Tak Hilang Arah Kita Berjalan

Sarah Whitehead menghabiskan 25 tahun hidupnya untuk mempertanyakan perihal saudara laki-lakinya. Saudara Sarah bekerja di Bank of England dan dituduh mencuri hingga dieksekusi. Sarah syok. Tak mampu menerima kenyataan, Sarah terus mendatangi bank tersebut, menanyakan tentang saudaranya.

Karena kasihan, saat Sarah meninggal, pihak bank membayar pemakamannya yang bertempat di salah satu lokasi taman di halaman gedung. Konon, hingga kini, arwah Sarah masih sering gentayangan di gedung yang hingga kini masih berdiri dengan nama yang sama, “Bank of England.” read more

Jalan-jalan Dublin, O’Connell Street

Kalau jalan-jalan Dublin, mesti  banget absen di City Center  :D. Ke Dublin  memang biasanya naik bus. Lebih nyaman karena biaya parkir di sana mahal booo hihihi. Kalau kebetulan nyewa mobil di akhir pekan, kami pasti memilih melipir ke kota-kota lain.

Turun di terminal bus Busaras, tinggal jalan dikit banget menuju ke O’Connell Street. Jalanan yang paling hits ini bisa dibilang jantungnya City Center, Dublin.

O’Connell Street letaknya di salah satu tepian Sungai Liffey yang membelah Kota Dublin. read more

Makanan Halal di Eropa, Between Truth and Repose

“Liburan ke sono? Makanan halal denger-denger repot di sono. Makan apaan ntar?”

“Ya makan apa ajalah. Yang penting bukan babi. Baca bismillah saja.”

Sebagian muslim yang saat liburan bahkan bermukim di negara-negara mayoritas non muslim memilih jalan ini. Alasan yang paling sering dikemukakan adalah … darurat. Darurat sih seharusnya berarti tak ada yang lagi ALTERNATIF LAIN yang tidak bisa kita makan.

Negara Irlandia sendiri, walau tinggal di kota imut-imut seperti Athlone, masih menyediakan toko daging halal. Tempatnya memang tidak di ktengah-tengah kota. Jaraknya sekitar 2-3 km dari gedung apartemen saya. Soalnya saya malas ke sana naik bis sambil nenteng stroller :P. Jadi seharusnya, no issue soal makanan halal di Eropa untuk wilayah Irlandia secara umum. read more

Tumbuhan Cinta Yang di Ladang Kita

Sejak kecil, sudah kepengin go internesyenel macam Kakak AgnesMo gitu deh, hihihi :p. 

Waktu kecil, saya suka membaca buku-buku dongeng terjemahan. Ceritanya, sih, biasa-biasa saja. Tapi saya menikmati gambar-gambar yang menjadi latar dalam buku cerita tersebut. Rumah-rumah kecil bercerobong asap bercat warna-warni pastel. Halamannya luas berumput hijau dengan bunga-bunga aneka warga. Ikut membayangkan rasanya hidup di sana. 

Tak salah bila buku disebut-sebut sebagai “jendela dunia.” Dari serial anak-anak yang kebanyakan ditulis oleh Enid Blyton, saya ikut-ikutan menghafalkan mata-mata uang yang disebut-sebut dalam bukunya … penny, pounds, shilling, pence dsb.  read more

To The Grand Finale!

Jadi, begini toh yang namanya musim gugur. Hehehe. Angin kencang di hampir sepanjang hari selama dua minggu terakhir ini. Dalam satu hari, cuaca bisa sangat moody.

Sejam diguyur hujan lebat, sejam kemudian sangat terik (cerah doang, hawanya mah tetap di bawah 15 derajat), lalu sejam lagi kembali angin kencang plus hujan rintik, lalu berubah menjadi hujan yang jauh lebih ganas. Eh, enggak lama, mendadak terik dan hujan berhenti sama sekali. Serasa langit di atas kota Athlone terkena sindrom PMS. Hahaha. read more