Resolusi Tahun Baru 2019 dan Pencapaian 2018 *tsaaaahhh* :p

2018-Yay ^_^ :

1. Yayyy, akhirnya bisa nyetir sendiri! Sudah pede nan berani masuk tol dan nyetir sampai kecepatan 120 km/h .

Menyetir itu resolusi bertahun-tahun sejak 2004 hahaha. Hingga akhirnya sebelum hamil anak ke-3 tahun 2014 mulai belajar nyetir lagi, suami saya bilang begini, “Udahlah, kayaknya kamu ditakdirkan buat nyetir mobil matic aja, gak bakal bisa nyetir mobil manual. Tipe-tipe Spongebob gitu.”

((TIPE-TIPE SPONGEBOB)) ??????

Terus pasrah beneran.

Tapi tahun 2018 ini, kok ya ngotot lagi. One last try. Langsung apply sim L dan latihan bareng suami. Tadinya mau via kursus tapi mau nyoba instruktur gratisan dulu.

Akhirnya bisa juga tembus sampai ke jalan tanpa perlu kursus hihihi. Tapi untuk apply full-license tetap harus via instrukstur resmi kalau di Ireland.

Thank you, the best Coach ever! Walo galakan yang diajarin daripada yang ngajar ???.

Total waktu yang dibutuhkan sekitar 2 bulan. Kalau hari biasa non libur memang hanya bisa weekend. Tapi pas libur ditancap gas sama suami buat nyetir tiap hari ke luar kota. Ini dia gayanya si Eneng pas mau nyetir ke luar kota liburan akhir tahun kemaren ;).

Memang harus rajin dan berani, sih. Apalagi sempat stres salah ganti gigi di jalan tol, maunya gigi 5 nyasar ke gigi 3 hahaha. Tapi setelahnya, lancaaaarrrrr.

Sudah nyetir ke luar kota beberapa kali. Rekam jejaknya sudah lebih dari 200 km #sisirPoni.

Terbantu juga sih dengan sikon kota kecil di yurop yang pengemudinya manis-manis dan sopan-sopan dan jalanan yang tidak terlalu ramai. Walau mereka masih tergolong “nakal” di jalan tol. Saya sudah kecepatan maksimal 120 km/h masih disalip-salip mulu hehehehe.

Di pedesaan Ireland mah orangnya sopan-sopan. Gak bakal klakson. Pernah mati mesin berkali-kali pas mau motong jalan di tanjakan. Yang belakang sabar menanti hihihihi. Makasih atas kesabarannya ya saudaran-saudara “kafir” ku .

Kata suami kalok di Jakarta udah abis di-anj*ng-an**ngin hahahaha.

Kalok di Jakarta ya kayaknya belom lancar. Juga di kota-kota besar seperti Dublin dkk. Nyetirnya ramai dan jauh lebih ugal-ugalan.

Enggak papa yang penting sudah bisa dibantukan buat nganter-nganter anak ngaji sama les berenang hihihi. Congrats Papa, bininya dah bisa nyetir! ???.

Sudah putus asa abis udah makin tua kayaknya makin penakut. Alhamdulillah, never say never . Ayok teman-teman sesama emak-emak yang jelang 40 tapi masih penasaran pengin belajar nyetir, maju terooosss.

Lagian di Jakarta sudah era mobil matic. Gak perlu lagi stres ganti-ganti gigi kayak saya di sini hahahaha. Matic lebih mudah harusnya ya .

2. Yayyyyy, youtube channel mencapai target 1000 subsriber + 4000 jam / 240 ribu menit berdasar aturan baru Youtube yang ngeselin ituh huhuhu. Tadinya sudah males. Tapi sejak April mulai bikin kategori baru “skincare review” kok trafficnya jadi menanjak jadi semangat lagi.

Btw, ini dia vlog skincare review terbaru, dah nonton beloooonnnn :p

Di 2017, last 365 days –> total view hanya 109 ribu menit dan 213 subscriber.
Di 2018, last 365 days –> total view menjadi 311 ribu menit (di atas 5000 jam!  dan 1119 subscriber.

Yang belum subscribe, tentu boleh banget subscribe ya Kakaaa ke channel youtube saya di sini :D.

2018 – No ??? : Banyaaaaaakkkkk ???.

Gak papa mari kita ulang lagi di 2019 ini ? :

1. Menulis buku (lagi). Terakhir terbit tahun 2014 hahahaha. Dulu sih karena keasyikan menulis buat media cetak. Tulisan traveling mayan rajin. Tapi terus media-media cetak pada gulung tikar . Terus jadi males sendiri.

2. Postingan di blog di 2018 rekor terburuk, hanya 73 tulisan setahun. Sebelum-sebelumnya minimal 100 postingan .

Makanya, harus kembali giat di 2019. Kerja, kerja, kerja #dasarCebong. Ketemu pulak, giphy yang pas hahaha.

resolusi tahun baru

3. Yoga, yoga, yoga –> resolusi yang gagal 5 tahun berturut-turut. Tapi nyetir aja gagal sampai belasan tahun toh terkabul juga ye kaaaaannn hahahahha.

4. Belajar motret. New year, new skill . Sekarang emak-emak dah jagoan motret modal hape doang. Dulu males belajar motret karena suami suka fotografi jadi tinggal tereak, “Baaaanggg, fotoin masakanku dong” hahahahaha.

Tiga tahun terakhir ini makin seneng masak dan review buku, jadi pengin belajar motret yang lebih baik .

resolusi tahun baru

Anyway,

Ini video kenang-kenangan waktu masih belajar nyetir di kompleks perkantoran saban weekend bulan Oktober kemaren . Masih tegang abeessss ???, padahal cuma belajar mundur L pelan-pelan doang . Kesel banget liat tampangnya hahaha.

Rasanya pesimis banget waktu itu, mundur segitu doang butuh ampir semenit masih mencong-mencong pulak. But …

“We are not beginners forever. BUT we never stop learning” -Sandra Scofield-

Bring it on, 2019 ???

 

resolusi tahun baru

film Thailand Terbaik Bad Genius

Film Thailand Terbaik : BAD GENIUS, When An Education is Obtained with Money

Sudah siap dengan film keren edisi liburan leyeh-leyeh di rumah selanjutnya, Gaeeeesssss ???.

Keliling dunia nih kita ?.

Again, rekomendasi dari Kak Ahsan Azhar memang terbaeeeeeee .

Setelah termehek-mehek dengan film India ‘Andhadhum’, giliran film Thailand terbaik – ‘Bad Genius’. Terbaik versi saya sih abis juga belum nonton banyak film Thailand hehehe.

film thailand terbaik Bad Genius
Gambar : bangkokpost.com

Keringat dingin nontonnya walau tidak ada adegan tembak-tembakan dan jejeritan. Hanya urusan menyontek saat ujian bisa menjadikan film ini menjadi perbincangan hangat di tahun 2017 silam.

Peran-peran utama dimainkan oleh para remaja usia SMU. Tapi penonton utama seharusnya ADALAH PARA ORANG TUA.

No worry, no spoiler here .

Plot-nya rapi. Jauh dari hal-hal bombastis, unsur kejutannya lumayan banget. Sebagian problem yang muncul dalam film bukan yang gimana-gimana tapi banyak yang tidak terduga dan bikin saya bengong dan tepok jidat, “Hastagaaaaa, bisa kek gitu yak…”

Apa yang terjadi pada Lynn, Bank, Grace, atau Pat dkk mungkin mewakili problem pendidikan di kebanyakan negara-negara Asia.

Ini kalau wong-wong yurop yang nonton pasti pada bakal lebay dah, “Alamaaaakkk, ancur banget deh ini negara-negara Asia…” hehehe.

Saya suka kisah pertemanan yang diangkat bisa menggeser bully-bullyan ‘klasik’ ala-ala cerita Hollywood di mana si cantik atau si tampan dkk akan membully si nerd yang jelek dan tidak populer.

Justru Bad-Genius menggambarkan pertemanan win-win solution bagi dua kelas sosial ekonomi. Yang mana efeknya justru jauh lebih serem ketimbang adegan klasik si gorgeous menertawakan si nerd yang bajunya kampungan *ngelapKeringat*.

Di dunia nyata kondisinya lebih “menyedihkan” .

Stereotip anak-anak orang kaya pasti males dan dungu itu sangat-sangat salah, lho. TK-SD di sekolah swasta, saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri, yang peringkatnya bagus-bagus itu, sebagian adalah murid-murid yang ortunya punya mobil bisa lebih dari satu.

I saw them. Spoiled but so damn smart! Literally. Mampus gak lo? ?.

Richie Rich ternyata ada di dunia nyata :D.

Di kampus lebih gila lagi. Di Fakultas Ilmu Komputer – UI, saya bayangkan akan bertemu dengan teman-teman kuliah berkacamata dan culun. So-so-so wrong.

Yang cewe banyak yang modis dengan penampilan terkini dengan kemampuan akademis sangat lumayan. Yang lakik apalagi.

Yoih, ada yang benar-benar sepaket macam Dekisugi di Doraemon. Pinter-ganteng/cantik-tajir.

On the other hand, waktu sekolah di sekolah negeri SMP dan SMA, saya bertemu dengan teman-teman lain dari keluarga pas-pasan yang kemampuan akademisnya lebih pas-pasan lagi .

Dengan kecerdasan kognitif yang lemah, mereka masih harus membantu orang tua mencari nafkah *kisahNyata* .

Penokohan film Bad Genius terlalu terikat pada stereotip miskin-pinter vs kaya-oon.

Walau semua kasus intinya bermuara pada pesan yang sama, “We should stop setting the universal standard for being a so-called SMART/SUCCESS/ETC!”

film Thailand Terbaik Bad Genius
Para pemeran utama di film Bad Genius (gambar : mid-day.com)

Generasi setelah kita mungkin lebih beruntung. Era digital menawarkan banyak alternatif profesi yang menjanjikan yang tidak melulu berurusan dengan ijazah sekolah formal .

Anak-anak kalian yang laki-laki pada pengin jadi -Dan TDM- gak, sih? ??

Bad-Genius juga memperkuat pesan Gandhi, “Poverty is the worst form of violance.”

Sementara di negara-negara berkembang di kebanyakan wilayah Asia yang penduduknya segabruk itu masih seputaran korupsi birokrasi yang sangat kronis *lingkaranSetan*.

Peralihan karakter tokoh Bank juga membuktikan bahwa value yang ditanamkan secara kuat dalam internal keluarga akan seberapa kuat sih menghadapi tekanan lingkungan? .

“Even if you don’t cheat, life cheats on you anyway.” — Lynn, Bad Genius (2017)

Makanya kaaaaannn “It takes a village to raise our youngs”.

Dalam buku Tipping Point ada hasil penelitian bahwa anak dari keluarga broken home yang dibesarkan dalam lingkungan baik-baik LEBIH SELAMAT daripada anak dari keluarga baik-baik yang dibesarkan dalam broken society.

Tapi ingat teori bandul ya, jaga keseimbangan agar selalu di tengah. Jangan juga ujug-ujug berpikir semua anak-anak kudu cuek sama rengking-rengkingan segala macam. Maksudnya bukan begituuuuuu.

Ini bisa panjaaaaannggg ceritanya . Sudah pernah saya bahas di tulisan “Battle Hymn of The Asian Parents”.

All in all, film Bad-Genius menjabarkan pesan dari Socrates, ““An education obtained by money is worse than no education at all”.

Filmnya menghibur banget, kok. Karakter Lynn yang kuat, Bank yang “menukik”, Grace yang culun tapi jujur (sukak banget sama pemerannya yang cantik manis manja , Pat yang rada tengil tapi setia kawan.

It’s going to worth your 2 hours 10 minutes time lah pokoknya mah .

Selamat menonton … minimal trailernya dulu laaaahhhh ???.

Ada rekomendasi film thailand terbaik selain yang Bad Genius ini?

nonton india film andhadhun pembahasan ending

Nonton India : Andhadhun, Open Ending yang Seru

Setelah lamaaaa banget nonton film Hollywood mulu, jadi nonton India lagi nih hehehe.

Gara-gara rekomendasi seorang teman di Facebook soal film Andhadhun. Lagi selo waktu itu, langsung nyari filmnya di Exodus via KODI. KODI ini windows application buat nonton streaming. Terus di Add-on pakai Exodus.

Filmnya ada! Yaaayyy. Dapat subtitle yang oke pulak. Mari kita nonton :D.

Nonton India film Andhadhun ending
Gambar : dailymotion.com

Ratingnya di IMDB 8.9, wow banget. Tapi mungkin yang ngasih rating orang India semua, yak. Secara penduduknya semilyar lebih sendiri hihihi.

Orang India ini memang spesial. Setia banget dengan budaya lokal mereka. Diaspora India di mana pun masih sangat terikat dengan kuliner lokal mereka.

Yang sudah hidup beberapa generasi di luar negeri, makannnya ya so pasti tetap seputaran Roti Naan-Kari-Biryani dll. Soal film juga sama. Teman-teman India saya di sini (Ireland) banyak yang pasang antena khusus demi bisa tetap nonton tayangan TV lokal sana. Salut, euy.

Film India juga selalu berjaya di negeri sendiri, tidak pernah loyo kena gempuran film-fim Hollywood dll.

Saya sempat alergi sama film India, abis ingetnya yang model-model gini lhooooo …. :p

nonton india

Stres gak sih hahahaha.

Tapi makin ke sini juga makin variatif kisah-kisah film India. Nonton India makin seruuuu. Plotnya makin unpredictable.

Termasuk film Andhadhun ini, nih. Aduh, plotnya agak anti mainstream. Alur cerita berliku-liku dan seru banget. Susah mau leyeh-leyeh pas nontonnya. Benar-benar dinamis.

SPOILER ALERT! Yang belum nonton dan ogah kena spoiler, SETOP sampai di sini!

Opening film harus disimak baik-baik. Ini tuh mirip kayak The Sixth Sense. Openingnya ngagetin terus tahu-tahu kita lupa dan enggak nyimak. Enggak nyadar hubungannya apa gitu.

Nah, Film Andhadhun juga modelnya semacam itu. Jadi pay attention di awal. Salah satu kunci cerita ada di situ.

Tokoh utama adalah Akash (Ayushmann Khurrana, guanteeeeeenggggg :p), seorang musisi buta yang jago main piano. Enggak sengaja kenalan dengan Sofie (Radikha Apte).

Ayah Sofie ternyata pemilik sebuah high-class restaurant. Si Ayah langsung kepincut dengan kemampuan Akash. Akash pun diajak kerjasama. Dikasih tugas main piano untuk menghibur tamu-tamu.

Kita lalu diperkenalkan dengan tokoh Pramod Sinha (Anil Dhawan), mantan aktor terkenal yang sekarang berprofesi sebagai kontraktor. Pramod punya istri bernama Simi (Tabu). Ternyata Simi ini istri belakangan. Dari istri sebelumnya, Pramod punya seorang putri.

Saat lagi ‘manggung’ di restoran Ayahnya Sofie, Pramod pun kenalan dengan Akash. Lalu Akash diundang untuk konser tunggal buat Simi di apartemen Pramod. Ceritanya buat hadiah anniversary Pramod-Simi.

Akash jatuh hati pada Sofie. Jadi sering pergi berdua. Nonton film bareng, naik motor boncengan dst.

Hingga suatu hari lagi hujan-hujan, Sofie mampir ke tempat Akash. Terus gituan deh hihihihi.

nonton india film andhadhun pembahasan ending

Terus ketahuan juga kalau Akash ternyata cuma pura-pura buta. Akash bereksperimen sebagai musisi gitu-gitulah. Biar lebih konsen.

Sampai di sini kirain cuma drama percintaan biasa. Pas nyuruh suami ikutan nonton besoknya, dese ogah-ogahan awalnya. Disangka cuma drama standar.

Adegan menukiknya adalah saat Akash akhirnya pergi ke apartemen Pramod sesuai permintaan Pramod sebelumnya. Kedatangan Akash  dalam rangka memeriahkan anniversary Pramod-Simi.

Eh, ternyata Pramod katanya tidak di rumah. Simi enggan menerima Akash. Tapi akhirnya diminta masuk juga dan Akash pun mulai beraksi dengan piano di ruang tamu.

Saat lagi asyik main itulah, tidak sengaja Akash melihat sepasang kaki tergeletak di ruang makan. Akash panik dan minta izin ke kamar mandi. Simi tidak curiga kan Akash masih pura-pura buta dan semua orang percaya.

Pria yang tergeletak dengan ceceran darah di area kepala adalah Pramod. Ternyata, di kamar mandi juga sudah ada laki-laki lain. Laki-laki tersebut kelihatan sebagai selingkuhan Simi.

Akash melihat semua adegan Simi dan si laki-laki misterius saat berusaha membuang jenazah Pramod. Setelah pamit, Akash buru-buru ke kantor polisi.

Eh, ternyata laki-laki misterius tersebut adalah seorang polisi. Akash pun cepat-cepat mengganti kisahnya dan mengaku kehilangan kucing.

Dari sinilah kejar-kejaran bermula. Karena polisi dan Simi curiga Akash itu tidak buta. Seru banget lah pokoknya. Banyak tokoh-tokoh lain yang terlibat dan ceritanya jungkir balik naik turun. Super tegang euy *ngelapKeringat*.

Simi akhirnya berhasil membuktikan Akash cuma pura-pura buta. Dia berusaha membunuhnya. Tapi enggak jadi. Terus Sofie muncul juga di rumah Akash dan melihat Simi di sana. Simi mengesankan sudah tidur bareng Akash. Sofie bete dan pergi. Di sini Sofie juga tahu kalau Akash ternyata tidak buta.

Simi membutakan mata Akash alih-alih membunuhnya. Dari sini kejar-kejarannya makin seru. Akash pun sekarang buta beneran jadi makin panik.

Hingga akhirnya muncul berita di TV, Sofie juga terlihat nonton. Berita mengumumkan kalau Simi ditemukan tewas dekat tempat jenazah Pramod ditemukan.

Tapi adegan selanjutnya menunjukkan kalau Simi ternyata masih hidup. Cerita kejar-kejarannya lanjut terus.

Ada tokoh dokter dan 2 orang laki-laki dan perempuan yang terlibat. Dokter inilah yang berjanji ingin mengobati mata Akash dan ternyata cuma tipu-tipu. Seru abis lah pokoknya. Mereka pun mencoba memeras si Pak Polisi dengan mengadukannya kepada istrinya soal perselingkuhannya dengan Simi.

Hingga akhirnya ada adegan Akash dan Pak Dokter naik mobil dengan Simi yang disekap dalam bagasi mobil. Pak Dokter menjanjikan kepada Akash untuk membuatnya melihat kembali dengan kornea mata Simi. Akash ragu.

Singkat cerita, scene berlanjut ke adegan 2 tahun kemudian, somewhere in Europe. Semua kejadian tadi berlangsung di India.

Sofie terlihat lagi berjalan dan tidak sengaja melihat kafe yang memasang poster Akash. Dia pun masuk dan reuni deh mereka berdua.

Nah, dari sini kita link ke adegan awal film. Ada seekor kelinci yang sedang diincar oleh seorang laki-laki bersenapan.

Ternyata, kisah tadi adalah flashback versi Akash kepada Sofie.  Mereka lagi duduk berdua di kafe.

Jadi, Sofie penasaran kok Akash tiba-tiba menghilang. Jadi, semua adegan tadi adalah cerita VERSI AKASH.

Akash melanjutkan soal adegan semobil dengan Pak Dokter dan Simi di bagasi tadi. Ternyata, kata Akash, Simi berhasil ngerjain Pak Dokter dan membunuhnya. Simi juga hendak membunuh Akash tapi Akash diselamatkan oleh kelinci yang meloncat karena ditembak oleh laki-laki bersenapan tadi.

Serunya, saat pelayan kafe menyodorkan tongkat Akash, kita bisa melihat ujung tongkatnya ada lambang kelinci. Kok bisa? Kan Akash buta?

Lalu, Sofie pun pamit mereka berpisah kembali.

Endingnya, Akash lagi jalan menggunakan tongkat dan tahu-tahu melempar sebuah kaleng dengan tongkatnya sebelum menginjaknya. Nah lho, jadi Akash sebenarnya masih buta apa enggak?

Jelas di ending film sih Akash SUDAH BISA MELIHAT KEMBALI.

Tapi teori endingnya ini macam-macam. Nah setelah ribut berdiskusi berdua bareng suami (hahahaha), kami pun sepakat bahwa sebenarnya Akash itu mengarang cerita saja. Akash TIDAK PERNAH BUTA.

Patokannya gini, semua cerita yang terkonfirmasi kebenarannya tentu adalah adegan di mana Sofie terlibat atau ada Sofie.

  1. Sofie jelas kenal Pramod dan Simi. Karena Pramod-Simi kelihatannya pengunjung tetap di restoran Ayah Sofie.
  2. Pramod bener meninggal. Kan masuk tipi dan heboh.
  3. Sofie beneran ketemu Simi di rumah Akash. Tapi waktu itu Akash masih tidur dan Sofie sudah keburu kesal dan pergi sebelum Akash bangun.
  4. Kecelakaan dan berita bahwa Simi juga meninggal karena ada di tipi dan Sofie juga nonton.

SISANYA ya bisa jadi cuma karangan Akash doang  ;).

Kayaknya sih Akash ini terlibat dalam pembunuhan Pramod. Kehadirann si kelinci di awal film saya duga menunjukkan lambang Playboy ye kan hahahahaha :p. Akash si playboy.

Mungkin ketahuan lagi indehoy dengan Simi. Simi juga saya rasa memang sudah meninggal saat muncul di berita itu. Sisa cerita setelahnya hanya akal-akalan si Akash. Entah Simi memang kecelakaan atau sengaja dibunuh Akash biar tidak melapor.

Bisa jadi juga Simi ngamuk setelah ketemu Sofie kan dan menuduh Akash mendua padahal Simi sudah berkorban sampai Pramod meninggal segala.

Tokoh-tokoh lain : 1. tetangga Pramod yang juga katanya dibunuh oleh Simi karena dia juga saksi kunci, 2. Si Polisi, 3. Pak Dokter, dan 4. sepasang laki-laki dan perempuan teman Pak Dokter,  hanya Akash yang tahu. Semacam wallahualam gitu lah :D.

Ini kan ceritanya si Akash lagi flashback ke Sofie. Ya Sofie iya-iya aja. Kecuali bagian yang Sofie juga ada di dalamnya masa iya Akash berani bohong.

Makanya, kepikiran juga kok emang ceritanya rada-rada gak masuk akal nih si Akash hihihihi. Huuuu, udah tegang-tegang nontonnya, ternyata kita semua diBOKIS in sama si Akash :p.

Kira-kira setelah menonton, kalian punya ending versi lain?

Selamat menonton dulu deh kalau gitu hehehehe.

Baca juga review saya tentang film Thailand yang enggak kalah kerennya walau temanya beda banget : Bad Genius. Tenang, no spoiler there :D.

Teori Bandul, Empati, dan Simpati

 Dua hari yang lalu membaca status tentang teori Bandul di wallnya Kak Accank :

“Hijrah adalah ajaran Islam. Tapi bisa lahirkan fenomena -born again- yang mendorong ayunan bandul dari 1 ekstrem ke ekstrem yang lain, bukan ke tengah. Nah, yang telanjur terlempar ke ekstrem lain, harus beringsut ke tengah lagi.

-Demikianlah kami jadikan kalian umat pertengahan- (QS 2 : 143)” *Haidar Bagir*.

Terayun-ayun ala bandul ini sepertinya terjadi pada banyak orang. Saya pun seperti bandul yang terdorong jauh ke sisi seberang pas kelas 1 SMA dengan kecepatan yang tidak kalah ekstremnya.

Di suatu sesi diskusi penataran P4, saya mengecam murid-murid yang mengenakan simbol agama di sekolah-sekolah umum. Secara eksplisit saya sebut jilbab.

Sekitar sebulanan setelah kejadian, pas dipindah ke kelas lain saya kenalan dengan teman berjilbab. Anaknya manis, rapi, dan wangi . Dari dia, saya diberi buku bersampul kuning yang isinya bikin saya “hijrah” dalam tempo dua jam saja hehehe .

Besoknya langsung mendeklarasikan ke Mama kalau saya mau pakai jilbab. Langsung di-approve.

Harus disyukuri saat saya terayun sedemikian ekstrem itu, belum ada Facebook dkk hahahaha. Terbayang gak sih kalau prosesnya terjadi sekarang? *tutupMuka*.

Pengaruh media sosial

Saya tidak berani memastikan sekarang ini saya ada di posisi yang mana. Apa sudah di tengah, atau malah terlalu ke “kiri”. Entah juga.

Tapi hal yang lebih penting buat saya adalah kemudahan merasakan empati. Untuk mengimbangi rasa kesal kepada bandul-bandul yang mengalami fase yang sama di sekitar saya sekarang-sekarang ini.

Terbayang, betapa ngeselinnya mungkin saya dulu di mata beberapa teman/kerabat dekat di masa-masa itu hahahaha.

Terkait soal EMPATI, kayaknya tidak sedikit orang yang masih kebolak balik dengan makna SIMPATI.

Langsung copas dari KBBI online :

Simpati –>

1 rasa kasih; rasa setuju (kepada); rasa suka
2 keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dan sebagainya)

Empati –> Psi keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain;

Merasa berEMPATI belum tentu berSIMPATI. Kan bedaaaaaa .

Keduanya tidak bertentangan.

Masih inget kasus Robot Gedek? Aduh, pas beritanya ramai pengin rasanya eike cincang tu orang sampai tidak bersisa. Kasus sodomi-bunuh-mutilasi. Jahatnya minta ampun.

Tak berapa lama, tertangkap satu orang lagi dengan kasus yang sama. Pelakunya dikenal dengan nama Babe (bacanya bukan Beb / Baby, tapi Babe dalam bahasa Betawi yaoowww).

Tertangkapnya si Babe ini membuka sejarah kelam masa kecil si Robot Gedek.

Ternyata, Robot Gedek adalah korbannya Babe. Babe ini waktu tertangkap memang sudah tua. Jadi, pas Robot Gedek masih kecil, mungkin Babe umurnya masih 30-40 tahun. Walau tak dibunuh, Robot Gedek ini sering disodomi dan dianiaya oleh Babe sampai bertahun-tahun.

Hidup di jalanan mau tak mau membuat beberapa anak kecil dari kalangan kurang mampu harus menggantungkan hidup pada orang-orang dewasa seperti Babe. Yang sayangnya biasanya memanipulasi mereka habis-habisan.

Tentu saya tetap kesal pada Robot Gedek. Tapi, sejak itu udah enggak pengin cakar-cakar tembok sambil mencincang dia lagi. Sebenarnya, dia itu penjahat apa korban?

Ya malah sedih kan jadinya. Masalahnya bukan hanya terkait satu individu tapi kompleks sekali. Ini sudah mencakup ke peran negara dan pemerintah dalam isu besar menangani anak-anak jalanan dan masa depan mereka.

Juga teror kemiskinan yang masih jarang kita sadari efeknya .

Seharusnya kita tidak boleh mendukung kejahatan DALAM BENTUK APA PUN. Sukar bersimpati pada orang-orang seperti Robot Gedek dll.

Tapi saya yakin sekali kalau kalian punya gambaran yang lebih utuh soal si RG tadi dan latar belakangnya … pasti, minimal sedikiiiiiiiiittt saja, ada rasa lain selain rasa benci yang muncul dalam hati.

Itu gunanya empati, teman-teman .

Empati umumnya hadir dari perspektif yang lebih lengkap, semacam cover both side.

Dalam hubungan nyata sesama manusia pun, prinsip-prinsip universal semacam TOLERANSI dan EMPATI itu sangat kompleks. Apalagi yang terlibat sesama manusia yang pastinya sama-sama tidak sempurna dengan latar belakang serba unik.

Manusia bukan robot. Arah hatinya tidak bisa ditebak. Tidak ada rumus pasti.

Kira-kira begitu juga dengan kasus di Kotagede dan kasus di Irlandia di tulisan saya tempo hari .

Saya tahu banyak yang gegap gempita mempersoalkan masalah TOLERANSI dan itu sangat wajar dengan kondisi merebaknya “Politik Identitas” yang sangat memprihatinkan ini .

What I was trying to do is showing you a different point of view. Aslinya tidak seindah itu juga kaleeeee tinggal di Irlandia urusan agama mah hehehehe. Tapi apa perlu ditekankan yang kurang baik dan saya beberin panjang lebar dari a sampai z?

Nanti kesannya mau balas dendam, “Woooiii, muslim juga menghadapi banyak ketidakadilan, kok.”

Yooo ndak boleh gitu dong hehehe. Inget prinsip bandul . As hard as it might be, kita harus tetap menjaga keseimbangan agar bisa berada di tengah dengan menjadi PENENGAH. Aamiin .

Gambar : pixabay.com

Ah, situ juga suka blokir orang yang tidak sependapat hahahaha *meletMelet*. Ya kan itulah uniknya manusia. Tidak bakal sempurna. Kadang waras kadang juga hawa nyolotnya yang lebih mendominasi hahahaha.

Mari mengelola segala kekurangan tersebut tanpa menghentikan segala daya dan upaya untuk menyeimbangkan posisi bandul agar sebisa mungkin tetap berada di tengah .

Semoga segala perbedaan bisa diurai lebih lapang, lebih seksama, untuk mengasah rasa empati tanpa perlu terdistorsi dengan rasa simpati.

Seharusnya ini bukan hal yang sulit-sulit amat.

Seperti yang saya kutip dari sebuah video (link videonya di kolom komentar) –> “”Because in reality there’s a lot more that makes us similar than makes us different and that is something to celebrate every single day.”

Terimakan perbedaan, rayakan persamaan.

And today is definitely NOT less special than any other day to celebrate :

Semoga banyak makin banyak cinta di hari ini untuk merekatkan kembali ikatan yang lagi longgar-longgarnya ini? . As love is the best gift we could have asked for any moment.

Selamat hari Natal bagi teman-teman yang merayakan .

Intoleransi, Adaptasi, dan Inklusi

Saya punya teman yang sekarang bermukim di Finlandia, si Neng Aliva yang sebenarnya kalau menulis itu bagus-bagus banget dan sesuai keilmuannya di bidang sosiologi apa psikologi, ya.

Aliva baru-baru ini menulis soal INKLUSI. Jangan bayangin inklusi terkait khusus anak berkebutuhan khusus, ya. Sayang, tulisannya dibandrol “Friends Only”. Aliva bilang dia belum siap go public hahaha .  Ngeri ngadepin netizen kalau sudah beda pendapat menerjang-menerjang terjang hihihihi.

Comot dari Google :

Pengertian INKLUSI digunakan sebagai sebuah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka; mengajak masuk dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan lainnya.

Yup, ternyata lingkungan sekolah di Finlandia sifatnya INKLUSI alih-alih ADAPTASI yang dianut kebanyakan wilayah.

Jadi, baik orang lokal dan pendatang diusahakan untuk saling ikut serta. Pendatang tidak lagi dipaksa untuk lebih banyak melebur ke budaya lokal.

Makanya, di sekolah Finlandia sudah ada mata pelajaran AGAMA ISLAM. Sekolah publik, lho .

Kerennya Eropa, yak? Entar duluuuuuuuuuu .

Kenalan sini sama Republik Irlandia negara tinggal saya sekarang.

Sama dengan mayoritas Eropa Barat lainnya, Republik Irlandia ini tergolong Secular-State. Negara sekuler. Agama mayoritasnya Katolik. Tapi Gereja Katolik TIDAK menjadi bagian dari konstitusi yang berlaku di Republik Irlandia.

Tapiiiiiii, hampir 100% sekolah publik di Irlandia adalah SEKOLAH KATOLIK-ROMA. Sekolah publik yang dapat subsidi 100% dari pemerintahannya yang katanya sekuler. Ck ck ck … intoleran sekali?

Tahan duluuuuuuu.

Nah, sama seperti kasus Purbayan – Kotagede di Yogyakarta, sejarah dan budaya Republik Irlandia terhadap tradisi Katolik itu MEMANG BEDA dengan negara-negara Eropa lainnya.

Walau kini sudah menjadi negara sekuler secara konstitusi, sejarah panjang Irlandia di masa lalu sangat pedih dalam penjajahan selama ratusan tahun.

Di puncak perlawanan Irlandia terhadap Kerajaan Inggris (yang waktu itu mayoritas Protestan), identitas Katolik mereka memegang peranan penting dalam upaya membebaskan Irlandia saat itu.

Bukan hanya dijajah secara wilayah, orang Irlandia yang saat itu mayoritas Katolik juga dipaksa untuk menyembunyikan ke-Katolik-an mereka . Bahasanya juga kudu Bahasa Inggris. Makanya Irish accent itu sangat khas karena pada dasarnya mereka bahasanya adalah Gaelic.

Ratusan tahun itu mereka hidup seperti itu. RATUSAN TAHUN.

Alhamdulillah happy ending. Sudah merdeka kini. Sudah menjadi salah satu negara maju di dunia dengan pendapatan perkapita yang lumayan gede di jajaran negara-negara Eropa maju lainnya . Sudah sekuler pulak hahahaha.

Tapi terbayang kan posisi identitas Katolik ini buat orang-orang di Republik Irlandia. Makanya, saya enggan menyematkan kata INTOLERANSI pada keputusan negara untuk meng-KATOLIK-kan sekolah publik di sini .

HIngga kini pun, di hampir semua kota, jejak-jejak peninggalan kastil atau reruntuhan biara-biara Katolik masih menjadi obyek-obyek wisata utama di Republik Irlandia.

Masalah apakah ini BENAR atau SALAH itu beda topik lagi ye kaaaaaannn .

Ya udin, masuk sekolah swasta aja, Mbak anak-anaknya. Ya kalau sekolahnya ada hahahaha. Apalagi kami di dusun kecil. Kalau ada pun, harganya muahaaaallll, karena non subsidi sama sekali.

Sekolah publik yo gratis-tis-tis dan ada di mana-mana .

Anaknya dibaptis dong Mbak? Ya kagaaaaaaaa hahahaha.

Ada kompromi lah. SEMUA ANAK YANG NON KATOLIK (Termasuk yang PROTESTAN lho ya) TIDAK WAJIB IKUT MISA misalnya. TIDAK PERLU IKUT PELAJARAN AGAMA juga.

Tapi mereka berdoa kencang-kencang pakai cara Katolik sebelum mulai belajar. Tapi anak-anak non Katolik tidak perlu mengikuti. Silakan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing. Tetap saja intoleran, huh! .

Apa tidak ada yang mengkritik? Yo jelas adaaaaaa . Uniknya yang banyak ngomel justru Kaum Atheis hihihihi.

Di kota besar, seperti Dublin, sudah ada sekolah publik semacam sekolah Islam gitu loh. Mendapatkan subsidi dari pemerintah juga *jempolBuatIrlandia*.

Tapi yah, cuma ada satu atau 2 sekolah. Kota-kota lain belum ada. Mungkin disesuaikan dengan jumlah yang membutuhkan juga.

Saya mah biasa-biasa saja. Saya tahu soalnya pelajaran agama Katolik ini beda sama agama Islam . Mereka tidak kenal term “kafir” misalnya hehehe. Dan kisah nabi-nabinya juga mirip banget. Cuma pasti menukik tajam di bagian Nabi Isa/Yesus hehehe.

Nabi Muhammad tidak dibahas di agama Katolik. Datangnya kan belakangan hehehe.

Bisa dibilang proses belajar mengajar di sekolah publik di Irlandia masih menganut proses ADAPTASI. Pendatang yang “mengalah” walau makin ke sini saya salut, pihak sekolah makin matang dalam berkomunikasi kepada kami-kami yang minoritas ini.

Sempat ribut soal makanan halal juga di tahun pertama saya datang ke sini. Karena kelebihan dana, sekolah anak kami memutuskan untuk menyediakan makan siang gratis buat seluruh siswa di sekolah.

Tapi ya makanannya enggak jaminan halal. Bingunglah kami para ortu muslim. Kalau yang India kan vegetarian jadi gampang solusinya. Anak-anak juga susah kontrolnya kalau sudah lihat sosis ginuk-ginuk begitu ya bawaannya pengin lep aja kan hahahaha.

Kelebihan dana harusnya dikorupsi aja sih ya biar gak banyak masalah #ehGimana hahahahaa .

Tapi selesai dengan baik-baik alhamdulillah.

Akhirnya kami dibagikan surat pernyataan untuk menentukan makanan apa saja yang boleh diberikan kepada anak kami. Kepala sekolahnya keren bangeeeetttt .

Mereka mau lho repot-repot memberi tugas tambahan kepada bapak ibu guru terkait pembagian makanan ini. Masya Allah .

Jadi memang kita tidak diciptakan seragam. Saya tahu kalau kita selalu harus mengedepankan nilai-nilai universal semacam TOLERANSI itu salah satunya.

Tapi ya begitulah keragaman sosial-historis masing-masing wilayah. Kita tidak bisa ujug-ujug melepaskan diri. Saya percaya kok ini tidak akan berlangsung selamanya. Akan berubah sedikit demi sedikit.

Tapi ya tidak bisa maen hantam saja. Ada proses yang menyertai. Perlu waktu perlu banyak-banyak kesabaran dan tentunya…saling memahami yang lumayan intens. Macam judul lagu lawas itu lho, “Pelan-pelan saja ….”

Nyatanya kondisi bermasyarakat di Irlandia bagi Katolik dan non-Katolik adem ayem saja. Buat yang di luar mungkin sudah ada yang siap jihad di Ireland kali hahahaha. Ya jangan begitulah . Pahami kultur mereka dan kepedihan panjang mereka di masa lalu.

And once again, I have to put this quote as an ending :

“Peace cannot be kept by force; it can only be achieved by understanding.” -Albert Einstein-

Tentu ke depannya kita berharap metode INKLUSI inilah yang menjadi wajah yang mendominasi di berbagai belahan dunia. Aamiin. Tapi ya itu tadi. Jangan pakek ngamuk-ngamuk, selow saja. Diskusi baik-baik, tukar pikiran secara santai-santai.

Mungkin teman-teman antropolog atau yang bidang keilmuannya menyasar masalah ini bisa bercerita lebih banyak.

Saya mah apalah. Cuma ibu-ibu rumah tangga yang tetap cantik walau usia gak muda lagi yang suka menulis karena wawasannya keren gilak luasnya hahahahaha #apaLoApaLoApaLo :p.