayah kota tua. Bisa mampir ke Hofkirche ini.

Menara kembar, khas bangunan gereja dari masa Renaissance. Kami masuk ke dalam, melihat-lihat peninggalan bangunan masa lalu yang masih berdiri kokoh sampai sekarang.

Bukan arsitek sih, jadi cuma lihat-lihat saja tapi enggak paham nama dan jenis bangunan segala macamnya . Tapi takjub ya bagaimana bangunan yang usianya sudah ratusan abad tapi masih tegak berdiri hingga kini :).

Jalan-jalan ke City Center Luzern Katedral Hofkirche
Hofkirche Luzern

2. Lion Monument

Ukiran seekor singa dalam keadaan sekarat, yang terpahat di dinding batu ini merupakan monumen dari masa Revolusi Perancis. Untuk mengenang meninggalnya ratusan serdadu yang membela Raja Louis ke-16 dalam sebuah serangan.

Singa mungkin melambangkan keberanian ya makanya dijadikan simbol perlawanan.

Pas jalan-jalan ke sini ketemu dengan rombongan turis Tionghoa gitu. Ada beberapa bus. Walah, makin keren aja nih Sang Negeri Naga. Mainnya udah sampai Swiss hihhi. Di banyak tempat wisata di Swiss, dominasi mereka sangat terasa lho :).

Bentar lagi, turis Indonesia nyusul. Aamiin :D.

Tempat wisata di Swiss Lucerne

3. Town Walls

Dinding kota ini dibangun di sebelah utara wilayah Kota Tua, Luzern. Ada 9 menara dengan bentuk berbeda-beda melengkapi bangunan dinding peninggalan abad ke-14 ini.

Di atasnya juga ada semacam jam unik begitu. Lengkap dengan keterangan segala macam. Sayangnya, saya enggak ikut naik ke atas. Maklum status masih bumil waktu itu. Masa-masa manjaaaaahhhh :p.

Hanya suami dan anak sulung plus anak kedua yang naik ke atas dan muter-muter di sana. Dalam vlog bisa lihat jelas ya tempatnya dari berbagai sudut.

Tempat wisata di Swiss Kota Luzern Lucerne
Pemandangan dari atas menara 🙂

5. Melihat-lihat bangunan klasik di Kota Tua Luzern

Ini sih ada di beberapa tempat. Langsung saja ya penampakannya lewat foto hehehe :

old swiss house

Swiss memang luar biasa deh urusan pemandangan alam. Kontur permukaan tanah yang berbukit-bukit memang bikin capek kalau dijalani tapi sekaligus menjadi kelebihan dari negara ini. Karena pemandangan bukit-bukitnya jadi kelihatan lebih jelas terutama kalau kita lagi di atas kereta antar kota.

Keren banget. Bisa lihat pepohonan di kejauhan, susunan rumah, gunung es maupun perbukitan hijau dan padang rumputnya. Cakeeeeepppp. Luzern ini hanya satu dari sekian banyak tempat wisata di Swiss yang kudu banget didatengin :D.

Ya Allah, pengin ke sana lagi. Semoga bisa ngulang lagi ke sana hehehe. Aamiin <3.

The Unspoken Rules, Trump, dan Ketakutan-ketakutan Itu

Mama mencubit lengan saya keras-keras di atas becak karena saya berteriak “Cina Loleeeeeeng…” saat melewati salah satu rumah yang penghuninya beretnis Tionghoa.

Mama membentak, “Ndak boleh teriaki orang begitu. Ana’ dara’ dekke lowang sumpanna.” (Enggak boleh berteriak begitu. Anak gadis kok lebar bener mulutnya).

“Cina Loleng” adalah makian khas di Sulawesi Selatan yang sudah biasa kami lontarkan terhadap orang-orang beretnis Tionghoa yang hidup di sekitar kami.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

 

Marahkah mereka? Enggak bakal berani. Mereka jumlahnya sedikit. Walau sebagian tinggal di rumah mewah, percayalah, sekeras apa pun kami meneriaki mereka, mereka enggak bakal melawan dalam bentuk apa pun.

Saya jadi ingat  ini saat membaca komentar salah satu akun di wallnya Mas Ainun Najib. Seorang perempuan beretnis Tionghoa yang berkisah soal “Unspoken Rules” yang diterimanya sejak kecil. Jadi malu bacanya :(.

Bahwa orang tuanya mengajarkan dia untuk tidak melawan terhadap apa pun bentuk penghinaan yang diterima. Jika dia bertanya mengapa saat Natal tidak satu pun yang bertamu kecuali satu keluarga sementara saat lebaran mereka harus ngider-ngider keliling bahkan harus ikut menyumbang saat ada acara-acara keagamaan Islam.

Untuk etnis Tionghoa dari keluarga berada, orang tua mereka banyak yang mengirim mereka ke luar negeri. Untuk mempersiapkan masa-depan-plan-B, menjadi global citizen. Agar kelak, mereka bisa memilih tinggal di tempat lain di luar Indonesia.

pixabay travel bag and passport

Banyak juga yang memilih jalur pengusaha. Pantas ya, tidak banyak teman saya yang beretnis Tionghoa yang bertahan di jalur non-bisnis. Tidak banyak tapi ada . Kalau pun ada ujung-ujungnya pada ke luar negeri.

Saya mengumpulkan memori masa kecil saya. Sebenarnya etos kerja dan kedisiplinan etnis Tionghoa mungkin terbentuk dari keterbatasan dari lingkungan yang mereka terima.

Walau tidak tertulis jelas, ada aturan buat mereka, “Bahwa kita harus bekerja lebih keras, lebih giat, lebih rajin, dan lebih segala-galanya untuk menjamin hidup yang lebih baik. That’s the only way to live ‘normal’ in this country.”

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

 

Toko-toko Cina di sekitar rumah saya memang buka lebih pagi. Mereka jarang mempekerjakan pegawai. Ance’ dan Aci’ nya sendiri yang jaga toko.

Di depan kios Bapak di Penampungan Pasar Sentral dulu ada penjual kain yang namanya Sayong. Sempat beberapa hari saat libur sekolah saya sering diajak ke pasar. Saya sih gengsi banget hahahaha.

Ketakutan saya yang terbesar kalau ke pasar itu, ketemu teman sekolah saya yang rata-rata berasal dari keluarga menengah ke atas. Tapi karena diiming-imingi jajanan ini-itu makanya saya ikut saja naik becak bersama Mama menuju kios. Urusan perut bisa meruntuhkan gengsi .

Sayong tidak punya pegawai. Tapi selalu buka lebih pagi karena Bapak sering nitip kunci ke dia. Dengan lincah dia membongkar gulungan kain, sangat fasih menerangkan seluruh jenis kain, lihai membujuk pembeli.

Sesekali menggoda ibu-ibu dengan lontaran, “Ibu Haji coco’ sekali mi ini. Ini kainnya lembut, tida’ gampang keringat gang… Lihatki’ motifnya. Canti’ betul.”

Makan siang pun dese bawa dari rumah. Hemat sekali. Jarang jajan di pasar walau kiosnya termasuk yang lumayan besar dan barang jualannya berkualitas bagus.

Sama seperti Aci’ yang berjualan di Rumah Makan Pelangi di daerah Jakarta Pusat. Teman-teman dari Makassar pernah ke sini gak? Enak betul gang itu Mie Titi’ sama Nasgor Merahnya.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

 

Di suatu malam, pengunjung tiba-tiba bersuit melihat Aci’ melintas dekat kami berpakaian pesta kayaknya mau kondangan. “Cantiknya gang.” Puji kakak saya. Aci’ melet-melet.

Aci’ memang kece. Padahal usianya mungkin sudah mendekat kepala 4 saat itu. Tapi sehari-harinya, walau berstatus pemilik, saya sering melihat Aci’ berpakaian kaos oblong + celana selutut ikut motong-motongin daging di dapur luar sambil melayani pembeli.

Cantik dan tajir tapi gesit bener si Aci’ mengaduk kuah coto sambil menghitung di kasir, sesekali menyiram kuah mie ke dalam mangkok sambil berteriak, “Itu tauwa yang di meja ujung lamanya mo. Cepakko layani!”

Orang Cina ini etos kerjanya memang luar biasa. Tapi tak jarang kita menganggap kesuksesan mereka tak lebih dari buah konspirasi . Gagal kita meneropong lebih dekat betapa ketatnya mereka dididik sejak kecil yang berbuah kedisiplinan dan mental kerja keras yang mumpuni .

Kita dilanda ketakutan yang mungkin berasal dari ketidakberdayaan kita sehingga lebih nyaman mengarahkan telunjuk kepada orang lain. Kita ini hanya korban. Namanya korban ya kita bisa apa. Pokoknya pasti orang lain yang salah.

Mungkin sama seperti kejadian di wilayah Sumatera saat banyak kebun-kebun sawit berdiri dan orang lokal ogah menjadi buruh kebun. Datanglah pendatang dari Jawa yang hendak mengadu nasib di sana. Membangun mimpi dari kebun sawit dengan kerja keras.

Sebagian dari mereka sukses dan mulai menikmati hasil kerja, punya motor sendiri misalnya. Akhirnya bisa membangun rumah. Pelan-pelan jadi banyak, orang lokal pun mendadak iri. Rasa iri menjelma menjadi ketakutan dan seterusnya.

Di Kalimantan juga pernah ada kasus yang sama. Orang Madura yang terkenal gesit dan lincah berbisnis pelan-pelan membangun komunitas di sana. Kecemburuan masyarakat lokal pun muncul. Cemburu berbuah ketakutan akan dominasi para pendatang.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

 

Dan mungkin begitulah seterusnya isu diramu bercampur dengan isu yang lebih cetar misalnya … isu agama .

Jawa dan Madura di daerah asal mereka yang padat sudah terbiasa dengan kompetisi ketat sejak kecil. Saat merantau, disiplin kompetisi inilah yang mereka pegang untuk bisa bertahan di daerah rantau.

Ini bukan hanya perkara lokal. Secara internasional pun begitu.

Kita, orang Asia, berbondong-bondong meretas jalan ke negara-negara maju di Eropa-Kanada-Amerika Serikat-dan Australia. Awalnya mungkin mereka hanya memandang kita warga dunia kelas 2.

Tapi anak-anak kita yang lahir dan besar di negeri mereka mewarisi kesantunan dan kedisplinan khas negara maju berpadu dengan semangat kompetisi dan didika khas Tiger Mom (hahaha) ala negara Asia. Bayangkan para homegrown asal Asia di Eropa-USA dll ini.

Awalnya mungkin banyak orang tua pendatang yang bekerja asal-asalan atau pekerjaan kasar yang tidak sudi dilakukan oleh orang lokal. Tapi anak-anak mereka kelak lebih sukses dan begitu seterusnya.

Tekanan ini yang membuat akhirnya negara maju melakukan pembatasan terhadap para pendatang . Lagi-lagi atas nama ketakutan .

Apalagi sekarang-sekarang ini, situasi ekonomi secara global lagi surut. Timur tengah gelisah dengan harga minyak yang stagnan. Eropa tak kunjung keluar dari krisis besarnya.

Brexit adalah perwujudan nyata dari ketakutan ini. Sebelumnya sudah dipicu oleh beberapa kali kejadian di Paris, ledakan bom di Brussel, hampir bersamaan dengan meningkatnya terjangan dari pengungsi Suriah yang berusaha menembus Eropa Barat .

Cina mengendorkan industri karena mereka sudah bertahun-tahun mencapai pertumbuhan ekonomi sangat tinggi. Pasti ada titik baliknya kan?

Trump memanfaatkan situasi ini dengan mengeksploitasi ketakutan warganya. Shame on him.

But shame on us too, karena di situasi politik lokal pun, ketakutan model begini disetir dengan gas penuh oleh segelintir elit yang hendak memuncaki kekuasaan dengan jalan pintas .

We are scared. Kita panik. Duh, gimana ini. Dalam kepanikan ya muncullah penghiburan semacam, “Ini bukan salah kita. Ini salah mereka tauk. Kita ini hanya korban. Yuk kita eratkan tangan kita bersatu usir mereka.”

trump-1350370_960_720

Siapa yang ingin diusir Trump? Pendatang? Pendatang dari mana? Tanah Amerika aslinya dihuni oleh Suku Indian. Kalian semua juga kalau dirunut-runut ya pendatang juga.

Sudah 2 minggu saya tinggal di Texas, yang mana sih penduduk asli? Sepanjang penglihatan mata saya, saban ke Walmart, probabilitas ketemu ras “orang bule” itu mungkin hanya 40%. 60% orang yang wara wiri di Walmart, yang menyetir di jalan itu ya orang India-Mexico-Cina-Arab-Afrika.

Beda sekali dengan Irlandia. Texas, khususnya sekitaran Dallas ini, benar-benar kumpulan dari berbagai ras di dunia. 90% pegawai yang wara wiri di apartemen ini orang Afrika atau orang Meksiko. Saya sudah 2 bulanan belajar bahasa Spanyol di Duolingo walau gak rutin-rutin amat hihihi. Kemampuan berbahasa Spanyol saya secara teori sudah 35% .

Kita menyayangkan sikap Trump tapi tanpa sadar menerapkan hal sama di lingkungan sendiri .

Apakah kita pada dasarnya diciptakan rasis? Tidak lah. Fitrah perbedaan itu bukan kuasa manusia . Di Irlandia maupun di Texas, anak-anak saya bersekolah di lingkungan yang sangat heterogen dalam banyak hal.

Saya bisa melihat mereka mendeskripsikan teman-temannya tidak pernah berdasarkan ciri fisik . Sepertinya mereka bahkan tidak sadar. Sampai-sampai anak saya pernah bilang ke saya, “Wow Mom, you are so great. How do you know that ABC is Indian? It’s true. I asked him and he said yes. How do you know, Mom?”

Pantai Thuwal, Saudi :)
Pantai Thuwal, Saudi 🙂

 

Ya iyalah gue tauk hahahaha. Pan kelihatan dari logat emaknya plus ciri fisiknya . But kids never know that until we teach them to .

Semua itu dimulai dari ketakutan. Analogi paling pas mungkin ada di film Star Wars. Ini film popular jadi gampang di googling ya walau saya sama sekali bukan fansnya Star Wars .

Tapi terus terang saya menganggap Yoda rese’ karena sejak Anakin kecil, Yoda sudah ogah-ogahan mengangkat Anakin menjadi Jedi. Simply because I thought that Hayden Christensen itu kan super cute pakai banget hahahaha *ngakakCentil*.

Sejak Anakin kecil, Yoda sudah melihat potensi Anakin yang kurang cocok untuk menjadi Jedi.

Yoda: How feel you?
Anakin: Cold, sir.
Yoda: Afraid are you?
Anakin: No, sir.
Yoda: See through you we can.

Mace Windu: Be mindful of your feelings.
Ki-Adi-Mundi: Your thoughts dwell on your mother.

Anakin: I miss her.
Yoda: Afraid to lose her I think, hmm?
Anakin: What has that got to do with anything?
Yoda: Everything! Fear is the path to the dark side. Fear leads to anger. Anger leads to hate. Hate leads to suffering. I sense much fear in you.

Buat kaum muslim sendiri, ketakutan ini sudah disebut pula dalam ayat-ayat suci.

Saya jadi ingat salah satu penggalan tulisan Pak Hasanuddin Abdurakhman,

“Kau hanya perlu menghidupkan pesan-pesan intinya. “Wa man tabi’a hudayya falaa khaufun ‘alaihim walaahum yahzanuun.” Siapa yang mengikuti petunjuk, maka tak ada ketakutan padanya, tidak pula ada kesedihan.”

Sayangnya, justru kalimat yang sama, “Wa man tabi’a hudayya falaa khaufun ‘alaihim walaahum yahzanuun” juga digunakan untuk menyulut semangat para so called “mujahid” di kalangan Islam-ekstrmis. Dipakai untuk membakar nyali mereka menebar kebencian kepada kaum non muslim salah satunya dengan cara meledakkan bom bunuh diri .

Refleksi ketakutan justru dibalik untuk membuat orang tidak takut untuk menyakiti, atas nama Tuhan katanya .

Tapi kutipan tulisan Kang Hasan itu sebenarnya diawali dengan,

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

“Janganlah engkau mencoba membuktikan bahwa Quran itu pembawa damai dengan membunuhi orang-orang yang tidak pecaya padanya. Karena engkau sedang membuktikan sebaliknya.

Engkau tak perlu mencari bukti-bukti, tapi kau harus membuatnya. Engkaulah bukti itu. Engkaulah yang membuktikan. Seperti sains tadi, kau tak perlu menemukan kebenaran mutlak dalam setiap huruf ayat Quran. ”

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, semoga kita semua bisa mengontrol diri dari ketakutan-ketakutan seperti ini ya . Mengendalikan bukan menghilangkan. Ya kita kan manusia biasa.

Siapa bilang saya tidak takut dengan kondisi di sini? Takut juga huhuhu. But I won’t let it consume me, insya Allah. Saya akan berusaha keras untuk tidak menjadikan ketakutan ini menjadi rasa marah. Seperti pesan Yoda tadi.

Mungkin ini saatnya menyadari betapa tidak nyamannya kehilangan privilege hanya karena menjadi minoritas. Then, don’t do that to others .

People with bad behaviour only exists to remind us to NOT to do the same . Jangan lakukan hal yang kita tidak ingin orang lain lakukan terhadap kita.

Have a nice day, teman-teman semua .

 

Arti Sebuah Mimpi

Sebelas tahun yang lalu, saya ingat dia panik menelepon saya, “Jiiii, editkan dulu CV ku Dek.”

“Yaela, gue di kantor nih. Sini mako.”

Dia beneran dateng ke kantor saya di Gatsu dan menyerahkan selembar kertas ditulis tangan. Kakak gue ini gaptek abis dah emang hahaha.

Saya pun merangkai CV nya. Saya bener-benerin kalimat yang salah sambil dirapi-rapiin dikit. Voila! CV selesai. Dia pun lolos masuk menjadi salah satu staf divisi wardrobe di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta.

Kami bertujuh plus Mama memang akhirnya memutuskan merantau semua ke ibukota. Kayaknya sejak habis semua harta dijual untuk menutupi kebangkrutan usaha yang ditinggalkan oleh almarhum Bapak, memang tidak banyak pilihan ya buat kami.

Foto keluarga tahun 2005. Sayangnya, minus si sulung :(.
Foto keluarga tahun 2005. Sayangnya, minus si sulung :(.

Di SUlawesi Selatan lowongan pekerjaan sedikit sekali. Saya juga tidak paham kami kok ya tidak ada yang mewarisi bakat berdagangnya Bapak. Tapi Mama memang sudah sering bilang, “Berdagang itu berat, Nak.”

Mungkin trauma dengan pengalamannya bersama Bapak, ya.

Ini kakak saya yang ke-4, persis di atas saya. Waktu kecil dia memang sudah tergila-gila dengan fashion. Di teras lantai atas rumah yang penuh cucian dan jemuran, saya dan adik saya yang perempuan menjadi korban fashion shownya hahahaha.

Selembar sajadah menjadi selendang kami. Sarung dilipat-lipat menjadi bawahan. Rok menjadi wig di kepala. Jepitan cucian yang warna warni menjadi anting-anting hahahaha.

Saya dan adik berlenggak lenggok seperti peragawati. Kakak mengarahkan, “Sekke’nya muka’mu, Jihan. Calleda’-calleda’ tongko sedikit. Aci, jangan terlalu lebar ketawamu. Biasa-biasa mo. Jangan keliatan semua gigimu. Sepertiko nene’ sihir.”

dada-gaya.jpg

–dadagaya– by Anwar Sadat ;)–

KIta pun kecapekan dan ngambek. Tapi besoknya ya mau lagi disuruh-suruh begitu hahaha.

Kakak saya ini paling lemah di pelajaran matematika. Beberapa kali angka merah menghiasi rapornya. Tapi Mama saya selalu menanggapi dengan santai, “Yang penting naik kelas.”

Untung belum era medsos ya Ma, bisa dibantai dah emak gue sama kelian-kelian hahaha .

Kakak saya mudah bergaul punya banyak teman. Waktu SMP sempat pergi disko sembunyi-sembunyi hahaha. Uang jajannya dihemat-hemat buat langganan Majalah Mode . Tapi prestasi akademisnya caur banget dari SD sampai SMA .

Mama cuek saja.

Dua hari setelah saya Ebtanas SD, Bapak meninggal tiba-tiba kena serangann jantung. Sementara Kakak saya ini baru tiga hari kemudian ikut Ebtanas kelulusan SMP.

Kakak lulus SMP. Saya lulus SD dengan NEM terbaik di sekolah.

SMA dia masuk swasta karena NEMnya terlalu kecil untuk masuk SMA negeri. Saya berhasil masuk salah satu SMP negeri terbaik di kota kami .

Jelang UMPTN, belajarnya ogah-ogahan. Paling diomelin sama Mama, “Kalo tida’ lulusko Nak, iko mato tu masessa.” (Kalau kamu tidak lulus Nak, kamu sendiri yang susah).

Jangan haraplah bisa masuk swasta. Saat itu rumah bentar lagi mau dijual hahahaha. Mama sudah bilang tak banyak biaya lagi untuk biaya sekolah kami.

Bareng no.4 dan no.6 :D
Bareng no.4 dan no.6 😀 (Idul Fitri) 2014

Dua hari menjelang UMPTN, Kakak mendadak minta dibelikan buku UMPTN. Kurang telat Bro belajarnya hahahaha.

Dia kelas 3 SMA. Saya kelas 3 SMP. Saya lulus SMP dengan NEM terbaik ke-3 di sekolah . Secara mengejutkan, kakak saya lulus UMPTN di FISIP Unhas, jurusan Komunikasi. Jurusan favorit lho hahahaha. Hokinya ajib banget .

Kita serumah sampai bengong. Dengan teganya, kakak saya yang lain sempat bilang, “Lihatko benar-benar. Siapa tau bukan nomormu.”

Kodong hahahaha .

Saat rumah dijual, saya dan kakak dititipkan di rumah Tante di Makassar. Mama pindah membawa adik-adik saya ke Jakarta. Ya kali kita berdelapan mau menyerbu satu rumah kerabat bareng-bareng hahaha. Harus dibagi-bagi.

Sedih sekali waktu itu. Tapi sudahlah, life goes on .

Untunglah ada kerabat bersedia menampung. Beberapa om dan tante yang membantu kami sudah ada yang meninggal. Al Fatihah ya buat mereka yang sudah mengamalkan perintah Allah untuk menyantuni anak yatim .

Kelas 2 SMA, saya mendaftar les Bahasa Inggris. Buat siap-siap UMPTN juga. Kakak saya mau ikutan. Saya lulus di Intermediate I, kakak saya cuma Basic 2 hihi. Dia juga lemah banget di Bahasa Inggris.

Kiri - kanan : Buntel (adek), Dada (kakak), Eike (yg nulis :P), Mama
Kiri – kanan : Buntel (adek), Dada (kakak), Eike (yg nulis :P), Mama

Malah, term pertamanya dia tidak lulus. Apes dah, gue yang ngambilin kartu tesnya. Kalau fail kan kartunya warna merah. Saya sampai diliatin sama orang-orang di sana. Siyaaaaallll hahahaha.

Dia ngambek berhenti kursus. Saya juga berhenti jadinya padahal saya lulus ke Intermediate 2 😀. Males ah naik angkot sendiri. Tempatnya jauh. Kalau sama kakak enak, dia asyik banget diajak ngerumpi.

Lulus SMA, saya hengkang ke Jakarta, diterima di UI. Kita pisah.

Dia lulus kuliah, dia juga pindah ke Jakarta. Numpang di rumah salah satu kerabat.

Sempat kakak menyerah dan pengin pulang saja ke Makassar. Tidak juga dapat pekerjaan. Dia ingin pinjam uang kepada salah satu kakak saya yang lain. Dia juga tidak tahu mau ngapain di Makassar. Kakak no.3 menghibur biar sabar karena cari kerja memang sulit.

AKhirnya diterima bekerja menjadi salah satu asisten desainer terkenal.

Berat banget waktu itu karena kerjanya menjadi salah satu asisten desainer harus lembur sampai subuh tapi gaji sangat kecil.

Tapi gimana, Kakak saya bilang dia sangat senang dengan pekerjaannya. Dunia fashion memang passionnya. Jakarta memang keras, Bung!

Karena satu dan lain hal kakak pindah ke rumah kos. Diantara semua saudara waktu itu, gaji saya memang yang paling lumayan. Kakak minta kos bareng biar bisa berbagi biaya sewa. Saya menyanggupi.

AKhirnya saya pindah dari Depok ke Pancoran biar kami berdua dekat dengan lokasi kerja masing-masing. Sudah capek juga banting tulang naik KRL ekonomi pulang pergi selama 4 tahun hahahaha. Ampun dijeeeee .

Waktu tinggal bareng itulah, saya semangati dia untuk cari kerja lain yang gajinya lebih bagus dengan waktu kerja lebih masuk akal. Saya bilang, yang penting CV kece. Saya bantuin bikin CV. Gue gitu loh #benerinPoni.

Saya pun menikah dan meninggalkan rumah kontrakan kami.

Hari pertama saya tidur di rumah mertua, kakak telepon, “APa ko bikin gang? Rinduku’….” Hehehe. Waktu itu adik perempuan saya sudah tinggal di sana juga. Kami sempat ngontrak bertiga. Trio gosip paling hits sejagad raya hahaha.

Trio Gosip hahahaha (2007)
Trio Gosip hahahaha (2007)

Kami padahal sering berantem juga lho hahaha. Diantara 7 bersaudara, kami berdua yang memang tegangannya paling tinggi. Paling ngotot. APalagi saya kan paling cuek sama penampilan sementara kakak saya, ya ampun dari jarak 100 meter aja dia sudah bisa mengomentari penampilan orang kali hahahaha .

Mudik terakhir itu kita berantem hebat lagi lho. Makanya di foto keluarga terakhir, saya enggak ada! Hahahahaha . Padahal saya masih di Jakarta waktu mereka foto-foto. Kaddoro’ memang tong .

Suami saya sampai enggak enak hati gitu. Maksa-maksa saya minta maaf ke Kakak karena saya yang lebih muda. Enak ajah! .

Yaela santai ajaaaaa, kita mah emang biasa berantem . Suami saya kan dari keluarga “normal” ya . Keluarga cemara gitu-gitulah yang saling menghormati saling menyayangi gitu-gitulah beda dengan keluarga saya yang preman abis hahaha.

Sering berantem tapi sering curhat dan gosip-gosip jugak hahaha.

Kakak saya sumber segala gosip di tanah air selama saya merantau 7-8 tahun terakhir ini .

And today, waking up this morning, kakak saya yang lain nge-tag saya di foto-foto ini . Fashion show si Kakak no.4 di Indonesia Fashion Week. Entahlah itu acara apaan hahaha. Ini sudah kedua kalinya Kakak berpartisipasi di acara tersebut.

Kariernya di televisi swasta terus menanjak sampai menjadi Manajer Divisi. PUnya banyak bawahan dan juga sibuk ngojek jadi Stylist dan merintis lini busananya sendiri.

Finally, he can walk thru that catwalk he’s been dreaming of .

dada gaya

-dadagaya, Indonesia Fashion Week 2017-

Bukan lagi di teras rumah yang panasnya minta ampun di bawah tumpukan jemuran bersama dua adik kecilnya yang didandani bak ondel-ondel hahaha. Tapi bareng peragawan dan peragawati beneran dooooooong .

I’m a proud sister! .

Nanti kita foto keluarga lagi yuk hahahahaha. Baju gue mesti yang paling mahal, paling hits dan paling bagus! Tapi kalau bisa yang paling murah hahahahaha .

Kalau jadi ke NY, mampir Texas lah bawain baju buat ponakan #tetepMengemis . Ada 3 ya, laki-laki, ukurannya nanti gue WA ajah hahaha #pepetTeruuuussss.

Well I guess, both our dreams came true at last. Dia mau jadi desainer, saya mau keliling dunia . Tuhan Maha Mendengar segala doa-doa dan kerja keras kita .

Saya kutip penggalan terakhir dari salah satu tulisan saya di blog :

Kita sih inginnya selalu happy-happy joy-joy. Siapalah yang pernah meminta kondisi-kondisi sulit. Tinggal di lingkungan “preman” lah, orang tua cuma pedagang kecil di pasar lah, bapak meninggal tiba-tiba lah, usaha yang ditinggalkan bangkrut lah, segala macam rumah-kios-barang-barang harus dijual lah, tapi … jangan sedih, yaaaa .

Walau dulu juga rasanya berat hendak membangkitkan angan-angan yang dirasa ketinggian. Jangan gentar dengan kondisi begitu.

Your story may not have such a happy beginning, but that doesn’t make you who you are. it is the rest of your story, who you choose to be… So, who are you, Panda? -Sootsayer, Kung Fu Panda 2-

Have a nice Monday, teman-teman .

3 Profesi Terkini di Era Digital

Hahahahaha, ngakak deh baca status lika-liku Olshop yang lagi rame itu . Online-shopper itu salah satu profesi terkini di era digital yang cukup menjanjikan lho ;).

Saya sendiri, walau anak pedagang, paling enggak bisa jualan. Kalau nawarin sih mungkin bisa, cuma masalahnya, saya paling tidak nyaman kalau orang bayar di muka.

Jadi saya lebih suka pakai sistem, barang dikirim dulu. Barang sudah sampai, tidak ada keluhan, baru deh saya kasih nomor rekening buat bayar. Suami saya yang bete hahaha.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Dulu pas jualan buku online kan pakai sistem begini. Masalahnya, saya paling takut kalau disuruh nagih! Nagih sekali oke lah. Kan tinggal basa basi, “Eh barang udah sampai kan ya, gimana? Ada cacat atau kenapa-kenapa gak?”

Dengan harapan customer sadar dan segera membayar hihihi.

Masalahnya, ya tidak semua langsung bayar begitu barang diterima. Saat menagih kedua kali lah itu saya sudah kayak mau maju perang hahaha. Ini yang bikin suami saya gemes.

“Ya ampuuuuuun itu yang belum bayar masih sebanyak itu!!! Tagih dong!!”

Saya nyengir, “Udah. Kemarin katanya mau bayar kok. Lupa kali.”

“Lah ya makanya ditagih lagiiiiiiiii!”

“Jangan ah. Nanti berasa diteror. Tunggu seminggu aja lagi.”

“Kalau gak dibayar-bayar gimana? Barangnya udah di dia kan.”

“Ya belum rezeki kali Bang.”

“Ini mau jualan atau mau buka kotak amal!!!”

emot ompong

Hahahahaha. Bukannya sok kaya tapi memang rasanya berat euy kalau mau nagih-nagih tuh. Ke teman yang dekat saja sungkan apalagi kalau gak kenal.

Kalau pakai sistem bayar dulu baru barang dikirim, saya yang enggak tenang. Malas kan kalau ada apa-apa harus repot lagi transfer balik, ngurus ini itu, takut juga kalau dituduh mau menipu segala macam.

Makanya dulu pas kuliah dan benar-benar lagi putus asa karena rasanya enggak mungkin lagi ngandelin kiriman dari kakak doang, yang terpikir itu ya kerja. Gak pernah terpikir mau jualan hehe.

Waktu kecil saya pernah ikutan nongkrong di kios Bapak di pasar. Waduh beratnya jadi pedagang ya. Beberapa kali ada calon pembeli datang. Ya namanya kelambu dan seprei, motifnya baru kelihatan kalau barangnya digelar.

Sudah rapi-rapi dilipat dalam plastik harus dikeluarin lagi. Dibentangin. Eh gak jadi karena gak cocok sama motifnya. Suka sama motifnya pun harus adu urat kuat-kuatan nawar barang.

Kadang sudah sampai keringetan Bapak ngambil tumpukan kelambu dari rak paling atas, ya tidak terbeli juga. Begitu calon pembelinya pergi ya harus dilipat lagi, masukin plastik lagi, taruh di rak lagi biar rapi. Karena kiosnya enggak seberapa gede. Kalau barang awut-awutan malah berantakan enggak jelas.

Itu juga kelambu harga 10 ribu an. Itu jualnya bener-bener perjuangan.

Coba dulu sudah ada Instagram ya hihihi. Mungkin lebih mudah hidup para pedagang, ada alternatif lain. Tukang sayur keliling di kompleks rumah saya di Jakarta dulu saja sudah hits banget rasanya terima PO lewat sms hahaha.

Jadi, Si Gondrong, nama si penjual sayurnya, ogah bawa daging tiap hari kecuali kita pesan. Karena kalau gak laku dia enggak punya kulkas di rumah buat nyimpen dagingnya.

Kita harus pesan sehari sebelumnya, sebelum pukul 7 malam . Karena dese tidur jam 7, bangun jam 2 malam. Biasanya gak sempat ngecek pesanan lagi langsung ke Pasar dinihari beli barang dagangan buat dibawa muter.

Coba kalian ke Pasar Induk pas pagi-pagi buta. Wiiiihhh udah rame bangeeeettt .

Sekarang malah lebih canggih lagi. Konon, penjual jajanan di area Jakarta dan sekitar (entah penjual sate, bakso, dll) sudah memanfaatkan WA buat jualan lho .

Katanya mereka add nomor WA para pelanggan di kompleks perumahan tempat mereka beredar. Bikin grup kalau perlu misalnya “Grup Sate Pejaten Cihuy” kali gitu ya hihihihi.

Nanti si abang-abang penjual sate akan terus mengupdate posisinya saat berjualan. Lagi mangkal di mana misalnya. Jadi para pelanggan gak perlu melongok-longok di pagar atau harap-harap cemas menunggu mereka lewat #eaaaaaa. Bisa juga pesan duluan nanti diantar atau dijemput sendiri.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Katering rumahan atau pedagang kuliner kecil-kecilan juga sudah banyak yang join Go Food, ya .

Kecanggihan teknologi memang seperti 2 sisi mata uang, ya. Ada positif ada negatifnya. Pinter-pinternya kita saja memanfaatkan peluang.

Jalan rezeki juga beda-beda.

Teman saya tuh ada yang awalnya iseng jualan jilbab grosiran. Awalnya hanya berani beli beberapa lusin dan jual dikit-dikit. Eh, ternyata laku. Dia sampai berhenti bekerja, suaminya juga ikutan berhenti kerja kantoran hehe.

Tapi tidak melulu yang jadi pengusaha dan pedagang pasti lebih sukses secara finansial lah ya . Ada juga faktor gaya hidup, kemampuan mengelola keuangan dsb. Yang pegawai mungkin coba ceki-ceki ceramahnya Om Safir Senduk. Eh, masih gak sih beliau eksis di dunia investasi ala pegawai kantoran? .

Era terkini juga membuat situasi jalan-rezeki makin dinamis. Banyak pekerjaan yang dulunya kayaknya udah paling keren sekarang mulai tergeser .

Tapi era digital membuka banyak peluang baru yang dulu belum ada. Malah tidak pernah terpikirkan sama sekali.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

3 diantara sekian banyak profesi terkini di era digital misalnya :

  1. Misalnya profesi youtuber hehehe. Seriusan lho itu ada yang bisa hidup dari upload-upload video di youtube. Tahu channel DanTDM gak? Kalau punya anak laki harusnya tahu nih hehehe.

DanTDM subscribernya sudah mencapai 14 juta akun. Wooowwww . Isi channelnya tentang game-game gitulah. Apalagi yang Minecraft yang hits sejagad raya itu .

Menjadi pelajaran juga, bahwa apa pun minat kita asalkan fokus, setidak penting apa pun pasti bisa menjadi peluang berkarya ya . Duh, waktu kecil dulu mah main game seharian bisa kena omelan tuh hahaha.

2. Online Shop 😀

Ini juga termasuk gencar banget sekarang-sekarang ini. Kalau dulu buat iseng-iseng doang. Sekarang banyak yang menggarap dengan serius.

3. Blogger – Instagrammer – vlogger dsb

Ini juga ternyata masa depannya mayan banget ya. Makin banyak seleb yang konon hidupnya dari endorse berbagai produk aja tiap hari hihihihi.

Tuh, manfaatkan media sosial untuk produktivitas. Ya sesekali bolehlah ikut berantem politik hahaha. Buat saya itu “area kebutuhan” sih :D. Pilihan masing-masing ya <3.

Yang jelas kalau saya mau buka OLShop kayaknya suami sudah stres duluan hahahaha .

Jangan takut dengan banyaknya isu ketakutan yang beredar. Challenge what your future holds!  Yuk, bikin vlog lagi kitaaaaaaa :p.