“Dulu petugas kebersihan juga sama. Kalau ketemu sampah, ngaaakunya banyak. Katanya tidak ada orang. Padahal orangnya ada belasan ribu … digaji.
Lalu saya mulai membentuk pembayaran gaji dengan transfer langsung. Supaya tidak terjadi yang fiktif. Termasuk juga pegawai taman, termasuk tata air PU.
Tapi apa yang terjadi? Betul-betul fiktif.
Bahkan ada yang nekat minjem nama orang. Sudah ditransfer, betul. Tapi tidak kerja. Jadi ditransfer ini uangnya. Namanya.
Jadi misalnya gini, dia paham aja yang mana orang yang tidak kerja pengangguran, daftarin nama, tahun lalu 2.7 juta, anda kan tidak kerja terima saja 500 ribu, sisanya dia yang kantongin. ATMnya dia yang narik.





