‘Drama’ Paspor Hijau Tua

paspor indoMinggu lalu kami mengurus visa Schengen ke Dublin. Prosesnya lumayan bikin bete dan hampir ngeluarin taring dan tanduk di Austrian Embassy :D. Supir taksi di Dublin pake salah jalan pula. Sudah bayar mahal-mahal, kami berempat harus berjalan kaki sejauh 1 km menuju gedung kedutaannya.

Hampir satu jam ditanyain macam-macam sama orang kedutaan. Sampai-sampai saya pun ditanyain, “Mau ngapain ke wilayah Schengen?” Ya, suami eike pan tugas ke sono, lah gue mau ngapain coba? Zzzzzz -_-. Bangku pun tak ada. Kami kudu berdiri depan loket.

Susah payah suami menunjukkan nama saya dalam invitation letter. Eaaahhh, si mbaknya minta surat nikah segala. Maunya yang asli, enggak mau via email. Gue gigit juga lu! Hahaha. Masih kurang ya udah dikasih slip gaji, dikasih fotokopi ini itu. Padahal kata rekan suami yang dari India, dia cuma ditanyain sekitar 10 menitan.

Minta birth certificate anak-anak lah, nanya asuransi sampai detail sedetil-detilnya lah, macam-macam deh. Ampun, Mak. Disangkanya kita mau ngemis apa di negaranya? Bang, keluarin semua surat rumah di Jakarta! Hahaha. Menghina sekali orang-orang ini sama WNI. Entar kalau Indonesia sudah jadi raksasa ekonomi, eike mau geol-geol depan mereka, ah. Aamiin *khusyuk*.

Dan puncaknya adalah… proyeknya dibatalin, dong! Belum rezeki ini ke mainland :(. Tetap semangatΒ . Walaupun rasanya masih keki banget ya inget ‘nyinyir’nya mbak-mbak di Austrian Embassy kemarin. Nantikan kami di lain kesempatan ya, Schengen ^_^.

***

Begini deh nasib pemegang paspor warna hijau tua. Waktu pertama kali mendarat di Dublin 6 bulan lalu juga, susah payah melewati imigrasi. Sampai petugasnya agak bingung awalnya melihat paspor-paspor kami, “Kalian ini dari negara mana, sih?” :D. Di Saudi disangkain TKW melulu, di sini, (mungkin) saban ngurus visa mau ke Β mana-mana kudu adu urat dulu di kedutaan hihihihi.

Iri juga dengan teman dari Malaysia. Malaysia bebas visa ke seluruh wilayah Schengen dan UK. Sedangkan non Uni Eropa lain seperti warga Indonesia, walau memiliki resident permit Irlandia, kudu pakai visa kalau mau ke UK. Huhuhu. Gagal kan kemarin nengokin ponakan yang baru lahir. Maafkan sepupu kalian ini ya, Will & Kate :P. Visa ke UK juga maharani harganya.

Dalam urusan ‘kesaktian’ paspor, India harusnya di bawah Indonesia. Tetapi perantau asal India sudah terkenal dimana-mana. Jadi, biasanya mereka enggak diinterogasi macam-macam. Kata suami, mungkin karena di India jarang peristiwa terorisme.

Tapi ada unsur untung-untungan juga. Karena ada teman yang bercerita, dia dan keluarganya biasa-biasa aja tuh pas mengurus visa schengen. Enggak yang gimanaaaa gitu. Waktu suaminya apply bisnis visa ke UK juga biasa-biasa saja. Sementara beberapa teman yang sudah lama bermukim di Australia sudah memutuskan untuk mengganti warna paspor.

Kalau saya pribadi sih, sebete apa pun kami dibuatnya, belum pernah kepikiran ganti paspor, nih :P. Lagian mana sanggup eike berlama-lama di negeri dimana harga tempe sama dengan harga satu kilo daging! Hahahaha. Pokoknya untuk saya dan suami, Indonesia tanah air beta lah. Tempat berlindung di hari tua. Sampai akhir menutup mata :).

***

22 thoughts on “‘Drama’ Paspor Hijau Tua

  1. duuuh, gue ngalamin beberapa kali nih dapet perlakuan gak enak selama lewat imigrasi eropa, khususnya jerman. Intimidating banget deh petugas2nya. Sekarang sih tinggal panggil suami si pemegang paspor EU dan tiba-tiba petugasnya tersenyum maniiiiiis banget dan dan segala urusan jadi lancar.
    antara seneng tapi terhina juga ya book

    • Tapi mungkin tergantung kedutaan juga, ya. Soalnya konon katanya kalau lewat kedutaan Perancis, masuk Schengen buat orang Indo lebih gampang ;). Kemarin kan apply lewat Austria karena tujuannya emang ke daerah sana :(.

    • Aamiin. Soalnya masa depan dunia sejauh ini memang di tangan Asia, kok ;). Eropa sudah resesi dan entah kapan bangkit lagi :P. Amerika angin-anginan. Karena sumber daya alam + manusia memang berpusat di Asia, harusnya Asia potensinya jauh lebih tinggi daripada benua lain. Mudah-mudahan kebangkitannya bisa dimulai dari ASEAN. Aamiin (lagi) πŸ˜€

  2. emang kenapa dgn paspor hijau ya mbak? *cupu*

    korea juga paspornya warna ijo kira2 bermasalah jg ga ya? hehehe..

    oiya mbak, baru mampir nih.. Salam kenal ya.. πŸ™‚

    • Seharusnya sih bisa, ya, Indonesia jadi superpower. Penduduk banyak, sumber daya segambreng, sayang…malingnya juga berlimpah hehehehe :P. Terima kasih, Mas, hokinya lagi bagus ini :D, lumayanlah bisa sampai 10 besar πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *