Fokus!

“Dulu petugas kebersihan juga sama. Kalau ketemu sampah, ngaaakunya banyak. Katanya tidak ada orang. Padahal orangnya ada belasan ribu … digaji.

Lalu saya mulai membentuk pembayaran gaji dengan transfer langsung. Supaya tidak terjadi yang fiktif. Termasuk juga pegawai taman, termasuk tata air PU.

Tapi apa yang terjadi? Betul-betul fiktif.

Bahkan ada yang nekat minjem nama orang. Sudah ditransfer, betul. Tapi tidak kerja. Jadi ditransfer ini uangnya. Namanya.

Jadi misalnya gini, dia paham aja yang mana orang yang tidak kerja pengangguran, daftarin nama, tahun lalu 2.7 juta, anda kan tidak kerja terima saja 500 ribu, sisanya dia yang kantongin. ATMnya dia yang narik. read more

People We Haven’t Met Yet (9)

Happy (belated) Deepavali Day for our Indian friends ^_^.

Perayaan Deepavali adalah perayaan khas umat Hindu-India yang umumnya berlangsung pada akhir Oktober atau awal November. Deepavali juga dirayakan oleh orang-orang Syikh di India.

Deepavali, Festival Cahaya, dipercaya sebagai momentum di mana kebaikan mengalahkan kejahatan. Saat di mana cahaya membenamkan kegelapan :).

Di hari raya ini, perempuan-perempuan India, selain membuat aneka penganan khas tradisional untuk jamuan di rumah, juga akan mengenakan pakaian-pakaian khas. Di belahan Utara, Barat, dan Timur, pakaian tradisional yang terkenal adalah Lehengga. read more

Tingkat Korupsi di Indonesia : Perspektif

Asma, lahir di Rumah Bordil Kandapara di Tangail. Asma berhenti sekolah saat teman-temannya mengejek dan melecehkannya karena ibunya bekerja sebagai PSK di Kandapara.

Asma mengikuti jejak ibunya saat menginjak usia 14 tahun. Sebelumnya, Asma disuruh menari di depan para pelanggan dan tamu.

Kajol, melahirkan bayi Mehedi yang kini berusia 6 bulan. Hasil berhubungan dengan para pelanggan di Kandapara. Kajol menikah di usia 9 tahun. Tantenya lalu menjualnya ke Kandapara.

Dua minggu setelah melahirkan, Kajol sudah harus melayani tamu-tamu. Tapi “bisnis”nya menjadi terganggu karena Kajol juga harus mengasuh Mehedi. read more

Rosengarten bern swiss

[CERPEN] FLAMINGO MERAH JAMBU 

by : Jihan Davincka

***

Terhenti di sudut jalan Burrenstrasse, mataku berbinar senang, “Hanami …”

“Iya, bunga Sakura.”

Aku berdiri di bawah rimbunan kembang merah muda yang memenuhi hampir semua pucuk di ranting pohon itu. Kukeluarkan kamera saku, “Cepatlah. Foto aku.”

“Kau akan terlihat aneh. Jangan lupa, kita di Bern. Ini Swiss. Bukan  Jepang!”

Aku mengibaskan tanganku tidak peduli, “Ayolah  … ”

Kita terus berbicara tentang bunga Sakura walau pohonnya sudah tertinggal jauh oleh langkah-langkah kita. Katamu, “Di Eropa, tak sulit menemukan bunga Sakura. Tapi rasanya biasa saja.” read more

Tragedi Farkhunda, Antara Agama -Misogini – dan Politik

“Allahu Akbar!” Pekikan ini terdengar saat iring-iringan manusia mengantarkan jenazah Farkhunda ke tempat peristirahatan terakhir.

Ironisnya, pekikan yang sama, “Allahu Akbar” juga digunakan oleh para pelaku saat membunuh Farkhunda beramai-ramai di salah satu pusat kota Kabul, Afghanistan. Dimana dalam kasus ini, kata membantai mungkin lebih tepat.

Gambar : operationworld.org
Gambar : operationworld.org

Tanggal 19 Maret 2015, sebuah video amatiran yang direkam oleh banyak orang (ada yang mengklaim ratusan) tersebar viral di media sosial. Orang-orang yang menyebarkan video dengan bangga mengklaim bahwa mereka adalah bagian dari “tim penyelamat agama” oleh seorang perempuan atheis bernama Farkhunda. read more