Film The Help : Courage Sometimes Skips a Generation

Untuk kesekian kalinya nonton film The Help ini. Duh, karena nontonnya benar-benar full kali ini jadi lebih berasa sedihnya .

Yang bikin lebih sedih lagi, rasanya di tahun 2009-2010, sebelum mulai merantau dan masih hidup dalam lingkungan ber-embak di Jakarta, beberapa hal-hal yang ada di The Help masih kejadian di sekitaran kita waktu itu .

Film The Help

Kamar mandinya dipisah. Peralatan makan dipisah, jenis makanan dipisah. Ada yang memanfaatkan jasa asisten rumah tangga untuk SEGALA urusan. Ya masak, ya mengurus anak, ya ini itu dengan gaji seada-adanya.

Dulu ada juga yang enggan menggunakan jasa baby sitter karena gajinya lebih mahal. Dan butuh pengurus rumah tangga juga. Jadilah mengambil satu orang untuk mengerjakan semua-muanya. Gajinya jauh di bawah standar pengurus anak profesional.

Mudah-mudahan sekarang kondisi sudah lebih baik lagi.

The Help ini adalah gambaran kehidupan sehari-hari di Kota Jackson, Missisippi. Negara bagian ini letaknya di belahan selatan dan termasuk dari negara-negara bagian yang tergabung dalam Konfederasi saat Perang Sipil di tahun 1863.

Konfederasi hendak memisahkan diri dari The Union (pemerintah resmi pusat) terkait perselisihan terhadap status warga berkulit hitam yang saat itu umum dijadikan budak.

 

Wilayah selatan menggantungkan hidup dari perkebunan dan partanian yang pengelolaannya dibantu oleh para budak tadi. Sementara ada keinginan dari beberapa pihak yang berdiri di sisi The Union untuk mulai meninggalkan perbudakan dan menerapkan sistem pengupahan untuk memajukan industri di semua wilayah Amerika Serikat.

The Union memenangkan Perang Sipil dan memaksa Konfederasi bergabung kembali. Namun, puluhan tahun sejak Lincoln melakukan amandemen undang-undang terkait status perbudakan, masalah diskriminasi terhadap warga Afro-American terus berlanjut.

Ditandai salah satunya dengan kehadiran kelompok Ku Klux Klan. Kelompok ekstrimis yang mengusung pemahaman akan White-Supremacy, White-Nationalism dan tentu saja … anti imigrasi. Ring a bell? :(.

Tapi film The-Help menyoroti khusus kepada profesi asisten rumah tangga yang didominasi oleh perempuan-perempuan Afro-Amerika di Kota Jackson. Mereka bekerja dari pagi sampai sore dengan upah sangat kecil.

Pekerjaannya ya segala rupa. Mengurus para manula, mengasuh anak, memasak, mengurusi pakaian, dan lain-lain. Double combo. Karena sebagian dari perempuan ini juga harus mengalami kekerasan dalam rumah tangga setelah bekerja penuh seharian.

Tak jarang pula mereka memaksa anak-anak perempuan tertua untuk berhenti bersekolah. Anak-anak ini mengikuti jejak mereka sebagai “simbok” di rumah-rumah orang berkulit putih untuk membantu ekonomi keluarga. Jadi, dari generasi ke generasi ya kerjanya itu-itu juga. Hanya sebagian kecil yang berhasil lepas dari lingkaran yang menyesakkan ini .

Tapi ya kita memang tidak seharusnya menggunakan emosi kita sebagai orang yang hidup di era terkini. Karena di tahun segitu ya kondisi seperti ini dianggap cukup alami. Bukan hal luar biasa bagi mayoritas orang di saat itu.

Sangat sedikit orang seperti tokoh Skeeter di film The Help, perempuan muda yang tengah merintis jalan menjadi penulis dan jurnalis yang berani membujuk para “simbok” ini untuk memberikan testimoni yang jujur mengenai pandangan mereka terhadap profesi mereka selama ini.

Para perempuan Afro-Amerika ini juga canggung dan merasa hal ini di luar kewajaran. Hingga awalnya hanya 1 orang yang berani mengajukan diri sebagai narasumber. Terus menjadi 2 orang setelah berhasil membujuk satu lagi yang baru saja dipecat oleh majikannya karena dianggap kurang ajar memakai kamar mandi sang majikan.

Mungkin juga tidak banyak orang yang meyakini secara penuh dan tanpa rasa bersalah sama sekali seperti si emak sosialita, Hilly. Hilly meyakini secara penuh bahwa kondisi tersebut sangat wajar dan tidak memiliki pertentangan batin sama sekali.

Yang mayoritas ada di lingkungan masyarakat mungkin malah karakter yang dimiliki oleh tokoh Elizabeth dan Charlotte (ibu dari Skeeter).

Film The Help

Elizabeth walau terlihat menikmati kondisi dan juga tidak canggung menyerahkan segepok tanggung kepada asisten rumah tangganya, tapi dia pun tidak benar-benar kontra dengan pandangan Skeeter. Ibaratnya, ikut-ikutan saja. Karena mungkin ya didikan dari kecil dan kondisi lingkungan. Bukan tipe pendobrak. Tidak suka frontal. Tipe cari aman hehehe.

Kita juga sebenarnya ada juga kan yang menyimpan rasa kasihan dan sebenarnya mau-mau juga ngasih gaji lebih dan kenyamanan lain buat si embak di rumah. Misalnya ngasih hari libur sehari di mana si embak boleh piknik dan enggak perlu kerja. Tapi ya gitu, takut dinyinyirin tetangga, yes? *tutupMuka*.

Takut disindir sok tajir sok ini itu. Takut kalau dianggap merusak “harga pasaran” gaji embak. Takut dituduh cemen banget enggak punya embak sampai embak dimanja-manjain berlebihan bla bla bla. Disindir ini sebenarnya mana majikan mana yang embak. Sudah, sudah, jangan curcol, jangan curcol! Pengalaman pribadi banget iniiiii hahaha.

Sementara tokoh Hilly tidak segan-segan menyuarakan ide-idenya kepada publik. Termasuk membuat kamar mandi khusus buat para asisten rumah tangga di … luar bangunan utama rumah! Hilly tipe yang menganggap ya memang embak wajarnya digituin. No hard feeling tapi ya perlakuan seperti itu pantas kok, menurut Hilly.

Charlotte sendiri termasuk sosialita ambisius yang ingin mendapat tempat di perkumpulan ibu-ibu hits. Insiden terjadi saat Charlotte dinobatkan sebagai apa-gitulah, salah satu gelar prestisius di perkumpulan mereka.

Charlotte punya Constantine, asisten rumah tangga yang sudah bekerja selama puluhan tahun di rumahnya. Hubungan mereka cukup akrab dan Charlotte memperlakukan Constantine dengan sangat layak untuk ukuran kondisi lokal saat itu.

Film The Help
Charlotte (baju hijau) saat dikunjungi oleh emak-emak sosialita satu gengnya hehehe. Gambar : hark.com

Constantine sudah sangat tua dan lambat. Saat meladeni tamu-tamu lain, dia terlihat kikuk sehingga membuat para tamu (ibu-ibu geng sosialita tadi) tidak nyaman. Lalu terjadi hal yang tidak mengenakkan.

Ibu-ibu lain mendesak Charlotte untuk memecat Constantine saat itu juga! Dan Charlotte menuruti permintaan mereka, dia memecat Constantine saat itu juga di depan ibu-ibu lainnya. Saking segannya kalau dia dicap macam-macam oleh geng sosialitanya.

Charlotte merasa bersalah dan berusaha mendatangi rumah Constantine keesokan harinya tapi sudah terlambat. Constantine sudah pergi dan pindah ke negara bagian lain.

Hal inilah yang membuat Skeeter berantem dengan ibunya karena Skeeter sedari kecil dibesarkan oleh Constantine.

Ada juga tokoh Celia. My favorite girl! Hahahaha.

Celia berasal dari “daerah pedalaman” dan pertama kalinya memiliki asisten rumah tangga saat bermukim di Kota Jackson. OKB baik hati gitu lah ya hahaha . Celia sangat santai dan lugu dalam memperlakukan Minny, asisten RT yang dipecat oleh Hilly karena urusan kamar mandi tadi.

Celia tidak segan-segan memeluk, makan bareng dengan Minny di meja makan yang sama dengan menu sama persis, pokoknya memperlakukan Minny lebih sebagai teman ketimbang “pembantu” .

Skeeter-Hilly-Elizabeth berumur sebaya dan teman sepermainan sejak kecil. Skeeter juga mengalami tekanan sosial lain karena statusnya sebagai “perawan tua” hahaha. Di tahun segitu, perempuan berkulit putih memang tidak diharapkan untuk berkarier dan sekolah tinggi.

Film The Help
Skeeter – Elizabeth- Hilly (gambar : btlnews.com)

Begitu selesai pendidikan selevel SMA, mereka ya hunting jodoh! Hahaha. Tapi karakter Skeeter memang dibuat untuk mewakili angin perubahan di masanya kali, ya. Perawan tua dan pendobrak zaman . Semacam “Ibu Kartini”nya Kota Jackson? Hehehe.

Filmnya ‘menyentuh’ banget :). Diangkat dari novel dengan judul yang sama. The rest of the story mending nonton sendiri aja deh hehehe.

Karena setelah menonton saya jadi sadar, tidak semua kita dilahirkan menjadi seorang pembaharu, jika berkaca pada tokoh Skeeter.. Berani melawan arus demi memperjuangkan hal yang dirasanya benar. Padahal waktu itu kondisi yang dialami embak-embak berkulit hitam dianggap wajar.

 

Pacarnya Skeeter pun, laki padahal ya, yang tergolong dari keluarga yang berpikiran terbuka dan pendidikan tinggi juga ngamuk-ngamuk ke Skeeter pasca bukunya Skeeter terbit. Dia menuduh Skeeter mencoba bermain api dan menghancurkan tataran kehidupan sosial yang lagi stabil saat itu. Semacam musuh dalam selimut dan berusaha menjatuhkan komunitas kulit putih.

Sementara komunitas perempuan kulit hitam pun tidak terlalu berani menunjukkan dukungan kepada Skeeter karena posisi mereka yang terancam. Kalau sampai frontal, keluarga para perempuan kulit hitam ini pun tidak lepas dari bahaya (bisa mengalami intimidasi yang berujung ke kematian segala lho).

Terbayang ya, resiko yang diambil oleh Neng Skeeter :).

Setidaknya, ibunya sendiri (Charlotte) akhirnya berpihak kepada Skeeter dan mendukungnya penuh, as she said, “Courage sometimes skips a generation. Thank you for bringing it back to our family.”

Kita sendiri apa punya ya keberanian untuk mendobrak hal-hal (hal apa pun!) yang kita tahu sebenarnya salah dan menyakiti orang lain tapi sudah terlanjur melekat dan menjadi kewajaran dalam kehidupan masyarakat sekitar kita? Atau hanya berani diam-diam berdoa dalam hati sambil ikut arus?

Syukur-syukur orang sadar tanpa perlu kita melawan ketidaknyamanan karena menyuarakan hal-hal yang dianggap tabu? Untung sekarang ada medsos sih, ya. Setidaknya kita bisa bersuara di dunia maya. Ye kaaaan, ketimbang kagak ngapa-ngapain hihihi.

Ya, ya, ya, saya paham memang hanya orang-orang spesial yang dianugerahkan keberanian untuk melawan arus. Satu nama yang langsung terbayang itu … Pak Ahok! :).

Kita-kita yang cemen ini dikeroyok di komen-komen status FB saja kadang sudah jiper dan langsung logout, yes? Hahaha. Namun setidaknya dianugerahkan kepada generasi kita dan generasi-generasi mendatang secuil keberanian untuk “bersuara dengan lantang” tanpa takut dengan konsekuensi yang harus dijalani.

Yah di level dunia maya juga enggak apa-apa deh hahahaha. I pray for my self indeed, yang akhir-akhir ini kesulitan menghimpun keberanian untuk menulis hal-hal yang agak-agak “gimana gitu” hehehehe :p.

Ya Allah, mampukan kami semua <3. Please … bring that courage back to all of us. Aamiin.

 

cara membuat soto betawi

Cara Membuat Soto Betawi yang Enak dan Enggak Ruwet :D

Cara membuat soto betawi tidak seribet yang dibayangkan hihihi. Maklum ya dulu-dulu pinternya makan doang, jarang nyentuh dapur.  Nah kebetulan nih sudah pernah bikin video live pembuatan soto betawi iniiiiii, jadi yang mau skip ocehannya langsung ceki-ceki videonya saja. Tenaaaang, resep lengkap ada di dalam tulisan ini juga kok ;).

Saya sudah pernah cerita ya, tetangga di Jeddah dulu, Mbak Andini yang jago masak banget. Nah, soto betawi ini salah satu andalannya si Mbak Andini. Suwer, enaaaaaaak :D. Terakhir makan soto betawinya Mbak Andini mungkin sudah 5 tahun yang lalu ya.

Nah, pas di Ireland kena batunya deh bingung mau minta dibikinin siapa hahaha. Makanya paling intensif masak itu pas tinggal di Ireland. Rumusnya, langsung praktik hihihi. Kalau dulu-dulu hobi download-download resep tapi entah kapan bikinnya, di Ireland hampir tiap hari download langsung praktik, ecieeeeee :p.

Di Texas agak terbatas nih peralatan dapurnya. Sudah pernah iseng nyari-nyari di Goodwill (toko second hand aneka barang hihihi), tapi tetap saja enggak selengkap peralatan tempur di Ireland. Dulu pas ngidam hamil anak ketiga tuh, gila deh beli ini itu demi bikin bakso-siomay-nasi uduk segala macam hahaha.

Pas mau ke Texas, ditinggal semua tuh perkakas di Ireland :(. Yah kan cuma sementara di Texas. Tadinya malah kirain 6 bulan ternyata ini diperpanjang sampai setahun. Tahu gitu bawa barang agak banyakan ya.

Ini judulnya cara membuat soto betawi kok ya malah curhat, Ceu? Hahaha.

Sejak di Ireland sudah tahu doooong cara membuat soto betawi ini. Secara umum, bikin masakan berkuah sebenarnya lebih enak ya. Mana ada kuahnya lagi jadi makannya bisa beberapa kali hihihi. Kalau bikin empal daging atau dendeng atau sambal goreng daging sapi, kan ya kayaknya bikin sekilo daging saja hasilnya sedikit.

Kalau pakai kuah macam soto betawi ini bisa jadi sepanci gede kalau daging 1 kg mah hehehe.

Cara membuat soto betawi ini nemu dari hasil googling. Ini katanya resep dari Ibu Fatmah Bahalwan yang empunya NCC. NCC menjadi tempat andalan nyari-nyari resep. Tahu kan sekarang banyak situs-situs resep palsu yang menguasai page 1 hasil pencarian Google.

Ah ya sekalian curhat bagian dua deh, itu blog resep saya yang Dapur Davincka, dicopas sama blog lain plek-plek. Duh ampe nangis saking keselnya. Udah mana ngelaporinnya ribet, harus dicopas satu persatu link URL yang dia copas dari blog saya. Dia ngambil hampir semuanya, sekitar 70 tulisan :(.

Ya sudahlah, nanti insya Allah pasti dilaporin deh ya. Gilak ah, saya juga nulis postingan resep kan selalu serius dan biasanya tulisannya panjang-panjang juga. Tega amat ya nyuri-nyuri tulisan orang lain buat kepentingan pribadi :(.

Duh, kebayang lagi sakit hatinya huhuhu. Mari kembali fokus ke topik postingan ini btw hihihi.

Ini ya resep lengkapnya ;).

Cara Membuat Soto Betawi Kuah Susu dan Santan

500 gr daging sapi sengkel/sandung lamur, potong kecil-kecil dan cuci bersih.
Kalau suka jeroan bisa ditambahkan 250 gr hati sapi atau yang lainnya, rebus terpisah.
2 batang sereh, memarkan
3 lembar daun salam
2 cm laos, iris tipis
5 butir cengkeh
3-4 cm batang kayu manis atau 1/2 sdt kayu manis bubuk
1 bawang bombay ukuran besar iris-iris, bisa diganti dengan 12 siung bawang merah iris
6 siung bawang putih iris-iris
5 butir kemiri sangrai dan haluskan
2 cm jahe iris tipis
2 sdt jinten bubuk
1 sdt merica bubuk
Garam + gula pasir secukupnya
300 ml susu putih tawar
300 ml santan kental

Cara Membuat :

Didihkan kurang lebih 1 liter air matang (nanti bisa ditambahkan air panas kalau kurang).
Setelah mendidih, masukkan daging sapi.
Masukkan sereh, daun salam, lengkuas dan cengkeh.
Didihkan sampai daging setengah empuk.
Tumis bawang bombay, bawang putih, jahe, kemiri, jinten dan merica.
Masukkan tumisan bumbu ke kuah daging.
Didihkan lagi dengan api kecil/sedang sampai bumbu meresap dan daging HAMPIR matang.
Masukkan garam-gula pasir secukupnya. Masukkan susu putih + santan. Aduk biar santan tidak pecah.
Koreksi rasa. Tambahkan garam + gula jika belum sesuai juga air panas jika kuah terasa kurang.
Didihkan sebentar.
Soto betawi siap dihidangkan dengan pelengkapnya.

cara membuat soto betawi

Maaf nih, fotonya yang asal-asalan banget huhuhu. Masih stres abis isi blog dan foto-fotonya dicaplok sama orang :(. Biarin deh pasang foto seada-adanya dulu sampai kelar saya laporin tuh si pencuri! -_-. Kalau cuma foto ginian mah, gak perih-perih amat kalau sampai kena curi.

Ya pastinya mau foto bagus atau enggak, mencuri itu tidak boleh yaaaaaaaa.

Padahal saya pernah menulis soal tulisan copas-copasan itu dan berlagak bijak :p. Waktu itu yang “dicuri” 1 artikel doang dan di share di medsos buat mendulang like ama share aja kayaknya. Nah blog resep saya dicopas untuk cari adsense!!! Mana ngambilnya banyak banget. Hampir 1 blog disikatnya semua plus foto-fotonya *nangis*.

Eniwei jadi gak fokus nih ngobrolin cara membuat soto betawi nya :(. Maap yak hehehe.

INi kuahnya agak bening harusnya. Saya kurang nambahin susunya. Harusnya 500 ml emang di resep aslinya. Tapi rasanya endes juga kok ;).

Ada juga cara membuat soto betawi yang pakai cabe merah jadi kuahnya agak kuning atau kemerahan itu. Saya lebih suka versi bening yang begini ^_^.

Selamat mencoba ya teman-teman. Semoga cucok deh sama cara membuat soto betawi versi yang ini ;).

cara membuat soto betawi

 

Sekolah di Amerika

Sekolah di Amerika Serikat (Texas) Juga Mengenal Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta

Tahun ajaran baru sudah dimulai ya di tanah air. Terus gimana dengan tahun ajaran baru  sekolah di Amerika? Belum sih. Ini masih pada libur hehehe. Sekolah anak saya masuknya setelah minggu ke-3 di bulan Agustus.

Libur musim panasnya hampir 3 bulan.  Irlandia cuma 2 bulan. Tapi di Ireland ada liburan paskah ada libur jelang Halloween, banyak liburan printilan lah. Sementara di Texas liburannya ngirit bener. Cuti orang kantoran juga dikit banget di Texas. Pokoknya kerja, kerja, kerja :p. Lah ini mau bahas sekolah di Amerika apa Jokowi neh? Hahahaha #dasarCebong :p.

Sekolah umum “gratis” di Texas dimulai dari usia 5 tahun (kindergarten/TK). Tapi TK nya cuma setahun. Habis itu langsung lanjut ke 1st-Grade. Sama seperti di Ireland, SD kelas 1 dimulai dari umur 6 tahun. Tapi Ireland sekolah gratisnya dimulai dari usia 3 tahun :D.

Tempat-tempat les macam Kumon dkk itu menjamur di banyak tempat, kirain di Asia doang les beginian hits hihihihi. Sekolah-sekolah swasta juga jadi incaran walau sebenarnya public school enggak jelek-jelek amat. Kenapa begitu?

Ya balik ke rumus awal lah. Amerika Serikat sama kayak Indonesia, negara yang penduduknya segabruk-gabruk. Tingkat kompetisi yang tinggi sungguh sukar dihindari :). Tunggu penjelasannya di bawah yaaaa :D.

Sekolah di Amerika
Gambar : pixabay.com

Yang di Eropa jangan nyengir dulu, nanti di tulisan lain saya ceritakan sisi positif dari kehidupan ala kompetisi tinggi “model begini” ;). Rumus kehidupan di berbagai tempat sama kok teman-teman, plus minus, baik buruk, positif negatif, selalu bergandengan satu sama lain :).

Beban hidup orang tua ya enggak jauh-jauh dari urusan uang sekolah anak, cicilan rumah dan cicilan mobil. Karena di Texas angkutan umum tiris banget, punya 2 mobil salah satu solusi untuk kegiatan sehari-hari dalam tiap rumah tangga. Mahal yaow naik taksi mulu. Makanya masuk dalam komponen penting cicilan standar di tiap keluarga :).

Sekolah umum di Texas mengenal sistem rayonisasi yang ketat. Sekolah-sekolah publik hanya menerima anak-anak yang tinggal di sekitaran situ. Sementara sekolah publik di Texas juga ada rengking-rengkingnya. Dan rengking-rengking ini ditentukan oleh kualitas sekolah. Nilainya 1-10, berbanding lurus, makin tinggi makin bagus reputasinya.

Kualitas sekolah bergantung pada pembiayaannya. Di mana pembiayaan ini berdasarkan pajak lokal masing-masing wilayah. Lokasi yang “mahal” pajaknya juga tinggi, semacam Pajak Bumi dan Bangunan gitu. Jadi sekolah yang modalnya besar ya bisa mempekerjakan guru-guru kualitas bagus dan menyediakan fasilitas dan gedung yang kece :D.

Makanya, sekolah publik yang kualitas bagus biasanya ada di lokasi-lokasi pemukiman yang keren. Jadi, orang tua kudu kuat beli rumah atau menyewa apartemen di lokasi keren yang tentu harga beli dan harga sewanya lebih tinggi. Intinya tetap harus kuat nyicil demi dapat sekolah umum berkualitas.

Soal mobil karena di Texas memang transportasi umum tidak begitu dikembangkan. Tapi ini tidak selalu menjadi hal negatif. Duh harus 1 tulisan lain juga untuk menerangkan mengapa pembangunan sarana transportasi model begini ada hal positifnya juga ;). Kapan kelarnya ini gue nulis soal Amerika? Hahaha.

Sebenarnya ada bus sekolah gratis pulang pergi. Ide bus sekolah ini memang untuk mengurangi kemacetan tapi kayaknya tidak terlalu berhasil. Antrian panjang mobil-mobil ortu antar jemput anak di sekolah masih panjang bukan kepalang.

Belum macet-macet amat sih jadi masih belum beralih ke bus sekolah. Ada isu bullying juga katanya. Alhamdulillah so far anak-anak saya masih nyaman naik bus sekolah. Ya gimana jugak emaknya kagak bisa nyetir, yes? Hahaha.

Cara belajar anak-anak sini hi-tech banget menurut saya. Soalnya dibandingin sama sekolah di Irlandia, di mana saya dulu tinggalnya memang di kota mungil banget. Penduduk cuma 20 rebu hahaha. Sekolah anak saya di Athlone tergolong sederhana kalau dibandingkan dengan sekolah mereka di Texas sini. Gedungnya keren gilak, fasilitas komplit, padahal ini sekolah rengking 9, gimana yang rengking 10 cobak?

Komunikasi dengan Bu Guru serba pakai gadget hehe. Jarang komunikasi langsung. Sebenarnya saya lebih suka yang ngomong langsung tapi ya sudahlah jadi enggak pake acara baper-baper. Ada beragam aplikasi yang kudu kita instal di hape untuk memantau perkembangan anak-anak di sekolah.

Ide bagus. Teknologi harusnya memang dimanfaatkan sebaik mungkin sisi positifnya :).

Tapi anak-anak di sini masih SD saja sudah bebas bawa gadget ke sekolah. Itu teman anak saya sesama kelas 3 SD bawa ipad ke sekolah. Ternyata banyak yang kayak gitu di sekolahan. Waduh! :(.

Pendidikannya so far sangat condong ke kemampuan kognitif. Kalau di Ireland harus diakui, pendidikan sopan santun itu juga tergolong penting, maklum sekolah katolik  ya hehehe. Baca tulisannya di sini.

Peer hanya sekali seminggu itu juga buat latihan di rumah. Tapi jam sekolahnya sangat panjang, dari pukul 7.50 hingga 15.00. Termasuk yang KINDERGARTEN. Ah ya, elementary school itu dari Kindergarten sampai kelas 5. Kelas 6-8 itu masuk Junior High School / Middle School. elas 9-11 masuk High School.

Tapi ini tergantung kebijakan tiap ISD ya (Independent School District) yang umumnya mengacu ke kota bersangkutan masing-masing.

Sejak kelas 3 SD, ada semacam final test level negara bagian. Kalau di Texas namanya  STAAR Test (State of Texas Assessments of Academic Readiness). Sama kayak EBTANAS gitu kali ya tapi ini ujiannya tiap tahun. Ujiannya 3 jam booo, ngalah-ngalahin UMPTN dah hahahaha.

Sekolah di Amerika

Don’t worry mata pelajarannya paling cuma Math, Reading dan Writing. Kelas 3 cuma ada Math dan Reading. Gak susah-susah amat sih. Kalau anak Indonesia mah pasti pada bisa deh ;).

Mata pelajaran yang muncul di rapor juga dikiiiit hanya ada 5 yang tercetak di rapor : Art-Science-Math-Reading-Writing. Nilainya pakai angka gitu 0-100.  Beda dengan Ireland yang rapornya pakai range angka dan tulisan panjang lebar instead of nilai kasat mata model begini. Texas lebih mirip sama Indonesia, yes? ;).

Btw, sekolah dengan kurikulum agama juga bertaburan lho di Texas, termasuk buat agama Islam. Ada sekolah-sekolah dasar semacam Madrasah Ibitidayyah-Tsanawiyah-Aliyah gitu-gitu lah. Biasanya diadakan oleh Islamic Center yang jumlahnya tidak sedikit di seantero Texas ;). Tapi tentunya tidak gratis ;). Buat orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan formal Islam yang lebih intensif, silakan masuk ke sekolah-sekolah ini.

Sekolah sore untuk belajar mengaji juga ada. Summer Camp, sekolah khusus liburan musim panas juga diadakan oleh Islamic Center di banyak tempat ^_^. Anak-anak saya juga saya ikutkan di Summer Camp di Islamic Center dekat sini :D. Sekolah beginian yang tentunya tidak gratis. Misalnya summer camp buat sebulan, 4x seminggu, 2 jam per kedatangan, dibandrol 150 dolar per anak.

Kalau les-les yang lain saya tidak ikutkan. Padahal jelang libur musim panas, itu brosur-brosur tempat les ini itu berjejalan dalam folder anak-anak saban pulang sekolah. Les inilah les itulah …. :D.

Pendidikan memang salah satu lini bisnis yang cukup tokcer di US ;).  Demandnya tinggi makanya supplier juga lincah membaca kesempatan :D.

Kurikulumnya jauh lebih modern dan sifatnya sangat interaktif kalau di Texas sini. Anak-anak dilatih banget biar jadi banci tampil. Sebagai persiapan awal untuk menghadapi ketatnya perguruan tinggi dan dunia kerja mungkin? (y).

Pendidikan dasar gratis tapi jangan ditanya mahalnya biaya kuliah di US. Konon, yang paling mihil di dunia *ngelapKeringat*. Kalau dari artikel sini, rata-rata biaya kuliah per tahun di US sekitar 33 RIBU DOLAR. Ingat ya, PER TAHUN! Mari kita ngelap keringat bersama-sama hahaha. Itu belum mikirin uang kos segala macam.

Sudahlah mahal, persaingan masuk uni-uni top di US juga ketat banget.

Sekolah di amerika

Bagaimana dengan jalur beasiswa untuk anak kuliahan? Ya ada juga. Tapi kalian tidak lupa kan kalau jumlah penduduk Amerika Serikat itu ada 320 juta (data tahun 2015). Terbayang persaingannya kayak apa? Belum lagi daya juang pendatang asal India dan Cina ini benar-benar luar biasa urusan sekolah anak.  Mereka juga jumlahnya tidak sedikit.

Enggak di Eropa, enggak di Amerika, mamak-mamak Cina dan India bener-bener deh ya kalau urusan pendidikan anak :p.

Makanya mungkin jarang yang lanjut S2 karena sudah tepar duluan bayar cicilan untuk S1. Itu student loan termasuk cicilan favorit di US. Jangan heran iklan di tivi isinya gak jauh-jauh dari iklan asuransi dan iklan terkait urusan cicil mencicil hihihi. Plus iklan makanan kaleng, obat-obatan mulai dari obat diet sampai obat tidur, iklan mainan, dan iklan lain yang bikin dompet selalu bergetar hahaha.

Tidak sedikit pendatang yang mencoba peruntungan dengan sekolah S2 di US untuk cari kerja. Lumayan saingan tidak terlalu banyak. Kita juga sudah lulus S1 di negara asal yang ongkosnya lebih masuk akal. Orang India teman kerja suami saya banyak yang menempuh cara ini :D.

Karena itulaaaaaah, sekolah-sekolah berbayar / private schools / sekolah swasta menjadi salah satu upaya para orang tua untuk meningkatkan daya saing anak-anak mereka agar kelak bisa menembus persaingan di level universitas. Juga dengan bantuan tempat-tempat les ini itu seperti Kumon dkk, anak-anak banyak yang ikut les ini itu sama kayak di Indonesia pada umumnya.

Private school ini bayarannya tidak murah. Rata-rata biaya sekolah swasta di Texas untuk elementary school itu 7 ribu dolar per tahun. Belum lagi biaya printilannya, ya. Banyak ekskul soalnya.

Jalur ke universitas kan juga bisa menggunakan jalur non-akademis seperti olahraga dan kemampuan bermusik. Makanya anak-anak yang punya potensi juga digembleng kemampuan non akademisnya melalui ekskul-ekskul di sekolahan, umumnya yang private school yang punya kegiatan ekskul yang mumpuni.

Kok enggak kuliahin anak ke luar negeri saja? Ke Eropa gitu? Pan udah gue bilangin, kalau sudah tinggal di Amerika mah, kagak ada cerita lagi mau pindah-pindah ke negara lain hahaha.

Ini baru gue ngeliat ada negara yang penduduknya semangat bener pasang bendera segede-gede gaban hampir di mana-mana. Depan rumah, depan toko (toko imut-imut sekali pun), di pinggir jalan …. Iya deh, iyaaaaa, kita tahu kok situ orang Amerika! Bungkus, bungkuuuuss hahahaha :p.

Saya dan suami memang agak-agak gimana gitu dengan sistem pendidikan di Ireland yang menurut kita terlalu santai hehehe. Tapi ya enggak pengin se-sadis di Jakarta jugak. Jadi maunya appaaaahhhh? Hahaha. Di Texas ini ya lumayanlah agak di tengah-tengah ini juga karena masih SD ya. Kayaknya makin naik tingkatannya makin mirip kondisi di Jakarta. Ya sama-sama negara raksasa sih ya :D.

Btw, saya lagi ngumpulin referensi soal kurikulum terbaik di dunia. Wah hasilnya ternyata aneka rupa ya. Dari sekolahan yang selow nan santai macam di Skandinavia sampai yang berat-berat macam di Cina dan Korsel, semuanya masuk 20 besar kurikulum terbaik :D. Nanti yah di tulisan yang lain. Kalian pasti sudah kesel banget, “Najis tulisannya panjang banget!” Hahahaha.

Semangat ya Buibu mengantar para ananda belari di lintasan pendidikan masing-masing. Santai sajaaaa, syukuri kondisi yang ada dan pahamilah tidak selamanya rumput tetangga selalu hijau. Tiap wilayah, tiap negara, tiap keluarga, tiap jalan kehidupan, bahkan tiap individu punya rahasianya masing-masing ;).

Tetap semangat! ^_^

Laki-laki, Suami, dan Bapak

Walau tak pernah bermukim di daerah asal kedua orang tuanya, suami saya dibesarkan dalam suasana “Minang yang kental”. Ada segregasi yang tajam antara “tugas Ibu” vs “tugas Ayah” dalam urusan rumah tangga dan mengurus anak. Setidaknya dari kehidupan sehari-hari mertua saya, itu tergambar dengan sangat jelas.

Ada yang bilang, ini sih budaya orang Sumatera. Secara umum ini budaya ketimuran. Di Asia yang begini-begini mah wajar hehehe. Jangan heran kalau di Indonesia pada khususnya, pasti masih banyak yang ribet kalau misalnya melihat bapak-bapak ngurus anak tanpa istri.

Baca : Ayam Kremes (Ayah Muda Keren Bikin Gemes)

Macam meme yang tempo hari ramai. Ada embak-embak melihat seorang suami sibuk ngurus anak sementara istrinya sibuk belanja, si embak tetiba ingin berbisik ke si suami, “Mas, punya istri 2 itu boleh, lho!”

Budaya ketimuran kita selalu ngotot, anak ya harusnya diurus ibunya, laki-laki mah harusnya cari duit saja. Titik. Belum banyak ruang dalam budaya “ketimuran” kita untuk menerima bahwa ada lhoooooo rumah tangga yang di mana suami dan istri bersedia berbagi tugas dalam HAL APA PUN ;).

Pernah ada tulisan tentang sepasang suami istri di mana istrinya yang bekerja penuh dan suami lebih banyak di rumah, itu nyinyiran dari komentarnya dahsyat bener hahaha.

Ada yang menghina, si suami tidak paham tanggung jawab kepala keluarga. Padahal suami kerja juga. Cuma kebetulan suaminya pekerja lepas atau freelancer jadi memang tidak perlu setiap hari ke luar rumah. Belum lagi sekarang banyak bisnis/pekerjaan yang tetap leluasa dikerjakan dari dalam rumah kan? Well, who knows lah.

Sampai ada yang bilang, “Mereka kan muslim, ya. Apa istrinya enggak takut masuk neraka?”

Piye toh masuk neraka? Sang istri bekerja kan juga untuk membiayai kebutuhan keluarga dong. Untuk kehidupan keluarga yang lebih baik dan seharusnya pasangan tersebut sudah mempertimbangkan plus minus segala macamnya. Itu tergantung niat masing-masing saja mereka bekerja untuk apa. Emang situ Tuhan bisa baca niat orang :p.

Tapi tolong jangan dibawa ke titik sebaliknya juga yaaaaa. Again, ini masalah domestik tiap rumah tangga. Suami saya tipe yang memang tidak suka ada 2 matahari dalam sebuah rumah tangga :). Ya kebetulan dapatnya juga tipe yang kayak saya yang memang lebih senang kongkow-kongkow di rumah hahaha :p.

Saya kangen juga ingin bekerja kantoran kayak dulu. Tapi menikmati juga sih kondisi sekarang. Apalagi sekarang saya lagi suka sekali memasak dan praktik-praktik resep.  Saya kebetulan juga punya hobi menulis yang bisa lah mengais uang jajan dikit-dikit dan bisa dikerjakan full time dari rumah thok :D.

Dan suami sangat mendukung soal ini. Misalnya dia ikut pontang panting dulu jualin buku saya yang terbit indie. Kayaknya lebih semangat suami daripada saya. Padahal hasilnya enggak seberapa. Hanya remah-remah dibanding gajinya dia di kantor hihihi. Tapi itu salah satu bentuk supportnya kepada saya <3.

Suami saya selalu ngajarin untuk menghargai penghasilan dan harus kerja keras kalau mau berhasil. Harus mau capek harus mau berkorban. Sementara saya tipe yang agak-agak kurang persisten hehehe.

Jangan bayangin suami saya tipe bapak-bapak yang benar-benar pulang kantor langsung lempar tas dan minta dipijitin segala macam hahaha. Untuk memasak dia memang anti banget kecuali kalau saya sakit atau pas ngidam tempo hari. Tapi kalau urusan gonta ganti pampers, mandiin anak, nyuapin anak, ikut beberes rumah, suami saya SELALU siap dimintai bantuan :).

Tapi memang terasa dese anaknya patriarkis gitu-gitu :p.

Urusan memasak saya memang tidak keberatan kalau dihandle 100% sama saya :D. Terus terang, suami pernah masakin buat saya tapi saya kan orangnya ya tipe-tipe A bilang A, B bilang B. Jadi, masakannya enggak enak ya saya bilang enggak enak, dese ngambek hahaha.

So far, 80% dari kehidupan pernikahan kami,  dihabiskan di luar Indonesia. Memang sih waktu di Jeddah masih mudah sekali beli-beli makan di luar atau menggunakan jasa asisten rumah tangga.

Kodrat laki laki
BBQ-nite @Jeddah, October 2011

 

Terus pindah ke Ireland. Di Ireland yang merupakan bagian dari wilayah Eropa Barat, gaya hidupnya ya tentu beda banget dengan budaya Asia kita. Di sana kehidupan serba mandiri. Mau tak mau, berbagi tugas dalam kehidupan rumah tangga sangat umum.

Tidak sedikit lho di sana yang kebagian tugas anter jemput anak sekolah dan berbelanja itu malah para suami. “Ayam Kremes” bertebaran di mana-mana hahaha :p. Istrinya yang bekerja full time :D.

Suami saya jadi makin aktif membantu urusan rumah tangga hehehe. Walau ya urusan memasak hampir 100% tanggung jawab saya. Kalau yang lain-lainnya dia selalu mau bantuin. Namanya rumah tangga ya, tidak selalu mulus. Kadang juga ada berantem-berantemnya masalah gini-ginian hehehe.

kesetaraan gender
Gambar : pixabay.com

 

One thing for sure, kita tidak boleh lupa, budaya kita sama budaya satu generasi di atas kita jelas berbeda. Misalnya saya dan suami vs mertua dan orang tua saya. Baik Mama (ibu kandung saya) dan Mami (ibu mertua) masih memegang teguh prinsip “istri harus melayani suami dalam banyak hal”.

Mama saya waktu ke Irlandia rewel bener melihat saya kalau nyiapin makan tuh langsung templokin semua ke dalam piring hahahaha. Maunya kan disiapin di atas meja, nasi dalam mangkok, dan lauk-pauk lengkap dalam wadah masing-masing. Ribet amat, banyak-banyakin cucian piring aje :p. Apalagi ibu mertua hihihi.

Ya, ya, ya kita tahu zaman sudah berubah. Tapi ada hal-hal yang memang tidak bisa kita ubah semudah itu.

Orang tua kita sudah berumur dan tentu sudah sukar diubah pandangannya :). Jadi, tidak ada salahnya kita yang muda-muda ini yang mengalah ;). Toh juga tidak tiap hari.

Waktu mama ada di Irlandia, ya saya biarin deh Mama yang ngatur-ngatur dan saya nurut saja kalau disuruh nunggu makan kalau suami belum pulang :p. Biasanya kalau lapar ya makan duluan, bodo amat hahaha. Di rumah ibu mertua atau di depan beliau juga saya tidak mungkin lah nyuruh-nyuruh suami cebokin anak yang habis pup hahahaha :p.

Pasti sebisa mungkin saya jaga perasaan ibu mertua dengan berusaha mengerjakan hal-hal seperti “itu” tanpa bantuan suami. Walau saya rasa bapak ibu mertua pasti sudah paham kebiasaan kami di luar negeri hidup mandiri tanpa tangan ketiga seperti asisten rumah tangga, kerabat segala macam :). Tetap saja, saya menghindari meminta tolong suami untuk hal-hal yang “begitu-begitu” lah DI DEPAN MERTUA :D.

Kecuali terpaksa banget.

Kadang saya juga memposisikan diri sebagai ibu dari anak laki-laki 😀. Koleksi bujang ada 3 nih hahaha. Walau sudah terbiasa hidup “modern” dalam artian segregasi tugas laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga tidak setajam di generasi orang tua kita, saya tetap enggak tahan bayangin entar lihat anak saya pontang-panting ngurusin anak sementara bininya kagak ngapa-ngapain hahaha. At least, jangan depan mata eike ya my future in laws hihihi.

Anak-anak laki-laki saya sih sudah digembleng sejak dini buat handle urusan rumah tangga. Boy1 dan Boy2 sudah diajarin menyapu dan beres-beres rumah :D. Sudah rutin mereka bantuin saya tiap hari dalam urusan beginian ;).

Tapi sudah hukum alam ya, semandiri apa pun kita mendidik anak laki-laki kita, tetap saja our boys will be our boys. Belum tentu saat dewasa nanti kita tahan melihat mereka disuruh-suruh sama bininya depan mata kita, yes? Hahahaha.

Makanya, ladies … don’t do that to your Mom-in-law. What you reap is what you sow, yes? 😉

 

The American Pride

Oleh-oleh sekelumit pengalaman kerja ke Amerika :D. Summer holiday telah tiba! . Ceu Jihan ke mana ajaaaaa enggak posting-posting? Jalan-jalan dooooooong . Jarang bersentuhan dengan medsos kalau lagi di jalan. This is another road trip. Dimana road trip itu salah satu hal penting dari pengalaman tinggal di Amerika Serikat ;).

Pengalaman tinggal di Amerika Serikat
Gambar : pixabay.com

Liburan kali ini saya sempat memborbardir insta-story di akun Instagram saya. Siyal dah, itu ternyata cuma 24 jam benar-benar hilang ya . Kirain masih ke-save dan bisa kita download lagi buat dikumpulin. Ternyata benar-benar hilang ya *nangis*.

Tadinya bela-belain rajin bikin Insta-Story buat ngumpulin video pendek-pendek. Baru tahu kalau ternyata videonya cuma numpang lewat . Harus download manual untuk di-save di ponsel. Justru itu yang dihindari karena ponsel sudah penuh dengan vlog resep hahahahha .

Kali ini nyobain road trip yang lebih panjang. Dari Texas (area Dallas), menuju 2 tempat utama : Grand Canyon dan Las Vegas. Tadinya ambisius mau sekalian lanjut ke Los Angeles. Tapi berhubung Pak Supir cuma ada satu ya sudahlah ya, mustahil itu hahahaha .

Total jarak tempuh sekitar 1200 miles, hampir 2 ribu kilometer. Padahal dulu pas masih tinggal di Jeddah, kayaknya udah heboh banget road trip dari Madinah ke Madain Saleh sekitar 400 kilo hihihi. Ternyata di US lebih sangar .

No worry, pakai mobil matic kok. Bisa pakai cruise control segala. Sudah punya pengalaman ke Miami-Florida 3 bulan yang lalu. Ke Florida lebih jauh lagi sekitar 1300 miles. Sempat juga road trip ke Arkansas. Tapi Arkansas sih dekat banget, hanya 3 jam an dari Dallas.

Tapi road trip kali ini mampir-mampirnya lumayan sering. Memang tujuannya mau halan-halan, yang ke Miami pan kerja yak . Suami kerja, kiteee yang halan-halan, yes? Hahahahaha.

Foto waktu road trip ke Arkansas tempo hari

Kalau ke Florida kita menuju ke arah timur, arah road trip kali ini ke arah sebaliknya, menuju negara-negara bagian sebelah barat. Makanya, waktu setempat mundur 1-2 jam, jadi terasa menghemat waktu karena matahari tenggelamnya terasa lebih lama . Mana musim panas pulak. Jadi jam 9 malam masih cukup terang.

Perbedaannya cukup kontras. Negara bagian di sebelah barat Texas jelas lebih hot-hot-hot . Ke arah Louisiana, Missisippi sampai Florida kan banyak pohon gede-gede. Negara bagian New Mexico, yang pertama kami hampiri lebih gersang dan dinominasi bukit batu .

Awal-awal melihat bentang alam New Mexico benar-benar membuat saya dan suami bernostalgia tentang Arab Saudi. Mirip bangeeeettt dengan pemandangan di Kota Al Ula, tempat Al Hijr/Madain Saleh berada . Jadi gosip-gosip tentang Jeddah lagi deh kita berdua sepanjang jalan saat melihat barisan bukit batu saat memasuki wilayah New Mexico.

Btw, New Mexico ini masih bagian dari Amerika Serikat. Negara bagian ke-47 kalau dihitung dari awal bergabungnya. Bersama Colorado-Utah dan Arizona, New Mexico juga bagian dari The Four Corners yang berada di wilayah barat laut Amerika Serikat.

Foto-foto road Trip Canyon-Vegas ini masih nyangkut di kamera. Jadi sementara saya comotin foto dari situs gratisan dulu ya hehehe.

kerja ke amerika
The Grand Canyon (Gambar : pixabay.com)

The Four Corners (Colorado-Utah-Arizona-New Mexico) merupakan tempat yang hingga kini masih merupakan kampung halaman bagi orang-orang Indian, penduduk asli benua Amerika.

Walau New Mexico, secara persentase, masih paling tinggi diantara negara bagian lain, tapi Arizona yang lebih jor-joran promosi soal budaya Indian.

New Mexico, julukan resmi : The Land of Enchantment secara wilayah termasuk 5 negara bagian paling luas, tapi jumlah penduduknya hanya menempati urutan ke-36. Masih jauh lebih kecil ketimbang Texas, tapi penduduknya tiris bener hehehe.

Ya iyalah, kondisi alamnya masih didominasi oleh padang rumput yang gersang dan bukit batu. Tidak memiliki perbatasan dengan laut sama sekali kalau tidak salah, jadi secara ekonomi memang tidak begitu cemerlang, ya.

Beda dengan Texas yang dekat laut jadi lebih dinamis. Banyak industri juga lho di Texas. Florida terkenal dengan pantai-pantai cantik untuk liburan dan buah-buahan tropisnya. California lebih ‘sempurna’ lagi. New York sangat dinamis dengan pergerakan bisnisnya. Las Vegas melengkapi dosa besar Amerika Serikat sebagai negara adidaya hahahaha .

kerja ke amerika
Gambar : pixabay.com

Gilak deh emang Amerika Serikat ini. Sagala aya! Self sufficientnya termasuk tinggi, makanya sombong yak hahahaha . Jangan heran lho, banyak orang US yang sudah tidak merasa perlu ke mana-mana saking bangganya sama negaranya . Berasa tinggal di 50 negara berbeda yang diiket jadi satu .

Serba rumit dan sangat dinamis . Bersama segala kekurangan dan “kejahatan”nya, sekarang saya sudah mulai mengerti mengapa orang-orang Indonesia yang sudah mapan di sini sepertinya sudah tidak ada kemungkinan mau balik ke tanah air hahahaha. Lebih parah dari diaspora yang menyebar di Eropa . Di Eropa masih banyak keluhan soal pajak yang gila-gilaan hihihi.

Happy (belated) Independence Day, United States of America!

Walau saya tidak tahu apakah harus ikut bangga dan terharu atau harus menangis saat membaca sejarah panjang suku Indian yang ada di tanah ini. Ini kan lagi berada di tempat-tempat kebangsaan suku Indian . Masa lalu pahit menjelang orang-orang Eropa menghambur ke sini dan menegaskan kiprah mereka sebagai pemilik tanah di belahan utara benua superpower ini.

Ah ya, kita memang harus mengakui, kita hidup di dunia yang tidak sempurna . Like I always said, kita masing-masing pun adalah bagian dari ketidaksempurnaan tersebut.

(Baca : Negeri di Awan)

So once again, selamat hari “kemerdekaan” buat Amerika Serikat. Tetep pake tanda kutip hahahaha .

Nanti aja ya per negara bagiannya lengkap sama vlog dan foto-foto. Ya kira-kira beberapa bulan lagi lah hihihihi *ngikikPemalas*.

-Las Vegas, 5 Juli 2017-