Daftar menu MPASI Bayi 6 Bulan

Resep MPASI Zucchini (Dibikin Puree) Buat Bayi 6 Bulan keatas

MPASI Zucchini, sayur favoritnya si Boy3. Apa sih anaknya sudah hampir 2 tahun kok ya masih posting Resep MPASI Puree Zucchini? Hahaha :p. Sampai sekarang ini masih doyan anak saya sama Zucchini ini. Tapi dia mah kayaknya sama sayur lain juga doyan, sih :D.

Apa karena rasa Zucchini/Zukini ini memang segar dan kadang agak manis dikit gitu. Minimal tidak pahit lah.  Sayur Zukini ini sudah hits banget deh sejak masa MPASI anak pertama, back then di tahun 2008 – 2009.

MPASI Zucchini

Dulu belanja-belanja sayur buah anak bayi khusus ya booo. Favorit saya dan teman-teman kantor itu di “All Fresh” Mal Ambas. Lokasinya dekat dari kantor di Gatsu. Kalau siang-siang habis merah ASI, biasanya rame-rame ke sana belanja bareng ^_^.

Segala sayur “aneh-aneh” macam butternut squash, labu Jepang dan Zukini ini serta lain-lainnya juga lengkap di All Fresh. Kenapa gitu enggak ke supermarket biasa? Stok terbatas soalnya konon ini sayur impor semua.

Namanya juga buat anak yak. Jangankan makanan, bajunya aja kalau bisa kudu impor! Dih, padahal belinya baju bayi lusinan di ITC hahahaha :p.

Nah, anak ketiga ini lahir dan masa MPASInya di “negara bule”. Jadi segala sayur-sayuran itu komplit di swalayan standar. Etapi pas mudik tahun 2016 kemarin, zukini juga banyak banget tuh di Hypermart ^_^. Sudah jadi sayuran standar juga kok sekarang ya ;).

Tadinya saya mengira Zukini ini sama dengan Timun Jepang. Ternyata beda, lho. Timun Jepang ya seperti timun juga cuma lebih “kurus” dan warna kulitnya hijau tua. Jadi, jangan sampai salah, ya.

Ah ya, Zucchini sering terasa pahit kalau dipotong-potong begitu saja. Solusinya apa? Dikupas kulitnya? Eit, justru jangaaaaan. Kulitnya jangan diapa-apain. Ada zat gizi juga lho sebenarnya di kulit buah-buahan dan sayur-sayuran tertentu ;).

Untuk menghalau rasa pahit, mirip dengan cara menangani buah timun agar tidak pahit :D. Dipotong dulu sedikit ujungnya, lalu potongan itu digosok-gosokkan ke bagian sayur yang terpotong tadi. Jadi kayak diputus terus disambung lagi. Tapi pas nyambunginnya digosok-gosokkan sampai getahnya keluar.

Nah, konon getahnya ini yang bikin pahit. Harusnya sih kalau ditangani dengan cara seperti ini, zukini tidak akan terasa pahit sama sekali ;).

Resep MPASI Zucchini (Puree Zucchini)

Bahan :
  • 1 buah Zucchini / Zukini.
  • Biar tidak pahit, sesuai dengan tips di atas, sebelum diiris-iris, potong/iris dulu ujungnya yang ada bagian batangnya itu. Lalu gosok-gosokkan pada bagian irisan di sayurnya. Sampai keluar getahnya. Baru deh diiris-iris sisanya sampai ujung.
  • ASI / Sufor / air putih matang untuk campuran saat dihaluskan via blender atau food processor. Ukurannya terserah tingkat kekentalan yang diinginkan.
Cara membuat :
  • Siapkan kukusan dan didihkan airnya
  • Kukus potongan Zukini sampai matang. Cara ngetesnya, tusuk dengan garpu. Kalau sudah empuk angkat saja. Jangan terlalu lembek.
  • Masukkan ke dalam food processor/blender bersama ASI / sufor / air putih matang
  • Giling sampai halus. Buat anak 6 bulan memang sebaiknya sampai halus banget biar tidak tersedak.
  • Selesai, deh ^_^. Makanan adek bayi gitu lhooooo, gampang lah yaow hihihi.

MPASI Zucchini buat bayi 6 bulan ke atas

Sebenarnya sih Zukini tidak hanya cocok buat adek bayi. Kita-kita yang udah gede-gede ini juga boleh banget mengkonsumsi Zukini. Rasanya enak juga buat dibikin lalapan. Sekilas mirip timun tapi lebih keset :D.

Harganya juga tidak mahal-mahal amat. Walau dibanding sayuran lokal, harganya tidak bisa dibilang murah. Kita harus mengkonsumsi kombinasi sayur-sayuran sebanyak mungkin. Karena tiap jenis sayur mengandung jenis vitamin dan mineral berbeda-beda.

Kandungannya memang mikro tapi ingat lho, kekurangan zat vitamin dan mineral tertentu efeknya tidak mikro ;). Begitulah cara terbaik menyeimbangkan konsumsi makanan dalam tubuh. Pastikan asupan gizi dalam tubuh dengan makan jenis-jenis makanan sevariatif mungkin. Mencegah juga penumpukan zat tertentu dalam tubuh jika yang dimakan itu-itu saja ;).

Semoga resep MPASI Puree Zucchini -nya membantu ya buat si adek bayi. Dilatih makan sayur sejak kecil hehehe. Namun, jangan tunda pemberian protein ya dalam menu MPASI sejak pertama makan makanan padat. Banyak makan sayur bukan berarti menghindari protein tinggi dari daging hewan ;).

Salah satu contoh menu MPASI 6 bulan buat adek bayi bisa dilihat di sini :D.

Saya juga punya versi vlog-nya. Jangan lupa subscribe ke channel youtube saya juga, ya, hehehe. Isinya review skin care, kisah traveling, dan menu resep nusantara. Vlog menu 30 hari MPASI 6 bulan :

Corniche Road Rabigh Arab Saudi yang Tenang

Corniche Road ini umumnya sebutan untuk nama jalan yang bersisian dengan pantai. Tidak hanya di Arab Saudi, Corniche Road juga umum ditemukan di berbagai kota lain di wilayah Timur Tengah lainnya. Di Kota Jeddah, Corniche Roadnya juga lumayan terkenal.

Nah, yang ini, Corniche Road Rabigh Arab Saudi.

corniche road rabigh arab saudi

Rabigh, sekitar 200 km dari kota Jeddah, sekitar 2 jam menyetir mobil dari Jeddah. Gila ya bisa 2 jam hahahaha. Mungkin enggak persis 200 km lah ya.  Dan memang kalau ngebut di tol Saudi tuh susah deh mau ngerem :p.

Rabigh ini sebenarnya kota biasa saja di Saudi. Kotanya tergolong lebih kecil dibanding Jeddah yang glamour. Yang cukup terkenal tentang kota ini yaitu hadirnya pengilangan minyak, dkk milik “Petro Rabigh” (PR).

PR sendiri adalah perusahaan patungan antara Saudi Aramco dan Sumitomo Chemical Co yang memproduksi dan memasarkan hidrokarbon halus dan petrokimia. Basisnya tentu di Arab Saudi. Demikian kata om Wikipedia tentang si PR ini :P.

Menjelang perbatasan kota, kita akan disambut dengan banner segede gaban yang bertuliskan “Petro Rabigh”. Pokoknya tinggal ikuti petunjuk jalan, seharusnya tidak akan tersesat menuju kota Rabigh ini.

 

Checkpoint nya sih tempo hari enggak ada yang jaga, jadi kita melenggang mulus masuk ke dalam kota.

 

Trus, Corniche Road nya sebelah mana? Tenang, ada petunjuknya juga. Mungkin sudah pakemnya kalau ada orang luar yang sampai memasuki wilayah Rabigh, pasti tujuannya tak lain dan tak bukan : mejeng di Corniche Road, Rabigh! Hahaha :p.

Agak misleading ini jalan menuju Corniche Road Rabigh. Malah saya, yang biarpun sangat menyadari kelemahan saya dalam hal menghafal jalan, dengan pedenya bilang ke suami : “Salah jalan ini, mah.”

Tentu suami saya sudah sangat terlatih mendengar celetukan sok tahu dari sang istri ini hihihi, jadi beliau memilih bungkam sampai akhirnya … tibalah kita di Corniche Road-nya Rabigh! Jalannya sudah benar ternyata :P. Diem aja lu makanya hahaha :p.

Bisa ditebak, kegiatan pertama selepas mobil terparkir : saya dan anak sulung berhamburan keluar dari mobil. Waktu itu anak nomor 2 masih di bawah setahun. Yang nomor 3 masih di awang-awang hihihi. Si mamah langsung berpose dan sulung saya heboh main pasir ^^.

Rabigh 2011

<

Corniche Road nya sih pendek saja, ya. Enggak nyampe 10 km. Ini yang dibuka buat umum saja. Di sisi kanan dan kiri, sisanya ditutup pake pagar kawat, dengan papan petunjuknya :”Private Beach” … yaaaa, penonton kecewa :(.

Public Beach, sebagiannya dilengkapi dengan playground, dkk. Sebagian lagi ‘polos’ aja. Tapi tempatnya bersih walau kusam gitu hihihi. Airnya itu looooh, jerniiiiih :).

Waktu kita disana, ada yang kemping gitu, orang sini emang seneng pasang tenda di tepi pantai. Asik sih ya, tapi kalo masih nenteng bayi mah, ogaaaah *lemparPampers*.

Tempatnya relatif sepi. Ada fasilitas MCK di tepian yang banyak pondok-pondok nya + playground. Paling buat duduk-duduk ama piknik bentaran di sini. Soalnya enggak ada hiburan apa-apa. Biasanya kan hiburan standar ada penyewaan motor-motor ATV gitu. Di sini, gak ada apa-apaan.

Palingan yang sempat terlihat, ada yang berenang (sebatas di pinggiran doang, secara laut lepas gini, mana berani ke tengah). Terus ada juga yang mancing juga.

Terus ada monumen lucu disini. Kirain siapa yang iseng markir mobil disini, ternyata 3 mobil berjejer itu memang khusus diparkir disitu buat monumen. Disela-sela nya dikasih batu-batu biar gak dibawa kabur soalnya itu mobil beneran, booo ;).

Kita parkir agak lamaan di bagian yang ber-playground tadi. Biar bocah puas main-main dan mama puas foto-foto tanpa gangguan berarti :p.

Si balita mah sih standar ya, sibuk maenan perosotan sama acak-acak pasir. Dan entah kenapa sesi foto-fotonya kok hasilnya kurang mentereng jadi males pajang di sini. Udah di-edit abis-abisan, masiiiihhh aja rasanya kurang kece huhuhu 😀 *bantingKamera*.

Lagian pas masih asik explore pose yang pas, yang kecil minta nenen, ya udah, masuk mobil deh kita berdua. Papa aja yang sibuk hunting foto dan eike gigit jari dalam mobil sampe pulang hahaha.

Gak sempet nungguin sunset. Pengen pulang saja karena rencananya pengen mampir di King Abdullah Economic City, tapi ternyata enggak dibuka buat umum. Hadeeeuuh :(.

Ya, segitu aja sih kira-kira oleh-oleh dari Rabigh :). Gosh, it was 6 years ago. Sekarang mah anak udah 3 aja ya hehehe. Lebih heboh lagi kalau diajak jalan-jalan :D. Alhamdulillah ya. Repot mungkin iya, tapi senengnya juga 3x lipat kan? ;). Love you, boyz <3.

Little Rock Arkansas : Wandering Arkansas (Day 2)

Hari kedua awalnya hanya untuk keliling di downtown Little Rock Arkansas. Hari pertama enggak terlalu jor-joran sih. Soalnya baru berangkat dari Texas dan sudah lumayan capek keliling-keliling di Lake Catherine Saint Park. Pake hiking segala juga dan anak-anak bolak balik lari-larian di playground.

Check in hotel baru jam delapan malam sih. Itu itungannya udah cepet tuh kalau jalan-jalan ala kami hehehe. Biarin deh supaya anak-anak bisa istirahat lebih lama.

Hari kedua, sarapan jam setengah 8 pagi. Ditunda dulu mandi paginya hihihi. Semalam udah pada mandi sebelum tidur, masih wangi-wangi dikitlah :p. Selain kita ngejar muter-muter Little Rock Arkansas sebelum check out dari hotel.

Kegiatan hari kedua :

1- Keliling-keliling di downtown Little Rock Arkansas. Ibukota Arkansas ini sepertinya lebih ‘sepi’ ketimbang Dallas di Texas. Secara ukuran wilayah dan jumlah penduduk, Arkansas terlalu mini dibandingkan dengan Texas :D.

Wilayah ibukotanya juga hijau dengan kontur yang berbukit-bukit. Wilayah Arkansas memang banyak dikelilingi perbukitan. Public parkingnya saja kosong gitu hahaha. Eh, tapi mungkin karena masih pagi, ya. Masih jam 9 pagi boooo, kita udah kasak kusuk di tengah kota :p.

Hari minggu pula. Banyak toko yang tutup. Termasuk River Marketnya huhuhu. Sempat mengobrol dengan suami kok bisa ya Bill Clinton tahu-tahu ngehits dan jadi presiden padahal awalnya hanya Gubernur dari negara bagian mungil begini. Yaela, Trump aja bisa jadi presiden kok ya hahahaha :p.

Kami berjalan menuju arah distrik River Market. Walau toko-tokonya tutup, masih ada taman kota yang kece dan jembatan gantung yang bisa dikepoin :D. Ada jalan setapak yang bisa kita susuri untuk melintasi pinggiran sungai. Batu-batuan disusun cantik diselilingi beberapa patung-patung dan rumput hijau yang banyak dirubung bunga-bungaan yang lagi bermekaran di puncak musim semi ini :).

Ada museum terbuka yang menyimpan gambar-gambar masa lalu Arkansas. Termasuk kisah para Indian dan sejarah sungai sebagai sarana transportasi utama di Arkansas sebelum era kereta api setelah Perang Sipil 1865.

Mengapa pula tamannya harus ada playground, jadinya ribet bujukin anak-anak move on dari sana -_-. Untung pas mau naik jembatan pada mau ngikut.

The Junction Bridge ini membentang untuk menghubungkan dua daratan yang dipisah oleh aliran sungai. Naiknya bisa pakai lift kok. Menolong banget buat kita yang masih nenteng stroller ke mana-mana hehehe.

Little Rock Arkansas
The Junction Bridge, gambar : thundertrain.org

Bill Clinton Museum tutup juga. Jadi kita numpang lewat saja depannya.

2- Foto-foto di salah satu landmark Little Rock Arkansas, State Capitol Building. Bangunannya ala-ala Gedung Putih KW 10 gitu lah hahaha. Gak apa dimulai dari KW nya dulu yaaaaaaaa :p.

Anak-anak ditinggal di mobil aja biar cepat. Ngejar waktu check out nih hehehe. Bagi tugas kayak biasa, ya. Suami jeprat jepret, eike yang ngerekam video. Di pelataran depan gedung juga ada Memorial Place (Tugu Peringatan) untuk mengenang mereka yang gugur di Perang Vietnam dan tokoh asal Arkansas yang mendapat Medal of Honour dari zaman Perang Sipil dan perang-perang lainnya.

Little Rock Arkansas
Arkansas State Capitol Building, Little Rock Arkansas (gambar : city-data.com)

3- Check out dari hotel. Kita sudah declare mau late check out sih. Rata-rata hotel di sini check out jam 11 siang. Kita minta check jam 1 hehehe. Agak sepi mungkin ya jadi mbak resepsionisnya santai banget :D. Nyampe hotel sekitar jam 12 an. Langsung nyuapin si adek bayi. Terus semuanya mandi dan beres-beres koper segala macam.

4- Menuju area Mountainburg dan Artist Point Saddle Canyon buat lihat-lihat view pegunungan khas Arkansas. Kayaknya udah enggak kuat ke State Park lagi jadi rencananya memang cuma mampir di spot-spot tertentu dan tentunya …. foto-foto! Hahaha *benerinBuluMata*.

Karena daya tarik utama Arkansas memang pemandangan alamnya jadi di sepanjang jalan sudah disediakan rest area buat kita mampir-mampir :D. Disesuaikan dengan permintaan bocah pada mau pipis atau enggak hahaha. Biar sekalian gitu.

Di spot pertama tadinya pengin bentaran doang. Tapi adek bayi rewel. Jadi deh mamam + minum susu dulu.

Setelah itu, baru lanjut lagi. Kita menuju ke Artis Point Saddle Canyon. Tiba di sana sudah jam setengah 6 sore. Visitor centernya sudah tutup. Semacam rumah kecil saja sekalian buat jualan suvenir.

Tapi tempatnya sendiri memang terbuka. Bagus banget pemandangannya dari situ. Foto suami belum tayang (dese masih syok sama hasil Pilkada kayaknya hahaha :p), jadi saya ambilin dari Google dulu ya ;).

Little Rock Arkansas
gambar : capturearkansas.com

Nah, dari sini nyetir aja terus lihat-lihat pemandangan sambil ngerekam dari dalam mobil. Sudah hampir malam. Ngejar turun dari gunung hehehe. Takut kalau gelap terus ternyata lampunya minimalis kan serem juga yak :p.

Di hari kedua ini kita memutuskan untuk menginap di Van Buren, Arkansas. Sekitar setengah jam saja sih dari area pegunungan tadi. Tentunya muter-muter nyari makan malam dulu.

5- Check in di hotel sekitar jam 8 malam. Lebih enggak capek rasanya. Makanya habis makan + mandi, pada leyeh-leyeh nonton tipi. Anak-anak heboh nonton film Willy Wonka itu lho :D. Jam 10 malam baru pada tidur semua.

[bersambung]

Wisata Amerika : Wandering Arkansas (Day 1)

Wisata Amerika :D. Berangkat dari Texas menuju Arkansas di hari sabtu jam setengah 8 pagi. Penginnya sih jam 6 atau jam 7. Tapi begitulah kehidupan dengan adek bayi ya hihihi. Unpredictable :p.

Arkansas Flag

 

Anak-anak libur paskah dari sekolahan, jumat sambung sampai senin. Jadi long weekend banget. Makin cetar karena suami juga sukses dapat cuti hehehe. Di Ireland sih memang libur setiap Paskah. Sekolahan malah libur 2 minggu.

Tapi di US libur paskah seadanya saja :p. Itu juga yang libur anak sekolahan doang kalau di US. Kantor dan segala macam enggak libur sama sekali. Don’t worry, di US itu bukan cuma lebaran doang yang enggak libur, hari keagamaan lainnya juga enggak libur kok. Paling cuma Natal saja yang libur.

Kok enggak dari Jumat sih? Karena jumatnya dipakai buat mikir-mikir enaknya jalan-jalan ke mana hihihi. Pilihannya antara Oklahoma atau Arkansas. Dua-duanya dekat sih dari Texas. Akhirnya dipilih ke Arkansas, the natural state ;). Kangen sama yang ijo-ijo.

Arkansas terletak di sebelah timur laut Texas. Kota tinggal kami di Texas memang sudah mepet-mepet utara jadi ngincernya memang negara bagian di bagian atas (utara). Yang persis di utara Texas adalah Oklahoma. Geser dikit barulah Arkansas.

Wisata Amerika Arkansas
Gambar : photosofArkansas.com

 

Ke Arkansas juga dekat sih itungannya. Hanya 4 jam menyetir. Infrastruktur jalanan di US memang cakepnya edan! *sepuluhJempol*. Jalan tol super mulus menghubungkan hampir semua state.

Setidaknya kami sudah pernah melintasi Louisiana-Missisippi-Alabama sampai Florida bagian bawah, Miami! :D. Sejauh 2100 km enggak pernah ketemu jalanan bolong 1 cm sekali pun :D.

Sesuai julukannya, The Natural State, Arkansas punya pemandangan alam berbukit-bukit yang kece.

Nah, ini baru dua jam lalu nyampe rumah. Setelah makan, cuci piring (eh masukin ke dish washer doang deng hahaha), gelontorin isi koper ke mesin cuci :p, sekarang duduk manis depan laptop baru #eaaaaa mau buru-buru nulis biar enggak lupa ngapain aja long weekend kemarin ini hehe.

1- Mampir di Arkansas Visitor Center. Setiap memasuki negara bagian, umumnya ada Visitor Center yang sebaiknya dimampiri. Minimal bisa buat numpang pipis dan ngambil kopi gratis hahaha :p.

Mengobrol sebentar dengan penjaganya yang umumnya para lansia yang ramahnya super banget :). Comot-comot brosur, foto-foto depan tulisan “Arkansas” (turis abis hahaha).

Lalu nemenin anak-anak yang selalu kesetanan saban ngeliat playground, goler-goler di playground setengah jam baru menggeret mereka pipis untuk kemudian digotong masuk mobil lagi.

Itu lumayan kerja keras kalau punya anak 3 dan … laki semua! Hahaha.

2- Nyetir lagi sekitar 2 jam menuju Lake Catherine State Park di Hot Springs. State Park ini gratisan punya. Ish, ketebak banget deh kebiasaan keluarga Gober yak :D. Tempatnya baguuuus untuk kegiatan outdoor.

Wisata Amerika Arkansas
Gambar : arkansasstateparks.com

 

Umumnya orang ke sini bawa RV dan menginap sambil mancing atau hiking dst. Kami sendiri sempat hiking menuju lokasi air terjun. Hikingnya seruuuuu sekitar 3 km dengan medan yang lumayan sulit tapi tergolong aman kok buat anak-anak.

Tiba di air terjun, anak-anak pasti nyemplung semua. Enggak bawa baju ganti pula. Tapi ya udahlah. Paling adek bayi yang celananya dicopot.

Asemnya pas dari air terjun kita nyoba jalan lain buat balik ke tempat parkir. Ealah, ternyata ada jalan pintas yang kurang dari 1 km dengan jalanan yang lebih mulus dan gak pake manjat bebatuan segala. Ya nasib, ya nasib hihihi.

Blessing in disguise ya ;). Asyik juga sih hiking sama para bocah jadi ngobrol macem-macem walau sempat stres karena mereka pecicilan kayak biasa padahal di tengah hutan gitu *ngelapKeringat*.

Sebelum mancing, kita makan siang dulu di area piknik di bawah pohon-pohon yang sebelahnya tentu saja ada playground jadi anak-anak makannya gak tenang. Makan siangnya bawa bekal dari rumah :D.

Di Lake Catherine ini juga disediakan rumah-rumah kecil buat menginap yang diistilahkan dengan “Natural Cabin”. Lupa biaya sewa per malamnya berapa. Lokasi kabin terpencar di beberapa bagian. Ada yang persis di samping danau.

Sempat muter-muter sambil ngerekam pakai GoPro dan suami jeprat jepret pake kamera, udah kayak sepasang wartawan dah hahaha.

Wisata Amerika Arkansas
Gambar : arkansasstateparks.com

 

Kami menghabiskan waktu di state park ini sekitar 4 jam totalnya. Ini dia vlog kami pas ke Lake Catherine ituh :D.

3- Dari state park langsung menuju Little Rock, ibukotanya Arkansas nih. Tadinya mau mampir di wisata Hot Spring tapi sudah capek euy. Sebelum ke hotel, nyari makan malam dulu. Di kota-kota besar di US sih optimis ya bisa nemu resto halal. Indeed, pilihannya tidak sedikit ;).

Kami lagi doyan dengan Gyro. Gyro ini makanan khas dari Yunani, semacam daging-dagingan yang disayat-sayat dan sudah berbumbu lalu dipanggang. Biasanya dimakan dengan roti pita atau bisa juga dengan nasi. Tahu penjual makanan “The Halal Guys” yang sempat hits di New York itu? Nah, Halal Guys ini jualannya ya masakan Gyro iniiiii :D.

Resto Gyro di Little Rock yang kami kunjungi namanya Layla’s Gyro and Pizzaria. Ternyata, masakan Gyro di sini berasal dari Timur Tengah. Kayaknya yang punya Orang Arab entah dari negara Arab yang mana.

Setelah dibungkus, balik ke mobil lagi, dan ke hotel untuk check in. Kami menginap di daerah North Little Rock. Nyampe hotel, mandi dulu baru makan rame-rame. Sempat nonton TV sambil ngobrol ke anak-anak nanyain kesan-kesan mereka untuk jalan-jalan hari itu. Abis itu, tidur pulas karena besok agendanya lebih padat lagi :D.

[bersambung]

Cara Membuat Ayam Panggang Paprika Mint

Cara Membuat Ayam Panggang Paprika-Mint ini resep jadi-jadian abis gegayaan menerapkan resep-resep ayam panggang ala “bule” hahaha.

Mereka kan masaknya simpel-simpel gitu ya ^^.

Resep Ayam Panggang Paprika Mint

Kalau Resep Cara Membuat Ayam Panggang ala-ala Indonesia agak berat soalnya kalau dimakan enggak pakai nasi :p. Ya kan, kan, kan? *ngelapIler*. Belum lagi bikinnya lebih gimana gitu alias ribet. Normal saja begitu matang bikin perut lapar membabi buta hahaha.

Nah, kalau lihat di tivi atau youtube kadang juga iseng baca-baca cara membuat ayam panggang dari ranah “western world” kok kayaknya lebih praktis. Demikian juga dengan kebab-kebab Timur Tengah. Cuma tabur-tabur bumbu, didiamkan sebentar (marinade) selama setengah jam terus panggang. Voila! Kelar.

Makanya penasaran pengin nyoba juga.

Selain pertimbangan lebih ringkas, waktunya juga lebih hemat, rasanya pun mayan lah ya kalau nyobain makan di restoran Turki di kota sini. Ya di Ireland apalagi kota kecil agak jarang-jarang resto halal hehe. Kalau suntuk ya makannya di situ lagi, di situ lagi, hehehe.

Masakan model begini juga anggap saja lebih sehat, yes? ;). Penggunaan minyak minim tanpa digoreng pula. Palingan pakai percikan atau lumuran minyak zaitun tipis-tipis, sih. 

Semasa di Jeddah sebenarnya sering juga nyobain kebab-kebab ala Tim Teng. Mau Turki ada, khas Arab apalagi, ala-ala non Saudi juga macam-macam. Ya begitulah, di Jeddah serba murce dan segala terjangkau baik jarak biaya dan waktu, jadi malas mau bikin-bikin sendiri :p. 

Ternyata, bikin menu gini-ginian jauh lebih mudah ketimbang resep cara membuat ayam panggang khas tanah air ;). Etapi ini asumsi saya ya. Saya memang enggak hobi masak sih? Lah ya terus kenapa bikin blog resep? Ya buat kenang-kenangaaaaaaaaaaan ^_^, plus ngejar SEO dan adsense! Hahaha :p.

Mumpung rajin masak, terus banyak aplikasi photo editor gratisan, enggak susah mau motret sendiri terus pasang di blog hihihi.

Balik ke topik Cara Membuat Ayam Panggang Paprika-Mint :D. 

Ini resep ala-ala saya saja ya. Karena saat itu lagi kelebihan bahan-bahan seperti paprika dan daun mint. Kalau orang bule sendiri sih, apa saja bisa dicemplungin. Daun Rosemary, daun basil dll, bisa dituangin semua.

Tapi karena bubuk Paprika yang dibawain suami dari Hungaria (mbok ya oleh-olehnya tas apa sepatu gitu lho Bang *nangis*) belum habis juga dan stok daun mint yang sudah dicincang juga masih banyak, jadi saya gunakan 2 bahan ini sebagai ingredient utama.

Hasilnya? Ya masa mau bilang masakan sendiri enggak enak sih? #eaaaaa :p.

(Baca Juga : Resep Ayam Suwir Bumbu Bali)

Kenalan pertama kali dengan Daun Mint itu juga di Jeddah. Ternyata, ada ya beneran dalam bentuk daun dan rasanya benar-benar aroma mint. Norak lu! Embeeeer :p.

Jadi ingat pas naik haji, teman satu tenda ada yang kena flu. Terus saya dimintai tolong untuk mengambil daun mint yang dititipkan dari suaminya. Tenda laki dan perempuan kan dipisah. 

Setelah mengambilkan, si mbak-nya (asal Mesir) juga memberikan sedikit daunnya buat saya. Segar katanya kalau diminum pakai teh :). 

Engga ada pahit-pahitnya sama sekali. Seger beneran lho ^_^. 

Cara Membuat Ayam Panggang Paprika-Mint

Bahan :

  • 300 gr ayam fillet, potong seukuran yang diinginkan, cuci bersih
  • Jeruk nipis perasan
  • Garam secukupnya 
  • 1 sdt bawang putih bubuk
  • 1 sdt merica bubuk
  • 2 sdt bubuk paprika merah
  • 1-2 sdt daun mint, sesuai selera saja.  dalam bentuk setengah bubuk sudah dicincang halus). Di sini ada yang jual dalam bentuk botolan.
  • 1 sdm minyak zaitun 
 Cara Membuat Ayam Panggang

Cara Membuat : 

  • Lumuri ayam dengan jeruk nipis perasa + garam + merica + bubuk bawang putih. Aduk rata. Diamkan  minimal setengah jam sampai bumbu meresap.
  • Panaskan oven di suhu 180-200 dercel celcius.
  • Taruh potongan ayam dalam loyang datar. Saya lapisi dengan aluminium foil.
  • Beri taburan paprika merah dan daun mint serta minyak zaitun, aduk rata. Bintik-bintik gelapnya (hijau tua) dari daun mint. 
  • Setelah oven panas, masukkan loyang. Panggang sekitar 7-10 menit. 
  • Keluarkan sebentar lalu balik ayamnya. Masukkan lagi. Panggang lagi sekitar 5-8 menit. 
  • Beres deh. Segera hidangkan dengan potongan sayuran segar. 

Buat yang Food Combining, ingat-ingat lagi yaaaaa, kombinasi protein hewani dan karbohidrat itu BUKAN kombinasi serasi ;). Jadi Resep Ayam Panggang Paprika-Mint ini seharusnya disantap dengan segabruk-gabruk sayuran segar hehehe.

 Cara Membuat Ayam Panggang

Tapi jangan terlalu lebai mengkonsumsi protein hewaninya. Protein hewani merupakan salah satu jenis makanan yang sangat memberatkan sistem pencernaan. Untuk protein hewani, ikan adalah pilihan yang paling pas.

Takut kekurangan protein? Protein juga terdapat di protein nabati seperti tahu dan tempe ;). Tidak sedikit pula jenis sayuran yang juga mengandung protein. Walau tidak setinggi kadar protein hewani. Sayangnya, protein hewani ini sisi negatifnya tidak sedikit untuk sistem cerna kita.

Lagian kita jelas bukan carnivora kaaaaaaan :D. 

Btw, dari resep ini, hasil akhir terlihat daging ayam berbintik gelap kemerah-merahan. Rasanya sih sama sekali tidak pedas soalnya menggunakan bubuk paprika doang :D. Kalau pakai bubuk cabe, bisa pingsan duluan anak saya yang nomor 2 hahahaha :p.

Selamat mencoba ;).