DANGAL : Parenting Challenge?

Nah, kalau yang ini film india yang bagus sekaligus mainstream, nih. Pasti banyak yang udah nonton. Film keluaran akhir tahun 2016. Nontonnya dah lama. Udah review di FB juga. Baru dipindahin ke blog hehehe.

Baca juga : “Film Andhadhun, Open Ending yang Seru.”

Tokoh pegulat perempuan 2 bersaudara ini beneran ada loh. Terinspirasi dari kisah nyata.

Tapi cerita dalam filmnya sudah banyak sekali dibumbui sana sini hehehe. Misalnya, sepupu-sepupu mereka ternyata juga pegulat semuaΒ :D. Bukan cuma pemanis cerita saja.

film india yang bagus
Amir Khan (aktor utama film Dangal) berpose dengan tokoh-tokoh asli di dunia nyata

Setidaknya Dangal itu mengajari kita sebagai orang tua kalau untuk mencetak anak selevel Geeta dan Babita memang butuh pengorbanan.

Gak bisaaaaa cuma modal “Yang penting anaknya bahagia. Kita cuma bisa mengarahkan” πŸ™ˆπŸ˜.

Namanya anak-anak, kalau dikasih pilihan, “Latihan soal atau main Roblox.” Ya otomatis biasanya bakal jawab, “ROBLOX” Hahahahaha.

Spoiler alert!
.
.
.

Lihat kan, gimana Geeta dan Babita awalnya stres banget digembleng sekeras baja oleh ayahnya (Mahavir Singh). Mereka merasa dipermalukan, perempuan kok ikutan gulat dengan segala penampilan yang ala-ala lakik (budaya India memang patriarki abis) dan sempat bete banget kepada sang Ayah.

Tapi begitu di pertandingan pertama, Geeta kalah, dia malah enggak bisa tidur dan ambisinya terbakar. Walau kekalahan itu tetap saja diperoleh dengan terhormat. Mereka bergulat melawan laki-laki karena kompetisi buat pegulat perempuan belum ada di wilayah mereka.

film india yang bagus dangal

Akhirnya terlihat, Geeta ternyata memang punya bakat dan passion untuk melanjutkan cita-cita ayahnya menjadi seorang pegulat. Setelah itu menang terus hingga akhirnya maju ke kompetisi internasional.

Baca Juga : “96 dan Geliat film-film Kollywood.”

Padahal awalnya, kedua anak perempuan ini nangis dan merajuk dilatih ketat oleh ayah mereka.

Memang inilah seninya. Gimana caranya kita berusaha agar mereka mengeluarkan kemampuan terbaiknya tanpa dipaksa berlebihan.

Dalam praktiknya kan enggak bisa lah mereka mempan terus-terusan dibujuk semanis madu untuk disiplin latihan piano misalnya buat yang kepengin anaknya menjadi pianis profesional.

Kadangkala sebagai ortu ya memang harus keras. Harus tegaΒ ;).

Saya pernah membaca biografi Nasution bersaudara, keluarga perenang, yang pagi-pagi buta sudah harus bangun dan latihan dibimbing oleh ayah mereka sendiri. Every. Single. Day.

Berat sekali menurut mereka di masa-masa awal. Pernah sampai menangis saking capeknya.

Juga Williams bersaudara (Serena dan Venus), mereka awalnya tidak 100% ikhlas untuk menjadi petenis profesional karena beratnya latihan yang harus dilalui.

Petenis-petenis Rusia itu juga ajegila lah masa kecil yang harus dilewati untuk bisa sampai di level dunia (y). Ada yang pernah pengin kabur dari orang tuanya sendiri. Rata-rata mereka dilatih langsung atau minimal di bawah supervisi orang tua masing-masing.

Tapi saat sudah menjalani kehidupan sebagai petenis pro, barulah airmata menitik terharu saat diwawancara “Siapa sih yang paling berjasa membuat kalian ada di titik ini.”

No regret :).

film india yang bagus

Jangan dikira anak-anak yang besarnya bisa punya prestasi gemilang begini masa kecilnya cuma rileks dan jalani takdir apa adanya :p. Nope. It took a super duper hard work for them (and the parents) to be the they that we know now:).

Ini yang sebenarnya juga sering menjadi momok. Buat saya pribadi sih. Saya takut menyesal tidak mengawal anak-anak dengan baik sehingga mereka gagal menjadi “versi terbaik” atas dirinya sendiri. Gagal membuat mereka mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Tapi terbentur dengan tekanan lingkungan kalau kita tuh gak boleh maksa, gak boleh ini, gak boleh itu, takut anak stres bla bla bla.

Padahal ya kalau terlalu rileks juga jadinya gitu, maunya main Roblox aje dari pagi ampe pagi lagi kalau perlu hahahahaha.

Menemukan titik keseimbangan ini yang kadang berat banget. Plus mempertahankan konsistensinya.

Ya kali ada anak-anak yang sedari kecil sudah mantap merintis cita-citanya. Justru kita sebagai orang tua yang harus membantu mereka menemukan dan mengasah bakatnya. Jangan malah dibalik ye kaaaaaannn :D.

Kalau kalian menganggap masuk sekolah favorit misalnya dengan perjuangan dan antrian warbyasak dengan segala prosesnya yang dianggap wakwaw adalah harga yang harus dibayar untuk masa depan lebih baik, then GO FOR IT! πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

Saya lupa di film apa pas seorang Ibu ditanya, “Kamu gak takut anak-anakmu bakal benci sama kamu?”

“Tugas utama saya adalah memastikan mereka bisa menjalani hidup sebaik yang mereka sanggup bukan membuat mereka tergila-gila kepada saya.”

Suka kesel kalau ada yang sok-sok an, “Eh gue punya temen loh yang waktu sekolah gak jelas tapi sekarang hidupnya sukses.”

Apa iya SEMUAnya kayak gitu?

Woooiiii, jangan-jangan gue punya lebih BANYAAAAAKKKK temen yang pas sekolahnya gak jelas ternyata masa depannya juga gak jelas :p.

Jangan ngajarin yang gak bener, ah! πŸ˜…πŸ™ˆ.

Lock Down Situation?

Iya sih, ngerti banget kalau banyak yang geregetan terhadap pemerintah yang terkesan ‘terlalu woles’ di Indonesia.

Tapi sesungguhnya di situasi pandemi seperti sekarang, SAYA YAKIN GAK ADA YANG BISA ‘WOLES’.

Cuma harus diperhitungkan juga EFEK KEPANIKAN kalau pemerintah terlalu proaktif sharing berita. Kalau gegabah, malah bisa memperburuk situasi karena bisa memancing KEPANIKAN BERLEBIHAN.

It did happen in Ireland kamis kemaren 😰.

Hari ini, perdana menteri mengumumkan seluruh sekolah dan universitas harus DILIBURKAN SAMPAI 29 Maret 2020.

Jeng, jeeeeeennnggg, habis supermarket diserbu orang-orang πŸ™ˆπŸ˜°. Ini di kota kecil kayak tempat saya aja, luar biasa efeknya. Entah di kota-kota besar. Udah gak mood baca berita.

Memang kayak buah simalakama bagi pemerintah. Berusaha menenangkan dengan ‘pura-pura adem’ dituduh macem-macem. Ireland pun tadinya pada resah dan menuduh perdana menteri dan jajaran terlalu santai.

Tadinya karnaval besar-besaran St Patrick’s Day enggan dibatalkan. Soalnya rugi bandar pemerintah. Dan karnaval ini salah satu atraksi turis terbesar di Irlandia. Duit, duit, duitΒ πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘.

Tapi akhirnya dibatalkan juga. CANCEL di seluruh penjuru Irlandia.

Eh giliran DILIBURKAN, malah pada panik gak karu-karuan #pijetKeningPakPerdanaMenteri.

Bisa bayangin kalau situasi panik ini terjadi 260 juta penduduk Indonesia? Ini liat yang negeri penduduk 5 juta aja lumayan senewen πŸ˜…πŸ˜….

Tadi sempet lihat ada yang eyel-eyelan di rak terigu. Saya mah udah pasrah saja, geleng-geleng lihat isi troli udah kek mo tumpah πŸ˜…. Pulang aja tangan kosong.

Semaput lihat antrian di kasir. Inget anak 3 ditinggal di rumah. Situasi kayak gini kok pas suami lagi jauh. Udah hampir 2 bulan ditinggal.

Its okay Papa, tetap semangat ya. Siapa deh yang minta situasi kayak begini. Saling mendoakan saja πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜.

Mencoba peruntungan di Toko Asia. Stok Indomie alhamdulillah aman di toko itu πŸ˜œ.

Sebagian besar kota-kota di Eropa sudah mulai dalam masa “lock down”. Amerika Serikat MENOLAK semua penerbangan dari Eropa.

Sebaiknya teman-teman yang hendak traveling ke Eropa dipertimbangkan lagi ya πŸ™. Takutnya terjebak enggak bisa ke luar.

Jaga kesehatan, jaga makanan. Virus ini hanya bisa dilawan dengan daya tahan tubuh yang sangat tergantung pada gaya hidup secara keseluruhan. Makanan bergizi, tidur yang cukup, dan jangan stres serta jaga kebersihan seoptimal mungkin.

We’re all scared. I do understand. Saya juga kalo gak inget ada bujang-bujang kecil and I’m the only adult at home pengin panik juga rasanya πŸ˜….

Semoga ini salah satu upaya terbaik. Denger-denger di Italia, pasca full lock down sampai semua perbatasan dikonci rapet-rapet, alhamdulillah pertambahan kasusnya bisa lumayan direm.

Hindari keramaian kecuali kepepet banget.

Yuk, tetap semangat dan saling mendoakan, aamiin πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™.

“I do believe we’re all connected. I do believe in positive energy. I do believe in the power of prayer. I do believe in putting good out into the world. And I believe in taking care of each other.” Harvey Fierstein

Badai pasti berlaluΒ πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ.

Film MULAN 2020 and The Never Ending Mom-War(s) Hehehe

Mulan dirilis kembali di edisi terbaru Film Mulan 2020 ini.

Mulan, seolah “antitesis” dari embak-embak Disney yang dianggap ‘cengeng’ macam Cinderella, Snow White, Putri Tidur (yang keknya bobok doang bangun-bangun eeehhh udah ada yang ganteng di sebelah hahahaha), dan kawan-kawan :p.

Padahal memang Cinderella dan “Putri yang kesannya gak ngapa-ngapain tinggal tunggu dicipok” ini memang dibuat di tahun berapa duluuuuuu.

Sukak tersinggung nih kalo ada yang nyinggung-nyinggung Cinderella nyapu ngepel doang di rumah nangis-nangis gak berjuang untuk dirinya sendiri. You really took this wrong #kibarinKainPel πŸ˜πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Di perkembangan zaman sekarang, Disney kan juga menawarkan Mulan, Moana, dan si Elsa ;).

Gambar : disneyprincess.wikia.com

Why can’t we happy for them all? Mesti banget dibikin tim-tim. Sudah ribet hidup gara-gara urusan BUBUR doang nih hahahaha #timBuburTIDAKDiaduk.

Aaaahhh, kenapa film keren ini harus tayang di situasi macam sekarang? Huhuhu.

Beraaaaattt kehidupan perempuan di masa lalu. Bahkan jika terlahir sebagai seorang Mulan, anak dari keluarga yang bisa dibilang sangat berada. Bahkan jika punya ayah sekeren Fa Zhou (ayah Mulan), sistem kemasyarakatan di masa itu tetap punya “dinding tinggi” hampir tak tertembus bagi kaum perempuan.

Salah satu budaya beberapa etnis di dunia yang “mendewa-dewakan” anak laki-laki :(. Bukan hanya di “era Mulan”, saya pernah nonton salah satu episode Oprah Winfrey soal nasib anak-anak perempuan yang dibuang (tanpa tanda kutip!) oleh orang tuanya.

Dulu pemerintah Cina punya kebijakan “satu anak saja” untuk menekan laju penduduk. Itu masih gak ya? CMIIW. Nah, kalau anak pertama perempuan, banyak yang dibuang oleh keluarganya karena mereka cuma punya jatah satu anak dan maunya LAKI-LAKI.

Seorang teman saya yang orang Batak pernah bilang gini, “Wih, lo menantu idaman orang Batak, Cuy. Anak lakik semua.”

Ish, akoh menantu orang Minang yang memegang kuat adat Matrilineal, Sis! Hihihihihi :p. Matrilineal, garis keturunan Ibu.

Untuk adat Bugis sendiri, suku asal saya, kayaknya biasa-biasa saja. Memang kami menganut patrilineal tapi seimbang saja kayaknya.

Kalian tahu kenapa Mama saya melahirkan sampai 8x? Karena lima kehamilan pertama semuanya menghasilkan anak laki-laki (ada yang kembar dan meninggal saat lahir). Ortu pantang menyerah, hingga akhirnya saya lahir dan adik perempuan saya lahir :D.

Perjuangan yang tidak sanggup saya teruskan! Hahahaha. Tiga saja, biarin lakik semua, aku angkat tangan πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ˜.

Beruntungnya kita lahir di era sekarang. Gak perlu sampai mati-matian menyamar jadi lakik seperti Kak Mulan, bertarung di arena pertempuran.

Dunia militer bukan hal asing lagi bagi kaum perempuan. Di beberapa negara, wajib militer malah diterapkan ke seluruh warga negara termasuk perempuan.Haiiii Kakak Gal Gadot πŸ˜πŸ˜πŸ˜. Dese pernah ikut wajib militer.

Boro-boro kena pancung malah dipuja-puja ama banyak pria di seluruh dunia πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜Ž.

Daku sedih, sebegitu berat dan panjang perjalanan perjuangan hak dan kewajiban perempuan agar setara dengan laki-laki, kenapa sekarang ada tren “mundur ke belakang” yang justru didukung oleh sebagian kalangan perempuan sendiri :(.

film Mulan 2020
Liu Yifei, pemeran MULAN di Film Mulan 2020

Mewakili tim nyapu-ngepel-masak-sesekali gaya-gayaan di medsos (hahahaha), daku tetap mengagumi karakter MULAN <3. You go, Girl πŸ€©.

Setuju banget dengan β€œThe sense of independence and security is very sweet.”

Tapi kemerdekaan sesungguhnya itu termasuk kebebasan MEMILIH ^_^.

Bersyukur hidup di masa di mana kaum perempuan sudah boleh MEMILIH (walau masih banyak kasus tertatih-tatih di sana sini). Sending all prayer buat kaum pejuang keseteraan perempuan dan laki-laki <3.

Rayakan dengen BERHENTI adu urat soal siapa yang paling keren.

Film Mulan 2020

Berhenti nakut-nakutin perempuan yang bekerja di luar soal takdir, surga, ancaman api neraka, anak gak ada yang ngurus bla bla bla. Berhenti ngomporin emak-emak yang sudah ikhlas mengabdi dari rumah soal “hayo loooo entar suami selingkuh, entar suami meninggal tiba-tiba, mau jadi apa lu?

Inget dulu ada yang nyinyir, “ya ampun Mbak, skincarenya banyak bener. Uang suami dibuang-buang. Padahal gak kerja kan ya?”

Iya sih gak kerja akutu. Dari pagi ampe tengah malam, makan tidur aja sama oles-oles skincare sambil fesbukan ato bikin IG story. Anak-anak saya diasuh sama ROBOT di sini. Saya tinggal pencet tombol pakek remote πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Kapan kelarnya ini? DULU, lingkungan memaksa perempuan “ngumpet di belakang layar.” KINI, tidak sedikit yang menyindir perempuan yang “sukarela memilih di belakang layar.”

Kapan bahagianyaaaaaaaaaa kita semua, Girls πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜ .

Dance Challenge ala Penyanyi Dua Lipa di Tik Tok : MOVE WITH IT, JOIN THE DANCE ;)

Penyanyi Dua Lipa dan Billie Eilish, familiar dengan nama-nama itu?

Well, mungkin dibandingkan dengan Taylor Swift dan Ariana Grande, dua nama di judul masih kurang hits hehehe.

Belum lama, Grammy Award yang melejitkan nama Billie Eilish yang meraih 5 Grammy termasuk Pendatang Baru Terbaik, Lagu Terbaik dan Album Terbaik di usianya yang ke … 18 tahun!

penyanyi dua lipa
Dua Lipa at the Grammy Museum

Tahun lalu Pendatang Baru Terbaik diraih oleh DUA LIPA. Dua Lipa ini nama asli loh. Masa dulu saya kira ini penyanyi Bugis. Gusti Allah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Lipa dalam bahasa Bugis artinya sarung. Saya pikir band asal Bugis gitu.

Tau-tau bahas penyanyi Dua Lipa gara-gara abis nyobain dance challenge ala Dua Lipa di Tik Tok. Duh, lagi kecanduan Tik Tok ini hahahaha.

Lipa ini umurnya udah 23 tahun waktu tahun lalu memenangkan Grammy. Kelahiran Kosovo yang besar di UK. Sudah warga negara UK. Nama DUA itu dari bahasa Albania artinya “Love”.

Eilish masih lebih cetar dari segi usia saat pencapaian Grammy. 18 tahun, 5 grammy di nominasi-nominasi bergengsi!

Dulu kita 18 tahun ngapain aja ya Gaeeessss hahaha.

Saya jadi dengerin musik-musik sekarang ya gara-gara mainan Tik Tok hahahaha. Ya memang genre yang populer agak beda dengan era kita dulu. Tapi masih tetap bisa didengerin lah kalok lagi iseng.

Kalok buat di mobil atau lagi masak, tetep sih, kuping saya belum move on dari musik 90 an hihihi.

Baik LIPA maupun EILISH, bukan hanya sekadar penyanyi tapi mereka juga menulis sendiri lirik dan melodi dari lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Woww πŸ˜.

Kalau Billie Eilish video klipnya rada-rada anti mainstream. Kemarin pas Grammy ada yang nyolot, “Biarin Eilish menang, yang penting Ariana Grande lebih tenar.”

Para fans nih suka ngajak ribut. Padahal Eilish pas menang mengucapkan kalimat penghormatan buat Ariana Grande yang menurutnya lebih pantas menang.

Ariana sendiri menyambut dengan manis, melontarkan ciuman, dengan ucapan, “Take your time, this is your moment.”

Mencuatnya banyak talenta-talenta luar biasa di usia muda seperti Eilish dan Lipa salah satu sisi positif dari ERA DIGITAL, loh.

Zaman sekarang sedari kecil lebih enak untuk fokus karena banyaknya fasilitas dan informasi serta sumber daya bertebaran di dunia maya. Aksesnya gratis pula. Belajar teknik vokal juga bertaburan tuh video-videonya di Youtube.

Bisa belajar alat musik lewat Youtube aja loh. Ada segabruk-gabruk tutorialnya. Kita dulu mah, yang sanggup kursus alat musik rang orang berduit aje. Saya bisa memainkan alat musik tiup ya karena ikutan marching band yang lumayan menyita waktu itu hihihi.

Dulu kita harus beli-beli kaset untuk memperkaya pengetahuan lagu/lirik/musik. Atau dengerin dari radio yang musiknya kan gak bisa kita atur-atur sesuka hati.

Sekarang waaaahhh tinggal bikin playlist sendiri di YOUTUBE. Gratis! πŸ˜πŸ˜πŸ˜

Betapa internet ini bener-bener bisa luar biasa hasilnya ya di tangan yang tepat. Tapi bersama semua keuntungan yang berendeng itu, manfaat negatifnya tidak kalah serunya.

Arus informasi mengalir terlalu deras dengan kecepatan sangat tinggi. Ngeri kalau kita tidak hati-hati :(. Sama ngerinya kalau Tik Tok ada di tangan tante-tante yang menolak tua hahahaha.

Jangan terlalu takut pada perubahan. Cuusss kita manfaatkan kemajuan zaman untuk mengoptimalkan potensi anak-anak. Tapi tetap dikontrol penggunaannya agar tetap di jalur yang tepat.

β€œThe only way to make sense out of change is to plunge into it, move with it, and join the dance.” -Alan Watts

As for mamah-mamahnya, teknologi Tik Tok dll ini mayan FUN lah bisa tetap menjaga pengeluaran kalori walau di rumah-rumah aja hahahahaha.

Age is just a number ;).

Anyway, kalau mainan Tik Tok gak harus di-upload kok. You can save it for yourself ;). So far cuma 2 video ini yang saya upload ke medsos (FB, Youtube dan IG). Gak tau kan lo di hape nih udah lebih dari 100 video kali πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Era baru terus berlari di depan mata kita. Move with it, join the dance ;).

JAGUNG BAKAR 53, Makassar

Jagung Bakar 53, Jalan Gunung Bawakaraeng no.53, alamat SMA Negeri 1 (Smansa) di Makassar, tempat saya menghabiskan 3 tahun masa sekolah berseragam putih abu-abu.

Kenapa Smansa?

Karena di SMA Negeri 2 (Smada) itu kan lakiknya kudu cukur tentara gitu loh. Duh, gak suka yang plontos-plontos akutuΒ πŸ•΅οΈβ€β™€οΈπŸ˜Β –> mungkin ini salah satu penyebab mutu pendidikan di Indonesia mengkhawatirkan, alasan milih sekolahnya itu lohΒ πŸ˜†πŸ€£.

Pilihan saya cuma 2 itu. Kakak-kakak saya alumni Smada soalnya. Dan Smansa ini paling dekat dari rumah.

Gak lirik sekolah negeri yang lain. Termasuk yang lagi hits waktu itu ada sekolah negeri baru, sekolah unggulan, yang katanya menampung anak pinter-pinter gitu. Aish, serem amat hahahaha. I simply want a ‘normal’ school πŸ˜πŸ˜†.

Tapi terus sedih karena mayoritas teman-teman di SMP ternyata enggak milih Smansa 😭😭😭. SMP itu spesial karena selama 3 tahun, temen sekelasnya itu-itu terus, kebayang kan deketnya kek apa :(.

Smansa dulu punya sistem senioritas yang ketat. Sistemnya “diperkuat” dengan formasi kelas vs bentuk bangunan. Bentuk bangunan memanjang membentuk huruf U dengan cekungan lebar dan terdiri dari 3 lantai.

Anak kelas 1 “terkurung” di lantai paling atas πŸ€. Kelas 2 di lantai tengah dan tentunya anak kelas 3 menguasai lantai 1.

Kebayang kan “penindasan” bisa terjadi dengan “mudah” πŸ§πŸ˜“πŸ˜….

Itu ya sampai mau ngecengin kakak kelas aja harus kucing-kucingan ama yang bawah 🀣🀣🀣. As you know lah, anak cewe itu peer pressurenya lebih ngeri.

Berat lah kehidupan percintaan kalok sampai naksir duluan sama kakak kelasΒ πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ.

Dulu sampai kita takjub karena ada teman yang jadian sama kakak kelas terus dibahas. Ada yang nyeletuk, “Memang gampang ji kalo ada orang dalam to.”

((ORANG DALAM)) –> ini mau gaet kakak kelas apa mau daftar PNS πŸ§πŸ˜‚.

Di kelas satu, dapat ‘privilege’ satu kelas dengan beberapa anggota geng anak-anak populer di sekolah, C – Y – T.

Waktu kelas 1, belum jam setengah 7 udah lari-larian ke sekolah. Males kalo kena gencet di tanggaΒ πŸ˜“πŸ˜.

C dan Y juga selalu datang pagi. Jadilah hampir setiap hari eike sibuk PANSOS dengan mengobrol bareng mereka berdua depan kelas di mana tentu semua orang bisa ngeliat. Kesannya akrab gitu ya, padahal mungkin diajak ngobrol karena yang lain belum dateng aja πŸ€£πŸ€£πŸ€£.

Kalau T duduknya persis di belakang saya. She was very cute. Waktu dese potong rambut ala-ala Rachel (waktu itu lagi tenar-tenarnya serial Friends yang baru diputer di tipi Season 1 nya hahahaha), kami sibuk berkerumun nanyain dia potong rambut di mana.

Guru kelas 1 paling berkesan pastinya IBU KOKOM (Ibu Komariah, guru Kimia). Sudah almarhumah ya kalau gak salah 

Al Fatihah buat Ibu KokomΒ 

Gambar : pixabay.com

Kelas 2 sebangku sama D yang ditaksir sama guru PKL Matematika hahaha. Itu udah pernah cerita ya. Yang lucu sebenarnya ada teman laki-laki, anggap saja namanya Aladin.

Aladin itu rajin banget ngasih kaset-kaset rekaman lagu-lagu yang lagi populer di radio ke saya. Dia tahu saya suka banget dengerin musik. Kirain kenapa gitu kok baek bener, eh ternyata naksir temen lain. Aku disogok, Gaeeesss πŸ˜‚πŸ˜‚.

Terus dese menuntut supaya bisa jadian sama si temen tadi dengan bantuan saya. Karena dia sudah merasa berkorban ngasih-ngasih kaset gratis.

Lah gimana dah, macam gue peri cinta aje bisa ngatur-ngatur hati orangΒ πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Perspektif Dukung Ahok
Gambar : pixabay.com

Akhirnya Aladin ngambek dan berakhirlah sudah era kaset-kaset setoran gratisan itu πŸ˜­πŸ˜­πŸ€£.

Guru paling berkesan kelas ya wali kelas kesayangan dong. Pak Adam, guru olah raga. Yang mengerti banget betapa tololnya daku di pelajaran olahraga kalau sesi praktik.

Gue pernah nangis karena pas ujian praktik bola basket gak bisa masukin bola satu pun padahal udah ditambahin jatahnya loh secara khusus hahahaha. Malunya itu ya,Sis, πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ€£

Tapi oleh beliau dihibur, “Gak papa, nanti ujian teorinya harus dapat 10, ya.”

Jadi begitulah. Walau kusangat goblok main voli, basket dan aneka rupa olahraga permainan lainnya, tapi kuhafalin sampai mampus berapa lebar lapangan sepak bola, jumlah pemain takraw, segala jenis aturan permainan bola basket dst dst dst.

Salam olahraga! Teori doang tapi 🀣🀣🀣

Kelas tiga pun tiba juga. Akhirnyaaaa bisa makan (dengan tenang) di warung coto Kantin Fisika yang secara tidak tertulis memang jatah anak kelas 3 doang. Tapi alasan utama jarang jajan di situ ya karena emang gak ada duitnya aja sih hahaha.

Mahal cuuuuyyy πŸ˜…πŸ˜….

Sampai “ranah kekuasaan” di kantin pun ada “sistem senioritas”nya 🀐🀐🀐.

Kantin sekolah ada 3, Kantin Fisika (warung coto tadi itu) secara tidak tertulis adalah jatah anak kelas 3.

Kantin Biologi (kantin yang jaraknya paling jauh, harus menyeberangi lapangan basket dan segala jenis lab-lab ini itu). Kantin Bio ini yang jadi kantin umum. Kelas 1 dan 2 bebas kalau mau ke sini.

Nah katanya satu kantin lagi, Kantin Sos. Ini di mana sih Kantin Sos ini? Sampai lulus, saya gak tau sama sekali πŸ˜…πŸ™ˆ.

Image by Robin Higgins from Pixabay

Di kelas 3 ini, jadi sering ngobrol one on one sama beberapa teman laki-laki di kelas. Wooww, ternyata anak lakik juga bisa mendadak bucin hahahaha.

Ada 3 nih yang saya ingat betul, curhat panjang lebar soal perempuan-perempuan kesayangan masing-masing dan bertekad ingin serius bla bla bla, udah cinta mati yadda yadda yadda.

Tentunya, belasan tahun sejak tekad yang sangat membara itu, I found their socmed account dan ketiganya sudah menikah dan punya anak BUKAN dari si eneng yang diklaim cinta mati tadi πŸ€πŸ€πŸ€πŸ˜… .

Ya makanya, jangan suka nyinyirin anak zaman sekarang yang dianggap lebay nan bucin. Lupa aja kita kalau dulu GAK ADA MEDIA SOSIAL. Jadi curhatnya sama temen-temen aja hihihi. Padahal sih problemanya ya muter-muter di situ aja.

Ya gak papa kok, waktu remaja dulu ada perasaan-perasaan seperti itu. Totally normal πŸ˜‰πŸ™ƒ.

Demikianlah sekilas nostalgia masa-masa SMA sebagai siswi medioker yang hobi pansos ke sana sini πŸ˜‹πŸ˜‹.

Kalau inget dulu temen-temen mungkin kenalnya saya sebagai siswi berjilbab yang di rapornya hanya tertera angka 1 di kolom rengking, harus banyak-banyak bersyukur betapa Tuhan Mahabaik serta Maha Berkenan menutupi aib-aib kita πŸ˜°πŸ™.

Buat semua teman-teman alumni,

β€œYou are educated. Your certification is in your degree. You may think of it as the ticket to the good life. Let me ask you to think of an alternative. Think of it as your ticket to change the world.”
β€”Tom Brokaw

Tuuuuuhhh, read your own words … “to change the world”, jangan malah ngabisin waktu main Tik Tok aje, Neng! 🀣🀣🀣

70 tahun sudah. Selamat ulang tahun, Smansa Makassar! πŸ™πŸ₯³